Jurnal Social Library, 1 . November . ISSN 2776-1592 (Onlin. DOI: https://doi. org/10. 51849/sl. Jurnal Social Library Available online https://penelitimuda. com/index. php/SL/index Mutu Pelayanan Fisioterapi Dengan Tingkat Kepuasan Pasien Low Back Pain Spondylosis Lumbalis Di Poliklinik Fisioterapi Rumah Sakit Grandmed Quality of Physiotherapy Service with Patience Level Low Back Pain Lumbar Spondylosis At Physiotherapy Polyclinic. Grandmed Hospital Surya Syahputra Berampu. *) & Jhon Roby Purba. Jurusan Fisioterapi. Stikes Murni Teguh. Indonesia *Corresponding author: berampu555@gmail. Abstrak Pelayanan kesehatan akan dipersepsikan berkualitas oleh pasien jika penyampaiannya dirasakan melebihi harapan pengguna jasa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan dimensi mutu pelayanan kesehatan dengan kepuasan pasien rawat jalan di poli fisioterapi rumah sakit GrandMed. Penelitian ini menggunakan accidental sampling dengan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien rawat jalan di poliklinik fisioterapi sebanyak 166 pasien per bulan, sampel 62 pasien diambil secara accidental sampling dan metode pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisis data bivariat menggunakan uji chi square dengan tingkat kepercayaan 95%, = 0,05. Berdasarkan hasil penelitian, ada hubungan dimensi fisik berwujud dengan dimensi kepuasan pasien . value = 0,. , ada hubungan dimensi reliabilitas dengan dimensi kepuasan pasien . value = 0,. , ada hubungan dimensi responsiveness dengan dimensi kepuasan kepuasan pasien . value = 0,. , ada hubungan dimensi assurance dengan kepuasan pasien . value = 0,. , ada hubungan dimensi empati dengan kepuasan pasien . value = 0,. dan hasil multivariat menunjukkan, dimensi assurance paling banyak dominan kualitas dalam kaitannya dengan kepuasan pasien . asio prevalensi 10,. Kata Kunci: Layanan Fisioterapi. Kepuasan Pasien. Poliklinik Fisioterapi Rumah Sakit GrandMed Abstract Health services will be perceived quality by the patient if the delivery is felt to exceed the expectations of service users. The purpose of this research is to know the relation of quality dimension of health service with outpatient satisfaction in physiotherapy polyclinic of GrandMed hospital. This research use accidental sampling with cross sectional design. The population in this study were all outpatient in physiotherapy polyclinic as many as 166 patients per month, samples of 62 patients taken by accidental sampling and data collection methods using questionnaires. Analysis of bivariate data using chi square test with 95% confidence level, = 0,05. Based on the result of research, there is correlation of the physical tangible dimension with patient satisfaction dimension . value = 0,. , there is relation of reliability dimension with patient satisfaction dimension . value = 0,. , there is relation of responsiveness dimension with patientAos satisfaction . value = 0,. , there is relation of assurance dimension with patientAos satisfaction . value = 0,. , there is relation of empathy dimension with patientAos satisfaction . value = 0,. and multivariate result shows, assurance dimension is the most dominant of quality in relation to patient satisfaction . revalence ratio 10. Keywords: Physiotherapy Service. Patient Satisfaction. Physiotherapy Polyclinic of GrandMed Hospital How to Cite: Berampu. Surya Syahputra & Purba. Jhon Roby, 2021. Mutu Pelayanan Fisioterapi dengan Tingkkat Kepuasan Pasien Low Back Pain Spondylosis Lumbalis di Poloklinik Fisioterapi Rumah Sakit Grandmed. Jurnal Social Library, 1 . : 75-83. ISSN 2776-1592 (Onlin. PENDAHULUAN Pengguna jasa pelayanan kesehatan di Rumah Sakit menuntut pelayanan yang berkualitas tidak hanya menyangkut kesembuhan dari penyakit secara fisik akan tetapi juga menyangkut kepuasan keterampilan petugas dalam memberikan pelayanan serta tersedianya sarana dan prasarana yang memadai dan dapat memberikan pelayanan serta tersedianya sarana dan prasarana yang memadai dan dapat memberikan kenyamanan. Dengan semakin meningkatnya kualitas pelayanan maka fungsi pelayanan di poliklinik fisioterapi perlu ditingkatkan agar menjadi lebih efektif dan efisien serta memberikan kepuasan terhadap pasien dan masyarakat. Fungsi rumah sakit yang sangat berat dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat dihadapan pada beberapa tantangan dalam hal sumber daya manusia dan peralatan kesehatan yang semakin canggih, namun harus tetap memberikan pelayanan yang terbaik (Efendi R, 2. Salah satu indikator keberhasilan pelayanan kesehatan adalah kepuasan Konsep mutu layanan yang berkaitan dengan kepuasan pasien ditentukan oleh 5 . unsur yang biasa dikenal dengan istilah mutu layanan AuSERQUALAy. Mutu pelayanan kesehatan menunjukkan pada tingkat kesempurnaan pelayanan kesehatan dalam menimbulkan rasa puas pada diri setiap pasien. Makin sempurna kepuasan tersebut, makin baik (Nursalam, 2. Dimensi meliputi upaya promotive, preventif, kuratif, dan rehabilitative dengan cakupan pelayanan mulai dari pra seminasi sampai dengan ajal (Permenkes RI, 2. https://penelitimuda. com/index. php/SL/index Salah satu kasus yang banyak ditangani oleh para fisioterapis adalah pasien dengan masalah nyeri punggung Low back pain merupakan keluhan yang paling umum dijumpai dalam hubungannya dengan kasus musculoskeletal. Angka prevalensi menunjukkan bahwa 80% orang dewasa pernah mengeluh nyeri punggung bawah. Jika ditinjau dari onset kejadian, biasanya nyeri punggung bawah mulai diderita antara usia 20 tahun Ae 50 tahun dan yang paling banyak usia 30 tahun Ae 40 tahun (Kisner C, 2. Rumah Sakit Umum Daerah Sanjiwani Gianyar tahun 2010 berjumlah 3920 orang, diperoleh 1045 . ,6%) kasus menderita nyeri punggung bawah dan diantaranya 395 orang . ,8%) kasus spasme otot Ae otot punggung, 300 orang . ,7%) kasus ischialgia dan 350 orang . ,5%) menderita spondylosis lumbalis (Laporan Tahunan Fisioterapi Tahun Kondisi nyeri punggung bawah banyak juga ditemukan di Rumah Sakit Umum Pusat. Adam Malik Medan. Berdasarkan Sarana Informasi Rumah Sakit Umum Pusat H. Adam Malik Medan . umlah kunjungan pasien nyeri punggung bawah pada bulan Januari 2015 sebanyak 1592 kunjungan (Pria: 668 kunjungan. Wanita: 918 kunjunga. Februari 2015 sebanyak 1590 kunjungan (Pria: 672 kunjungan. Wanita: 918 kunjunga. Maret 2015 sebanyak 2067 kunjungan (Pria: 863 kunjungan. Wanita: 1204 Total kunjungan pasien nyeri punggung bawah di RSUP. Adam Malik Medan, pada bulan Januari Ae Maret 2015 sebanyak 5249 kunjungan. Berdasarkan paparan pada latar belakang, maka dapat dirumuskan masalah penelitiannya yaitu: Bagaimakah ISSN 2776-1592 (Onlin. hubungan antara mutu pelayanan Fisioterapi dengan tingkat kepuasan pasien Low back pain Spondylosis Lumbalis di Poliklinik Fisioterapi Rumah Sakit GrandMed Lubuk Pakam? Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan antara mutu pelayanan fisioterapi dengan tingkat kepuasan pasien Spondylosis Lumbalis di Poliklinik Fisioterapi Rumah Sakit GrandMed Lubuk Pakam. Menganalisis Tangible dalam pelayanan Fisioterapi dengan tingkat kepuasan pasien Low back pain Spondylosis Lumbalis di Poliklinik Rumah Sakit GrandMed Lubuk Pakam. Menganalisis Reliability dalam pelayanan Fisioterapi dengan tingkat kepuasan pasien Low back pain Spondylosis Lumbalis di Poliklinik Rumah Sakit GrandMed Lubuk Pakam. Menganalisis Responsive dalam pelayanan Fisioterapi dengan tingkat kepuasan pasien Low back pain Spondylosis Lumbalis di Poliklinik Rumah Sakit GrandMed Lubuk Pakam. Menganalisis Assurance dalam pelayanan Fisioterapi dengan tingkat kepuasan pasien Low back pain Spondylosis Lumbalis di Poliklinik Rumah Sakit GrandMed Lubuk Pakam. Menganalisis Empathy dalam pelayanan Fisioterapi dengan tingkat kepuasan pasien Low back pain Spondylosis Lumbalis di Poliklinik Rumah Sakit GrandMed Lubuk Pakam. https://penelitimuda. com/index. php/SL/index METODE Penelitian ini merupakan jenis penelitian survey analitik yaitu penelitian yang mencoba menggali bagaimana dan mengapa fenomena kesehatan itu terjadi. Kemudian melakukan analisis dinamika korelasi antar fenomena, baik antara faktor resiko dengan faktor efek dengan menggunakan rancangan Cross Sectional dimana penelitian yang melalkukan observasi atau melakukan pengukuran pada satu saat tertentu. Penelitian dilakukan di Rumah Sakit GrandMed Lubuk Pakam. Populasi sebanyak 166 orang. Sampel dipilih berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi dengan teknik Accidental Sampling. Teknik pengambilan ini berdasarkan kebetulan, yaitu siapa saja yang kebetulan bertemu dengan peneliti maka dapat digunakan sebagai sampel, bila yang dipandang orang yang kebetulan ditemui itu cocok sebagai sumber data (Sugioyono. Besar sampel yang diperoleh dengan menggunakan rumus Slovin adalah 62 orang. Metode analisis data yang digunakan adalah analisa univariat untuk mendapatkan gambaran distribusi subjek penelitian masingAemasing variabel, analisa bivariat untuk melihat hubungan antara tingkat kepuasan pasien low back pain spondylosis lumbalis . dengan mutu pelayanan fisioterapi . menggunakan uji chi-square, dan analisa multivariat guna mengetahui hubungan secara bersamaAesama variabel bebas terhadap variabel terikat, dan variabel bebas mana yang berpengaruh paling besar/dominan terhadap variabel terikat menggunakan uji regresi logistic. ISSN 2776-1592 (Onlin. HASIL DAN PEMBAHASAN Analisa Univariat Tabel 1. Distribusi Responden Berdasarkan Dimensi Tangible (Bukti Fisi. Kriteria Baik Tidak Baik Jumlah Berdasarkan table 1 diketahui bahwa terdapat 40 pasien . 5%) yang menyatakan dimensi Tangible . ukti fisi. baik, dan terdapat 22 pasien . 5%) yang menyatakan Tangible . ukti fisi. tidak Tabel 2. Distribusi Responden Berdasarkan Dimensi Reliability (Kehandala. Kriteria Baik Tidak Baik Jumlah Berdasarkan tabel 2 diketahui bahwa terdapat 43 pasien . ,4%) yang Reliability . baik, dan terdapat 19 pasien . 6%) yang menyatakan dimensi Reliability . tidak baik. Tabel 3. Distribusi Responden Berdasarkan Dimensi Responsive (Ketanggapa. Kriteria Baik Tidak Baik Jumlah Berdasarkan tabel 3 diketahui bahwa terdapat 37 pasien . 7%) yang Responsive . baik, dan terdapat 25 . Responsive . tidak baik. Tabel 4. Distribusi Responden Berdasarkan Dimensi Assurance (Jamina. Kriteria Baik Tidak Baik Jumlah Berdasarkan tabel 4 diketahui bahwa terdapat 47 pasien . 8%) yang menyatakan dimensi Assurance . baik, dan terdapat 15 pasien . 2%) yang https://penelitimuda. com/index. php/SL/index menyatakan Assurance . tidak Tabel 5. Distribusi Responden Berdasarkan Dimensi Emphaty (Empat. Kriteria Baik Tidak Baik Jumlah Berdasarkan tabel 5 diketahui bahwa terdapat 39 pasien . 9%) yang menyatakan dimensi Emphaty . baik, dan terdapat 23 pasien . 1%) yang menyatakan dimensi Emphaty . tidak baik. Tabel 6. Distribusi Responden Berdasarkan Mutu Pelayanan Fisioterapi Kriteria Baik Tidak Baik Jumlah Berdasarkan tabel 6 diketahui bahwa terdapat 41 pasien . 1%) yang menyatakan Mutu pelayanan fisioterapi baik, dan terdapat 21 pasien . 9%) yang menyatakan Mutu pelayanan fisioterapi tidak baik. Tabel 7. Distribusi Kepuasan Pasien Kriteria Puas Tidak Puas Jumlah Responden Berdasarkan Berdasarkan tabel 7 diketahui bahwa terdapat 33 pasien . 2%) yang menyatakan puas, dan terdapat 29 pasien . 8%) yang menyatakan tidak puas. Analisa Bivariate Tabel 8. Hubungan Dimensi Tangible (Bukti Fisi. Dengan Kepuasan Pasien Rawat Jalan Di Poliklinik Fisioterapi Rumah Sakit GrandMed Lubuk Pakam. Tangible (Bukti Fisi. Baik Tidak Baik Total Kepuasan Pasien Puas Tidak Puas Total Value Berdasarkan tabel 8 maka dapat diketahui bahwa dari 40 . ISSN 2776-1592 (Onlin. responden menyatakan baik, terdapat 15 . 2%) responden puas, 25 . responden tidak puas. Dari 22 . tidak baik, 18 . 0%) responden puas, sebanyak 4 . 4%) responden menyatakan tidak puas. Hasil uji chiAe square diperoleh nilai p . < . , hal ini berarti ada Hubungan dimensi tangible mutu pelayanan fisioterapi dengan tingkat kepuasan pasien rawat jalan. Tabel Hubungan Dimensi Reliability (Kehandala. Dengan Kepuasan Pasien Rawat Jalan Di Poliklinik Fisioterapi Rumah Sakit GrandMed Lubuk Pakam. Reliabilit (Kehand Baik Tidak Baik Total Kepuasan Pasien Puas Tidak Puas Total Value Berdasarkan tabel 9 maka dapat diketahui bahwa dari 43 . responden menyatakan baik, 18 . %) responden puas, 25 . 4%) responden tidak puas. Dari 19 . 6%) responden menyatakan tidak baik, terdapat 15 . 2%) responden puas, 4 . responden puas. Hasil uji chi Ae square diperoleh nilai p . < . , hal ini berarti ada Hubungan dimensi reliability mutu pelayanan fisioterapi dengan tingkat kepuasan pasien rawat jalan. Tabel 10. Hubungan Dimensi Responsiveness (Ketanggapa. Dengan Kepuasan Pasien Rawat Jalan Di Poliklinik Fisioterapi Rumah Sakit GrandMed Lubuk Pakam. menyatakan tidak baik, 18 . %) responden puas, 7 . 3%) responden tidak puas. Hasil uji chi Ae square diperoleh nilai p . < . , hal ini berarti ada Hubungan dimensi responsiveness mutu pelayanan fisioterapi dengan tingkat kepuasan pasien rawat jalan. Tabel 11. Hubungan Dimensi Assurance (Jamina. Dengan Kepuasan Pasien Rawat Jalan Di Poliklinik Fisioterapi Rumah Sakit GrandMed Lubuk Pakam. Assurance (Jamina. Baik Tidak Baik Total Kepuasan Pasien Puas Tidak Puas Total Value Berdasarkan tabel 11 maka dapat diketahui bahwa dari 47 . responden menyatakan baik, 20 . responden puas, 27 . 5%) responden tidak puas. Dari 15 . 2%) responden menyatakan tidak baik, 13 . %) responden puas, 2 . 2%) responden tidak puas. Hasil uji chi Ae square diperoleh nilai p . < . , hal ini berarti ada Hubungan dimensi assurance mutu pelayanan fisioterapi dengan tingkat kepuasan pasien rawat jalan. Tabel 12. Hubungan Dimensi Emphaty (Empat. Dengan Kepuasan Pasien Rawat Jalan Di Poliklinik Fisioterapi Rumah Sakit GrandMed Lubuk Pakam. Emphaty (Empat. Baik Tidak Baik Total Kepuasan Pasien Puas Tidak Puas Total Value Berdasarkan tabel 12 maka dapat diketahui bahwa dari 39 . %) Responsive Kepuasan Pasien Total Value responden menyatakan baik, 17 . Puas Tidak Puas (Ketangga responden puas, 22 . 5%) responden Baik Tidak Baik 030 tidak puas. Dari 23 . %) responden Total menyatakan tidak baik, 16 . Berdasarkan tabel 10 maka dapat responden puas, 7 . 2%) responden diketahui bahwa dari 37 . tidak puas. Hasil uji chi Ae square diperoleh responden menyatakan baik, 15 . nilai p . > . , hal ini berarti responden puas, 22 . 5%) responden tidak ada Hubungan dimensi emphaty tidak puas. Dari 25 . 3%) responden https://penelitimuda. com/index. php/SL/index ISSN 2776-1592 (Onlin. mutu pelayanan fisioterapi dengan tingkat kepuasan pasien rawat jalan. Analisa Multivariate Tabel 13. Hubungan Yang Paling Dominan Antara Dimensi Tangible. Reliability. Responsiveness. Assurance. Dan Emphaty Wald Prevale Ratio Tangible Reliability Responsive Assurance Emphaty Constant Variabel lower Ae Upper CI 308 Ae 506 Ae 349 Ae 412 Ae Berdasarkan hasil uji regresi logistic berganda pada tabel 13 maka variabel yang paling dominan yang berpengaruh terhadap kepuasan pasien. Hasil analisis multivariat menunjukkan adanya 4 variabel dengan nilai p < 0. 05 yaitu, tangible, reliability, responsive, dan assurance. Dimensi assurance merupakan variabel yang paling dominan dan disimpulkan bahwa dimensi assurance yang baik memiliki peluang 9. 116 kali lebih besar untuk meningkatkan kepuasan pasien dibandingkan assurance yang tidak baik dan diikuti oleh dimensi responsive, tangible, dan reliability. Tabel 14. Hubungan Yang Paling Dominan Antara Dimensi Tangible. Reliability. Responsiveness, dan Assurance Variabel Wald Preval Ratio Tangible Reliability Responsive Assurance Constant lower Ae Upper CI 015 Ae 538 Ae 053 Ae 271 Ae assurance merupakan variabel yang paling dominan dan disimpilkan bahwa dimensi assurance yang baik memiliki peluang 077 kali lebih besar untuk menigkatkan kepuasan pasien dibandingkan dimensi assurance yang tidak baik dan diikuti oleh Tabel 15. Hubungan Yang Paling Dominan Antara Dimensi Tangible. Reliability, dan Assurance Berdasarkan hasil uji regresi logistic Variabel Wald Preval Ratio Tangible Reliabili Assuran Constant lower Ae Upper CI 270 Ae 297 Ae 462 Ae berganda pada tabel 15 maka variabel yang paling dominan yang berpengaruh terhadap kepuasan pasien. Hasil analisis assurance merupakan variabel yang paling dominan dan disimpilkan bahwa dimensi assurance yang baik memiliki peluang 377 kali lebih besar untuk menigkatkan kepuasan pasien dibandingkan dimensi assurance yang tidak baik dan diikuti oleh dimensi reliability, dan tangible. Tabel 16. Hubungan Yang Paling Dominan Antara Dimensi Reliability dan Assurance Variab Reliab Assura Consta Wald Preval Ratio lower Ae Upper CI 637 Ae 994 Ae Berdasarkan hasil uji regresi logistic berganda pada tabel 16 maka variabel yang Berdasarkan hasil uji regresi logistic berganda pada tabel 14 maka variabel terhadap kepuasan pasien. Hasil analisis yang paling dominan yang berpengaruh terhadap kepuasan pasien. Hasil analisis assurance merupakan variabel yang paling https://penelitimuda. com/index. php/SL/index ISSN 2776-1592 (Onlin. dominan dan disimpilkan bahwa dimensi assurance yang baik memiliki peluang 543 kali lebih besar untuk menigkatkan kepuasan pasien diban-dingkan dimensi assurance yang tidak baik dan diikuti oleh dimensi reliability. Hasil analisis dari 40 responden . 6%) yang menyatakan dimensi tangible mutu pelayanan fisioterapi di poliklinik fissioterapi rumah sakit GrandMed Lubuk Pakam baik, terdapat 15 responden . 2%) yang menyatakan puas, dan sebanyak 25 responden . 4%) yang menyatakan tidak puas. Dari 22 responden . 4%) yang menyatakan dimensi tangible mutu pelayanan fisioterapi di poliklinik fisioterapi rumah sakit GrandMed Lubuk Pakam tidak baik, terdapat 18 responden . %) yang menyatakan puas, dan sebanyak 4 responden . 4%) yang menyatakan tidak puas. Hasil uji chi Ae square diperoleh nilai p . < . , hal ini berarti ada pelayanan fisioterapi dengan tingkat kepuasan responden rawat jalan di GrandMed Lubuk Pakam. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian Pratiwi dan Susanto . di Rumah sakit Sultan Immanudin Pangkalan Bun Kalimantan Tengah, menyatakan ada hubungan yang signifikan antara tangible . ukti fisi. dengan tingkat kepuasan responden. Hasil uji chi Ae square diperoleh nilai p . < . , maka hal ini berarti ada hubungan dimensi reliability mutu pelayanan fisioterapi di poliklinik fisioterapi rumah sakit GrandMed Lubuk Pakam. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian Pratiwi dan Susanto . di Rumah sakit Sultan Immanudin Pangkalan https://penelitimuda. com/index. php/SL/index Bun Kalimantan Tengah, menyatakan ada hubungan yang signifikan antara reliability . dengan tingkat kepuasan responden dan dimensi reliability juga merupakan faktor paling dominan dalam penelitian oleh Sayed et. Teori yang dikemukakan oleh Santoso . , kehandalan adalah salah satu sikap kualitas yang memiliki hubungan erat dengan kepuasan. Mutu memberikan suatu dorongan kepada responden untuk menjalin ikatan hubungan yang kuat dengan perusahaan. Dalam jangka panjang, ikatan seperti ini memungkinkan perusahaan untuk memahami dengan seksama harapan responden serta kebutuhan mereka. Dengan demikian perusahaan dapat meningkatkan kepuasan responden dimana perusahaan memaksimumkan pengalaman responden yang Hasil uji chi Ae square diperoleh nilai p . < . , maka hal ini berarti ada hubungan dimensi responsiveness mutu pelayanan fisioterapi di poliklinik fisioterapi rumah sakit GrandMed Lubuk Pakam. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian Pratiwi dan Susanto . di Rumah sakit Sultan Immanudin Pangkalan Bun Kalimantan Tengah, menyatakan ada responsiveness . dengan tingkat kepuasan responden. Penelitian dari Essiam . dalam penelitian yang berjudul AuService Quality and Patients Satisfaction with Healthcare DeliveryAy di Ghana, sebagai faktor paling dominan dalam hubungan dengan kepuasan pasien. Hasil uji chi Ae square diperoleh nilai p . < . , maka hal ini berarti ada hubungan dimensi assurance mutu pelayanan fisioterapi di poliklinik ISSN 2776-1592 (Onlin. fisioterapi rumah sakit GrandMed Lubuk Pakam. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian Pratiwi dan Susanto . di Rumah sakit Sultan Immanudin Pangkalan Bun Kalimantan Tengah, menyatakan ada assurance . dengan tingkat kepuasan responden. Menurut peneliti, assurance . adalah bagian dari kenyamanan responden, jika responden merasa nyaman maka mereka akan datang kembali. Hasil uji chi Ae square diperoleh nilai p . > . , maka hal ini berarti tidak ada hubungan dimensi emphaty mutu pelayanan fisioterapi di poliklinik fisioterapi rumah sakit GrandMed Lubuk Pakam. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian Pratiwi dan Susanto . di Rumah sakit Sultan Immanudin Pangkalan Bun Kalimantan Tengah, menyatakan tidak ada hubungan yang signifikan antara . kepuasan responden. Model akhir yang didapatkan dari analisis multivariat menunjukkan adanya 4 variabel dengan nilai p < 0. 05 yaitu tangible, reliability, responsiveness, dan Assurance merupakan variabel yang paling dominan dan disimpulkan bahwa assurance yang baik memiliki 543 kali lebih besar untuk menigkatkan kepuasan pasien. Penelitian ini sejalan dengan penelitian Arsanam al . , menemukan assurance . merupakan dimensi yang paling dominan dan diikuti oleh dimensi . Di lain pihak, skor yang rendah tidak harus dinilai sebagai kegagalan dari sebuah pelayanan. https://penelitimuda. com/index. php/SL/index SIMPULAN Ada hubungan dimensi tangible mutu pelayanan fisioterapi dengan kepuasan pasien rawat jalan di poliklinik fisioterapi rumah sakit GrandMed Lubuk Pakam . value = 0. Ada hubungan dimensi reliability mutu pelayanan fisioterapi dengan kepuasan pasien rawat jalan di poliklinik fisioterapi rumah sakit GrandMed Lubuk Pakam . Aevalue = 0. Ada hubungan dimensi responsiveness mutu pelayanan fisioterapi dengan kepuasan pasien rawat jalan di poliklinik fisioterapi rumah sakit GrandMed Lubuk Pakam . Aevalue = 0. Ada hubungan dimensi assurance mutu pelayanan fisioterapi dengan kepuasan pasien rawat jalan di poliklinik fisioterapi rumah sakit GrandMed Lubuk Pakam . Aevalue = 0. Ada hubungan dimensi emphaty mutu pelayanan fisioterapi dengan kepuasan pasien rawat jalan di poliklinik fisioterapi rumah sakit GrandMed Lubuk Pakam . Ae value = 0. Assurance merupakan variable yang paling dominan untuk meningkatkan kepuasan pasien rawat jalan di poliklinik Rumah Sakit GrandMed Lubuk Pakam (Prevalensi Ratio = 10. DAFTAR PUSTAKA