Medina-Te : Jurnal Studi Islam. Vol. 18 Nomor 1. Juni 2022 p-ISSN: 1858-3237 e-ISSN: 2623-0178 Kontribusi Pemikiran Islam Dalam Peradaban Melayu Muhammad Torik. Muhammad Abdillah. Fenti Febriani Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang muhammadtorik_uin@radenfatah. id, muhammadabdillah@radenfatah. fentifebriani@radenfatah. Abstract This study aims to seethe contributionbof Islamic thought in civilization of malay and then becomes a separate study within the scope of malay Islamic studies, as historical records have confirmed that developments that happened in Islamic world also have a contribution in a progress malay civilization, form both of these gave an identity to the public of malay. There are at least two questions that submitted in this study . how is the history of the development Islamic civilization. how is the Islamic contribution in civilization of malay. The method used is about how to find library datas and interpreting the data found in reference sources and various supporting sources about the contribution of Islamic thought in the world of malay, this is complementwd of Islam with an indirect approach. contribution of Islamic thought and civilization can be seen from history and culture, both of which are the identity of a nation, from these two things will be seen the history of identity and historical identity. Hinduism and Buddhism, followed by the Hindu and Buddhist periods, the arrival of Islam, after that the colonial period of colonialism over Malays, but the influence of Islamic thought on Malay civilization until now is very strong, even this influence dominates the influence of other religious thoughts. Keyword: Contribution. Islam. Thought. Civilization. Malay Abstrak Islam tidak jarang mempengaruhi sejarah peradaban manusia, studi ini selain membeirkan pemahaman terkait kontribusi Islam dalam peradaban Melayu, serta menganalisis bagaimana bentuk, faktor, dan implikasi dari peradaban Islam di dunia Melayu. Setidaknya ada dua pertanyaan yang diajukan dalam penelitian ini . bagaimana sejarah perkembangan peradaban Islam. bagaimana kontribusi Islam dalam peradaban melayu. Metode yang digunakan adalah tentang bagaimana mencari data kepustakaan dan menginterpretasikan data yang terdapat pada sumber referensi dan berbagai sumber pendukung tentang kontribusi pemikiran Islam di dunia Melayu, hal ini melengkapi Islam dengan pendekatan tidak Kontribusi pemikiran dan peradaban Islam dapat dilihat dari sejarah dan budaya yang keduanya merupakan identitas suatu bangsa, dari dua hal tersebut akan terlihat sejarah identitas dan identitas sejarah. Hindu dan Budha, disusul masa Hindu dan Budha, masuknya Islam, setelah itu masa penjajahan kolonialisme atas orang Melayu, tetapi pengaruh pemikiran Islam terhadap peradaban Melayu sampai sekarang sangat kuat, bahkan pengaruh ini mendominasi pengaruh-pengaruh lain. pemikiran keagamaan. Kata Kunci: Kontribusi. Islam. Pemikiran. Peradaban. Melayu online journals http://jurnal. id/index. php/medinate Medina-Te : Jurnal Studi Islam. Vol. 18 Nomor 1. Juni 2022 p-ISSN: 1858-3237 e-ISSN: 2623-0178 Latar Belakang Islam dan Melayu saling mengisi dalam perjalanan panjang sejarah peradaban baik bagi peradaban Islam ataupun Peradaban Melayu, hubungan antar keduanya saling melengkapi satu sama lainnya, di mana peradaban selalu hadir melalui pemikiran, dan pemikiran tersebut selalu disandarkan atas norma dan aturan juga agama yang dianut oleh mayoritas peradaban dalam masyarakat. Laju pemikiran Islam juga berdampak bersamaan bergantinya masa demi masa, di mana setiap pemikiran yang mempengaruhi kebudayaan selalu meninggalkan ciri khas dan karakteristik tersendiri (Zed, 2. , seperti di Nusantara dapat dilihat bahwa pemikiran Hindu dan Buddha dapat dilihat dari relief dan candi-candi sebagai eksistensi peradaban, begitu juga Islam yang meletakkan ciri khasnya lebih kepada kebiasaan adat dan istiadat serta bangunan-bangunan yang berupa masjid (Shehada, 2. Pemikiran dan peradaban Islam selanjutnya selalu berinteraksi erat dengan kebudayaan lokal (Balwi, 2. , sehingga tidak jarang perbedaan tersebut menjadi rumusan baru dalam pemikiran dan peradaban, terutama wilayah Islam semenjak diproklamirkan risalah kenabian Rasulullah SAW, semakin hari semakin mengalami perluasan wilayah, dan setiap daerah juga memiliki kebiasaan dan tipologi yang berbeda, semua itu kemudian menjadi kekayaan dari pemikiran dan peradaban Islam (Soleh, 2. Dari begitu banyak perpaduan antara pemikiran dan kebudayaan Islam, peradaban Melayu merupakan salah satu dari sekian banyak dari sumbangsih pemikiran Islam terhadap peradaban, sehingga integrasi antara pemikiran dan kebudayaan yang dibawah oleh Islam dapat dilihat hingga saat ini, dan hal tersebut sangat sulit untuk dipisahkan satu dengan yang lain. Sumbangsih pemikiran Islam dalam peradaban Melayu kemudian menjadi satu kajian tersendiri dalam lingkup kajian Islam Melayu, sebagaimana catatan sejarah telah menegaskan bahwa perkembangan yang terjadi dalam dunia Islam juga memiliki kontribusi dalam kemajuan peradaban Melayu (Adil, 2. , dari kedua hal tersebut melahirkan sebuah identitas dalam masyarakat Melayu. Secara garis besar kontribusi pemikiran Islam dan peradaban dapat dilihat dari sejarah dan budaya (Irwan, 2. , di mana keduanya merupakan identitas suatu bangsa, dari kedua hal tersebut nantinya akan terlihat sejarah identitas dan identitas sejarah, jika merujuk hal tersebut maka Melayu dapat dilihat dari beberapa fase sejarah, seperti masa sebelum datangnya agam Hindu dan Buddha, dilanjutkan masa Hindu dan Buddha, masa datangnya Islam (Hasaruddin, 2. , setelah itu masa penjajahan kolonialisme atas Melayu, akan tetapi pengaruh dari pemikiran Islam terhadap peradaban Melayu hingga saat ini sangat kuat bahkan pengaruh tersebut mendominasi dari pengaruh pemikiran agama-agama lainnya. Lebih jauh dari pada itu masuk dan berkembangnya pemikiran Islam serta pengaruhnya dalam dunia Melayu juga tidak lepas dari peranan politik, ekonomi dan pendidikan, di mana kerajaan Islam yang terbentuk menjadi power dalam bidang politik pemikiran Islam (Boty, 2. Proses pemikiran Islam dalam peradaban di dunia Melayu tidak serta merta terjadi dalam waktu yang singkat akan tetapi semua itu setelah menjalani proses yang begitu lama, dinamika tersebut dapat dilihat dari fase kedatangan Islam di dunia Melayu, selanjutnya menjadi system pemerintahan yang menjadi kesultanan, di mana sebelumnya merupakan kerajaan-kerajaan, hingga datang zaman kolonialisme dan masa perjuangan (Muzhiat, 2. online journals http://jurnal. id/index. php/medinate Medina-Te : Jurnal Studi Islam. Vol. 18 Nomor 1. Juni 2022 p-ISSN: 1858-3237 e-ISSN: 2623-0178 Tulisan ini ditujukan untuk melengkapi penelitian yang ada terkait dengan kontribusi pemikiran Islam terhadap peradaban Islam di dunia Melayu dengan analisis bagaimana Islam berperan penting dalam peradaban Melayu, hal tersebut disebabkan Islam sebagai agama seringkali disalahartikan dalam sejarah peradaban, nantinya kontribusi Islam dalam peradaban Melayu dapat dipahami secara universal. Untuk itu, setidaknya terdapat dua pertanyaan penting yang dapat diajukan dalam tulisan ini, diantaranya . bagaimana sejarah perkembangan peradaban Islam. bagaimana kontribusi Islam dalam peradaban Melayu. Kedua pertanyaan tersebut menjadi jalan untuk bagi usaha menjelaskan bagaimana peran penting Islam dalam peradaban Melayu, sehingga nantinya dapat menghadirkan suatu pengetahuan yang ideal dan universal. Tulisan ini didasarkan pada suatu argument, bahwa Islam memberikan kontribusi besar dalam peradaban Melayu, sebagaimana ramai pelajar Melayu yang dikenal dengan ashab al-Jawi di Haramain, di mana nantinya di antara para pelajar tersebut ada yang menetap di tanah suci Makkah dan Madinah, dan sebagian yang lainnya kembali ke tanah Melayu untuk mengabdi kepada masyarakat dengan jalur pengabdian yang beragam. Adapun para pelajar yang kembali ke dunia Melayu terutama pada kisaran abad ke-17 kemudian mejadi ulama yang memiliki intelektualitas tinggi, di mana mereka kemudian melahirkan beberapa karya yang bernas dan abadi dalam peradaban Islam dan dunia Melayu, begitu juga dalam dunia politik, seni dan lain sebagainya. Studi yang membahas tentang kontribusi Islam dalam peradaban melayu lebih cenderung menempatkan Islam sebagai agama yang beralkulturasi dalam setiap aspek kehidupan masyarakat Melayu (Danusa, 2. Studi lain juga menunjukkan bagaimana peradaban Islam melayu selain sebagai spirit teologi (Kusnadi, 2. Lebih lanjut Nabihah Majid et al . menyebutkan bahwa peradaban Islam Melayu berperan dalam pencapaian teknologi dan globalisasi. Sejalan dengan itu, tulisan tentang kontribusi Islam dan Melayu tidak sedikit dilihat dari tokoh, identitas, dan bahasa (Herniti, 2018. Hizbullah, 2020. Tuah et al. , 2. dari studi-studi yang telah ada, maka dapat dilihat bahwa kontribusi Islam tidak hanya berfokus pada ritual keagamaan dan budaya tetapi lebih jauh daripada itu Islam telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari setiap lini kehidupan masyarakat melayu. Oleh karena itu, tulisan berkenaan dengan kontribusi Islam pada peradaban melayu merupakan kajian yang sangat penting untuk dilakukan sebagai penegasan Islam sebagai rahmatan lil alamin secara komprehensif (Mugiyono, 2. Studi ini bertujuan untuk menunjukkan sumbangsih Islam pada peradaban Melayu bukan hanya dari sudut proses islamisasi, tokoh-tokoh dalam penyebaran Islam, dan bagaimana Islam dapat menyatu dalam kehidupan masyarakat Melayu. Akan tetapi tulisan ini lebih menitikberatkan pada kontribusi Islam pada peradaban dunia Melayu pada aspek agama, pendidikan, hukum, politik, sastra dan adab, adat istiadat, kesenian, dan bahasa. Tulisan ini diharapkan dapat menjadi usaha untuk menjelaskan bagaimana Islam dapat menjadi bagian dari sejarah peradaban yang tidak dapat dipisahkan dari masyarakat Melayu. selain itu, tulisan ini juga bertujuan untuk membuka ruang dialog lintas waktu terkait agama dan sejarah peradaban lain yang lebih universal dengan menggunakan pendekatan multidisiplin untuk menembus literatur sejarah dalam realitas kekinian. online journals http://jurnal. id/index. php/medinate Medina-Te : Jurnal Studi Islam. Vol. 18 Nomor 1. Juni 2022 p-ISSN: 1858-3237 e-ISSN: 2623-0178 Metodologi Penelitian Penelitian ini bersifat kualitatif, dengan study pustaka . ibrary researc. dan mengumpulkan dokumen-dokumen yang terkait. Penelitian ini bertujuan lebih kepada pencarian data-data pustaka dan interpretasi terhadap data yang ditemukan dalam sumber rujukan, dan berbagai sumber pendukung tentang kontribusi pemikiran Islam dalam dunia Melayu, hal tersebut dilengkapi dengan kajian terhadap dinamika dan perkembangan Islam dengan pendekatan tidak langsung. Informasi penelitian ini diperoleh dari berbagai sumber data terkait dengan tiga domain yang menjadi fokus penelitian, yaitu domain historis, ideologis, dan realitas sosial. Tipologi penelitian ini merupakan objek kajian terhadap kontribusi pemikiran Islam pada dunia Melayu. Selain itu juga didukung oleh data-data baik berupa fisik seperti buku, maupun yang berupa file. Serta hasil penelitian orang lain yang pernah meneliti tema pemikiran Islam terhadap dunia Melayu juga menjadi instrumen yang akan melengkapi penelitian kali ini. Penelitian ini berfokus bagaimana kontribusi pemikiran Islam di dunia Melayu yang selama ini sering terlupakan akan tetapi diaplikasikan dalam kehidupan masyarakat Melayu. Sehingga pemahaman terhadap konsep sumbangsih Islam di dunia Melayu dapat memberikan bagian yang kemajuan dan bukan sekedar sejarah semata. Dokumen data data yang terkumpul berupa buku, artikel dan informasi ilmiah lainya yang sesuai dengan topik penelitian ini. Kemudian menghimpun buku/kitab yang berhubungan dengan Islam dan Melayu. Setelah itu data tersebut akhirnya dikembangkan dengan menggabungkan penjelasan-penjelasan dari sumber karya tulis lainnya. Setelah selesai mengumpulkan sumber data yang ada, maka hasil dari pengumpulan data tersebut selanjutnya untuk dianalisa secara baik dari kitab tentang peradaban Islam dan Melayu serta hasil-hasil penelitian yang telah lalu untuk dijadikan pijakan keabsahan penelitian sehingga dapat membantu mengantarkan kepada kesimpulan yang tepat Hasil dan Pembahasan Pemikiran Islam dapat diartikan sebagai aktivitas ummat Islam ketika berinteraksi dalam kehidupan dan selalu berkaitan dengan sebab akibat dan awal dan akhir dari suatu materi dan esensi terhadap segala sesuatu yang ada, di mana keduanya selalu dicari untuk menjawab hubungan yang ada sebagai objek dari pemikiran tersebut (Mauliyah, 2. Peradaban dalam etimologi memiliki artian sebagai kalimat yang berakar dari kata adab, kata tersebut merupakan kata yang berasal dari bahasa jawa kuno, dan merupakan peranakan dari bahasa sangsekerta, kata adab sendiri memiliki arti sebagai suatu kesopanan, hormat dan menghormati, budi bahasa, etika dan lain sebagainya. Adapun lawan kata dari kata adab sendiri adalah biadab, kata biadab dapat diartikan sebagai sesuatu yang tidak tau akan adat, sopan santun dan lain sebagainya (Zed, 2. Peradaban juga dapat dilihat dalam bahasa Jerman, di mana bahasa Jerman menggunakan kata culture artinya adalah sumbangan yang dihasilkan oleh manusia dalam berbagai macam bidang, seperti kemajuan manusia dalam bidang seni, sastra, hukum dan lain Adapun dalam bahasa arab peradaban memiliki berbagai varian kata, di antaranya adalah tamaddun dan hadharah (Mulyadi, 2. , peradaban yang menggunakan online journals http://jurnal. id/index. php/medinate Medina-Te : Jurnal Studi Islam. Vol. 18 Nomor 1. Juni 2022 p-ISSN: 1858-3237 e-ISSN: 2623-0178 kata tamaddun di ambil dari kata maddana yang jika diartikan sebagai usaha untuk membuka sebuah kota, dan usaha memperbaiki tingkah laku dan budi pekerti, dari kata ini juga nantinya terlahir kata maddani, lebih diartikan sebagai rancangan pembangunan wilayah perkotaan yang mempunyai budi pekerti yang halus dan terpuji (Muzhiat, 2. Adapun aktivitas hadharah lebih banyak berlaku kepada pola dan ciri perdagangan, kemajuan teknologi dan pekerjaan yang sering ditemui dalam kehidupan dunia perkotaan (Ali, 2. , dua kata peradaban dalam bahasa arab ini dapat dimengerti bahwa hadharah dan tamaddun merupakan peradaban yang berasal dari kota, katena kota adalah pusat dari yang menghadirkan setiap kemajuan diseluruh belahandunia, hal ini disebabkan karna kota memiliki berbagai sarana pendukung dalam pengembangkan sesuatu yang baru untuk ummat manusia dalam mewujudkan peradaban. Badri Yatim . memberikan penjelasan tentang peradaban Islam, di mana kata tersebut merupakan terjemahan dari bahasa arab yaitu al-hadharah al-Islamiyyah (Khalid, 2. , kata tersebut seringkali digunakan dan diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia dengan sebutan peradaban Islam, ada juga yang menterjemahkannya sebagai kebudayaan Islam, walaupun dalam bahasa arab kebudayaan sering disebut sebagai altsaqafah(Inrevolzon, 2. , hal tersebut terjadi disebabkan masyarakat Indonesia banyak mengadopsi bahasa dari arab dan barat, sehingga untuk menunjukkan kebudayaan dan peradabaan banyak sekali sinonim yang dipakai. Sedangkan dalam terminologinya peradaban sering dipakai sebagai persamaan yang dari budaya yang lebih dikenal dalam kalangan masyarakat dan akademisi (Esha, 2. mana manusia dengan sendirinya melakukan interaksi dan berpartisipasi dalam sebuah budaya, dikarnakan budaya lahir dari individu yang berinteraksi satu dengan yang lainnya (Choirunniswah, 2. , dan begitu juga interaksi di antara manusia tersebut dikarenakan adanya budaya yang telah terjadi secara terus menerus yang terikat dalam tradisi. Peradaban selalu disandingkan dengan pemikiran, di mana peradaban merupakan sebuah gerakan untuk memperbaiki pemikiran, budi pekerti, rasa dan tata nilai. Dalam lain kesempatan peradaban juga dapat di kaitkan dengan aspek yang lebih luas lagi terhadap pencapaian suatu masyarakat, baik itu dalam bentuk bentuk kecil ataupun secara luas dan menyeluruh. Adapun peradaban Melayu merupakan suatu jejak peradaban yang telah lahir dari masyarakat Melayu dari masa ke masa, walaupun secara jelas belum ditentukan kapan Melayu itu hadir dalam tatanan kehidupan dunia , akan tetapi jauh sebelum Islam datang ke dunia Melayu. Melayu telah membentuk sebuah peradaban di mana mereka berdiam, apakah itu peradaban asli dari masyarakat sekitar ataupun peradaban yang telah mengalami proses alkulturasi dengan berbagai peradaban yang ada di dunia secara umum (Kassim, 2. Profesor Shaharir membuat sebuah tulisan tentang pendefinisian peradaban Melayu sebagai sebuah pencapaian orang-orang yang hidup dalam rumpun Melayu dalam berbagai bidang baik dari segi budaya, politik, ekonomi, bahasa, dan masih banyak lagi yang lainnya(Marzali, 2. Sejarah Perkembangan Pemikiran Peradaban Islam Proses pekembangan pemikiran Islam sejatinya tumbuh dari pemikiran-pemikiran yang rasional, lalu berkembang dalam pola-pola yang dikaitkan dalam pemikiran tradisional (Harun Nasution, 2. , seperti pengertian dan pemahaman para ulama masa lalu untuk online journals http://jurnal. id/index. php/medinate Medina-Te : Jurnal Studi Islam. Vol. 18 Nomor 1. Juni 2022 p-ISSN: 1858-3237 e-ISSN: 2623-0178 digunakan dalam menjawab persoalan-persoalan yang datang setelahnya. Sedangkan untuk persoalan-persoalan yang berkaitan dengan duniawi dan ukhrowi di kembalikan kepada bimbingan Rasulullah SAW yang mendapatkan penjelasan dari turunnya wahyu (Saputra. Oleh karena itu hal yang berkaitan dengan pemikiran atau ijtihad belum begitu Ketika Rasulullah SAW meninggal dunia menjadi awal mula pemikrian dalam Islam terjadi, terutama yang ditimbulkan dari kekacauan karna persoalan regenerasi kepemimpinan, akan tetapi semua itu dapat diselesaikan oleh para sahabat, sedangkan menurut pandangan alBaqi, penyemaian bibit pemikiran dalam Islam terjadi pada masa khalifat Utsman bin Affan, terutama pertekaian yang terjadi dalam agenda politik, begitu Ali bin Abi Thalib naik menggantikan Utsman sebagai khalifah pertikaian yang terjadi semakin keras (Maryam, 2. , bahkan sejarah dalam Islam mencatat semakin banyak pertikaian yang berakibat perang saudara. Pada akhir abad pertama Hijrah peristiwa demi peristiwa terjadi perkembangan pemikiran Islam secara drastis, di mana setiap keilmuan dan bidang menjadi bagian yang tidak terpisahkan efek dari perkembangan pemikrian tersebut(Nasir, 2. Keadaan ini terus berlanjut hingga pada masa Dinasti Abbasiyyah yang menancapkan kemajuan peradaban, dapat dilihat dari kepemimpinan al-Mahdi, al-Hadi. Harun al-Rasyid, al-Makmun, al-MuAotasim, al-Watsiq, al-Mutawakil. Dalam pandangan Harun Nasution . menyatakan ada beberapa faktor yang membuat masa tersebut sebagai masa kejayaan intelektual ummat Islam, di mana banyaknya cendikiawan yang dijadikan sebagai bagian dari pemerintahan untuk membantu pemerintah dalam menyelesaikan beberapa persoalan, kemudian perbedaan pemikiran Islam dalam pemerintahan menjadi daya saing dalam eksistensi pemikiran, dapat dilihat dari berbagai macam golongan pemikiran yang kemudian hadir seperti MuAotazilah. Khawarij. Syiah dan lain sebagainya. Selanjutnya hal tersebut didukung oleh kondidi finansial ummat muslim yang sedang dalam tingkat kemakmuran, dan terjadinya asimilasi dalam beragama, di mana selama ini Islam lebih dikenal dengan arab, menjadi harmoni di wilayah-wialyah baru seperti persia dan Romawi menjadi arab dan non arab (Nasution, 1. , begitu juga yang terjadi dalam masyarakat Melayu, di mana ketika Islam masuk dan berkembang masyarakat Melayu memiliki ketaatan yang luar biasa dari sebelumnya dalam beragam, sehingga memudahkan Islam berkembang di dunia Melayu. Sejak masuknya ke wilayah Melayu pada abad ke-7 melalujalur perdagangan dengan jalan pelayaran baik yang dilakukan oleh bangsa Arab. Persia. China, dan Turki semakin membuka jalan baru dalam penyebaran Islam di Melayu Nusantara, terlihat pada abad ke-11 hingga abad ke-12 Masehi, kegiatan tersebut semakin mengalami kemajuan yang sangat Tidak sedikir perjalanan tersebut singgah dan menetap di sebagain Sumatera. Jawa dan lain sebagai, perlahan namun pasti komunitas tersebut mengarik dan membetuk komunitas Islam yang semakin bertambah. Akan tetapi kontribusi ummat Islam pada masa itu belum begitu besar dalam kehidupan masyarakat Melayu, di mana ummat Islam hanya dapat ditemui di wilayah-wilayah pelabuhan. (Hamka, 2. Agama Islam baru mengalami perkembangannya di Melayu kisaran abad ke-13 hingga abad ke-15 Masehi, di mana mulaihadir kerajaan-kerajaan yang bercorakkan Islam baik dalam sistem pereintahan dan kehidupan sehari-hari sebagaimana yang terjadi di online journals http://jurnal. id/index. php/medinate Medina-Te : Jurnal Studi Islam. Vol. 18 Nomor 1. Juni 2022 p-ISSN: 1858-3237 e-ISSN: 2623-0178 kerajaan Samudera Pasai . 0 M). Malaka . 0M) yang menjadi pusat jalur perdagangan dan lain sebagainya. Pada masa ini Islam berkembang pesar diseluruh pelosok Melayu, tradisi pemikiran intelektual semkain terbentuk, hingga abad ke -17 kontribusi pemikiran Islam dalam dunia Melayu semakin besar dampaknya bagi kehidupan masyarakat Melayu. (Yahya. Efek dari pesatnya pekermbangan Islam tidak hanya sebatas pada keyakinan agama dan kepercayaan, akan tetapi juga dalam kehidupan intelektual dan kemasyarakatan terutama semenjak runtuhnya kerajaan Sriwijaya, hal ini juga di amini oleh para ahli dari Eropa yang melakukan peneltian dalam masyarakat Melayu, bahwa kemajuan yang dialami oleh dunia Melayu tidak terlepas dari peranan pemikrian Islam. Di mana kemajuan perkembangan Islam membawa perubahan dalam masyarakat Melayu baik dari sitem nilai dan pandangan hidup serta gambaran dunia, dan pembebasan dari semua hal yang berbau mitologi yang selama ini mengelayuti kehidupan Melayu (Kern, 1. Sejatinya kedatangan agama Islam dalam dunia Melayu menyemai Kembali bibit intelektual yang diaplikasikan dalam Lembaga Pendidikan, sehingga pemikrian Islam yang menyatu dalam kehidupan dunia Melayu membawa kearah perkembangan ilmu pengetahuan yang lebih luas dari sebelumnya. Pengaruh Pemikiran Islam terhadap Peradaban Melayu Perkembangan pemikiran Islam di dunia Melayu membuat sebuah perubahan dalam kebudayaan dan peradaban Melayu secara stimultan yang mecakup dalam ideologi, sosiologi dan artefak (Al-Attas, 1. yang memberikan gambaran pada periode tersebut banyak dari masyarkat Melayu menjadi ahli dalam berbagai bidang disiplin keilmuan seperti Fqih dan Tasawuf. Sehingga terjadi perpindahan rohani dalam kehidupan, di mana kemudian menjadi system nilai dalam aktivitas social ataupun intelektua tentunya disesuaikan dengan adat dan tradisi yang ada dalam kehidupan, terutama sekali Melayu klasik yang banyak di dominasi oleh agama Hindu dan Buddha. Agama Islam dengan tradisi keilmuannya menjadi salah satu factor penting dalam peradaban Melayu sehingga peradaban Melayu sangat meresapi hal tersebut, terlihat dari berdirinya kelembagaan Pendidikan Islam di dunia Melayu (Fadil, 1. , selanjutnya adalah bahasa, di mana pada kurun waktu abad ke-16 Masehi. Islam menjadi agama yang mendominasi dalam dunia Melayu, tentunya memerlukan referensi keilmuan sehingga mendorong para penulis untuk menulis ulang kitab-kitab berbahasa arab ke dalam bahasa Melayu, dari proses inilah kemudian lahir aksara Jawi bahasa ini juga kemudian menjadi salah satu bahasa dalam proses persatuan suku bangsa yang ada di dunia Melayu, baik dalam bidang perekonomian, intelektual, dan keagamaan. Pada abad ke-16 Masehi terjadi perdagangan kertas di dunia Melayu, realitas ini kemudian menghadirkan bahasa Melayu sebagai lingua franca oleh banyak para penyair Islam, ualam, pedadagng, sehingga dalam realisasinya penulisan bahasa Melayu menggunakan tulisan arab. Sehingga alkulturasi pemikiran Islam dan peradaban yang ada di dunia Melayu semakin hari semakin menjadi satu dan membaur dalam kehidupan Pemikiran Islam masuk dan berkembang di dunia Melayu bukan hanya pada sisi agama, akan tetapi memiliki peran bebagai aspek dari peradaban dunia Melayu, kontribusi online journals http://jurnal. id/index. php/medinate Medina-Te : Jurnal Studi Islam. Vol. 18 Nomor 1. Juni 2022 p-ISSN: 1858-3237 e-ISSN: 2623-0178 yang di berikan dari pemikrian Islam hingga detik ini masih dapat dilihat dan dikaji disebagian besar masyarakat Melayu. Diantara peranan pemikiran Islan terhadap peradaban Melayu dapat dilihat ketika Islam datang orang-orang Melayu mayoritas masih menganut paham animesme dan dinamisme, seperti anggapan bahwa makhluk ghaib merupakan kepercayaan yang pertama sekali dipercaya dalam pemikiran masyarakat primitive (Portioli et , 2. Animisme sebagai bentuk kepercayaan secara culture universal berada dalam kalangan primitive. Islam datang ke dunia Melayu dengan mayoritas menganut paham animisme terhadap dewa-dewa sebagaimana yang dianut pada masa Hindu dan Buddha, beralih kepada keimananan tauhid kepada Allah SWT, dan menjadikan Alquran sebagai peganan hidup bagi masyarakat Melayu. sehingga semua urusan yang berkaitan dengan kehidupan dalam masyarakat Melayu disandarkan kepada Alquran dan Hadis, kepercayaan ini menjadi poin penting dari sumbangsih pemikiran Islam bagi peradaban Melayu, setelah terjadinya peralihan keyakinan ini, perlahan-lahan semua kepercayaan yang merusak aqidah berganti kepada ketauhidan kepada Allah SWT. (Batutah, 1. Selanjutnya dalam segi politik, di mana dalam kurun waktu tertentu masyarakat Melayu sejatinya belum memiliki sebuah pola yang jelas dalam dinamika politik, akan tetapi masyarakat Melayu sangat identik dengan musyawarah dan kata mufakat dalam menyelesaikan suatu persoalan yang ada. Walaupun pada permulaanya, sistem organisasi masyarakat hanya bentuk marga dan suku yang diisi oleh hubungan kekerabatan, kekeluargaan dan kesukuan, sebagaimana pandangan Koencoroningrat yang menggambaran bagaimana sistem yang ada tersebut nantinya akan berkembang menjadi sebuah otoritas negara, ada yang melakukan persektuan dalam penaklukan dan meleburnya kelompokkelompok kecil dalam masyarakat Melayu, hal tersebut terus belanjut hingga dengan wilayah yang dijajah hingga menjadi suatu negeri, adapaun saat pengaruh Hindu-Buddha masuk ke Melayu sistem politik di dunia Melayu semakin mengalami perkembangan, di mana selama ini hanya menaklukkan negeri-negeri yang kecil dialihkan untuk penaklukan ke wilayah yang lebih besar dengan interpensi politik untuk menguasai suatu daerah kekuasaan, tentunya sistem politik ini dianut oleh masyarakat Melayu juga disesuaikan dnegna kultur dan penyusuaian yang beragam. (Tendi, 2. Ketika pemikiran Islam telah mempengaruhi raja-raja Melayu yang tadinya tidak berimana, kemudian mengenal dan bertauhid kepada Allah SWT, system politik dunia Melayu juga kemudiaan kaitkan dengan ajaran Islam, akan tetapi walau demikian dampakd ari pengaruh peradaban Hindu-Buddha masih menjadi bagian dalam masyarakat Melayu. Secara perlahan namun pasti perubahan perubahan tersebut terjadi seperti yang terlihat dalam gelar keduduakan kiteka kerajaan Sriwijaya masih menganut paham Hindu-Buddha maka digunakan gelar Sri Maharaja kemudian digantikan dengan gelar Sultan sebagaimana gelar yang disematkan kepada raja Samudera Pasai. Ketika Sriwijaya berganti dengan Palembang Dar al-Salam juga berganti seperti Sultan Malik al-Saleh. Sultan Mahmud Badaruddin. Sultan Hasanuddin, dan lain sebagainya. Pemikiran Islam yang mempengaruhi hal tersebut layaknya gelar yang digunakan oleh para raja-raja pada waktu itu, baik di wilayah India dan Asia Barat. Kemudian hal tersebut terus melembaga pada tradisi masyakarat Melayu, kemudian menjadi sebuah tatanan baru dalam dimensi politik, di mana tadinya masyarakat Melayu online journals http://jurnal. id/index. php/medinate Medina-Te : Jurnal Studi Islam. Vol. 18 Nomor 1. Juni 2022 p-ISSN: 1858-3237 e-ISSN: 2623-0178 menggunakan system politik Hindu-Buddha berganti kepada system politik Islam. (Effendy. Pemikiran Islam juga memberikan perubahan dalam peradban masyarakat Melayu selain daripada keyainan dan politik juga kepada adat dan istiadat. Di mana tradisi dalam masyarakat Melayu selama ini sudah terjalin baik dari kehidupan seseorang hingga proses kematian seseorang, seperti adat isitiadat yang harus dilakukan oleh seorang wanita yang mengandung, melahirkan, menikah dan prosesi adat setelah seseorang meninggal dunia. Ketika Islam datang dalam dunia Melayu adat istiadat yang selama ini selain dari yang ditinggalkan oleh ajaran Hindu-Buddha dan animesme, perlahan-lahan pemikiran Islam menggantikan adat istiadat tersebut lebih kepada ritual ibadah, seperti pembacaan mantra yang selama ini dilaksanakan dalam adat masyarakat Melayu digantikan dnegan membaca alFatihah, al-Ikhlas, al-Falaq, al-Nas. Sedangkan dalam proses pernikahan masih masyarakat Melayu masih menggunakan tradisi sirih pinang, berinai dan bersanding tetap dilaksanakan tanpa menentang dari unsur-unsur keagamaan. Adapun tentang acara dan tradisi kematian, maka keluarga yang ditinggalkan akan mengadakan acara adat kenduru arwah, selama tiga hari, tujuh hari, empat puluh hari, seratus hari dan seribu hari, akan tetapi ketika Islam telah menjadi bagian dari masyarakat Melayu hal tersebut tetap dilaksanakan hanya diganti dengan membaca surat Yasin, mendengar tausiah kematian dan, menghibur keluarga yang Masyarakat Melayu juga dikenal sebagai masyarakat yang memiliki seni tinggi, hal tersebut dikarenakan perpaduan antara seni India. Persia, dan China, sebagaimana dapat dilihat dari bangunan keagamaan serta penggunaan batu bata sebagai bahan yang kokoh, sedangkan ketika Islam masuk dalam masyarakat Melayu juga memberikan kontribusi besar dalam kesenian seperti yang dapat dilihat pada nisan, masjid dan perhiasan, dalam sebuah pandangan mengatakan bahwa batu nisan adalah seni yang pertama sekali masuk dalam wilayah Melayu, seperti nisan dari Syeikh Abd al-Qadir al-Husain Alam . M) terdapat tulisan ayat-ayat Alquran yang menunjuk kepada pemahaman terhadap syariat dan (Thoha, 2. Selain daripada itu masjid juga menjadi kesenian yang di hasilkan dari pemikiran Islam dalam dunia Melayu, dari segi bentuk dan ornamen masjid yang dibangun pada kisara abad ke-14 M-18 M, lebih cenderung masih berbentuk tradisional. Hal tersebut dikarenakan masih dipengaruhi oleh kesenian Hindu-Buddha yang berbentuk meru. Sebagaimana pada masjid agung Sunan Kudus, masjid agung Palembang dan lain sebagainya, kemudian ada beberapa unsur-unsur yang diganti ketika Islam menjadi bagain dari masyarakat Melayu, salah satunya unsur dari makhluk hidup digantikan dengan kaligrafi tulisan arab dan masih banyak lainnya. Ini dapat dilihat pada bangunan makam, masjid dan sebagainya. Tidak dapat dinafikan bahawa seni Islam ini juga masih melestarikan unsur pra Islam yang dianggap tidak bertentangan dengan ajaran Islam. Dalam sastra pemikiran Islam berkontribusi besar pada dinamika masyarakat Melayu dan Istana, di mana berbagai karya ditulis untuk menasehati, menghibur istana dan masyarakat yang mengedepankan adab, sebagaimana dalam kisah-kisah yang ditulis dalam kitab Bustan al-Salatin. Taj al-Salatin, hingga dalam kesastraan Melayu sangat kental dengan pengaruh pikiran Arab dan Islam, (L. Brakel, 1962, 3-. Selain itu juga banyak karya47 online journals http://jurnal. id/index. php/medinate Medina-Te : Jurnal Studi Islam. Vol. 18 Nomor 1. Juni 2022 p-ISSN: 1858-3237 e-ISSN: 2623-0178 karya yang dihasilkan dunia Melayu yang dibuat kisaran abad ke-14 hingga abad ke-17 Masehi. Baik itu tulisan yang berkaitan dengan hikayat raja-raja, sejarah, dan hukum, sehingga banyak didapati para penulis istana, dan juga dilakukan oleh para ulama. Karya kesastraan Melayu tersebut menjadi fenomena yang selaras dan dapat ditemui di negerinegeri Islam, baik dari Persia. Arab dan lain sebagainya, dengan diterjemahkan dalam bahasa Melayu. Taj al-Salatin. Bustan al-Salatin. Hikayat Aceh dan sebagainya. Selain itu, tulisantulisan mengenai adat atau undang-undang, yang pada mulanya tidak dikategorikan ke dalam senarai prosa atau undang-undang, hanya lahir dan berkembang di kalangan istana. Sebagai sebuah realitas sosial masyarakat Melayu tentunya menerima kedatangan Islam dengan berbagai alkulturasinya dan hal tersebut tidak dapat dipisahkan dari bahasa sebagai wujud komunikasi dalam masyarakat Melayu. Pemikrian Islam juga mempengaruhi masyarakat Melayu dalam segi bahasa, kontribusi pemikrian Islam dalam bahasa dapat dilihat dari tiga aspek penting, yaitu abjad dan tulisan, tata bahasa dan pembendaharaan kata. Kadatangan Islam selain membawa keyakinan agama tauhid juga mengenalkan huruf abjad Arab yang lebih dikenal dengan huruf HijaAoiyyah, hal tersebut dilakukan selain untuk mengenalkan Alquran juga sebagai wujud dari kontribusi Islam dalam dunia Pendidikan masyarakat Melayu. sehingga bahasa Melayu menjadi bagian dari alat pengucapan intelektual dan bahasa perantara di dunia Melayu. Sebagaimana diketahui sebelum datangnya Islam masyarakat Melayu memainkan peranan bahasanya, sehingga masuknya bahasa Arab dalam catatan peradabannya menjadi pesaing dari bahasa Jawa kuno yang selama ini menjadi bahasa linguafranca, pada realitanya bahasa Melayu ini kemudian menyatukan berbagai bangsa serumpun setidaknya kurang lebih dari 200 bahasa daerah di alam Melayu. (Zainal Abidin Ahmad, 1960: 189-. Pemikiran Islam juga mempengaruhi wilayah hukum dalam masyarakat Melayu, sebelum datangnya Islam hukum yang ada dalam masyarakat Melayu lebih banyak kepada adat istiadat, dan hukum Hindu-Buddha, setelah Islam datang. Islam memberikan kontribusi besar dalam masalah hukum, seperti Risalah Hukum yang ada di negeri Melayu. Simbur Cahaya di kesultanan Palembang (Adil, 2. Undang-Undang Laut Malaka' (Basori, 2. Undang-undang ini masih ada sampai sekarang dalam bentuk manuskrip yang ditulis di Riau pada zaman Sultan Sulaiman Syah . 1-1760 M). Penyalinnya yang kemudian menghubungkannya dengan Sultan Mahmud Syah Malaka . 8-1511 M) yang merupakan Sultan Malaka terakhir. Namun dalam Sejarah Melayu dinyatakan bahwa lima manuskrip tersebut dibukukan oleh Sultan Muzaffar Syah . 6-1456 M) karena beliau ingin menyesuaikan undang-undang Islam dengan berbagai amalan adat nenek moyangnya. Selanjutnya undang-undang ini digunakan secara meluas di negeri-negeri Melayu yang lain, dan salinan-salinannya ditemukan di Riau. Pahang. Pontianak dan Brunei Darussalam. Salinan yang di Brunei bertahun 1709 M. dan masih banyak lainnya. Islam menegaskan hukum-hukum agama yang disatukan dalam kebiasan dan kelaziman dalam masyarakat Melayu (Winstedt, 1. Kesimpulan Semenjak Islam masuk ke wilayah dunia Melayu kisaran abad ke-7 perlahan namun pasti telah memberikan kontribusi besar dalam peradaban masyarakat Melayu hingga saat ini, online journals http://jurnal. id/index. php/medinate Medina-Te : Jurnal Studi Islam. Vol. 18 Nomor 1. Juni 2022 p-ISSN: 1858-3237 e-ISSN: 2623-0178 hal tersebut merupakan bentuk dari universalitas Islam sebagai agama rahmatan lil alamin alkulturasi dan asimilasi antara agama dan budaya inilah kemudian membangun peradaban baru dalam dunia Melayu yang selama ini dipengaruhi oleh pemikiran anemisme dan agama Hindu-Buddha. Kontribusi pemikiran Islam terhadap Melayu juga menjadikan Melayu memiliki corak tersendiri sebagai jati diri sebuah bangsa. Sehingga peradaban yang dibangun di Melayu walaupun diilmahi oleh pemikiran-pemikiran Islam, akan tetapi peradaban Melayu berbeda dengan peradaban-peradaban Islam lainnya di muka bumi. Perkembangan dan dinamika yang terjadi dalam dunia Melayu dari masa kemasa memerikan kekhasan tersendiri bagi peradaban dunia Melayu yang Islami. Islam telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam peradaban Melayu, dan Islam juga sebagai pemersatu masyarakat di dunia mrlayu, sehingga Islam menjadi Supra Identity tanpa mengenal batas wialyah, etnik, kesukuaan, adat istiadat, tradisi local Melayu dan lain Sehingga dapat dilihat kontribusi Islam dalam dunia Melayu diantaranya adalah kepercayaan, politik, adat istiadat, kesenian, sastra dan adab, bahasa serta hukum. Kepercayaan atau agama dan bahasa menjadi bagian yang sangat penting dalam peradaban Melayu yang dilahirkan oleh pemikiran Islam, karna bahasa sebelum datanya Islam Melayu menggunakan bahasa yang terbatas, setelah kedatangan Islam bahasa Melayu menjadi bahasa yang dapat digunakan di lingkup yang lebih besar. Baik dari kalangan Intelektual, ulama, pedagang, dan masyarakat yang pada akhirnya membentuk sebuah tradisi peradaban dalam pendidikan Islam di dunia Melayu. Para ulama dan pemikir Islam dengan kreatifitasnya menjadi pencetus karya-karya Sejak abad ke-16 hingga 19 M, mereka melahirkan karya-karya `monumental`, seperti Hamzah Fansuri dan Syamsuddin Sumatrani dengan corak wahdat alwujud,merupakan penyair sufi yang tidak ada tandingannya. Para tokoh ulama pemikir lainnya, yang merupakan ahli sufi dan fiqh adalah Nuruddin al-Raniri menulis Al-Sirath alMustaqim. Abdul Rauf Singkelmenulis MirAat al-Thullab. Tarjuman al-Mustafid,DaqaAiq alHuruf dan tafsir 30 juz, serta Muhammad Yusuf al-Makassari. Karya-karya yang mewakili pemikiran Islam ini berkembang dalam waktu lama, sehingga memiliki pengaruh besar dalam pembentukan tradisi intelektual-sosial Islam Melayu. Para ulama pemikir selanjutnya adalah Abdusshamad al-Palimbani. Daud bin Abdullah al-Patani. Muhammad Arsyad al-Banjari. Muhammad Nafis al-Banjari. Nawawi alBantani. Raja Ali Haji. Ahmad Rifai Kalisalak. Muhammad . Mahfuzh al-Termasi. Muhammad Saleh Umar Darat al-Samarani. Ahmad Khatib al-Sambasi. Abdusshamad bin Muhammad Salih al-Kalantani. Ahmad Khatib al-Minangkabawi. Ahmad al-Patani. Hasan Mustafa, dan masih banyak lagi yang lainnya. Mereka menghasilkan karya-karya intelektual yang bernilai tinggi, dan kebanyakan karya mereka masih memerlukan kajian serius dan Masuknya pengaruh Islam ke dalam peradaban Melayu tidak hanya pada tataran religius saja, namun lebih luas dan komprehensif, di antaranya meliputi. ilmu pengetahuan, politik, kebudayaan, adat istiadat, kesenian, kesusastraan, bahasa, undang-undang Melayu dan lainnya sebagi wujud dari peradaban bagi dunia Islam Melayu. waullah aAolam online journals http://jurnal. id/index. php/medinate Medina-Te : Jurnal Studi Islam. Vol. 18 Nomor 1. Juni 2022 p-ISSN: 1858-3237 e-ISSN: 2623-0178 Daftar Pustaka