FR-UBM-9. 9/V0. Jurnal Psibernetika Vol. 17 (No. : 72 Ae 79. Th. p-ISSN: 1979-3707 e-ISSN: 2581-0871 Versi Online: http://journal. id/index. php/psibernetika DOI: 10. 30813/psibernetika. Hasil Penelitian PENGARUH DUKUNGAN SOSIAL ORANG TUA TERHADAP MOTIVASI SISWA DI SMPN 3 LEMBAH GUMANTI The Influence of Parental Social Support on Student Motivation in JHS 3 Lembah Gumanti Ratih Ilmi Putri. Laila Isrona. Rozi Sastra Purna. Yantri Maputra. Meria Susanti. 1,2,. Fakultas Kedokteran. Universitas Andalas Diterima 02 Mei 2024 / Disetujui 16 Agustus 2024 ABSTRACT The learning process is a continuous process and will always be attached to the individual. Parents as a source of social support are an integral part of motivation in helping students' academic success and need to be instilled as early as possible, so that parents can become the first teachers in maximizing the learning To support good motivation at school, students need to get social support from their parents so they can help increase their motivation. The purpose of this study prove that whether there is an influence of parental social support on student motivation on Junior High School 3 Lembah Gumanti Kabupaten Solok. The research method in this study is quantitative method with causal correlation design. The number of samples as many as 169 junior high school 3 Lembah Gumanti with sampling technique is stratified random sampling. Data collection using an adaptation of MSLQ scale (Motivated Strategies for Learning Questionnair. made by Pintrich et all . ( =. and parental social support made by Putri . ( = . The results of this study prove that the influence of parental social support on student motivation Junior High School 3 Lembah Gumanti . < . , the higher the parental social support, the higher the studentAos motivation. The value of effective contribution (R. It can be interpreted that parental social support has an influence of 4. 9% on studentAos motivation in Junior High School 3 Lembah Gumanti. Keywords: Parental Social Support. Motivation. Junior High School. Student ABSTRAK Proses belajar merupakan sebuah proses yang tiada henti dan akan selalu melekat pada diri individu. Orang tua sebagai sumber dukungan sosial merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari motivasi dalam membantu keberhasilan akademik siswa dan hendaknya ditanamkan sedini mungkin, sehingga orang tua dapat menjadi guru pertama dalam memaksimalkan proses belajar. Untuk menunjang motivasi yang baik di sekolah, siswa perlu mendapatkan dukungan sosial dari orang tua sehingga dapat membantu meningkatkan motivasinya. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk melihat apakah terdapat pengaruh dukungan sosial orang tua terhadap motivasi siswa di SMPN 3 Lembah Gumanti Kabupaten Solok. Metode penelitian pada penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan desain korelasi sebab-akibat. Jumlah sampel sebanyak 169 orang siswa kelas VII-IX di SMPN 3 Lembah Gumanti dengan teknik pengambilan sampel secara random berstrata proporsional. Pengumpulan data menggunakan adaptasi skala MSLQ (Motivated Strategies for Learning Questionnair. yang dibuat oleh Pintrich dkk . ( = . dan menggunakan skala dukungan sosial orang tua oleh Putri . ( = . Hasil pada penelitian ini membuktikan bahwa adanya pengaruh dukungan sosial orang tua terhadap motivasi siswa di SMPN 3 Lembah Gumanti Kabupaten Solok . < . , semakin tinggi dukungan sosial orang tua maka semakin tinggi motivasi, begitu juga sebaliknya. Adapun nilai sumbangan efektif (R. dapat diartikan bahwa dukungan sosial orang tua memberikan pengaruh sebesar 4,9% terhadap motivasi siswa di SMPN 3 Lembah Gumanti. Kata Kunci: : Dukungan Sosial Orang Tua. Motivasi. Sekolah Menengah Pertama. Siswa FR-UBM-9. 9/V0. Jurnal Psibernetika Vol. 17 (No. : 72 Ae 79. Th. p-ISSN: 1979-3707 e-ISSN: 2581-0871 Versi Online: http://journal. id/index. php/psibernetika DOI: 10. 30813/psibernetika. Hasil Penelitian dukungan (Sarafino & Smith, 2. Orang tua sebagai sumber dukungan sosial merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari motivasi dan keberhasilan akademik siswa (Yilmaz dkk, 2. Orang tua dapat memenuhi atau menyediakan fasilitas yang mumpuni demi menunjang memberikan fasilitas belajar yang layak, memberikan motivasi serta dukungan agar anak dapat semangat dalam menjalani proses Selain itu, orang tua diharapkan dapat menjadi contoh atau model bagi anak dengan memberikan dukungan-dukungan seperti perhatian, dukungan kasih sayang, penghargaan serta membantu menumbuhkan mental yang sehat bagi anak (Asri, 2. SMPN 3 Lembah Gumanti merupakan salah satu Sekolah Menengah Pertama Negeri yang berada di Nagari Aie Dingin. Kec. Lembah Gumanti. Kabupaten Solok. Studi pendahuluan yang dilakukan kepada Kepala Sekolah pada tanggal 24 Oktober 2022, didapatkan informasi terkait proses belajar siswa di kelas, dimana siswa tidak maksimal dalam mengikuti proses belajar mengajar. Hal ini diketahui dari beberapa hal, seperti siswa yang sering mengobrol, tidak tertarik dengan bahan ajar yang disajikan. Selain itu, siswa sering menunda-nunda pekerjaan, tidak mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru. Hal tersebut dapat mengganggu jalannya proses belajar mengajar di sekolah dan menunjukkan bahwa masih terdapat siswa yang memiliki motivasi rendah atau belum Diketahui bahwa masih banyak siswa yang kurang bersemangat untuk belajar. Dibuktikan dari fakta di lapangan bahwa terdapat siswa yang datang terlambat ke sekolah, tidak serius dalam mengikuti pembelajaran, bahkan tidak jarang siswa menyalin tugas temannya dan tidak memiliki usaha yang lebih untuk menyelesaikan atau memecahkannya sendiri. Kondisi yang terjadi di lapangan juga sesuai dengan informasi yang peneliti lakukan kepada salah satu siswa SMPN 3 Lembah Gumanti pada tanggal 24 Oktober 2022, dimana siswa menyatakan bahwa orang tua di rumah jarang menanyakan kegiatan yang dilakukan di sekolah. Selain itu, orang tua yang selalu sibuk bekerja sehingga PENDAHULUAN Motivasi mendorong siswa untuk mencapai hasil belajar sebaik mungkin dalam kegiatan belajar (Clayton dalam Hamda & Agustina. Motivasi adalah sebuah bentuk kegiatan yang dilakukan untuk mengubah pola tingkah laku dalam mencapai sebuah prestasi dalam belajar (Sucianti dkk. , 2. Sumber motivasi yang dapat dilakukan oleh orang terdekat misalnya seorang anak yang memiliki hubungan dekat dengan keluarga, sahabat, teman sebaya dalam menyelesaikan masalahnya di lingkungan sekitar tempat tinggalnya maupun di sekolah. Motivasi dapat ditunjukkan dengan menyelesaikan tugas sekolah dengan tepat waktu dan mempunyai target yang akan dicapai dalam proses pembelajaran (Dwiyanti & Ediati. Motivasi sangat penting dalam proses pendidikan, dimana seorang siswa akan mengembangkannya jika siswa tersebut memiliki motivasi dalam dirinya (Borah. Ketika siswa tidak termotivasi dengan baik, maka siswa akan merasakan kesulitan dalam kelas. Oleh karena itu, motivasi dapat memberikan usaha dan energi yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan dan menyelesaikan tugas (Borah, 2. Menurut Suryanti . , individu yang tidak memiliki motivasi tidak akan mungkin melakukan aktivitas belajar. Motivasi dalam proses belajar itu sendiri akan timbul dan berkembang melalui diri individu . maupun dari luar diri individu . Terdapat beberapa faktor yang dapat mempengaruhi motivasi ekstrinsik dari individu yang meliputi faktor non-sosial seperti lingkungan belajar, fasilitas, media serta dukungan sosial (Taylor, 2. Dukungan sosial didefinisikan sebagai bentuk dukungan atau dorongan yang diberikan secara langsung oleh dari orangorang sekitar seperti memberikan perhatian, mencintai dan menghargai kepada penerima *Korespondensi Penulis: E-mail : Ratihilmiputri@gmail. FR-UBM-9. 9/V0. Jurnal Psibernetika Vol. 17 (No. : 72 Ae 79. Th. p-ISSN: 1979-3707 e-ISSN: 2581-0871 Versi Online: http://journal. id/index. php/psibernetika DOI: 10. 30813/psibernetika. Hasil Penelitian perhatian yang didapatkan di rumah menjadi Orang tua jarang menanyakan kondisi anak di sekolah ataupun memberikan dukungan emosional kepada anaknya di Sesuai dengan pernyataan Guru di SMPN 3 Lembah Gumanti yang menyatakan bahwa kurangnya dukungan yang didapatkan siswa dari rumah seperti sedikit sekali yang belajar anaknya di sekolah, kebanyakan hanya mengambil rapport . asil belaja. siswa, kemudian pulang. Dan kurangnya komunikasi antara orang tua dengan anak sehingga membuat kontribusi orang tua secara tidak langsung menjadi berkurang dalam menanyakan perkembangan belajar anaknya di sekolah kepada guru. Pernyataan diatas sejalan dengan pengertian dukungan sosial dari Cohen dan Hoberman . alam Isnawati dan Suhariadi, 2. , dukungan sosial merupakan sebuah hubungan pribadi seseorang dengan orang lain disekitarnya yang mengacu pada sumber daya yang disediakan dari keduanya. Dukungan sosial menurut Cohen dan Syne . alam Apollo & Cahyadi, 2. , merupakan sumber-sumber yang didapat individu dari orang lain sehingga dapat mempengaruhi kesejahteraan individu tersebut. Terdapat beberapa penelitian terdahulu yang menemukan adanya hubungan positif antara dukungan sosial terhadap motivasi belajar dan menunjukkan hasil semakin tinggi dukungan sosial yang didapatkan, maka semakin tinggi pula motivasi belajar siswa tersebut (Tezci dkk. Rufaidah, 2021. Emeralda & Kristiana, 2017. Malwa, 2. Dukungan sosial dari orang tua dapat menunjang motivasi siswa karena keluarga merupakan orang terdekat. Dengan adanya dukungan yang diberikan oleh keluarga terutama orang tua dapat memberikan kesenangan dalam belajar (Prasetyo & Rahmasari, 2. Adanya dukungan sosial dari orang tua, maka siswa akan merasakan kebahagiaan serta ketenangan karena mereka merasa ada orang lain yang bisa diandalkan apabila mereka sedang berada dalam kesulitan (Permatasari, 2. Berdasarkan pemaparan fenomena mengenai dukungan sosial dari orang tua dan motivasi yang telah dijabarkan, serta didukung oleh fakta di lapangan setelah dilakukan wawancara di SMPN 3 Lembah Gumanti tertarik untuk melihat pengaruh dukungan sosial orang tua terhadap motivasi siswa di SMPN 3 Lembah Gumanti Kabupaten Solok. METODE PENELITIAN Penelitian ini merupakan penelitian dengan menggunakan metode kuantitatif. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa-siswi SMPN 33 Lembah Gumanti Kabupaten Solok yaitu sebanyak 291 (SMPN 3 Lembah Gumanti, 2. Menurut Azwar . , sampel penelitian merupakan bagian dari populasi atau sebagian subjek populasi dan harus memiliki ciri-ciri yang dimiliki oleh populasi. Peneliti menggunakan tabel penentuan ukuran sampel dari Krejcie dan Morgan . sebanyak 169 orang. Teknik pengambilan sampel pada penelitian menggunakan probability sampling Penelitian ini menggunakan adaptasi skala Motivated Strategies for Learning Questionnaire (MSLQ) yang dikembangkan oleh Pintrich dkk. terdiri atas tiga komponen yaiitu value component . nstrinsic goal orientation, extrinsic goal orientation, dan task valu. , expectancy component . ontrol of learning self-efficac. Skala MSLQ menggunakan pedoman skala likert yang terdiri atas 7 pilihan jawaban atau kategorisasi yaitu sangat sesuai . , sesuai . , cukup sesuai . , agak sesuai . , kadang-kadang sesuai . , tidak sesuai . , sangat tidak sesuai . yang nantinya akan dipilih oleh subjek dengan menentukan sesuai atau ketidaksesuaiannya. Skala ini mendapatkan Alpha Cronbach () 878 dengan jumlah 31 aitem. Skala dukungan sosial orang tua menggunakan skala yang sudah dimodifikasi oleh Putri . berdasarkan 4 bentuk dukungan sosial menurut Sarafino dan Smith Dukungan Emosional. Dukungan Penghargaan. Dukungan Instrumental, dan Dukungan Informasi yang menggunakan pedoman skala likert. Dalam skala likert terdapat 4 pilihan jawaban yaitu sangat sesuai (SS), sesuai (S), kurang sesuai (KS), dan tidak sesuai (TS) yang nantinya akan dipilih oleh subjek dengan menentukan FR-UBM-9. 9/V0. Jurnal Psibernetika Vol. 17 (No. : 72 Ae 79. Th. p-ISSN: 1979-3707 e-ISSN: 2581-0871 Versi Online: http://journal. id/index. php/psibernetika DOI: 10. 30813/psibernetika. Hasil Penelitian kesesuaian atau ketidaksesuaiannya. Skala dukungan sosial orang tua mendapatkan Alpha Cronbach () sebesar 0. 912 dengan jumlah aitem final 38 aitem. Teknik analisis data yang digunakan yaitu uji normalitas, uji linearitas, dan uji regresi linear sederhana SPSS Pengolahan data ini bertujuan untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan sehingga nantinya peneliti akan menuliskan hasil pada kesimpulan dan saran. linear sederhana tersebut dapat dikatakan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara dukungan sosial orang tua dan motivasi siswa di SMPN 3 Lembah Gumanti. Hal ini juga membuktikan hipotesis penelitian yang mana H0 ditolak dan Ha diterima. Sehingga disimpulkan adanya pengaruh dukungan sosial orang tua terhadap motivasi siswa di SMPN 3 Lembah Gumanti. HASIL DAN PEMBAHASAN Penelitian ini memiliki tujuan untuk melihat pengaruh dukungan sosial orang tua terhadap motivasi siswa di SMPN 3 Lembah Gumanti Kabupaten Solok. Untuk mendapatkan tujuan penelitian tersebut dilakukan uji normalitas, uji linearitas, dan uji regresi linear sederhana yang akan dijelaskan secara rinci pada beberapa tabel berikut: Uji Normalitas Asyp. Sig . Keterangan Normal Sig . Keterangan Linear Berdasarkan tabel 2 di atas. Data dilihat pada hasil uji linearitas pada variabel dukungan sosial orang tua dan motivasi didapatkan deviation from linearity sebesar 420 . , maka dapat disimpulkan bahwa dukungan sosial dan motivasi memiliki hubungan yang linear. Uji Regresi Linear Sederhana Variabel DS Orang Tua Motivasi Dukungan Sosial Orang Tua Motivasi Unstandardized Coefficients Berdasarkan tabel 4 di atas, dapat dilihat mendapatkan nilai R2 sebesar . Nilai R2 berguna untuk melihat besar proposisi variasi dari variabel independen terhadap variabel Hasil R2 sebesar . 049 tersebut dikalikan 100% sesuai dengan rumus dari koefisien penentu menurut Priyatno . yaitu Kp = R2 x 100%. Sehingga didapatkan hasil bahwa dukungan sosial orang tua mempengaruhi motivasi sebesar 4,9%, sedangkan 95,1% lainnya dipengaruhi faktor Maka didapatkan rumus persamaan regresi sebagai berikut Y = 133,055 . Jadi, dapat disimpulkan bahwa nilai konstanta sebesar 133,055 menunjukkan jika tidak ada kenaikan pada variabel yaitu 133,055. Begitu juga jika adanya peningkatan satu unit pada dukungan sosial orang tua maka terjadi kenaikan sebesar . 298 pada variabel motivasi. Sehingga semakin tinggi dukungan sosial yang diberikan oleh orang tua maka semakin tinggi pula motivasi yang dimiliki oleh siswa SMPN 3 Lembah Gumanti, sebaliknya jika semakin rendah dukungan sosial orang tua yang diberikan maka semakin rendah pula motivasi yang dimiliki oleh siswa. Berdasarkan analisis dari total 169 orang siswa, terdapat 119 siswa . %) memiliki motivasi sedang, dan terdapat masing-masing 25 siswa . %) yang memiliki motivasi pada kategori rendah dan Selanjutnya berdasarkan analisis dari total 169 orang siswa, terdapat 104 siswa . %) yang memiliki dukungan sosial orang tua yang sedang, terdapat 35 siswa . %) Berdasarkan tabel 1 di atas, hasil uji normalitas didapatkan hasil signifikansi 200 . yang dapat disimpulkan bahwa data telah terdistribusi secara normal. Uji Linearitas Variabel Dukungan Sosial Orang Tua Motivasi Variabel Sig . Berdasarkan tabel 3 di atas, dapat dilihat bahwa hasil uji regresi linear sederhana memiliki nilai signifikansi . yang berarti . < . maka variabel bebas memiliki pengaruh secara signifikan terhadap variabel terikat. Maka berdasarkan uji regresi FR-UBM-9. 9/V0. Jurnal Psibernetika Vol. 17 (No. : 72 Ae 79. Th. p-ISSN: 1979-3707 e-ISSN: 2581-0871 Versi Online: http://journal. id/index. php/psibernetika DOI: 10. 30813/psibernetika. Hasil Penelitian yang memiliki dukungan sosial orang tua yang rendah, dan terdapat 30 siswa . %) yang memiliki dukungan sosial orang tua yang tinggi. Pada penelitian ini didapatkan hasil yaitu terdapat pengaruh yang signifikan dukungan sosial orang tua terhadap motivasi siswa di SMPN 3 Lembah Gumanti. Hal ini membuktikan bahwa H0 ditolak dan Ha Terdapat sumbangan efektif yaitu hasil kontribusi variabel dukungan sosial orang tua terhadap motivasi berdasarkan nilai R2 dalam uji regresi linear yaitu sebesar 4,9% yang menandakan bahwa dukungan sosial orang tua memberikan pengaruh sebesar 4,9% terhadap motivasi pada siswa di SMPN 3 Lembah Gumanti. Kemudian didapatkan persamaan regresi dengan rumus Y = 133,055 . 298X yang menunjukkan bahwa jika tidak ada kenaikan pada variabel dukungan sosial orang tua maka nilai konstanta motivasi akan berjumlah sebesar 133,055. Sebaliknya jika terdapat kenaikan pada dukungan sosial orang tua maka motivasi akan meningkat sebesar 298 per unitnya. Hal ini membuktikan bahwa semakin tinggi dukungan sosial orang tua maka semakin tinggi pula motivasi yang dimiliki oleh siswa. Hasil penelitian ini berbeda dengan asumsi peneliti sebelum melakukan Awalnya, peneliti memiliki asumsi bahwa motivasi dan dukungan sosial orang tua siswa di SMPN 3 Lembah Gumanti berada pada kategori rendah. Salah satu faktor yang menyebabkan dukungan sosial orang tua tersebut rendah dapat dilihat dari orang tua yang jarang menghabiskan waktu bersama anak karena sibuk dengan Tidak semua orang tua memberikan perhatian yang sama terhadap pendidikan anaknya, beberapa orang tua memberikan bimbingan dan perhatian, tetapi beberapa orang tua lainnya ada yang bersikap acuh atas perkembangan pendidikan anak dan hanya menyerahkan sepenuhnya pada guru di sekolah (Amseke, 2. Sesuai dengan hasil Raharjayanti . menemukan bahwa dukungan sosial pada siswa sebagian besar rendah. Pada penelitian yang telah dilakukan didapatkan hasil bahwa motivasi dan dukungan sosial orang tua berada pada kategori sedang. Berbagai faktor yang menyebabkan sebagiana besar siswa berada pada kategori sedang antara lain yaitu faktor internal dan eksternal. Sejalan dengan hasil riset yang dilakukan oleh Cahyani dkk. , menemukan bahwa faktor internal seperti cita-cita dan aspirasi siswa, kemampuan yang dimiliki siswa, kondisi psikologis dan fisiologis, dan faktor eksternal seperti lingkungan belajar, sosial dan non sosial yang dapat mempengaruhi motivasi siswa untuk belajar dan mencapai tujuan Selain itu, hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan data dari sekolah, mayoritas orang tua responden adalah petani. Menurut Raharjayanti . , tingkat pendidikan dan kesibukan orang tua terhadap pekerjaannya akan mempengaruhi dukungan mereka terhadap responden dalam berbagi perasaan mengenai minat dan aktivitas sosial. Berdasarkan hasil uji regresi linear sederhana, yang mana diketahui bahwa nilai R2 (R-squar. hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase kontribusi dukungan sosial orang tua terhadap motivasi siswa adalah sebesar 4,9%, sedangkan sisanya sebesar 95,1% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Cahyono . , menyebutkan bahwa faktor lain yang dapat mempengaruhi motivasi siswa diantaranya adalah kondisi kesehatan siswa baik itu fisik maupun mental, minat belajar siswa terhadap materi pelajaran, intelegensi dan kelelahan. Kemudian. Rafiola . , menyebutkan bahwa faktor yang dapat mempengaruhi motivasi adalah selfefficacy dan teknik belajar seperti blended Beberapa penelitian sebelumnya yang juga mendukung penelitian ini diantaranya penelitian yang dilakukan oleh Emeralda dan Kristiana . , menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara dukungan sosial orang tua dengan motivasi belajar pada siswa SMP, dan penelitian tersebut mendapatkan hasil bahwa siswa yang mendapatkan dukungan sosial orang tua yang tinggi maka motivasi yang dimiliki oleh siswa tersebut juga tinggi, begitu sebaliknya apabila siswa mendapatkan dukungan sosial orang tua yang rendah maka motivasi yang dimiliki siswa tersebut juga rendah. FR-UBM-9. 9/V0. Jurnal Psibernetika Vol. 17 (No. : 72 Ae 79. Th. p-ISSN: 1979-3707 e-ISSN: 2581-0871 Versi Online: http://journal. id/index. php/psibernetika DOI: 10. 30813/psibernetika. Hasil Penelitian Penelitian serupa juga dilakukan oleh Rufaidah . menunjukkan hasil bahwa terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara dukungan sosial orang tua dengan motivasi belajar pada siswa di MI Tahfidz AlAsyhar Malang. Penelitian yang dilakukan Tezci dkk. tentang A Study on Social Support and Motivation, menunjukkan hasil bahwa adanya hubungan yang positif antara dukungan sosial terhadap motivasi belajar eksternal dan internal siswa, subjek yang menerima dukungan sosial yang memadai akan dapat meningkatkan motivasi internal dan eksternal Sejalan dengan gagasan yang dikemukakan oleh Hofer dan Fries . , menyebutkan bahwa kedua motivasi internal dan eksternal tersebut dibutuhkan untuk mewujudkan tujuan hidup siswa. Menurut Zulkarnain dkk. , pada umunya motivasi internal yang ada dalam diri siswa bisa saja terjadi kenaikan atau penurunan, dimana kondisi tersebut memerlukan adanya dukungan dari lingkungan eksternal siswa. Lebih lanjut Amseke . , menyatakan bahwa lingkungan ekternal siswa dapat berasal dari lingkungan keluarga yang mana siswa membutuhkan dukungan yang bersifat moril, materil dan kondisi psikologis seperti dukungan sosial dari orang tua. Bentuk dari dukungan sosial orang tua dapat seperti memberikan rasa empati, kepercayaan, kepedulian dan cinta kepada siswa, memberikan dukungan berupa waktu luang untuk siswa sehingga membuat siswa merasa terlibat dalam berbagai bentuk kegiatan sosial. Memberikan bantuan langsung seperti dalam bentuk jasa ataupun finansial, memberikan nasihat berupa saran maupun petunjuk dan umpan balik yang positif yang berdampak pada motivasi siswa ketika mereka berada di lingkungan sekolah serta lebih mudah dalam mencerna materi Menurut Dwiyanti dan Ediati . , siswa akan lebih mudah menguasai materi pembelajaran apabila mereka memiliki kondisi dan suasana yang mendukung termasuk dukungan-dukungan yang diberikan oleh kedua orang tua. Selanjutnya Dwiyanti dan Ediati . , juga menyatakan bahwa dengan lingkungan yang aman, nyaman serta orang tua yang selalu memperhatikan kondisi siswa tersebut dapat meningkatkan motivasi belajar pada diri siswa, karena hal tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor yang mana salah satunya ialah lingkungan keluarga. Penelitian yang dilakukan oleh Rahma . , mendukung pernyataan bahwa dukungan sosial orang tua berperan penting dalam memelihara kondisi psikologis individu saat mengalami tekanan serta dapat memberikan pengaruh positif pada siswa. Hasil tersebut mengarah kepada ciri-ciri siswa yang memiliki motivasi yang tinggi menurut Sardirman . , siswa yang memiliki motivasi tinggi digambarkan dengan siswa yang dapat menumbuhkan rasa senang, gairah serta merasa bersemangat ketika mengikuti kegiatan belajar, siswa memiliki energi yang banyak untuk belajar serta dapat meluangkan waktu yang lebih banyak dibandingkan dengan siswa yang tidak memiliki motivasi. Begitupun dengan siswa yang memiliki motivasi rendah cenderung akan kurang tertarik dalam menyelesaikan tugas yang diberikan serta tidak ingin menyimak ataupun mencatat materi yang dibarikan oleh guru di sekolah. Dukungan sosial orang tua yang dihasilkan dapat membuat siswa mampu menempuh pendidikan seperti motivasi (Agustina & Wisnumurti, 2. Selain itu, menurut Botelho dkk. , . dukungan sosial orang tua yang diberikan kepada siswa dapat membuat siswa menjadi lebih berperan aktif di lingkungan sekolah, memiliki kepercayaan diri, memiliki sifat otonom dan dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam mengembangkan potensi akademik. Hal ini sejalan dengan pendapat Wahyuningtyas dan Setyawati . , siswa akan mampu mencapai hasil belajar dan prestasi akademik yang baik apabila mereka mempunyai dorongan serta motivasi untuk melakukan kegiatan belajar. Sehingga dapat diambil kesimpulan bahwa dukungan sosial orang tua mempengaruhi motivasi siswa. SIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara dukungan FR-UBM-9. 9/V0. Jurnal Psibernetika Vol. 17 (No. : 72 Ae 79. Th. p-ISSN: 1979-3707 e-ISSN: 2581-0871 Versi Online: http://journal. id/index. php/psibernetika DOI: 10. 30813/psibernetika. Hasil Penelitian sosial orang tua dengan motivasi siswa di SMPN 3 Lembah Gumanti Kabupaten Solok. Dilihat dari hasil analisis deskriptif dapat dikatakan bahwa gambaran masing-masing kategorisasi dukungan sosial orang tua dan motivasi adalah sedang pada siswa di SMPN 3 Lembah Gumanti. Hasil penelitian ini juga ditemukan bahwa dukungan sosial orang tua bukan merupakan satu-satunya faktor yang memiliki pengaruh terhadap motivasi pada siswa di SMPN 3 Lembah Gumanti, artinya masih ada faktor lain yang memiliki pengaruh dengan motivasi yang kebetulan tidak diteliti penelitian ini. Peneliti menyarakan untuk peneliti selanjutnya agar dapat menambahkan instrument penelitian berupa skala terbuka ataupun penelitian mendapatkan data yang lebih komprehensif terhadap variabel penelitian, maupun menggunakan variabel lain seperti selfefficacy, self-esteem, self-regulated learning, sebagainya untuk meneliti motivasi siswa. Azwar, . Metode Penelitian Psikologi . th e. Pustaka Belajar Offset. Batelho. , dkk. Family Portuguese impact on quality of life and well-being. Children, 9. , 200. Cahyani. Listiana. , & Larasati. Motivasi belajar siswa SMA pada pembelajaran daring di masa pandemic covid-19. IQ (Ilmu Al-QurAoa. Jurnal Pendidikan Islam, 3. , 123-140. Cahyono. Identifikasi faktor motivasi belajar mahasiswa ikip pgri jember. Efektor, 5. , 18-25. Emeralda. , & Kristiana. Hubungan antara dukungan sosial orang tua dengan motivasi belajar pada siswa sekolah menengah Jurnal Empati, 7. , 154159. Fadilah. , & Marjohan. Parent support contribution and peer conformity on learning motivation. Jurnal EDUCATIO Jurnal Pendidikan Indonesia, 7. , 53-58. Krejcie. , & Morgan. Determining sampe size for research activities. Educational and Psychological Measurement, 30. Malwa. Dukungan sosial orangtua dengan motivasi belajar siswa putra tahfidz Al-QurAoan. PSIKIS Jurnal Psikologi Islami, 3. , 137-144. Pintrich. Motivation and classroom learning. In Handbook of psychology: Educational psychology. Vol 7 . 103Ae. John Wiley & Sons Inc. Diakses http://w. Pintrich. , & De Groot. Motivational and Self-Regulated Learning Components of Classroom. Journal of Educational Psychology, 82. , 33Ae40. https://doi. org/10. 1037/00220663. Pintrich. , & De Groot. Motivational Science Perspective on DAFTAR PUSTAKA