LOYALITAS Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat ISSN : 2621-4679 . ISSN : 2621-4687 . Volume Vi Nomor 2 November 2025 Pendampingan Literasi Media untuk Edukasi Anak-Anak Rio Febriannur Rachman1*. Nurhafid Ishari2. Ahmad Arif Ulin Nuha3. Alhimni Fahma4 1Universitas Negeri Surabaya. Indonesia 2,3,4Universitas Islam Syarifuddin Lumajang. Indonesia Email: 1riorachman@unesa. id, 2Hafid. ishari@iaisyarifuddin. arifulinnuha@gmail. com, 4alhimnifahma@iaisyarifuddin. ABSTRACT: The development of digital technology has influenced childrenAos learning patterns and information consumption, including within non-formal religious education settings such as Taman Pendidikan Al-QurAoan (TPQ). Although digital media have the potential to serve as educational tools, risks such as exposure to inappropriate content, excessive gadget use, and declining learning focus necessitate structured and targeted mentoring. This community service activity aims to enhance TPQ studentsAo media literacy and to strengthen teachersAo capacity to utilize media as educational resources through an Asset-Based Community Development (ABCD) approach. The program was implemented at TPQ Baitul Halim Babatan Wiyung. Surabaya, involving approximately 30 students and three teachers. The stages of the activity included community asset mapping . , formulation of shared aspirations . , design of mentoring modules and training programs . , implementation of media literacy education for students and technical guidance for teachers . efine/destin. , and program evaluation through reflective activities . The results indicate an improvement in studentsAo understanding of ethical media use, their ability to identify educational and safe content, and the emergence of basic critical attitudes toward digital information. TPQ teachers (Ustadz and Ustadza. also demonstrated enhanced competence in selecting and integrating educational media into the learning process. This program contributes to the establishment of a positive, character-based media literacy culture grounded in Islamic values within the TPQ environment and has the potential to be developed as a sustainable mentoring model in nonformal education. Keywords: ChildrenAos Media Literacy. Community-Based Mentoring. TPQ Baitul Halim Pendahuluan Perkembangan teknologi digital dan media sosial telah membawa perubahan signifikan dalam pola interaksi, pembelajaran, serta konsumsi informasi, termasuk pada anak-anak usia sekolah. 1 Media digital tidak hanya menawarkan peluang besar sebagai sarana edukasi, tetapi juga menghadirkan berbagai risiko seperti paparan konten tidak layak, kecanduan gawai, penurunan konsentrasi belajar, hingga perilaku 1 R. Rachman. AuMenelaah Riuh Budaya Masyarakat Di Dunia Maya,Ay Jurnal Studi Komunikasi 1, no. 206Ae222. Pendampingan Literasi Media untuk Edukasi Anak-Anak Rio Febriannur Rachman. Nurhafid Ishari. Ahmad Arif Ulin Nuha. Alhimni Fahma LOYALITAS Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat ISSN : 2621-4679 . ISSN : 2621-4687 . Volume Vi Nomor 2 November 2025 imitasi yang kurang sesuai dengan nilai-nilai moral dan keagamaan. 2 Kondisi tersebut menuntut adanya pendampingan yang terarah agar pemanfaatan media dapat dilakukan secara bijak, sehat, dan produktif,3 terutama bagi lingkungan pendidikan nonformal berbasis keagamaan seperti Taman Pendidikan Al-QurAoan atau TPQ. TPQ Baitul Halim Babatan Wiyung Surabaya merupakan salah satu lembaga pendidikan keagamaan yang berperan penting dalam pembentukan karakter, akhlak, dan literasi dasar anak-anak. Dengan jumlah santri sekitar 30 anak serta didampingi oleh tiga guru TPQ, lembaga ini menjadi ruang strategis untuk mengintegrasikan edukasi literasi media sebagai bagian dari proses pembelajaran. Hasil observasi awal menunjukkan bahwa sebagian besar santri telah akrab dengan penggunaan gawai dan media digital, namun belum mendapatkan pendampingan yang memadai terkait pemanfaatan media secara positif dan bertanggung jawab. Sementara itu, para guru TPQ masih memerlukan peningkatan kapasitas dalam mengarahkan penggunaan media sebagai sarana pembelajaran yang mendidik. Berangkat dari kondisi tersebut, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk melakukan pendampingan pemanfaatan media yang baik bagi anakanak TPQ serta penguatan keterampilan guru dalam mengelola media sebagai media Pendampingan tidak hanya difokuskan pada pemberian materi, tetapi juga pada pembentukan sikap kritis, etis, dan kreatif dalam menggunakan media digital sesuai dengan nilai-nilai pendidikan Islam dan karakter anak. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah Asset-Based Community Development (ABCD), yaitu pendekatan berbasis aset yang memandang masyarakat bukan sebagai objek yang memiliki kekurangan, melainkan sebagai subjek yang memiliki berbagai potensi, kekuatan, dan sumber daya. Penerapan metode ABCD dilakukan melalui beberapa tahapan, meliputi: . discovery, yaitu mengidentifikasi aset dan potensi yang dimiliki TPQ seperti peran guru, lingkungan belajar, serta antusiasme santri. dream, yaitu merumuskan harapan bersama terkait 2 Rio Febriannur Rachman. AuOptimalisasi Media Digital Berbasis Kemaslahatan Umat Dalam Program Pahlawan Ekonomi Surabaya,Ay Iqtishoduna: Jurnal Ekonomi Islam 8, no. : 273Ae292. 3 Harry Purwanto and Achmad Arifulin Nuha. AuPost Dakwah Di Era Cyber Culture,Ay DAKWATUNA: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Islam 6, no. : 1Ae28. Pendampingan Literasi Media untuk Edukasi Anak-Anak Rio Febriannur Rachman. Nurhafid Ishari. Ahmad Arif Ulin Nuha. Alhimni Fahma LOYALITAS Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat ISSN : 2621-4679 . ISSN : 2621-4687 . Volume Vi Nomor 2 November 2025 pemanfaatan media sebagai sarana edukasi yang sehat. design, yakni merancang kegiatan pendampingan berupa pelatihan literasi media bagi guru dan pembelajaran tematik untuk santri. define atau destiny, yaitu melaksanakan program pendampingan serta penguatan praktik penggunaan media yang edukatif. reflection, yakni evaluasi terhadap proses dan dampak kegiatan. Melalui pendekatan ABCD, kegiatan pengabdian ini diharapkan mampu memperkuat kapasitas internal TPQ Baitul Halim dalam membentuk budaya pemanfaatan media yang positif, mendukung proses pembelajaran, serta menumbuhkan karakter anak yang cerdas digital, berakhlak, dan bertanggung jawab dalam menghadapi perkembangan teknologi informasi. Literasi media sejak usia dini menjadi kebutuhan mendesak di tengah arus informasi yang semakin cepat dan masif. Anak-anak tidak lagi hanya menjadi konsumen pasif media, tetapi telah bertransformasi menjadi pengguna aktif berbagai platform digital. Tanpa pendampingan yang tepat, interaksi anak dengan media berpotensi membentuk pola pikir instan, menurunkan kemampuan menyaring informasi, serta menggeser nilai-nilai edukatif yang seharusnya diperoleh dari proses Oleh karena itu, integrasi literasi media dalam kegiatan keagamaan nonformal seperti TPQ menjadi penting sebagai upaya membangun keseimbangan antara perkembangan teknologi dan pendidikan karakter berbasis nilai spiritual. Pendampingan pemanfaatan media di lingkungan TPQ tidak dapat dilepaskan dari peran strategis para guru sebagai fasilitator dan teladan. Guru bukan hanya bertugas menyampaikan materi keagamaan, tetapi juga menjadi agen literasi yang membimbing anak dalam memahami batasan etis penggunaan media. Penguatan kapasitas guru dalam mengenali media edukatif, mengelola konten pembelajaran berbasis digital, serta mengawasi penggunaan gawai santri menjadi bagian penting dari kegiatan ini. Dengan demikian, keberlanjutan program tidak hanya bergantung pada aktivitas pendampingan sesaat, melainkan pada terbentuknya kompetensi internal pendidik yang mampu melanjutkan praktik literasi media secara mandiri. Pendampingan Literasi Media untuk Edukasi Anak-Anak Rio Febriannur Rachman. Nurhafid Ishari. Ahmad Arif Ulin Nuha. Alhimni Fahma LOYALITAS Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat ISSN : 2621-4679 . ISSN : 2621-4687 . Volume Vi Nomor 2 November 2025 Kegiatan pengabdian ini diharapkan berkontribusi secara langsung pada peningkatan kualitas proses belajar di TPQ serta terciptanya lingkungan pendidikan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi tanpa kehilangan karakter keislaman. Selain berdampak pada perubahan perilaku anak dalam menggunakan media secara lebih bijak, program ini juga ditujukan untuk meningkatkan kesadaran kolektif komunitas TPQ mengenai pentingnya kolaborasi antara pendidik, orang tua, dan lingkungan Dengan pendekatan partisipatif berbasis aset, pendampingan diharapkan mampu membangun kemandirian komunitas dalam merawat ekosistem pendidikan yang sehat, aman, dan berorientasi pada pembentukan generasi QurAoani yang melek Tahap planning dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini dirancang dengan pendekatan Asset-Based Community Development (ABCD) yang menitikberatkan pada pemetaan potensi, penguatan peran komunitas, dan desain kegiatan berbasis kebutuhan aktual mitra. 4 Proses perencanaan dilakukan sejak awal bulan Januari melalui koordinasi awal dengan pengelola TPQ Baitul Halim Babatan Wiyung Surabaya untuk mengidentifikasi kondisi peserta, ketersediaan sarana belajar, serta tingkat pemanfaatan media digital di lingkungan TPQ. Observasi singkat dan diskusi kelompok dengan tiga orang guru TPQ dilakukan untuk memperoleh gambaran mengenai kebiasaan anak-anak dalam menggunakan gawai, jenis konten yang sering diakses, serta tantangan pembelajaran yang dihadapi. Berdasarkan hasil pemetaan awal tersebut, tim pengabdian menyusun desain program pendampingan yang memadukan kegiatan edukasi literasi media untuk santri dengan pelatihan sederhana bagi guru TPQ. Perencanaan materi difokuskan pada pengenalan media edukatif, etika penggunaan gawai, penyaringan konten positif, serta pemanfaatan video dan aplikasi pembelajaran sebagai sarana pendukung pembelajaran Al-QurAoan dan pendidikan karakter. Desain metode penyampaian dirumuskan dengan mempertimbangkan karakteristik peserta anakanak usia sekolah dasar, sehingga digunakan pendekatan komunikatif dan 4 John Paul Kretzmann and John L. McKnight. Building Communities from the inside out: A Path toward Finding and Mobilizing a CommunityAos Assets (Evanston. IL: ACTA Publications, 1. Pendampingan Literasi Media untuk Edukasi Anak-Anak Rio Febriannur Rachman. Nurhafid Ishari. Ahmad Arif Ulin Nuha. Alhimni Fahma LOYALITAS Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat ISSN : 2621-4679 . ISSN : 2621-4687 . Volume Vi Nomor 2 November 2025 partisipatif, seperti simulasi, diskusi ringan, pemutaran konten edukatif, serta praktik langsung penggunaan media yang aman dan produktif. Prinsip utama perencanaan ini adalah memastikan keberterimaan program oleh komunitas TPQ serta keberlanjutan praktik pasca-pengabdian. Seluruh rangkaian kegiatan pengabdian dipadatkan dalam satu bulan, yaitu Januari, dengan pembagian waktu yang terstruktur agar tahapan planning, implementation, dan evaluation dapat berjalan efektif dan saling terintegrasi. Tahap perencanaan dilakukan pada minggu pertama Januari untuk pemetaan aset dan penyusunan program. tahap pelaksanaan berlangsung pada minggu kedua hingga ketiga melalui pendampingan langsung kepada santri dan guru. sementara tahap evaluasi dilakukan pada minggu keempat Januari untuk menilai capaian program, mengumpulkan umpan balik dari peserta dan guru, serta merumuskan rekomendasi tindak lanjut. Pola perencanaan berjenjang ini memungkinkan refleksi langsung atas praktik pendampingan sehingga program dapat diadaptasi sesuai dinamika partisipasi peserta. Tabel 1. Perencanaan Pengabdian Masyarakat Tahap Waktu (Januar. Kegiatan Utama Output yang Diharapkan Minggu Perencanaan - Koordinasi dengan pengelola TPQ dan guru - Observasi awal kebiasaan anak menggunakan media - Pemetaan aset komunitas . uru, sarana belajar, minat santr. - Penyusunan modul pendampingan literasi media - Peta kebutuhan mitra Rancangan program pendampingan Modul/media edukasi Minggu Pelaksanaan ke-2 s. - Edukasi literasi media untuk A30 - Peningkatan pemahaman santri TPQ - Pelatihan singkat anak terkait penggunaan pemanfaatan media edukatif bagi 3 media yang baik guru TPQ - Simulasi menonton dan Kompetensi dasar guru memilah konten positif dalam memanfaatkan Pendampingan praktik penggunaan media edukatif media secara sehat 5 Alison Mathie and Gordon. Cunningham. AuFrom Clients to Citizens: Asset-Based Community Development as a Strategy for Community-Driven Development,Ay Development in Practice 13, no. : 474Ae486. 6 Rio Febriannur Rachman et al. AuPenyuluhan Tentang Bermedia Sosial Yang Baik Bagi Siswa MA Nurut Tauhid Lumajang,Ay Dedication: Jurnal Pengabdian Masyarakat 4, no. : 149Ae156. Pendampingan Literasi Media untuk Edukasi Anak-Anak Rio Febriannur Rachman. Nurhafid Ishari. Ahmad Arif Ulin Nuha. Alhimni Fahma LOYALITAS Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat ISSN : 2621-4679 . ISSN : 2621-4687 . Volume Vi Nomor 2 November 2025 Tahap Evaluasi Waktu (Januar. Minggu Kegiatan Utama Output yang Diharapkan - Observasi pascakegiatan - Diskusi reflektif dengan guru Pengumpulan umpan balik dari santri - Penyusunan laporan kegiatan dan rekomendasi - Data evaluasi program Rekomendasi tindak lanjut - Laporan pengabdian (Sumber: Tahapan Pendampingan, 2. Dalam tahap perencanaan, tim pengabdian juga menetapkan indikator keberhasilan program sebagai tolok ukur pencapaian kegiatan. Indikator tersebut meliputi peningkatan pemahaman santri mengenai penggunaan media yang aman dan bermanfaat, keterlibatan aktif peserta selama proses pendampingan, serta kemampuan guru TPQ dalam memilih dan memanfaatkan media edukatif sederhana untuk mendukung pembelajaran. Penetapan indikator ini penting agar kegiatan tidak hanya bersifat seremonial, tetapi memiliki parameter evaluasi yang jelas dan terukur untuk menilai dampak riil yang dihasilkan dari program pendampingan. Selain itu, perencanaan kegiatan memperhatikan aspek teknis pelaksanaan di lingkungan TPQ, seperti keterbatasan fasilitas digital, waktu belajar santri yang relatif singkat, serta heterogenitas usia peserta. Oleh karena itu, desain aktivitas diformulasikan dalam bentuk sesi singkat yang fleksibel dan mudah dipahami, dengan memanfaatkan perangkat yang telah tersedia, seperti gawai milik guru atau proyektor sederhana. Pendekatan ini sejalan dengan prinsip ABCD yang mengoptimalkan sumber daya lokal tanpa bergantung pada bantuan eksternal yang besar, sekaligus mendorong kreativitas komunitas dalam mengelola aset yang Tahap perencanaan juga mengintegrasikan strategi keberlanjutan program pascapengabdian, terutama melalui pendampingan kasuistik kepada guru TPQ dan penyusunan panduan praktis pemanfaatan media edukatif. Panduan ini dirancang agar dapat digunakan secara mandiri oleh para guru untuk melanjutkan literasi media pada kegiatan belajar mengajar rutin di TPQ. Dengan demikian, perencanaan Pendampingan Literasi Media untuk Edukasi Anak-Anak Rio Febriannur Rachman. Nurhafid Ishari. Ahmad Arif Ulin Nuha. Alhimni Fahma LOYALITAS Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat ISSN : 2621-4679 . ISSN : 2621-4687 . Volume Vi Nomor 2 November 2025 tidak berhenti pada penyusunan agenda jangka pendek selama bulan Januari, tetapi diarahkan pada penciptaan efek jangka panjang berupa terbentuknya budaya pemanfaatan media yang positif dan berkelanjutan di lingkungan komunitas TPQ. Metode Kegiatan pengabdian masyarakat ini menggunakan pendekatan Asset-Based Community Development (ABCD). Metode ABCD menempatkan komunitas sebagai subjek utama yang memiliki beragam aset dan potensi, baik sumber daya manusia, kelembagaan, sosial, maupun sarana fisik, yang dapat dioptimalkan untuk mendorong perubahan positif. 7 Pendekatan ini dipilih karena relevan dengan konteks TPQ Baitul Halim Babatan Wiyung Surabaya yang telah memiliki modal sosial berupa relasi kuat antara guru, santri, dan masyarakat sekitar, serta komitmen bersama terhadap pendidikan keagamaan. Dengan pendekatan ABCD, kegiatan pengabdian tidak diarahkan pada pemenuhan kekurangan komunitas, melainkan pada penguatan kapasitas yang telah ada sehingga program menjadi lebih partisipatif, berkelanjutan, dan kontekstual. Metode ABCD dalam pelaksanaan kegiatan ini diaplikasikan melalui beberapa tahapan utama. Tahap discovery dilakukan dengan mengidentifikasi aset internal TPQ, meliputi kompetensi guru, antusiasme santri, jadwal kegiatan pembelajaran, serta fasilitas belajar yang tersedia. Tahap dream diarahkan untuk menggali aspirasi bersama komunitas terkait cita-cita pemanfaatan media sebagai sarana edukasi yang sehat dan bernilai Islami. Selanjutnya, tahap design diwujudkan dalam penyusunan modul literasi media anak dan pelatihan guru berbasis kebutuhan lokal. Tahap define/destiny diimplementasikan melalui pelaksanaan pendampingan langsung berupa kegiatan edukatif untuk santri dan bimbingan teknis sederhana bagi guru TPQ. Tahap terakhir, yaitu reflection, dilakukan dengan mengumpulkan umpan balik dari peserta dan guru untuk menilai efektivitas program serta merumuskan langkah tindak lanjut. 7 Kretzmann and McKnight. Building Communities from the inside out: A Path toward Finding and Mobilizing a CommunityAos Assets. Pendampingan Literasi Media untuk Edukasi Anak-Anak Rio Febriannur Rachman. Nurhafid Ishari. Ahmad Arif Ulin Nuha. Alhimni Fahma LOYALITAS Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat ISSN : 2621-4679 . ISSN : 2621-4687 . Volume Vi Nomor 2 November 2025 Pemilihan metode ABCD dianggap tepat untuk jenis pengabdian ini karena literasi media tidak dapat dibangun secara instan melalui transfer pengetahuan satu arah. Dibutuhkan keterlibatan aktif komunitas serta pemanfaatan jejaring sosial lokal agar praktik yang diperkenalkan dapat dilanjutkan secara mandiri setelah kegiatan Pendekatan ABCD terbukti efektif dalam program pengabdian berbasis pendidikan dan pemberdayaan karena mampu meningkatkan rasa kepemilikan . ense of ownershi. komunitas terhadap program yang dijalankan, sehingga mendorong keberlanjutan dampak kegiatan. 8 Selain itu, pendekatan ini selaras dengan prinsip pengabdian masyarakat di perguruan tinggi yang menekankan kolaborasi, partisipasi aktif, serta penguatan kapasitas mitra sebagai tujuan utama. Hasil dan Diskusi Materi pengabdian dirancang berdasarkan prinsip literasi media anak dan penguatan kapasitas pendidik, dengan mempertimbangkan karakteristik peserta TPQ serta tantangan penggunaan media digital pada usia dini. Literasi media dipahami sebagai kemampuan mengakses, memahami, mengevaluasi, dan memanfaatkan media secara bijak serta bertanggung jawab. 9 Bagi anak-anak, literasi ini harus diperkenalkan sejak dini dalam bentuk edukasi sederhana agar mereka tidak menjadi konsumen pasif konten digital, melainkan mampu memilih media yang memberi dampak positif bagi perkembangan kognitif dan karakter. Sementara bagi guru, penguatan literasi media menjadi penting mengingat pendidik memiliki peran strategis sebagai fasilitator pembelajaran dan teladan perilaku digital bagi peserta 8 Mathie and Cunningham. AuFrom Clients to Citizens: Asset-Based Community Development as a Strategy for Community-Driven Development. Ay 9 Sonia Livingstone. AuDeveloping Social Media Literacy: How Children Learn to Interpret Risky Opportunities on Social Network Sites,Ay Communication. Culture & Critique 7, no. : 183Ae200. 10 Renee Hobbs. Digital and Media Literacy: A Plan of Action (Washington: Aspen Institute, 2. Pendampingan Literasi Media untuk Edukasi Anak-Anak Rio Febriannur Rachman. Nurhafid Ishari. Ahmad Arif Ulin Nuha. Alhimni Fahma LOYALITAS ISSN : 2621-4679 . ISSN : 2621-4687 . Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Volume Vi Nomor 2 November 2025 Materi untuk Anak-Anak Santri TPQ Materi untuk santri TPQ difokuskan pada empat aspek utama. Pertama, pengenalan media sebagai sarana belajar positif, yang mengajarkan bahwa media dapat dimanfaatkan untuk menambah pengetahuan agama dan umum melalui tontonan edukatif, animasi pembelajaran Al-QurAoan, dan cerita teladan. Materi ini perlu diberikan karena banyak anak lebih mengenal media sebatas hiburan, sehingga kurang menyadari potensi edukatifnya (Buckingham, 2. Pengenalan ini membantu menggeser persepsi anak bahwa media bukan sekadar alat bermain, tetapi juga media belajar yang bermanfaat. Kedua, edukasi pemilahan konten, yaitu pengenalan konten layak dan tidak layak konsumsi anak. Anak diajarkan mengenali tontonan yang ramah anak, bebas kekerasan, pornografi, ujaran kebencian, dan unsur negatif lainnya. Materi ini penting karena anak-anak belum memiliki kemampuan kognitif matang untuk menyaring informasi secara mandiri. Tanpa pendampingan, paparan konten negatif dapat berpengaruh terhadap perkembangan psikologis dan perilaku sosial anak. 11 Melalui simulasi memilih tayangan positif dan diskusi ringan, anak dibekali keterampilan dasar dalam mengenali konten yang aman. Ketiga, pengaturan waktu penggunaan gawai . creen tim. , adab menonton, serta perilaku sopan saat berkomunikasi digital. Materi etika digital penting karena pola konsumsi media yang berlebihan dan tidak terkontrol berkorelasi dengan menurunnya konsentrasi belajar dan interaksi sosial anak. 12 Dengan pendekatan nilai-nilai keislaman, anak diarahkan untuk menyadari bahwa penggunaan media juga bagian dari akhlak dalam keseharian. Keempat, penanaman sikap kritis dasar terhadap informasi media, dengan membiasakan anak bertanya kepada guru atau orang tua sebelum 11 Rio Febriannur Rachman and Kacung Marijan. AuKebijakan Pemanfaatan Media Sosial Dinas Perpustakaan Dan Kearsipan Surabaya,Ay Inovasi 18, no. 103Ae111 . 12 Jean M. Twenge and W. Keith Campbell. AuAssociations between Screen Time and Lower Psychological WellBeing among Children and Adolescents: Evidence from a Population-Based Study,Ay Preventive Medicine Reports 12 . : 271Ae283. Pendampingan Literasi Media untuk Edukasi Anak-Anak Rio Febriannur Rachman. Nurhafid Ishari. Ahmad Arif Ulin Nuha. Alhimni Fahma LOYALITAS Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat ISSN : 2621-4679 . ISSN : 2621-4687 . Volume Vi Nomor 2 November 2025 mempercayai suatu informasi. Materi ini diperlukan karena anak rentan menerima informasi secara literal tanpa proses verifikasi. Pengembangan kemampuan berpikir kritis sejak dini terbukti membantu anak menghindari misinformasi dan memperkuat literasi dasar mereka. Materi untuk Guru TPQ Materi untuk guru TPQ diarahkan pada penguatan kapasitas sebagai pendamping literasi media anak. Pertama, guru diberikan pemahaman konseptual tentang literasi media dan urgensi pendampingan penggunaan media digital di lingkungan pendidikan nonformal. Guru memiliki posisi sentral dalam membentuk kebiasaan belajar santri dan menjadi figur keteladanan perilaku digital . igital role Penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan pendidikan literasi media sangat ditentukan oleh kompetensi pendidik dalam mengintegrasikan nilai kritis dan etis penggunaan media ke dalam proses pembelajaran. Kedua, guru dibekali keterampilan mengidentifikasi serta memanfaatkan konten edukatif yang relevan untuk pembelajaran TPQ, seperti video interaktif tahsin, hafalan surat pendek, kisah nabi, dan animasi pendidikan karakter Islami. Materi ini dibutuhkan agar penggunaan media di TPQ tidak bersifat sporadis atau hiburan semata, tetapi dirancang sebagai bagian dari strategi pembelajaran. Integrasi media digital terbukti meningkatkan minat belajar anak sekaligus memperkaya metode pengajaran konvensional. Ketiga, guru diberikan materi pengelolaan kelas berbasis media digital, termasuk teknik penggunaan gawai terbatas dan terkontrol sebagai alat bantu belajar serta penyusunan aturan bersama terkait penggunaan media di lingkungan TPQ. Pengaturan teknis semacam ini diperlukan untuk mencegah distraksi dan penyalahgunaan media saat proses pembelajaran berlangsung. 16 Guru juga diarahkan 13 Nuning Rodiyah. Literasi Media. Dari Politik. Ekonomi. Budaya. Pendidikan. Sampai Agama (Surabaya: Murta Media Karya, 2. 14 Nuning Rodiyah. Komisi Penyiaran Indonesia. Antara Tantangan Zaman Dan Harapan Masyarakat (Surabaya: Murta Media Karya, 2. 15 Juni Alfiah Chusjairi. AuMengkomunikasikan Pendidikan Literasi Iklan Untuk Anak,Ay Journal on Education 5, 4 . : 10763Ae10767. 16 Mike Nurmalia Sari et al. AuPentingnya Penguasaan Bahasa Bagi Gen Z,Ay Jurnal Abdimas ADPI Sosial Pendampingan Literasi Media untuk Edukasi Anak-Anak Rio Febriannur Rachman. Nurhafid Ishari. Ahmad Arif Ulin Nuha. Alhimni Fahma LOYALITAS ISSN : 2621-4679 . ISSN : 2621-4687 . Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Volume Vi Nomor 2 November 2025 membangun komunikasi kolaboratif dengan orang tua guna memastikan pengawasan penggunaan media anak berlanjut di rumah, mengingat pendidikan literasi media yang efektif membutuhkan sinergi antara sekolah, keluarga, dan Hasil Pelaksanaan program pendampingan pemanfaatan media edukatif di TPQ Baitul Halim Babatan Wiyung Surabaya menunjukkan dampak positif terhadap santri dan guru TPQ sebagai sasaran utama kegiatan. Respons peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi, baik dalam mengikuti sesi pemaparan materi maupun saat kegiatan praktik literasi media. Interaksi dua arah yang tercipta selama pendampingan turut membentuk suasana belajar yang aktif dan menyenangkan, sehingga materi dapat dipahami secara lebih efektif. Secara umum, hasil kegiatan tidak hanya terlihat dalam peningkatan pemahaman teoritis, tetapi juga dalam perubahan sikap dan kesiapan peserta menerapkan praktik pemanfaatan media yang lebih bijak dan produktif. Kegiatan pendampingan memberikan pengalaman baru bagi santri TPQ dalam memandang media digital sebagai sarana belajar, bukan sekadar hiburan. Anak-anak menunjukkan rasa ingin tahu yang tinggi terhadap contoh konten edukatif yang diperkenalkan, seperti video pembelajaran tajwid, cerita kisah nabi animatif, dan Melalui mengidentifikasi manfaat media sebagai alat bantu belajar yang dapat meningkatkan pemahaman materi keagamaan dengan cara yang lebih menarik. Hal ini memperlihatkan tumbuhnya kesadaran kognitif bahwa media dapat dipilih dan digunakan sesuai tujuan yang bermanfaat. Dari sisi afektif, pendampingan turut membangun sikap positif santri terhadap penggunaan media yang beretika. Anak-anak mulai memahami pentingnya adab saat mengakses media digital, termasuk membatasi waktu penggunaan gawai dan Humaniora 5, no. : 1Ae7. 17 Engkos Kosasih. AuLiterasi Media Sosial Dalam Pemasyarakatan Sikap Moderasi Beragama,Ay Jurnal Bimas Islam 12, no. 263Ae296 . Pendampingan Literasi Media untuk Edukasi Anak-Anak Rio Febriannur Rachman. Nurhafid Ishari. Ahmad Arif Ulin Nuha. Alhimni Fahma LOYALITAS ISSN : 2621-4679 . ISSN : 2621-4687 . Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Volume Vi Nomor 2 November 2025 menghindari tontonan yang tidak sesuai usia. Proses dialog dan simulasi membuat santri tidak hanya menerima aturan secara normatif, tetapi juga memahami alasan di balik pentingnya menjaga keseimbangan antara bermain gawai, belajar, dan mengaji. Kesadaran ini terlihat melalui keterbukaan mereka dalam menceritakan kebiasaan menggunakan gawai serta kesediaan menyepakati komitmen sederhana tentang penggunaan media yang lebih terarah. Secara praktis, santri menunjukkan kemampuan awal dalam menerapkan keterampilan literasi media dasar. Mereka mampu mempraktikkan cara memilih tontonan yang aman, mengenali konten edukatif, serta menyampaikan contoh sikap kritis sederhana terhadap informasi yang ditemui di media. Dalam kegiatan simulasi, sejumlah santri dapat menjelaskan bahwa informasi dari gawai sebaiknya dikonfirmasi kepada guru atau orang tua sebelum dipercaya sepenuhnya. Capaian ini pengetahuan, tetapi juga modal perilaku awal dalam memanfaatkan media digital secara bijak dan bertanggung jawab. Bagi guru TPQ, kegiatan pendampingan menghasilkan penguatan pemahaman konseptual tentang literasi media anak dan urgensi pendampingan digital di ruang pendidikan keagamaan nonformal. Para guru menunjukkan antusiasme dalam mengikuti diskusi mengenai tantangan penggunaan media pada anak, termasuk potensi distraksi belajar dan paparan konten negatif. Melalui diskusi kelompok, guru mampu merumuskan perspektif baru bahwa literasi media merupakan bagian integral dalam pembinaan karakter santri, seiring meningkatnya keterpaparan anak pada dunia digital. Dari sisi kompetensi pedagogis, guru memperoleh keterampilan dalam memilih dan memanfaatkan media edukatif yang relevan dengan kebutuhan pembelajaran TPQ. Guru mampu mengkurasi konten video pembelajaran Al-QurAoan, kisah akhlak teladan, serta media visual yang dapat mendukung hafalan dan pemahaman santri. Keterampilan ini membuka peluang pengembangan metode pembelajaran yang lebih variatif dan interaktif, tanpa meninggalkan esensi Pendampingan Literasi Media untuk Edukasi Anak-Anak Rio Febriannur Rachman. Nurhafid Ishari. Ahmad Arif Ulin Nuha. Alhimni Fahma LOYALITAS Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat ISSN : 2621-4679 . ISSN : 2621-4687 . Volume Vi Nomor 2 November 2025 pendidikan keislaman. Pemanfaatan media dipandang bukan sebagai pengganti pengajaran konvensional, tetapi sebagai pelengkap yang memperkuat proses Secara operasional, para guru menunjukkan kesiapan dalam menerapkan hasil pendampingan melalui penyusunan kesepakatan bersama terkait penggunaan gawai di lingkungan TPQ serta strategi komunikasi dengan orang tua santri. Guru berinisiatif merancang pola pendampingan berkelanjutan, misalnya penggunaan media pada waktu-waktu tertentu yang terkontrol dan obeservasi bersama terhadap kebiasaan santri dalam mengakses konten digital. Langkah ini menunjukkan terbangunnya rasa kepemilikan . terhadap program literasi media yang dijalankan, sehingga pengabdian tidak berhenti sebagai kegiatan temporer, melainkan berpotensi berkembang menjadi praktik rutin dalam aktivitas pembelajaran TPQ. Diskusi Temuan dalam kegiatan pendampingan ini memperlihatkan bahwa pengenalan literasi media sejak dini di lingkungan pendidikan nonformal, seperti TPQ, memiliki potensi signifikan dalam membentuk komunikasi edukatif yang selaras dengan perkembangan zaman. Secara teoretis, praktik ini sejalan dengan konsep media literacy yang memandang peserta didik bukan sebagai konsumen pasif informasi, melainkan sebagai subjek aktif yang mampu memahami, menilai, dan menggunakan media secara kritis. Proses pendampingan yang dilakukan menunjukkan bahwa ketika anak diperkenalkan pada fungsi edukatif media secara komunikatif dan partisipatif, mereka lebih mudah memaknai media sebagai sarana belajar yang memperluas akses pengetahuan, bukan sekadar ruang hiburan. Hasil penguatan kapasitas guru TPQ dalam kegiatan ini dapat dianalisis melalui perspektif teori pembelajaran sosial . ocial learning theor. yang menekankan peran pendidik sebagai modeling agents dalam pembentukan perilaku peserta didik (Bandura, 2. Guru yang memahami etika penggunaan media serta mampu mengintegrasikan konten digital edukatif menjadi figur teladan yang Pendampingan Literasi Media untuk Edukasi Anak-Anak Rio Febriannur Rachman. Nurhafid Ishari. Ahmad Arif Ulin Nuha. Alhimni Fahma LOYALITAS Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat ISSN : 2621-4679 . ISSN : 2621-4687 . Volume Vi Nomor 2 November 2025 memengaruhi sikap dan kebiasaan santri. Keteladanan ini merupakan faktor penting, mengingat anak belajar bukan hanya melalui instruksi verbal, tetapi juga melalui observasi terhadap praktik nyata yang diperagakan lingkungan sekitarnya. Dengan demikian, pendampingan guru dalam literasi media menjadi fondasi penting bagi keberhasilan transformasi perilaku digital santri. Pendekatan ABCD yang digunakan dalam pengabdian ini turut mengonstruksi praktik pendidikan berbasis komunitas, sebagaimana ditegaskan oleh Kretzmann dan McKnight, bahwa perubahan sosial paling efektif dimulai dari penguatan aset Dalam konteks TPQ, aset tersebut berupa kelekatan relasional antara guru, santri, dan orang tua serta legitimasi moral lembaga pendidikan keagamaan. Pendekatan ini memungkinkan literasi media tidak dipaksakan sebagai program eksternal, melainkan tumbuh dari kebutuhan komunitas sendiri. Pendidikan media yang demikian berpotensi berumur panjang karena berbasis rasa kepemilikan kolektif dan tidak bergantung pada intervensi sementara. Lebih jauh, praktik ini merefleksikan konsep pendidikan karakter berbasis nilai yang menempatkan akhlak sebagai bagian integral dari literasi digital. Pendampingan media di TPQ tidak hanya menargetkan peningkatan pengetahuan teknologi, tetapi sekaligus menanamkan dimensi moral seperti adab bermedia, pengendalian diri, serta tanggung jawab sosial. Penguatan aspek etis ini menjadi signifikan di tengah budaya digital yang seringkali mengaburkan batas antara kebebasan berekspresi dan pelanggaran norma. Dengan integrasi nilai agama dalam praktik literasi media, pendidikan karakter menjadi lebih kontekstual dan aplikatif. Selain itu, temuan kegiatan ini mengafirmasi konsep ecological model of child development yang menegaskan bahwa perkembangan anak ditentukan oleh interaksi sistemik antara sekolah, keluarga, dan komunitas (Bronfenbrenner, 1. Pendampingan guru sekaligus mendorong keterlibatan orang tua membuktikan bahwa literasi media tidak dapat dibangun hanya dalam satu ekosistem pendidikan. Sinergi antara lembaga TPQ sebagai lingkungan belajar, keluarga sebagai pengawas 18 Regina Lasca Mutiya. AuTransformasi Pendidikan Inklusif Islam Melalui Peran Guru Di Sekolah Muhammadiyah,Ay Litera Inti Aksara . : 57Ae66, https://lib. com/lib/article/view/19. Pendampingan Literasi Media untuk Edukasi Anak-Anak Rio Febriannur Rachman. Nurhafid Ishari. Ahmad Arif Ulin Nuha. Alhimni Fahma LOYALITAS Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat ISSN : 2621-4679 . ISSN : 2621-4687 . Volume Vi Nomor 2 November 2025 utama penggunaan media di rumah, serta komunitas sebagai kontrol sosial bersama memperkuat daya tahan anak terhadap dampak negatif media digital. Dengan demikian, diskusi ini menegaskan bahwa pendampingan pemanfaatan media di TPQ Baitul Halim bukan hanya memberikan dampak praktis jangka pendek, tetapi juga merepresentasikan model pendidikan literasi media berbasis komunitas yang relevan secara teoritis. Integrasi pendekatan ABCD, pembelajaran sosial, pendidikan karakter, dan perspektif ekologi pendidikan menunjukkan bahwa literasi media efektif ketika dikelola sebagai praktik kolaboratif, berlandaskan nilai moral, serta menempatkan pendidik sebagai aktor kunci dalam membentuk budaya digital Gambar 1: Salah satu anggota tim pendamping . bersama pengajar TPQ Baitul Halim (Sumber: Dokumentasi Lapangan, 2. Simpulan Program pendampingan pemanfaatan media yang baik bagi anak-anak di TPQ Baitul Halim Babatan Wiyung Surabaya berhasil memperkuat kesadaran literasi media pada dua sasaran utama, yaitu santri dan guru TPQ, melalui pendekatan berbasis aset komunitas (ABCD). Kegiatan ini menegaskan bahwa media digital dapat dimanfaatkan sebagai sarana edukasi yang bernilai apabila didukung oleh pendampingan yang terencana, nilai etika bermedia, serta keterlibatan aktif pendidik dan lingkungan belajar. Pendekatan partisipatif yang menempatkan komunitas Pendampingan Literasi Media untuk Edukasi Anak-Anak Rio Febriannur Rachman. Nurhafid Ishari. Ahmad Arif Ulin Nuha. Alhimni Fahma LOYALITAS Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat ISSN : 2621-4679 . ISSN : 2621-4687 . Volume Vi Nomor 2 November 2025 sebagai subjek program terbukti mampu membangun penerimaan yang tinggi serta mendorong keberlanjutan praktik literasi media di lingkungan TPQ. Pada sisi santri, pendampingan memberikan penguatan pemahaman awal tentang pemanfaatan media secara positif dan bertanggung jawab, sekaligus menumbuhkan kesadaran akan pentingnya adab dalam bermedia. Sementara itu. TPQ, mengintegrasikan media sebagai alat bantu pembelajaran serta membangun peran strategis sebagai pendamping literasi digital anak. Kegiatan pengabdian berhasil memfasilitasi terbentuknya ekosistem pendidikan literasi media yang lebih sehat, bernilai karakter, dan selaras dengan konteks pendidikan keagamaan nonformal. Saran Berdasarkan hasil pelaksanaan kegiatan, beberapa saran yang dapat disampaikan adalah sebagai berikut. Bagi TPQ dan Guru disarankan untuk mengintegrasikan literasi media secara konsisten ke dalam aktivitas pembelajaran rutin, baik melalui penggunaan konten edukatif terkurasi maupun diskusi etika penggunaan media. Selain itu, guru dapat mengembangkan modul pembelajaran sederhana berbasis media digital yang relevan dengan materi Al-QurAoan dan pendidikan akhlak. Bagi orang tua disarankan untuk memperkuat pendampingan penggunaan media di rumah dengan membatasi waktu layar anak, mengarahkan pada tontonan edukatif, serta membangun komunikasi terbuka agar anak terbiasa berdiskusi mengenai konten yang merekaakses. Keterlibatan aktif orang tua menjadi penyangga utama keberlanjutan literasi media yang diperkenalkan di TPQ. Bagi lembaga perguruan tinggi yang menjalankan program pengabdian masyarakat perlu memperluas kemitraan dengan lembaga pendidikan nonformal seperti TPQ untuk pengembangan literasi digital berbasis komunitas. Program berkelanjutan dengan pendampingan periodik akan lebih berdampak dibandingkan intervensi sesaat. Rekomendasi Sebagai tindak lanjut dari kegiatan ini, beberapa rekomendasi yang dapat Pendampingan Literasi Media untuk Edukasi Anak-Anak Rio Febriannur Rachman. Nurhafid Ishari. Ahmad Arif Ulin Nuha. Alhimni Fahma LOYALITAS ISSN : 2621-4679 . ISSN : 2621-4687 . Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Volume Vi Nomor 2 November 2025 TPQ. Direkomendasikan untuk membentuk program literasi media rutin yang terjadwal, seperti sesi pemutaran konten edukatif tematik, kelas adab bermedia, atau diskusi ringan tentang konten digital Islami. Hal ini bertujuan agar budaya bermedia positif tertanam secara berkesinambungan. Kedua, kolaborasi GuruAeOrang Tua. Diperlukan forum komunikasi rutin antara guru TPQ dan orang tua santri guna menyamakan pola pengawasan penggunaan media, baik di lingkungan belajar maupun di rumah. Sinergi ini penting untuk memastikan nilai-nilai literasi digital yang ditanamkan berjalan konsisten pada dua ruang pendidikan utama anak. Ketiga, replikasi program pada komunitas serupa. Model pengabdian berbasis ABCD yang diterapkan pada kegiatan ini direkomendasikan untuk direplikasi pada TPQ atau lembaga pendidikan nonformal lainnya di wilayah Surabaya maupun daerah lain. Adaptasi materi sesuai konteks komunitas berpotensi memperluas dampak gerakan literasi media berbasis nilai keislaman dan pendidikan karakter. Keempat, peran orang tua sebagai agen literasi rumah tangga. Orang tua direkomendasikan tidak hanya berfungsi sebagai pengawas, tetapi juga agen literasi media di rumah, yakni dengan menjadi teladan penggunaan media yang bijak, menonton konten edukatif bersama anak, serta mendorong dialog kritis ringan tentang informasi yang beredar di media digital. Referensi