JSIM JURNAL SUAKA INSAN MENGABDI Vol. No. Juni 2025-November 2025, pp. P- ISSN: 2657-0637. E-ISSN: 2656-5668 Upaya Peningkatan Kapasitas Perempuan Desa Karang Intan melalui Pelatihan Komunikasi Efektif The Way to Increase the Capacity of Women in Karang Intan Village through Effective Communication Training Agianto1,2. Ghina Ghaida Mutmainah3. Gilang Syahrial Putra3. Dhifa Azzahri Putri3. Salsabila Putri Anjali3 Departement of Medical-Surgical Nursing. Faculty of Medicine and Health Sciences. Universitas Lambung Mangkurat. Banjarbaru. Indonesia. Doctoral Program. Faculty of Medicine and Health Sciences. Universitas Lambung Mangkurat. Banjarbaru. Indonesia. Departement of Psychology. Faculty of Medicine and Health Sciences. Universitas Lambung Mangkurat. Banjarbaru. Indonesia. Article Info ABSTRACT Article history: Karang Intan Village has a big number of human resource potential, one of them is women who are active in organizations. However, their public speaking skills have not been utilized optimally, and be limited their contribution and participation in village organizations. This activity aimed to improve women's communication skills through speaking training in public area. There were 13 village women consisting of cadres, housewives and PKK women who were involved in this training using a purposive sampling technique. Implementation of activities consists of three stages, namely preparation, implementation, and Preparation phase includes coordination, determining material, as well as preparing the pre-test and post-test instruments. Implementation phase is the delivery of material and training sessions, while evaluation is carried out with post-tests and mentoring. The data analysis used the Wilcoxon Signed Rank Test (A < 0. The analysis results showed that there was no significant difference before and after training . =0. Training is able to improve village women's communication skills in more intense stages and also improve leadership in organizations. Received September 30, 2025 Accepted November 24, 2025 Published November 30, 2025 Corresponding Author: Agianto Faculty of Medicine and Health Sciences. Universitas Lambung Mangkurat. Jalan A. Yani Km 36 Banjarbaru. Indonesia. Email: agianto@ulm. ABSTRAK Desa Karang Intan memiliki potensi sumber daya manusia yang besar, salah satunya adalah kaum perempuan yang aktif dalam berorganisasi. Namun, keterampilan berbicara di depan umum belum dimanfaatkan secara optimal sehingga membatasi kontribusi dan partisipasi mereka dalam organisasi desa. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan komunikasi perempuan melalui pelatihan berbicara di ruang publik. Ada 13 perempuan desa yang terdiri kader, ibu rumah tangga, dan ibu PKK yang terlibat dalam pelatihan ini dengan teknik pupossive sampling. Pelaksanaan kegiatan terdiri dari tiga tahapan yaitu persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Persiapan mencakup koordinasi, penentuan materi, serta penyusunan instrumen pre-test dan post-test. Pelaksanaan merupakan penyampaian materi dan sesi latihan, sedangkan evaluasi dilakukan dengan post-test serta pendampingan. Analisis data yang digunakan adalah Wilcoxon Signed Rank Test (A < 0,. Hasil analisis menunjukan tidak ada perbedaan yang signifikan antara nilai sebelum dan sesudah pelatihan . =0,. Pelatihan mampu meningkatkan kemampuan komunikasi perempuan desa dengan tahapan yang lebih intens dan juga meningkatkan kepemimpinan dalam berorganisasi. Keywords: Public Masyarakat Speaking. Pemberdayaan Perempuan. Pengabdian This is an open-access article under the CC BY 4. 0 license. Journal Homepage: https://journal. id/index. php/JSIM/index Agianto. , et al. Upaya Peningkatan Kapasitas Perempuan Desa Karang Intan melalui Pelatihan Komunikasi Efektif JSIM. Vol. 7 No. Juni 2025-November 2025, pp 41-49 PENDAHULUAN Desa Karang Intan merupakan Desa yang memiliki potensi besar dalam bidang sumber daya alam dan manusia, khususnya dalam bidang perikanan dan potensi kaum perempuan. Perempuan di Desa Karang Intan memainkan peran yang ganda, bukan hanya sebagai ibu rumah tangga tetapi juga sebagai penggerak organisasi PKK di Desa Karang Intan. Namun, potensi besar yang dimiliki Desa Karang Intan khususnya dalam bidang penggerak organisasi PKK tidak dapat dimaksimalkan secara optimal. Kondisi ini mampu menghambat pemberdayaan perempuan dalam berbicara di depan umum dan menghambat mereka untuk bertukar ide pikiran dan gagasan kreatif dalam pemberdayaan perempuan di Desa Karang Intan. Tantangan yang belum terjawab untuk memaksimalkan organisasi PKK adalah keterampilan komunikasi efektif. Menurut Website Desa Karang Intan, jumlah penduduk perempuan Desa Karang Intan mencapai 422 penduduk dan 20 perempuan tergabung dalam organisasi PKK Karang Intan. Keterampilan komunikasi meliputi berbicara di depan umum, komunikasi intrapersonal, komunikasi asertif, dan presentasi merupakan kompetensi dasar yang harus dimiliki oleh Menurut Iskandar . , di masyarakat saat ini, keterampilan berbicara di depan umum yang efektif sangat penting bagi siapa saja yang ingin membuat perubahan dan memberikan pengaruh. Meningkatkan keterampilan berbicara di depan umum bagi perempuan, mampu berkontribusi untuk meningkatkan nilai diri dan mampu mematahkan diskriminasi masyarakat yang dapat membuat kaum perempuan tidak dapat berkembang dalam kapasitas Djiu et al . menyebutkan bahwa komunikasi efektif mampu membantu meningkatkan keterampilan seseorang dalam memecahkan masalah dan juga mendapatkan dukungan kelompok di masyarakat. Program dalam peningkatan keterampilan komunikasi efektif kapasitas ini mampu meningkatkan kepercayaan diri, menyediakan lingkungan yang inklusif, dan mendorong perempuan mengambil resiko dalam pengambilan keputusan dalam forum diskusi umum (Boggis et al, 2. Pelatihan dan pembiasaan dalam komunikasi efektif, secara signifikan menurunkan tingkat kecemasan dan penghindaran diri dalam berbicara di depan umum (Iskandar, 2. Program sejenis telah dilakukan pada berbagai kelompok sasaran seperti mahasiswa, pasien kanker (Boggis et al, 2023. Djiu et al, 2. , dan kelompok aparatur sipil negara (ASN) secara online (Simanjuntak & Suharto, 2. Namun, hingga saat ini, belum ada program pengabdian kepada masyarakat untuk kelompok perempuan. Berbagai penelitian dan program pengabdian telah dilakukan di masyarakat dengan berbagai metode yang berbedabeda, termasuk pengembangan intervensi komunikasi berbasis komunitas bagi pasien kanker (Djiu, 2. , bagi mahasiswa pekerjaan social (Boggis, 2. , serta intervensi peningkatan literasi kesehatan melalui komunikasi digital (Patrick, 2. Secara keseluruhan, peningkatan kapasitas bagi perempuan dalam berbicara di depan umum penting dalam melawan diskriminasi di lingkungan masyarakat. Hal ini juga mampu Journal Homepage: https://journal. id/index. php/JSIM/index Agianto. , et al. Upaya Peningkatan Kapasitas Perempuan Desa Karang Intan melalui Pelatihan Komunikasi Efektif JSIM. Vol. 7 No. Juni 2025-November 2025, pp 41-49 memberdayakan perempuan agar dapat berkontribusi dalam peningkatan kapasitas organisasai PKK khususnya di Desa Karang Intan. Pelatihan komunikasi efektif terbukti mampu meningkatkan komunikasi dan kepercayaan diri seseorang, sehingga individu tersebut mampu berkomunikasi dengan baik, berdiskusi, dan memimpin di kelompok tersebut (SaAoadah, 2025. Tanoto, 2. Meskipun demikian, belum ada kegiatan pengabdian masyarakat kelompok perempuan melalui program kelas yang bertujuan meningkatkan keterampilan komunikasi dan kepercayaan diri perempuan sehingga mampu menjadi pempimpin dan aktif dalam organisasi. Pembekalan ini penting untuk menciptakan ruang bagi perempuan dalam proses pengambilan keputusan serta meningkatkan kapasitas kepemimpinan di lingkungan masyarakat Desa Karang Intan. Kegiatan ini dilakukan secara luring dengan harapan dapat melatih dan menilai secara langsung. Melalui program pengembangan kapasitas ini, perempuan Desa Karang Intan dapat memperoleh pencapaian dalam skills dan mempu meningkatkan kapasitas organisasi PKK Desa Karang Intan. Perempuan Desa juga mampu belajar mendengarkan perspektif baru dalam kehidupan berorganisasi dan bermasyarakat. METODE PELAKSANAAN Kegiatan ini merupakan pengabdian masyarakat untuk meningkatkan kapasitas perempuan di desa yang dilaksanakan di Desa Karang Intan. Kegiatan dilaksanakan pada 8 Agustus 2025 bersama 13 perempuan desa dengan teknik purpossive sampling. Metode yang digunakan adalah metode pendampingan dan penguatan kapasitas masyarakat, khususnya kader. Kegiatan ini ingin meningkatkan pengetahuan kader sehingga instrumen yang digunakan adalah kuisioner tentang komunikasi efektif dengan pilihan jawaban multiple choice. Sedangkan untuk menilai keterampilan kader dalam melakukan komunikasi efektif menggunakan lembar observasi dengan pilihan jawaban AydilakukanAy dan Aytidak dilakukanAy. aspek pengetahuan, afektif, dan psikomotor dengan jumlah 10 item pertanyaan. Kuesioner dikembangkan oleh tim pengabdian kepada masyarakat dengan mengacu pada konsep komunikasi efektif agar sesuai dengan kegiatan pengabdian yang dilakukan di desa. Kuesioner telah dilakukan uji expert kepada tiga orang expert di bidang keperawatan jiwa, keperawatan dasar, dan keperawatan komunitas dengan hasil I-CVI = 0,95. Instrumen dilakukan uji validitas dan reliabilitas di Desa Sungai Rangas Hambuku dengan semua item valid . , dan uji reliabilitas menggunakan Kudder Richardon . dan dinyatakan reliabel. Triangulasi menggunakan metode wawancara dengan pedoman wawancara. Pedoman dibuat berdasarkan konsep komunikasi efektif yang telah dilakukan rigorous bersama orang yang memiliki pengalaman dalam melakukan penelitian kualitatif. Kegiatan ini menggunakan etika penelitian berupa penjelasan kegiatan dan penandatanganan informed consent. Data dianalisis menggunakan tabel distribusi frekuensi, persentase, dan uji Wilcoxon Signed Rank Test . <0,. Kegiatan pengabdian masyarakat melalui Sekolah Perempuan BUNGAS. Kelas Kepemimpinan ini dilakukan dengan tiga tahapan, yaitu dimulai dari persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Metode ini dapat dijelaskan sebagai berikut: Journal Homepage: https://journal. id/index. php/JSIM/index Agianto. , et al. Upaya Peningkatan Kapasitas Perempuan Desa Karang Intan melalui Pelatihan Komunikasi Efektif JSIM. Vol. 7 No. Juni 2025-November 2025, pp 41-49 Tahapan Persiapan: tahap ini diawali dengan koordinasi pihak terkait seperti pemerintah desa, ibu-ibu PKK dan kader dari Desa Karang Intan, menentukan topik materi yang akan dibawakan oleh narasumber, dan menyiapkan pengukuran pengetahuan berupa pre-test dan post-test instrumen. Tahapan ini memiliki tujuan untuk mencapai kesepakatan dengan pihak terkait tentang pelaksanaan, dan memastikan bahwa topik yang akan dibawakan oleh narasumber dan tim pelaksana sesuai dengan yang dibutuhkan oleh pihak desa dan peserta Tahap Pelaksanaan: tahapan ini terdiri dari kegiatan inti acara seperti pengerjaan pre-test pemahaman peserta terkait public speaking, penyampaian materi public speaking dalam berorganisasi yang meliputi pengenalan awal terkait organisasi dan komunikasi, tantangan dalam berorganisasi, pentingnya public speaking, dan juga tips public speaking. Selain itu, tim pelaksana dengan didampingi oleh narasumber melakukan sesi latihan public speaking dengan role play dan diskusi kasus nyata yang sering terjadi pada organisasi. Selama kegiatan berlangsung, tim melakukan observasi aktifitas dari responden dalam melakukan komunikasi efektif, yang dicatat dan direkam menggunakan field note dan recorder. Tahap Evaluasi: tahap ini dilakukan ketika telah terlaksananya penyampaian materi dan juga sesi latihan. Evaluasi yang dilakukan adalah pengukuran pengetahuan, afektif, dan psikomotor dengan menggunakan post-test untuk melihat sejauh mana pemahaman peserta dengan materi yang telah disampaikan. Selain itu, peserta akan mendapat pendampingan dari narasumber dan tim pelaksana, yang merupakan upaya keberlanjutan dan bahan evaluasi lanjutan dari program. Setelah selesai kegiatan, responden diwawancarai oleh tim pengabdian dengan panduan wawancara mendalam tentang pengetahuan komunikasi efektif, bagaimana melakukan komunikasi yang efektif, bagaimana perasaan mereka sebelum dan sesuai mendapatkan pelatihan tentang komunikasi efektif. Gambar 1. Pengerjaan Pre-Test dan penyampaian materi Journal Homepage: https://journal. id/index. php/JSIM/index Agianto. , et al. Upaya Peningkatan Kapasitas Perempuan Desa Karang Intan melalui Pelatihan Komunikasi Efektif JSIM. Vol. 7 No. Juni 2025-November 2025, pp 41-49 Gambar 2. Sesi latihan dan foto bersama. HASIL DAN PEMBAHASAN Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan melalui pelatihan keterampilan komunikasi di depan umum bagi anggota PKK Desa Karang Intan. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas berbicara di depan umum, keterampilan komunikasi dalam berorganisasi, dan kapasitas kepemimpinan di lingkungan masyarakat Desa Karang Intan. Pelatihan ini diikuti oleh 13 anggota aktif PKK, yang memiliki latar belakang pengalaman dan organisasi yang beragam. Selain itu, metode pengumpulan data lainnya adalah observasi yang dilakukan sejak awal kegiatan hingga akhir, serta wawancara mendalam kepada kelompok sasaran kegiatan pengabdian ini. Pelaksanaan kegiatan dimulai dengan pre-test untuk mengukur kemampuan awal peserta dalam keterampilan berbicara di depan umum. Selanjutnya, peserta mengikuti sesi penyampaian materi mengenai pengenalan awal terkait organisasi dan komunikasi, tantangan dalam berorganisasi, pentingnya public speaking, dan juga tips public speaking. Kegiatan ini diakhiri dengan post-test untuk mengetahui perubahan tingkat keterampilan setelah pelatihan. Journal Homepage: https://journal. id/index. php/JSIM/index Agianto. , et al. Upaya Peningkatan Kapasitas Perempuan Desa Karang Intan melalui Pelatihan Komunikasi Efektif JSIM. Vol. 7 No. Juni 2025-November 2025, pp 41-49 Tabel 1. Karakteristik responden berdasarkan usia, pendidikan, status pernikahan, dan pekerjaan (N=. No. Karakteristik responden Usia: 21 Ae 25 tahun 26 Ae 30 tahun 31 Ae 35 tahun 36 Ae 40 tahun 41 Ae 45 tahun > 45 tahun Jumlah Pendidikan: - SMA/ sederajat Jumlah Status pernikahan: - Menikah Jumlah Pekerjaan: - Ibu rumah tangga Jumlah Frekuensi . Persentase (%) 2 orang 5 orang 3 orang 3 orang 13 orang 15,38 38,46 23,08 23,08 13 orang 13 orang 13 orang 13 orang 13 orang 13 orang Tabel 2. Deskripsi tingkat pengetahuan responden . Item Pertanyaan Apa yang dimaksud dengan komunikasi Public speaking berartiA Elemen penting dalam public speaking Salah satu akibat dari miskomunikasi dalam organisasi adalah Tujuan public speaking adalah, kecualiA Contoh komunikasi yang buruk dalam organisasi adalahA Kenapa banyak orang takut berbicara di depan umum? Apa yang sebaiknya dilakukan saat ingin bicara di forum agar tidak gugup? Salah satu cara membangun percaya diri dalam berbicara adalahA Apa manfaat jika semua anggota organisasi bisa public speaking dengan baik? Pre-test (Bena. f (%) 15 . %) Pre-test (Sala. f (%) 4 . %) Post-test (Bena. f (%) 19 . %) Post-test (Sala. f (%) 0 . %) 12 . %) 10 . %) 11 . %) 7 . %) 9 . %) 8 . &) 18 . %) 17 . %) 16 . Berdasarkan tabel 2, pengetahuan responden mengalami peningkatan jika dilihat dari hasil pengukuran pre-test dan post-test pada item pertanyaan yang menjawab benar. Begitu juga untuk item pertanyaan yang menjawab salah pada pengukuran pre-test dan post-test mengalami Sehingga dari data pengukuran tabel frekuensi dan persentase, ada peningkatan pengetahuan untuk aspek kognitif, afektif, dan psikomotor. Journal Homepage: https://journal. id/index. php/JSIM/index Agianto. , et al. Upaya Peningkatan Kapasitas Perempuan Desa Karang Intan melalui Pelatihan Komunikasi Efektif JSIM. Vol. 7 No. Juni 2025-November 2025, pp 41-49 Peningkatan data deskriptif ini sejalan dengan hasil wawancara dari responden yang mengatakan bahwa mereka telah mendapatkan pengetahuan dan juga bisa praktik langsung dalam komunikasi efektif seperti ungkapan berikut: AyAlhamdulillah, ada kegiatan ini, yang awalnya gak tahu sekarang jadi tahu. Trus ada latihannya juga nah, jadi makin paham. Suka aja kegiatan ini, karena menambah ilmu dan pengalamanAy (Wawancara. AyA. Ini tu ada manfaatnya untuk kami, bisa diberi ilmu dan praktik langsung dari kalian, terimakasih lah, bagus kegiatannya. Ay (Wawancara. Selain itu, kemampuan komunikasi efektif ini juga terlihat adanya perubahan sebelum diberikan pelatihan dan setelah diberikan pelatihan. Responden tampak melakukan komunikasi pada saat diobservasi: AyResponden tampak malu, dan enggan untuk bicara pada saat diminta pelatih untuk bicara di depan kelas. Mereka saling tunjuk menunjuk sesama peserta. Tampak tidak percaya diriAy (Observasi, jam 16. 00 WITA). AySetelah diberikan pelatihan tentang komunikasi efektif, responden tampak aktif sekali dan mau bicara di depan kelas. Tampak terlihat kepercayaan diri responden selama proses diskusi dan praktik komunikasiAy (Observasi, jam 17. 30 WITA) Berdasarkan hasil uji normalitas (Shapiro-Wil. , data pre-test dan post-test memiliki signifikansi < 0,05 sehingga dinyatakan tidak terdistribusi normal. Oleh karena itu, perbedaan nilai dianalisis menggunakan Wilcoxon Signed Rank Test. Tabel 3. Perbandingan skor keterampilan public speaking peserta sebelum dan sesudah Kategori Perubahan Skor Negative Ranks (Sesudah < Sebelu. Positive Ranks (Sesudah > Sebelu. Ties (Sesudah Sebelu. Total Mean Rank Sum of Ranks Keterangan 3,13 12,50 Skor menurun 2,50 2,50 Sekor Skor tetap Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai Z = -1,413 dan Asymp. Sig. -taile. = 0,157 . > 0,. , sehingga secara statistik tidak terdapat perbedaan signifikan antara nilai pre-test dan post-test. Meskipun demikian, observasi selama pelatihan memperlihatkan adanya perubahan positif Journal Homepage: https://journal. id/index. php/JSIM/index Agianto. , et al. Upaya Peningkatan Kapasitas Perempuan Desa Karang Intan melalui Pelatihan Komunikasi Efektif JSIM. Vol. 7 No. Juni 2025-November 2025, pp 41-49 dalam partisipasi peserta. Beberapa peserta yang awalnya pasif mulai berani menyampaikan pendapat dan tampil di depan peserta lainnya pada sesi pelatihan. Hal ini sejalan dengan penelitian Devi et al. yang menunjukkan bahwa edukasi public speaking pada kelompok perempuan mampu meningkatkan kepercayaan diri dan keterampilan komunikasi meskipun peningkatan kuantitatif mungkin belum terlihat secara signifikan dalam jangka pendek. Hasil ini juga konsisten dengan temuan NurAoaeni et al. bahwa pembelajaran berbasis partisipasif, praktik langsung, dan pembiasaan berperan penting dalam menurunkan rasa cemas berbicara di depan umum serta meningkatkan efektivitas komunikasi organisasi. Selain itu, efek dari pelatihan komunikasi dalam public speaking juga meningkatkan kepercayaan diri, keyakinan diri . elf-efficac. , mengurangi stress kerja, dan memperbaiki hubungan interpersonal (Lestari. Noviekayati. IGAA, & Saragih. , 2. Pelatihan yang dilakukan secara singkat cenderung belum mampu memberikan dampak statistik yang signifikan, namun dapat menjadi tahap awal pembentukan kebiasaan berbicara yang lebih percaya diri (Patrick, 2. Dengan demikian, meskipun hasil kuantitatif menunjukkan tidak adanya perbedaan yang signifikan, secara kualitatif pelatihan ini memberikan dampak positif terhadap sikap dan motivasi peserta untuk meningkatkan keterampilan komunikasi berbicara di depan umum. Pelatihan komunikasi efektif terbukti dapat mengurangi kecemasan secara signifikan, terutama kecemasan yang berkaitan dengan komunikasi seperti berbicara di depan umum . ublic Pelatihan ini membantu seseorang membangun keterampilan, meningkatkan kepercayaan diri, dan mengubah persepsi negatif terhadap interaksi sosial sehingga keterampilan sebagai pemimpin bisa lebih baik lagi (Tanoto, 2025. SaAoadah, 2. Hal ini tentunya sangat memberikan kontribusi yang besar bagi perempuan desa untuk bisa lebih meningkatkan kemampuannya untuk aktif dalam kegiatan dan organisasi di desa dan membantu peningkatan dan pemberdayaan masyarakat desa, salah satunya di bidang pengetahuan dan kesehatan di masyarakat. Upaya keberlanjutan berupa pelatihan lanjutan, mentoring, dan evaluasi berkala sangat disarankan untuk memastikan perkembangan keterampilan komunikasi yang optimal dan mendukung peran aktif perempuan dalam organisasi PKK Desa Karang Intan. Kegiatan kelas kepemimpinan yang dilaksanakan di Desa Karang Intan merupakan salah satu bentuk kegiatan pengabdian kepada masyarakat dan pada kegiatan ini hanya dihadiri oleh 13 perempuan warga desa, dimana secara statistik, tentu hal ini tidak representatif jika dianalisis secara statistik. Maka jumlah sampel yang minimal ini merupakan kelemahan dalam penelitian Maka pengumpulan data secara kualitatif dengan observasi dan wawancara digunakan untuk memperkuat data kuantitatif . Journal Homepage: https://journal. id/index. php/JSIM/index Agianto. , et al. Upaya Peningkatan Kapasitas Perempuan Desa Karang Intan melalui Pelatihan Komunikasi Efektif JSIM. Vol. 7 No. Juni 2025-November 2025, pp 41-49 KESIMPULAN Pelatihan keterampilan komunikasi di depan umum bagi anggota PKK Desa Karang Intan memberikan dampak positif terhadap sikap, kepercayaan diri, dan motivasi peserta meskipun hasil uji statistik menunjukkan tidak terdapat perbedaan signifikan antara nilai pre-test dan post-test. Namun jika dikaji secara kualitatif, pelatihan ini berhasil mendorong peningkatan sikap percaya diri dalam berbicara di depan umum. Untuk mencapai hasil yang lebih optimal, diperlukan upaya keberlanjutan berupa pelatihan lanjutan, pendampingan, dan evaluasi berkala agar keterampilan public speaking peserta semakin terasah, mendukung peningkatan kapasitas kepemimpinan, serta memperkuat peran aktif perempuan dalam organisasi PKK Desa Karang Intan. Pelatihan dengan peserta yang lebih banyak . inimal sampel 30 oran. perlu dilakukan lagi pada kegiatan pengabdian masyarakat berikutnya. DAFTAR PUSTAKA