TARGET : JURNAL MANAJEMEN DAN BISNIS | e-ISSN : 2715-9361 | Vol. 4 No. 1 | Juni 2022 DOI https://doi. org/10. 30812/target. Sistem Antar Jemput Penonton dalam Penyelenggaraan MotoGP Mandalika (Studi Kasus pada Penonton MotoGP Mandalika asal Lombok dan Yogyakart. Lalu Jatmiko Jati jatmiko@universitasbumigora. Universitas Bumigora Rini Anggriani rinianggriani@universitasbumigora. Universitas Bumigora Lady Faerrosa ladyjosman@universitasbumigora. Universitas Bumigora Zahrah zahrah@universitasbumigora. Universitas Bumigora Abstract This study aims to explore in depth the audience's response to the Mandalika 2022 MotoGP title regarding the service and shuttle system for the official Mandalika Circuit bus. This research uses a qualitative approach with the type of case study research. The selection of research subjects was carried out using a purposive sampling technique, namely the Mandalika MotoGP audience from Lombok and the Special Region of Yogyakarta (DIY) who came to watch the Mandalika Circuit Lombok live. Methods of data collected by using interviews, observation, and documentation. Data analysis was carried out through the stages of data reduction, data display, and verification and drawing conclusions. The validity of the data was tested using the triangulation method. The results showed that: . All respondents admitted that they were disappointed with the organizers or committees who did not pick them up at the pick-up location in front of the Mandalika Circuit entrance as they should. All respondents admitted that they had told their negative experiences to their relatives, co-workers, and family. All respondents admitted that they will not watch the MotoGP event in 2023 at the Mandalika Circuit, but there is a possibility that they will watch it again in the following years if they see that there is a better development of the organizing system at the Mandalika Circuit. A total of four respondents admitted to renting a passing pick-up car to reach the parking location, as many as six respondents admitted to using impromptu ojek services from local residents who had motorbikes, and as many as five respondents admitted to walking quite a distance before getting a ride from an impromptu ojek. that have sprung up in the Mandalika Circuit area. A total of four respondents who are natives of Lombok gave their opinions regarding alternatives that the committee could take at the 2023 Mandalika MotoGP. Keywords: mandalika circuit, motogp, services TARGET : JURNAL MANAJEMEN DAN BISNIS | e-ISSN : 2715-9361 | Vol. 4 No. 1 | Juni 2022 DOI https://doi. org/10. 30812/target. Pendahuluan Sejak akhir tahun 2018, rumor bahwa Indonesia akan menjadi tuan rumah gelaran MotoGP sudah berhembus kencang. Kabarnya gelaran balap MotoGP akan digelar di Mandalika. Lombok. Nusa Tenggara Barat (NTB). Pada tahun 2019. Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC), atau PT Pengembangan Pariwisata Indonesia, mengklaim sudah mendatangani kontrak dengan Dorna, selaku penyelenggara MotoGP. Hal ini disampaikan oleh Direktur Utama ITDC. Abdulbar M. Mansoer, pihaknya telah meneken kontrak untuk menggelar balap MotoGP pada 2021. Saat itu. Indonesia bersaing dengan Brazil untuk menjadi tuang rumah penyelenggaraan balapan MotoGP dan pada akhirnya Indonesia yang menjadi tuan rumah (Harryt, 2. Sirkuit yang digunakan merupakan sirkuit jalan raya, yang proses konstruksinya digarap oleh perusahaan asal Prancis. Vinci Construction Grands Projects. Perkara pendanaan, menurut Abdulbar, pihaknya mendapatkan pendanaan dari Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB). Berbeda dengan di negara lain, pembangunan Sirkuit Mandalika benar-benar dari awal. Indonesia benar-benar antusias dengan gelaran MotoGP yang merupakan balap motor terbesar di dunia. Indonesia menjadi penyumbang penonton terbesar nomor dua setelah China (Harryt. Mandalika Grand Prix Association (MGPA) menyatakan, pembangunan Sirkuit Mandalika Lombok Tengah. Nusa Tenggara Barat, dikerjakan dengan cepat, hanya diselesaikan dalam waktu 14 bulan sehingga Wolrd Superbike (WSBK) 2021 bisa digelar. Sirkuit Mandalika juga telah lulus homologis karena sirkuit ini memiliki kualitas yang memenuhi syarat untuk menggelar ajang balap motor internasional (BW, 2. MotoGP Mandalika digelar pada Minggu 20 Maret 2022. Menurut jurnalis ternama asal Inggris. Simon Patterson, total jumlah penonton yang hadir selama gelaran MotoGP Indonesia 2022 di Sirkuit Mandalika diperkirakan mencapai 102. 801 orang. Jumlah tersebut merupakan hasil akumulasi penonton dari sesi latihan bebas (Juma. , kualifikasi (Sabt. , hingga balapan (Mingg. Rinciannya, pada hari balapan tercatat jumlah penonton mencapai 62. 923 orang. Sedangkan, sisanya terbagi untuk hari pertama . atihan beba. 857 penonton dan hari kedua . 021 orang (Fikri, 2. Setelah gelaran MotoGP Mandalika yang disambut begitu antusias oleh para penggemar MotoGP, muncul berbagai pemberitaan mengenai fasilitas antar jemput bus official Sirkuit Mandalika. Ribuan penonton MotoGP di Mandalika. Lombok. Nusa Tenggara Barat terlantar di sejumlah pintu masuk sirkuit. Mereka ditinggal bus penumpang yang sebelumnya mengangkut mereka menuju sirkuit. Padahal tiket yang mereka bayar sudah termasuk bus antar-jemput menuju dan juga keluar kawasan sirkuit. Hingga malam, ribuan penonton MotoGP Mandalika masih berada di kawasan sirkuit. Kebanyakan dari mereka tidak memiliki angkutan untuk menuju lokasi parkir. Sebagian penonton pun memilih untuk berjalan kaki menuju ke tempat parkir meski jaraknya lebih dari tiga kilometer (Afr, 2. Gubernur Nusa Tenggara barat. Zulkieflimansyar mengucapkan permohonan maafnya kepada penonton yang hadir di Sirkuit Mandalika untuk menyaksikan gelaran MotoGP Indonesia, 18-20 Maret 2022 lalu. Pasalnya pada akhir gelaran tersebut, ribuan penonton terlantar, hingga harus berjalan kaki sampai tengah malam, di hari Minggu 20 Maret 2022. Bahkan hal ini membuat beredarnya postingan dari para penonton yang menunjukkan ketidakpuasan terhadap gelaran balap dunia tersebut di berbagai sosial media. Hal tersebut disebabkan kemacetan dari para penonton yang membawa mobil pribadi dan bus milik penyelenggara yang sudah tua (Paulus, 2. Penelitian ini bertujuan untuk menggali secara mendalam tanggapan penonton gelaran MotoGP Mandalika 2022 terkait sistem antar jemput bus official Sirkuit Mandalika. TARGET : JURNAL MANAJEMEN DAN BISNIS | e-ISSN : 2715-9361 | Vol. 4 No. 1 | Juni 2022 DOI https://doi. org/10. 30812/target. Metode Penelitian Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif yang digunakan untuk mengetahui atau menggambarkan kenyataan dari kejadian yang diteliti sehingga memudahkan mendapatkan data yang objektif (Sugiyono, 2. Sugiyono . menyebutkan bahwa metode penelitian kualitatif digunakan peneliti pada kondisi objek yang Menurut Moleong . , penelitian kualitatif adalah AuPenelitian yang bermaksud untuk memahami fenomena tentang apa yang dialami oleh subjek penelitian misalnya perilaku, persepsi, motivasi, tindakan, dll. , secara holistik, dan dengan cara deskripsi dalam bentuk katakata dan bahasa, pada suatu konteks khusus yang alamiah dan dengan memanfaatkan berbagai metode alamiahAy. Berdasarkan pengertian di atas dapat diketahui bahwa penelitian kualitatif merupakan penelitian yang bersifat alamiah dan data yang dihasilkan berupa deskriptif. Pada penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Penelitian ini memusatkan diri secara intensif pada satu obyek tertentu dan mempelajarinya sebagai suatu Data studi kasus dapat diperoleh dari semua pihak yang bersangkutan. Objek dan Subjek Penelitian Objek dalam penelitian ini adalah sistem antar jemput penumpang selama gelaran MotoGP Mandalika di Lombok. NTB, sementara subjek dalam penelitian ini adalah penonton gelaran MotoGP Mandalika yang datang langsung ke Lombok untuk menonton secara langsung gelaran MotoGP Mandalika. Subjek penelitian memiliki kedudukan yang penting dalam sebuah penelitian (Haryono, 2. Sampling frame untuk kegiatan wawancara dalam penelitian ini adalah seluruh penonton langsung gelaran MotoGP Mandalika 2022 yang berdomisili di Pulau Lombok dan DIY. Populasi ini dipilih karna keterbatasan peneliti untuk menjangkau daerah yang lebih luas karna tidak adanya tim atau sumber daya untuk mengidentifikasi sampel penelitian di tempat lain. Adapun keriteria yang ditentukan oleh peneliti sebagai subjek penelitian adalah sebagai . Menonton secara langsung gelaran MotoGP Mandalika di Sirkuit Mandalika. Lombok. NTB. Menggunakan fasilitas bus official antar jemput Sirkuit Mandalika. Berdomisili atau berasal dari Lombok atau DIY. Bersedia untuk di wawancara. Pada penelitian ini yaitu sebanyak 15 penonton MotoGP Mandalika dari Lombok dan DIY. Pengumpulan data dalam penelitian ini membutuhkan waktu satu bulan yaitu pada bulan Agustus 2022. Selama satu bulan, peneliti dan tim mengidentifikasi orang-orang yang datang ke Pulau Lombok untuk menonton langsung gelaran MotoGP Mandalika 2022. Setelah sampel penelitian diidentifikasi, peneliti dan tim lalu melakukan pengumpulan data dengan kegiatan Sampel penelitian memiliki latar belakang profesi yang berbeda-beda. Penelitian kualitatif lebih mementingkan informasi yang banyak daripada banyaknya jumlah informan. Oleh karena itu, maka penetapan sampel penelitian ini dilakukan dengan menggunakan teknik purposive atau sesuai dengan tujuan atau kriteria populasi penelitian. Dari 15 informan yang bersedia diwawancarai, hanya ada tiga orang informan yang bersedia untuk disebutkan identitas lengkapnya pada penelitian ini. Adapun data informan terdapat pada Tabel berikut: Tabel 1. Data Informan Penelitian No. Nama Sigit Purnama. Pd. Drg. Rizki Amrullah Drg. Wahyu Nurmita Sari Profesi Guru Dokter Dokter Alamat Lombok Timur Lombok Timur Lombok Timur Sumber: Data pribadi peneliti TARGET : JURNAL MANAJEMEN DAN BISNIS | e-ISSN : 2715-9361 | Vol. 4 No. 1 | Juni 2022 DOI https://doi. org/10. 30812/target. Metode Pengumpulan Data . Wawancara Penelitian ini menggunakan metode wawancara dengan mengumpulkan dan mengelompokkan data sesuai dengan jenis datanya untuk mengetahui bagaimana sebenarnya penilaian penonton MotoGP Mandalika 2022 terhadap system antar jemput bus official Sirkuit Mandalika. Data dikumpulkan dengan mewawancarai responden yang hadir dan menonton langsung gelaran balapan MotoGP Mandalika 2022 di Lombok. Menurut Arikunto . wawancara mula-mula menanyakan serentetan pertanyaan yang sudah terstruktur, kemudian satu persatu diperdalam dengan mencari keterangan lebih lanjut. Kegiatan wawancara dalam penelitian ini diawali dengan mengidentifikasi individuindividu yang hadir langsung di Lombok untuk menonton secara langsung gelaran balapan MotoGP Mandalika 2022 dengan bantuan tim peneliti. Mereka bertugas menemukan responden yang sesuai dengan kriteria dalam penelitian ini, yaitu responden yang hadir di Lombok, menonton secara langsung gelaran balapan MotoGP Mandalika 2022 dan menggunakan fasilitas antar jemput bus official Sirkuit Mandalika. Setelah responden diidentifikasi, peneliti mendata nomor kontak responden lalu menghubungi responden, dan menyepakati jadwal untuk wawancara. Kegiatan wawancara dalam penelitian ini dilakukan secara online dan langsung dengan cara peneliti menelfon responden satu per satu dan memberikan pertanyaan yang terkait dengan penelitian yang sedang dikerjakan. Sebagian responden yang bersedia untuk diwawancarai secara langsung akan ditangani oleh tim peneliti yang berada di Pulau Lombok. Dari 20 responden yang berhasil diidentifikasi, sebanyak 15 orang responden memberikan pernyataannya. Sebanyak lima responden tidak memberikan pernyataannya karna tidak dapat dihubungi dan kendala teknis lainnya. Observasi Menurut Sugiyono . , penelitian dimulai dengan mencatat, menganalisis, dan selanjutnya membuat kesimpulan tentang pelaksanaan dan hasil dari fasilitas antar jemput bus official Sirkuit Mandalika. Penelitian ini menggunakan teknik observasi nonpartisipan, karena peneliti tidak terlibat dan hanya sebagai pengamat independen. Dokumentasi Teknik pengumpulan data berikutnya yang digunakan oleh peneliti yaitu dokumentasi. Dokumentasi ini digunakan peneliti untuk mengumpulkan data peristiwa yang sudah Dokumentasi ini berbentuk rekaman dan foto. Teknik Analisis Data Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan langkahlangkah seperti yang dikemukakan oleh Bungin . , yaitu sebagai berikut: Pengumpulan data . ata collectio. , reduksi data . ata reductio. , dan verifikasi dan penegasan kesimpulan. Penelitian ini menggunakan metode triangulasi data sebagai teknik pengukuran keabsahan data. Menurut Moleong . , triangulasi adalah suatu pendekatan riset yang memakai suatu kombinasi lebih dari satu strategi dalam satu penelitian untuk menjaring data/informasi. Dengan mengumpulkan dan membandingkan multipel data set satu sama lain, triangulasi membantu meniadakan ancaman bagi setiap validitas dan reliabilitas data. Menurut Moleong . , triangulasi metode dilakukan dengan cara membandingkan informasi atau data dengan cara yang berbeda. Peneliti menggunakan teknik yang berbeda-beda untuk mendapatkan data dari sumber yang sama. Peneliti dapat menggunakan observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Melalui berbagai perspektif diharapkan diperoleh hasil yang mendekati kebenaran. Karena itu, triangulasi tahap ini dilakukan jika data atau informasi yang diperoleh dari subjek atau informan penelitian diragukan kebenarannya. Penelitian ini dilakukan dengan membandingkan data tanggapan penonton gelaran MotoGP Mandalika tentang fasilitas antar jemput bus official Sirkuit Mandalika Lombok yang diperoleh melalui teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Peneliti melakukan wawancara terhadap responden, kemudian untuk mengecek kebenaran hasil wawancara. TARGET : JURNAL MANAJEMEN DAN BISNIS | e-ISSN : 2715-9361 | Vol. 4 No. 1 | Juni 2022 DOI https://doi. org/10. 30812/target. peneliti menggunakan obervasi atau pengamatan dengan melihat langsung ke lokasi. Selain itu peneliti juga mengumpulkan berbagai foto dan video pada tahap dokumentasi. Hasil Penelitian dan Pembahasan Hasil Penelitian Setelah melakukan wawancara mendalam dengan 15 orang responden, didapatkan hasil . Keseluruhan responden mengaku kecewa dengan pihak penyelenggara atau panitia yang tidak menjemput mereka di lokasi penjeputan di depan pintu masuk Sirkuit Mandalika seperti seharusnya. Keseluruhan responden mengaku telah menceritakan pengalaman negatif tersebut ke kerabat, rekan kerja, dan keluarga. Keseluruhan responden mengaku tidak akan menonton gelaran MotoGP pada tahun 2023 di Sirkuit Mandalika, namun ada kemungkinan akan menonton lagi di tahun-tahun berikutnya jika mereka melihat terjadi perkembangan yang lebih baik dari sistem penyelenggaraan di Sirkuit Mandalika. Sebanyak empat responden mengaku menyewa sebuah mobil pick up yang melintas untuk dapat mencapai lokasi parkir, sebanyak enam responden mengaku menggunakan jasa ojek dadakan dari warga sekitar yang memiliki sepeda motor, dan sebanyak lima responden mengakku berjalan cukup jauh baru mendapatkan tumpangan dari ojek dadakan yang bermunculan di area Sirkuit Mandalika. Sebanyak empat responden yang merupakan warga asli Lombok memberikan pendapatnya terkait alternatif yang bias ditempuh panitia pada gelaran MotoGP Mandalika 2023. Setelah melakukan wawancara dengan 15 responden, peneliti dan tim berangkat menuju Sirkuit mandalika untuk melakukan observasi mengenai jalan yang menjadi rute antar jemput bus official Sirkuit mandalika. Jalanan di depan pintu masuk Sirkuit mandalika memang adalah jalan dua arah yang memiliki pembatas di tengah, namun jalanan tersebut merupakan jalan umum yang rutin dilalui warga sekitar untuk beraktifitas. Setelah bundaran, jalanan yang menuju ke lokasi parkir timur memang jarang dilalui oleh warga karna tidak adanya perumahan bahkan warung milik masyarakat di sana. Hanya terdapat lahan parkir dan bangunan milik Sirkuit Mandalika. Setelah melakukan observasi, peneliti juga mengumpulkan berbagai dokumen baik foto dan video yang memang memperlihatkan situasi saat ribuan penonton terlantar di area Sirkuit Mandalika tanpa ada yang menjemput. Salah satu video yang menunjukkan para penonton yang terlantar dan terjadi sedikit kericuhan antara penonton dan panitia dapat dilihat pada link berikut https://youtu. be/_Yj5C8b5g34. Pembahasan Gubernur NTB Zulkieflimansyah mengerti akan keluhan yang disampaikan para penonton, namun beliau ingin menggaris bawahi, bahwasannya panitia telah bekerja sebaik mungkin pada gelaran ini. Menurutnya gelaran itu merupakan ajang pertama, jadi walaupun sudah berusaha semaksimal mungkin pasti ada ketidaksempurnaan (Paulus, 2. Empat responden memberikan pendapatnya terkait alternatif yang bisa ditempuh panitia pada gelaran MotoGP 2023, berikut daftarnya: Drg. Wahyu Nurmita Sari (Perempua. asal Lombok Untuk penyelenggaraan MotoGP Mandalika pada tahun 2023, panitia dan semua pihak yang terlibat di sana perlu memperhatikan sistem penyelenggaraan yang dimiliki dan memperbaiki sistem penyelenggaraannya. Sistem yang saya maksud disini adalah sistem rekayasa lalu lintasnya, sistem di tempat parkir, sistem kerjasamanya dengan berbagai pihak lokal, dan lain sebagainya. Mungkin pihak penyelenggara bisa mempelajari dan mencontoh apa yang bias di contoh dari sistem penyelenggaraan MotoGP di negaranegara barat dan eropa yang terbilang selalu sukses menyelenggarakan ajang MotoGP. TARGET : JURNAL MANAJEMEN DAN BISNIS | e-ISSN : 2715-9361 | Vol. 4 No. 1 | Juni 2022 DOI https://doi. org/10. 30812/target. FB (Laki-lak. asal Lombok Dasar masalah yang menyebabkan penonton terlantar adalah kemacetan parah mulai dari pintu masuk Sirkuit Mandalika sampai ke arah parkir timur tempat mobil saya Menurut pengamatan saya, kemacetan parah tersebut disebabkan karna tidak sterilnya jalur bus official sehingga banyak mobil pribadi milik penonton dan warga yang tiba-tiba memenuhi jalur itu. Terlebih lagi saya menyaksikan banyak anak muda dengan sepeda motor modifikasi bersuara besar lalu lalang di jalur itu menambah kemacetan. Menurut saya, jika kejadian yang sama tidak ingin terulang lagi, panitia harus membuat rekayasa lalu lintas yang lebih baik dan petugas keamanan dari TNI dan Polri harus dilibatkan mensterilkan jalur bus agar hanya dilalui bus official saja. Artinya mobil pribadi, mobil warga, dan kendaraan roda dua agar dialihkan ke jalur lain atau jalan di blokir sementara hingga penonton gelaran MotoGP sudah keluar semua baru jalan dibuka kembali. Metode tadi memerlukan sosialisasi yang gencar dari pihak penyelenggara kepada masyarakat agar mereka memaklumi dan tidak terjadi kebingungan saat event digelar dan rencana tadi diterapkan. Toh ini semua demi kepentingan bersama, jika gelaran MotoGP lancar maka akan mendatangkan wisatawan kembali ditahun depan dan citra Sirkuit mandalika akan positif di berbagai media maupun di mata penonton. Sigit Purnama. Pd. (Laki-lak. asal Lombok Menurut Saya pribadi, pertama-tama pihak panitia penyelenggara perlu mengadakan evaluasi dari kejadian-kejadian kemarin di Sirkuit Mandalika. Dari hasil evaluasi tersebut kemudian bisa di analisa dan ditindaklanjuti bagaimana cara pemecahan masalahnya karna memang kemarin faktanya memang benar seperti apa yang diberitakan di mediamedia. Mungkin kalau saya pribadi boleh menyarankan, panitia sebaiknya belajar saja dari pengalaman-pengalaman penyelenggara MotoGP di Sepang Malaysia. Di sana sebenarnya seperti apa? Apakah sama macetnya dengan di Mandalika atau bagaimana? Jika ternyata di Sepang lebih baik, nah, lebih baiknya itu bagaimana bisa terwujud. Itu yang kita adaptasi di negara kita. Kedua menurut saya akses keluar masuk kendaraan perlu di perhatikan dan di tata sedemikian rupa lagi sehingga nanti ketika acara selesai, penonton bisa lancar keluarnya karna saya perhatikan kemarin ada beribu-ribu kendaraan namun akses keluarnya hanya satu saja. Sehingga wajar saja terjadi kemacetan hebat. Drg. Rizki Amrullah (Laki-lak. asal Lombok Menurut saya pribadi, ada setidaknya lima saran yang mungkin bisa saya berikan untuk kesuksesan acara MotoGP Mandalika tahun depan, demi kebaikan kita bersama. Pertama menurut saya pemerintah perlu membuat jalan lingkar baru dari bundaran Kuta ke arah by pass, kedua perlu dibuat tempat parkir lain agar distribusi kendaraan tidak terfokus pada beberapa titik lokasi parkir saja, ketiga pemerintah perlu membangun akses jalan langsung dari parkiran timur atau PT menuju Kabupaten Lombok Timur, agar penonton yang dari Timur pulau Lombok lebih cepat meninggalkan lokasi parkir sirkuit sehingga meminimalisir terjadinya kemacetan, keempat pemerintah perlu menambah jumlah personil polisi yang bertugas di area parkir dan pintu keluar, kelima dan yang terakhir saya rasa perlu adanya pintu keluar Sirkuit Mandalika baru di beberapa titik untuk mengurai penonton yang berjumlah ribuan. TARGET : JURNAL MANAJEMEN DAN BISNIS | e-ISSN : 2715-9361 | Vol. 4 No. 1 | Juni 2022 DOI https://doi. org/10. 30812/target. Kesimpulan Dari paparan di atas, peneliti dapat menarik kesimpulan bahwasannya kekecewaan penonton gelaran MotoGP Mandalika pada layanan antar jemput penonton menggunakan bus official Sirkuit Mandalika menimbulkan Negative Word of Mouth baik secara langsung maupun melalui media elektronik. Hal tersebut terbukti kuat dari pernyataan seluruh responden dalam sesi wawancara dan berbagai pemberitaan di televisi maupun sosial media. Menurut Harasi . Negative Word of Mouth merupakan bentuk Word of Mouth yang bersifat negatif dan membahayakan kesuksesan perusahaan. Dikatakan bahaya karena konsumen yang tidak puas akan menyebarkan ketidakpuasannya tersebut kepada orang lain. Selain itu beberapa responden yang bersedia memberikan saran untuk perbaikan gelaran MotoGP Mandalika 2023 secara gamblang memaparkan bahwa letak masalah utama sehingga terjadi kemacetan parah yang menyebabkan lumpuhnya bus official Sirkuit Mandalika pada gelaran MotoGP Mandalika 2022 adalah pada sistem rekayasa lalu lintas dan minimnya pintu keluar untuk ribuan kendaraan yang terparkir di satu titik lokasi parkir. Referensi