Inovasi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SMP IT Al-Azhar Tegal Seful Bahri1. Amalina Dwi Putranti1*. Evi Avivah1. Rikha Masitoh1. Sahrul Fauzan1. Siti Kholifah1, 1Institut Agama Islam Bakti Negara (IBN) Tegal. Indonesia *Corresponding Email: amalinaelin13@gmail. Abstract The weaknesses of Islamic education in Indonesia today are mainly due to factors related to the control of systems and Schools need to have new ideas in the learning process. Islamic religious education is considered boring if monotonous methods are applied. Schools that have unique characteristics will become attractive in their own right, distinguishing them from ordinary schools . istinctive feature. Therefore. Integrated Islamic Schools that innovate in this area will have a very positive impact on children's interest in enrolling in Integrated Islamic Schools. The method used in this study is a descriptive grand theory. Data collection tools include observation, documentation, and interviews. Data analysis techniques include data reduction, data presentation, and conclusions. The research findings indicate that the innovation in Islamic education at SMP IT Al-Azhar is excellent, and the innovation is running smoothly with the support of the community. Scheduled activities serve as a form of support for the innovation that has been initiated. The students' enthusiasm in implementing the innovation is a manifestation of its success, and the development of outstanding student character is a testament to its effectiveness. Keywords: Integrated Islamic School. Innovation. Learning. Abstrak Kelemahan-kelemahan pendidikan Islam di Indonesia sekarang ini lebih disebabkan oleh faktor-faktor penguasaan sistem dan metode. Sekolah perlu memiliki ide-ide baru dalam proses belajar. Pendidikan agama Islam dinilai membosankan jika penerapan metode yang monoton. Sekolah yang memiliki keunikan akan menjadi daya tarik tersendiri, yang bisa membedakan dengan sekolah pada umumnya . iri kha. Oleh karenanya. Sekolah Islam Terpadu yang melakukan inovasi dalam hal tersebut, akan memberikan dampak yang sangat positif terhadap minat anak untuk masuk ke sekolah Islam Terpadu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah grand teori berbasis deskriptif. Alat pengumpulan data berupa observasi, dokumentasi, dan wawancara. Teknik analisis data dengan reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan. Hasil penelitian menjelaskan bahwa Inovasi pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SMP IT Al-Azhar sangat bagus, inovasi berjalan mulus dengan didukung oleh pembiasan. Kegiatan yang terjadwal adalah bentuk support atas inovasi yang sudah dicetuskan. Semangat siswa dalam menjalankan adalah wujud keberhasilan inovasi dan menghasilkan karakter siswa yang unggul adalah wujud suksesnya inovasi. Kata Kunci: Sekolah Islam Terpadu. Inovasi. Pendahuluan Aspek ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin pesat terutama teknologi komunikasi dan transportasi, menyebabkan isu-isu global tersebut menjadi semakin cepat menyebar dan menerpa pada berbagai tatanan, baik tatanan politik, ekonomi, sosial budaya maupun pertahanan keamanan. Sumber daya manusia (SDM) merupakan salah satu faktor kunci dalam persaingan global, yakni bagaimana menciptakan SDM yang berkualitas dan TaAoallumuna: Jurnal Pendidikan Agama Islam Volume 1. No. Juni 2025 TaAoallumuna: Jurnal Pendidikan Agama Islam Volume 1. No. Juni 2025 memiliki keterampilan serta berdaya saing tinggi dalam persaingan global yang selama ini kita abaikan. Globalisasi yang sudah pasti dihadapi oleh bangsa Indonesia menuntut adanya efisiensi dan daya saing dalam dunia usaha. Dalam globalisasi yang menyangkut hubungan intraregional dan internasional akan terjadi persaingan antar negara. Untuk membentuk manusia handal yang dapat bersaing dalam kemajuan globalisasi, pendidikan, khususnya pendidikan Islam memiliki peran yang sangat penting. Pendidikan memiliki harapan mencetak manusia yang siap menghadapi segala kemajuan dari berbagai aspek dalam kehidupan ini, tanpa harus kehilangan makna dan tujuan hidup sesungguhnya, yaitu sebagai khalifah di muka bumi ini, karena itu merupakan hakikat dari sebuah pendidikan. Terkait dengan permasalahan globalisasi, dunia pendidikan Islam memiliki tugas yang begitu berat, karena dituntut untuk memberikan konstribusi bagi kemodernan dan tendensi globalisasi, sehingga merupakan suatu keharusan pendidikan Islam dituntut menyusun langkah-langkah perubahan yang innovatif. Kondisi ini menuntut lembaga-lembaga pendidikan Islam untuk bekerja sungguh-Sungguh dalam mengembangkan pendidikannya, sebagaimana A. Mukti Ali menyatakan bahwa kelemahan-kelemahan pendidikan Islam di Indonesia dewasa ini lebih disebabkan oleh faktor-faktor penguasaan sistem dan metode, bahasa sebagai alat, ketajaman interpretasi, kelembagaan, manajemen, serta penguasaan ilmu dan teknologi. Lalu. Sekolah Islam Terpadu muncul sebagai respon atas ketidakpuasan para aktivis gerakan Islam terhadap sistem pendidikan nasional di Indonesia Sekolah perlu memajukan dan melahirkan inovasi yang cemerlang dalam segala proses. Dalam hal ini proses pembelajaran pendidikan agama Islam seperti apa yang perlu kita jalankan. Mungkin SMP IT AL-AZHAR dapat memberi jawabannya. Kata Innovation dalam Bahasa Inggris sering diterjemahkan segala hal yang baru atau Untuk memahami lebih dalam lagi mengenai pengertian inovasi pendidikan perlu diketahui juga tentang pengertian discovery dan invention yang dalam bahasa Indonesia kata tersebut mengandung arti ditemukannya sesuatu hal yang baru, baik sebenarnya barangnya itu sendiri sudah ada lama kemudian baru diketahui atau memang benar-benar baru dalam arti sebelumnya tidak ada. Ibrahim mengemukakan bahwa inovasi pendidikan adalah inovasi dalam bidang pendidikan atau inovasi untuk memecahkan masalah pendidikan. 3Yang dimaksud dengan inovasi dalam bidang pendidikan adalah usaha mengadakan perubahan dengan tujuan untuk memperoleh hal yang lebih baik dalam bidang pendidikan. Pendidikan adalah suatu sitem, maka inovasi pendidikan mencakup hal-hal yang berhubungan dengan komponen sistem pendidikan, baik sistem dalam arti sekolah, perguruan tinggi atau lembaga pendidikan yang lain, maupun sistem dalam arti yang luas misalnya Sistem Pendidikan Nasional. Inovasi pendidikan adalah inovasi untuk memecahkan masalah dalam pendidikan. Inovasi pendidikan mencakup hal-hal yang berhubungan dengan komponen sistem 1 M. Arifin. Kapita Selekta Pendidikan. (Jakarta: PT. Bumi Aksara, 1. 2 Udin Saefudin SaAoud. Inovasi Pendidikan, (Bandung. Penerbit ALFABETA, 2. , hal. 3 Fuad Hasan. Dasar-Dasar Kependidikan, (Jakarta: Rineka Cipta, 2. , hal. 4 Udin Saefudin SaAoud. Op. Cit, hal. TaAoallumuna: Jurnal Pendidikan Agama Islam Volume 1. No. Juni 2025 pendidikan, baik dalam arti sempit tingkat lembaga pendidikan maupun arti luas di sistem pendidikan nasional. Kemajuan suatu lembaga pendidikan sangat berpengaruh pada outputnya sehingga akan muncul pengakuan yang rill dari siswa, orang tua dan Namun sekolah/ lembaga pendidikan tidak akapembelan meraih suatu pengakuan rill apabila warga sekolah tidak melakukan suatu inovasi di dalamnya dengan latar belakang kekuatan, kelemahan tantangan dan hambatan yang ada. Tujuan utama dari inovasi adalah berusaha meningkatkan kemampuan, yakni kemampuan dari sumber-sumber tenaga, uang, sarana dan prasarana, termasuk struktur dan prosedur organisasi. Selain itu, tujuan inovasi pendidikan adalah meningkatkan efisiensi, relevansi, kualitas dan efektivitas. Seiring dengan peningkatan mutu pendidikan, inovasi pendidikan khususnya inovasi pembelajaran dilakukan agar terciptanya program pembelajaran yang inovatif. Program pembelajaran yang inovatif didesain menjadi sebuah kegiatan yang menarik agar suasana pembelajaran di dalam kelas tidak membosankan. Kreativitas dan inovasi juga dapat mencorakkan situasi pembelajaran yang ceria. Dengan mengembangkan sebuah inovasi baru dalam mata pelajaran PAI, maka dapat mempengaruhi kualitas seorang pendidik ketika berada di dalam kelas. Ketika seorang pendidik memiliki kemampuan lebih dalam mengembangkan sebuah inovasi baru dalam pembelajaran maka materi yang diberikan akan memberikan dampak positif terhadap peserta didik. (Rafliyanto & Mukhlis, 2023, p. Pembelajaran Pendidikan Agama Islam yang diajarkan di sekolah atau madrasah saat ini dinilai masih belum mampu menanamkan nilai-nilai Islam serta memahamkan ajaran agama Islam. Dikarenakan pembelajaran masih berorientasi sekedar hafal materi, bukan aplikasi dari materi. (Asiyah & Fahmi Jazuli, 2022, p. Pembelajaran Pendidikan Agama Islam yang diajarkan di sekolah atau madrasah saat ini dinilai masih belum mampu menanamkan nilai-nilai Islam serta memahamkan ajaran agama Islam. Hal ini dikarenakan pembelajaran masih berorientasi sekadar menghafal materi, bukan pada aplikasi dari Untuk mengatasi tantangan ini. Metode Make A Match dapat menjadi solusi yang (Bahri et al. , 2. Metode ini, yang dikembangkan oleh Lorna Curran pada tahun 1994, merupakan teknik pembelajaran kooperatif. Dalam praktiknya, guru menyiapkan kartu berisi pertanyaan atau pernyataan, dan kartu lain berisi jawaban atau tanggapannya. Siswa kemudian diminta untuk mencari pasangan kartu yang tepat, yaitu antara pertanyaan dan jawabannya. Dengan cara ini, siswa tidak hanya dituntut untuk menghafal, tetapi juga untuk memahami konsep yang ada. Mereka harus berpikir kritis untuk mencocokkan kartu-kartu tersebut, yang secara tidak langsung melatih pemahaman mereka terhadap materi. Metode ini menjadikan pembelajaran lebih interaktif, menyenangkan, dan berpusat pada siswa, sehingga nilai-nilai dan ajaran Islam lebih mudah diserap dan diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Pendidikan Islam menurut Drs. Ahmad D Marimba yaitu bimbingan jasmani dan rohani berdasarkan hukum-hukum agama Islam menuju terbentuknya kepribadian utama menurut ukuran-ukuran islam. Dengan pengetian lain, sering kali beliau menyatakan TaAoallumuna: Jurnal Pendidikan Agama Islam Volume 1. No. Juni 2025 kepribadian utama dengan istilah kepribadian muslim, yaitu kepribadian yang memiliki nilai-nilai agama Islam, memilih, dan memutuskan serta berbuat berdasarkan nilai-nilai Islam, dan bertanggung jawab sesuai dengan nilai-nilai Islam. Menurut Drs. Burlian Somad, pendidikan Islam adalah pendidikan yang bertujuan untuk membentuk indidvidu menjadi makhluk yang bercorak diri, berderajat tinggi menurut ukuran Allah dan isi pendidikannya adalah mewujudkan tujuan itu, yaitu ajaran Allah SWT. Secara terperinci, beliau mengemukakan "pendidikan itu disebut pendidikan Islam apabila memiliki dua ciri khas yaitu: Pertama. Tujuannya membentuk individu menjadi bercorak diri tertinggi menurut ukuran Al-Quran. Kedua. Isi pendidikannya adalah ajaran Allah yang tercantum dengan lengkap di dalam Al-Quran yang pelaksanaannya dalam praktek hidup sehari-hari sebagaimana yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW. Menurut Syeh Muhammad pendidikan Islam ialah usaha yang dilakukan pendidik terhadap anak didik untuk pengenalan dan pengakuan tempat-tempat yang benar dari segala sesuatu di dalam tatanan penciptaan sehinnga membimbing kearah pengenalan dan pengakuan akan tempat Tuhan yang tepat di dalam tatanan wujud dan keberadaan. Sedangkan yang dimaksud dengan Pendidikan Islam Terpadu adalah program yang memadukan antara pendidikan umum dan pendidikan agama, antara pengembangan potensi intelektual . , emosional . dan fisik . , dan antara sekolah, orang tua dan masyarakat sebagai pihak yang memiliki tugas dan tanggung jawab terhadap dunia pendidikan. Keterpaduan program pendidikan umum dan keagamaan dilakukan secara kuantitatif dan kualitatif. Secara kuantitatif artinya program pendidikan umum dan program pendidikan keagamaan diberikan secara seimbang. Sedang secara kualitatif berarti pendidikan umum diperkaya dengan nilai-nilai agama dan pendidikan agama diperkaya dengan muatan-muatan yang ada dalam pendidikan umum. Nilai-nilai agama harusnya diberikan porsi lebih besar agar bisa memberikan makna dan semangat terhadap program pendidikan umum. Potensi dasar manusia seperti potensi intelektual, emosional, dan fisik merupakan anugrah dari Allah yang harus ditumbuhkan, dikembangkan, dibina dan diarahkan dengan baik, benar dan seimbang. Dan kondisi-kondisi ini dengan pola Pendidikan Islam Terpadu diharapkan menjadi salah satu sarana menumbuh kembangkan potensi-potensi dasar yang dimiliki anak didik. Metode Penelitian Metode yang digunakan dalam penulisan jurnal ini yaitu grand teori berbasis deskriptif atau penelitian deskriptif. Penelitian deskriptif adalah salah satu jenis penelitian yang tujuannya untuk menyajikan gambaran lengkap mengenai setting sosial atau dimaksudkan untuk eksplorasi dan klarifikasi mengenai suatu fenomena atau kenyataan sosial, dengan jalan mendeskripsikan sejumlah variabel yang berkenaan dengan masalah dan unit yang diteliti antara fenomena yang diuji. Tujuan dari penelitian deskriptif adalah menghasilkan gambaran akurat tentang sebuah kelompok, menggambarkan mekanisme sebuah proses atau hubungan, 5 A. Marimba. Filsafat Pendidikan Islam, (Bandung: PT Al Maarif, 1. , hal. 6 Burlian Somad. Beberapa Persoalan dalam Pendidikan Islam, (Bandung: PT Al Maarif, 1. , hal. TaAoallumuna: Jurnal Pendidikan Agama Islam Volume 1. No. Juni 2025 memberikan gambaran lengkap baik dalam bentuk verbal atau numerikal, menyajikan informasi dasar akan suatu hubungan, menciptakan seperangkat kategori dan mengklasifikasikan subjek penelitian, menjelaskan seperangkat tahapan atau proses, serta untuk menyimpan informasi bersifat kontradiktif mengenai subjek penelitian. Hal ini didasari dengan pengalaman terjun langsung ke lapangan dan wawancara intens dengan pihak sekolah terutama kepala sekolah. Alat pengumpulan data berupa observasi, dokumentasi, dan wawancara. Teknik analisis data dengan reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan. Pembahasan Sekolah Islam yang ideal adalah sekolah yang melibatkan peran serta guru, orang tua dan masyarakat sesuai dengan proporsinya. Artinya, sekolah yang merupakan lembaga melahirkan generasi yang berkualitas menjadi tanggung jawab bersama antara negara, sekolah, orang tua dan masyarakat. Pengelolaan sekolah yang efektif mestinya melibatkan peran serta keempat pihak tersebut, sesuai dengan peran dan fungsinya. Negara, dalam hal ini pemerintah, memberi dukungan, kemudahan dan perlindungan bagi terselenggaranya sekolah, orang tua dapat memberi masukan, membantu memperkaya proses belajar, menjadi narasumber dan fasilitator dalam berbagai kegiatan sekolah. Masyarakat dapat membantu menyediakan sumber dan fasilitas belajar tambahan yang ada di luar sekolah. Lingkungan yang baik juga merupakan salah satu kriteria penting bagi Sekolah Islam. Lingkungan yang bersih, rapi, sehat dan nyaman merupakan syarat mutlak bagi sekolah Islam. Sekolah Islam seharusnya juga mampu menciptakan suasana pergaulan dan interaksi yang Islam, santun, saling menyayangi dan menghormati, saling melindungi dan saling berbagi. Cerminan sekolah Islam yang baik juga ditunjukkan oleh warganya yang tertib, disiplin dan rapi. Sekolah Islam Terpadu yang telah melakukan inovasi menjadi lebih baik memberikan daya tarik kepada masyarakat untuk memilih sekolah Islam. Karena pada kenyataannya, atas nama kualitas, banyak orang muslim yang menyekolahkan anaknya ke sekolah non Dengan inovasi pelajaran yang dinilai sangat lengkap. Namun jangan risau adanya sekolah Islam Terpadu pada kali ini kami mengambil sampel SMP IT AL-AZHAR. Sekolah Islam Terpadu di salah satu kabupaten Tegal ini, memiliki inovasi yang luar biasa dalam pembelajaran agama Islam. Kurikulum inti SMP yaitu hanya mata pelajaran pendidikan agama Islam saja, belum dipecah seperti halnya MTs. Setelah kami berbincang dengan kepala sekolah SMP IT AL-AZHAR. Beliau menjelaskan ciri khas dari sekolah ini menitikberatkan pada pendidikan Al-Quran bahkan dalam satu minggu ada 8 jam pelajaran, khusus untuk mata pelajaran Al-Quran. Tidak hanya belajar tentang ilmu Al-Quran saja, tapi menjadikan siswa hafal ayat-ayat Al-Quran (Tahfid. Hal ini cukup unik meski SMP IT AL-AZHAR ini dipandang cukup kecil dalam segi gedung sekolah namun inovasi yang diberikan sangat berbobot. Untuk menunjang itu SMP IT AL-AZHAR memiliki boarding school bagi siswa yang ingin lebih fokus belajar AlQuran. Selanjutnya, kepala SMP IT AL-AZHAR membeberkan apa saja pelajaran yang ada atas hasil inovasi terpecah dari kurikulum inti, diantaranya pembelajaran Fiqih TaAoallumuna: Jurnal Pendidikan Agama Islam Volume 1. No. Juni 2025 menggunakan kitab Fasholatan, pelajaran Akidah Akhlak menggunakan kitab taAolim mu ta'alim, serta sekolah yang bertombak pada Ahlussunnah wal JamaAoah yaitu dengan adanya pembelajaran ke-NUan. Hal itu juga didukung dengan pembiasan yang sudah terjadwal, menurut Kepala SMP IT AL-AZHAR, pembiasaan siswa merupakan inovasi yang paling penting dalam pembelajaran pendidikan agama Islam. Sebab pembiasaan adalah hal yang utama dalam membentuk karakter siswa. Dan pembiasaan di SMP AL-AZHAR ini diantaranya kegiatan wajib Shalat duha setiap hari, setoran hafalan ayat-ayat Al-Quran. Kami juga mendapat penjelasan mengenai perbedaan SMP Islam Terpadu dengan MTs, secara khusus menurut Kepala SMP IT AL-AZHAR kalau SMP IT menyesuaikan kebutuhan, sedangkan kalau MTs memang sudah ada kurikulum tersendiri dalam artian tinggal mengikuti, dan maksud dari memenuhi kebutuhan yaitu apa yang dibutuhkan oleh siswa di sekolah tersebut, dulu SMP IT AL-AZHAR memfokuskan pada FIQIH namun seiring berjalannya waktu dirasa kurang dan berbelok fokus pada Pembelajaran Al-Quran tanpa mengesampingkan pelajaran lainnya. Kesimpulan Inovasi pembelajaran Pendidikan Agama Islam di SMP IT AL-AZHAR sangat bagus, inovasi akan berjalan mulus dengan didukung oleh pembiasan. Kegiatan yang terjadwal adalah bentuk support atas inovasi yang sudah dicetuskan. Semangat siswa dalam menjalankan adalah wujud keberhasilan inovasi. Dan menghasilkan karakter siswa yang unggul adalah wujud suksesnya inovasi. Daftar Pustaka