CENDEKIA MEDIKA ISSN: 2503-1392 Volume 5 Nomor 1. April 2020 p- e-ISSN: 2620-5424 PENGARUH INISIASI MENYUSU DINI (IMD) TERHADAP LAMA PELEPASAN PLASENTA PADA IBU BERSALIN KALA i EFFECT OF EARLY BREASTFEEDING INITIATION (IMD) TO LENGTH OF PLACENTAL RELEASE IN MATERNAL WOMB i Yona Sari1. Sintha Sunarsih2 Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Abdurahman Palembang. Jl. Sukajaya No. 7 Kol. Burlian KM. Palembang. Sumatera Selatan. Indonesia email: Yonaasari@gmail. Sinthasunarsih2904@gmail. ABSTRAK Menurut UNICEF sebanyak 30. 000 bayi yang biasanya meninggal pada bulan pertama kelahiran dapat diselamatkan dengan melakukan inisiasi menyusu dini. Inisiasi menyusu dini adalah proses membiarkan bayi menyusu sendiri segera setelah dilahirkan. Manfaat penting inisiasi menyusu dini adalah dapat mengurangi perdarahan ibu dan mempercepat pelepasan plasenta. Berdasarkan sumber Kemenkes RI . , kejadian perdarahan ibu masih sangat tinggi, 30,3% ibu meninggal dunia akibat perdarahan. Sebagian besar kasus perdarahan pada masa nifas terjadi karena retensio plasenta 16-17% kejadian retensio plasenta menyebabkan kasus perdarahan. Salah satu cara untuk mencegah terjadinya perdarahan akibat retensio plasenta yaitu dengan melakukan inisiasi menyusu dini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh inisiasi menyusu dini terhadap lama pelepasan plasenta pada ibu bersalin kala i. Penelitian ini menggunakan pendekatan True Experimental Design dengan rancangan Randomized Posttest Only Control Design. Dengan pengambilan sampel dilakukan secara accidental sampling. Hasil bivariat terdapatnya pengaruh inisiasi menyusu dini terhadap lama pelepasan plasenta (A value = 0,. Kesimpulan yang didapatkan dalam penelitian ini adalah ada pengaruh inisiasi menyusu dini terhadap lama pelepasan plasenta pada ibu bersalin kala i. Kata kunci : Inisiasi Menyusu Dini. Lama Pelepasan Plasenta ABSTRACT According to UNICEF as many as 30. 000 babies who usually die in first month of birth can be saved by initiating early breastfeeding. Early breastfeeding initiation is the process of allowing the baby to breastfeed itself immediately after birth. An important benefit of early breastfeeding initiation is that it can reduce maternal bleeding and speed up placental release. Based on the Ministry of Health RI source . , the incidence of maternal bleeding is still very high, 30. 3% of mothers die due to bleeding. Most cases of bleeding during the puerperium occur because placental retention of 16-17% incidence of placental retention causes bleeding cases. One way to prevent bleeding from placental retention is to initiate early breastfeeding. This study aims to determine the effect of early breastfeeding initiation on the length of placental release in maternity mothers at i. This research uses True Experimental Design approach with Randomized Posttest Only Control Design. With the sampling taken by accidental sampling. Bivariate results showed the influence of early breastfeeding initiation on the length of placental release (A value = 0. The conclusions obtained in this study were that there was an effect of early breastfeeding initiation on the length of placental release in maternity mothers at i. Keywords : Initiation of early breastfeeding, long release of placenta CENDEKIA MEDIKA ISSN: 2503-1392 Volume 5 Nomor 1. April 2020 p- e-ISSN: 2620-5424 prolaktin dari hipofisis, sehingga sekresi ASI semakin lancar. Dua reflek yang sangat penting dalam proses laktasi adalah reflek prolaktin dan reflek aliran . et down Bersama dengan pembentukan rangsangan yang berasal dari isapan bayi ada yang dilanjutkan ke hipofisis posterior . dikeluarkan oksitosin. Melalui aliran darah, hormon ini diangkat menuju uterus yang dapat menimbulkan kontraksi pada uterus sehingga membnatu plasenta terlepas. Kontraksi dari sel akan memeras air susu yang telah diproduksi keluar dari alveoli dan masuk ke sistem duktus, selanjutnya mengalir melalui duktus laktiferus masuk ke mulut bayi. Apabila bayi disusui, maka gerakan menghisap yang berirama akan menghasilkan rangsangan saraf yang terdapat pada glandula pituitari posterior, sehingga keluar hormon oksitosin. Hal ini menyebabkan sel-sel mioepitel disekitar alveoli akan berkontraksi dan akan mengeluarkan ASI. Pengeluaran oksitosin selain dipengaruhi oleh isapan bayi, juga oleh reseptor yang terletak pada duktus. Apabila duktus melebar, maka secara reflek oksitosin dikeluarkan oleh hipofisis1. PENDAHULUAN Inisiasi Menyusu Dini (IMD) adalah proses membiarkan bayi menyusu sendiri segera setelah dilahirkan dan disusui selama satu jam atau lebih, cara bayi melakukan Inisiasi Menyusu Dini (IMD) dinamakan the breast crawl atau merangkak mencari payudara. Prinsipnya Inisiasi Menyusu Dini merupakan kontak langsung antara kulit ibu dan kulit bayi, bayi ditengkurapkan didada atau diperut ibu selekas mungkin setelah seluruh badan dikeringkan kecuali pada merangkak untuk mencari puting untuk segera menyusui. Kedua telapak tangan bayi dibiarkan tetap terkena air ketuban karena bau dan rasa cairan ketuban ini sama dengan bau yang dikeluarkan payudara ibu, dengan demikian ini menuntun bayi untuk menemukan puting1. Prinsip Inisiasi Menyusu Dini (IMD) merupakan kontak langsung antara kulit ibu dan kulit bayi, bayi ditengkurapkan didada atau diperut ibu selekas mungkin setelah seluruh badan dikeringkan kecuali pada merangkak untuk mencari puting untuk segera menyusu. Kedua telapak tangan bayi dibiarkan tetap terkena air ketuban karena bau dan rasa cairan ketuban ini sama dengan bau yang dikeluarkan payudara ibu, dengan demikian ini menuntut bayi untuk Lemak menyamankan kulit bayi sebaiknya dibiarkan tetap menempel1. Bakteri yang menguntungkan pada saat IMD adalah pada saat IMD bayi akan menjilati kulit ibunya, sehingga terjadi pemindahan bakteri baik dari ibu ke bayi yang dapat bermanfaat bagi pencernaan bayi, bayi baru lahir yang dilakukan Iniusiasi Menyusu Dini (IMD) akan mendapatkan asupan prebiotik secara teratur dari ASI. Dalam setriap ASI yang diminumnya, terdapat kandungan antibodi khusus yang dapat melindunginya dan mendorong bakteri baik dalam tubuhnya berkembang dengan optimal. Bakteri melindungi saluran pencernaan bayi yang Begitu banyak manfaat yang didapatkan dari Inisiasi Menyusu Dini (IMD), diantaranya dapat mengurangi Proses terbentuknya ASI adalah hormon prolaktin dari plasenta meningkat selama kehamilan tetapi biasanya ASI belum keluar karena masih dihambat oleh kadar estrogen yang tinggi. Pada hari kedua atau ketiga pasca persalinan, kadar estrogen dan progesteron turun drastis, sehingga pengaruh prolaktin lebih dominan dan pada saat inilah mulai terjadi sekresi ASI. Dengan menyusukan lebih dini terjadi perangsangan puting susu, terbentuklah stress pada bayi. Bayi akan lebih tenang, denyut jantung pun stabil1. prolaktin, yaitu homon yang merangsang kelenjar susu untuk memproduksi ASI. Isapan itu akan meningkatkan produksi susu dua kali lipat1. Terdapat beberapa manfaat penting Inisiasi Menyusu Dini yaitu mengurangi tingkat kematian bayi, menghangatkan bayi dengan cepat yaitu selama bayi merangkak mencari payudara dan ini akan menurunkan kematian karena kedinginan . , pada bayi yang dilakukan Inisiasi Menyusu Dini (IMD) ini akan memberikan kekebalan tubuh yang baik, pada bayi yang terlambat diberi ASI atau bayi yang diinisiasi ASI setelah hari pertama kehidupan mengalami peningkatan resiko kematian neonatal meningkat hingga 2,4 Penelitian ini juga mengungkapkan terjadi peningkatan presentase keselamatan bayi, yaitu jika bayi diberi ASI dalam satu hari pertama maka kehidupan bayi bisa diselamatkan sebanyak 16% dan apabila diinisiasi dalam satu jam pertama maka akan meningkat menjadi 22%. Sementara menurut UNICEF sebanyak 30. 000 bayi yang biasanya meninggal pada bulan pertama kelahirannya, dapat diselamatkan dengan melakukan Inisiasi Menyusu Dini (IMD) setelah satu jam pertama kelahiran. Selain itu manfaat penting IMD adalah dapat mengurangi perdarahan ibu. Dimana angka kejadian perdarahan ibu masih sangat tinggi, 30,3% ibu meninggal dunia akibat perdarahan. Sebagian besar kasus perdarahan pada masa nifas terjadi karena retensio plasenta 16-17% kejadian retensio plasenta menyebabkan terjadinya kasus Sementara itu, bagi ibu sentuhan dan isapan pada payudara ibu mendorong terbentuknya oksitosin yang berdampak pada kontraksi uterus sehingga membantu lepasnya Padasaat bayi menghisap puting susu ibu akan merangsang ujung-ujung saraf sensoris yang berfungsi sebagai Rangsangan dilanjutkan ke hipotalamus melalui medula spinalis hipotalamus sehingga dapat memacu sekresi prolaktin. Isapan bayi memicu pelepasan ASI dari alveolus mammae melalui duktus sinus laktiferus. Isapan merangsang produksi oksitosin oleh kelenjar hipofisis anterior. Oksitosin memasuki darah dan menyebabkan kontraksi sel-sel khusus yang mengelilingi alveolus dan duktus laktiferus. Kontraksi ini mendorong ASI keluar dari alveolus melalui duktus laktiferus menuju sinus laktiferus dimana ia akan tersimpan. Pada saat bayi menghisap. ASI dalam sinus tertekan keluar ke mulut bayi. Bersama dengan pembentukan prolaktin oleh hipofisis anterior, rangsangan yang berasal dari isapan bayi ada yang dilanjutkan ke hipofisis posterior . yang kemudian dikeluarkan oksitosin. Melalui aliran darah, hormon ini diangkat menuju uterus yang dapat menimbulkan kontraksi pada uterus sehingga terjadi involusi dari organ tersebut dan terjadi pelepasan Kontraksi dari sel akan memeras air susu yang telah diproduksi keluar dari alveoli dan masuk ke sistem duktus, selanjutnya mengalir melalui duktus laktiferus masuk ke mulut bayi. Selain itu, gerakan kaki bayi pada saat merangkak di perut ibu akan membantu merangsang Kontraksi uterus ini akan membantu pengeluaran plasenta dan Penyusutan menyebabkan berkurangnya ukuran tempat Salah satu cara untuk mencegah terjadinya perdarahan akibat retensio plasenta yaitu dengan melakukan Inisiasi Menyusu Dini (IMD). Dimana pada saat bayi diletakkan di dada ibunya, ia berada tepat diatas rahim Hal itu membantu menekan plasenta dan mengecilkan rahim ibu. Dengan begitu, plasenta bisa lepas dengan cepat. Selain itu juga Inisiasi Menyusu Dini (IMD) dapat menjaga produktivitas ASI, mekanisme ini dimungkinkan karena isapan bayi penting dalam meningkatkan kadar hormon implantasi plasenta. Karena tempat implantasi menjadi sangat kecil, plasenta Kontraksi menyebabkan bagian yang longgar dan lemah dari plasenta pada dinding rahim terlepas, mula-mula sebagian dan kemudian seluruhnya dan tinggal bebas dalam kavum uteri. Namun, terkadang ada sebagian kecil plasenta yang masih melekat pada dinding rahim. Proses pelepasan plasenta ini biasanya setahap demi setahap dan pengumpulan darah dibelakang plasenta akan membantu pelepasan Bila pelepasan plasenta sudah komplit, maka kontraksi rahim mendorong plasenta yang sudah lepas ke segmen bawah rahim, lalu ke vagina dan lamanya persalinan kala i pada kelompok yang dilakukan IMD adalah 5,57 menit4. Penelitian ini juga didukung oleh penelitian yang dilakukan di Ghana yang diterbitkan di jurnal Pediatrics dengan sampel 10. bayi yang lahir antara juli 2003 hingga juni mencengangkan yaitu sebesar 16% kematian neonatal . ayi berusia dibawah 28 har. dapat dicegah jika bayi diberi kesempatan menyusui setelah 24 jam petama dan sebanyak 22% kematian neonatal dapat dicegah jika bayi baru lahir diberi kesempatan mulai menyusu sendiri lahir(Inisiasi Menyusu Din. Hal tersebut pengaruh Inisiasi Menyusu Dini (IMD) terhadap lama pelepasan plasenta pada ibu bersalin kala i persalinan di BPM Choirul Mala Palembang Tahun 2018. Berdasarkan penelitian terdahulu yang telah dilakukan pada bulan Desember 2011 diketahui bahwa di RSUD Koja Jakarta dan RSUD Kota Bekasi telah diadakan program Inisiasi Menyusu Dini (IMD). Berdasarkan data yang didapatkan di RSUD Koja Jakarta dan RSUD Kota Bekasi pada bulan Mei sampai dengan pertengahan bulan juli 2011 terdapat 60 responden yang terbagi menjadi 30 orang kelompok intervensi dan 30 orang kelompok kontrol. RSUD Koja dipilih sebagai tempat penelitian dengan kelompok intervensi, sedangkan RSUD Kota Bekasi dipilih sebagai tempat penelitian dengan kelompok kontrol. Dari hasil pelaksanaan Inisiasi Menyusu Dini tersebut didapatkan data bahwa 25 responden . ,3%) ibu yang melaksanakan Inisiasi Menyusu Dini pelepasan plasenta lebih cepat sedangkan 5 responden . ,7%) mengalami pengeluaran plasenta yang lambat. Ibu yang tidak melakukan Inisiasi Menyusu Dini (IMD) dari 30 responden terdapat 25 responden . ,3%) mengalami pelepasan plasenta lebih lambat dibandingkan dengan ibu yang melakukan Inisiasi Menyusu Dini (IMD) 5 responden . ,7%) mengalami pelepasan plasenta lebih cepat. Memperlihatkan ratarata lamanya persalinan kala i pada kelompok yang tidak dilakukan IMD adalah 10,80 menit sedangkan untuk Berdasarkan permasalahan tersebut di atas maka perlu dilakukan penelitian mengenai AuPengaruh Inisiasi Menyusu Dini (IMD) terhadap Lama Pelepasan Plasenta pada Ibu Bersalin Kala i DiBPM Choirul Mala Palembang Tahun 2018Ay. METODE PENELITIAN Penelitian True Experimental Design yang bersifat Randomized Posttest Only Control Design, rancangan jenis ini yaitu intervensi dan kontrol dipilih secara acak, kemudian kelompok intervensi diberi perlakuan . , sedangkan yang lainnya tidak diberi perlakuan dan kemudian langsung diamati dan diukur5. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh ibu bersalin di BPM Choirul Mala Palembang dengan menggunakan teknik Accidental Sampling. Analisa Univariat dilakukan terhadap tiap variabel dari hasil penelitian. Pada umumnya dalam analisa ini hanya menghasilkan distribusi dan presentase dari tiap variabel6. berkorelasi, yaitu variabel independen dan variabel dependen menggunakan Uji Statistik5. Analisa ini dilakukan untuk melihat independen (Pengaruh Inisiasi Menyusu Din. dan variabel dependen (Lama Pelepasan Plasenta pada Kala . Analisa membandingkan proses lamanya pelepasan plasenta pada ibu bersalin yang dilakukan Inisiasi Menyusu Dini (IMD) dan tidak dilakukan Inisiasi Menyusu Dini (IMD). Analisa Bivariat akan dilakukan terhadap dua variabel yang berhubungan atau HASIL PENELITIAN Analisa Inisiasi Menyusu Dini (IMD) Tabel 1. Distribusi frekuensi ibu bersalin yang melakukan Inisiasi Menyusu Dini (IMD) di BPM Choirul Mala Palembang Tahun 2018 Inisiasi Menyusu Dini Tidak Jumlah Frekuensi Jumlah Persentase Dari Tabel 1 di atas dapat dilihat bahwa dari 16 responden yang melakukan inisiasi menyusu dini sebanyak 8 responden dengan persentase 50% dan yang tidak melakukan inisiasi menyusu dini sebanyak 8 responden dengan persentase 50%. Lama Pelepasan Plasenta Tabel 2. Distribusi frekuensi lamanya pelepasan plasenta pada ibu bersalin di BPM Choirul Mala PalembangTahun 2018 Berdasarkan Tabel 2 di atas dapat diketahui bahwa rata-rata lama pelepasan plasenta ibu bersalin yaitu 4,19 menit dengan waktu minimum lama pelepasan plasenta yaitu 1 menit dan waktu maksimum 20 menit. Analisa Bivariat, pengaruh frekuensi Inisiasi Menyusu Dini (IMD) terhadap lama pelepasan plasenta pada ibu bersalin kala i di BPM Choirul Mala Palembang Tahun CENDEKIA MEDIKA ISSN: 2503-1392 Volume 5 Nomor 1. April 2020 p- e-ISSN: 2620-5424 Tabel 3. Pengaruh frekuensi Inisiasi Menyusu Dini (IMD) terhadap lama pelepasan plasenta pada ibu bersalinkala i di BPM Choirul MalaPalembang Tahun 2018 Berdasarkan hasil uji statistik Chi-Square didapatkan nilai A value = 0,003 lebih kecil dari = 0,05 (A value O ). Dengan demikian Ha diterima dan Ho ditolak, hal ini menunjukkan bahwa ada hubungan yang bermakna antara frekuensi inisiasi menyusu dini terhadap lama pelepasan plasenta. demikian ini menuntun bayi untuk Lemak menyamankan kulit bayi sebaiknya dibiarkan tetap menempel1. Manfaat inisiasi menyusu dini adalah untuk membantu mempercepat pelepasan plasenta, karena pada saat proses inisiasi menyusu dini sentuhan dan isapan pada payudara ibu mendorong terbentuknya oksitosin yang berdampak pada kontraksi uterus sehingga membantu lepasnya plasenta1. PEMBAHASAN Analisa univariat, frekuensi Inisiasi Menyusu Dini (IMD). Dalam penelitian ini terdapat 16 responden yang melakukan inisiasi menyusu dini sebanyak 8 responden dengan persentase 50% dan yang tidak melakukan inisiasi menyusu dini sebanyak 8 responden dengan persentase 50%. Dari 16 responden yang dilakukan penelitian terdapat 8 responden yang tidak melakukan Inisiasi Menyusu Dini (IMD), hal ini terjadinya asfiksia pada bayi baru lahir dan adanya kejadian plasenta akreta sehingga tidak dimungkinkan untuk melakukan inisiasi menyusu dini. Inisiasi Menyusu Dini . arly initiatio. atau permulaan menyusu dini adalah proses membiarkan bayi menyusu sendiri segera setelah dilahirkan dan disusui satu jam atau Inisiasi Menyusu Dini (IMD) adalah proses menyusu bukan menyusui yang merupakan gambaran bahwa inisiasi menyusu dini bukan program ibu menyusui bayi tetapi bayi yang harus aktif sendiri menemukan puting susu ibu1. Lama pelepasan plasenta, berdasarkan hasil penelitian pada Tabel 2 diketahui bahwa rata-rata lama pelepasan plasenta ibu bersalin yaitu 4,19 menitdengan waktu minimum lama pelepasan plasenta yaitu 1 menit dan waktu maksimum 20 menit. Hal tersebut menunjukkan bahwa sebagian responden mengalami lama pelepasan plasenta dalam kategori cepat. Prinsipnya Inisiasi Menyusu Dini (IMD) merupakan kontak langsung antara kulit ibu dan kulit bayi, bayi ditengkurapkan didada atau diperut ibu selekas mungkin setelah seluruh badan dikeringkan kecuali pada telapak tangannya dan dibiarkan merangkak untuk mencari puting untuk segera Kedua telapak tangan bayi dibiarkan tetap terkena air ketuban karena bau dan rasa cairan ketuban ini sama dengan bau yang dikeluarkan payudara ibu, dengan Menurut teori yang ada menunjukkan bahwa plasenta lahir spontan kategori cepat < 5 menit, normal 5-15 menit dan lambat > 15 menit setelah bayi lahir. Cepatnya pelepasan plasenta dikarenakan beberapa faktor salah satunya adalah karena dilakukannya Inisiasi Menyusu Dini (IMD), karena pada saat melakukan inisiasi menyusu dini terjadi hentakan kaki bayi yang menekan perut ibu sehingga memunculkan hormon oksitosin dan membantu membuat rahim berkontraksi dan terjadilah pelepasan plasenta7. ujung-ujung saraf sensoris yang berfungsi sebagai reseptor mekanik. Rangsangan ini dilanjutkan ke hipotalamus melalui medula spinalis hipotalamus sehingga dapat memacu sekresi prolaktin. Isapan bayi memicu pelepasan ASI dari alveolus mammae melalui duktus sinus laktiferus. Isapan merangsang produksi oksitosin oleh kelenjar hipofisis anterior. Oksitosin memasuki darah dan menyebabkan kontraksi sel-sel khusus yang mengelilingi alveolus dan duktus Kontraksi ini mendorong ASI keluar dari alveolus melalui duktus laktiferus menuju sinus laktiferus dimana ia akan Pada saat bayi menghisap. ASI dalam sinus tertekan keluar ke mulut bayi. Bersama dengan pembentukan prolaktin oleh hipofisis anterior, rangsangan yang berasal dari isapan bayi ada yang dilanjutkan ke hipofisis posterior . yang kemudian dikeluarkan oksitosin. Melalui aliran darah, hormon ini diangkat menuju uterus yang dapat menimbulkan kontraksi pada uterus sehingga terjadi involusi dari organ tersebut dan terjadi pelepasan plasenta. Kontraksi dari sel akan memeras air susu yang telah diproduksi keluar dari alveoli dan masuk ke sistem duktus, selanjutnya mengalir melalui duktus laktiferus masuk ke mulut bayi. Selain itu, gerakan kaki bayi pada saat merangkak di perut ibu akan membantu merangsang uterus sehingga otot miometrium berkontraksi. Kontraksi uterus ini akan membantu pengeluaran plasenta dan mengurangi terjadinya perdarahan1. Pada penelitian ini pelepasan plasenta pelepasan plasenta ini disebabkan oleh gerakan kaki bayi pada saat merangkak di perut ibu, karena pada saat bayi merangkak diatas perut ibu kaki bayi menekan perut ibu sehingga memunculkan hormon oksitosin dan membantu membuat rahim berkontraksi dan terjadilah pelepasan plasenta. Selain itu, faktor lain yang menyebabkan percepatan pelepasan plasenta adalah kondisi kandung kemih yang tidak penuh sehingga membuat kontraksi uterus semakin adekuat dan terjadi pelepasan plasenta Masih adanya ibu bersalin yang mengalami pelepasan plasenta lambat dikarenakan oleh kontraksi rahim yang tidak adekuat yang bisa disebabkan karena tidak dilakukannya inisiasi menyusu dini, kandung kemih yang penuh dan paritas. Analisa bivariat, dari hasil perhitungan uji statistik Chi-Square didapatkan nilai A value = 0,003, hal ini berarti nilai A value < 0,05 maka ada pengaruh yang signifikan antara inisiasi menyusu dini terhadap lama pelepasan plasenta. Menurut Maryunani . , melakukan inisiasi menyusu dini segera setelah bayi lahir ada banyak sekali manfaatnya salah satunya adalah membantu mempercepat pelepasan plasenta, dimana pada saat bayi diletakkan di dada ibunya, ia berada tepat diatas rahim ibu. Hal itu mengecilkan rahim ibu. Dengan begitu, plasenta bisa lepas dengan cepat. Selain itu, bagi ibu sentuhan dan isapan pada payudara ibu mendorong terbentuknya oksitosin yang berdampak pada kontraksi uterus sehingga membantu lepasnya plasenta. Padasaat bayi menghisap puting susu ibu akan merangsang Selain sentuhan dan isapan pada payudara ibu, kontak dini pada saat IMD juga memberikan pengaruh pada pelepasan Karena pada saat kontak dini sewaktu IMD terjadi peningkatan kedekatan dan rasa kasih sayang antara ibu dan bayi. Ketika proses IMD, bayi akan mengalami kontak kulit secara langsung antara bayi dan ibu . kin to skin contac. Kontak kulit secara langsung antara ibu dan bayi . kin to skin contac. pada jam pertama setelah lahir itulah yang dapat mempererat ikatan batin antara ibu dengan bayi. Selama proses IMD, ibu akan merasa nyaman . saat melihat bayinya yang baru lahir menyusu kepadanya sehingga tubuh ibu akan memproduksi hormon oksitosin dan prolaktin yang dapat berperan sebagai letdown reflex. Dengan meningkatnya hormon oksitosin tersebut maka dapat membuat otot miometrium berkontraksi dan mempercepat pelepasan promosi kesehatan bagi ibu hamil. Hal tersebut dapat dilakukan dengan cara memberikan edukasi tentang pentingnya Inisiasi Menyusu Dini (IMD) dengan cara memberikan materi tentang inisiasi menyusu dini dan praktik tekhnik menyusui yang Setelah pemberian materi dilakukan sesi tanya jawab perihal Inisiasi Menyusu Dini (IMD). Untuk menghilangkan rasa jenuh ibu hamil maka dilakukan permainan. Dalam penelitian ini dapat disimpulkan bahwa jika ibu bersalin melakukan inisiasi menyusu dini atau memberikan ASI segera setelah lahir ada banyak sekali manfaat yang diperoleh baik pada bayi maupun pada Sentuhan dengan kulit ibu memberikan kehangatan dan ketenangan. Bayi juga akan memperoleh antibodi yang berarti bayi memperoleh imunisasinya yang Sementara itu, sentuhan dan hisapan pada payudara ibu serta gerakan kaki bayi pada perut ibu mendorong terbentuknya oksitosin yang berdampak pada kontraksi pada uterus sehingga membantu lepasnya Bagi Peneliti Selanjutnya, diharapkan pada penelitian selanjutnya mempunyai sampel yang lebih banyak. DAFTAR PUSTAKA