Jurnal Al Ulum LPPM Universitas Al Washliyah Medan Vol. 11 No. 2 Tahun 2023 P-ISSN 2338-5391 | E-ISSN 2655-9862 PENILAIAN KEANDALAN DAN EKONOMIS PENYULANG TEGANGAN MENENGAH DENGAN FAILURE MODE EFFECT ANALYSIS Surya Hardi1. Tri Annisya1. Riza Ria Wirasari2. Rena Arifah2 . Fahmi Syawali Rizki2 Prodi Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Sumatera Utara Jl. Almamater Kampus USU Medan 20155 Prodi Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Al Washliyah Medan Jl. Sisingamangaraja Km 5. 5 No. 10 Medan. Telp/fax : 061-7851881 *Email : surya. hardi@usu. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menghitung indeks keandalan dengan metode Failure Modes Effect Analysis (FMEA) serta kerugian ekonomi. Pada penelitian ini dilakukan analisis prioritas gangguan dengan menggunakan diagram pareto untuk mengindentifikasi permasalahan yang dominan sehingga dapat mengetahui prioritas dari penyelesaian masalah. Penilaian keandalan sistem distribusi 20 kV pada penyulang BG-2 PT. PLN (Perser. ULP Binjai Kota menggunakan FMEA dengan indikator indeks keandalan seperti System Average Interruption Duration Index (SAIFI). Costumer Average Interruption Frequency Index (SAIDI). Costumer Interruption Duration Index (CAIDI). Energy Not Supplied (ENS) dan Average Energy not Supplied (AENS). Hasil diperoleh memperlihatkan, gangguan terbesar disebabkan oleh alat pengukur dn pengaman (APP) sebanyak 43 kali dengan presentase gangguan sebesar Indeks keandalan untuk SAIFI sebesar 8,42 kali/tahun, untuk SAIDI sebesar 25,33 jam/tahun dan CAIDI sebesar 3 jam/gangguan. Nilai SAIFI dan SAIDI belum mencapai standard yang telah ditetapkan oleh PT. PLN (Perser. dan standard Ie, sementara untuk nilai CAIDI sudah mencapai standard PLN tetapi belum memenuhi standard Ie. Perhitungan nilai energi yang tidak terjuan (ENS) sebesar 541,885 kWh dan AENS sebesar 5,854 kWh/pelanggan. Kerugian PLN diakibatkan gangguan yang terjadi pada penyulang BG-2 pada tahun 2020 diasumsikan sebesar Rp. 629,Kata Kunci: Keandalan. Diagram Pareto. FMEA. Kerugian Ekonomi ABSTRACT This study aims to calculate the reability indicators uses Failure Modes Effect Analysis (FMEA) and economic lost . In this study, priority analysis of disturbances was carried out using a pareto diagram to identify the dominant problems so as to determine the priority of problem solving. Assessment of the reliability of the 20 kV distribution system on BG-2 feeders PT. PLN (Perser. ULP Binjai Kota uses FMEA with reliability index indicators such as the System Average Interruption Duration Index (SAIFI). Customer Average Interruption Frequency Index (SAIDI). Customer Interruption Duration Index (CAIDI). Energy Not Supplied (ENS) and Average Energy not Supplied (AENS). The results obtained show that the biggest disturbance is caused by measuring and safety devices (APP) is 43 times with a disturbance percentage of The reliability index for SAIFI is 8. 42 times/year, for SAIDI is 25. 33 hours/year and CAIDI is 3 hours/interruption. SAIFI and SAIDI scores have not reached the standard set by PT. PLN (Perser. and Ie standards, while CAIDI values have reached PLN standards but have not met Ie standards. Calculation of unsustainable energy value (ENS) of 66,541. 885 kWh and AENS of 5. 854 kWh/customer. PLN's losses due to disturbances that occur in BG-2 feeders in 2020 are assumed to be Rp. 89,964,629,Keywords: Reliability. Pareto diagram. FMEA method. Economic lost. Jurnal Al Ulum LPPM Universitas Al Washliyah Medan Vol. 11 No. 2 Tahun 2023 P-ISSN 2338-5391 | E-ISSN 2655-9862 membantu untuk mendeteksi risiko yang teridentifikasi pada proses, mode kegagalan potensial dan efeknya. Perbandingan indeks kegagalan dari setiap peralatan utama sistem distribusi disajikan berdasarkan SPLN 68-2: 1986 (SPLN, 1. dan Standar Ie Std. 1362003 (Ie 1366, 2. digunakan sebagai tolak ukur tingkat keandalan Penyulang. PENDAHULUAN Latar Belakang Kebutuhan energi listrik di Indonesia terus meningkat sesuai dengan laju pertumbuhan ekonomi dan pertambahan penduduk. Sebagai perusahaan utama pemasok listrik di Indonesia PT. PLN (Perser. memandang perlu peningkatan kualitas dan keandalan listrik di semua wilayah pelayannya guna memenuhi kebutuhan masyarakat. Kondisi kelistrikan saat ini yang masih terjadi pemadaman yang diakibatkan oleh gangguan pada komponen paralatan. APP . lat pengukur dan pengama. Perlunya dilakukan penilaian keandalan pendistribusian tenaga listrik ke pelanggan dan untuk meningkatkan kualitas daya yang baik serta mengantisipasi masalah gangguan yang ditimbulkan. Studi terdahulu mengenai keandalan sistem distribusi telah diteliti dengan berbagai metode. Penelitian tingkat keandalan sistem distribusi 20 kV telah diteliti dengan menggunakan Diagram Pareto untuk menentukan indeks keandalan SAIDI dan SAIFI (Ariska, 2. Beberapa peneliti lain juga mengembangkan beberapa metode untuk menguji keandalan sistem distribusi seperti menggunakan sistem SCADA (Eneh et al. , 2. Metode Reability Index Assesment (RIA) (Rizal dan Tasmono, 2. dan menggunakan metode gabungan dari Metode Section Technique dan Reability Index Assessment (RIA) (Jufrizel dan Hidayatullah. Pada penelitian Ansori, et al. , . yang menggunakan metode Failures Modes Effect Analysis (FMEA) dibahas indeks keandalan SAIDI. SAIFI. Indeks keandalan dibandingkan sebagai SPLN, dan tidak membahas aspek ekonomi dari rugi energi yang tidak tersalurkan ke Pelanggan. Penelitian ini bertujuan menentukan nilai keandalan dan ekonomis penyulang 20 kV dengan mengambil contoh salah satu penyulang BG-2 PT. PLN (Perser. ULP Binjai Kota menggunakan metode Failures Modes Effect Analysis. FMEA menerapkan suatu metode dengan menentukan mode kegagalan, penyebab kegagalan dan efek dari kegagalan. Hal ini Tinjauan Pustaka Sistem Distribusi Sistem distribusi merupakan bagian dari sistem tenaga listrik yang berguna untuk menyalurkan tenaga listrik dari gardu induk samapai ke konsumen. Klasifikasi sistem distribusi menurut nilai tegangannya terbagi atas sistem distribusi primer dan sistem distribusi Menurut jenis konduktornya sistem distribusi terbagi atas saluran udara, saluran bawah tanah dan saluran bawah laut. Berdasarkan sususan konfigurasinya sistem distribusi dikelompokkan ke dalam konfigurasi radial, loop, spindle dan tie line. Keandalan Sistem Distribusi Keandalan merupakan tingkat keberhasilan kinerja suatu sistem untuk dapat memberikan hasil yang lebih baik pada periode waktu dan dalam kondisi operasi tertentu. Untuk dapat menentukan tingkat keandalan dari suatu sistem, perlu dilakukannya pemeriksaan terhadap tingkat keberhasilan kinerja dari sistem yang ditinjau pada periode tertentu kemudian membandingkan dengan standar yang telah ditetapkan Keandalan pada sistem dapat dihitung melalui sejauh mana penyaluran listrik dapat berorasi secara terus menerus ke konsumen tanpa terjadinya gangguan. Untuk meminimalisir frekuensi gangguan yang terjadi perlunya dilakukan tindakan preventif yaitu dengan melakukan pemeliharaan jaringan secara berkala. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Indeks Keandalan Indeks keandalan dalam suatu sistem distribusi dipengaruhi oleh beberapa faktor, sesuai standar Ie P1366 . antara lain: Pemadaman atau terputusnya suplai daya ke Jurnal Al Ulum LPPM Universitas Al Washliyah Medan Vol. 11 No. 2 Tahun 2023 P-ISSN 2338-5391 | E-ISSN 2655-9862 satu atau konsumen yang diakibatkan dari salah satu atau lebih komponen mendapat Keluar (Outag. merupakan keadaan dimana suatu komponen tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya, diakibatkan karena beberapa peristiwa yang berhubungan dengan komponen tersebut. Suatu outage dapat atau tidak dapat menyebabkan pemadaman, hal ini masih tergantung pada konfigurasi sistem. Lama keluar (Outage Duratio. merupakan periode dari saat permulaan komponen mengalami outage sampai saat dapat Lama pemadaman (Interruption Duratio. adalah waktu dari saat permulaan terjadinya pemadaman sampai saat menyala kembali. Jumlah total konsumen terlayani (Total Number of Costumer Serve. yaitu jumlah total konsumen yang terlayani sesuai dengan periode laporan terakhir. Periode diasumsikan dalam satu tahun. SAIFI SAIFI (System Average Interruption Frequency Inde. merupakan indeks yang memberikan informasi mengenai frekuensi ratarata dari pemadaman setiap pelanggan pada area yang telah ditetapkan dalam satu tahun. SAIFI= yaycycoycoycaEa ycycuycycayco ycyyceycoycayccycaycoycaycu ycNycuycycayco yaycycoycoycaEa ycEyceycoycaycuyciyciycaycu ycycaycuyci yccycnycoycaycycaycuycn yuIAycAA SAIFI = ycAA a. AA Persamaan . ycn = Jumlah kegagalan rata-rata . egagalan/tahu. Nycn = Jumlah pelanggan yang dilayani pada titik CAIDI CAIDI (Costumer Interuption Duration Indek. merupakan suatu indeks yang menyatakan tentang durasi pemadaman rata-rata konsumen untuk setiap gangguan yang terjadi. Untuk menghitung indeks ini digunakan yaycycycaycycn ycyyceycoycaycuyciyciycaycu ycoyceycuyciycaycoycaycoycn yciycaycuyciyciycycaycu Indeks Keandalan Sistem Distribusi CAIDI= Jumlah pelanggan yang terkena gangguan Indeks keandalan sebuah sistem distribusi diperlukan untuk menghitung tingkat keandalan pada masing- masing titik beban dapat berupa: SAIDI CAIDI= SAIFI a. AA Persamaan . Energy Not Supplied Energy Not Supplied (ENS) adalah indeks penjumlahan energi yang hilang akibat adanya gangguan terhadap pasokan daya selama periode satu tahun (SPLN 59, 1. Secara sistematis dapat dituliskan sebagai berikut : SAIDI SAIDI (System Average Interruption Duration Inde. ) adalah indeks yang biasanya digunakan untuk mengetahui waktu pemadaman pada pelanggan untuk memberikan informasi mengenai waktu rata-rata konsumen yang mengalami pemadaman (PT PLN, 2. Indeks ini dapat dihitung dengan cara : SAIDI= ENS = yu[Gangguan . x Durasi . ] ENS = yu[Gangguan x Duras. A Persamaan . Durasi pemadaman pelanggan Total Jumlah Pelangga yang dilayani Average Energy not Supplied Average Energy not Supplied (AENS) adalah indeks rata-rata energi yang tidak disalurkan akibat terjadinya pemadaman. AENS dinyatakan perbandingan jumlah energi yang hilang pada saat terjadi gangguan pemadaman dengan jumlah pelanggan yang dilayani (SPLN 59, 1. Secara sistematis dapat dituliskan sebagai berikut : SAIDI= ycOAycAA ycAA a. AA Persamaan . Keterangan: ycOA : Waktu pemadaman pelanggan dalam satu periode . am/tahu. ycAA : Jumlah pelanggan yang dilayani pada titik AENS = Jumlah energi yang tidak tersalurkan Jumlah pelanggan yang dilayani Jurnal Al Ulum LPPM Universitas Al Washliyah Medan Vol. 11 No. 2 Tahun 2023 P-ISSN 2338-5391 | E-ISSN 2655-9862 yaycAycI AENS = ycA . Wh/ Pelangga. A Persamaan . Diagram Pareto pertama kali dikenalkan oleh ahli ekonomi asal Italia bernama Vilfredo Federico Damaso Pareto pada akhir abad ke-19, dipopularkan oleh Joseph M Juran seorang ahli manajemen mutu yang lebih bersifat universal. Juran berpendapat bahwa konsep 80/20 dari diagram pareto dapat diterapkan dalam seluruh aspek kehidupan manusia seperti dari sosialbudaya, sosial-ekonomi, sosial-politik dan lainlain (Kiran, 2. Diagram Pareto mengidentifikasi permasalahan yang terbesar dan paling berpengaruh terhadap sistem yang terjadi. Untuk mengetahui masalah mana yang dominan sehingga dapat mengetahui prioritas dari penyelesaian masalah. Fungsi utama dari Diagram Pareto adalah mengidentifikasi permasalahan utama untuk peningkatan kualitas dari masalah terbesar sampai terkecil Digambarkan sebagai diagram batang dimana permasalahan tertinggi ditempatkan pada sisi paling kiri dan seterusnya sampai permasalahan yang paling rendah terjadi ditempatkan pada sisi paling kanan kemudian menghitung frekuensi kumulatif dan presentase kumulatif dari total Dimana: N : Jumlah pelanggan yang dilayani Besarnya energi yang tidak tersalurkan dapat dihitung dengan persamaan. Daya 3 fasa (P) = ycI3y x cos I A Persamaan . ycI3y = daya semu 3 fasa (VA) cos I = faktor Daya Energi (E) adalah Daya (P) dikali dengan Durasi . Diagram Pareto Failure Mode Effect Analysis FMEA adalah merupakan prosedur terstruktur untuk mengetahui dan mencegah bentuk kegagalan. FMEA digunakan untuk mengidentifikasi penyebab dari masalah kualitas, mode kegagalan didalamnya termasuk kegagalan FMEA dapat digunakan untuk kemungkinan-kemungkinan terjadinya mode kegagalan dari setiap komponen serta mengidentifikasi penyebab-penyebab kegagalan dari setiap komponen (Kiran, 2. Dalam FMEA menganalisis keandalan dalam sistem distribusi tenaga listrik yang didasarkan dari kegagalan dari peralatan-peralatan listrik akan mempengaruhi operasi sistem. Beberapa hal yang dibutuhkan untuk analisis keandalan sistem distribusi dengan menggunakan metode FMEA: Konfigurasi dari penyulang . sistem distribusi 20kV. Data pada setiap peralatan yang ada pada jaringan seperti laju kegagalan, repair time dan switching time serta data pendukung lainnya pada peralatan. Data konsumen yang meliputi jumlah pelanggan pada setiap titik beban. Penjumlahan laju kegagalan dan durasi gangguan rata-rata yang berpengaruh pada setiap load point akibat dari kegagalan, dimana nilai laju kegagalan dan durasi gangguan rata - rata sebagai dasar untuk menghitung indeks SAIDI. SAIFI. CAIDI, . ENS dan AENS. METODOLOGI PENELITIAN Lokasi Penelitian Penelitian dilakukan dengan mengunakan data penyulang distribusi 20kV yaitu di PT. PLN (Perser. Unit Layanan Pelanggan Binjai Kota. Data jumlah pelanggan untuk tiap titik beban, panjang penyulang. Laporan gangguan dan durasi pemadaman, data energi yang tidak tersalurkan selama satu tahun. Hasil dari perhitungan indeks keandalan yang diperolah dibandingkan dengan indeks keandalan menurut SPLN 68-2, 1986 dan Standard Ie Std. Perhitungan nilai ekonomi berupa kerugian rupiah yang disebabkan energi yang tidak Prosedur Penelitian Proses pelaksanaan penelitian, diagram alirnya disajikan seperti pada Gambar 1. Jurnal Al Ulum LPPM Universitas Al Washliyah Medan Vol. 11 No. 2 Tahun 2023 P-ISSN 2338-5391 | E-ISSN 2655-9862 Dari Tabel 1, secara grafis digambarkan melalui Diagram Pareto dapat dilihat pada Gambar 3. Gambar Data Penelitian PT. PLN (Perser. Unit Layanan Pelanggan Binjai Kota memiliki 9 penyulang dengan total 504 pelanggan dan panjang saluran keseluruhan penyulang adalah 162,45kms. Penelitian ini memfokuskan pada Penyulang BG2, dengan jumlah pelanggan pada sebanyak 367 pelanggan dengan panjang saluran 43,1 kms dengan total daya 9410 kVA. Penelitian ini memfokuskan Penyulang BG-2 PT. PLN (Perser. ULP Binjai Kota, diagram satu garisnya dapat dilihat pada Gambar 2. Tabel 2. Durasi Pemadaman Penyulang BG-2 Tahun 2020 HASIL DAN PEMBAHASAN Bulan Prioritas Gangguan Menggunakan Diagram Pareto Jenis diidentifikasi pada Penyulang BG-2 selama satu tahun . , seperti pada Tabel 1. Tabel 1. Gangguan yang terjadi pada Penyulang BG-2 Gangguan Pemadaman APP Pemeliharaan Komponen JTM Emergency Hewan Cuaca Jumlah Gangguan Frekuensi Kumulatif Persentase Kumulatif Diagram Pareto Berdasarkan Gangguan Pada Penyulang Gambar 3 menjelaskan bahwa gangguan terbanyak di tahun 2020 disebabkan oleh gangguan pada APP dengan total sebanyak 39 kali selama satu tahun dengan persentase sebesar Gangguan disebabkan oleh hubung singkat dan beban lebih. Gangguan ini dapat diatasi dengan manuver beban dengan mengalihkan beban dari satu penyulang ke penyulang lain yang bersifat sementara. Dapat juga dilakukan dengan pemeriksaan rutin secara berkala. Durasi Gangguan Pemadaman selama Tahun 2020 pada penyulang BG-2 dapat dilihat pada Tabel 2 disusun berdasarkan persentase kumulatif mulai terkecil hingga terbesar, sedangkan untuk Diagram Pareto seperti dalam Gambar 4. Gambar 1. Diagram alir proses penelitian Februari April Januari Maret Mei Juni Oktober November Juli September Desember Agustus Durasi Pemadaman . 11,97 11,48 6,63 5,85 1,25 1,183 1,167 0,733 0,217 0,083 Frekuensi Kumulatif Persentase Kumulatif 32,567 44,05 50,683 56,533 57,783 58,966 60,133 60,866 61,083 61,166 61,166 Tabel 2 menjelaskan bahwa durasi gangguan pemadaman terbesar pada tahun 2020 terjadi di bulan Februari dimana durasinya 20,6 Jurnal Al Ulum LPPM Universitas Al Washliyah Medan Vol. 11 No. 2 Tahun 2023 P-ISSN 2338-5391 | E-ISSN 2655-9862 jam dengan persentase sebesar 34%. Diagram Gangguan pemadaman Penyulang ditunjukkan pada Gambar 4. 11,48 6,633 5,85 BG-2 34,967 J Jenis Alat L10 L11 L12 L13 L14 L15 L16 L17 L18 L19 L20 L21 L22 L23 L24 L25 L26 L27 L28 L29 L30 L31 L32 L33 L34 L35 L36 L37 L38 L39 L40 L41 L42 L43 L44 L45 L46 L47 L48 L49 L50 L51 L52 L53 L54 L55 L56 L57 L58 L59 L60 L61 L62 L63 L64 1,25 1,183 1,167 0,733 0,217 0,083 Durasi Pemadaman Persentase Kumulatif Gambar 4. Diagram Pareto Berdasarkan Durasi Pemadaman Pada Penyulang Indeks Keandalan Menggunakan FMEA Penentuan indeks keandalan dengan menggunakan metode FMEA yaitu menentukan indeks keandalan SAIDI. SAIFI. CAIDI, dan CAIFI. Langkah pertama yaitu dengan menghitung jarak antar transformator . dari penyulang BG-2. Jarak antar transformator dapat dilihat pada Tabel 2 dari Panjang saluran Penyulang BG. Kemudian menghitung nilai . aju kegagala. yang didapat dari hasil perkalian antara panjang saluran dan laju kegagalan tiap saluran per kompenen sesuai dengan SPLN 682:1986 (Ie, 2. Berdasarkan SPLN, nilai laju kegagalan () PMT. Transformator dan Penyulang masingmasing berturut 0,004. 0,005 dan 0,2 sedangkan nilai waktu perbaikan () adalah masing-masing Perhitungan nilai laju kegagalan () dan nilai waktu perbaikan () per tahun dari penyulang BG-2 dapat dilihat pada Tabel 3. Tabel 3. Perhitungan Nilai Laju Kegagalan () dan Durasi kegagalan () Jenis Alat PMT Trafo L (KMS) 9,14 0,42 0,56 0,78 0,24 0,11 1,79 0,51 gangguan/tahun 0,004 0,005 1,828 0,084 0,112 0,156 0,048 0,022 0,358 0,102 jam/tahun 0,04 0,05 5,484 0,252 0,336 0,468 0,144 0,066 1,074 0,306 L (KMS 0,31 4,15 0,88 0,09 0,39 0,34 0,44 0,05 0,13 0,01 0,04 0,01 0,01 0,05 0,15 0,07 0,16 0,18 0,47 0,62 0,21 0,28 0,29 0,73 0,84 0,25 0,15 0,37 0,08 0,21 0,34 0,12 0,57 0,11 0,46 0,83 0,08 0,31 0,11 0,01 0,38 0,25 0,54 0,05 0,57 0,35 0,41 0,55 0,48 0,53 0,77 0,23 0,82 gangguan/tahun 0,062 0,83 0,176 0,018 0,078 0,068 0,088 0,01 0,026 0,002 0,008 0,002 0,002 0,01 0,03 0,014 0,032 0,036 0,094 0,124 0,042 0,056 0,058 0,146 0,168 0,05 0,03 0,074 0,016 0,042 0,068 0,024 0,114 0,022 0,06 0,12 0,092 0,166 0,016 0,062 0,022 0,002 0,076 0,05 0,108 0,01 0,114 0,07 0,082 0,11 0,096 0,106 0,154 0,02 0,046 0,164 jam/tahun 0,186 2,49 0,528 0,054 0,234 0,204 0,264 0,03 0,078 0,006 0,024 0,006 0,006 0,03 0,09 0,042 0,096 0,108 0,282 0,372 0,126 0,168 0,174 0,438 0,504 0,15 0,09 0,222 0,048 0,126 0,204 0,072 0,342 0,066 0,18 0,36 0,276 0,498 0,048 0,186 0,066 0,006 0,228 0,15 0,324 0,03 0,342 0,21 0,246 0,33 0,288 0,318 0,462 0,06 0,138 0,492 Jurnal Al Ulum LPPM Universitas Al Washliyah Medan Vol. 11 No. 2 Tahun 2023 P-ISSN 2338-5391 | E-ISSN 2655-9862 J Jenis Alat L65 L66 L67 L68 L69 L70 L71 L72 L73 L74 L75 L76 L77 L78 L79 L80 L81 L82 L83 L (KMS 0,09 0,34 0,57 0,64 0,34 0,76 0,21 0,15 0,09 0,39 0,07 0,04 0,98 0,89 0,04 0,57 0,25 0,07 Total gangguan/tahun 0,018 0,068 0,114 0,128 0,068 0,152 0,042 0,03 0,018 0,078 0,014 0,04 0,008 0,196 0,178 0,008 0,114 0,05 0,014 8,423 SAIDI = jam/tahun 0,054 0,204 0,342 0,384 0,204 0,456 0,126 0,09 0,054 0,234 0,042 0,12 0,024 0,588 0,534 0,024 0,342 0,15 0,042 25,332 25,33 X 124 SAIDI = 0,2786 jam/tahun Kemudian didapatkan nilai CAIDI dengan membandingkan nilai SAIDI dengan SAIFI. Sebagai contoh perhitungan indeks keandalan CAIDI pada titik beban 1 pada Gambar 3. SAIDI CAIDI= SAIFI 0,2786 CAIDI= 0,0926 CAIDI = 3,008 Selanjutnya indeks keandalan SAIFI. SAIDI. CAIDI, perhitungan untuk titik beban-titik beban yang lain, disajikan pada Tabel 4. Tabel 4. Nilai indeks keadalan SAIFI. SAIDI dan CAIDI Keterangan: L Panjang penyulang (Km. Perhitungan SAIFI perhitungan perkalian antara failure rate () dengan jumlah pelanggan per titik beban (N) dibagi dengan jumlah pelanggan per penyulang. SAIDI yaitu diperoleh dengan perhitungan perkalian antara durasi kegagalan () dengan jumlah pelanggan per titik beban dibagi total pelanggan per penyulang. CAIFI diperoleh dari perhitungan antara perkalian failure rate () dengan jumlah pelanggan pada titik beban dibagi dengan perkalian antara durasi kegagalan () dengan jumlah pelanggan per penyulang. CAIDI merupakan hasil perbandingan antara nilai SAIDI dan SAIFI. Perhtungan SAIFI. SAIDI dan CAIDI, dengan nilai laju kegagalan () = 8,42 dan durasi kegagalan () = 25,33. Sebagai contoh perhitungan indeks keandalan dilakukan pada titik beban 1 (LP. mengunakan Pers. Pers. dan Pers. Indeks keandalan SAIFI, yuIAycAA SAIFI = 8,42 x 125 SAIFI = 11367 SAIFI = 0,093 kali/tahun Indeks keandalan SAIDI, ycOAycAA SAIDI = ycAA Pelanggan SAIFI kali/tahun SAIDI jam/tahun LP1 LP2 LP3 LP4 LP5 LP6 LP7 LP8 LP9 LP10 LP11 LP12 LP13 LP14 LP15 LP16 LP17 LP18 LP19 LP20 LP21 LP22 LP23 LP24 LP25 LP26 LP27 LP28 LP29 LP30 LP31 LP32 LP33 0,093 0,25 0,05 0,096 0,0007 0,05 0,052 0,05 0,05 0,16 0,25 7,00E-04 0,16 0,2504 0,0504 0,16 0,0889 0,1593 0,0815 0,0504 0,2504 0,0963 0,2786 0,6017 0,7532 0,1515 0,2875 0,0022 0,1515 0,156 0,3008 0,1515 0,1515 0,4813 0,3008 0,7532 0,3008 0,0022 0,4813 0,75319 0,30083 0,30083 0,15153 0,48133 0,26741 0,4791 0,60166 0,24512 0,15153 0,60166 0,30083 0,75319 0,30083 0,28969 0,30083 CAIDI jam/ga 3,005 3,005 3,005 3,005 3,005 3,005 3,005 3,005 3,005 3,005 3,005 3,005 3,005 3,005 3,005 3,005 3,005 3,008 3,008 3,008 3,008 3,008 3,008 3,008 3,008 3,008 3,008 3,008 3,008 3,008 3,008 3,008 3,008 Jurnal Al Ulum LPPM Universitas Al Washliyah Medan Vol. 11 No. 2 Tahun 2023 P-ISSN 2338-5391 | E-ISSN 2655-9862 Pelanggan SAIFI kali/tahun SAIDI jam/tahun LP34 LP35 LP36 LP37 LP38 LP39 LP40 LP41 LP42 LP43 LP44 LP45 LP46 LP47 LP48 LP49 LP50 LP51 LP52 LP53 LP54 LP55 LP56 LP57 LP58 LP59 LP60 LP61 LP62 LP63 LP64 LP65 LP66 LP67 LP68 LP69 LP70 LP71 LP72 LP73 LP74 LP75 LP76 LP77 LP78 LP79 LP80 LP81 LP82 LP83 0,0007 0,16 0,0504 0,1333 0,16 0,16 0,16 0,0504 0,16 0,16 0,16 0,1022 0,16 0,0007 0,0963 0,16 0,0504 0,0481 0,0615 0,0593 0,2504 0,0222 0,0667 0,0593 0,0007 0,0007 0,0007 0,1333 0,0407 0,0007 0,1356 0,0007 0,0007 0,0007 0,0007 0,16 0,0007 0,0007 0,00223 0,48133 0,15153 0,40111 0,30083 0,48133 0,30083 0,48133 0,30083 0,30083 0,30083 0,48133 0,15153 0,48133 0,48133 0,48133 0,60166 0,30752 0,48133 0,00223 0,28969 0,48133 0,15153 0,14484 0,60166 0,18496 0,17827 0,75319 0,06685 0,20055 0,17827 0,30083 0,30083 0,60166 0,60166 0,30083 0,00223 0,00223 0,00223 0,40111 0,12256 0,00223 0,40779 0,00223 0,00223 0,00223 0,00223 0,48133 0,00223 0,00223 25,33 Total diperoleh dengan perbandingan antara nilai SAIDI dan SAIFI yaitu sebesar 3,008 jam/gangguan dari total jumlah pelanggan 11367 dengan panjang saluran 162,45 Kms. CAIDI jam/ga 3,008 3,008 3,008 3,008 3,008 3,008 3,008 3,008 3,008 3,008 3,008 3,008 3,008 3,008 3,008 3,008 3,008 3,008 3,008 3,008 3,008 3,008 3,008 3,008 3,008 3,008 3,008 3,008 3,008 3,008 3,008 3,008 3,008 3,008 3,008 3,008 3,008 3,008 3,008 3,008 3,008 3,008 3,008 3,008 3,008 3,008 3,008 3,008 3,008 3,008 3,008 Perbandingan Nilai Indeks Keandalan FMEA dengan Standar PLN dan Ie Dari menggunakan metode FMEA (Failure Mode Effect Analysi. maka hasil dari indeks nilai SAIFI. SAIDI dan CAIDI dibandingkan dengan Standar PLN No. 68-2:1986 dan Ie Std. Dari Tabel 5 diperoleh hasil nilai SAIFI dan SAIDI menggunakan FMEA belum sesuai dengan Standar PLN 68- 2:1986 dan Ie Std 136-2003, kecuali nilai CAIDI sudah sesuai dengan Standar PLN 68-2:1986 tetapi belum sesuai standar Ie Std 136-2003. Untuk dapat memenuhi standar PLN 68-2:1986 dan Ie Std 136-2003 adalah perlu dilakukan pengecekan dan perawatan peralatan pengaman terhadap komponen dan peralatan pada jaringan distribusi agar dapat mencapai standar yang diinginkan. Untuk gangguan alam dapat dilakukan pengontrolan jalur yang dilalui oleh jaringan distribusi atau pemotongan pohon/dahan. Dampak dari gangguan yang terjadi pada sistem distribusi yaitu terputusnya pasokan distribusi listrik. Keandalan sistem distribusi dapat dilihat dari kontinuitas dalam penyaluran Semakin sering dan lama durasi pemadaman maka keandalan yang didapatkan semakin buruk. Sebaliknya, semakin sedikit terjadinya pemadaman maka semakin baik keandalan sistem distribusi tenaga listrik Tabel 5. Perbandingan Indeks Keandalan dengan SPLN dan Ie Indeks Keandalan FMEA SAIFI SAIDI CAIDI 8,42 25,33 Keterangan: N = belum memenuhi Y = memenuhi Tabel 4 menjelaskan nilai indeks SAIFI sebesar 8,42 kali/tahun. Nilai SAIDI sebesar 25,33 jam/tahun, indeks keandalan CAIDI SPLN 68-2: 3,1 (N) 21,09 (N) 6,59 (Y) Ie Std 1,45 (N) 2,3 (N) 1,47 (N) Jurnal Al Ulum LPPM Universitas Al Washliyah Medan Vol. 11 No. 2 Tahun 2023 P-ISSN 2338-5391 | E-ISSN 2655-9862 Gambar 2. Diagram Satu Garis Penyulang BG-2 Jurnal Al Ulum LPPM Universitas Al Washliyah Medan Vol. 11 No. 2 Tahun 2023 P-ISSN 2338-5391 | E-ISSN 2655-9862 Indeks Keandalan Berorientasi Pada Beban. Energi dan Nilai Ekonomi gangguan pemadaman pada penyulang BG-2. KESIMPULAN Indeks keandalan berorientasi pada beban dan energi yaitu indeks ENS (Energy not Supplie. dan AENS (Average Energy not Supplie. ENS menunjukkan besarnya energi yang hilang karena kapasitas tersedia lebih kecil dari permintaan beban maksimal. Berdasarkan data yang diperoleh total durasi pemadaman selama tahun 2020 untuk penyulang BG-2 adalah selama 61,16 jam. Durasi pemadaman di saat LWBP (Lewat waktu beban punca. selama 55,167 jam. Durasi pemadaman di saat WBP . aktu beban punca. selama 1,917 jam. Diketahui nilai cos I adalah 0,943. Untuk menghitung nilai dari ENS dapat digunakan persamaan. P Penyulang (LWBP) = ycI3y x cos I. = 1. 207,669 x 0,943 = 1. 138,832 kW P Penyulang (WBP) = ycI3y x cos I = 2. 057,764 x 0,942 = 1. 938,414 kW ENSLWBP = yu[Gangguan x Duras. = 1138,832 x 55,167 = 62. 825,945 kWh ENSWBP = yu[Gangguan x Duras. = 1. 938,414 x 1,917 = 3. 715,940 kWh DAFTAR PUSTAKA