Jayapangus Press Jurnal Penelitian Agama Hindu Volume 9 Nomor 2 . ISSN : 2579-9843 (Media Onlin. Pengembangan Gerak Dan Lagu Anak Berbasis Tri Kaya Parisudha Sebagai Media Pengenalan Karakter Hindu Pada Anak Usia Dini Praptika Kamalia Jaya*. Marsono. Ida Bagus Komang Sindu Putra. I Komang Suardika. Putu Ayu Septiari Dewi. Ni Wayan Gita Chandra Suari Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar. Indonesia *komangrapika5@gmail. Abstract ChildrenAos movement and song activities are a form of play that have always been an integral part of learning in early childhood education. In early childhood education institutions and kindergartens with a Hindu nuance, religious education often employs audiovisual media that feature movements and songs based on themes derived from Hindu teachings. One of the most frequently introduced themes is the concept of Tri Kaya Parisudha due to its relevance to the daily behaviors of children. The objective of this study is to develop Hindu-themed movements and songs centered on the Tri Kaya Parisuda concept. The research method used is Research and Development (R&D). The development process followed the ADDIE model. Children aged 5Ae6 years from Tunas Wangi Hindu State Kindergarten in Bone Village were selected as the study sample. Data from expert validation and field validation of the product were analyzed using both qualitative and quantitative methods. Qualitative analysis employed the Content Validity Ratio (CVR) formula by Lawshe. The developed movement and song successfully reflected the values of the Tri Kaya Parisudha concept. All validators agreed that the movements and songs used are appropriate and relevant to Hindu character values, as evidenced by a CVR score of 1. 0 for this aspect. This indicates that this learning media is highly essential for introducing Hindu character concepts to early childhood learners. Keywords: ChildrenAos Movement and Song. Tri Kaya Parisuda. Character. Early Childhood Abstrak Gerak dan lagu anak adalah aktivitas bermain yang selalu menjadi bagian pembelajaran pada pendidikan anak usia dini. Pada Lembaga Pendidikan Anak Usia Dini dan Taman Kanak-Kanak bernuansa Hindu, pengenalan tentang agama kerap menggunakan media audio visual yang mempertontonkan suatu gerak dan lagu tentang tema yang merupakan dari ajaran agama Hindu. Tema yang sering diperkenalkan adalah tentang konsep Tri Kaya Parisudha karena dekat dengan perilaku sehari hari anak. Tujuan penelitian ini adalah melakukan pengembangan pada gerak dan lagu bernuansa Hindu dengan tema Tri Kaya Parisudha. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian pengembangan (R & D). Langkah-langkah pengembangan menggunakan model ADDIE. Anak-anak dengan usia 5-6 tahun di TK Negeri Hindu Tunas Wangi Desa Bone menjadi sampel dalam penelitian. Hasil data validasi ahli dan validasi lapangan terhadap produk dianalisis menggunakan analisis kualitatif dan kuantitatif. Rumus dalam analisis kualitatif mengunakan rumus Content Validity Ratio (CVR) Lawshe. Gerak dan lagu yang dikembangkan telah berhasil mencerminkan nilai-nilai konsep Tri Kaya Parisudha dengan baik. Semua validator sepakat bahwa gerakan dan lagu yang digunakan sesuai dan relevan dengan nilai-nilai karakter Hindu, yang terlihat dari perolehan nilai CVR 1. untuk aspek ini. Hal ini menunjukkan bahwa media pembelajaran ini sangat esensial dalam memperkenalkan konsep karakter Hindu kepada anak usia dini. Kata Kunci: Gerak dan Lagu Anak. Tri Kaya Parisudha. Karakter. Anak Usia Dini https://jayapanguspress. org/index. php/JPAH Pendahuluan Pendidikan karakter anak meliputi penanaman sikap terpuji sesuai dengan ajaran agama, sikap berbangsa dan bermasyarakat serta lingkungan sekitar anak, serta sikap terpuji demi kemaslahatan hidup anak itu sendiri (Khaironi, 2. Pendidikan ini tidak hanya berfokus pada aspek kognitif, tetapi juga pada perkembangan etika, kepribadian, dan sikap positif yang menjadi landasan hidup anak di masa depan. Pendidikan karakter bertujuan membentuk anak yang jujur, bertanggung jawab, bekerja sama, dan memiliki empati melalui berbagai kegiatan pembelajaran yang interaktif. Guru dan orang tua harus bekerja sama dalam pemberian pendidikan karakter pada anak (Devianti et al. , 2. Guru dan orang tua memiliki peran penting dalam membangun karakter anak dengan menjadi teladan serta mendukung pembelajaran di sekolah maupun di rumah. Pada jenjang pendidikan anak usia dini, pembentukan karakter dilakukan melalui pendekatan yang sesuai dengan dunia anak-anak, seperti bermain, bernyanyi, dan berinteraksi sosial. Salah satu cara yang efektif adalah melalui lagu dan gerakan yang Lagu-lagu yang disertai gerakan dapat membantu anak-anak memahami nilai-nilai moral dengan cara yang sederhana namun bermakna. Guru PAUD menggunakan aktivitas ini untuk memperkenalkan konsep-konsep moral dasar secara kreatif dan menyenangkan sehingga anak dapat menginternalisasi nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Melalui berbagai kegiatan tersebut dengan teman sebaya, anak-anak dapat belajar mengenai rasa hormat, toleransi, dan penghargaan terhadap perbedaan (Cahyaningrum et , 2. Pembentukan karakter merupakan perjalanan panjang dalam pendidikan anak, hasilnya baru bisa kita lihat setelah beberapa bulan bahkan tahun (Pratiwi, 2. Salah satu cara dalam membimbing anak untuk memperoleh karakter yang positif adalah melalui pendekatan agama. Dalam konteks pendidikan agama Hindu, konsep Tri Kaya Parisudha menjadi landasan dalam pembentukan karakter anak usia dini. Tri Kaya Parisudha merupakan salah satu kearifan lokal (Artawan & Ardiawan, 2. Konsep ini mencakup tiga dimensi utama, yaitu manahcika . erpikir bai. , wacika . erkata bai. , dan kayika . erbuat bai. (Nata & Sujana, 2. Ketiga dimensi ini memiliki relevansi yang kuat dalam pembentukan karakter karena mencakup seluruh aspek perilaku manusia, baik secara mental, verbal, maupun fisik. Manahcika mengajarkan anak untuk berpikir jujur, bertanggung jawab, dan kritis terhadap dampak tindakan mereka. Wacika membimbing anak untuk berkata sopan, menghormati orang lain, dan menggunakan katakata yang membangun. Sementara itu, kayika menekankan pada pentingnya tindakan positif seperti membantu teman, menjaga kebersihan, dan disiplin. Pendidikan karakter pada anak usia dini dalam konteks Tri Kaya Parisudha memberikan penekanan pada pengembangan ketiga dimensi ini secara seimbang. Anak-anak yang dibimbing melalui pendekatan ini dapat memiliki kemampuan untuk berpikir kritis tentang dampak dari tindakan mereka dan belajar untuk membuat keputusan yang berdasarkan pada nilai-nilai moral. Nilai-nilai Tri Kaya Parisudha dapat disampaikan dengan cara yang mudah dipahami oleh anak-anak melalui lagu dan Gerakan. Gerak dalam bernyanyi biasanya disesuaikan dengan tema lagu, lirik lagu, ritme dan tempo lagu yang dibawakan (Sudjono & Kusumastuti, 2. Lirik atau syair lagu menuntun anak untuk mengikuti gerakan yang dibawakan lagu tersebut (Rahayu et al. Lirik lagu yang memuat pesan moral mengajarkan anak untuk berpikir baik, berkata baik, dan berbuat baik. Aktivitas bernyanyi . agu dan gera. wajib dilakukan lembaga PAUD dalam setiap kegiatannya (Maharintan et al. , 2. Melalui kegiatan bernyanyi, anak menjadi lebih kreatif dan mudah memahami serta memaknai pesan yang disampaikan guru (Widjanarko, 2. Gerakan yang menyertai lagu memberikan pengalaman visual dan https://jayapanguspress. org/index. php/JPAH kinestetik yang membantu anak memahami dan mengingat pesan tersebut. Guru memberikan pengenalan konsep baik dan benar untuk menanamkan karakter manahcika ((Ardiawan & Padmadewi, 2. Lagu keagamaan yang sering digunakan dan diajarkan yaitu lagu keagamaan yang dikemas sesuai dengan tingkat perkembangan usia anak (Mertayasa, 2. Sebagai contoh, lagu tentang manahcika dapat disertai gerakan berpikir atau menunjuk kepala, sedangkan lagu wacika dilengkapi gerakan tangan di depan mulut untuk melambangkan berbicara sopan. Salah satu implementasinya mengucapkan selamat pagi kepada teman dan guru serta mengucapkan Om Swastyastu (Laksmi & Maduria, 2. Gerakan yang menunjukkan kesopanan menjadi dimensi kayika mengajarkan anak untuk memahami pentingnya kebiasaan baik seperti hormat kepada sesama teman, berperilaku yang baik dan bertanggung jawab. Dengan cara ini, lagu dan gerakan menjadi sarana efektif untuk menanamkan nilai moral dan spiritual Hindu dalam kehidupan sehari-hari anak-anak (Laksmi & Maduria, 2. Pendidikan karakter bagi anak usia dini sangat penting karena usia ini merupakan masa emas dalam perkembangan moral, sosial, dan emosional. Anak-anak belajar dengan meniru dan meresapi nilai-nilai yang diajarkan oleh lingkungan mereka. Dalam konteks ajaran Hindu, pendidikan karakter berbasis Tri Kaya Parisudha memberikan dasar yang kokoh untuk membangun kepribadian yang harmonis dan berintegritas. Anak-anak yang memahami konsep manahcika, wacika, dan kayika dapat tumbuh menjadi individu yang sadar akan dampak pikiran, perkataan, dan perbuatan mereka terhadap diri sendiri maupun orang lain. Tiga dimensi sikap baik dan benar ini disebut juga sebagai karakter Hindu. Pengenalan konsep baik dan benar harus diimbangi dengan pengendalian diri sebaik-baiknya (Puspa et al. , 2. Namun, hasil observasi di beberapa sekolah Hindu menunjukkan bahwa media pembelajaran berbasis konsep Tri Kaya Parisudha masih terbatas, terutama dalam bentuk lagu yang disertai gerakan. Lagu-lagu yang ada sering kali tidak memiliki variasi gerakan, sehingga anak-anak cepat merasa bosan. Berdasarkan observasi di TK Negeri Hindu Tunas Wangi di Gianyar, anak-anak lebih antusias ketika lagu dinyanyikan dengan gerakan yang menarik dan interaktif. Lagu-lagu nasional dengan gerakan yang menarik lebih diminati anak seperti lagu potong bebek angsa, balonku, dan topi saya bundar. Selain itu sekolah justru belum memiliki lagu bertema Tri Kaya Parisudha yang dikoleksi di sekolah. Sekolah hanya memanfaatkan media audio visual dari koleksi dokumen youtube. Hasil pengamatan dan observasi lapangan serta studi dokumentasi tersebut menjadi landasan yang kuat bagi peneliti untuk pengembangkan gerak dan lagu anak dengan tema konsep Tri Kaya Parisudha. Observasi awal ini menjadi analisis kebutuhan yang sangat diperlukan oleh sekolah untuk mengupayakan adanya lagu anak dengan basis konsep Tri Kaya Parisudha sebagai sekolah yang bernuansakan Hindu. Tujuan utama penelitian ini adalah mengembangkan media pembelajaran berupa gerak dan lagu berbasis konsep Tri Kaya Parisudha untuk mengenalkan karakter Hindu kepada anak usia dini. Penelitian ini juga bertujuan untuk memperkaya referensi lagu bernuansa Hindu yang dapat digunakan oleh lembaga pendidikan PAUD dan TK Hindu untuk menanamkan nilai-nilai karakter yang kokoh sejak usia dini. Sejalan dengan penelitian Sudarsana. Suwindia, dan Gata, bertujuan untuk mengamati implementasi metode belajar sambil bernyanyi untuk mengembangkan karakter baik . anak usia dini. Hasil penelitian Sudarsana. Suwindia, dan Gata menunjukkan implementasi yang berjalan dengan baik sehingga berimplikasi pada meningkatnya rasa senang dan nyaman anak dalam pembelajaran. Hal ini menunjukan keberhasilan guru dalam memberikan pendidikan karakter suputra melalui kegiatan bermain dan bernyayi (Sudarsana et al. https://jayapanguspress. org/index. php/JPAH Penelitian Ernawati. Meinita, dan Tarigan, bertujuan untuk melakukan pembentukan karakter anak usia dini melalui stimulasi dengan lagu. Hasil penelitian Ernawati. Meinita, dan Tarigan menunjukkan bahwa proses stimulasi dengan lagu menumbuhkan nilai-nilai seperti budi pekerti luhur, kerja keras, tanggung jawab, kemandirian, kerjasama, kepedulian, dan gotong royong (Ernawati et al. , 2. Penelitian Widjanarko bertujuan untuk manganalisis penanaman karakter anak usia dini melalui lagu nasional. Hasil penelitian Wijanarko menunjukkan bahwa anak-anak sangat antusias mengamati irama dan lirik lagu serta ikut bernyanyi dengan semangat sesuai dengan panduan guru. Hal ini memberi anak pengetahuan dengan mengenal dan mengerti jati diri bangsa sehingga memupuk nilai-nilai karakter bangsa dalam dirinya (Widjanarko. Berdasarkan tiga penelitian diatas pengenalan dan pendidikan karakter yang dilakukan melalui kegiatan bernyanyi sangat mendukung perkembangan nilai-nilai karakter anak. Maka pengembangan gerak dan lagu anak pada penelitian ini diharapkan mampu mengenalkan nilai karakter Hindu. Selain itu penelitian ini juga diharapkan dapat menambah lebih banyak referensi lagu-lagu yang bernuansa Hindu. Sehingga dapat dipergunakan oleh sekolah-sekolah PAUD atau TK yang bernuansa Hindu untuk menguatkan karakter Hindu sedari anak usia dini. Metode Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan (Research and Developmen. yang bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran berupa gerak dan lagu berbasis konsep Tri Kaya Parisudha sebagai media pengenalan karakter Hindu pada anak usia dini. Penelitian ini menggunakan model pengembangan ADDIE (Analysis. Design. Development. Implementation, and Evaluatio. , namun hanya sampai dengan validasi materi dan media tanpa melibatkan uji kelayakan lapangan. Subjek penelitian terdiri atas dua kelompok utama, yaitu kelompok ahli dan kelompok praktisi. Kelompok ahli melibatkan ahli pendidikan PAUD, ahli agama Hindu, dan ahli media pembelajaran untuk memberikan validasi terhadap isi, desain, dan tampilan media. Kelompok praktisi mencakup pendidik PAUD yang memberikan masukan terkait kesesuaian media dengan kebutuhan pembelajaran. Data penelitian dikumpulkan melalui observasi, wawancara, studi literatur, dan angket validasi. Observasi dilakukan untuk mengidentifikasi kebutuhan pembelajaran terkait pengenalan nilai-nilai Tri Kaya Parisudha pada anak usia Wawancara dilakukan dengan pendidik PAUD untuk memperoleh informasi tentang tantangan dalam mengintegrasikan nilai-nilai karakter ke dalam pembelajaran. Studi literatur digunakan untuk memperkuat dasar teori mengenai Tri Kaya Parisudha dan pendekatan pengembangan karakter anak usia dini. Angket validasi diberikan kepada para ahli untuk menilai kelayakan media berdasarkan aspek isi, desain, dan tampilan. Proses validasi dilakukan menggunakan teori Lawshe, yang mengukur relevansi dan kelayakan materi melalui penghitungan Content Validity Ratio (CVR). Setiap ahli memberikan penilaian terhadap setiap butir aspek validasi menggunakan skala Likert. CVR dihitung dengan rumus CVR=ycuyceOeycA/2ycA/2CVR= N/2n e OeN/2, dimana ycuyce adalah jumlah ahli yang menilai butir tersebut sebagai esensial, dan ycA adalah jumlah total ahli. Nilai CVR dibandingkan dengan nilai minimum berdasarkan jumlah ahli yang dilibatkan. Butir yang memiliki nilai CVR memenuhi kriteria minimum dianggap valid, sedangkan butir yang tidak memenuhi kriteria minimum direvisi sesuai masukan para ahli. Data penelitian dianalisis secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Data kualitatif dari wawancara, observasi, dan masukan ahli dianalisis melalui pengorganisasian data, pengkodean, dan interpretasi untuk memahami kebutuhan pembelajaran dan mengidentifikasi perbaikan produk. Data kuantitatif dari angket validasi dianalisis dengan CVR dan rata-rata skor penilaian untuk menentukan tingkat https://jayapanguspress. org/index. php/JPAH kelayakan media. Hasil akhir penelitian berupa media pembelajaran berbasis gerak dan lagu yang telah divalidasi dengan teori Lawshe dan dinilai layak sebagai media pengenalan nilai Tri Kaya Parisudha pada anak usia dini. Hasil dan Pembahasan Bentuk Gerak dan Lagu Anak Berbasis Konsep Tri Kaya Parisudha Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan gerak dan lagu yang efektif dalam mengenalkan konsep Tri Kaya Parisudha . erpikir baik, berkata baik, dan berbuat bai. kepada anak usia dini sebagai bagian dari pengembangan karakter Hindu. Berdasarkan hasil analisis awal terhadap kebutuhan serta wawancara dengan beberapa guru dan kepala sekolah di TK Negeri Hindu Tunas Wangi Bona, ditemukan bahwa bentuk gerak dan lagu yang dibutuhkan memiliki karakteristik sebagai berikut: Gerakan Fisik Sederhana. Menarik, dan Interaktif Gerakan yang diintegrasikan dalam lagu bentuknya sederhana dan menarik agar anak-anak dapat dengan mudah mengikuti dan menirunya. Gerakan seperti mencakupkan tangan, melambai tangan, atau gerakan memutar diimplementasikan untuk melibatkan anak dalam pembelajaran secara aktif. Gerakan-gerakan ini juga mencerminkan nilainilai Tri Kaya Parisudha seperti bersikap/perbuatan baik melalui gerakan simbolik seperti mencakupkan tangan yang menunjukkan gerakan hormat kepada guru. Lirik Lagu yang Sederhana dan Memuat Pesan Nilai-Nilai Karakter Lirik lagu yang digunakan menggunakan kosakata yang sederhana dan mudah dipahami oleh anak usia dini. Lirik mencerminkan pesan moral dari Tri Kaya Parisudha sehingga anak-anak dapat memahami pentingnya berpikir baik . , berkata baik . , dan berbuat baik . Lirik dalam lagu yang dikembangkan dirancang untuk memperkenalkan nilai-nilai moral melalui kata-kata sederhana namun penuh makna dengan menggunakan kosa kata dalam bahasa Bali Alus. Musik yang Menyenangkan dan Edukatif Musik yang mengiringi gerakan dan lagu mengarah pada karakteristik yang ceria dan menyenangkan untuk menambah daya tarik bagi anak-anak, namun tetap mengedukasi mereka mengenai konsep Tri Kaya Parisudha. Tempo musik yang dipilih disesuaikan dengan ritme yang nyaman untuk anak-anak, sehingga mereka dapat mengikuti irama dengan baik. Pemilihan nada-nada dalam mengaransemen musik menggunakan nada dengan karakter menyenangkan. Integrasi Kearifan Lokal dan Karakter Hindu Lagu dan gerak yang dikembangkan tidak hanya mencerminkan nilai-nilai Tri Kaya Parisudha, tetapi juga memasukkan unsur-unsur kearifan lokal yang relevan. Ini bertujuan agar anak-anak dapat mengenali nilai-nilai budaya dan agama dalam kehidupan sehari-hari mereka. Kearifan lokal yang diadaptasi dalam lagu juga membantu anak-anak dalam memahami nilai-nilai Tri Kaya Parisudha melalui konteks kehidupan nyata. Fleksibilitas Gerak dan Lagu dalam Pembelajaran Gerakan dalam lagu yang dikembangkan tidak memerlukan ruang yang besar, sehingga guru dapat menerapkannya dalam berbagai kondisi pembelajaran, baik di dalam kelas maupun di luar ruangan. Fleksibilitas gerakan menjadi elemen penting dalam memastikan lagu dan gerak dapat digunakan secara luas tanpa kendala fisik yang berarti. Tema Lagu yang Relevan dengan Kehidupan Sehari-hari Lirik lagu yang digunakan mengangkat tema yang relevan dengan kehidupan sehari-hari anak-anak. Misalnya, lirik yang mengajarkan anak untuk membantu orang lain, berbicara jujur, atau bersikap sopan dalam interaksi sosial sehari-hari. Ini memudahkan anak-anak untuk mengaitkan pesan moral yang terkandung dalam lagu dengan pengalaman mereka sendiri. Hasil analisis ini dapat disimpulkan bahwa bentuk https://jayapanguspress. org/index. php/JPAH gerak dan lagu yang dibutuhkan untuk pengenalan karakter Hindu melalui konsep Tri Kaya Parisudha pada anak usia dini adalah gerakan yang sederhana, lirik lagu yang mudah dipahami, musik yang menyenangkan, serta tema yang relevan dengan kehidupan sehari-hari anak. Selain itu, gerak dan lagu harus fleksibel, mudah diimplementasikan dalam berbagai situasi, dan mencerminkan kearifan lokal. Dukungan dari guru dalam penggunaan gerak dan lagu ini sangat penting, karena mereka dapat menjadi media yang efektif dalam membentuk karakter anak sesuai dengan nilai-nilai Tri Kaya Parisudha. Melalui pendekatan yang tepat dalam pengembangan gerak dan lagu ini, anak-anak usia dini dapat lebih mudah memahami dan menginternalisasi nilai-nilai karakter Hindu yang diajarkan, sehingga dapat diterapkan dalam kehidupan mereka sehari-hari. Pengembangan Gerak dan Lagu Anak Berbasis Konsep Tri Kaya Parisudha Sebagai Media Pengenalan Karakter Hindu Pada Anak Usia Dini Proses pengembangan gerak dan lagu anak berbasis Konsep Tri Kaya Parisudha sebagai media pengenalan karakter Hindu pada anak usia dini sekaligus menjawab rumusan masalah kedua yang diajukan. Jawaban dari beberapa rumusan masalah pada proses pengembangan ini secara tidak langsung terjawab pada tahapan proses yang Hasil penelitian pengembangan ini dibatasi sampai penilaian ahli materi dan ahli media. Penelitian tidak membahas efektifitas dari pengembangan gerak dan lagu anak sebagai pengenalan karakter Hindu pada anak usia dini. Penelitian ini telah menghasilkan 3 buah lagu yang bertemakan Trikaya Parisudha. Proses pengembangan dalam penelitian ini terdiri dari langkah-langkah proses yang sesuai dengan metode mengembangan ADDIE antara lain memperoleh hasil pada setiap prosesnya sebagai berikut: Tahap Analisis (Analyz. Pada tahap analisis beberapa poin penting menjadi dasar pertimbangan dalam pengembangan gerak dan lagu antara lain analisis kebutuhan, analisis kurikulum dan analisis karakteristik anak dan lingkungan. Ketiga poin penting tersebut menguatkan urgensi dari pengembangan gerak dan lagu ini dan selanjutnya diuraikan sebagai berikut: Analisis Kebutuhan Berdasarkan observasi awal yang telah dilakukan di TK Negeri Hindu Tunas Wangi Bona, ditemukan beberapa permasalahan antara lain sebagai berikut: Keterbatasan Media Pendidikan Karakter Hindu. Sebagian besar lembaga PAUD dan TK khususnya TK Negeri Hindu Tunas Wangi Bona yang menjadi objek penelitian tidak memiliki media pembelajaran yang spesifik untuk mengenalkan karakter Hindu kepada anak-anak. Media yang digunakan saat ini cenderung bersifat umum dan tidak secara khusus menekankan pada nilai-nilai karakter berbasis Tri Kaya Parisudha . erpikir baik, berkata baik, dan berbuat bai. Kesenjangan Antara Metode Pembelajaran dan Pengenalan Karakter Keterbatasan video lagu bernuasakan Hindu sebagai media pengenalan karakter Hindu telah disadari oleh tenaga pendidik di TK. Guru menyadari pentingnya pengenalan karakter Hindu pada anak usia dini, namun kesulitan dalam menemukan metode yang tepat dan menarik bagi anak-anak. Saat ini, metode yang lebih banyak digunakan adalah pengajaran konvensional seperti cerita dan penjelasan lisan, yang dianggap kurang interaktif dan sulit dipahami oleh anak-anak. Potensi Penggunaan Gerak dan Lagu Guru dan siswa memperlihatkan minat yang tinggi terhadap penggunaan gerak dan lagu sebagai metode pembelajaran. Mereka melihat gerak dan lagu sebagai media yang mampu meningkatkan partisipasi dan pemahaman anak-anak. Gerak dan lagu juga dianggap mampu menyampaikan pesan moral dan nilai-nilai Tri Kaya Parisudha secara menyenangkan dan mudah diingat oleh anak-anak. https://jayapanguspress. org/index. php/JPAH . Kebutuhan akan Integrasi Gerak dan Lagu Berbasis Tri Kaya Parisudha Berdasarkan wawancara, guru menyatakan bahwa mereka memerlukan media yang bisa menggabungkan unsur-unsur gerak, lagu, dan nilai-nilai Tri Kaya Parisuda. Guru berharap adanya media yang dapat digunakan secara rutin dalam kegiatan pembelajaran, yang dapat meningkatkan kualitas pendidikan karakter pada anak usia dini. Kompetensi Guru Pada Bidang Penciptaan Seni Musik. TK tidak memiliki guru yang secara khusus mempunyai kompetensi pada bidang penciptaan musik. Usaha guru-guru yang ada cukup kesulitan untuk menciptakan lagu bernuansa Hindu sehingga hanya menggunakan nada lagu yang sudah ada namun diganti . Analisis Kurikulum TK Negeri Hindu Tunas Wangi Bona menggunakan Kurikulum Merdeka namun beberapa indikator yang digunakan masih berpedoman pada kurikulum KKNI. Secara spesifik sebagai lembaga TK yang bernuansakan Hindu kurikulum pendidikan anak usia dini (PAUD dan TK) yang digunakan saat ini belum mencakup pengenalan karakter berbasis konsep Hindu, khususnya Tri Kaya Parisudha. Kurikulum yang ada kurang spesifik pada pendidikan karakter Hindu. Pengembangan karakter cenderung bersifat umum, seperti sikap sosial, kerjasama, dan aspek kemandirian. Guru lebih mengintegrasikan kurikulum dengan konsep Tri Kaya Parisudha yang ada dalam ajaran agama Hindu sebagai contoh-contoh dalam capaian pendidikan karakter Hindu. Berdasarkan hal tersebut dapat diuraikan indikator-indikator capaian pembelajaran kurikulum yang digunakan untuk dasar pengembangan gerak dan lagu ini. Beberapa indikator capaian pembelajaran pada aspek karakter diuraikan sebagai berikut: Tabel 1. Intergrasi Kurikulum Merdeka dan KKNI dengan Konsep Tri Kaya Parisudha Sebagai Indikator dalam Pengembangan Gerak dan Lagu Aspek Indikator Kurikulum Integrasi Konsep Indikator KKNI Pengembangan Merdeka Tri Kaya Parisudha Kognitif - Anak dapat mengenali - Kemampuan - Manahcika: Anak (Manahcika dan meneladani sifatberpikir logis dan diajak untuk Pikiran yang sifat Tuhan melalui analitis dalam berpikir positif. Bena. pelajaran agama dan memahami sifatperilaku sehari-hari. masalah, termasuk sifat Tuhan, serta - Anak mampu memiliki pemikiran memahami perbedaan keyakinan dan terbuka dalam agama dan kepercayaan pandangan agama. orang lain serta - Mampu perbedaan agama. menunjukkan toleransi. - Anak dilatih untuk - Anak dapat dan memecahkan menyebutkan namamasalah secara pemikiran yang nama sifat Tuhan dan mandiri dalam benar dan sesuai ajaran moral yang baik konteks sosial dan dengan ajaran sesuai agama mereka. Sosial (Wacika - Anak dapat berbicara - Mampu - Wacika: Anak -Perkataan santun dan penuh kasih berkomunikasi dilatih untuk yang Bena. kepada teman, guru, dengan baik secara berkata yang benar, dan keluarga. lisan dan tulisan baik, dan sopan. - Anak menggunakan dalam kehidupan Anak diajarkan kata-kata terpuji seperti sosial dan tolong, terima kasih, maaf, dan salam dalam - Mengembangkan dengan https://jayapanguspress. org/index. php/JPAH interaksi sehari-hari. menggunakan kata- Anak mampu menjaga berkomunikasi kata yang positif, hubungan baik dengan untuk membangun menghormati orang teman yang berbeda kerja sama dan lain, serta agama dengan menunjukkan sikap lingkungan yang Motorik - Anak menjaga - Kemampuan - Kayika: Anak (Kayika kebersihan diri, melakukan tugas diajarkan untuk Perbuatan yang lingkungan, dan alam atau tanggung berbuat baik. Bena. sebagai bentuk syukur jawab dengan tepat menjaga atas karunia Tuhan. sesuai standar kebersihan, serta - Anak menunjukkan kerja atau etika perilaku baik dengan lingkungan dan menyayangi sesama - Mampu sesama makhluk makhluk hidup Perbuatan . anusia, hewan, dan nilai-nilai moral yang benar dan etika dalam mencakup aksi - Anak mampu tindakan nyata nyata seperti mengikuti kegiatan melakukan kegiatan ibadah, membaca kitab mencerminkan ibadah, membantu suci, dan ritual tanggung jawab teman, dan menjaga keagamaan lainnya sesuai dengan keyakinan mereka. Sumber: Peneliti, 2024 Tabel 1, menunjukkan indikator dari Kurikulum Merdeka dan KKNI yang diintegrasikan dengan karakter Hindu sesuai dengan konsep Tri Kaya Parisudha . anahcika, wacika, kayik. Intergrasi antara kurikulum dan konsep utama Tri Kaya Parisudha, manahcika . ikiran yang bena. , wacika . erkataan yang bena. , dan kayika . erbuatan yang bena. dalam lagu dan gerakan anak. Konsep Tri Kaya Parisudha menekankan pendekatan pada elemen-elemen yang sesuai dengan perkembangan anak usia dini dan tujuan pembelajaran. Hasil analisis menunjukkan identifikasi aspek utama yang harus diperhatikan dalam pengembangan lagu dan gerakan: Manahcika (Pikiran Yang Bena. Lagu dan gerakan membantu anak memahami dan mempraktikkan berpikir positif. Ini diterjemahkan dalam lirik lagu yang memotivasi anak untuk selalu berpikir baik, misalnya dengan memuji ciptaan Tuhan, merenungkan hal-hal baik, dan memikirkan cara-cara untuk membantu orang lain. Lagu dan gerakan juga menekankan pentingnya pengendalian pikiran, seperti menahan amarah dan rasa iri. Gerakan yang tenang dan penuh konsentrasi mencerminkan pengendalian diri dalam menghadapi tantangan seharihari. Lagu ditambahkan lirik yang mengajak anak untuk merefleksikan tindakan mereka dan bersyukur. Gerakan-gerakan lembut seperti gerakan kepala menunduk atau gerakan meditasi dapat mendukung tema ini. Wacika (Perkataan Yang Bena. Lagu dan gerakan mengajarkan anak untuk menggunakan perkataan yang baik dan penuh kasih sayang. Ini dilakukan dengan menambahkan lirik lagu yang berisi katakata sopan seperti tolong, maaf, terima kasih, permisi, dan ucapan syukur. Gerakan yang melibatkan interaksi verbal atau gestur lembut dapat mencerminkan perkataan baik. Lagu mengajarkan anak pentingnya berbicara dengan sopan kepada teman, keluarga, dan orang https://jayapanguspress. org/index. php/JPAH tua. Gerakan tangan yang membuka atau gerakan memberi dapat menguatkan makna ini. Lirik lagu yang memuji Tuhan dan memberikan ucapan syukur mengajarkan anak untuk selalu bersyukur dan berbicara dengan bahasa yang positif. Kayika (Perbuatan Yang Bena. Lagu dan gerakan menekankan pentingnya perbuatan baik, seperti membantu sesama, menjaga lingkungan, dan merawat diri. Lirik lagu memuat ajakan untuk melakukan perbuatan baik, sedangkan gerakan tangan atau tubuh bisa menggambarkan tindakan-tindakan yang positif. Lagu mengajak anak untuk menjaga kebersihan lingkungan dan merawat alam sebagai karunia Tuhan. Gerakan yang meniru tindakan menyiram tanaman, merapikan mainan, atau menjaga kebersihan bisa mencerminkan ajaran ini. Lirik lagu memuat ajakan untuk melakukan ibadah seperti berdoa atau melakukan ritual agama, sedangkan gerakan yang mendukung seperti sembah atau gerakan tangan meniru pemberian dapat melambangkan aksi nyata dalam membantu Melalui integrasi kurikulum dengan ketiga aspek utama konsep Tri Kaya Parisudha ini anak-anak tidak hanya belajar melalui kata-kata, tetapi juga melalui tindakan fisik yang mencerminkan nilai-nilai moral dan spiritual Tri Kaya Parisudha untuk mewujudkan karakter Hindu. Analisis Karakteristik Anak dan Lingkungan Analisis karakteristik anak dan lingkungan di Bali sangat penting karena budaya Bali memiliki pengaruh mendalam terhadap perkembangan anak-anak, terutama dalam membentuk nilai-nilai moral, spiritual, dan sosial. Berikut adalah pembahasan terkait karakteristik anak dan lingkungan yang relevan dalam konteks budaya Bali: Karakteristik Anak Usia Dini di Bali Anak usia dini di Bali tumbuh dalam lingkungan yang sarat nilai agama, adat istiadat, dan tradisi Hindu, yang membentuk pemahaman mereka tentang dunia, moral, dan perilaku sehari-hari. Pengalaman mereka terlibat dalam ritual keagamaan seperti sembahyang, upacara Galungan dan Kuningan, serta membuat persembahan . memperkuat nilai religius dan spiritual. Pengembangan gerak dan lagu berbasis Tri Kaya Parisudha . anahcika, wacika, kayik. sangat relevan, karena anak-anak sudah terbiasa dengan gerakan ritual, doa, dan mantra, yang dapat diadaptasi ke dalam tari dan lagu untuk menanamkan nilai moral. Lingkungan sosial komunal seperti banjar mengajarkan nilai kebersamaan, gotong royong, dan hormat, sejalan dengan wacika dan kayika, sehingga gerak tari dan lirik lagu berbasis interaksi sosial dapat mendukung kesadaran sosial anak. Keterlibatan dalam seni tradisional, seperti tari Bali dan gamelan, juga membantu pengembangan motorik, sementara kemampuan multilingual anak mempermudah pembelajaran nilai moral melalui lagu dalam berbagai bahasa, dengan penekanan pada bahasa Bali untuk memperkuat pengenalan nilai agama Hindu. Karakteristik Lingkungan di Bali Lingkungan fisik dan sosial di Bali, yang kaya akan nilai budaya, agama, dan keindahan alam, memberikan pengaruh besar pada perkembangan karakter anak melalui ajaran moral dan spiritual sehari-hari. Bali, dengan ribuan pura dan tradisi keagamaan yang kuat, mendukung implementasi Tri Kaya Parisudha dalam gerak dan lagu, karena anak-anak tumbuh dalam kesadaran spiritual yang tinggi. Gerakan seperti sembah dan membuat persembahan serta lagu yang memuat doa atau pujian kepada Tuhan dapat memperkuat nilai religius mereka. Sistem sosial banjar menanamkan solidaritas, gotong royong, dan keharmonisan sosial, mendukung pengajaran nilai wacika dan kayika melalui gerak tari dan lirik lagu yang mencerminkan kerja sama dan rasa hormat. Keindahan alam Bali juga membentuk kesadaran lingkungan anak, yang dapat diajarkan melalui gerakan simbolis seperti merawat alam dan lagu-lagu bertema syukur serta pelestarian. https://jayapanguspress. org/index. php/JPAH Analisis ini, pengembangan gerak dan lagu berbasis Tri Kaya Parisudha menjadi pendekatan yang efektif untuk mengenalkan karakter Hindu kepada anak-anak. Berdasarkan data analisis diatas disimpulkan bahwa gerak lagu yang dibutuhkan adalah bentuk gerak dan lagu yang mencirikan karakter Hindu dengan menggunakan syair lagu dalam bahasa daerah Bali yang halus dan gerakan yang menunjukkan gestur tubuh positif dan santun. Gestur tubuh yang positif dan santun adalah gerakan yang sesuai dengan implementasi dari konsep Tri Kaya Parisudha. Sehingga menjadi karakter positif bagi Penggunaan Bahasa daerah Bali pada tingkatan yang halus sebagai syair lagu merupakan salah satu implementasi ucapan dan perkataan yang positif sesuai dengan konsep Tri Kaya Parisudha. Tahap Perancangan (Desig. Pada tahap perancangan digunakan Blueprint model dalam pengembangan gerak dan lagu berbasis konsep Tri Kaya Parisuda. Hal ini bertujuan untuk menciptakan sebuah media yang sesuai dengan tingkat perkembangan kognitif, sosial, dan keterampilan motorik anak usia dini, sekaligus mengintegrasikan nilai-nilai agama Hindu dalam bentuk yang mudah dipahami dan diterapkan oleh anak-anak. Desain ini berfokus pada tiga elemen utama: manahcika . ikiran yang bena. , wacika . erkataan yang bena. , dan kayika . erbuatan yang bena. , yang menjadi inti dari ajaran moral Hindu. Berikut adalah konsep blueprint model dalam bentuk tabel yang menjelaskan desain gerak dan lagu untuk menyeimbangkan perkembangan anak usia dini dalam tiga aspek utama, kognitif, sosial, dan motorik, serta implementasi nilai-nilai Tri Kaya Parisuda. Tabel 2. Blueprint Model Dalam Pengembangan Gerak Dan Lagu Berbasis Konsep Tri Kaya Parisuda Aspek Tujuan Implementasi dalam Implementasi dalam Gerak Lagu Kognitif Merangsang Lagu dengan lirik Gerakan kepala menunduk (Manahcika - kemampuan sederhana yang dan menghadap ke atas Pikiran yang berpikir anak perlahan, melambangkan Bena. untuk mengenali berpikir positif dan refleksi dan pemikiran menjaga pikiran Gerakan mata fokus menginternalisasi tetap baik, sesuai ke satu arah, konsep moral dengan Manahcika. melambangkan konsentrasi seperti kebaikan. Pengulangan lirik pada hal yang baik. kesucian pikiran, membantu dan pengendalian menginternalisasi pesan moral. Sosial Mengembangkan Lagu mengajarkan Gerakan tangan terbuka ke (Wacika kemampuan anak kata-kata sopan dan depan . emberi dan Perkataan menghormati dalam menyap. , gerakan tangan yang Bena. interaksi sehari-hari, menyatu di dada . , dengan sesama sesuai dengan secara baik dan Wacika. Lirik penghormatan, permintaan sopan, serta memberikan contoh maaf, dan terima kasih. perkataan baik dan orang lain. https://jayapanguspress. org/index. php/JPAH Motorik (Kayika Perbuatan yang Bena. Mengembangkan Lagu dengan lirik Gerakan mengambil dan yang mengajak anak memberi . angan bergerak motorik anak untuk melakukan memberi sesuatu, perbuatan baik melambangkan tolongmengajarkan dalam kehidupan menolon. , gerakan perbuatan baik sehari-hari, seperti menyapu . elambangkan dalam kehidupan tolong-menolong menjaga kebersihan sehari-hari, dan menjaga alam. Gerakan ini sesuai dengan melatih keterampilan konsep Kayika. motorik dan moral. Sumber: Peneliti, 2024 Tabel 2, memberikan gambaran implementasi desain gerak dan lagu yang mengintegrasikan nilai-nilai Tri Kaya Parisudha untuk mendukung perkembangan anak dalam tiga aspek utama: kognitif, sosial, dan motorik, serta membentuk karakter yang selaras dengan ajaran Hindu. Tahap Pengembangan (Developmen. Proses pengembangan gerak dan lagu berbasis konsep Tri Kaya Parisudha melibatkan beberapa tahap penting diantaranya, penciptaan lagu . irik dan aransemen musi. , pengembangan koreografi . , dan perekaman. Setiap tahapan ini dirancang secara terstruktur untuk memastikan bahwa hasil akhir tidak hanya sesuai dengan tujuan pembelajaran, tetapi juga terintegrasi dengan nilai-nilai manahcika . ikiran yang bena. , wacika . erkataan yang bena. , dan kayika . erbuatan yang bena. Berikut ini dijelaskan tahap demi tahap proses pengembangan gerak dan lagu anak berbasis konsep Tri Kaya Parisudha: Tahap Penciptaan Lagu Tahap ini meliputi dua tahapan proses diantaranya penciptaan lirik lagu dan penciptaan musik lagu. Tahap Penciptaan Lirik Lagu Proses penciptaan lirik merupakan langkah pertama dan penting dalam pengembangan media ini. Lirik lagu yang diciptakan mencerminkan nilai-nilai Tri Kaya Parisuda dan sesuai dengan tingkat perkembangan kognitif, sosial, dan emosional anak usia dini. Berikut adalah langkah-langkah dalam tahap penciptaan lirik lagu: Penentuan Tema dan Pesan Utama Langkah pertama adalah menentukan tema utama lagu yang mengajarkan aspek manahcika, wacika, dan kayika. Tema yang dipilih dalam pembuatan lirik lagu ini adalah pengertian tentang bagian dari Tri kaya Parisudha. Hal ini sesuai dengan wawancara yang dilakukan pada kepala sekolah TK Negeri Tunas Wangi Bona Ibu Ni Made Citariani yang menyatakan bahwa: anak-anak masih belum tahu arti dari bagian-bagian Tri Kaya Parisudha, untuk lagu ini temanya mungkin tentang arti dari bagian Tri kaya Parisudha. Berdasarkan analisis dari hasil wawancara tema yang dijadikan dasar untuk menciptakan ketiga lagu adalah pengertian tentang konsep Tri Kaya Parisudha. Melihat kebutuhan karakteristik dan lingkungan menunjukkan lirik lagu yang dibutuhkan adalah lirik yang menggunakan bahasa daerah bali. Kemudian untuk mencapai kebutuhan kurikulum maka lirik yang digunakan adalah lirik yang menggunakan bahasa Bali Alus. Pemilihan bahasa Bali Alus selain merupakan bahasa yang menjadi lingkungan seharihari anak. Bahasa Bali Alus menjadi salah satu indikator yang sesuai dengan nilai-nilai dari integrasi antara kurikulum dengan konsep Tri Kaya Parisuda yaitu wacika parisudha . erkata yang bai. Penggunaan bahasa Bali Alus mengajarkan anak pada etika Kesopanan yang dibiasakan menjadikan anak memiliki kebiasaan berkata yang baik. Tiga lirik lagu yang dibuat pada tahap ini dituliskan dalam tabel 3: https://jayapanguspress. org/index. php/JPAH Tabel 3. Tiga Lirik Lagu Berbasis Konsep Tri Kaya Parisuda Lirik 1. (Nada Pelo. Lirik 2. (Nada Pelo. Lirik 3. ada slendr. Trikaya parusuda Melajah ningkahang awak Tiga dasar melaksana Tingkahe tetelu jati Mapapineh sane luwih Manacika mapineh Metu saking budi satwa Mawacana sane becik Wacanane ngawe becik Melaksana sane patut Wacika mebawos becik Kayika laksana luwih Nike mawasta trikaya Kayika melaksana ne Anggen ngemban sanghyang atma Sumber: Peneliti, 2024 Tiga lirik lagu yang dibuat dalam penelitian ini memiliki tujuan yang jelas untuk mengintegrasikan nilai-nilai Tri Kaya Parisuda dalam pengajaran karakter anak usia dini. Setiap lirik disusun dengan menggunakan nada yang berbeda (Pelog dan Slendr. untuk menyesuaikan dengan prinsip-prinsip musikal Bali dan membantu anak-anak lebih mudah menerima dan mengingat pesan moral yang terkandung dalam lagu. Penyusunan Melodi dan Musik Melodi dirancang agar menyenangkan dan mudah dinyanyikan oleh anak-anak. Ritme dan nada yang sederhana digunakan untuk memastikan anak-anak dapat mengikuti lagu dengan mudah. Musik latar menggunakan instrumen yang familiar di Bali, seperti gamelan, untuk menciptakan suasana yang harmonis dan kontekstual sesuai dengan budaya lokal. Intrumen gamelan yang dipilih untuk digunakan dalam membuat melodi dan musik diantaranya adalah ganggsa, jublag, jegog, kajar, ceng-ceng dan gong. Gambar 1. Instrumen Tradisional Bali (Sumber: Dokumentasi Peneliti, 2. Berdasarkan karakteristik instrument tradisional Bali tersebut pada Gambar 1. maka nada yang digunakan adalah nada laras Pelog dan laras Slendro. Dalam tradisi musik gamelan Bali, ada dua sistem tangga nada yang sangat penting dan sering digunakan, yaitu pelog dan slendro. Kedua tangga nada ini memiliki karakteristik dan sifat yang berbeda, yang dapat digunakan secara kontekstual untuk mendukung tema dan suasana lagu yang akan dikembangkan dalam penelitian ini. Notasi nada dalam nada pelog adalah 1 . , 3 . , 4 . , 5 . , 7. , 1. Sifat dan karakter tangga nada pelog antara lain menunjukkan karakter emosional dan formal. Pelog sering kali digunakan dalam musik yang membutuhkan suasana yang lebih emosional, formal, dan Tangga nada ini menciptakan suasana yang penuh perasaan, sering digunakan dalam upacara keagamaan atau tarian yang lebih serius dan sakral. Karakter musik ini cocok untuk tema spiritual dan refleksi. Hal ini karena sifatnya yang mendalam dan Pelog sangat cocok digunakan dalam lagu yang mengajarkan nilai-nilai manahcika . ikiran yang bena. , di mana suasana yang tenang, khusyuk, dan reflektif Misalnya, saat anak-anak diajarkan untuk berpikir positif dan merenungkan tindakan mereka, nada pelog dapat membantu menciptakan suasana yang mendorong refleksi batin. https://jayapanguspress. org/index. php/JPAH Pelog memiliki melodi yang lembut tetapi tetap menggugah perasaan. Ini bisa memperkuat pesan-pesan moral yang disampaikan melalui lagu, terutama ketika anakanak diajak untuk merenungkan konsep spiritual seperti rasa syukur dan pengendalian Pada lagu-lagu yang mengajarkan anak-anak untuk berpikir positif dan mengendalikan pikiran mereka agar selaras dengan manahcika. Pelog akan membantu menciptakan suasana yang mendalam dan reflektif, sehingga anak-anak lebih mudah menyerap nilai-nilai yang diajarkan. Notasi nada dalam nada slendro adalah 1 . , 2 . , 3 . , 5 . , 6 . , 1 . Tangga nada slendro memliki sifat karakter ceria dan Slendro dikenal memiliki karakter yang lebih ceria dan dinamis dibandingkan dengan pelog. Musik yang menggunakan slendro cenderung lebih ringan dan sederhana, sering kali digunakan dalam tarian dan acara yang lebih gembira dan tidak terlalu formal. Tangga nada slendro sangat cocok untuk digunakan dalam lagu yang mengajarkan wacika . erkataan yang bena. dan kayika . erbuatan yang bena. Karena karakternya yang ceria, slendro bisa membantu menciptakan suasana yang positif dan menyenangkan, terutama ketika anak-anak diajarkan tentang pentingnya berkata baik, membantu teman, atau menjaga lingkungan. Sifat melodi slendro yang lebih sederhana dan mengalir membuatnya mudah diikuti oleh anak-anak. Nada Ini sangat relevan dalam penelitian ini, karena lagu-lagu yang diciptakan harus mudah dipahami dan diingat oleh anak usia dini. Penggunaan nada pelog dan slendro dalam pengembangan gerak dan lagu anak berbasis konsep Tri Kaya Parisuda, menjadi sangat penting karena keduanya bisa menciptakan suasana yang berbeda tetapi saling melengkapi, sesuai dengan tujuan pengajaran Tri Kaya Parisuda. Pelog digunakan untuk lagu-lagu yang bertema lebih spiritual dan reflektif, untuk mengajarkan manahcika . ikiran yang bena. Nada-nada pelog dapat membantu anak-anak memahami pesan-pesan moral yang membutuhkan konsentrasi dan penghayatan yang lebih mendalam. Slendro digunakan untuk lagu-lagu yang bertema ceria dan positif, untuk mengajarkan wacika . erkataan yang bena. dan kayika . erbuatan yang bena. Nada-nada slendro yang lebih ringan dan dinamis akan membuat pembelajaran lebih menyenangkan dan mudah diikuti oleh anak-anak. Revisi dan Uji Coba Lirik dan Musik Setelah lirik dan melodi selesai, dilakukan uji coba kepada 5 . validator ahli untuk melihat apakah materi lagu yang dibuat mudah sudah mengandung nilai nilai kurikulum yang terintegrasi dengan konsep Tri Kaya Parisuda. Evaluasi ini menghasilkan beberapa kata yang masih sulit dipahami oleh anak-anak diganti dengan kata yang lebih sederhana. Kata yang diganti adalah kata anggen ngemban sanghyang atma yang kemudian diganti dengan kata anggen sesuluh senu meurip Gambar 2. Lirik dan Notasi Lagu 1 Berbasis Konsep Tri Kaya Parisudha Setelah Revisi Lirik (Sumber: Peneliti, 2. https://jayapanguspress. org/index. php/JPAH Gambar 3. Lirik dan Notasi Lagu 2 Berbasis Konsep Tri Kaya Parisudha Setelah Revisi Lirik (Sumber: Peneliti, 2. Gambar 4. Lirik dan Notasi Lagu 3 Berbasis Konsep Tri Kaya Parisudha Setelah Revisi Lirik (Sumber: Peneliti, 2. Tahap Pengembangan Koreografi Setelah penciptaan lagu selesai, langkah berikutnya adalah mengembangkan koreografi atau gerak tari yang sesuai dengan pesan dari setiap lagu. Koreografi ini harus mempertimbangkan perkembangan motorik anak usia dini dan mencerminkan nilai-nilai Tri Kaya Parisuda. Penentuan gerak utama . otif gera. Setiap lagu akan memiliki gerakan dasar yang mendukung pesan dari liriknya. Gerakan ini disesuaikan dengan kemampuan motorik anak usia dini, sehingga tidak terlalu rumit tetapi tetap mencerminkan makna moral yang diajarkan. Implementasi indikator-indikator dari Kurikulum Merdeka dan KKNI yang diintegrasikan dengan konsep Tri Kaya Parisudha dalam bentuk gerakan tari Bali dapat diterapkan melalui gerakan yang mencerminkan manahcika . ikiran yang bena. , wacika . erkataan yang bena. , dan kayika . erbuatan yang bena. Berikut adalah contoh gerakan tari Bali yang dapat digunakan untuk menggambarkan setiap aspek dari Tri Kaya Parisudha. Berikut adalah tabel yang merangkum konsep gerakan tari Bali yang terintegrasi dengan Tri Kaya Parisudha dalam pengajaran anak usia dini, sesuai dengan aspek kognitif, sosial, dan motorik: https://jayapanguspress. org/index. php/JPAH Tabel 4. Implementasi Penciptaan Gerak Berbasis Konsep Tri Kaya Parisudha Aspek Gerakan Deskripsi Implementasi Manahcika Gerakan Kepala Melambangkan Gerakan ini dilakukan (Ujung Kepala pada awal atau akhir Menghadap ke Atas pengendalian tarian, sebagai simbol atau Menunduk pikiran, dan sikap meditasi dan refleksi Secara Lembu. berpikir positif. untuk menjaga pikiran Gerakan Mata Mencerminkan Gerakan mata yang (Selede. pemusatan pikiran mengikuti arah tertentu yang kuat, diterapkan untuk mengajarkan anak untuk fokus dalam perhatian pada hal yang berpikir benar. benar dan penting. Wacika Kayika Gerakan Tangan (Ngepak atau Gerakan Tangan Terbuk. Melambangkan perkataan yang baik, tulus, sopan, dan penuh hormat. Gerakan Menghormat (Semba. Melambangkan rasa hormat dan ucapan syukur kepada Tuhan dan Gerakan Kaki (Langkah atau Tapak Kaki Kuat Age. Melambangkan stabilitas dan tindakan yang kuat, mengajarkan anak untuk melakukan perbuatan yang Gerakan Mengayun Melambangkan (Kaki dan Tanga. kasih sayang dan perbuatan penuh cinta terhadap sesama dan alam. Gerakan Mengambil dan Memberi Melambangkan perbuatan baik, seperti memberi bantuan atau Gerakan tangan terbuka kebiasaan berkata baik seperti "terima kasih", "tolong", dan "maaf" saat diiringi lagu. Gerakan sembah diterapkan untuk penghormatan kepada orang tua, guru, atau sesama, diiringi lagu yang mengajarkan etika. Gerakan agem dilakukan untuk mengajarkan tindakan nyata seperti membantu teman, merawat lingkungan, atau menjaga kebersihan. Gerakan mengayun diterapkan saat tarian mengisahkan kasih sayang terhadap makhluk hidup dan alam Gerakan tangan yang mengambil atau memberi digunakan untuk mengajarkan anak agar selalu membantu orang lain dan bersikap Sumber: Peneliti, 2024 https://jayapanguspress. org/index. php/JPAH Tabel 4. memberikan gambaran tentang bagaimana gerakan tari Bali yang sederhana dan bermakna dapat diterapkan dalam pengajaran anak usia dini, sesuai dengan konsep Tri Kaya Parisuda, untuk mengembangkan karakter anak dalam aspek kognitif, sosial, dan motorik. Gambar 5. Implementasi Gerak Berbasis Konsep Tri Kaya Parisudha (Sumber: Dokumentasi Peneliti, 2. Gambar 5 menunjukkan gerakan tari Bali dapat menjadi media yang efektif untuk mengajarkan nilai-nilai Tri Kaya Parisudha. Setiap aspek manahcika . ikiran yang bena. , wacika . erkataan yang bena. , dan kayika . erbuatan yang bena. dapat diwakili oleh gerakan-gerakan tari yang memiliki makna spiritual dan moral yang dalam. Implementasi gerakan ini tidak hanya membantu anak-anak untuk belajar tentang nilainilai agama dan budaya Hindu, tetapi juga membantu mereka dalam mengembangkan karakter positif melalui gerakan yang teratur, disiplin, dan penuh makna. Tahap Perekaman Perekaman lagu dan koreografi menjadi tahap akhir dalam proses pengembangan Perekaman dilakukan untuk memastikan hasil akhir dapat digunakan sebagai media pembelajaran bagi anak-anak usia dini di berbagai tempat, baik di sekolah maupun di Berikut adalah tabel yang merangkum proses perekaman dan pengeditan yang dilakukan untuk menghasilkan lagu dan video gerak yang sesuai dengan konsep Tri Kaya Parisudha: Tabel 5. Tahapan Perekaman Video Gerak dan Lagu Anak Berbasis Konsep Tri Kaya Parisudha Langkah Deskripsi Tujuan Perekaman Lagu direkam di studio dengan Menyediakan audio lagu yang Audio Lagu melibatkan penyanyi anak-anak atau menarik dan sesuai dengan dewasa yang memiliki suara yang audiens anak-anak, dengan cocok untuk audiens anak-anak. menggunakan instrumen Bali Instrumen tradisional Bali . untuk juga digunakan untuk menciptakan budaya lokal. suasana khas Bali. Perekaman Video direkam dengan menampilkan Menciptakan visual yang Video Gerak guru-guru yang menari mengikuti menarik dan mudah diikuti dan Lagu gerakan yang sudah dikoreografikan. anak-anak. Perekaman dengan memperkenalkan gerakan tari memperhatikan estetika tari Bali dan Bali dan budaya lokal. suasana yang menyenangkan untuk anak-anak. https://jayapanguspress. org/index. php/JPAH Perekaman Video dengan Pakaian Adat Bali Pakaian adat Bali yang sederhana dan Memperkuat aspek budaya sesuai dengan usia anak-anak lokal dan memberikan contoh digunakan dalam video. Setiap yang mudah dipahami oleh gerakan diatur agar terlihat jelas, anak-anak. sehingga mudah ditiru anak-anak yang menonton. Pengeditan Setelah perekaman selesai, video dan Memastikan bahwa video dan dan Finalisasi audio diedit untuk menciptakan hasil lagu yang dihasilkan menarik, akhir yang harmonis. Pengeditan mudah diikuti, dan pesan memastikan lagu dan gerak terlihat moral dapat tersampaikan moral dengan baik. tersampaikan dengan jelas. Sumber: Peneliti, 2024 Tabel 5. memberikan gambaran singkat mengenai langkah-langkah yang diambil untuk merekam dan menghasilkan materi yang dapat membantu anak-anak memahami nilai-nilai moral melalui lagu dan gerak tari Bali. Distribusi dan Implementasi Setelah perekaman dan pengeditan selesai, hasil akhir dari lagu dan gerak ini siap didistribusikan ke sekolah lokasi penelitian. Lagu dan gerak dapat digunakan sebagai bagian dari kegiatan pembelajaran di kelas, terutama pada saat pelajaran agama Hindu, kesenian, atau kegiatan ekstrakurikuler seperti tari Bali. Media ini juga dapat digunakan oleh orang tua untuk mengajarkan anak-anak di rumah tentang pentingnya berpikir, berkata, dan berbuat baik melalui kegiatan yang menyenangkan dan interaktif. Tahap Implementasi (Implementatio. Uji Validasi Pakar PAUD Validator dari ahli pakar PAUD terdiri dari lima ahli dengan hasil sebagai berikut: Tabel 6. Hasil Perhitungan Validasi Materi Pakar PAUD dengan rumus CVR Lawshe Butir ne N/2 Ne- CVR ((NeMin Keterangan Pertanyaan N/2 N/. :(N/. ) Value CVR Valid Valid Valid Valid 99 Tidak valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Sumber: Peneliti, 2024 Ket: = banyak validator memberikan nilai relevan = 5 . Min Value CVR = 0,99 CVR Ou 0,99 = Valid https://jayapanguspress. org/index. php/JPAH Berdasarkan tabel 6. diatas dari 11 butir pertanyaan yang divalidasi, sebagian besar dinilai sebagai valid oleh para validator. Hasil validasi materi pakar PAUD, sebagian besar butir mendapatkan nilai CVR yang menunjukkan bahwa validator secara konsisten sepakat tentang validitas butir-butir tersebut. Butir yang terkait dengan kualitas musik . adalah satu-satunya yang menunjukkan adanya sedikit ketidaksepakatan, dengan beberapa validator merasa bahwa aransemen musik masih dapat ditingkatkan agar lebih menarik. Secara keseluruhan, hasil ini menunjukkan bahwa program pembelajaran berbasis gerak dan lagu ini telah memenuhi sebagian besar standar yang diperlukan, dengan beberapa area yang masih dapat ditingkatkan. Uji Validasi Pakar Pendidikan Karakter Validator dari ahli pakar PAUD terdiri dari lima ahli dengan hasil sebagai berikut: Tabel 7. Hasil Perhitungan Validasi Pakar Pendidikan Karakter Dengan Rumus CVR Lawshe Butir ne N/2 Ne- CVR ((NeMin Keterangan Pertanyaan N/2 N/. :(N/. ) Value CVR Valid Valid Valid Tidak Valid Tidak Valid Valid Valid Tidak Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Sumber: Peneliti, 2024 Ket: = banyak validator memberikan nilai relevan = 5 . Min Value CVR = 0,99 CVR Ou 0,99 = Valid Berdasarkan analisis tersebut dapat disimpulkan bahwa 12 dari 15 butir pertanyaan dinilai Valid, artinya semua validator setuju bahwa pertanyaan tersebut esensial untuk diukur. 3 dari 15 butir pertanyaan dinilai Tidak Valid, menunjukkan adanya ketidaksepakatan di antara validator mengenai esensialitas pertanyaan tersebut. Rekomendasi untuk butir yang tidak valid adalah melakukan revisi atau penyempurnaan agar lebih sesuai dengan tujuan validasi dan kebutuhan pembelajaran. Uji Validasi Pakar Hinduisme Validator dari ahli pakar Hinduisme terdiri dari lima ahli dengan hasil sebagai https://jayapanguspress. org/index. php/JPAH Tabel 8. Hasil Perhitungan Validasi Pakar Hinduisme dengan rumus CVR Lawshe Butir Ne N/2 Ne CVR ((NeMin Keterangan Pertanyaan N/. :(N/. ) Value N/2 CVR Valid Valid Valid Tidak Valid Valid Valid Valid Valid Tidak Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Sumber: Peneliti, 2024 Ket: = banyak validator memberikan nilai relevan = 5 . Min Value CVR = 0,99 CVR Ou 0,99 = Valid Sebagian besar butir pertanyaan memiliki CVR = 1. 0, yang menunjukkan bahwa semua validator menganggap butir tersebut esensial. Dua butir, yaitu butir 4 . ola gera. dan butir 9 . onsep abstra. , memiliki CVR = 0. 2, menunjukkan bahwa tidak semua validator sepakat bahwa butir tersebut esensial. Ini mengindikasikan bahwa ada ruang untuk perbaikan pada dua aspek ini. Dengan hasil ini, sebagian besar butir pertanyaan telah memenuhi kriteria validitas, sementara beberapa butir perlu ditinjau lebih lanjut. Tahap Evaluasi (Evaluatio. Pada tahap ini koreksi atau masukan dari validasi ahli pada tahap implementasi menjadi catatan yang digunakan untuk menyempurnakan produk sehingga produk menjadi lebih maksimal. Berdasarkan beberapa hasil validasi baik dari validari materi ataupun validari media, terdapat satu poin yang membutuhkan perhatian lebih dan perbaikan pada tahap ini yaitu pada perbaikan kata: Revisi Produk Media Revisi produk hanya dilakukan pada penggantian lirik yang sulit di paham oleh usia anak usia dini. Pengembangan media pembelajaran berbasis gerak dan lagu untuk anak usia dini didasarkan pada teori-teori pendidikan yang relevan, termasuk teori konstruktivisme, teori kecerdasan ganda (Multiple Intelligence. , dan teori perkembangan moral Lawrence Kohlberg. Dalam teori konstruktivisme Piaget, anak-anak membangun pengetahuan melalui pengalaman langsung yang bermakna (Amineh & Asl, 2. Aktivitas gerak dan lagu yang dikembangkan dalam penelitian ini memberikan pengalaman konkret yang memungkinkan anak-anak memahami nilai-nilai Tri Kaya Parisudha, berpikir baik, berkata baik, dan berbuat baik, melalui keterlibatan aktif mereka dalam gerakan tubuh dan interaksi dengan musik. https://jayapanguspress. org/index. php/JPAH Misalnya, gerakan reflektif yang disertai lirik lagu sederhana membantu anak menginternalisasi nilai berpikir baik, sementara gerakan simbolik seperti mencakupkan tangan memberi salam membuat anak memahami konsep berbuat baik. Selain itu, teori kecerdasan ganda yang dikemukakan oleh Gardner . menjelaskan bahwa media ini mampu merangsang berbagai jenis kecerdasan, seperti kecerdasan kinestetik melalui gerakan, kecerdasan musikal melalui nada dan irama lagu, serta kecerdasan interpersonal melalui kerja sama anak dengan teman-temannya selama aktivitas. Media pembelajaran ini secara simultan mendidik anak tentang nilai moral sekaligus mengembangkan berbagai aspek kecerdasan mereka. Selanjutnya, teori perkembangan moral Lawrence Kohlberg menyatakan bahwa anak usia dini berada pada tahap pre-konvensional, di mana mereka memahami moralitas berdasarkan konsekuensi langsung dari tindakan mereka (Ibda, 2. Lagu-lagu yang dikembangkan, seperti yang mengajarkan berkata sopan atau menjaga kebersihan, memberikan contoh nyata yang sesuai dengan tahap perkembangan moral ini, sehingga anak dapat memahami nilai-nilai moral secara konkret dan menyenangkan. Penggunaan musik dan gerakan dalam pembelajaran anak usia dini didukung oleh teori educational music dan movement therapy, yang menekankan bahwa musik dan gerak dapat merangsang perkembangan kognitif, motorik, dan emosional anak. Educational music theory menggarisbawahi bahwa musik tidak hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga alat edukasi yang efektif untuk mengajarkan nilai-nilai moral dan sosial (Campbell & Kassner, 2. Musik dengan lirik sederhana dan nada yang menyenangkan dapat membantu anak memproses informasi lebih cepat dan mendalam, sekaligus menciptakan suasana belajar yang positif dan interaktif. Movement therapy, di sisi lain, berfokus pada gerakan tubuh sebagai cara untuk mengintegrasikan pengalaman emosional dan fisik (Payne, 2. Dalam konteks pembelajaran ini, gerakan seperti melambai, memberi, atau mengangkat tangan menjadi simbol konkret dari nilai moral seperti empati, dan rasa hormat. Kombinasi musik dan gerakan memungkinkan anak belajar secara menyeluruh, dimana kognisi, emosi, dan motorik berkembang secara seimbang. Dengan mengintegrasikan teori-teori ini, media pembelajaran berbasis gerak dan lagu ini dirancang tidak hanya sebagai alat pengajaran, tetapi juga sebagai sarana untuk mendukung perkembangan karakter anak secara menyenangkan, sesuai dengan nilai-nilai Tri Kaya aParisudha yang berakar pada budaya Hindu dan relevan dengan kebutuhan pendidikan karakter pada anak usia dini. Kesimpulan Penelitian ini menunjukkan bahwa media pembelajaran berbasis gerak dan lagu dengan tema Tri Kaya Parisudha telah berhasil dikembangkan dan divalidasi sebagai alat pembelajaran yang dapat digunakan untuk anak usia dini. Media ini tidak hanya mencerminkan nilai-nilai moral dan spiritual yang relevan, tetapi juga didukung oleh teori pendidikan yang kokoh, seperti konstruktivisme, kecerdasan ganda, dan perkembangan Hasilnya, media gerak dan lagu yang dikembangkan diharapkan mampu mendidik anak secara menyeluruh, mencakup aspek kognitif, sosial, dan motorik, sekaligus menanamkan nilai-nilai karakter Hindu yang mendalam. Dengan pengalaman belajar yang interaktif dan menyenangkan, media ini berpotensi menjadi sarana penting dalam membangun karakter anak sesuai dengan nilai-nilai Tri Kaya Parisudha dan budaya Hindu. Diharapkan media pembelajaran gerak dan lagu berbasis Tri Kaya Parisuda dapat diimplementasikan dan di ujicobakan pada penelitian selanjutnya secara lebih luas di berbagai lembaga pendidikan anak usia dini untuk menguji efektivitas penggunaan pada anak usia dini. https://jayapanguspress. org/index. php/JPAH Daftar Pustaka