Jurnal Pepadu e-ISSN: 2715-9574 Vol. No. Juni 2025 https://journal. id/index. php/pepadu/index PENGUATAN KETAHANAN PANGAN KELUARGA MELALUI BUDIDAYA HORTIKULTURA PEKARANGAN DI DUSUN MONGGE 2 Suprayanti Martia Dewi. Aluh Nikmatullah*. Muhammad Sarjan. Hery Haryanto. Amrul Jihadi Program Studi Agroekoteknologi. Fakultas Pertanian Universitas Mataram. Mataram. Indonesia Korespondensi: aluhnikmatullah@unram. Artikel history : Received Revised Published : 12 Januari 2025 : 25 Mei 2025 : 30 Juni 2025 DOI : https://doi. org/10. 29303/pepadu. ABSTRAK Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pendampingan dalam pengembangan budidaya hortikultura di Dusun Mongge 2. Desa Sukadana. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari pelatihan hortikultura yang telah dilaksanakan pada awal Oktober 2023 di kantor desa Sukadana. Pendampingan dilakukan dalam bentuk praktik langsung budidaya tanaman pekarangan oleh warga, khususnya ibu-ibu rumah tangga, dengan harapan dapat meningkatkan ketahanan pangan keluarga dan membuka peluang usaha berbasis rumah tangga. Bantuan bahan dan alat diberikan berupa benih hortikultura . erung, tomat, cabai, pare, zucchini, golden mama, dll. ), polibag, tanah, sekam, pupuk kandang, serta jaring pelindung tanaman. Proses pendampingan dilakukan secara berkala dan mencakup edukasi teknis budidaya, pengelolaan media tanam, serta pemanfaatan limbah organik . otoran terna. sebagai pupuk. Pendekatan ini bertujuan mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia dan meningkatkan kesuburan tanah serta kualitas hasil Hasil sementara menunjukkan adanya pertumbuhan tanaman yang baik dan antusiasme warga dalam mengikuti kegiatan. Diharapkan, kegiatan ini tidak hanya memperkuat ketahanan pangan rumah tangga, tetapi juga menjadi alternatif sumber penghasilan, khususnya bagi ibu rumah tangga yang tidak memiliki pekerjaan tetap. Kata Kunci: pendampingan, hortikultura, tanaman pekarangan, ketahanan pangan, pemberdayaan masyarakat. PENDAHULUAN Kebutuhan pangan menjadi aspek mendasar dalam kehidupan masyarakat, khususnya dalam menjaga ketahanan pangan rumah tangga. Ketahanan pangan tidak hanya mencakup ketersediaan bahan pangan, tetapi juga akses, pemanfaatan, dan stabilitas pasokan pangan dalam jangka waktu tertentu (FAO, 2. Dalam konteks pedesaan, pemanfaatan pekarangan rumah sebagai lahan budidaya hortikultura menjadi salah satu solusi strategis untuk mendukung ketersediaan pangan sehat dan berkelanjutan. Budidaya hortikultura merupakan kegiatan pertanian yang meliputi penanaman sayuran, buah-buahan, tanaman obat, dan tanaman hias. Tanaman hortikultura memiliki nilai ekonomi tinggi serta siklus Jurnal Pepadu e-ISSN: 2715-9574 Vol. No. Juni 2025 https://journal. id/index. php/pepadu/index panen yang relatif cepat, sehingga cocok diterapkan di lahan sempit seperti pekarangan rumah (Yunus et al. , 2. Selain berfungsi sebagai sumber pangan, budidaya hortikultura juga dapat dimanfaatkan sebagai sumber penghasilan tambahan, terutama bagi kelompok masyarakat yang tidak memiliki pekerjaan tetap, seperti ibu rumah tangga (Sari & Rahman. Dusun Mongge 2 yang terletak di wilayah Desa Sukadana memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai kawasan budidaya hortikultura berbasis pekarangan. Hal ini didasarkan pada ketersediaan lahan pekarangan, dukungan masyarakat yang cukup tinggi, serta akses terhadap bahan-bahan pertanian lokal seperti pupuk kandang dan limbah Namun demikian, rendahnya keterampilan teknis masyarakat dalam pengelolaan budidaya, serta kurangnya akses terhadap sarana produksi pertanian menjadi hambatan dalam pengembangan hortikultura secara optimal. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, telah dilakukan pelatihan pengembangan budidaya hortikultura di kantor Desa Sukadana pada tanggal 26 Oktober 2023. Kegiatan ini kemudian ditindaklanjuti dengan program pendampingan langsung di Dusun Mongge 2 yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat dalam praktik budidaya, mulai dari persiapan media tanam, penyemaian, pemeliharaan tanaman, hingga pemanfaatan hasil. Selain itu, program ini juga mendorong pemanfaatan limbah organik . eperti kotoran terna. sebagai pupuk alternatif guna mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia. Dengan pendekatan partisipatif dan edukatif, kegiatan ini diharapkan mampu membentuk masyarakat yang mandiri dalam mengelola pekarangan sebagai sumber pangan dan penghasilan, serta menciptakan model pemberdayaan berbasis rumah tangga yang dapat direplikasi di wilayah lain. Ketahanan pangan menjadi fokus utama dalam pembangunan pedesaan, dengan pendekatan pemanfaatan pekarangan rumah sebagai salah satu strategi efektif. Menurut Widyastuti et al. , budidaya hortikultura pekarangan mendorong pemberdayaan kelompok Masyarakat, terutama ibu-ibu PKK, melalui penggunaan pupuk organik untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan terkait ketahanan pangan. Kemitraan melalui pelatihan dan pendampingan hortikultura berkelanjutan di Kecamatan Cenrana. Sulawesi Selatan, menunjukkan peningkatan signifikan produktivitas dan pendapatan petani. Nik et al. menyebutkan bahwa budidaya hortikultura berbasis organik memberikan dampak positif terhadap penguasaan teknologi dan keberlanjutan di Desa. Handriatni et al. di Desa Wonopringgo juga melaporkan bahwa kolaborasi sosial dalam pendampingan hortikultura mampu mengatasi lahan kritis dan mendukung peningkatan produksi. Studi di Desa Galengdowo menekankan bahwa penggunaan pekarangan sebagai lahan hortikultura adalah strategi efektif memperkuat ketahanan pangan lokal melalui metode partisipatif dan evaluasi berkala jurnalfkip. samawa-university. Selain itu, penerapan teknologi irigasi wick dipandang mampu meningkatkan efisiensi air dan produktivitas tanaman pekarangan. Secara ekologis, pemanfaatan pekarangan dengan pupuk organik juga terkait dengan pengurangan dampak negatif pupuk kimia. Pemanfaatan limbah ternak sebagai pupuk alternatif dapat meningkatkan kesuburan tanah serta keamanan produk hortikultura. Konsep pekarangan sebagai elemen penting ketahanan pangan di Indonesia bahkan didukung oleh kebijakan P2KP dan Kampanye Rumah Hijau Plus sejak awal 2010-an. Jurnal Pepadu e-ISSN: 2715-9574 Vol. No. Juni 2025 https://journal. id/index. php/pepadu/index METODE KEGIATAN Waktu dan Tempat kegiatan Pelatihan awal dilaksanakan di Kantor Desa Sukadana, dan kegiatan lanjutan berupa pendampingan lapangan dilakukan secara langsung di pekarangan rumah warga. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari pelatihan hortikultura yang telah dilaksanakan pada awal Oktober 2023 di kantor desa Sukadana. Kegiatan pendampingan budidaya hortikultura dilaksanakan mulai tanggal 26 Oktober 2023 hingga Desember 2023. Lokasi kegiatan bertempat di Dusun Mongge 2 (Bela. Desa Sukadana. Kabupaten Lombok Tengah. Nusa Tenggara Barat. Bahan dan Alat Bahan dan alat yang digunakan serta diberikan kepada peserta kegiatan meliputi benih tanaman hortikultura antara lain tomat, terung, cabai, zucchini, pare, golden mama. Media tanam yang digunakan adalah tanah, sekam bakar, pupuk kendang dengan wadah berupa polibag ukuran sedang. Alat lain yang digunakan adalah jaring pelindung tanaman . enghalau aya. , sekop, ember, dan alat penyiram air. Kompos sendiri diambil dari limbah organik dan kotoran ternak yang ada di sekitar rumah warga. Objek/sasaran/mitra Objek atau sasaran dari kegiatan ini adalah masyarakat Dusun Mongge 2, khususnya ibu rumah tangga yang tergabung dalam kelompok pengajian Ibu-Ibu Hiziban, tidak hanya itu, kegiatan ini juga melibatkan warga yang memiliki pekarangan namun belum dimanfaatkan secara optimal. Sasaran utama lainnya adalah Pemerintah Desa Sukadana dan Local Champion Dusun Mongge 2 (Bapak Marzuki/Bapak Oja. yang berperan aktif dalam berkoordinasi warga terkait pelaksanaan kegiatan. Metode pelaksanaan kegiatan : Kegiatan awal dilakukan dengan . melakukan survey ke Lokasi kegiatan untuk mengetahui permasalahan dan Gambaran eksisting di lapangan. Kemudian dilanjutkan dengan . sosialisasi dan koordinasi awal, dimana tim pelaksana memberikan penjelasan program kepada warga dan perangkat dusun untuk menjaring partisipasi serta menyusun kelompok sasaran. Kegiatan selanjutnya yang telah dilakukan di awal oktober adalah . Pelatihan Teknis Budidaya Hortikultura dengan kegiatan yang dilakukan di Balai Desa. Kegiatan dilanjutkan dengan . distribusi sarana produksi yaitu penyerahan dan alat budidaya kepada warga, dilakukan secara kolektif di rumah Kepala Dusun dan dalam sesi Kegiatan . pendampingan sendiri dilakukan secara berkala untuk memastikan keberhasilan implementasi teknik budidaya, memonitor pertumbuhan tanaman, serta menangani kendala teknis. Tahap akhir adalah . monitoring dan evaluasi dengan kunjungan langsung dan dokumentasi visual pertumbuhan tanaman pada pekarangan rumah Metode Pengumpulan Data Pengumpulan data dalam kegiatan ini dilakukan observasi langsung dengan melihat proses kegiatan dan perkembangan pertumbuhan tanaman di lapangan secara berkala. Wawancara yang dilakukan kepada peserta . bu-ibu rumah tangg. untuk menggali pengalaman, kendala, dan kesan mereka terhadap kegiatan. Tiap tahap kegiatan dan hasil Jurnal Pepadu e-ISSN: 2715-9574 Vol. No. Juni 2025 https://journal. id/index. php/pepadu/index kegiatan kemudian didokumentasi dalam bentuk foto dan video dan dicatat oleh tim pelaksana untuk menilai progres, partisipasi warga, serta kebutuhan tindak lanjut. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Partisipasi Masyarakat dalam Budidaya Hortikultura Pelaksanaan pendampingan di Dusun Mongge 2 menunjukkan antusiasme dan partisipasi yang tinggi dari warga, terutama ibu-ibu rumah tangga. Mereka terlibat aktif dalam seluruh rangkaian kegiatan mulai dari pelatihan, pencampuran media tanam, pengisian polibag, hingga penanaman dan perawatan tanaman. Partisipasi ini menjadi indikator bahwa pendekatan partisipatif dan edukatif dapat meningkatkan kesadaran dan motivasi masyarakat dalam memanfaatkan pekarangan sebagai sumber pangan dan potensi usaha (Suwardji et al. , 2. Keterlibatan aktif masyarakat juga sesuai dengan model pemberdayaan berbasis komunitas yang menekankan kepemilikan lokal atas proses pembangunan (Nik et al. , 2. Meskipun kegiatan masih dalam tahap awal, manfaat sosial sudah mulai dirasakan. Ibu rumah tangga merasa memiliki aktivitas produktif, dan beberapa warga mulai memikirkan peluang menjual hasil panen dalam skala kecil. Hal ini mendukung temuan Wahditiya & Fadli . , yang menyatakan bahwa hortikultura pekarangan tidak hanya meningkatkan ketersediaan pangan sehat, tetapi juga dapat membuka peluang usaha mikro yang fleksibel dan memberdayakan perempuan. Sebelumnya telah dilakukan Pelatihan Mengenai Pengembangan Budidaya Hortikultura di Dusun Belar telah dilakuakan pada tanggal 26 ktober 2023 di kantor desa Sukadana (Gambar . Bentuk tindak lanjut Pelatihan yang dilakukan adalah dengan melakukan pendampingan kepada masyarakat di Dusun Mongge 2 (Bela. dalam proses budidaya tanaman pekarangan. Gambar 1. Kegiatan Pelatihan Budidaya Pekarangan dan Pengolahan Limbah Kotoran Ternak di Kantor Desa Sukadana . Oktober 2. Kesiapan Sarana Produksi dan Media Tanam Warga menerima bantuan benih hortikultura seperti tomat, cabai, terung, zucchini, golden mama, dan pare. Media tanam yang digunakan terdiri dari campuran tanah, sekam bakar, dan pupuk kandang (Gambar . Semua bahan tersebut disiapkan secara gotong royong (Gambar . Proses pencampuran dan pengisian polibag dilakukan bersama oleh Penggunaan bahan organik lokal untuk media tanam sejalan dengan prinsip pertanian berkelanjutan yang rendah input eksternal, seperti yang dikemukakan oleh Lestari Jurnal Pepadu e-ISSN: 2715-9574 Vol. No. Juni 2025 https://journal. id/index. php/pepadu/index et al. , bahwa media tanam organik memiliki keunggulan dalam memperbaiki struktur tanah dan meningkatkan kesuburan. Salah satu inovasi dalam pendampingan ini adalah penggunaan kotoran ternak sebagai pupuk organik alternatif. Beberapa warga berhasil mengolah limbah ternak untuk menggantikan pupuk kimia, yang berdampak pada kesuburan media dan efisiensi biaya. Pendekatan ini sesuai dengan rekomendasi Handriatni et al. , bahwa pengolahan limbah lokal menjadi input pertanian merupakan langkah strategis dalam membangun pertanian organik dan ramah lingkungan. Gambar 2. Pengantaran Sekam yang akan digunakan sebagai pencampur media tanam di Dusun Mongge 2 Gambar 3. Proses-Proses pengisian media polibag oleh ibu-ibu hiziban di Dusun Mongge 2 setelah media tanam dicampur secara merata Bahan dan Alat yang diberikan ke warga antara lain, benih beberapa komoditi hortikultura, jaring, polibag, tanah, sekam, pupuk kandang, pupuk, dll (Gambar . Benih dan bibit yang telah disiapkan dibagikan melalui local champion setempat. Adapun bibit dan benih yang telah diberikan antara lain terung, golden mama, zuchini, cabai, tomat, pare dll (Gambar 5 dan . Tanaman-tanaman tersebut diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan keluarga dari masing-masing rumah sasaran. Jika sudah merasakan manfaat dan memahami proses budidaya di lahan sempir atau pekarangan, diharapkan ibuibu yang belum memiliki pekerjaan mampu menjadikan budidaya pekarangan sebagai alternatif usaha yang tidak hanya hasilnya dapat dinikmati sendiri, namun juga dapat dijual sebagai peningkatan pendapatan keluarga. Jurnal Pepadu e-ISSN: 2715-9574 Vol. No. Juni 2025 https://journal. id/index. php/pepadu/index Gambar 4. Persiapan Bibit dan Benih Gambar 5. Penyerahan bibit, benih dan jaring penghalau ayam kloter kedua kepada Warga Mongge-2 . November 2. Jurnal Pepadu e-ISSN: 2715-9574 Vol. No. Juni 2025 https://journal. id/index. php/pepadu/index Pertumbuhan Tanaman dan Monitoring Monitoring dilakukan secara berkala, dengan hasil dokumentasi pada 26 November, 1 Desember, dan 9 Desember 2023. Tanaman menunjukkan pertumbuhan yang sehat, terutama pada komoditas tomat dan cabai. Beberapa peserta bahkan mulai memanen hasil sayur daun dan buah muda. Kondisi ini menunjukkan keberhasilan awal dalam penerapan teknik budidaya hortikultura skala rumah tangga. Sesuai dengan penelitian oleh Widyastuti et al. , keberhasilan pekarangan produktif bergantung pada ketersediaan sarana, pengetahuan teknis, serta monitoring berkelanjutan. Pendampingan di Dusun Mongge-2 dilakukan secara berkala dan komprehensif. Pengelolaan budidaya hortikultura di pekarangan di Dusun Mongge-2 yang dintegrasikan dengan pemanfaatan limbah kotoran ternak diharapkan mampu mengurangi penggunaan pupuk sintetis dan menambah kesuburan media yang digunakan. Penggunaan pupuk organik diharapkan juga mampu mengurangi dampak/ residu dari pupuk kimia bagi hasil produksi tanaman hasil budidaya pekarangan, sehingga lebih sehat untuk dikonsumsi. Harapan lain dari kegiatan ini adalah, tercipta lahan pekerjaan baru bagi warga yang tidak memiliki pekerjaan, misalnya ibu-ibu rumah tangga, sehingga dapat bekerja tanpa meninggalkan rumah sekaligus mengurus rumah tangga. Gambar 6. Progres pertumbuhan beberapa tanaman yang dibudidayakan di Pekarangan oleh warga . November 2. Gambar 4. Progres pertumbuhan beberapa tanaman yang dibudidayakan di Pekarangan oleh warga . Jurnal Pepadu e-ISSN: 2715-9574 Vol. No. Juni 2025 https://journal. id/index. php/pepadu/index Gambar 7. Progres pertumbuhan beberapa tanaman di pekarangan-pekarangan warga yang dibudidayakan . KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Kesimpulan dari kegiatan pengabdian yang dilakukan kepada masayarakat Dusun Mongge 2 ini adalah kegiatan pendampingan pengembangan budidaya hortikultura di berhasil dilaksanakan dengan melibatkan partisipasi aktif masyarakat, khususnya ibu rumah tangga dengan pemanfaatan lahan pekarangan sebagai sumber pangan dan potensi usaha keluarga dan secara mandiri menggunakan media tanam organik dan sistem tanam Hasil pendampingan menunjukkan adanya peningkatan keterampilan, semangat kewirausahaan, serta kesadaran akan pentingnya ketahanan pangan keluarga. Meskipun masih terdapat kendala seperti keterbatasan air dan hama, antusiasme masyarakat dan kemajuan pertumbuhan tanaman menunjukkan bahwa kegiatan ini berpotensi untuk dikembangkan lebih lanjut sebagai model pemberdayaan berbasis pekarangan di wilayah Keberhasilan ini menegaskan pentingnya sinergi antara pelatihan teknis, pendampingan langsung, dan penyediaan sarana yang memadai dalam mendukung pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan. Saran Kegiatan budidaya hortikultura berbasis pekarangan ini dapat diperluas ke dusun lain di Desa Sukadana, mengingat hasil awal menunjukkan respon positif dari masyarakat dan potensi peningkatan ketahanan pangan lokal yang cukup besar. Kegiatan pemasaran hasil dan komitmen mitra untuk mendorong keberlanjutan ekonomi juga diperlukan. Hal ini dabat diberikan dalam bentuk pelatihan dasar kewirausahaan dan strategi pemasaran hasil panen agar hasil budidaya tidak hanya dikonsumsi sendiri, tetapi juga menjadi sumber penghasilan tambahan keluarga. Jurnal Pepadu e-ISSN: 2715-9574 Vol. No. Juni 2025 https://journal. id/index. php/pepadu/index UCAPAN TERIMA KASIH Tim pelaksana pengabdian mengucapkan terima kasih kepada Pihak ITDC dan Universitas Mataram, yang telah membantu pendanaan kegiatan. Ucapan terimakasih juga diberikan kepada Pemerintah Desa Sukadana dan Kepala Dusun Mongge 2 atas dukungan fasilitasi dan koordinasi selama kegiatan kegiatan di Dusun Mongge 2, khususnya kelompok ibu-ibu Hiziban, atas partisipasi aktif dan semangatnya dalam mengikuti seluruh rangkaian DAFTAR PUSTAKA