The Influence Of Work Motivation. Work Environment And Job Satisfaction On Employee Performance At PT Agro Perak Sajahtera. North Bengkulu Pengaruh Motivasi Kerja ,Lingkungan Kerja Dan Kepuasan Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Pada PT Agro Perak Sajahtera Bengkulu Utara Armada . Khairul Bahrun . Study Program of Management. Faculty of Economic. Universitas Muhammadiyah Bengkulu . Department of Management. Faculty of Economic. Universitas Muhammadiyah Bengkulu Email: . Armadada00@gmail. khairulbahrun@umb. ARTICLE HISTORY Received . Maret 2. Revised . Mei 2. Accepted . Mei 2. KEYWORDS Work Motivation. Work Environment. Job Satisfaction. Employee Performance This is an open access article under the CCAeBY-SA ABSTRAK Karyawan merupakan aset yang sangat berharga dalam tercapaianya tujuan perusahaan. Sebagai seorang karyawan dalam melakukan suatu pekerjaan haruslah bisa seefektif dan seefisien mungkin. Kualitas dan kuantitas karyawan harus sesuai dengan kebutuhan karyawan dan penempatan tenaga kerja juga harus tepat dan sesuai dengan keinginan dan keahliannya. Dengan demikian kinerja karyawan akan lebih baik serta lebih efektif menunjang terwujudnya tujuan perusahaan. sekripsi ini untuk manganalisis Pengaruh Motivasi Kerja. Lingkungan Kerja dan Kepuasan Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Pada PT. Agro Perak Sajahtera Bengkulu Utara pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah total sampling. adalah 55 orang karyawan PT. Agro Perak Sajahtera Bengkulu Utara. Analisis regresi linier berganda dengan uji hipotesis, dengan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa semua variabel independen yaitu variabel (Motivasi Kerja. Lingkungan Kerja dan Kepuasan Kerj. secara simultan atau bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen yaitu Kinerja Karyawan (Y). Hal ini berarti Ho ditolak dan Ha diterima. Dapat simpulkan bahwa motivasi kerja, lingkungan kerja dan kepuasan kerja secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan pada PT. Agro Perak Sajahtera Bengkulu Utara. ABSTRACT Employees are a very valuable asset in achieving company goals. As an employee, when carrying out work you must be as effective and efficient as possible. The quality and quantity of employees must be in accordance with employee needs and the placement of workers must also be appropriate and in accordance with their desires and skills. In this way, employee performance will be better and more effective in supporting the realization of company goals. This thesis is to analyze the influence of work motivation, work environment and job satisfaction on employee performance at PT. Agro Perak Sajahtera. North Bengkulu, sampling in this research was total sampling. are 55 employees of PT. Agro Perak Sajahtera. North Bengkulu. Multiple linear regression analysis with hypothesis testing, with the research results it can be concluded that all independent variables, namely variables (Work Motivation. Work Environment and Job Satisfactio. simultaneously or together have a significant effect on the dependent variable, namely Employee Performance (Y). This means Ho is rejected and Ha is accepted. It can be concluded that work motivation, work environment and job satisfaction together have a significant effect on employee performance at PT. Agro Perak Sajahtera. North Bengkulu. PENDAHULUAN Sumber daya manusia . en and wome. merupakan salah satu sumber daya penting bagi perusahaan/organisasi karena memiliki bakat, tenaga, dan kreativitas yang sangat dibutuhkan oleh perusahaan untuk mencapai tujuannya dan keberhasilan perusahaan dalam menjalankan usahanya tidak dapat terlepas dari faktor sumber daya manusia (SDM). Sumber Daya Manusia (SDM) merupakan unsur strategi organisasi yang harus dikelola secara efektif. Untuk itu dibutuhkan pengetahuan tentang perilaku manusia dan kemampuan untuk mengelolanya. Salah satu faktor yang berpengaruh terhadap kelancaran suatu organisasi adalah kinerja Kinerja karyawan adalah keluaran yang dihasilkan oleh fungsi-fungsi atau dimensi pekerjaan atau profesi yang dilaksanakan oleh sumber daya manusia atau pegawai dalam waktu tertentu Wirawan, . Kinerja karyawan yang baik ditandai dengan adanya kualitas kerja yang baik dalam menyelesaikan setiap pekerjaan yang diberikan oleh pemimpin dengan tepat sesuai waktu yang ditentukan dan dapat mencapai setiap target yang telah ditetapkan oleh perusahaan, seperti halnya yang dikemukakan oleh Mangkunegara, . bahwa kinerja adalah prestasi kerja atau hasil kerja secara kualitas dan kuantitas Jurnal Fokus Manajemen. Vol. 4 No. Mei 2024 page: 87Ae . 87 p-ISSN 2809-9931 e-ISSN 2809-9141 yang dicapai oleh seorang pegawai dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya. Harsuko . mendefinisikan kinerja adalah unsur pencatatan hasil kerja SDM dari waktu ke waktu sehingga diketahui sejauh mana hasil kerja SDM dan perbaikan apa yang harus dilakukan agar dimasa mendatang lebih baik. Untuk mencapai sasaran dan tujuan perusahaan, organisasi disusun dalam unit-unit kerja yang lebih kecil, dengan pembagian kerja, sistem kerja dan mekanisme kerja yang jelas. Berdasarkan pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa kinerja karyawan adalah hasil akhir kerja karyawan yang maksimal untuk mencapai sasaran dan tujuan perusahaan demi kemajuan dan untuk mencapai cita-cita perusahaan tersebut. Salah satu cara yang dapat dilakukan dalam upaya meningkatkan kinerja karyawan adalah dengan melalui motivasi kerja. Motivasi kerja menurut Robbins, . adalah sebagai proses yang menjelaskan intensitas, arah, dan ketekunan seorang individu untuk mencapai tujuan. Menurut Hasibuan, . , pemberian motivasi yang dilakukan oleh suatu perusahaan baik publik maupun bisnis harus dapat memenuhi beberapa tujuan. Menurut Siswanto . , motivasi merupakan proses yang menentukan gerakan atau tingkah laku individu kepada tujuan . Motivasi mengarahkan dan mendorong perilaku atau keinginan seseorang untuk melakukan suatu kegiatan yang dinyatakan dalam bentuk usaha keras atau lemah. Pentingnya motivasi karena motivasi adalah hal yang menyebabkan, menyalurkan dan mendukung perilaku manusia, supaya mau bekerja giat dan antusias untuk mencapai hasil yang optimal. Motivasi semakin penting karena manajer membagikan pekerjaan pada bawahannya untuk dikerjakan dengan baik dan terintegrasi kepada tujuan yang diinginkan. Selain motivasi kerja faktor lain yang mempengaruhi kinerja karyawanan adalah Lingkungan Kerja. Lingkungan kerja menurut Amalia & Indratono, . adalah segala sesuatu yang ada di sekitar para pekerja dan yang dapat mempengaruhi dirinya dalam menjalankan tugas-tugas yang di bebankan Taula . Lingkungan kerja adalah sesuatu yang ada disekitar pekerja dan dapat mempengaruhi dirinya dalam menjalankan tugas-tugas yang dibebankan. Selain itu juga lingkungan kerja merupakan salah satu faktor penting dalam menciptakan kinerja karyawan. Karena lingkungan kerja mempunyai pengaruh langsung terhadap karyawan di dalam menyelesaikan pekerjaan yang pada akhirnya akan meningkatkan kinerja organisasi. Suatu kondisi lingkungan kerja dikatakan baik apabila karyawan dapat melaksanakan kegiatan secara optimal, sehat, aman, dan nyaman. Tidak kalah penting dari motivasi kerja dan lingkungan kerja, kepuasan kerja juga menjadi faktor penting bagi kinerja Kepuasan kerja adalah suatu ungkapan perasaan atau sikap seseorang terhadap pekerjaannya, terhadap kesempatan promosi, hubungan dengan rekan kerja, pengawasan dan perasaan puas terhadap pekerjaan itu sendiri Titisari, . Kepuasan Kerja lebih mencerminkan sifat daripada perilaku. Menurut Handoko, . menjelaskan bahwa kepuasan kerja adalah keadaan emosional yang menyenangkan ketika para karyawan menjalankan pekerjaannya masing-masing. Dalam bidang industri permasalahan mengenai sumber daya manusia khususnya kinerja karyawan seringkali dialami perusahaan. Sama halnya dengan masalah yang terdapat pada PT. Agro Perak Sajahtera Bengkulu Utara yang merupakan industri pabrik kelapa sawit dan perkebunan dengan area perkebunan yang luas di Bengkulu Utara (Lai. dan berkantor pusat di Kota Bengkulu. Pabrik kelapa sawit dan perusahaan perkebunan ini telah beroprasi sejak tahun 2007. PT. Agro Perak Sajahtera Bengkulu Utara merupakan salah satu perusahaan perkebunan kelapa sawit yang cukup besar di Kabupaten Bengkulu Utara yang memiliki masalah mengenai kinerja karyawan. LANDASAN TEORI Kinerja Salah satu cara yang digunakan untuk melihat perkembangan perusahaan adalah dengan melihat kinerja karyawannya pada perusahaan tersebut. Kinerja merupakan suatu pengukuran hasil dari pekerjaan yang di dalam suatu program yang mewujudkan sasaran berupa hasil atau output yang menjadi hasil suatu evaluasi yang dipertimbangkan oleh manajer untuk mengambil suatu keputusan. Menurut Mahardika . yang mengemukakan kinerja adalah tingkat pencapaian hasil atas pelaksanaan tugas tertentu. Kinerja perusahaan adalah tingkat pencapaian hasil dalam rangka mewujudkan tujuan perusahaan. Manajemen kinerja adalah keseluruhan kegiatan yang dilakukan untuk meningkatkan kinerja perusahaan atau organisasi, termasuk kinerja masing- masing individu dan kelompok kerja di perusahaan tersebut. Menurut Ahmad, . Kinerja berasal dari kata job performance yang mengandung arti prestasi kerja yang diraih oleh seseorang. kinerja merupakan tolak ukur kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seseorang dalam melaksanakan tugas sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan. Dengan itu, kinerja merupakan suatu kombinasi dari kesempatan, kemampuan, dan usaha yang dinilai dari hasil kerja dan juga merupakan hasil atau tingkat keberhasilan seseorang selama periode tertentu dalam 88 | Armada. Khairul Bahrun. The Influence Of Work Motivation A. melaksanakan tugas jika dibandingkan dengan berbagai kemungkinan, seperti halnya standar hasil kerja, target dan kriteria yang telah ditentukan sebelumnya yang telah disepakati bersama. Sedangkan menurut Riantoko, . kinerja merupakan penampilan hasil kerja pegawai baik secara kuantitas maupun mutu. Kosasih, . menyatakan bahwa kinerja sebagai sesuatu yang tampak, dimana individu relevan dengan tujuan organisasi. Kinerja yang baik merupakan salah satu sasaran organisasi dalam pencapaian produktivitas kerja yang tinggi. Tercapainya kinerja yang baik tidak terlepas dari kualitas sumber daya manusia yang baik pula. Sedangkan Mangkunegara, . mengemukakan bahwa pengertian kinerja adalah hasil secara kualitas dan kuantitas yang dicapai seorang karyawan dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya. Berbeda dengan Dermawan, . Kinerja adalah hasil dari suatu proses yang mengacu dan diukur selama periode waktu tertentu berdasarkan ketentuan atau kesepakatan yang telah ditetapkan Menurut Gultom, . pengertian kinerja pegawai/karyawan menunjuk pada kemampuan karyawan dalam melaksanakan keseluruhan tugas-tugas yang menjadi tanggungjawabnya. Tugas-tugas tersebut biasanya berdasarkan indikator-indikator keberhasilan yang sudah ditetapkan. Sebagai hasilnya akan diketahui bahwa seseorang karyawan masuk dalam tingkatan kinerja tertentu. Kinerja karyawan adalahprestasi baik kualitas maupun kuantitas karyawan atau perilaku riilkaryawan sesuai tanggung jawab nya Maulida & Askiah, . Kinerja karyawan dapat ditingkatkan dalam proses manajemen organisasi secara total dimana hasil kerja tersebut sebagai bukti secara kongkrit dan dapat diukur . ibandingkan secara standar yang telah ditentuka. sesuai peranannya di dalam perusahaan Metria & Riana, . Kinerja karyawan dapat didorong antara lain melalui peningkatan kompensasi dan motivasi kerja. Meningkatnya kompensasi yang diberikan maka semangat, kemauan, dan ketelitian karyawan pada saat bekerja akan lebih maksimal, fokus dan disiplin Purnami, . Berdasarkan definisi diatas, dapat disimpulkan bahwa kinerja karyawan adalah hasil akhir dari upaya maksimal untuk mencapai tujuan perusahaan, yang sangat penting bagi kemajuan dan pencapaian cita-cita perusahaan. Motivasi Kerja Robbins, . mengemukakan bahwa motivasi adalah keinginan untuk melakukan sebagai kesediaan mengeluarkan upaya yang tinggi untuk tujuan-tujuan organisasi, yang dikondisikan oleh kemampuan upaya itu untuk memenuhi suatu kebutuhan individual. Suryabrata, . mengatakan bahwa motif adalah keadaan yang mendorong seseorang untuk melakukan aktivitas-aktivitas tertentu guna mencapai suatu tujuan. Untuk mencapai tujuan perusahaan, manajemen harus mampu memotivasi Motivasi dapat membangkitkan semangat kerja karyawan untuk bekerja lebih baik Riyadi, . Lebih lanjut Riyadi menyatakan bahwa dorongan bekerja akan timbul pada diri seseorang disebabkan oleh adanya tingkat kebutuhan yang berbeda pada pegawai sehingga menimbulkan perbedaan motivasi dalam berprestasi. Penelitian terdahulu menemukan bahwa motivasi merupakan faktor yang berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja. Motivasi dapat dikelompokkan menjadi dua jenis menurut Hasibuan, . Motivasi Positif . nsentif positi. , manajer memotivasi bawahan dengan memberikan hadiah kepada mereka yang berprestasi baik. Dengan memotivasi positif ini semangat kerja bawahan akan meningkat, karena manusia pada umumnya senang menerima yang baik-baik saja. Motivasi Negatif . nsentif negati. , manajer memotivasikan bawahan dengan memberikan hukuman kepada mereka yang pekerjaannya kurang baik . restasi renda. Dengan memotivasi negatif ini semangat kerja bawahan dalam waktu pendek akan meningkat, karena takut dihukum, penggunaan kedua motivasi tersebut haruslah diterapkan kepada siapa dan kapan agar dapat berjalan efektif merangsang gairah bawahan dalam bekerja. Tingkah laku bawahan biasanya didorong oleh keinginan untuk mencapai tujuan harus selalu diamati, diawasi dan diarahkan dalam kerangka pelaksanaan tugas dalam mencapai tujuan organisasi yang telah diterapkan. Secara umum tujuan motivasi adalah untuk menggerakkan atau mengunggah seseorang agar timbul keinginan dan kemauannya untuk melakukan sesuatu sehingga dapat memperoleh hasil atau mencapai tujuan tertentu Purwanto, . Tindakan memotivasi akan lebih dapat berhasil jika tujuannya jelas dan didasari oleh yang dimotivasi serta sesuai dengan kebutuhan orang yang di motivasi. Oleh karena itu, setiap orang yang akan memberikan motivasi harus mengenal dan memahami benar-benar latar belakang kehidupan, kebutuhan dan kepribadian orang yang akan di motivasi. Menurut Sardiman, . fungsi motivasi ada tiga, yaitu : Jurnal Fokus Manajemen. Vol. 4 No. Mei 2024 page: 87Ae . 89 p-ISSN 2809-9931 e-ISSN 2809-9141 Mendorong manusia untuk berbuat, motivasi dalam hal ini merupakan motor penggerak dari setiap kegiatan yang akan dikerjakan. Menentukan arah perbuatan, yaitu ke arah tujuan yang hendak dicapai, sehingga motivasi dapat memberikan arah dan kegiatan yang harus dikerjakan sesuai dengan rumusan tujuannya. Menyeleksi perbuatan, yaitu menentukan perbuatan-perbuatan apa yang harus dikerjakan yang sesuai guna mencapai tujuan, dengan menyisihkan perbuatan-perbuatan yang tidak bermanfaat bagi tujuan tersebut. Berdasarkan definisi diatas, dapat disimpulkan bahwa motivasi kerja adalah keadaan yang dapat mendorong seseorang untuk melakukan aktivitas-aktivitas tertentu guna mencapai suatu tujuan. Untuk mencapai tujuan perusahaan, manajemen harus mampu memotivasi karyawanya. Lingkungan Kerja Lingkungan kerja merupakan salah satu faktor penting dalam menciptakan kinerja karyawan. Karena lingkungan kerja mempunyai pengaruh langsung terhadap karyawan di dalam menyelesaikan pekerjaan yang pada akhirnya akan meningkatkan kinerja organisasi. Suatu kondisi lingkungan kerja dikatakan baik apabila karyawan dapat melaksanakan kegiatan secara optimal, sehat, aman, dan Lingkungan kerja merupakan hal penting yang perlu perhatian khusus dari perusahaan, lingkungan kerja bekaitan langsung dengan kondisi sekitar karyawan sehingga akan berpengaruh terhadap karyawan dalam menyelesaikan pekerjaannya. lingkungan adalah segala hal yang terkait dengan operasional perusahaan dan bagaimana kegiatan operasional tersebut dapat berjalan Mangkunegara, . Keadaan lingkungana kerja yang baik akan memberikan dampak yang positif bagi karyawan dalam meningkatkan prestasi kerja karyawan. Hal itu merupakan salah satu cara yang dapat ditempuh agar karyawan dapat melaksanakan tugasnya tanpa mengalami gangguan, karena lingkungan kerja sangat mempengaruhi prestasi kerja karyawan. Ahmad , . Menurut Susilo , . lingkungan kerja adalah keseluruhan alat perkakas dan bahan yang dihadapi, lingkungan sekitarnya dimana seseorang bekerja, metode kerjanya, serta pengaturan kerjanya baik sebagai perorangan maupun sebagai kelompok. Menurut Sihaloho & Siregar, . mendefinisikan lingkungan kerja adalah segala sesuatu yang ada di sekitar para pekerja yang dapat mempengaruhi dirinya dalam menjalankan tugasAetugas yang Menurut Sedarmayanti, . menyatakan bahwa secara garis besar, jenis lingkungan kerja terbagi menjadi 2 . Lingkungan Kerja Fisik Lingkungan kerja fisik adalah semua keadaan berbentuk fisik yang terdapat di sekitar tempat kerja yang dapat mempengaruhi pegawai baik secara langsung maupun tidak langsung. Lingkungan kerja fisik dapat dibagi dalam dua kategori yakni: Lingkungan yang langsung berhubungan dengan karyawan (Seperti : pusat kerja, meja, kursi, dan Lingkungan perantara atau lingkungan umum . eperti : rumah, kantor, pabrik, sekolah, kota, sistem jalan raya, dan lain Ae lain. Lingkungan perantara, dapat juga disebut lingkungan kerja yang mempengaruhi kondisi manusia, misalnya: temperatur, kelembaban, sirkulasi udara, pencahayaan, kebisingan, getaran mekanis, bau tidak sedap, warna, dan lain-lain. Untuk dapat memperkecil pengaruh lingkungan fisik terhadap pegawai, maka langkah pertama adalah harus mempelajari manusia, baik mengenai sifat dan tingkah lakunya, kemudian digunakan sebagai dasar untuk memikirkan lingkungan fisik yang sesuai. Lingkungan Kerja Non Fisik Lingkungan kerja non fisik adalah semua keadaan yang terjadi yang berkaitan dengan hubungan kerja, baik hubungan dengan atasan maupun hubungan sesama rekan kerja, ataupun hubungan dengan Menurut Setiawan & Dewi, . Perusahaan hendaknya dapat mencerminkan kondisi yang mendukung kerja sama antara tingkat atasan, bawahan, maupun yang memiliki status jabatan yang sama di perusahaan. Kondisi yang hendaknya diciptakan adalah suasana kekeluargaan, komunikasi yang baik, dan pengendalian diri. Chairunnisah, . Dalam manajemen sumber daya manusia adalah suatu cara bagaimana mengatur hubungan secara efisien dan efektif serta dapat digunakan secara maksimal sehingga tercapai tujuan . bersama perusahaan, karyawan dan masyarakat menjadi maksimal, bahwa pihak manajemen perusahaan hendaknya membangun suatu iklim dan suasana kerja yang bias membangkitkan rasa kekeluargaan untuk mencapai tujuan bersama. 90 | Armada. Khairul Bahrun. The Influence Of Work Motivation A. Pihak manajemen perusahaan juga hendaknya mampu mendorong inisiatif dan kreativitas. Kondisi seperti inilah yang selanjutnya menciptakan antusiame untuk bersatu dalam organisasi perusahaan untuk mencapai tujuan. Lingkungan kerja non fisik merupakan keadaan lingkungan tempat kerja karyawan yang berupa suasana kerja yang harmonis dimana terjadi hubungan atau komunikasi antara bawahan dengan atasan . ubungan vertika. serta hubungan antar sesama karyawan . ubungan horizonta. Dengan adanya suasana kerja dan komunikasi yang harmonis, maka karyawan akan merasa betah di tempat kerja sehingga pekerjaan yang dilakukan dapat terlaksana dengan baik, efisien dan Terciptanya suasana kerja dan komunikasi yang baik tergantung pada penyusunan organisasi perusahaan secara benar bahwa: AuSuasana kerja yang baik dihasilkan terutama dalam organisasi yang tersusun secara baik, organisasi yang tidak tersusun dengan baik banyak menimbulkan suasana kerja yang kurang baik juga. Kepuasan Kerja Kepuasan Kerja menurut Titisari, . , adalah suatu ungkapan perasaan atau sikap seseorang terhadap pekerjaannya, terhadap kesempatan promosi, hubungan dengan rekan kerja, pengawasan dan perasaan puas terhadap pekerjaan itu sendiri. Kepuasan kerja lebih mencerminkan sifat dari pada Menurut Handoko, . menjelaskan bahwa kepuasan kerja adalah keadaan emosional yang menyenangkan ketika para karyawan menjalankan pekerjaannya masing-masing. Robbins, . menjelaskan AuKepuasan KerjaAy (Job Satisfactio. adalah suatu perasaan positif tentang pekerjaan, yang dihasilkan dari suatu evaluasi dari karakteristik-karakteristikAy. Menurut Wirawan, . kepuasan kerja adalah persepsi orang mengenai berbagai aspek dari pekerjaannya. Persepsi dapat berupa perasaan dan sikap orang terhadap pekerjaannya. Perasaan dan sikap positif atau negatif. Jika seseorang bersikap positif terhadap pekerjaannya, maka ia puas terhadap pekerjaannya, sebaliknya, jika karyawan bersikap negatif terhadap pekerjaannya maka ia tidak puas terhadap pekerjaannya. Robbins, . menyebutkan kepuasan kerja . ob satisfactio. dapat didefinisikan sebagai suatu perasaan positif tentang pekerjaan seseorang yang merupakan hasil dari sebuah evaluasi Konsep pengaruh kepuasan kerja terhadap kinerja karyawan menurut Mathis & Jackson, . disebutkan bahwa kepuasan kerja adalah keadaan emosional yang positif yang merupakan hasil evaluasi dari pengalaman kerja. Ketidakpuasan kerja muncul ketika harapan seseorang tidak terpenuhi. Berdasarkan teori-teori di atas dapat disimpulkan bahwa kepuasan kerja yaitu tingkat kesenangan yang dirasakan seseorang atas peranan atau pekerjaannya dalam organisasi. METODE PENELITIAN Penelitian ini adalah jenis penelitian deskriptif kuantitatif karna didalam penelitian ini banyak mendeskripsikan keadaan-keadaan yang terjadi sekarang secara sistematis dan akurat dengan adanya penelitian ini bertujuan untuk memaparkan serta menyelesaikan masalah yang di teliti. Penelitian yang digunakan ini termasuk kedalm penelitian kuantitatif. Menurut Sugiyono, . Aupenelitian kuantitatif merupakan penelitian yang menggunakan metode kuantitatif, yaitu sebuah metode penelitian yang bertujuan menggambarkan fenomena atau gejala sosial secara kuantitatif atau menjelaskan bagaimana fenomena atau gejala sosial yang terjadi di masyarakat saling berhubungan satu sama lainAy HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Data penelitian merupakan langkah yang tidak bisa dipisahkan dengan kegiatan analisis data sebagai persyaratan untuk memasuki tahap pembahasan serta menarik kesimpulan hasil dari penelitian. Dalam bab ini akan dibahas hasil penelitian studi lapangan yang dimulai dari sejarah Tempat Penelitian. Karakteristik Responden. Hasil Analisis. Deskripsi Tanggapan Responden. Uji Asumsi Klasik. Analisis Regresi Linier Berganda. Analisis Koefisien Determinasi (R. , dan Pengujian Hipotesis. Tabel 1 Uji Validitas Variabel Indikator Kinerja Karyawan (Y) Motivasi Kerja (X. Kuantitas Kualitas Kehadiran Dorongan Mencapai Tujuan Item Pernyataan Hitung 0,644 0,798 0,799 0,746 Tabel 0,260 0,260 0,260 0,260 Ket Valid Valid Valid Valid Jurnal Fokus Manajemen. Vol. 4 No. Mei 2024 page: 87Ae . p-ISSN 2809-9931 Lingkungan Kerja (X. Kepuasan Kerja (X. Semangat Kerja Inisiatif Kreativitas Rassa Tanggung Jawab Penerangan Pewarnaan Suhu Udara Suara Bising Keamanan Kerja Kebersihan Ruang Gerak Kepuasan Dengan Gaji Kepuasan DenganPekerjaan Kepuasan Dengan Rekan Kerja Kepuasan Dengan Promosi Kepuasan dengan 0,783 0,644 0,774 0,711 0,725 0,732 0,746 0,769 0,752 0,773 0,736 0,598 0,732 0,751 0,769 0,260 0,260 0,260 0,260 0,260 0,260 0,260 0,260 0,260 0,260 0,260 0,260 0,260 0,260 0,260 e-ISSN 2809-9141 Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Dari tabel 1 di atas dapat disimpulkan bahwa butir instrumen yang digunakan untuk mengukur variabel-variabel dalam penelitian ini mempunyai koefisien lebih besar dari r tabel yaitu 0. 260 sehingga semua butir instrumen tersebut dinyatakan valid. Dengan demikian instrumen penelitian atau kuesioner memenuhi syarat validitas. Tabel 2 Uji Reabilitas No. Variabel Kinerja Karyawan (Y) Motivasi Kerja (X. Lingkungan Kerja (X. Kepuasan Kerja (X. Sumber: Data yang diolah 2024 CronbachAos Alpha 0,605 0,712 0,864 0,725 Keterangan Reliabel Reliabel Reliabel Reliabel Dari tabel 2 di atas, terlihat bahwa semua variabel memiliki nilai CronbachAos Alpha lebih besar dari Maka dapat disimpulkan bahwa semua variabel dalam penelitian ini adalah reliable. Dengan demikian kuesioner penelitian memenuhi syarat reabilitas. Tabel 3 Uji Normalitas One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Normal Parametersa,b Most Extreme Differences Mean Std. Deviation Absolute Positive Negative Test Statistic Asymp. Sig. -taile. Test distribution is Normal. Calculated from data. Lilliefors Significance Correction. This is a lower bound of the true significance. 92 | Armada. Khairul Bahrun. The Influence Of Work Motivation A. Unstandardized Residual Berdasarkan table 3 output SPSS tersebut, diketahui bahwa nilai Asymp. Sig. -taile. sebesar 200 lebih besar dari 0. Maka sesuai dengan dasar pengambilan keputusan dalam uji normalitas Kolmogorov-Smirnov diatas dapat disimpulkan bahwa data berdistribusi normal. Tabel 4 Uji Multikolinearitas No Variabel Motivasi Kerja (X. Lingkungan Kerja (X. Kepuasan Kerja (X. Sumber: Data yang diolah 2024 Tolerance 0,943 0,945 0,995 VIF 1,060 1,058 1,005 Keretengan Non Multikolinearitas Non Multikolinearitas Non Multikolinearitas Berdasarkan Tabel 4 diatas terlihat bahwa semua variabel mempunyai nilai toleransi diatas 0. 1 dan nilai VIF dibawah 10, dengan demikian dapat disimpulkan bahwa variabel pada penelitian ini bebas Tabel 5 Riegriesi Liniier Biergaindai Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Std. Error (Constan. Motivasi Kerja Lingkungan Kerja Kepuasan Kerja Dependent Variable: Y1 Sumbier: Daitai yaing diiolaih 2024 Standardized Coefficients Beta Sig. Dairi pierhitungain mienggunaikain SPSS viersi 25 fior Windiows didaipait piersaimaiain riegriesinyai aidailaih: Y = 2,656 0,195(X. 117(X. 0,119(X. Angka tersebut masing-masing secara ekonomis dapat dijelaskan sebagai berikut: Nilai konstanta 2,656 mempunyai arti bahwa apabila variabel Motivasi Kerja (X . Lingkungan Kerja (X. dan Kepuasan Kerja (X. terhadap Kinerja Karyawan (Y), sama dengan nol maka variabel Kinerja Karyawan akan tetap yaitu 2,656. Apabila variabel Motivasi (X . Lingkungan Kerja (X. dan Kepuasan Kerja (X. sama denggan nol. Koefisien regresi variabel Motivasi Kerja (X. sebesar 0,195 mempunyai makna bahwa apabila Motivasi Kerja (X. ditingkatkan satu satuan, maka akan meningkatkan Kinerja Karyawan (Y) pada PT. Agro Perak Sajahtera Bengkulu Utara sebesar 0,195 dengan asumsi variabel Komitmen (X . dan Kompensasi (X. dianggap tetap. Koefisien regresi variabel Lingkungan Kerja (X. 117 mempunyai makna bahwa apabila Lingkungan Kerja (X. ditingkatkan satu satuan, maka akan meningkatkan Kinerja Karyawan (Y) pada PT. Agro Perak Sajahtera Bengkulu Utara sebesar 0. 117 dengan asumsi variabel Motivasi Kerja (X . , dan Kepuasan Kerja (X. dianggap tetap. Tabel 6 Nilaii Kioiefisiien Dietierminaisi Haisil Pienielitiain Model Summary Model R Square Adjusted R Square Predictors: (Constan. Kepuasan Kerja. Lingkungan Kerja. Motivasi Kerja Std. Error of the Estimate Sumbier: iOutput SPSS 25 yaing diiolaih, 2024 Berdasarkan tabel diatas dapat diketahui bahwa nilai Adjusted R square yang diguunakan untuk mengukur seberapa jauh kemampuan model dalam menerangkan variasi variabel dependen 0,743. Hal ini menunjukkan bahwa sebesar 74% Kinerja Karyawan (Y) pada PT. Agro Perak Sajahtera Bengkulu Utara dipengaruhi oleh variasi ketiga variabel independen, yaitu Motivasi Kerja (X . Lingkungan Kerja Jurnal Fokus Manajemen. Vol. 4 No. Mei 2024 page: 87Ae . 93 p-ISSN 2809-9931 e-ISSN 2809-9141 (X. dan Kepuasan Kerja (X. terhadap Kinerja Karyawan (Y), sedangkan sisanya . % Ae 74% = 26%) dijelaskan oleh variabel Ae variabel diluar variabel penelitian ini. Tabel 7 Uji T (Uji Siecairai Pairsiai. Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Std. Error (Constan. Motivasi Kerja Lingkungan Kerja Kepuasan Kerja Dependent Variable: Y1 Sumbier: Daitai yaing diiolaih 2024 Standardized Coefficients Beta Sig. Berdasarkan hasil uji statistik t pada tabel 4. 15 di atas dapat diartikan bahwa: Pengaruh Motivasi Kerja (X. terhadap Kinerja Karyawan (Y) Tabel di atas menunjukkan hasil uji thitung > ttabel variable Motivasi Kerja (X. terhadap Kinerja Karyawan (Y) yaitu sebesar 5. 471 > 2. Hal ini berarti bahwa hipotesis pertama dalam penelitian ini diterima. Pengaruh Lingkungan Kerja (X. terhadap Kinerja Karyawan (Y) Tabel di atas menunjukkan hasil uji thitung > ttabel variable Lingkungan Kerja (X. terhadap Kinerja Karyawan (Y) yaitu sebesar 6. Hal ini berarti bahwa hipotesis kedua dalam penelitian ini diterima. Pengaruh Kepuasan Kerja (X. terhadap Kinerja Karyawan (Y) Tabel di atas menunjukkan hasil uji thitung > ttabel variable Kepuasan Kerja (X. terhadap Kinerja Karyawan (Y) yaitu sebesar 8. 370 > 2. Hal ini berarti bahwa hipotesis ketiga dalam penelitian ini diterima Tabel 8 Uji F (Uji Siecairai Similtai. ANOVAa Model Sum of Squares df Mean Square Regression Residual Total Dependent Variable: Y1 Predictors: (Constan. Kepuasan Kerja. Lingkungan Kerja. Motivasi Kerja Sumbier: iOutput SPSS 25 yaing diiolaih, 2024 Sig. Dari tabel di atas dapat dilihat bahwa nilai signifikansi F yaitu 0,000 < 0,050 dan F hitung > Ftabel, 980> 2,78, dari hasil pengelolaan data maka dapat disimpulkan bahwa semua variabel independen yaitu variabel (Motivasi Kerja. Lingkungan Kerja dan Kepuasan Kerj. secara simultan atau bersamasama berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen yaitu Kinerja Karyawan (Y). Hal ini berarti Ho ditolak dan Ha diterima. Pembahasan Berdasarkan hasil penelitian dan pengolahan data mentah yang dilakukan pada PT. Agro Perak Sajahtera Bengkulu Utara melalui penyebaran kuesioner kepada 55 orang Karyawan PT. Agro Perak Sajahtera Bengkulu Utara yang telah diuji sehingga dapat diketahui pengaruh Motivasi Kerja. Lingkungan Kerja dan Kepuasan Kerja terhadap Kinerja Karyawan pada PT. Agro Perak Sajahtera Bengkulu Utara. Dilihat dari jenis kelamin karyawan PT. Agro Perak Sajahtera Bengkulu Utara melalui jumlah responden laki-laki sebanyak 44 orang dan jumlah perempuan sebanyak 11 orang. Dilihat dari Pendidikan banyaknya karyawan yang bekerja di PT. Agro Perak Sajahtera Bengkulu Utara yaitu tingkat pendidikan Dari hasil tanggapan responden mengenai variabel Kinerja Karyawan termasuk dalam kategori yang baik. Hal ini dikarenakan dengan adanya sikap kerja yang positif akan mampu menunjang kinerja yang lebih baik lagi, dan juga dengan adanya kerja sama yang dilakukan sesama karyawan juga dapat menghasilkan peforma kerja yang sangat memuaskan guna menumbuh kembangkan perusahaan. Kemudian hasil tanggapan responden mengenai variabel Motivasi kerja juga termasuk dalam kategori baik pula. Hal ini bisa terjadi dikarenakan tingginya motivasi yang dimiliki karyawan dalam bekerja untuk 94 | Armada. Khairul Bahrun. The Influence Of Work Motivation A. mencapai prestasi kerja yang baik akan mampu memberikan dorongan yang bagus terhadap kinerja karyawan tersebut. Adapun tanggapan responden mengenai variabel Lingkungan Kerja termasuk juga dalam kategori baik. Hal ini bisa terjadi karena dengan adanya Lingkungan yang nyaman yang dimiliki perusahaan sangat menguntungkan bagi perusahaan tersebut dalam meningkatkan kinerja karyawannya agar mampu bersaing dengan perusahaan kompetitor. Adapun tanggapan responden mengenai variabel Kepuasan Kerja termasuk dalam kategori baik. Hal ini bisa terjadi karena adanya kepuasan yang dirasakan karyawan yang akan membuat kinerja karyawan meningkat dengan sendirinya, hal tersebut akan sangat baik bagi perusahaan untuk terus berkembang. Pengaruh Motivasi Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Hasil penelitian menyatakan bahwa adanya pengaruh yang signifikan antara variabel Motivasi kerja terhadap Kinerja Karyawan pada PT. Agro Perak Sajahtera Bengkulu Utara. Hal ini berarti bahwa hipotesis pertama dalam penelitian ini diterima. Dengan ini berarti bahwa dengan adanya Motivasi yang tinggi diharapkan mampu untuk meningkatkan kinerja dari setiap karyawan. Hasil penelitian ini sejalan dengan teori Robbins . mengatakan bahwa kinerja karyawan merupakan suatu hasil yang dicapai karena karyawan termotivasi dengan pekerjaannya. Seseorang yang merasa termotivasi dengan pekerjaannya akan bekerja dengan lebih produktif dan setia dengan organisasinya, sedangkan pekerja yang tidak termotivasi dengan pekerjaannya akan bekerja dengan kurang produktif dan cenderung memiliki keinginan untuk berhenti dari pekerjaannya. Menurut Harsuko . , motivasi kerja sebagai seperangkat faktor-faktor yang menyebabkan seseorang atau karyawan untuk melakukan tugasnya dengan cara yang khusus. Motivasi berpotensi sebagai salah satu sarana terpenting dalam membentuk kinerja karyawan. Karyawan dengan motivasi yang tinggi akan bersemangat dalam bekerja, hal tersebut akan mampu meningkatkan kinerjanya. Hasil penelitian ini mendukung penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Astuti & Sudharma, . yang mendapatkan bahwa motivasi mempunyai pengaruh signifikan terhadap kinerja . yang termotivasi akan merasakan kepuasan dalam bekerja sehingga mampu meningkatkan kinerja mereka dan berpengaruh dalam pemberian layanan kepada masyarakat sesuai dengan bidang tugas pokok dan fungsi departemennya masing-masing. Pengaruh Lingkungan Kinerja Terhadap Kinerja Karyawan Hasil penelitian menyatakan bahwa adanya pengaruh yang signifikan antara variabel Lingkungan Kerja terhadap Kinerja Karyawan pada PT. Agro Perak Sajahtera Bengkulu Utara. Hal ini berarti bahwa hipotesis kedua dalam penelitian ini diterima. Dengan ini berarti bahwa dengan adanya Lingkungan yang nyaman dan aman yang dirasakan karyawan akan mampu meningkatkan kinerja karyawan. Hal ini menunjukkan bahwa dengan adanya lingkungan kerja yang baik dalam perusahaan, maka akan memperoleh kinerja kerja karyawan yang baik juga, akan tetapi apabila lingkungan kerja kurang diterapkan dengan baik, maka akan rendah juga kinerja kerja karyawan yang diperoleh oleh perusahaan Tanjung, . Variabel lingkungan kerja diketahui bahwa lingkungan kerja adalah segala sesuatu yang ada disekitar pekerja yang mempengaruhi dirinya dalam menjalankan tugasAatugas yang diberikan Lingkungan kerja yang nyaman dan terpenuhinya segala keperluan karyawan memiliki pengaruh yang besar terhadap kinerja karyawan karena mereka tidak harus memikirkan dimana akan mancari atau mendapatkan fasilitas sarana dan prasarana yang dapat menunjang kinerja mereka sehariAahari sehingga waktu yang diperlukan dalam menyelesaikan tugas dapat dan melayani dengan baik dan tepat waktu. Kondisi lingkungan kerja ini juga termasuk hubungan antar karyawan/pimpinan, suhu lingkungan kerja, penerangan dan sebagainya. Dan juga kondisi kantor yang berbedabeda tempatnya memungkinkan jawaban tidak sama antara satu kantor dengan lainnya Gustinsia , . Hasil penelitian ini mendukung penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Tanjung, . dan Rachel dan Kusnawan, . yang menunjukkan bahwa Lingkungan Kerja terhadap Kinerja Karyawan. Hal ini menunjukkan bahwa tinggi rendahnya kinerja dipengaruhi oleh lingkungan kerja. Semakin baik lingkungan kerja yang tercipta maka semakin baik pula kinerja yang dimiliki, begitupun sebaliknya. Pengaruh Kepuasan Kinerja Terhadap Kinerja Karyawan Hasil penelitian menyatakan bahwa adanya pengaruh yang signifikan antara variabel Kompensasi terhadap Kinerja Karyawan pada PT. Agro Perak Sajahtera Bengkulu Utara. Hal ini berarti bahwa hipotesis ketiga dalam penelitian ini diterima. Hasil ini mendukung penelitian yang dilakukan oleh Komara dan Euis . dan mendukung penelitian Wika dan Putri . bahwa kepuasan kerja karyawan signifikan terhadap kinerjanya. Apabila karyawan puas atas pekerjaannya maka akan semakin meningkatkan kinerja mereka dalam sebuah Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepuasan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja. Jurnal Fokus Manajemen. Vol. 4 No. Mei 2024 page: 87Ae . 95 p-ISSN 2809-9931 e-ISSN 2809-9141 Pengaruh Motivasi Kerja Lingkungan Kerja Dan Kepuasan Kinerja Terhadap Kinerja Karyawan Hasil penelitian menyatakan bahwa adanya pengaruh yang signifikan antara variabel Motivasi Kerja. Lingkungan Kerja dan Kepuasan Kerja terhadap Kinerja Karyawan pada PT. Agro Perak Sajahtera Bengkulu Utara. Hal ini berarti bahwa hipotesis keempat dalam penelitian ini diterima. Hasil penelitian ini sejalan dengan teori Motivasi merupakan cara mendorong gairah bawahan, agar mereka mau bekerja keras dengan memberikan semua kemampuan dan keterampilan untuk mewujudkan kebutuhan perusahaan Hasibuan, . Menurut Riantoko, . Motivasi adalah dorongan terhadap serangkaian proses prilaku manusia pada pencapaian tujuan. Menurut Mangkunegara, . motivasi adalah kondisi atau energi yang menggerakkan diri karyawan untuk mencapai tujuan perusahaan. Pemberian motivasi merupakan suatu mata rantai yang dimulai dari kebutuhan, menimbulkan keinginan, menimbulkan tindakan, dan menghasilkan keputusan Menurut Rachel dan Kusnawan, . yang menunjukkan bahwa Lingkungan Kerja terhadap Kinerja Karyawan. Hal ini menunjukkan bahwa tinggi rendahnya kinerja dipengaruhi oleh lingkungan Semakin baik lingkungan kerja yang tercipta maka semakin baik pula kinerja yang dimiliki, begitupun sebaliknya. Menurut Komara dan Euis . dan mendukung penelitian Wika dan Putri . bahwa kepuasan kerja karyawan signifikan terhadap kinerjanya. Apabila karyawan puas atas pekerjaannya maka akan semakin meningkatkan kinerja mereka dalam sebuah perusahaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepuasan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja. Hal ini diperkuat dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Endah Norhayati, . , hasil penelitian menyatakan bahwa motivasi kerja, lingkungan kerja dan kepuasan kerja secara bersama-ma berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan. desy Nadila Nasution, . , menjelaskan bahwa lingkungan kerja, motivasi kerja dan kepuasan kerja secara bersama-ma berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Berdasarkan dan pembahasan hasil penelitian tentang Pengaruh Motivasi Kerja. Lingkungan Kerja dan Kepuasan Kerja terhadap kinerja karyawan pada PT. Agro Perak Sajahtera Bengkulu Utara, maka dapat disimpulkan bahwa: Motivasi Kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan PT. Agro Perak Sajahtera Bengkulu Utara. Lingkungan Kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan PT. Agro Perak Sajahtera Bengkulu Utara. Kepuasan Kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawn PT. Agro Perak Sajahtera Bengkulu Utara. Hasil penelitian membuktikan bahwa terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara Motivasi Kerja. Lingkungan Kerja dan Kepuasan Kerja terhadap kinerja karyawan pada PT. Agro Perak Sajahtera Bengkulu Utara. Saran Berdasarkan hasil penelitan, pembahasan dan kesimpulan yang diperoleh, maka saran yang dapat diberikan sebagai berikut: Kepada PT. Agro Perak Sajahtera Bengkulu Utara disarankan dapat terus meningkatkan motivasi karyawannya karna dengan adanya motivasi yang baik akan dapat meningkat kinerja karyawannya. Kepada PT. Agro Perak Sajahtera Bengkulu Utara disarankan dapat selalu menjaga kenyamanan dan keamanan karyawan dalam bekerja sehingga kinerja karyawan dapat terus meningkat. Kepada PT. Agro Perak Sajahtera Bengkulu disarankan dapat memberikan gaji yang sesuai dan penempatan posisi yang sesuai dengan latar belakang pendidikan dan kemampuan yang karyawan miliki sehingga dapat lebih bersemangat dalam bekerja. Kepada PT. Agro Perak Sajahtera Bengkulu disarankan memperbaiki lagi tentang jangka waktu yang diberikan perusahaan kepada karyawan dalam menyelesaikan pekerjaan sehingga karayawan mampu bekerja dengan lebih baik dalam menyelesaikan pekerjaan. DAFTAR PUSTAKA