Airman: Jurnal Teknik dan Keselamatan Transportasi Volume 1 Nomor 1 Juni 2018 P-ISSN 2622 Ae 0105 Jurnal Teknik dan Keselamatan Transportasi Optimalisasi Kapasitas Apron Bandar Udara Internasional Minangkabau Padang Optimizing the Apron Capacity of Minangkabau International Airport Padang Irfan1. Nurul Mutmainnah2 irfansudiang@gmail. com, nurullmuthmainnah@gmail. Akademi Teknik dan Keselamatan Penerbangan Makassar ABSTRAK Bandar udara Internasional Minangkabau memiliki satu apron dan satu hanggar. Apron tersebut memiliki 7 parking stand dengan number of parking stand adalah 1, 2, 3, 4, 5, 6A, dan Parking stand 1 dan 7 di khususkan untuk pesawat light aircraft. Parking stand 2 dikhususkan untuk penerbangan Internasional. Keberadaan parkir 1 dan 7 kurang optimal karena jarang pesawat jenis light aircraft yang beroperasi. Jika terjadi jam puncak jumlah pesawat yang akan parkir di apron kurang mampu dilayani berdasarkan parking stand yang tersedia sehingga pesawat sering di holding di taxiway alpha, hal ini berdampak terhadap nilai waktu bagi penumpang dan nilai biaya bagi maskapai penerbangan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis optimal kapasitas apron di bandar udara Internasional Minangkabau Padang. Metode penelitian dilakukan melalui analisis parkir stand terhadap pengaturan traffic di movement area melalui deskripsi analisis indeks parkir, durasi parkir, serta akumulasi parkir pada jam puncak dibandingkan dengan kapasitas apron yang tersedia serta slot time yang Optimalisasi parkir pesawat . Bandar udara internasional Minangkabau Padang dapat dilakukan melalui pengurangan parkir stand dari 7 menjadi 6 dengan dimensi pesawat medium, serta menekankan kepada pihak operator penerbangan agar tetap konsisten pada slop time yang ditetapkan atau mengusulkan revisi slop time pada waktu yang cukup luang. Kata kunci: optimalisasi. parkir stand. slop time ABSTRACT Minangkabau International Airport has one apron and one hangar. Apron has 7 parking stands with number of parking stand are 1, 2, 3, 4, 5, 6A, and 7. Parking stands 1 and 7 are dedicated to light aircraft. Parking stand 2 is devoted to International flights. The existence of parking 1 and 7 is less than optimal because the type of light aircraft rarely operates. If there is a peak hour the number of aircraft that will be parked in the apron is less able to be served based on the available parking stand so that the aircraft is often held at the alpha taxiway, this affects the passenger's time value and the cost value for the airline. The purpose of this research is to analyze the optimum apron capacity at Minangkabau International Airport. Padang. The Airman: Jurnal Teknik dan Keselamatan Transportasi Volume 1 Nomor 1 Juni 2018 P-ISSN 2622 Ae 0105 research method is done through parking stand analysis on traffic arrangement in movement area through description of parking index analysis, parking duration, and parking accumulation at peak hour compared to available apron capacity and determined slot time. Optimization of aircraft parking . Minangkabau international airport, padang can be done with the reduction of parking booth from 7 to 6 with the dimensions of medium aircraft, and emphasize the airline operators to remain consistent on the slot time set or propose revision of slot time at spare time. Keywords: optimization. parking stand. slot time PENDAHULUAN Perencanaan suatu bandar udara selalu didasarkan pada beberapa kriteria kelayakan terhadap target pesawat yang ramalkan akan beroperasi pada masa yang akan datang. Salah satu kriteria yang menjadi pertimbangan adalah kelayakan teknis pembangunan selain kelayakan operasional, kelayakan angkutan udara dan Peraturan Menteri Perhubungan No 20 Tahun 2014 Tentang Tata Cara dan Prosedur Penetapan Lokasi Bandar Udara. Bandar Udara Internasional Minangkabau merupakan salah satu Bandar udara terbesar di Pulau Sumatera yang bertaraf Internasional yang pengelolaannya oleh PT (Perser. Angkasa Pura II dan Perum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (LPPNPI) cabang Padang, selain Bandar udara Sultan Baharuddin Palembang. Kualanamu Medan. Bandar udara ini memiliki satu apron dan satu Apron tersebut memiliki 7 parking stand dengan number of parking stand adalah 1, 2, 3, 4, 5, 6A, dan 7. Parking stand 1 dan 7 di khususkan untuk pesawat light aircraft. Parking stand 2 Internasional. Parking stand 3,4,5 melayani penerbangan domestik dengan heavy dan medium aircraft, heavy aircraft dengan tipe A330-300. parking stand 6A dikhususkan untuk pesawat dengan heavy body seperti B747-400 dan B-767-300ER. Keberadaan parkir 1 dan 7 kurang optimal karena jarang pesawat jenis light aircraft yang beroperasi diwilayah Sumatera berbeda dengan Kawasan Timur Indonesia yang melayani penerbangan perintis. Jika terjadi jam puncak jumlah pesawat yang akan parkir di apron kurang mampu dilayani berdasarkan parking stand yang tersedia sehingga pesawat sering di holding di taxiway alpha, hal ini berdampak terhadap nilai waktu bagi penumpang dan nilai biaya bagi maskapai penerbangan. Kondisi ini tidak seharusnya terjadi mengingat pelayanan jasa transportasi udara memiliki komitmen terhadap kedua nilai Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis optimal kapasitas apron di bandar udara Internasional Minangkabau Padang. Manfaat Penelitian ini adalah . meningkatkan kelancaran lalu lintas penerbangan . mengurangi terjadinya penundaan penerbangan. meningkatkan pelayanan unit Apron Management Control (AMC)terhadap pengaturan traffic di movement area. METODE PENELITIAN Penelitian ini merupakan penelitian non eksperimen dalam bentuk studi kasus terhadap pelayanan lalu lintas udara, menggunakan metode deskriptif dan kualitatif melalui kajian data primer time holding position di taxiway, durasi serta akumulasi parkir pesawat di apron. Metode penelitian dilakukan melalui analisis parkir stand terhadap pengaturan traffic di movement area melalui deskripsi analisis indeks parkir yang terjadi, durasi parkir, serta akumulasi parkir pada jam puncak dibandingkan dengan kapasitas apron yang tersedia serta slot time yang ditetapkan. Apron. Apron adalah suatu area tertentu Aerodrome pesawat dengan tujuan bongkar muat penumpang, pos atau kargo, pengisian Airman: Jurnal Teknik dan Keselamatan Transportasi Volume 1 Nomor 1 Juni 2018 P-ISSN 2622 Ae 0105 bahan bakar, parkir atau pemeliharaan International Civil Aviation Organization (ICAO) sebagai berikut: Apron hendaknya dibuat nyaman untuk bongkar muat penumpang, kargo atau pos sebaik memberikan pelayanan kepada pesawat tanpa mengganggu traffic lainnya di aerodrome tersebut. Seluruh area apron hendaknya expeditious handling traffic di aerodrome tersebut pada saat traffic . Setiap bagian dari apron hendaknya dapat digunakan untuk pesawat yang akan segera ditangani walau beberapa bagian apron memang dikhususkan untuk dipakai jika traffic padat saja. Slope di apron termasuk aircraft stand taxilane dibuat agar air tidak . Slope terbesar pada aircraft stand adalah 1% . Setiap aircraft stand harus memiliki jarak yang aman terhadap aircraft yang lain, bangunanbangunan didekatnya, dan bendabenda lain di apron. Berikut ini adalah jarak aman antar aircraft stand: . Code letter A: 3 m, . Code letter B: 3 m, . Code letter C: 4,5 m, . Code letter D: 7,5 m, . Code letter E: 7,5 m, . Code letter F: 7,5 m, selanjutnya metode parkir terbagi atas 4 tipe konfigurasi parkir pesawat udara dibedakan menjadi 4 yaitu: Angle nose in. Angle nose-out. Nose-in, dan Parallel. Slot time adalah salah satu tool . pengaturan arus lalu lintas udara yang strategis . trategic air traffic flow management. dapat mendorong operator penerbangan untuk lebih perencanaan pelayanan suatu rute penerbangan berjadwal selama periode penerbangan. Indeks Parkir (IP). Durasi Parkir (DP). Akumulasi Parkir (AP) Indeks parkir merupakan persentase dari akumulasi parkir pada selang waktu tertentu dibagi dengan parkir yang tersedia dikalikan 100%, durasi parkir adalah angka yang menunjukkan berapa lama kendaraan diparkir, dan akumulasi parkir jumlah pesawat yang sedang diparkir dalam suatu tempat pada waktu tertentu. HASIL DAN PEMBAHASAN Data Traffic Jumlah pergerakan pesawat pada tahun 2011 sd 2015 mengalami peningkatan pada penerbangan domestik hal ini disebabkan karena beberapa operator penerbangan melakukan peningkatan kapasitas pesawat dengan seri yang lebih besar dan pembukaan rute-rute layanan sedangkan penerbangan internasional mengalami fluktuasi. Secara tertinggi terjadi pada tahun 2015 yaitu sebesar 16,17%. Untuk jelasnya dapat dilihat pada tabel 1. Slot Time Tahun Tabel 1. Jumlah pergerakan pesawat tahun 2011 sd 2015 Domestic Internasional Jumlah Departure Arrival Departure Persentase 12,35% Airman: Jurnal Teknik dan Keselamatan Transportasi Volume 1 Nomor 1 Juni 2018 P-ISSN 2622 Ae 0105 4,2% 6,09% 16,17% Sumber: Perum LPPNPI Cabang Padang Indeks parkir Parkir dioperasikan selama ini adalah parkir stand 2,3,4,5 dan 6A, sedangkan Parking stand 1 dan 7 tidak terdapat pesawat yang parkir karena ukuran lebar parking stand ini hanya ditujukan untuk pesawat light aircraft, selain itu apabila digunakan dengan jenis pesawat peruntukannya maka parking stand 2 dan 6A tidak dapat digunakan dengan pesawat yang sesuai dengan Selain itu dari 15 jam operasional Parking stand 2 terdapap 7 jam yang tidak terisi, parking stand 3 adalah 5 jam, parking stand 5 adalah 8 jam parking stand 6A adalah 11 jam. Informasi ini memberikan gambaran bahwa pada parking stand 4 terisi seluruhnya atau 100%, sedangkan diparking stand lainnya terdapat waktu yang cukup luang, artinya penggunaan parking stand yang disebabkan karena faktor marka parkir yang kurang efesien yang seharusnya dibuat 6 parking stand dengan jenis pesawat medium dan heavy dari pada membuat 7 parking stand tapi kurang optimal. jelasnya dapat dilihat pada Tabel 2. Tabel 2. Indeks Parkir Park Sumber: Hasil Pencatatan Durasi parkir Durasi parkir tertinggi terjadi pada parkir stand 2 yaitu 115 menit hal ini terjadi karena menuggu penumpang yang akan melanjutkan perjalanan pada tujuan tertentu berdasarkan kerja sama operasional seperti Garuda Indonesia dengan City Link, sedangkan durasi terendah terjadi pada parkir stand 2 juga yaitu 22 menit kondisi ini juga dijumpai karena faktor konektivitas flight atau pesawat yang terjadi delay sehingga operator masih berusaha berada dalam interval slot Airman: Jurnal Teknik dan Keselamatan Transportasi Volume 1 Nomor 1 Juni 2018 P-ISSN 2622 Ae 0105 time yang ditetapkan. Faktor delay diprediksi khususnya diwilayah Pulau Sumatera yang sering terjadi kabut asap. Berdasarkan data ini menunjukkan bahwa kapasitas apron pada dasar pesawat yang terjadi pada jam puncang bilamana posisi parkir stand dapat dioptimalkan menjadi 6 dan konsistensi operator terhadap slot time. Untuk jelasnya dapat dilihat pada Tabel 3. Akumulasi parkir Parkir stand 3 termasuk salah satu parking stand yang mampu melayani 3 pesawat dalam interval 1 jam, sedangkan pada parking stand 4 terdapat 4 kali yang mampu 2 unit pesawat selama 1 jam, sedangkan selebihnya rata-rata 1 Hal mencerminkan bahwa masih cukup dialokasikan pada beberapa interval jam tertentu, misalnya pada parkir stand 2, pada jam 02. 00 sd jam 00, jam 06. 00 sd jam, 07. 00 sd jam 10. 00, serta jam 00 sd jam 14. 00 Waktu UTC, begitu pula pada parking stand Untuk jelasnya dapat dilihat pada Tabel 4. Jam Puncak Peak hours terjadi pada jam 15 Ae 09. 40 UTC sehingga sangat memungkinkan terjadinya holding taxiing position yang disebabkan karena kurangnya parking stand yang available. Pada interval waktu ini terdapat 10 jenis pesawat yang akan parkir pada relative waktu yang bersamaan sehingga apabila terjadi salag satu pesawat yang mengalami deviasi terhadap slop time yang ditetapkan maka taxiing position di taxi way dan kondisi ini harus dihindari dalam rangka meningkatkan pelayanan lalu lintas udara serta memenuhi tuntutan pemakai jasa transportasi udara yang mengharafkan jadwal penerbangan on time. Jenis pesawat yang beroperasi pada umumnya medium aircraft, namun bulan tertentu Bandar udara ini melayani pesawat berbadan lebar atau heavy body seperti B-767 seri 300 ER pada saat musim pemberangkatan jemaah haji mengingat termasuk Bandar udara Embarkasi haji di Pulau Sumatera selain Kualanamu Medan. Untuk jelasnya dapat dilihat pada Tabel 5. Tabel 3. Durasi parkir pada parking stand NO FILGHT Arrival Departur Type A/C Registrati AXM LNI231 GIA160 CTV972 LNI144 CTV914 AXM402 A320 9MAJI LNI232 GIA163 CTV973 LNI130 CTV915 B738 B738 A320 B738 A320 PKLKF PKGFE PKGLM PKLKR PKGLR Lande d Time PARKING STAND OUT PARKING STAND Depar Num Parki Stand Durasi WAKT U IN APRO WAKT U ON BLOC WAK OFF BLOC WAKT CLEA APRO 00:53 0:56 0:57 01:19 01:22 01:27 00:06 00:47 01:57 '03:46 04:15 0:09 0:50 2:00 3:49 4:18 0:10 0:51 2:01 3:50 4:19 0:35 01:46 02:48 04:34 04:57 0:38 01:49 02:51 04:36 05:00 00:58 01:55 02:56 04:43 05:06 Airman: Jurnal Teknik dan Keselamatan Transportasi Volume 1 Nomor 1 Juni 2018 P-ISSN 2622 Ae 0105 BTK681 GIA148 SJY020 LNI358 WON12 CTV170 LNI350 GIA162 LNI250 AXM40 CTV910 LNI131 LNI352 SJY025 XAR739 GIA811 LNI354 GIA164 GIA124 BTK710 LNI233 CTV974 LNI254 BTK7106 A320 PKLAL 04:26 4:29 4:30 05:15 05:18 05:23 GIA149 SJY024 LNI359 WON124 CTV171 LNI353 GIA165 LNI251 AXM404 B738 B735 B739 ATR A320 B739 B738 B739 A320 PKGNM PKCLS PKLGT PKWGQ 04:31 04:39 04:57 05:30 4:34 4:42 5:01 5:34 4:35 4:43 5:02 5:35 05:24 05:18 6:14 6:08 05:28 05:21 06:18 06:11 05:35 05:26 06:24 06:17 PKGLG PKLHT PKGEP PKLGZ 9MAQU 06:04 07:14 07:23 7:37 07:44 6:08 7:18 7:27 7:41 7:48 6:09 7:19 7:28 7:42 7:49 6:45 08:19 08:29 08:36 08:17 06:49 08:23 08:33 08:40 08:21 06:57 08:30 08:40 08:45 08:27 CTV911 LNI145 LNI355 SJY021 XAR738 GIA8112 A320 B738 B739 B738 B734 B747 PKGLQ PKLKR PKLFQ PKCLS PKTXI PKGPF 07:54 08:00 08:07 08:23 09:14 09:25 8:22 8:20 8:34 8:27 9:18 9:34 7:23 8:21 8:35 8:28 9:19 9:35 08:57 09:12 09:18 09:13 10:00 10:30 08:59 09:15 09:22 09:17 10:03 10:34 09:08 09:18 8:30 09:29 10:07 10:49 LNI357 GIA167 GIA125 BTK7108 B739 B738 B738 A320 PKLJF PKGNC PKGMI PKLDG 09:47 10:01 10:13 10:24 9:51 10:15 10:17 10:28 9:52 10:16 10:18 10:29 10:54 11:05 11:16 11:21 10:57 11:08 11:18 11:23 11:02 11:18 11:24 11:28 LNI230 CTV975 LNI351 B739 PKLKF PKGQE PKLHT 11:06 11:14 12:32 11:11 11:18 12:36 11:19 12:37 11:53 11:58 22:41 11:57 12:02 22:45 12:02 12:08 22:51 GIA166 SJY022 BTK710 GIA169 SJY023 BTK6811 B738 B738 A320 PKGMP PKCLS PKLAB 12:36 13:57 14:14 12:40 14:01 14:18 12:41 14:02 14:19 14:36 14:43 22:49 14:39 14:48 22:52 14:46 15:00 23:02 EXROUN GIA168 GIA161 B738 PKGFV 14:55 14:58 15:00 23:02 23:07 23:14 EXROUND EXROUND (Sumber: Hasil pencatata. Tabel. 4 Akumulasi Parkir Parki (Sumber: Hasil Perhitunga. Airman: Jurnal Teknik dan Keselamatan Transportasi Volume 1 Nomor 1 Juni 2018 P-ISSN 2622 Ae 0105 Tabel 5. Jam Puncak CALL SIGN TYPE ETA ETD ROUTE ROUTE FROM GIA 162/165 B738 6:15 7:05 AXM 405/4 A320 7:00 7:25 WMKK WMKK LNI 131/145 B738/9 7:10 7:50 WIMM WIDD SJY025/021 B737 7:10 7:45 WIMM CTV 910/911 A320 7:25 7:55 WIDD WIDD SQS 7212/7213 C208 5:00 7:25 WIEE-WIEB-WIEE XAR 739 / 738 B733 7:55 11:20 WICC WICC LNI 352/355 B738/9/A330 7:55 8:40 GIA 164/167 B738 8:50 9:40 Wi Wi (Sumber: Hasil Pencatata. Slop Time Slop time yang ditetapkan oleh Pemerintah diharapkan dipenuhi oleh beberapa operator tidak menempati slot time yang telah ditentukan, terdapat beberapa pesawat yang lebih cepat datang dan tidak menaati ETA . stimate time arriva. sehingga hal seharusnya tiba pada jam tersebut. Terlebih lagi penerbangan yang tidak ETD . stimate departur. yang telah ditentukan yang mana seharusnya pesawat tersebut clear apron dan melakukan take off pada saat jam tersebut tetapi masih berada di parking stand sehingga menyebabkan taxiing position di taxiway. Kondisi ini yang cukup berpengaruh pada sehingga pada dasarnya kapasitas apron tetap dapat dioptimalkan pengurangan parking stand dari 7 menjadi 6 dengan jenis pesawat medium aircraft dan konsistensi terhadap slop time yang ditetapkan atau melakukan koordinasi kepada operator penerbangan agar dapat mengusulkan revisi slop time dengan mengalokasikan pada waktu dilura jam puncak yang relati cukup Slop time seperti pada Lampiran 1. KESIMPULAN Optimalisasi . Bandar udara internasional Minangkabau Padang dapat dilakukan melalui pengurangan parkir stand dari 7 menjadi 6 dengan dimensi pesawat medium, serta menekankan kepada pihak operator penerbangan agar tetap konsisten pada slop time yang ditetapkan atau mengusulkan revisi slop time pada waktu yang cukup luang. DAFTAR PUSTAKA