JURNAL ABDIMAS MANDIRI VOLUME 7 No.3 DESEMBER 2023 DOI : 10.36982/jam.v7i3.3254 ISSN PRINT : 2598-4241 ISSN ONLINE : 2598-425X Penguatan Literasi Keuangan melalui Gelar Edukasi CBP Rupiah di SMP Negeri 1 Tabanan Ni Ketut Priantini1)*, Kadek Devi Kalfika Anggria Wardani2) 1 Program Studi Akuntansi), 2)Program Studi Manajemen/Fakultas Ekonomi dan Bisnis/Universitas Pendidikan Nasional Denpasar Jl. Bedugul No.39 Denpasar/80224 *Email Penulis Koresponden: *niketutpriantini05@gmail.com Received : 13/09/23; Revised:04/12/23 ; Accepted: 10/12/23 Abstrak Penguatan literasi keuangan menjadi suatu kebutuhan yang semakin mendesak di tengah kompleksitas dunia keuangan saat ini. Kegiatan Pengabdian ini bertujuan untuk menjelaskan pentingnya penguatan literasi keuangan melalui edukasi "Cinta, Bangga, Paham Rupiah" di kalangan siswa-siswi SMP. Pendidikan literasi keuangan sejak usia dini sangat penting agar individu dapat mengembangkan keterampilan keuangan yang sehat dan mempersiapkan diri untuk masa depan yang lebih baik. Penelitian ini memiliki implikasi penting dalam pengembangan program pendidikan literasi keuangan di sekolah. Diharapkan agar pendekatan "Cinta, Bangga, Paham Rupiah" dapat diadopsi oleh lembaga pendidikan untuk membantu siswa-siswi SMP memahami dan mengembangkan keterampilan keuangan yang sehat sejak usia dini. Dengan demikian, mereka akan lebih siap menghadapi tantangan keuangan di masa depan dan menjadi kontributor yang berdaya bagi pembangunan ekonomi negara. Kegiatan Pengabdian ini dilaksanakan pada tanggal 10 Juli pada saat siswa-siswi baru SMP 1 Tabanan sedang melakukan kegiatan MPLS, dimana pada saat melakukan Edukasi tentunya akan didampingi pembicara utama dari Bank Indonesia Provinsi Bali Bidang PUR khususnya yang menangani terkait Edukasi CBP. Kesimpulannya, Artikel ini menyoroti pentingnya penguatan literasi keuangan melalui metode gelar edukasi CBP Rupiah. Dengan ini, diharapkan Siswa-siswi akan memiliki pemahaman yang lebih baik tentang sejarah perjalanan uang rupiah, mengetahui apa itu Cinta, Bangga, Paham terhadap mata uang rupiah, memahami cara pengelolaan keuangan yang baik dan benar, serta mengetahui ciriciri keaslian Uang Rupiah Kertas. Kata kunci: Penguatan literasi keuangan, edukasi CBP rupiah, siswa-siswi SMP. Abstract Strengthening financial literacy is an increasingly urgent need amidst the complexity of the current financial world. This service activity aims to explain the importance of strengthening financial literacy through "Love, Proud, Understand Rupiah" education among junior high school students. Financial literacy education from an early age is very important so that individuals can develop healthy financial skills and prepare themselves for a better future. This research has important implications in the development of financial literacy education programs in schools. It is hoped that the "Love, Proud, Understand Rupiah" approach can be adopted by educational institutions to help junior high school students understand and develop healthy financial skills from an early age. In this way, they will be better prepared to face future financial challenges and become powerful contributors to the country's economic development. This service activity was carried out on July 10 when the new students of SMP 1 Tabanan were carrying out MPLS activities, where during the education course they would be accompanied by the main speaker from Bank Indonesia, Bali Province, PUR Sector, especially those who 147 JURNAL ABDIMAS MANDIRI VOLUME 7 No.3 DESEMBER 2023 DOI : 10.36982/jam.v7i3.3254 ISSN PRINT : 2598-4241 ISSN ONLINE : 2598-425X handle CBP education. In conclusion, this article highlights the importance of strengthening financial literacy through the CBP Rupiah education program method. With this, it is hoped that students will have a better understanding of the history of the journey of the Rupiah currency, know what Love, Proud, and Understanding of the Rupiah currency are, understand how to manage finances properly and correctly, and know the characteristics of the authenticity of Rupiah Paper Money. Key words: Strengthening financial literacy, CBP rupiah education, junior high school students. 1. PENDAHULUAN Literasi keuangan adalah pengetahuan dan keterampilan dalam mengelola keuangan. Adanya kesadaran ini memiliki efek jangka panjang yang dapat menjaga kondisi keuangan tetap stabil, aman, dan sejahtera. Literasi keuangan tidak hanya penting untuk individu, tetapi juga berpengaruh dalam kemajuan perekonomian suatu negara. Itulah mengapa salah satu indikator suatu negara mengalami kemajuan ditandai dari adanya kesadaran masyarakat akan pentingnya literasi keuangan (Otoritas Jasa Keuangan, 2022) ini, tingkat literasi keuangan di Indonesia masih rendah. Hal ini didasarkan pada Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2019 yang menyebutkan indeks literasi keuangan di Indonesia sebesar 38,03 persen dan indeks inklusi keuangan 76,19 persen (repjogja.republika.co.id, n.d.) Sesuai dari hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2022 yang dilaksanakan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), indeks literasi keuangan masyarakat Indonesia telah mencapai 49,68 persen. Angka ini naik 11,65 persen dibandingkan indeks literasi keuangan 2019 yang ada di angka 38,03 persen. Meskipun begitu, nyatanya tidak sedikit yang masih kebingungan dalam memahami apa itu literasi keuangan yang sebenarnya (medkom.id, 2023). Hal ini dapat kita lihat dari Provinsi Bali itu sendiri, Di Provinsi Bali, inklusi keuangan bahkan mencapai 92,91 persen namun tingkat literasi keuangan masih belum menggembirakan yakni sebesar 38,06 persen (Chusni Valenitya A., n.d.). Melihat fenomena tersebut maka salah satu cara untuk membantu dalam meningkatkan Literasi Keuangan khususnya di Provinsi Bali, yaitu dengan melakukan Edukasi Cinta Bangga Paham Rupiah. Perlu diketahui sebelumnya bahwa di Bali sudah mulai bangkit dan pulih khususnya di bidang Sektor Pariwisata. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Bali, sejak Januari 2022 sampai November 2022, jumlah wisatawan mancanegara yang datang langsung ke Bali 1.778.471 orang. Puncak kedatangan wisatawan asing ke Bali terjadi pada Oktober 2022, yakni 305.244 kunjungan (DENPASAR, 2023). Kecintaan dan Pemahaman terkait Mata Uang Negara kita yaitu Rupiah, harus di pupuk sejak dini, maka dari itu dilakukan kampanye Cinta, Bangga dan Paham Rupiah yang perlu kita ketahui bahwa program kerja ini digencarkan langsung oleh Bank Indonesia. Berbagi cara pun dilakukan oleh Bank Indonesia untuk dapat meningkatkan literasi keuangan di Indonesia, Mulai dari berkolaborasi menyelenggarakan webinar hingga memanfaatkan teknologi media sosial (www.kompasiana.com, 2022). Teknologi dan Ilmu Pengetahuan semakin berkembang pesat merambah berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam bidang Pendidikan (Purwanto et al., 2022). Pendidikan literasi keuangan pada anak sangat diperlukan untuk mendidik anak agar sadar dan mengerti bagaimana mengelola keuangan secara bijak dan sesuai kebutuhan(Damanik et al., n.d.), Maka dari itu target sasaran edukasi CBP Rupiah ini diberikan pada siswa-siswi di kalangan SMP. Observasi melalui wawancara Bersama mitra dari Bank Indonesia bahwa mitra dari Bank Indonesia telah melakukan survey dengan Guru yang ada di Kabupaten Tabanan khususnya SMP 1 Tabanan, Pihak Guru dari SMP tersebut memberikan infomasi bahwa siswa- siswinya masih kurang diberikan Edukasi Pemahaman terkait Rupiah. Pihak dari Bank Indonesia, yang dimana selaku mitra yang akan bekerjasama dalam merealisasikan Program Kerja ini, memberikan solusi terkait permasalah ini bawasannya Tim Pengabdi akan melakukan kunjungan sekaligus melakukan Edukasi terkait CBP Rupiah, Tujuannya agar Siswa-Siswi tersebut mengetahui sejarah perjalanan uang rupiah, mengetahui apa itu Cinta, Bangga, Paham terhadap mata uang rupiah, memahami cara pengelolaan keuangan yang baik dan benar, serta mengetahui ciri-ciri keaslian Uang Rupiah Kertas. Berdasarkan UU No.7 tahun 2011 mengenai Mata Uang, Rupiah Palsu digambarkan sebagai benda yang bahan, ukuran, warna, gambar dan/atau desainnya menyerupai Rupiah yang dibuat, dibentuk, dicetak, 148 JURNAL ABDIMAS MANDIRI VOLUME 7 No.3 DESEMBER 2023 DOI : 10.36982/jam.v7i3.3254 ISSN PRINT : 2598-4241 ISSN ONLINE : 2598-425X digandakan, diedarkan dan atau digunakan sebagai alat pembayaran secara melawan hukum (Bank Indonesia, n.d.) Dampak dari penyebaran uang palsu yaitu : 1)Pengurangan nilai mata uang; 2)Inflasi; 3)Penurunan Akseptabilitas; 4)Kenaikan Harga oleh Perusahaan (Fadillah Ade, 2022). Rupiah adalah mata uang Negara Indonesia sekaligus sebagai alat pembayaran yang sah untuk digunakan dalam kegiatan transaksi ekonomi di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia(Cinta et al., 2023), Selain sebagai Alat Pembayaran yang sah Rupiah juga sebagai Alat Pemersatu Bangsa. Kegiatan pengabdian ini sudah pernah dilakukan sebelumnya, tetapi edukasi ini dilaksanakan di Kabupaten Simalungun dan menyasar anak-anak Sekolah Dasar (SD) (Damanik et al., n.d.), edukasi dari Kota Depok, Provinsi Jawa Barat, Indonesia dan menyasar anak-anak Sekolah Dasar (SD) (Hikmah, 2020), Edukasi di SMA Katolik Fides Quaerens Intellectum Kefamenanu, menyasar pelajar kelas X (De Carvalho Belo et al., 2022), dan edukasi kepada Masyarakat yang terletak di Negeri Leahari Kota Ambon(Cinta et al., 2023). Berdasarkan sejumlah kegiatan pengabdian kepada pelajar, Masyarakat ataupun kegiatan pengabdian sejenis, ternyata kegiatan edukasi CBP Rupiah ini dapat menimbulkan dampak positif dimana pelajar ataupun Masyarakat yang awalnya kurang paham terkait CBP Rupiah dengan adanya edukasi ini mereka menjadi paham, selain itu juga meningkatkan kesadaran kecintaan terhadap rupiah, sehingga harapannya kegiatan edukasi ini juga dapat menimbulkan dampak yang serupa. 2. METODE PELAKSANAAN PENGABDIAN Secara menyeluruh, program kerja pengabdian masyarakat, yang di rancang ini menggunakan metode Participatory Rural Appraisal (PRA). Kegiatan ini ditargetkan kepada Siswasiswi SMP N 1 Penebel guna menguatkan pemahaman terkait Uang Rupiah. Kegiatan ini dibagi ke dalam empat tahapan yang telah dirancang, yaitu; 1. Tahapan konsep awal dan perencanaan, 2. Tahapan pelaksanaan, 3. Tahapan pengawasan, dan 4. Tahapan evaluasi. Keempat tahapan kegiatan tersebut dilakukan selama 1 Bulan dari tanggal 1 Juli 2023 sampai dengan 31 Juli 2023 secara full offline. Tanggal di laksanakan program kerja ini yaitu Pada Senin, 10 Juli 2023 di SMP N 1 Tabanan Kec. Tabanan, Kab. Tabanan Provinsi Bali. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan pada saat siswa-siswi SMP tersebut melakukan rangkaian MPLS disekolahnya. Tujuan dilakukannya program kerja ini yaitu untuk memperkenalkan dan meningkatkan pemahaman siswa-siswi SMP, terkait pentingnya mengetahui sejarah perjalanan uang rupiah, mengetahui apa itu Cinta, Bangga, Paham terhadap mata uang rupiah, memahami cara pengelolaan keuangan yang baik dan benar, serta mengetahui ciri-ciri keaslian Uang Rupiah Kertas. Selain itu, edukasi ini juga berdampak positif pada sikap siswa-siswi terhadap mata uang rupiah. Mereka mengembangkan rasa bangga terhadap mata uang nasional dan memiliki motivasi yang lebih tinggi untuk mempelajari lebih lanjut tentang keuangan. Hal ini membantu mereka untuk menghindari perilaku konsumtif yang tidak sehat dan menjadi individu yang lebih bertanggung jawab dalam mengelola keuangan pribadi mereka dimasa dini. 2.1 Tahapan Konsep Awal dan Perencanaan Pada tahap konsep awal dan perencanaan ini, Tim Pengabdi melakukan audience dengan Pihak Bank Indonesia selaku Mitra yang nantinya akan diajak bekerja sama dalam merealisasikan Program Kerja ini, jika dari Pihak Bank Indonesia bersedia untuk membantu Tim Pengabdi dalam merealisasikan Program Kerja ini maka Langkah selanjutnya yaitu melakukan survey tempat lokasi yang akan dituju untuk merealisasikan Program Kerja ini. Setelah menentukan lokasi kegiatan, Tim Pengabdi menentukan Timeline Kegiatan. Jika lokasi dan juga timeline sudah di tentukan maka selanjutnya tim pengabdi Menyusun dan menyiapkan konsep kegiatan yang tentunya pada tahap ini juga melakukan diskusi dengan Pihak Bank Indonesia. Setelah semua sudah di laksanakan maka Program Kerja dapat direalisasikan sesuai dengan perencanaan yang telah dirancang, Melihat Program Kerja ini dikemas untuk siswa-siswi tingkat SMP maka Metode yang digunakan pada 149 JURNAL ABDIMAS MANDIRI VOLUME 7 No.3 DESEMBER 2023 DOI : 10.36982/jam.v7i3.3254 ISSN PRINT : 2598-4241 ISSN ONLINE : 2598-425X Program Kerja ini yakni Metode Belajar sambal Bermain. 2.2 Tahap Pelaksanaan Pada tahap pelaksanaan ini yaitu bagaimana tahapan dan juga alur kegiatan Program Kerja ini pada saat eksekusi. Pengenalan awal dari Pihak Bank Indonesia, Tim Pengabdi dan juga pemaparan singkat terkait Program Kerja yang dilaksanakan. Setelah itu, Edukasi/ Pemaparan Materi CBP Rupiah oleh Pihak Bank Indonesia yang didampingi oleh Tim Pengabdi. Dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang dikemas melalui Games. Diakhiri dengan sesi dokumentasi dan pembuatan Video Jargon CBP Rupiah. 2.3 Tahap Pengawasan Pada tahap ini tim pengabdi melakukan metode pengawasan Controling, Controling disini yang dimaksud adalah mengontrol tanggapan/respond dari siswa-siswi terhadap edukasi yang diberikan sehingga tim pengabdi dapat mengukur tingkat keberhasilan dan tercapainya program kerja yang dilaksanakan. 2.4 Tahap Evaluasi Pada tahap ini, Menyesuaikan metode Belajar sambil Bermain, Metode ini dimodifikasi lagi dengan menggunakan metode repeat. Dengan menggunakan metode ini maka tim pengabdi lebih mudah melihat serta mengukur tingkat keberhasilan Program Kerja yang dilaksanakan, Semakin tinggi siswa-siswi memiliki motivasi untuk terlibat mengikuti challenge yang diberikan maka semakin tinggi juga tingkat keberhasilan yang dicapai oleh tim pengabdi, karena dari situlah kita bisa melihat sejauh mana siswa-siswi dapat paham terhadap edukasi yang diberikan, sehingga tujuan dari program kerja ini dapat teralisasikan dengan baik sesuai dengan yang diharapkan. Tahap Perencanaan Awal (Metode Belajar Sambil Bermain) Tahap Pelaksanaan (Edukasi) Tahap Evaluasi (repeat) Tahap Pengawasan (Controling) Gambar 1. Metode Pelaksanaan Pengabdian 3. HASIL DAN PEMBAHASAN Secara garis besar, program kerja ini dilaksanakan pada tanggal 10 Juli 2023 yang melibatkan koordinasi antara Bank Indonesia Provinsi Bali, khusus nya pada Unit PUR yang menangani bidang Edukasi CBP Rupiah yang nantinya akan menjadi narasumber pada saat melaksanakan Program Kerja ini. Pelibatan bidang ini atas dasar peninjauan, bawasannya bidang tersebut ialah divisi yang secara langsung ikut terlibat dalam bertanggung jawab untuk hal-hal terkait edukasi CBP Rupiah dari Bank Indonesia Provinsi Bali, sehingga diharapkan dengan adanya diseminasi ini, Narasumber yang di tunjuk dapat memberikan Edukasi secara maksimal sehingga dapat mengembangkan pengetahuan siswa-siswi SMP terkait materi CBP Rupiah. Data yang direkap melalui Kuis dan tanya jawab menunjukan bawasanya tindakan edukasi CBP Rupiah yang dilakukan oleh Bank Indonesia Bali tersebut sudah optimal, karena informasi yang diberikan pun dikemas seringan mungkin berupa video” animasi sehingga siswa-siswi tersebut dapat dengan mudah 150 JURNAL ABDIMAS MANDIRI VOLUME 7 No.3 DESEMBER 2023 DOI : 10.36982/jam.v7i3.3254 ISSN PRINT : 2598-4241 ISSN ONLINE : 2598-425X memahami materi edukasi yang diberikan. Kegiatan pengabdian ini dilakukan 1 hari yaitu pada tanggal 10 Juli 2023 di SMP N 1 Tabanan. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan secara offline. Selain memiliki tujuan untuk memberikan ilmu terkait Materi CBP Rupiah, kegiatan pengabdian melalu edukasi ini juga diharapkan dapat menjadi generasi yang lebih siap menghadapi tantangan keuangan di masa depan, mampu mengambil keputusan yang bijaksana, dan memiliki kontribusi positif dalam pembangunan ekonomi negara. Dalam program kerja pengabdian pada Siswa-siswi ini, Saya melakukan penekanan tentang sejarah perjalanan uang rupiah, mengetahui apa itu Cinta, Bangga, Paham terhadap mata uang rupiah, memahami cara pengelolaan keuangan yang baik dan benar, serta mengetahui ciri-ciri keaslian Uang Rupiah Kertas. Kegiatan diawali dengan sambutan dari pihak Bank Indonesia, setelah itu dilanjutkan pengenalan awal Tim Pengabdi beserta pengenalan singkat terkait program kerja yang dilaksanakan. Pada tahap ini digunakan metode Belajar sambil Bermain pada metode Belajar sambil bermain Pihak Bank Indonesia dan Tim Pengabdi melakukan beberapa tahapan, Pertama tim pengabdian menyapa hangat siswa- siswi SMP MPLS, mengajak bernyanyi, jargon dll agar siswa-siswi tersebut menjadi semangat sebelum diberikannya edukasi. Kedua, dilanjutkan dengan penayangan video-video materi berupa animasi dan juga beberapa video penjelasan terkait CBP Rupiah yang sudah dikemas semenarik mungkin oleh Pihak Bank Indonesia. Perlu diketahui bahwa Pihak Bank Indonesia dan Tim Pengabdi menyediakan souvernir berupa hadiah hiburan dan juga hadiah utama, souvernir ini diberikan langsung oleh pihak BI, diantaranya ada berupa tumblr, topi, flashdisk sebagai hadiah hiburan, lalu ada kotak makan dan juga powerbank sebagai hadiah utama. Pada saat ditengah-tengah ataupun diakhir penayangan video, akan dilakukan sesi tanya jawab, dan bagi siswa-siswi yang aktif bertanya ataupun menjawab akan diberikan souvernir atau hadiah hiburan oleh pihak Bank Indonesia yang dibantu oleh Tim Pengabdi, 4 Video tersebut diantaranya: 1. Perjalanan Rupiah : https://youtu.be/UzU-qwotCjM 2. Animasi CBP : https://youtu.be/g1ubYWafc8Q 3. Generasi CBP : https://youtu.be/B4GPtHvEBYE 4. Rupiah TE 2022 : https://youtu.be/dl-AKXDdY4Q Setelah 4 Video sudah ditayangkan, dilanjutkan dengan pemberian hadiah utama kepada siswa-siswi yang bisa mengulang kembali secara ringkas materi dari awal hingga akhir sebagaimana yang sudah dijelaskan sebelumnya oleh Pihak Bank Indonesia. Agar terlaksana dengan baik pada sesi tersebut maka tim pengabdi melaksanakan metode Controling yaitu dimana mendampingi / mengontrol siswa-siswi SMP pada saat narasumber melempar pertanyaan ataupun meminta siswa-siswi tersebut untuk menjawab. Ketiga, yaitu sesi terakhir dimana Pihak Bank Indonesia, Tim Pengabdi dan juga siswa-siswi SMP N 1 Tabanan melakukan sesi dokumentasi dan juga pembuatan video jargon CBP Rupiah yang akan dipandu langsung oleh Pihak Bank Indonesia. Setelah itu Tim Pengabdi dan juga Pihak BI melakukan audience terakhir Bersama pihak Kepala Sekolah untuk mengucapkan terimakasih karena telah berkenan memberikan kesempatan kepada Tim Pengabdi untuk melaksanakan Program Kerja di SMP N 1 Tabanan pada saat siswa-siswi tersebut melaksanakan MPLS, dan dari Tim Pengabdi juga menyediakan Souvernir khusus diberikan kepada Kepala Sekolah sebagai ucapan rasa terimakasih dan juga sebagai kenang-kenangan. Kegiatan berikut dilaksanakan di SMP N 1 Tabanan pada pukul 10.00 – 12.00 WITA. Berikut Beberapa Dokumentasi yang saya lampirkan pada artikel ini: Gambar 2. Dokumentasi pada saat pemaparan materi CBP Rupiah 151 JURNAL ABDIMAS MANDIRI VOLUME 7 No.3 DESEMBER 2023 DOI : 10.36982/jam.v7i3.3254 ISSN PRINT : 2598-4241 ISSN ONLINE : 2598-425X Gambar 3. Foto dokumentasi pada saat pemberian sourvernir kepada siswa-siswi teraktif di sesi GAMES berlangsung. Tabel 1. Parameter Kondisi Sebelum dan Setelah Kegiatan Pengabdian No 1 Mitra Kegiatan Bank Indonesia Provinsi Bali Sebelum Pengabdian Belum mengetahui secara luas bawasannya banyak Kabupaten yang masih termasuk kota namun ternyata wawasan terkait Rupiah masih relatif rendah, serta mengetahui bahwa melakukan edukasi ke siswa-siswi tingkat SMP tidak selalu mendapatkan hasil/ feedback yang kurang bagus, karena siswa-siswi walaupun masih di tingkatan SMP jika materi yang akan diberikan dikemas secara menarik, pasti akan membuahkan hasil yang baik sesuai dengan tujuan dan harapan. Sesudah Pengabdian Mengetahui bawasannya kabupaten yang masih dalam ruang lingkup kota belum tentu sudah menguasai atau memahami terkait rupiah contohnya SMP N 1 Tabanan. Maka dari itu Bank Indonesia juga memiliki sasaran baru dan jangkauan lebih banyak untuk melakukan edukasi CBP Rupiah guna membantu untuk meningkatkan Literasi Keuangan di Provinsi Bali. Berdasarkan tabel parameter kondisi peningkatan pengabdian tersebut sudah tampak jelas bahwa kegiatan pengabdian yang dilakukan memberikan pengaruh positif terhadap mitra kegiatan. Pengaruh positif tersebut tampak dari adanya peningkatan untuk menemui sasaran baru untuk melakukan edukasi pemahaman Literasi Keuangan khususnya di Provinsi Bali, melalui penguatan pemahaman CBP Rupiah untuk siswa-siswi di tingkat SMP. Hasil program kerja ini sejalan dengan hasil kegiatan yang sejenis lainnya yang dilakukan oleh (De Carvalho Belo et al., 2022), Hal ini menunjukan bahwa peningkatan literasi keuangan itu sangat penting dipupuk sejak dini, guna memberi bekal yang baik dimasa depan khusus nya dalam pemahaman Literasi Keuangan melalui Edukasi Cinta Bangga Paham Rupiah ini. Pada tahap selanjutnya dukungan dan peran serta pihak dari Bank Indonesia diperlukan untuk memotivasi dan melakukan pendampingan, sehingga 152 JURNAL ABDIMAS MANDIRI VOLUME 7 No.3 DESEMBER 2023 DOI : 10.36982/jam.v7i3.3254 ISSN PRINT : 2598-4241 ISSN ONLINE : 2598-425X pengetahuan terkait literasi keuangan terus dapat meningkat dan pemahaman tentang Cinta Rupiah bisa terus meningkat. 4. KESIMPULAN Melihat keberhasilan dari 4 tahapan yang telah dilaksanakan, telah menunjukan tingkat hasil ketercapaian program kerja yang baik. Melalui Program kerja Edukasi yang diberikan, Bank Indonesia dapat dengan cepat untuk meningkatkan kebijakan dimana tabilitas moneter dan keuangan memiliki andil dalam meningkatkan literasi keuangan (www.kompasiana.com, n.d.) Observasi, pemaparan materi, pengawasan dan evaluasi telah dilakukan dengan baik pada program pengabdian Masyarakat kepada siswa-siswi SMP di Kabupaten Tabanan. Program kerja ini sangat bermanfaat tentunya dalam perkembangan penerapan strategi Upaya meningkatkan Literasi Keuangan khususnya Literasi Keuangan provinsi Bali, melalu penekanan pemahaman dan kecintaan pada Uang Rupiah yang dimana Uang Rupiah tidak hanya sebagai alat tukar namun juga sebagai Alat Pemersatu Bangsa. Saran yang dapat diberikan, Sebaiknya dalam memperluas pemahaman terkait CBP Rupiah dan memberikan Edukasi CBP Rupiah harus dapat terlaksana dengan maksimal dan berkala karena itu juga sudah menjadi tugas dari Pihak Bank Indonesia yang membidanginya. Ketika dilakukan dengan maksimal, dijadwalkan secara konsisten dan berkala maka Bank Indonesia pun akan cepat bisa mencapai target guna meningkatkan Literasi Keuangan yang ada di Provinsi Bali. UCAPAN TERIMA KASIH Tim Pengabdi mengucapkan terima kasih kepada dosen pembimbing, dan Pihak Bank Indonesia unit PUR yang telah memberikan banyak pelajaran sehingga kegiatan pengabdian ini dapat berjalan sesuai dengan harapan. DAFTAR PUSTAKA Bank Indonesia, 2022. (n.d.). www.kamus-hukum.com/definisi/1481/Bank%20Indonesia. Chusni Valenitya A. (n.d.). hasil-survey-3806-persen-tingkat-literasi-keuangan-provinsi-bali-masihrendah. Cinta, E., Paham, B., Di, R., Leahari, N., Hukubun, R. D., Tomasoa, M., Satumalay, V. N., & Sanduan, F. (2023). Education of Love Proud to Understand Rupiah in Negeri Leahari. Jurnal Pelayanan Dan Pengabdian Masyarakat Indonesia (JPPMI), 2(3), 93–97. https://doi.org/10.55542/jppmi.v2i3.685 Damanik, D., Erfiyana, N., Simanjuntak, R., Simanjuntak, M., Er Tarigan, H., Ayu Mai Evi, P., & Marbun, R. (n.d.). | 50. De Carvalho Belo, J., Mako, W., Mbobu, M. E. M., Danus, A., & Wada Betu, K. (2022). Sosialisasi Tentang Cinta Bangga Paham (CBP) Rupiah Pada Pelajar Kelas X di SMA Katolik Fides Quaerens Intellectum Kefamenanu. BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 4(2), 1329–1334. https://doi.org/10.31949/jb.v4i2.4864 DENPASAR, K. (2023, January 2). Kunjungan Wisman Makin Banyak, Pariwisata Bali Diharapkan Segera Pulih. Fadillah Ade. (2022). 3402. BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 3, 1–8. Hikmah, Y. (2020). Literasi Keuangan pada Siswa Sekolah Dasar di Kota Depok, Provinsi Jawa Barat, Indonesia. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat 26 (2), 103. https://doi.org/10.24114/jpkm.v26i2.16780 medkom.id. (2023, May 9). literasi keuangan. Otoritas Jasa Keuangan. (2022, August 19). Literasi Keuangan. Purwanto, H., Yandri, D., Prawira Yoga, M., Yoga, M. P., Ekonomi, F., Bisnis, D., & Swadharma, I. (2022). Perkembangan dan Dampak Financial Technology (Fintech) Terhadap Perilaku Manajemen Keuangan di Masyarakat. repjogja.republika.co.id. (n.d.). tingkat-literasi-keuangan-indonesia-masih-rendah. www.kompasiana.com. (n.d.). langkah-nyata-bank-indonesia-dalam-meningkatkan-literasikeuangan-di-indonesia. 153 JURNAL ABDIMAS MANDIRI VOLUME 7 No.3 DESEMBER 2023 DOI : 10.36982/jam.v7i3.3254 ISSN PRINT : 2598-4241 ISSN ONLINE : 2598-425X www.kompasiana.com. (2022). langkah-nyata-bank-indonesia-dalam-meningkatkan-literasikeuangan-di-indonesia. Tribunbali.Com. 154