Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 3 . 1340-1348 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. Pengembangan Usaha Mikro. Kecil, dan Menengah dalam Meningkatkan Perekonomian di Sektor UMKM Sentra Wisata Kuliner Dharmahusada Kota Surabaya 1Putri Aprilia Aini Husendi 2Dr. Agus Widiyarta. Sos. 1,2UPN Veteran Jawa Timur 117041010111@student. id 2aguswidiyarta. adneg@upnjatim. ABSTRACT The problem statement of this research pertains to the enhancement of micro, small, and medium-sized enterprises (MSME. to foster economic growth within the culinary tourism hub of Dharmahusada. Surabaya. This study aims to provide a descriptive account of the Development of Micro. Small, and Medium-Sized Enterprises in Elevating the Economic Landscape within the MSME Sector of the Culinary Tourism Hub in Dharmahusada. Surabaya. Employing a qualitative methodology with a descriptive approach, the research delves into the strategies employed for business development in boosting the economic facet of the MSME sector within the Dharmahusada Culinary Tourism Hub in Surabaya. The findings of the research underscore that the Surabaya City government has formulated rational, proportionate, and wellorganized policies for the organization and provision of space for street food vendors within the Dharmahusada Culinary Tourism Hub. However, the implementation of these policies is impeded by various challenges, including inadequate dissemination of information, limited access to information, and insufficient support or guidance. To address these issues, effective dissemination of information concerning tax incentives for MSMEs, the establishment of comprehensive information systems, the creation of centers for consultation and development of MSMEs, as well as the establishment of a joint marketing system, are imperative. Keywords: Strategies for MSME Development. Economic Aspects of the MSME Sector. Surabaya City ABSTRAK Rumusan masalah dalam penelitian ini yakni bagaimana pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah dalam meningkatkan perekonomian di sektor UMKM Sentra Wisata Kuliner Dharmahusada Kota Surabaya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan mengenai Pengembangan Usaha Mikro. Kecil. Dan Menengah Dalam Meningkatkan Perekonomian di sektor UMKM Sentra Wisata Kuliner Dharmahusada Kota Surabaya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif untuk mengkaji strategi pengembangan dunia usaha dalam meningkatkan perekonomian sektor UMKM di Sentra Wisata Kuliner Dharmahusada Kota Surabaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemerintah Kota Surabaya telah melakukan pembuatan kebijakan penataan dan penyediaan ruang PKL di Sentra Wisata Kuliner Dharmahusada dengan pemikiran yang rasional, proporsional, dan terpola. Namun, masih terdapat kendala dalam implementasi kebijakan ini, seperti kurangnya sosialisasi, keterbatasan akses informasi, dan kurangnya dukungan atau Untuk mengatasi masalah ini, diperlukan sosialisasi yang efektif mengenai keringanan pajak bagi UMKM, pembuatan informasi terpadu, pendirian pusat konsultasi dan pengembangan UMKM, serta pembuatan sistem pemasaran bersama. 1340 | Volume 6 Nomor 3 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 3 . 1340-1348 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. Kata kunci: Strategi pengembangan UMKM. Perekonomian sektor UMKM. Kota Surabaya PENDAHULUAN Usaha Mikro. Kecil dan Menengah (UMKM) memiliki peranan yang cukup penting bagi perekonomian Indonesia. Emiliani et al. berpendapat bahwa UMKM adalah suatu kegiatan usaha yang dapat memperluas lapangan kerja dan memberikan pelayanan ekonomi yang luas kepada masyarakat. UMKM dalam perekonomian perspektif global berperan sangat vital di dalam pembangunan dan pertumbuhan ekonomi. Indonesia memiliki 65,5 juta usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) pada Jumlah itu meningkat 1,98% dibandingkan pada 2018 yang sebanyak 64,2 juta Kemudian Soetjipto . juga menyatakan bahwa dalam sepuluh tahun terakhir, pertumbuhan jumlah unit UMKM tahun 2016Ae2019 mengalami peningkatan sebesar 4,2 persen setiap tahunnya dan rata-rata kontribusi UMKM terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia selama 3 tahun terakhir lebih dari 50 persen. Jawa Timur merupakan salah satu wilayah provinsi di Indonesia yang mana berdasarkan data yang termuat dalam databox memperlihatkan bahwa Jawa Timur merupakan wilayah provinsi penyumbang jumlah UMKM terbanyak kedua setelah Provinsi Jawa Barat. Kota Surabaya adalah ibu kota dari Jawa Timur, yang mana dalam hal perekonomian menduduki peringkat yang sangat tinggi. Memiliki trend pertumbuhan ekonomi yang sangat positif, salah satunya yakni adanya Usaha Mikro Kecil Menengah yang tersebar di segala penjuru kota Surabaya. Adanya UMKM ini sebagai penopang perekonomian bagi kota Surabaya sebesar 98%, sisanya yakni dari perusahaanperusahaan besar. Dari tahun ke tahun perkembangan UMKM di Kota Surabaya mengalami perkembangan yang cukup pesat. Mengingat UMKM memiliki peran yang cukup penting. Pandemi COVID-19 mengakibatkan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah mengalami penurunan Terutama bagi UMKM yang bergantung pada ruang fisik. Perusahaan yang bergantung pada ruang fisik, seperti restoran, kafe, supermarket, kebugaran pusat perbelanjaan, pasar makanan tradisional, bioskop dan dealer mobil, semuanya menderita kerugian (Rizal et al. , 2. Sentra Wisata Kuliner (SWK) merupakan salah satu upaya yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Surabaya dalam mengembangkan sektor UMKM di sejumlah wilayah setempat dengan memanfaatkan asset milik Pemerintah Kota Surabaya. Sentra Wisata Kuliner (SWK) di Surabaya saat ini ada 48 yang tersebar di berbagai tempat di Surabaya. Hampir setiap wilayah terdapat SWK yang dikelola oleh Dinas Koperasi. Usaha Kecil dan Menengah dan Perdagangan (Dinkopumgda. Surabaya. Namun sayangnya SWK yang ada masih menuai permasalahan. Pemerintah Kota Surabaya akan fokus menghidupkan beberapa SWK yang telah dibangun. Selama ini. Pemkot kerap mendapat stigma rajin membangun sentra wisata kuliner. Akan 1341 | Volume 6 Nomor 3 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 3 . 1340-1348 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. tetapi kurang pandai menghidupkan SWK yang dibangun. Selain itu berdasarkan Ningrum et al. menjelaskan bahwa pembangunan sentra wisata kuliner (SWK) untuk para PKL yang direlokasi masih banyak evaluasi. Kurangnya minat masyarakat untuk berkunjung ke SWK membuat banyak dari SWK yang sudah dibangun sepi. Banyak lokasi pembangunan sentra kuliner di Kota Pahlawan tidak strategis. Selain itu menurut Sunaryo . masalah lain yakni kurangnya penerangan, ventilasi, dan fasilitas seperti kipas angin pada wisata kuliner yang membuat para pengunjung merasa kurang puas atas fasilitas yang ada. Serta terdapat beberapa stand yang menjual menu yang sama. Sehingga terjadi persaingan antar pedagang dalam SWK untuk mendapatkan pembeli. Selain itu adanya sistem satu kasir yang diterapkan di Sentra Wisata Kuliner (SWK) Dharmahusada dirasa kurang efektif bagi para pedagang. Hal tersebut dikarenakan adanya penumpukan pembeli di kasir untuk melakukan transaksi pembayaran sehingga mengakibatkan berkurangnya jatah makan siang pegawai. Sehingga, mengakibatkan banyaknya pembeli yang komplain dan mengatakan tidak mau datang kembali apabila harus mengantre lama Berdasarkan uraian latar belakang di atas maka rumusan masalah dalam penelitian ini yakni bagaimana pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah dalam meningkatkan perekonomian di sektor UMKM Sentra Wisata Kuliner Dharmahusada Kota Surabaya?. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan mengenai Pengembangan Usaha Mikro. Kecil. Dan Menengah Dalam Meningkatkan Perekonomian di sektor UMKM Sentra Wisata Kuliner Dharmahusada Kota Surabaya. Dalam penelitian yang dilakukan Oleh Yuli Rahmini Suci pada tahun 2017 Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan memecahkan permasalahan yang berkaitan dengan perkembangan pertumbuhan UMKM di Indonesia. Latar belakang dari penelitian ini adalah adanya krisis ekonomi yang menerpa di beberapa belahan dunia termasuk di Indonesia. Hanya UMKM yang mampu bertahan dengan peningkatan yang pesat. Dalam hal ini produktivitas UMKM mendukung pertumbuhan ekonomi yang sedang merosot. Akan tetapi sektor UMKM juga memiliki kelemahan dalam meningkatkan kekuatan usaha. Kelemahan tersebut terutama berkaitan dengan kurangnya modal dalam mengembangkan usaha, minimnya kemampuan manajerial dan keterampilan dalam mengordinasi dan memasarkan. Metode penelitian yang digunakan yaitu studi literatur, yang mana sumber data menggunakan data sekunder berasal dari website resmi pemerintah seperti BPS. BI. Kementerian Koperasi dan UMKM. Hasil penelitian tersebut yaitu pertumbuhan dicapai dengan Usaha Kecil dan Menengah, pada periode tahun 2013, nilai ekspor meningkat 9,29% atau Rp 182 miliar. Di Sini adalah hit dikembangkan untuk UMKM yang hampir hingga 86,33% modal mandiri. Industri perbankan yang baru dicairkan kredit hanya 13,67% tapi masih didominasi oleh bank umum Bangsa. Ini tayang lagi Peluang besar membuka peluang pengembangan UKM ke depan. Kebijakan ekonomi dalam penelitian tersebut adalah permasalahan yang bisa jadi solusi bagi UMKM untuk menciptakan kondisi untuk Pembangunan. 1342 | Volume 6 Nomor 3 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 3 . 1340-1348 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. Penelitian Lain yang dilakukan oleh Mohammadd Rohedi di tahun 2015 Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi pengembangan usaha UMKM dalam meningkatkan perekonomian masyarakat. Latar belakang masalah yang ditemukan yaitu dengan adanya perkembangan dan pertumbuhan UMKM dijadikan sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi. Akan tetapi UMKM di Kabupaten Sumenep terdapat berbagai masalah antara lain terkait dengan permodalan, pemasaran, sumber daya manusia, serta sarana prasarananya. Dengan itu memerlukan bantuan dari pihak Dinas Perdagangan Kabupaten Sumenep untuk menggiatkan dan mengembangkan kembali UMKM yang ada. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan datanya melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Dari penelitian tersebut, menghasilkan beberapa strategi pertama, penciptaan iklim usaha yang baik dengan menggunakan program pemberdayaan dengan meningkatkan kemampuan dan kecanggihan teknologi, kedua yaitu dengan adanya pembuatan informasi terpadu dengan memanfaatkan kemajuan teknologi yang berupa website, ketiga yaitu pendirian pusat konsultasi dan pengembangan UMKM berupa MUSRENBANG antar wilayah desa atau kecamatan yang dipelopori oleh Badan Perencanaan Daerah Kabupaten Sumenep, dan yang terakhir yaitu sistem pemasaran bersama yang dilimpahkan oleh Disperindag melalui pengadaan bazar tingkat lokal, regional, bahkan tingkat nasional. Pengembangan usaha sebagai sarana perbaikan dalam menjalankan pekerjaan baik sekarang maupun di masa yang akan datang dengan memberikan arahan sebagai wujud untuk mempengaruhi sikap atau menambah kecakapan. (Hardianti, 2. mengungkapkan bahwa pengembangan usaha merupakan suatu usaha yang dilakukan oleh seorang wirausaha dalam rangka membutuhkan prospek ke depan terkait dengan motivasi dan kreativitas untuk meningkatkan usaha guna mencapai tujuan. Pengembangan usaha adalah suatu wujud usaha agar dapat berkembang menjadi lebih baik untuk mencapai puncak kesuksesan. Perkembangan usaha dilakukan oleh usaha yang sudah mulai terproses dan terlihat ada kemungkinan untuk lebih maju lagi (Rizkia, 2. Kesuksesan dari pengembangan usaha ditandai dengan adanya omzet penjualan yang meningkat. Peningkatan omzet penjualan terjadi berdasarkan minat konsumen terhadap suatu barang yang diperjualbelikan. METODE PENELITIAN Metode penelitian yang digunakan dalam studi ini adalah penelitian kualitatif. Penelitian kualitatif bertujuan untuk memahami fenomena seperti perilaku, persepsi, motivasi, dan tindakan secara holistik, menggunakan kata-kata dan bahasa deskriptif, dalam konteks alami tertentu, dengan menggunakan berbagai metode alami. Pendekatan penelitian yang digunakan dalam studi ini adalah pendekatan penelitian deskriptif, yang bertujuan untuk memperoleh gambaran dan informasi yang komprehensif dan mendalam tentang perkembangan usaha mikro, kecil, dan 1343 | Volume 6 Nomor 3 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 3 . 1340-1348 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. menengah (UMKM) dalam meningkatkan ekonomi di pusat wisata kuliner Dharmahusada. Surabaya. Lokasi penelitian dilakukan di Pusat Wisata Kuliner Dharmahusada. Peneliti memilih lokasi ini karena merupakan salah satu pusat wisata kuliner yang menerapkan sistem kasir tunggal di wilayah Surabaya Timur. Meskipun menerapkan sistem kasir tunggal. Pusat Wisata Kuliner Dharmahusada masih mengalami penurunan pendapatan akibat implementasi yang belum optimal. Dokumentasi digunakan sebagai bentuk pengumpulan data dalam penelitian ini, termasuk gambar, dokumen, dan data terkait perkembangan UMKM di Pusat Wisata Kuliner, untuk melengkapi dan memperkuat data yang diperoleh dari wawancara dan observasi. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Model Interaktif dari Miles. Teknik ini melibatkan kondensasi data, yang meliputi pemilihan dan fokus pada aspek penting, penyederhanaan, abstraksi, dan transformasi data. Ini juga melibatkan tampilan data, yang melibatkan pengorganisasian dan pengaturan data secara teratur sehingga memungkinkan untuk kesimpulan akhir dan verifikasi. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Hasil pengumpulan data menunjukkan bahwa pembuatan Informasi Terpadu bagi Usaha Mikro. Kecil, dan Menengah (UMKM) di sentra wisata kuliner (SWK) Dharmahusada Surabaya adalah suatu proses atau sistem yang bertujuan untuk mengintegrasikan dan mengelola data serta informasi terkait UMKM secara Tujuan utamanya adalah untuk memberikan dukungan dan memfasilitasi perkembangan UMKM dengan cara menyediakan akses lebih mudah ke informasi yang relevan dan berdampak pada peningkatan kinerja dan daya saing Pendirian Pusat Konsultasi dan Pengembangan UMKM juga merupakan inisiatif atau upaya untuk menyediakan layanan khusus bagi UMKM. Pusat tersebut berfungsi sebagai pusat sumber daya dan dukungan yang bertujuan untuk membantu UMKM dalam menghadapi berbagai tantangan, memperoleh informasi, dan meningkatkan kualitas serta daya saing bisnis mereka. Selain itu, terdapat beberapa indikator yang menjadi fokus penelitian, yaitu penciptaan iklim usaha bagi UMKM, pembuatan informasi terpadu, pendirian pusat konsultasi dan pengembangan UMKM, dan pembuatan sistem pemasaran bersama. Indikator-indikator ini bertujuan untuk mendorong pertumbuhan dan perkembangan sektor UMKM serta meningkatkan kualitas dan daya saing bisnis Dalam proses pembuatan kebijakan, pemerintah Kota Surabaya berupaya mencari solusi yang menguntungkan bagi UMKM di Sentra Wisata Kuliner Dharmahusada. Hal ini dilakukan dengan pemikiran yang rasional, proporsional, dan Dalam hal komposisi pegawai Dinas Koperasi. Usaha Kecil, dan Menengah 1344 | Volume 6 Nomor 3 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 3 . 1340-1348 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. dan Perdagangan (Dinkopumgda. Kota Surabaya, terdapat sejumlah pegawai yang terlibat dalam pengumpulan data juga menunjukkan bahwa masih terdapat kebutuhan akan pembinaan dan pelatihan bagi pelaku UMKM di SWK Dharmahusada Surabaya. Pelaku UMKM di sektor makanan khususnya perlu mendapatkan pembinaan dalam aspek legalitas usaha, perizinan produk, penataan lokasi usaha, dan kebijakan pendanaan. Pembinaan ini bertujuan untuk mengontrol kualitas dan kuantitas UMKM serta meningkatkan kemajuan usaha setelah mengikuti pembinaan Dalam menciptakan sistem pemasaran bersama bagi pelaku UMKM di SWK Dharmahusada Surabaya, masih ditemukan kendala dalam implementasinya. Sistem pemasaran bersama membutuhkan komitmen dan kerja sama dari semua pihak yang Evaluasi dan perbaikan terus dilakukan untuk menjadikan sistem pemasaran bersama sebagai alat yang efektif dalam meningkatkan daya saing dan kesuksesan UMKM di SWK Dharmahusada Surabaya. Pembahasan Berdasarkan hasil wawancara dengan Ibu Regina, koordinator UMKM Sentra Wisata Kuliner (SWK) Dharmahusada dari Dinas Koperasi Kota Surabaya, terlihat adanya upaya untuk menciptakan sistem pemasaran bersama bagi UMKM di pusat wisata kuliner. Selain itu, penting bagi UMKM untuk mencari sumber informasi yang kredibel dan resmi guna mendapatkan pembaruan bisnis yang akurat dan dapat Hal ini dapat dilakukan melalui berbagai situs web dan platform yang menyediakan informasi terintegrasi untuk UMKM. Proses pembuatan kebijakan di Kota Surabaya terkait pengaturan dan penyediaan ruang bagi PKL bertujuan untuk mencari solusi yang saling menguntungkan bagi UMKM di Pusat Wisata Kuliner (SWK) Dharmahusada Surabaya. Namun, pembuatan sistem pemasaran bersama di SWK Dharmahusada Surabaya belum mendapatkan banyak perhatian dari UMKM. Untuk memastikan keberhasilannya, pemerintah perlu memastikan persiapan yang matang, biaya partisipasi yang terjangkau, dukungan promosi yang memadai, pelatihan dan pendampingan, kesempatan berjaringan, dan pemasaran yang tepat sasaran. Dalam hal penyederhanaan prosedur perizinan usaha di pusat wisata kuliner, banyak pemilik usaha mikro dan kecil di SWK Dharmawangsa masih belum mengetahui izin-izin yang diperlukan untuk mendirikan dan mengoperasikan usaha Penting untuk memberikan edukasi mengenai persyaratan dan batasan perizinan kepada mereka. Dalam upaya memberikan dukungan dan memfasilitasi perkembangan UMKM. Dinas Koperasi. Usaha Kecil dan Menengah, dan Perdagangan Kota Surabaya menyediakan Gedung Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) yang menyediakan berbagai layanan gratis bagi pelaku UMKM, termasuk akses pemasaran dan pelatihan 1345 | Volume 6 Nomor 3 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 3 . 1340-1348 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. Untuk mendapatkan informasi terbaru mengenai perkembangan dunia usaha, penting bagi pelaku UMKM untuk mencari sumber informasi yang kredibel dan resmi. Dalam wawancara dengan Ibu Regina, koordinator UMKM SWK Dharmahusada, disebutkan bahwa pembuatan Informasi Terpadu di sentra wisata kuliner bertujuan untuk memberikan akses mudah ke informasi yang relevan dan berdampak pada peningkatan kinerja dan daya saing UMKM. Beberapa inisiatif dan strategi untuk mendukung pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di pusat wisata kuliner Dharmahusada. Surabaya. Pertama, pendirian Sistem Informasi Terintegrasi bertujuan untuk mengintegrasikan dan mengelola data dan informasi yang komprehensif terkait UMKM, memberikan akses yang lebih mudah ke informasi yang relevan, dan meningkatkan kinerja dan daya saing mereka. Kedua, pentingnya bimbingan dan pelatihan yang berkelanjutan bagi para pengusaha UMKM disoroti. Bimbingan ini mencakup berbagai aspek seperti produksi, pengolahan, pemasaran, dan teknologi, berdasarkan kebutuhan khusus para pengusaha UMKM. Ketiga, pentingnya pameran lokal dan regional yang difasilitasi oleh lembaga pemerintah dibahas. Pameran ini memberikan kesempatan bagi para pengusaha UMKM untuk belajar dan mengadopsi teknologi dan proses produksi baru, yang berkontribusi pada kemajuan mereka di masa depan. Terakhir, pendirian Pusat Konsultasi dan Pengembangan UMKM dipandang sebagai inisiatif positif untuk mengontrol dan meningkatkan kualitas dan jumlah UMKM di pusat wisata kuliner. Pusat ini dapat memberikan studi kelayakan, rencana bisnis, dan layanan dukungan lainnya yang signifikan dalam pengembangan dan penguatan UMKM. Secara keseluruhan, inisiatif-inisiatif ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan bisnis yang kondusif, memberdayakan UMKM, dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi sektor wisata kuliner di Dharmahusada. Surabaya. KESIMPULAN DAN SARAN Pemberdayaan UMKM melalui penumbuhan iklim usaha oleh Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah dan Perdagangan Kota Surabaya secara keseluruhan sudah berjalan optimal. Akan tetapi dalam proses penciptaan iklim usaha tersebut khususnya di sentra wisata kuliner Dharmahusada. Kota Surabaya juga membutuhkan proses dan waktu yang tidak instan, ada beberapa kendala dalam proses tersebut seperti: pendanaan, sarana dan prasarana, ekosistem usaha. dan lain Para pelaku UMKM di sentra wisata kuliner Dharmahusada Surabaya sangat mengapresiasi Sistem Satu Data UMKM ini karena mereka dapat mengakses data 1346 | Volume 6 Nomor 3 2024 Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Volume 6 Nomor 3 . 1340-1348 P-ISSN 2656-274x E-ISSN 2656-4691 DOI: 10. 47476/reslaj. UMKM secara lengkap dan terpadu, sehingga memberikan manfaat yang besar bagi UMKM di sentra wisata kuliner Dharmahusada Surabaya melalui penumbuhan iklim usaha oleh Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah dan Perdagangan Kota Surabaya secara keseluruhan sudah berjalan dengan baik. Hal ini dapat dilihat dari terlaksananya indikator-indikator pada masing-masing aspeknya. Berdasarkan pembahasan dan kesimpulan yang telah dijabarkan peneliti, maka saran dan masukan dapat diberikan. Untuk melibatkan peran aktif dari pemerintah daerah, asosiasi UMKM, dan berbagai pihak terkait lainnya dalam mengembangkan dan menyebarkan Informasi Terpadu bagi UMKM di sentra wisata kuliner Dharmahusada Surabaya. Dengan adanya sistem informasi terpadu ini, diharapkan UMKM dapat berkembang lebih baik, mendapatkan dukungan yang lebih efektif, dan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi lokal di SWK. DAFTAR PUSTAKA