Volume 01, Nomor 02, Tahun 2023 ISSN: 2986-0652 SADEWA Jurnal Pengabdian Masyarakat (media online) IMPLEMENTASI KEPERAWATAN KOMPLEMENTER BEKAM PADA PENDERITA HIPERTENSI DI DESA CURAH KALONG KECAMATAN BANGSALSARI KABUPATEN JEMBER 1 Yugi Hari Chandra P*, 1Familia Putri Ariyanti, 1Citra Suci Kirana, 1Lailil Fatkuriyah 1 Program Studi Ilmu Keperawatan, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas dr. Soebandi Jember *email corresponding: yugi.hcp@uds.ac.id Received : 24-05-2023 Revised : 16-08-2023 Acccepted : 30-09-2023 Keywords: ABSTRACT Hypertension is a non-communicable disease that is currently complementary on the rise and is a disease of the blood vessels. Treatment of hypertension can be done pharmacologically or non-pharmacologically. The purpose of nursing, cupping, hypertension this community service is to introduce and implement it in the community in Curah Kalong Village, especially for people with hypertension. This community service activity includes the preparation, process, and evaluation stages. Participants were divided into three groups: people with hypertension, people with a history of hypertension, and the general public. This activity was carried out on March 2–3, 2019 until it was finished at the Curah Kalong Village Hall, Bangsalsari District, Jember. Based on the results, there were 49 peoples who attended, with around 67% women (32 people) and the remaining 33% men (17 people). The results show that giving cupping complementary nursing therapy (average) can reduce systolic and diastolic blood pressure in hypertensive patients. The people of Curah kalong Village are enthusiastic about the socialization and implementation of cupping complementary nursing so that the benefits can be felt directly. PENDAHULUAN Hipertensi sering disebut “the silent killer” karena penderitanya jarang mengalami keluhan, sehingga penderita tidak tahu jika dirinya menderita penyakit hipertensi, tetapi kemudian mendapatkan dirinya sudah mengalami penyakit penyulit atau komplikasi dari hipertensi (P2PTM, 2018). Oleh karena itu, pemeriksaan tekanan darah secara berkelanjutan sangat penting sebagai upaya pencegahan dan deteksi dini pada penderita hipertensi. Prevalensi hipertensi menurut Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 menunjukkan bahwa penduduk dengan tekanan darah tinggi sebesar 34,11%. Prevalensi tekanan darah tinggi pada perempuan 36,85% lebih tinggi dibanding dengan laki-laki 31,34%. Hipertensi terjadi pada kelompok umur 31-44 tahun (31,6%), umur 45-54 tahun (45,3%), umur 55-64 tahun (55,2%) (Kemenkes RI, 2018). Permasalahan penyakit degeneratif di masyarakat semakin hari semakin mengalami peningkatan. Banyak penderita memilih untuk minum obat sintetik jangka panjang. Hampir semua obat sintetik memiliki efek samping yang tidak diinginkan jika dikonsumsi secara http://journal.uds.ac.id/index.php/sadewa 1 Yugi Hari Chandra, et al (2023) SADEWA. 01 (02), 01-06 berlebihan. Hal ini membuat praktik pengobatan alternatif banyak dikunjungi oleh masyarakat dari berbagai lapisan masyarakat. Survei yang dilakukan tentang penggunaan pengobatan komplementer oleh konsumen oleh American Association of Retired Persons (AARP) dan National Center for Complementary and Alternative Medicine (NCCAM) menyebutkan bahwa orang dengan usia 50 tahun ke atas kurang lebih 53% cenderung menggunakan terapi alternatif dalam pengobatan penyakitnya (Mariano, 2015). Berdasarkan hasil Riskesdas Tahun 2013, proporsi rumah tangga yang memanfaatkan pelayanan kesehatan tradisional sebesar 30,4% dengan jenis pelayanan yang paling banyak digunakan adalah keterampilan tanpa alat sebesar 77,8% dan ramuan sebesar 49%, keterampilan dengan alat 7,1%, dan keterampilan dengan pikiran 2,6% (Kemenkes RI, 2013). Situasi tersebut mendeskripsikan bahwa pelayanan kesehatan tradisional mempunyai potensi yang cukup tinggi dan perlu mendapat perhatian yang serius sebagai bagian dari pemerintah. Pemanfaatan terapi komplementer sudah menjadi bagian dari pelayanan kesehatan dan perawat sebagai salah satu tenaga kesehatan diperbolehkan untuk melakukan terapi komplementer dengan memperhatikan keamanan, manfaat, dan dapat dipertanggungjawabkan baik secara mandiri maupun terintegrasi dengan layanan kesehatan di rumah sakit sesuai UU no 38 tahun 2014 (Wirentanus, 2019). Desa Curah kalong yang penduduknya mayoritas bekerja sebagai petani dan peternak mempunyai penduduk yang cukup banyak dibandingkan desa lainya yaitu ± 15.000 jiwa. Dari beberapa wawancara sebelum dilakukan pegabdian masyarakat terkait pengobatan alternatif seperti bekam, akupuntur, akupresur dan lainnya masih jarang atau bahkan belum pernah mendengar. Penduduk sekitar hanya mengetahui pijat, kerokan dan jamu-jamuan saja. Sehingga Tim Pengabdian Masyarakat berinisiatif melakukan sosialisasi sekaligu s melakukan implementasi terapi keperawatan komplementer bekam kepada masyarakat Desa Curahkalong. Ketertarikan masyarakat Indonesia terhadap terapi komplementer atau bahkan tradisional mulai tumbuh. Hal ini terlihat dari banyaknya pengunjung terapi komplementer dan tradisional di berbagai lokasi (Saputra, 2021). Terapi Bekam merupakan terapi alternatif yang banyak mengalami perkembangan. Bekam telah digunakan dalam kedokteran sejak zaman dahulu dan terbukti aman serta efektif dalam menangani berbagai keluhan (Widada et al., 2019). Sebagaimana penelitian Fatonah (2015) yang menyebutkan bahwa bekam pada penderita hipertensi dapat menurunkan tekanan darah sistolik dan rata-rata tekanan darah arteri (Fatonah et al., 2019). METODE Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk melakukan sosialisasi dan implementasi terapi komplementer bekam pada masyarakat Desa Curah kalong. Rencana kegiatan pengabdian masyarakat ini meliputi tahap persiapan, proses dan evaluasi. Partisipan dibagi menjadi tiga yaitu orang dengan hipertensi, orang dengan riwayat hipertensi dan masyarakat umum. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 2-3 Maret 2019 sampai dengan selesai di Balai Desa Curahkalong, Kecamatan Bangsalsari, kabupaten Jember. Tahap persiapan yaitu tim pelaksana mencari literatur yang berkaitan dengan judul pengabdian masyarakat, mengurus kelengkapan administrasi kegiatan termasuk surat tugas dari Universitas dr. Soebandi Jember, menyiapkan proposal kegiatan yang meliputi praperencanaan, SAP Sosialisasi, SOP pelaksanaan Bekam, media, serta rundown kegiatan, melakukan survey lokasi dan melakukan kontrak awal dengan Kepala Desa Curah kalong, jember, persiapan alat dan bahan yang akan digunakan. Tahap Proses meliputi Tim pelaksana melakukan kegiatan anamnesa dan pemeriksaan tanda-tanda vital dengan bahasa yang jelas http://journal.uds.ac.id/index.php/sadewa 2 Yugi Hari Chandra, et al (2023) SADEWA. 01 (02), 01-06 dan mudah dipahami, Partisipan kooperatif selama mengikuti kegiatan dan dapat mempratikkan serta mengikuti setiap instruksi dan partisipan menunjukkan antusiasme selama kegiatan terlihat dari banyaknya partisipan yang hadir. Tahap evaluasi hasil semua partisipan mampu menyebutkan kembali terkait penyuluhan penyakit hipertensi dan semua partisipan yang melakukan terapi bekam diharapkan menunjukkan perubahan tekanan darah menjadi normal. HASIL DAN PEMBAHASAN Masyarakat yang datang ke kegiatan pengabdian masyarakat cukup antusias. Hal ini dapat dilihat dari 49 partisipan yang hadir termasuk Bapak Kepala Desa Curahkalong. Gambar 1. Masyarakat yang Datang untuk mengikuti Pengabdian Masyarakat di Balai Desa Curah kalong 2019 Berikut hasil pengolahan data yang kami dapat dari pengabdian masyarakat di Desa Curah kalong Jember dan di olah menggunakan aplikasi laki-laki berjumlah 17 33% perempuan berjumlah 32 67% Gambar 2. Jumlah Masyarakat yang Datang Berdasarkan Jenis Kelamin di Desa Curah Kalong Jember 2019 Berdasarkan hasil pengabdian masyarakat, terdapat 49 warga yang hadir dimana sebagian besar warga yang datang adalah perempuan sekitar 67% (32 orang) dan sisanya laki-laki 33% (17 orang). http://journal.uds.ac.id/index.php/sadewa 3 SADEWA. 01 (02), 01-06 Yugi Hari Chandra, et al (2023) 6% 20% Pusing Nyeri punggung 24% Sakit kepala 15% Nyeri lutut Nyeri tangan 35% Gambar 3. Kategori Berdasarkan Keluhan Masyarakat yang hadir di Pengabdian Masyarakat Desa Curah Kalong Jember 2019 Berdasarkan hasil pengabdian masyarakat di Desa Curah Kalong, terdapat 49 warga yang datang dan beberapa keluhan yang di rasakan oleh warga, urutan pertama yang sering dikeluhkan adalah sakit kepala (35%), dan warga yang mengeluhkan nyeri bagian lutut (20%) serta mengatakan sering mengalami pusing (24%), kemudian beberapa warga juga mengatakan mengalami nyeri dibagian punggung (15%) dan mengeluhkan nyeri pada area tangan (6%). Tabel 1. Hasil rerata tekanan darah (diastolik dan sistolik) pada masyarakat yang hadir di Pengabdian Masyarakat Desa Curahkalong Jember 2019 Rerata Diastolik sebelum terapi Sistolik sebelum terapi Diastolik sesudah terapi Sistolik sesudah terapi 135,3 mmHg 83,2 mmHg 128 mmHg 80,3 mmHg Hasil dari pengabdian masyarakat ini menunjukkan bahwa pemberian terapi keperawatan komplementer bekam secara rerata angka dapat menurunkan tekanan darah sistolik maupun diastolik pada penderita hipertensi. Penderita hipertensi sendiri memiliki keluhan yang beragam seperti sakit kepala, pusing, nyeri punggung dan lainnya. Sebagaimana penjelasan Hudayah (2021), gejala-gejala yang dimiliki oleh pasien lansia dengan hipertensi cenderung bervariasi seperti gejala pada muskuloskeletal (53%), masalah gastrointestinal (GI) (12%), keluhan di kepala (25%), dan lain-lain (9%) (Hudayah, 2021). Penurunan tekanan darah yang terjadi setelah dilakukan intervensi bekam, sesuai dengan teori Nitrit Oxide (NO) atau Endhotelium Derived Relaxing Factor (EDFR), yang akan menyebabkan terjadinya vasodilatasi pada pembuluh darah sehingga tekanan darah akan mengalami penurunan (Setyawan & Astuti, 2022). Hipertensi adalah kelainan pada tekanan darah sistolik dan diastolik. Hipertensi dapat dikontrol dengan pengobatan non farmakologik, seperti bekam. Bekam dilakukan dengan cara menghisap kulit pada bagian tertentu untuk mengeluarkan racun dalam tubuh dan memiliki efek menurunkan tekanan darah. http://journal.uds.ac.id/index.php/sadewa 4 Yugi Hari Chandra, et al (2023) SADEWA. 01 (02), 01-06 KESIMPULAN Terapi keperawatan komplementer bekam memiliki manfaat dalam menurunkan tekanan darah sistolik dan diastolik pada penderita, sehingga dapat disimpulkan bahwa terapi bekam dapat digunakan sebagai terapi alternatif dan komplementer yang aman dan nyaman. Masyarakat Desa Curahkalong antusias dengan sosialisasi dan penerapan yang langsung dirasakan manfaatnya. UCAPAN TERIMA KASIH Terimakasih kepada Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP3M) Universitas dr.Soebandi Jember yang telah memberikan fasilitas baik administrasi maupun materi damal proses kegiatan ini dan terimakasih juga kepada Desa Curahkalong Jember atas dukungan selama kegiatan pengabdian masyarakat berlangsung hingga selesai dengan baik. DAFTAR PUSTAKA Fatonah, S., Rihiantoro, T., & Astuti, T. (2019). Pengaruh Terapi Bekam Terhadap Tekanan Darah Penderita Hipertensi. Jurnal Ilmiah Keperawatan Sai Betik, 14(2), 123. https://doi.org/10.26630/jkep.v14i2.1294 Hudayah, N. (2021). Pijat-Pijat Pancen Oye (Ppo): Metode Akupresur Untuk Meringankan Gejala Hipertensi Pada Lansia. Journal Health & Science : Gorontalo Journal Health and Science Community, 5(1), 188–193. https://doi.org/10.35971/gojhes.v5i1.9927 Kemenkes RI. (2013). Laporan Nasional Riset Kesehatan Dasar 2013. In Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (pp. 1275–1279). https://doi.org/10.1126/science.127.3309.1275 Kemenkes RI. (2018). Laporan Nasional Riset Kesehatan Dasar 2018. In Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (p. 198). http://labdata.litbang.kemkes.go.id/images/download/laporan/RKD/2018/Laporan_Nasi onal_RKD2018.pdf Mariano, C. (2015). Current Trends and Issues in Holistic Nursing. In L. Dossey, Barbara Montgomery; Keegan (Ed.), Holistic Nursing: A Handbook for Practice (pp. 77–99). Jones and Bartlett Learning. P2PTM. (2018). Hipertensi, The Silent Killer. Direktorat Pencegahan Dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kementerian Kesehatan RI. https://p2ptm.kemkes.go.id/infographicp2ptm/hipertensi-penyakit-jantung-dan-pembuluh-darah/hipertensi-the-silent-killer. Diakses tanggal 18 Juni 2023 Saputra, Y. (2021). Survey Pengetahuan Masyarakat Tentang Terapi Komplementer. REAL in Nursing Journal, 4(2), 122. https://doi.org/10.32883/rnj.v4i2.1356 Setyawan, A., & Astuti, W. W. (2022). Efektivitas Bekam Terhadap Penurunan Tekanan Darah Systole Pada Pasien Hipertensi. Nursing Science Journal (NSJ), 3(1), 11–17. https://doi.org/10.53510/nsj.v3i1.109 Widada, W., Ontoseno, T., & Purwanto, B. (2019). Pengaruh Terapi Bekam Basah Dalam Menurunkan Apoliprotein-B Pada Penderita Hiperkolesterolemia. Prosiding Seminar http://journal.uds.ac.id/index.php/sadewa 5 Yugi Hari Chandra, et al (2023) SADEWA. 01 (02), 01-06 Nasional LPPM Unmuh Jember 2018, 53–58. https://doi.org/10.32528/psn.v0i0.1730 Wirentanus, L. (2019). Peran Dan Wewenang Perawat Dalam Menjalankan Tugasnya Berdasarkan Undang-Undang Nomor 38 Tahun 2014 Tentang Keperawatan. Media Keadilan: Jurnal Ilmu Hukum, 10(2), 148. https://doi.org/10.31764/jmk.v10i2.2013 http://journal.uds.ac.id/index.php/sadewa 6