SEGARA WIDYA Jurnal Penelitian Seni Volume 11 No. 1, 2023 P1-9 E-ISSN 2798-8678 Pembinaan Gending-Gending Tabuh Klasik Gamelan Selonding Di Desa Adat Kemoning I Dewa Ketut Manik Kedaton1. Saptono2. Ni Wayan Masyuni Sujayanthi3 Program Studi Seni Karawitan. Fakultas Seni Pertunjukan. Institut Seni Indonesia Denpasar Manikdw04@gmail. Desa Adat Kemoning merupakan Desa yang memiliki potensi dalam bidang Seni Karawitan khususnya terhadap kalangan remaja. Namun hal ini sangat disayangkan karena kurangnya terdapat para tokohtokoh Seni yang terdapat di Desa dan kurangnya fasilitas Barungan Gamelan lengkap mengakibatkan potensi yang dimiliki tidak dapat berkembang dengan baik sebagaimana mestinya. Oleh sebeb itu, penulis memilih Desa Adat Kemoning Sebagai Mitra dalam pelaksanaan MBKM program Kuliah Kerja Nyata Tematik. Dengan tujuan membantu dan mewadahi potensi untuk mengembangkanya dan mendapat peranan penting dalam segala kegiatan masyarakat di Desa Adat Kemoning. Berbagai upaya telah dilakukan penulis, seperti melakukan observasi dan melakukan pertemuan dengan Bendesa Desa Adat Kemoning guna mendapat informasi penting serta mendapat kegiatan yang dapat diunggulkan. Setelah melakukan berbagi upaya untuk mendapat informasi. Prebekel Desa Adat Kemoning pada saat melakukan pertemuan meminta untuk mengembangkan Seni khususnya Seni Karawitan terhadap kalangan remaja atau para pemuda yang terdapat di lingkup Desa Adat Kemoning. Mengembangkan Seni Karawitan yang dimaksud seperti melatih menabuh dengan menggunakan Gamelan Selonding terhadap pemuda yang memang belum mengetahui cara bermain Gamelan Selonding. Adapun beberapa gending tabuh Klasik yang diajarkan seperti tabuh Sekar Gadung. Rejang Lente, dan Rejang Penulis memilih tabuh tersebut karena tabuh tersebut merupakan tabuh klasik yang mudah untuk diplajari untuk para pemuda yang baru belajar bermain gamelan Selonding. Kata Kunci: Kknt, melatih, tabuh Gamelan Selonding. Desa Adat Kemoning. Kemoning Traditional Village is a village that has potential in the field of Karawitan Art, especially for teenagers. However, this is very unfortunate because the lack of artistic figures in the town and the lack of complete Barungan Gamelan facilities have resulted in their potential not being able to develop correctly. Therefore, the authors chose Kemoning Traditional Village as a partner in implementing the MBKM Tematic Real Work Lecture Program. To help accommodate the potential for developing it and getting an essential role in all community activities in the Kemoning Traditional Village. The author has made Various attempts, such as making observations, holding meetings with the Prebekel, and conducting interviews with art figures in the Kemoning Traditional Village to obtain necessary information and prioritized activities. After sharing efforts to get information, the Prebekel of the Kemoning Traditional Village, during a meeting, asked to develop karawitan art for teenagers or youths within the scope of the Kemoning Traditional Village. Creating the Karawitan art in question is like training young people to beat using Selonding Gamelan who donAot know how to play Selonding Gamelan. Keywords: Kknt. Kemoning Traditional Village. Selonding Gamelan. I Dewa Ketut Manik Kedaton (PembinaanA) Volume 11 No. 1, 2023 PENDAHULUAN Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) adalah salah satu program dari MBKM (Merdeka Belajar-Kampus Merdek. Kegiatan KKNT ini bagian intrakurikuler kampus yang menerapkan prinsip Tri Dharma perguruan tinggi yaitu . endidikan, penelitian, pengabdian terhadap masyaraka. yang bertujuan memberi pengalaman kepada mahasiswa untuk menerapkan pengetahuan teori serta praktek dilingkungan masyarakat hingga dapat ikut serta membantu pembangunan dilingkungan tersebut dalam teknis, syarat dan jangkan waktu yang telah ditentukan. Desa Adat Kemoning adalah Kelurahan Semarapura Klod. Kecamatan Klungkung. Kabupaten Klungkung. Provensi Bali (Herawati, 2. Warga masyarakat di Desa Adat Kemoning sangat menjunjung tinggi nila-nilai adat istiadat serta Budaya yang sedari dulu secara turuntemurun dilaksanakan. Hal ini sejatinya sangat mendukung adanya potensi Sumber Daya Manusia di Desa Adat Kemoning khususnya dalam bidang Kesenian, terlebih lagi karena terdapat adanya sebuah sanggar yang berdiri di lingkungan Desa Adat Kemoning. Namun potensi yang dimiliki masyarakat di lingkungan Desa Kemoning tidak dapat berkembang dengan baik dikarenakan kurangnya adanya Barungan Gamelan yang Hal demikian sangat disayangkan terlebih lagi lingkungan Desa Adat Kemoning terletak di kawasan strategis dan dapat dikatakan sebagai daerah perkotaan yang tidak tertinggal. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara dengan Bendesa I wayan Wirata serta tokoh Seni I Dewa Gede Alit Saputra. penulis mendapat informasi yang bisa dijadikan sebagai program dalam membantu memngembangkan Seni Karawitan di Desa Adat Kemoning. Ketika penulis melakukan Wawancara terhadap Seniman sekaligus pemilik sanggar yang berada di Desa Kemoning yaitu AuI Dewa Gede Alit SaputraAy beliau mengatakan bersedia untuk tempat atau sanggar yang beliau miliki dijadikan tempat untuk mahasiswa melakukan KKNT, terlebih lagi pada sanggar ini terdapat fasilitas Barungan Gamelan yang lengkap. Ruang lingkup kegiatan Membangun Desa/Kuliah Kerja Nyata Tematik yang dilaksanakan dilingkungan Desa Adat Kemoning disesuaikan dengan bidang studi penulis dan kelompok. Atas dasar pengumpulan informasi dengan Cara Mewawancarai Bendesa Adat Kemoning. Bapak Bendesa meminta kelompok mahasiswa yang melakukan KKNT di Desa Kemoning untuk melatih dan membentuk penabuh khususnya para remaja atau Yowana dari masing-masing Banjar di Desa Adat Kemoning yang belum sama sekali pernah menabuh memakai gamelan Selonding dan diajarkan Untuk melakukan pelatihan menabuh menggunakan gamelan Selonding. Alasan melatih menggunakan Gamelan Selonding (Purna Yasa & Santosa, 2. dan tidak mengguakan gamelan lainya adalah pemuda di Desa Adat Kemoning Sudah mengetahui bermain gamelan menggunakan gamelan seperti gong Kebyar (Pryatna, 2020. Rustika Manik et al. , 2. dan Semar Pagulingan (Pratama & -, 2. , maka dari itu bendesa Adat Kemoning ingin mahasiswa mengajarkan menabuh dengan menggunakan gamelan Selonding. Dari hal tersebut sesuai dengan kemampuan penulis tidak ingin hanya melatih langsung untuk bermain gamelan tetapi penulis bisa memberi pemahaman terlebih dahulu tentang pengertian gamelan Selonding itu sendiri dan menerapkan terlebih dahulu teknik cara bermain gamelan Selonding Seperti cara memegang panggul, memukul bilah, menutup bilah dan memberitahu nada-nada yang terdapat di gamelan, setelah hal tersebut seudah dapat dilaksanakan, maka penulis langsung mengarjarkan tabuh atau gending klasik gamelan Selonding yang mudah untuk di ingat (Sutyasa et al. , 2. Dari hal tersebut, seperti apa yang telah dipaparkan terkait hal-hal yang menjadi permasalahan di lingkungan Desa Adat Kemoning, yang sekaligus menjadi acuan dan I Dewa Ketut Manik Kedaton (PembinaanA) Volume 11 No. 1, 2023 sebab penulis memilih dan menjadikan Desa Adat Kemoning sebagai Mitra dalam pelaksanaan program membangun Desa/Kuliah Kerja Nyata Tematik. METODE Metode Konsultasi dan Pemahaman Situasi Pada tahap ini penulis konsultasi dengan menghubungi Bapak Bendesa Desa Adat Kemoning yaitu bapak I Wayan Wirata bahwa Penulis dan Kelompok akan melaksankan kegiatan KKNT dan menanyakan masalah-masalah yang ada di Desa terkait dengan Seni khusunya Seni Karawitan. Setelah melakukan konsultasi tersebut penulis dapat diterima dengan baik. Kemudian dari hasil pertemuan dengan Bapak Bendesa mensepakati untuk melatih menabuh dengan menggunakan gamelan Selonding yang melibatkan penabuh remaja atau Yowana di lingkungan Desa Adat Kemoning. Setelah melakukan konsultasi selanjutnya penulis melihat situasi dilapangan, dimana tidak terdapat suatu Barungan Gamelan Selonding di masingmasing Banjar, namun terdapat bedirinya satu Sanggar Seni berada di lingkungan Desa Adat Kemoning yang terdapat mempunyai barungan Gamelan Selonding. Dengan demikian penulis menghubungi pemilik sanggar tersebut sekaligus membicarakan bahwa penulis dan kelompok ingin meminjam tempat untuk pelaksanaan kegiatan KKNT. Dari hasil pertemuan tersebut terkait peminjaman tempat sudah diterima dengan sangat baik dan pemilik sanggar juga mendukung kegiatan KKNT ini serta berharap dapat melatih Yowana supaya bisa bermanfaat seperti ngayah menabuh ketika ada Upacara Keagamaan di Desa Adat Kemoning. Gambar 1 foto Konsultasi dengan Bendesa Desa Adat Kemoning/ I Wayan Wirata (Dok I Dewa Ketut Manik Kedaton Februari 2. Metode Interaktif Tahap yang kedua yaitu cara menimbulkan pelaksanaan kegiatan atau pelatihan yang menarik dan interakrif sesuai program kerja yang telah disepakati dan ditetapkan bersama yaitu melatih gending tabuh klasik gamelan Selonding. Untuk hal itu, perlu menerapkan cara dalam menyatukan rasa dan pemikiran antar penabuh dengan cara bercengkrama, berinteraksi, serta membiasakan diri secara Hal ini sangatlah berpengaruh besar terhadap setiap pelaksanaan proses pelatihan, terlebih lagi penabuh akan terbiasa dan senantiasa melakukan interaksi balik. Contohnya seperti menanyakan kembali maksud yang penulis ajarkan ketika melakukan pelatihan, bilamana terjadi hal keliru atau kurang dimengerti I Dewa Ketut Manik Kedaton (PembinaanA) Volume 11 No. 1, 2023 penabuh disaat mengajar atau penuangan tabuh. Dengan adanya interasi yang baik hal-hal seperti yang sudah dijelaskan tersebut akan menimbulkan kesan yang santai akan tetapi tetap mengedepankan keseriusan dalam pelaksanaan pelatihan program Adapun juga hal yang membuat interaksi sesama penabuh semakin baik yaitu dengan cara melakukan pemahaman terlebih dahulu sebelum melakukan penuangan tabuh ke Instrumen seperti, memberikan pemahaman ke penabuh tenatang cara dan teknik bermain gamelan yang akan digunakan. Gambar 2 kegiatan membrikan pemahaman (Dok I Dewa Ketut Manik Kedaton Juni 2. Metode Penyesuaian Waktu Pelaksanaan Pada tahap pelaksanaan kegiatan program kerja yang sudah di tetapkan tidak luput dari waktu pelaksanaan yang berupa menentukan penetapan jadwal kegiatan yang dilaksanakan. Dalam pelaksanaan kegiatan program kerja melatih gending tabuh gamelan Selonding ini tidak memiliki jadwal hari yang tetap, akan tetapi lebih menyesuaikan ke masing-masing waktu penabuh dan kondisi setempat. Hal ini dikarenakan wilayah Desa Adat Kemoning yang mayoritas penduduknya sangatlah menjunjung tinggi nilai Budaya Adat istiadat yang meliputi upacara keagamaan seperti Piodalan di hari Suci. Ngaben, dan kegiatan upacara lainya yang cenderung tidak menentu. Dilihat dari penjelasan tentang warga masyarakat Desa Kemoning yang menjunjung tinggi nilai Budaya adat istiadat, penulis tidak hanya melakukan pelaksanaan melatih dengan memakai gamelan selonding saja tetapi, pada bulan Maret penulis diminta atau diberikan kesempatan untuk melatih gending tabuh Balaganjur (Bakan, 1998. Santosa, 2017, 2. yang akan digunakan menjelang hari Raya Nyepi. Berikutnya bukan hanya latihan Balaganjur tetapi juga melatih bermain gamelan Semar Pagulingan yang digunakan Ngayah di Pura yang berada di lingkungan Desa Adat Kemoning pada Rahina Puranama Kedasa yang melibatkan penabuh remaja atau Yowana dari masing-masing Banjar di lingkungan Desa. Dari adanya berbagai kegiatan yang dilaksanaakan penulis tidak melupakan program utama yang sudah ditetapkan yaitu melakukan pelatihan gamelan Selonding. I Dewa Ketut Manik Kedaton (PembinaanA) Volume 11 No. 1, 2023 Gambar 3 melatih gending tabuh Gamelan Selonding (Dok I Dewa Ketut Manik Kedaton Juni 2. HASIL DAN PEMBAHASAN Dalam program kerja KKNT ini penulis melakukan beberapa kegiatan yang melibatkan unsur pemuda atau Yowana Desa Adat Kemoning Mulai dari pelatihan gending Balaganjur, gending Klasik Semar Pagulingan, dan gending Klasik gamelan Selonding (SemaraBawa & Sudhana, 2. yang dimana merupakan program kerja utama KKNT yang dilaksanakan di Desa Adat Kemoning. Pada pelatihan gending Balaganjur ini penulis melakukan pelatihan untuk kegiatan hari Raya Nyepi di Desa Adat Kemoning yang dilaksanakan mulai tanggal 12 Maret sampai tanggal 20 Maret 2023 dari kegiatan Nuasen, pembentukan penabuh, latihan sektoral, dan terakhir tahap pengalusan gending. Adapun alat instrumen yang dipakai yaitu Kendang, cengceng, reong, kajar, bende, gong dan Kempur. Kemudian pada pada pelatihan gending memakai gamelan Semar Pagulingan penulis mencoba meberikan atau mengajarkan beberapa gending klasik yang berjudul gending Sekar Emas dan gending Jerebon karena minimnya pengetahuan penulis tentang gending-gending tabuh klasik di Semar Pagulingan dan para penabuh di Desa Kemoning terdapat sudah mengetahui gending-gending seperti Sekar Eled. Selisir, dan gending lainya yang tidak merupakan gending Klasik, maka dari itu penulis hanya memberikan sedikit gending tabuh Klasik Semar Pagulingan. Selain gending-gending tabuh yang diajarkan, penulis juga memberikan materi gending iringan tari Topeng seperti Topeng Keras, topeng Penasar. Topeng Tua, topeng Arsawijaya, dan Sidakarya (Kodi et al. , 2. dengan memakai patet berbeda-beda dari gamelan Semar Pagulingan. Pada pelatihan gamelan Selonding yang merupakan program utama dari KKNT ini bahwa dilihat dari pengertian gamelan Selonding itu sendiri yang merupakan alat Musik Tradisional Bali yang usianya lebih tua dibandingkan dengan gamelan-gamelan yang lainnya yang kini populer dalam Kesenian maupun dalam upacara Adat dan Agama. Gamelan ini merupakan gamelan Sakral yang digunakan untuk melengkapi upacara di Bali yang sampai sekarang masih dilakukan. Dalam melakukan pelatihan ini penulis melibatkan penabuh remaja dan menyuguhkan beberapa gending tabuh Klasik yang mungkin akan mudah dan cepat diingat bagi para menabuh pemula yang belum pernah sama sekali bermain gamelan Selonding seperti gending Sekar Gadung dan Lente. Penulis hanya memberikan dua materi pokok gending saja, dengan antusiasnya para penabuh dalam pelatihan tersebut maka dari itu gending yang diajarkan cepat dihafal dan dipahami tanpa memerlukan waktu yang panjang. Dari I Dewa Ketut Manik Kedaton (PembinaanA) Volume 11 No. 1, 2023 hal tersebut para penabuh juga ingin diajarkan beberapa gending tabuh yang lain mengingat waktu KKNT yang masih berjalan, dengan alangkah baiknya penulis menanyakan langsung gending tabuh yang seperti apa yang ingin diajarkan. Dari hal tersebut penulis siap mengajarkan gending yang diinginkan karena menurut penulis di era sekarang gending-gending Selonding sudah banyak di posting di Media Sosial seperti Youtube, maka dari itu alangkah mudahnya menyukseskan program kerja dari KKNT yang di laksanakan di Desa Adat Kemoning. Hasil yang didapatkan dengan berbagai kegiatan pelaksanaan KKNT ini dari pelatihan Balaganjur. Semar Pagulingan, dan Pelatihan gamelan Selonding sangat memuaskan serta bisa berjalan dengan lancar seperti yang diharapkan. Dari adanya peatihan gamelan Selonding di Desa Adat Kemoning diharapkan dapat berkontribusi serta bermanfaat untuk Desa dan pemuda yang terlibat dalam pelaksanaan kegiatan Selain itu setelah adanya pelatihan menabuh gamelan Selonding ini dapat dipergunakan jika ada suatu Upacara Agama di sekitar Desa atau diluar Desa (I Wayan Suharta. I Nyoman Suarka. I Wayan Cika, 2. , dengan demikian pemuda atau Yowana dari masing-masing Banjar di lingkungan Desa Kemoning dapat menjalakan Seni yang ada di Desa Adat Kemoning. Harapan penulis dari adanya pelatihan ini pemuda-pemuda lain yang melihat hal tersebut akan bisa termotifasi dan akan banyak tumbuh generasi muda untuk ikut mengembangkan dan melakukan kegiatan berkesenian khusunya Seni Karawitan. Adanya latihan tabuh gamelan Selonding di Desa Adat kemoning diharapkan dapat berkontribusi dan bermanfaat dengan baik untuk Desa dan untuk pemuda yang ikut dalam melakukan kegiatan tersebut. Selain itu juga setelah adanya pelatihan menabuh Gamelan Selonding ini bisa bermanfaat untuk dipergunakan jika ada upacara Agama di sekitar Desa atau luar Desa, dengan demikian pemuda-pemuda yang lain akan bisa termotifasi jika melihat hal tersebut dan akan ada banyak tumbuh generasi muda untuk melakukan kegiatan Seni khusunya Seni Karawitan. Program kerja KKNT yang di laksanakan di Desa Adat Kemoning yaitu melatih menabuh menggunakan gamelan Selonding, bukan hanya sekardar melatih saja namun penulis juga memberi pemahaman tentang karawitan terlebih dahulu sebelum merujuk ke gamelan Selonding itu sendiri. Disini penulis akan memaparkan tabuh gending yang penulis berikan terhadap penabuh yang terlibat dalam kegiatan pelatihan gamelan Selonding. pemaparan tabuh gending yang akan dijelaskan adalah gending tabuh Sekar Gadung dan Lente. Gending tabuh Sekar Gadung merupakan sebuah tabuh Klasik tenganan Pegringsingan, tabuh ini tergolong ritual dan sudah sering dipergunakan dalam upacara keagamaan. Dalam gending tabuh ini hanya mempunyai satu bagian pokok melodi yang terus diulang-ulang namun bisa dimainkan dengan tempo pelan dan bisa dimainkan dengan tempo sedang, dimana tabuh ini diawali dengan bermain mnggunakan tempo sedang hingga peralihan menuju penghabisan gending dimainkan dengan tempo sedang. Dimana pada tabuh Instrumen ugal sebagai pemandu lagu atau gending dan diikuti dengan instrument lainya, dan saih yang digunakan dalam tabuh ini yaitu saih sadi. I Dewa Ketut Manik Kedaton (PembinaanA) Volume 11 No. 1, 2023 Gambar 4 Notasi Melodi Tabuh Sekar Gadung (Dok Idewa Ketut Manik Kedaton Juni 2. Adapun jenis-jenis istrumen yang digunakan dalam kegiatan pelatihan Gamelan Selonding yaitu: 2 tungguh Gong 2 tungguh Kempul 1 tungguh petuduh A 1 tungguh peenem A 1 tungguh nyong-nyong alit 1 tungguh nyong-nyong ageng 1 tungguh ceng-ceng ricik Pada gamelan Selonding laras yang dipakai adalah laras pelog tuju nada, yaitu terdiri dari lima pokok dan dua nada pemero (Haryanto & Yudana, 2. Demikian tiap-tiap nada juga berfungsi sebagai nada pokok tergantung dari patet atau dalam gamelan selonding biasa disebut saih yang dipergunakan. Adapun jenis-jenis patet atau saih yang ada di gamelan selonding yaitu: Saih Sadi A Saih panji marga Saih Sondong Saih Salah A Saih Kesumba Saih Puja Semara KESIMPULAN Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) ini dilaksanakan di Desa Adat Kemoning sekitar 6 . bulan dengan melaksanakan program kerja yang sudah dirancang dan disepakati melalui 4 . tahap yaitu, pertama melakukan observasi ke lapangan dengan cara melihat kondisi, fasilitas dan wawancara dengan salah satu perangkat desa untuk mencari studi kasus yang terdapat di Desa Adat Kemoning. Prebekel Desa Adat Kemoning meminta mahasiswa yang melakukan kegiatan KKNT I Dewa Ketut Manik Kedaton (PembinaanA) Volume 11 No. 1, 2023 untuk melatih generasi muda yang ada di lingkup Desa untuk diajarkan bermain gamelan Selonding, karena kurangnya minat para generasi muda dalam melakukan menabuh dengan menggunakan Gamelan Selonding. Dengan demikian setelah terdapat adanya permasalahan di Desa, penulis merancang program kerja untuk mengatasi permasalahan tersebut, dengan memilih judul program kerja yaitu AuMelatih dan Membina Gending-Gending Tabuh Klasik Gamelan SelondingAy. Melalui MBKM Kuliah Kerja Nyata Tematik juga dapat menjadi pelengkap atau pengganti mata kuliah yang harus diambil untuk pemblajaran diluar kampus agar mahasiswa bisa mengolah prestasi mahasiswa dalam bentuk ide inovatif dalam MBKM Kuliah Kerja Nyata Tematik yang terdokumentasi dengan baik. Dengan adanya program kegiatan KKNT yang dilaksanakan untuk membangun desa ini sangat membantu warga Khususnya Desa Adat Kemoning, yang dimana program ini menjadi wadah sebagai pengembangan dan merealisasikan pontensi yang dimiliki masyarakat di desa Khususnya para remaja atau Yowana. Adapun upaya penulis lakukan untuk membangun dan mengembangkan potensi yang ada di Desa Kemoning ini yaitu dengan cara memberikan sedikit pengetahuan dasar Karawitan dan beradaptasi dengan penabuh secara kekeluargaan agar membangun suasana yang interaktif saat melakukan kegiatan pelatihan bersama para Yowana. Nantinya, besar harapan penulis mengenai hasil dari kegiatan yang telah dilaksanakan dapat berkelanjutan dan memiliki peranan penting dalam setiap kegiatan masyarakat di Desa Adat Kemoning. DAFTAR RUJUKAN Bakan. Walking Warriors: Battles of Culture and Ideology in the Balinese Gamelan Beleganjur World. Ethnomusicology, 42. , 441Ae484. https://doi. org/papers3://publication/uuid/C4AA7D03-E7CD-465C-9D17D84DD2FB381B Haryanto. , & Yudana. Contemporary Music Composition AuEmbryoA. Komposisi Musik Kontemporer AuEmbrio. Ay GHURNITA: Jurnal Seni Karawitan, 1. , 1Ae10. https://doi. org/10. 59997/jurnalsenikarawitan. Herawati. Artikel Desa Adat Kemoning Sebuah Desa Agraris di Masa Lalu. https://simdos. id/uploads/file. dir/ea624bc792a55a9a594 I Wayan Suharta. I Nyoman Suarka. I Wayan Cika. Gamelan Selonding Sacred Function in Tenganan Pegringsingan Village. E-Journal of Cultural Studies, 14. , 20Ae28. https://doi. org/https://doi. org/10. 24843/cs. Kodi. Sedana. , & Foley. Topeng Sidha Karya: A Balinese Mask Dance Performed by I Ketut Kodi with I Gusti Putu Sudarta. I Nyoman Sedana, and I Made Sidia in Sidha Karya. Badung. Bali, 16 October 2002. Asian Theatre Journal, 22. , 171Ae198. https://doi. org/10. 1353/atj. Pratama. , & -. Campuhan: A New Music Creation | Campuhan: Sebuah Musik Kreasi Baru. GHURNITA: Jurnal Seni Karawitan, 1. , 92Ae99. https://doi. org/10. 59997/jurnalsenikarawitan. Pryatna. Konsep Musikal Instrumen kendang Dalam Gamelan Gong Kebyar Bali. Resital: Jurnal Seni Pertunjukan, 21. , 73Ae84. https://doi. org/10. 24821/resital. Purna Yasa. , & Santosa. The Transformation of WargasariAos Kidung into Composition AuWehyangAy | Transformasi Kidung Wargasari ke I Dewa Ketut Manik Kedaton (PembinaanA) Volume 11 No. 1, 2023 dalam Komposisi Karawitan AuWehyang. Ay GHURNITA: Jurnal Seni Karawitan, 2. , 173Ae179. https://doi. org/10. 59997/jurnalsenikarawitan. Rustika Manik. Sudiana. , & Hartini. Wira Chandra New Music Creation | Musik Kreasi Baru Wira Chandra. GHURNITA: Jurnal Seni Karawitan, 1. , 204. https://doi. org/10. 59997/jurnalsenikarawitan. Santosa. Gamelan Perang di Bali Abad ke-10 Sampai Awal Abad ke-21. Sumedang: Universitas Padjadjaran. Santosa. Gamelan Banjuran. Perubahan dan Kelanjutannya. Seminar Nasional Agama. Adat. Seni Dan Sejarah Di Zaman Milenial, 135Ae146. SemaraBawa. , & Sudhana. Wisala Meru Musical Artwork | Karya Seni Musik Wisala Meru. GHURNITA: Jurnal Seni Karawitan, 1. , 195. https://doi. org/10. 59997/jurnalsenikarawitan. Sutyasa. Saptono. , & Muryana. Karya Karawitan Inovatif AuNgincung. Ay Jurnal Mebang: Kajian Budaya Musik Dan Pendidikan Musik, 3. , 1Ae14. https://doi. org/10. 30872/mebang.