Education Achievment: Journal of Science and Research Volume 6 Issue 1 March 2025 Journal Homepage: http://pusdikra-publishing. com/index. php/jsr Pengaruh Model Pembelajaran Learning Cycle Berbasis Kearifan Lokal Terhadap Hasil Belajar IPAS Siswa Kelas V SDN 060857 Kec. Medan Tembung Levi Hutapea1. Yusra Nasution2. Robenhart Tamba3. Albert Pauli Sirait4. Fajar Sidik Siregar5 1,2,3,4,5 Universitas Negeri Medan. Indonesia Corresponding Author: levihutapea2020@gmail. ABSTRACT Key Word Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Learning Cycle berbasis kearifan lokal terhadap hasil belajar siswa kelas V SDN 060857 Kec. Medan Tembung. Jenis penelitian ini adalah penelitian Nonequivalent Control Group Design dimana kelas V-A sebagai kelas eksperimen dan kelas V-B sebagai kelas kontrol. Subjek dalam penelitian ini terdiri dari dua kelas yaitu kelas V-A yang berjumlah 25 siswa dan kelas V-B yang berjumlah 23 Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu wawancara, observasi dan tes. Pada hasil pre-test kelas eksperimen mendapat rata-rata 55,6 dan kelas kontrol 53,9. Kemudian kelas eksperimen diberi perlakuan menggunakan model pembelajaran Learning Cycle berbasis kearifan lokal dan mendapatkan rata-rata posttest 87,8 sedangkan kelas kontrol tidak diberi perlakuan dan mendapatkan rata-rata post-tes 80,2. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh model pembelajaran Learning Cycle berbasis kearifan lokal terhadap hasil belajar siswa pada Bab 7 Daerahku Kebanggaanku kelas V SDN 060857 Kec. Medan Tembung. Learning Cycle. Kearifan Lokal. Hasil Belajar. How to cite https://pusdikra-publishing. com/index. php/jsr ARTICLE INFO Article history: Received 10 March 2025 Revised 21 March 2025 Accepted 05 April 2025 This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License PENDAHULUAN Pendidikan merupakan kebutuhan yang sangat penting bagi manusia untuk membentuk sumber daya manusia yang berkualitas secara intelektual, spiritual, dan mandiri dalam pembangunan bangsa dan negara. Menurut Sujana . 9, h. Tujuan pendidikan adalah menghilangkan segala sumber penderitaan rakyat dari kebodohan dan ketertinggalan serta pendidikan berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. Sumber daya manusia yang berkualitas diyakini mampu bersaing dengan berbagai negara di dunia. Manusia merupakan makhluk yang harus memiliki pengetahuan. Hal itu didasari oleh sifat dasar manusia yang selalu ingin mengetahui berbagai hal dalam kehidupan. Rasa keingintahuan itulah yang akan menstimulus manusia untuk terus belajar hingga dapat membentuk jati diri seseorang. Education Achievment : Journal of Science and Research Volume 6 Issue 1 March 2025 Page 418-422 Pembentukan jati diri manusia adalah tujuan dari pendidikan itu sendiri. Oleh karena itu, dapat diartikan tujuan pendidikan adalah untuk membentuk manusia yang berkarakter dan berkualitas sehingga mempunyai pandangan yang lebih luas dalam rangka mencapai harapan yang diinginkan. Era industri semakin maju menciptakan banyak pembaruan yang terjadi di segala aspek kehidupan. Kemajuan IPTEK memberikan dampak yang begitu hebat dalam kehidupan manusia. Segala kemudahan yang disuguhkan oleh suatu teknologi membuat segala aktivitas menjadi praktis dan Selain itu, proses interaksi belajar sangat bergantung pada guru dan siswanya. Guru dituntut untuk menciptakan suasana belajar yang lebih baik dan nyaman, sehingga siswa akan termotivasi dalam belajar dan hasil belajar akan meningkat. Setelah peneliti melakukan wawancara dengan guru kelas V SDN 060857 Kec. Medan Tembung didukung dengan observasi yang dilakukan oleh peneliti menunjukkan bahwa model pembelajaran yang digunakan guru adalah model pembelajaran teacher center dan guru belum pernah menggunakan model pembelajaran Learning Cycle. Hasil belajar siswa di kelas V masih rendah karena kurangnya keaktifan siswa dalam proses pembelajaran seperti bertanya dan menyatakan pendapat serta kurangnya siswa dalam mengemukakan ide-ide sehingga siswa tidak terbiasa mengembangkan kemampuan berpikirnya dan akhirnya hanya menerima informasi saja. Proses pembelajaran masih menerapkan pembelajaran teacher center dimana guru lebih berperan aktif dalam kegiatan pembelajaran sehingga siswa tidak aktif dalam kelas karena semua totalitas adalah guru yang berperan. Ketidakaktifan siswa dalam pembelajaran tentunya akan membuat siswa sulit mendapatkan hasil belajar yang baik. Berdasarkan permasalahan yang telah dipaparkan di atas, menurut peneliti model pembelajaran yang dapat digunakan untuk mengatasi masalah tersebut yaitu model pembelajaran Learning Cycle. Model pembelajaran Learning Cycle merupakan pembelajaran yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengembangkan ideide dalam pembelajaran. Menurut Brokop, dkk . 3, h. Learning Cycle adalah suatu model pembelajaran yang berpusat pada siswa yang memiliki rangkaian tahap-tahap kegiatan . yang diorganisasi sedemikian rupa sehingga siswa dapat menguasai kompetensi-kompetensi yang harus dicapai dalam pembelajaran. Model pembelajaran Learning Cycle terdiri dari tiga tahap yaitu tahap exploration, concep interdiction, dan concep aplication. Suasana kelas perlu direncanakan dengan baik sehingga membuat siswa merasa nyaman dan antusias serta aktif saat memulai pembelajaran hingga berakhirnya pembelajaran agar dapat meningkatkan hasil belajar yang optimal. Pada pemaparan masalah di atas, maka peneliti ingin melihat pengaruh model pembelajaran Learning Cycle berbasis kearifan lokal terhadap hasil belajar IPAS siswa kelas V. Dengan penelitian menerapkan model pembelajaran Learning Cycle berbasis kearifan lokal terhadap hasil belajar IPAS maka siswa diharapkan dapat menyelesaikan berbagai permasalahan dalam pembelajaran. Education Achievment : Journal of Science and Research Volume 6 Issue 1 March 2025 Page 418-422 METODE PENELITIAN Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Nonequivalent Control Group Design yang digunakan untuk mencari pengaruh perlakuan dari dua kondisi yang homogen. Terdapat dua kelas dalam penelitian ini yaitu kelas pertama eksperimen yang diberi perlakuan dan kelas kedua yaitu kelas kontrol yang tidak diberikan perlakuan. Menurut (Sugiyono, 2016, h. jenis penelitian Nonequivalent Control Group Design adalah jenis desain penelitian Quasi Experimental dimana kelompok eksperimen dan kelompok kontrol tidak dipilih secara acak. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V-A dan V-B SDN 060857 Kecamatan Medan Tembung yang terdiri dari kelas V-A berjumlah 25 siswa dan kelas V-B berjumlah 23 Maka jumlah populasi dalam penelitian ini adalah 48 siswa. Sampel dalam penelitian ini dilakukan dengan teknik Total Sampling yaitu teknik pengambilan sampel dimana jumlah sampel sama dengan jumlah populasi. Pengambilan sampel diambil dari keseluruhan jumlah populasi yang ada. Alasan mengambil Total Sampling karena jumlah populasi yang kurang dari 100. Jumlah populasi dalam penelitian ini sebanyak 48 siswa kelas V SDN 060857 Kec. Medan Tembung yang terdiri dari dua kelas masingmasing berjumlah 25 siswa kelas V-A dan 23 siswa kelas V-B. Dari dua kelas tersebut akan dijadikan kelas eksperimen dan kelas kontrol. Kelas V-A sebagai kelas eksperimen dan kelas V-B sebagai kelas kontrol. Desain penelitian ini adalah Two Group Pre-Test Post-Test Design. Teknik pengumpulan data yaitu wawancara, observasi dan tes. HASIL DAN PEMBAHASAN Penelitian dilakukan di SDN 060857 Kecamatan Medan Tembung. Kabupaten Deli Serdang. Provinsi Sumatera Utara. Sampel penelitian adalah kelas V dengan jumlah 48 siswa dibagi menjadi 2 kelas. Kelas eksperimen mendapatkan pembelajaran menggunakan model pembelajaran Learnig Cycle berbasis kearifan lokal sedangkan kelas kontrol akan mendapatkan pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran Teacher Center. Pembahasan pembelajaran tentang pembelajaran IPAS Bab 7 Daerahku Kebanggaanku. Peneliti melakukan validasi soal pilihan berganda sebanyak 25 soal kepada Ibu Dr. Khairunnisa. Pd selaku Dosen PGSD FIP Universitas Negeri Medan dan diperoleh hasil soal yang valid sebanyak 25 soal dan sudah layak untuk dilakukan uji validasi soal kepada siswa kelas VI SDN 060857 Kec. Medan Tembung. Setelah mendapatkan data dari hasil uji validasi soal siswa kelas VI maka selanjutnya dilakukan uji validitas dengan bantuan IBM SPSS Statistics 26 untuk mengetahui soal yang valid dan tidak valid. Dari hasil perhitungan diperoleh soal yang valid sebanyak 20 soal dan soal yang tidak valid sebanyak 5 soal. Soal yang valid selanjutnya akan dijadikan pre-test dan post-test pada kelas eksperimen dan kelas Setelah melakukan uji validitas soal, maka selanjutnya dilakukan uji reliabilitas Dari hasil perhitungan uji reliabilitas soal diperoleh hasil 0,718 yang menyatakan Education Achievment : Journal of Science and Research Volume 6 Issue 1 March 2025 Page 418-422 bahwa soal tersebut reliabel. Setelah melakukan uji reliabilitas soal, maka selanjutnya dilakukan uji taraf kesukaran soal. Dari hasil perhitungan uji taraf kesukaran soal diperoleh hasil terdapat 4 soal yang memiliki indeks kesukaran 0,00-0,30 dengan kategori sukar, terdapat 12 soal yang memiliki indeks kesukaran 0,31-0,70 dengan kategori sedang dan terdapat 9 soal yang memiliki indeks kesukaran 0,71-1,00 dengan kategori mudah. Setelah melakukan uji taraf kesukaran soal, maka selanjutnya dilakukan uji daya beda soal. Dari hasil perhitungan uji daya beda soal diperoleh hasil soal yang menunjukkan kriteria daya beda tergolong baik sebanyak 14 soal, soal yang menunjukkan kriteria daya beda tergolong cukup sebanyak 6 soal, dan soal yang menunjukkan kriteria daya beda tergolong jelek sebanyak 5 soal. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan oleh peneliti maka diperoleh hasil nilai rata-rata pre-test kelas eksperimen yaitu 55,6 dan nilai rata-rata post-test kelas eksperimen yaitu 87,8. Sedangkan nilai rata-rata pre-test kelas kontrol yaitu 53,9 dan nilai rata-rata post-test kelas kontrol yaitu 80,2. Hal ini menunjukkan bahwa hasil belajar yang dimiliki oleh siswa pada tes awal masih rendah dan setelah diberikan perlakuan dengan model pembelajaran Learning Cycle berbasis kearifan lokal maka hasil belajar yang dimiliki siswa meningkat. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan oleh peneliti maka diperoleh hasil yaitu model pembelajaran Learning Cycle berbasis kearifan lokal terhadap hasil belajar siswa berdistribusi normal dan homogen. Uji-t dilakukan untuk mengetahui apakah pengaruh yang ditimbulkan signifikan atau tidak dengan ttabel pada taraf signifikan 0,05 menghasilkan signifikan . -taile. bernilai 0,000. Berdasarkan hasil perhitungan yang telah dilakukan maka diperoleh hasil sig. -taile. 0,000 < 0,05. Hal ini membuktikan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima yang menyatakan terdapat pengaruh yang signifikan model pembelajaran Learning Cycle berbasis kearifan lokal terhadap hasil belajar siswa kelas V SDN 060857 Kec. Medan Tembung. Hal ini dipengaruhi oleh model pembelajaran Learning Cycle berbasis kearifan lokal memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengembangkan ide-ide dalam pembelajaran dan mengembangkan kemampuan berpikir siswa. Didukung dengan penelitian Made Sumantri dan Gede Astawan . dalam penelitiannya yang berjudul AuPengaruh Model Pembelajaran Learning Cycle Berbasis Kearifan Lokal Terhadap Sikap Disiplin Belajar dan Hasil Belajar IPA Siswa Kelas IV SD Gugus V Kecamatan SukasadaAy mengatakan bahwa penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan sikap disiplin belajar dan hasil belajar IPA secara simultan antara siswa secara simultan yang mengikuti model pembelajaran Learning Cycle berbasis kearifan lokal dan siswa yang mengikuti pembelajaran Teacher Center. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan terdapat perbedaan sikap disiplin belajar dan hasil belajar IPA antara kelompok siswa yang mengikuti model pembelajaran Learning Cycle berbasis kearifan lokal dan antara kelompok siswa yang Education Achievment : Journal of Science and Research Volume 6 Issue 1 March 2025 Page 418-422 mengikuti model pembelajaran Teacher Center yang dibutikan dengan nilai signifikasi sebesar . ,004 < 0,. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan oleh peneliti, maka diperoleh simpulan nilai rata-rata hasil belajar siswa di kelas V SDN 060857 Kec. Medan Tembung yaitu 87,8. Dari hasil perhitungan yang telah dilakukan maka diperoleh hasil sig. -taile. 0,000 < 0,05 membuktikan bahwa Ho ditolak dan Ha Peneliti mendapat simpulan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan model pembelajaran Learning Cycle berbasis kearifan lokal terhadap hasil belajar siswa pada pembelajaran IPAS Bab 7 Daerahku Kebanggaanku kelas V SDN 060857 Kec. Medan Tembung. DAFTAR PUSTAKA