Hubungan Pengetahuan dan Tingkat PendidikanA. (Adenias Lutfia Ningrum. Emantis Rosa, dk. Hubungan Pengetahuan dan Tingkat Pendidikan dengan Perilaku Pencegahan Demam Berdarah di Desa Muara Gading Mas Relationship of Knowledge and Education Level with Dengue Fever Prevention Behaviors in Muara Gading Mas Adenias Lutfia Ningrum1. Emantis Rosa2. Novita Carolia3. Aila Karyus3 Fakultas Kedokteran Universitas Lampung. Lampung. Indonesia Korespondensi Penulis: adeniaslutfian@gmail. ABSTRACT Dengue hemorrhagic fever is infectious disease caused by dengue virus with Aedes aegypti mosquito as vector agent. Now the amount of DHF cases reach 71. 633, one of the highest case happened in Lampung Province with IR 64,4/100. 000 people. CFR 0,3%. By the increasing of DHF cases the government made a policy related to DHF prevention by doing PSN 3M plus. The Objective of this research is to know correlation of society knowledge and education level with DHF prevention behavior in Muara Gading Mas Village Labuhan Meringgai. East Lampung. Using observational method and cross sectional approach, 94 sample was needed with sample election based to inclusion and exclusion criteria then using simple random sampling technique, data was taken by using questionnaire of knowledge and prevention behavior, then being processed and analyzed by univariate and bivariate analysis which is chi-square test. By the result of prevention behavior with correlation of knowledge was obtained p-value 0,001 and with correlation of education level was obtained p-value 0,001. There is significant correlation between societyAos knowledge and education level with DHF prevention behavior in Muara Gading Mas Village. Labuan Meringgai. East Lampung. Environmental control can be done by increasing public knowledge regarding dengue fever prevention behavior. Keywords : knowledge, education level, prevention behavior DHF ABSTRAK Demam berdarah dengue merupan penyakit infeksi disebabkan oleh virus dengue dengan vektor perantara nyamuk Aedes aegypti. Saat ini jumlah kasus DBD mencapai 71. salah satu kasus tertinggi yaitu terjadi di provinsi lampung dengan IR 64,4/100. CFR 0,3 %. Seiring meningkatnya DBD pemerintah memberikan kebijaka terhadap pencegahan DBD dengan cara melakukan PSN 3M Plus. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan tingkat pendidikan masyarakat dengan perilaku pencegahan penyakit DBD di desa muara gading mas kecamatan labuhan maringgai kabupaten lampung timur. Metode yang digunakan observasional pendekatan cross sectional, dibutuhkan 94 sampel, pemilihan sampe berdasarkan kriteria insklusi dan eksklusi lalu menggunakan teknik sample random sampling, data diambil menggunakan kuesioner pengetahuan dan perilaku pencegahan, kemudian dioleh dan dianalisis menggunakan analisis univariat dan bivariat yaitu uji chii-square. Hasil perilaku pencegahan dengan hubungan pengetahuan didapatkan p-value 0,001 dan dengan hubungan tingkat pendidikan masyarakat didapatkan p-value 0,001. Hasil tersebut menyatakan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dan tingkat pendidikan masyarakat dengan perilaku pencegahan DBD di desa muara gading mas kecamatan labuhan maringgai kabupaten lampung timur. Pengendalian lingkungan dapat dilakukan dengan cara meningkatkan pengetahuan masyarakat terhadap perilaku pencegahan DBD. Kata Kunci : pengetahuan, tingkat pendidikan, perilaku pencegahan DBD Jurnal Dunia Kesmas. Vol, 13 No. April 2024, hal 137-143 ISSN 2301-6604 (Prin. ISSN 2549-3485 (Onlin. http://ejurnalmalahayati. id/index. php/duniakesmas/index Hubungan Pengetahuan dan Tingkat PendidikanA. (Adenias Lutfia Ningrum. Emantis Rosa, dk. PENDAHULUAN Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah penyakit infeksi yang disebabkan virus dengue yang ditularkan melalui Aedes (Kemenkes RI, 2. Pada penyakit DBD demam, nyeri otot atau nyeri sendi disertai leukopenia, ruam, limfadenopati, trombositopenia dan diatesis hemoragik. Terdapat pula syndrom renjatan dengue . engue syok syndrom. yang berarti adanya renjatan atau syok (Setiati, et , 2. DBD merupakan masalah kesehatan yang jumlah penderitanya semakin meningkat dan penyebarannya semakin meluas di indonesia dengan jumlah kasus hingga saat ini 71. Terdapat 10 provinsi jumlah kasus DBD diantaranya Jawa Barat 10. 772 kasus di ikuti Bali 8. 930 kasus. Jawa Timur 5. NTT 5. 539 kasus. Lampung 5. DKI Jakarta 4. 227 kasus. NTB 796 kasus. Jawa Tengah 2. 846 kasus. Yogyakarta 2. 720 kasus, dan Riau 2. kasus (Kemenkes RI, 2. Provinsi Lampung merupakan salah satu provinsi yang paling sering memiliki kasus DBD, hal ini diliat dari data dinas kesehatan Provinsi Lampung yang menyatakan bahwa pada tahun 2019 memiliki Incidence Rate (IR) 64,4/100. 000 penduduk dengan Case Fatality Rate (CRF) 0,3%, salah satu tempat yang paling sering terjangkit penyakit DBD di Provinsi Lampung yaitu Lampung Timur dengan IR 25,5/100. CRF 2,4% dan Angka bebas jentik (ABJ) < 95% dimana ABJ dikatakan masih sangat rendah (Dinas Kesehatan Lampung, 2. Kabupaten kecamatan yang mempunyai kasus DBD Kecamatan Labuhan Maringgai, terdapat desa yang paling sering terjangkit DBD yakni Desa Muara Gading Mas yang di pilih pada penelitian kali ini. Desa Muara Gading Mas memiliki jumlah penduduk Seiring dengan meningkatnya kejadian DBD di Indonesia Upaya dalam DBD Pencegahan penyakit demam berdarah dengue yang paling tepat yaitu dengan nyamuk (PSN), ada banyak metode yang dianggap tepat dan efektif diantaranya yaitu pengendalian lingkungan, biologis Pada lingkungan di lakukan program 3M plus, 3M sendiri singkatan dari menguras, menutup, dan mengubur yang bertujuan untuk membatasi perkembangbiakan Selain itu juga dilakukan kegiatan upaya promosi kesehatan dengan membentuk desa siaga, dimana masyarakat desa dilatih untuk memiliki pengetahuan sebagai salah satu faktor perilaku pencegahan penyakit DBD (Suhaela dan Muhammad, 2. Dalam upaya pencegahan DBD disuatu wilayah pengetahuan juga merupakan salah satu faktor yang dapat berpengaruh pada sikap dan perilaku seseorang dalam pencegahan DBD, oleh karena itu pembahasan mengenai pengetahuan dalam melakukan pencegahan demam berdarah tidak dapat terlepas dari tahap terbentuknya perilaku individu (Dewi dan Sudaryanto, 2. Beberapa masyarakat dengan perilaku pencegahan DBD telah dilakukan di Puskesmas Rowosari Semarang hasilnya terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan DBD (Anggraini dkk, 2. Penelitian yang sama mengenai hubungan pengetahuan pencegahan penyakit DBD di Kelurahan Pamulung Barat dari laporannya tidak terdapat hubungan antara pengetahuan masyarakat dengan praktik pencegahan (Zulaikhah, 2. Berdasarkan latar belakang diatas, belum adanya informasi yang jelas bagaimana hubungan antara perilaku pencegahan penyakit DBD di Desa Muara Gading Mas Kecamatan Labuhan Maringgai Kabupaten Lampung Timur. Maka dilakukan penelitian ini yang diharapkan dapat dijadikan salah satu masukan dalam pengelolaan DBD sehingga perilaku pencegahan dapat METODE Penelitian menggunakan metode pendekatan Cross Sectional yaitu jenis penelitian untuk melihat hubungan antara variabel satu dengan variabel Jurnal Dunia Kesmas. Vol, 13 No. April 2024, hal 137-143 ISSN 2301-6604 (Prin. ISSN 2549-3485 (Onlin. http://ejurnalmalahayati. id/index. php/duniakesmas/index Hubungan Pengetahuan dan Tingkat PendidikanA. (Adenias Lutfia Ningrum. Emantis Rosa, dk. (Sastroatmojo. Penelitian ini dilakukan di Desa Muara Gading Mas. Kecamatan Labuhan Maringgai. Kabupaten Lampung Timur dan dilaksanakan pada bulan Desember hingga Juli 2021. Sampel yang dipilih yaitu yang memenuhi kriteria inklusi dan diambil dari populasi kepala keluarga yang telah terdaftar di desa Muara Gading Mas Kecamatan Labuhan Maringgai dalam satu rumah. Besar sampel penelitian ini menggunakan total sampel dan penentuan minimal sampel menggunakan rumus slovin sehingga didapatkan minimal 94 sampel. Kriteria inklusi penelitian ini yaitu Masyarakat yang bersedian menjadi responden dalam penelitian dan Berdomisili di Desa Muara Gading Mas Kecamatan Labuhan Maringgai Kabupaten Lampung Timur. Kriteria eksklusi yaitu Masyarakat yang tidak berada pada saat dilakukan penelitian dan Masyarakat yang hanya sebagai pendatang di Muara Gading Mas. Prosedur pengambilan data primer akan dilakukan dengan memberikan kuesioner. Analisis bivariat pada penelitian ini menggunakan uji statistik Chi-square. Penelitian ini telah lulus persetujuan etik dengan 836/UN26. 18/PP. 00/2021. HASIL Tabel 1. Distribusi Karakteristik Umur Responden Di Desa Muara Gading Mas Kecamatan Labuhan Maringgai Kabupaten Lampung Timur Karakteristik Umur Responden > 50 tahun > 50 tahun Total Frekuensi Persentase (%) Pada menunjukan karakteristik responden yang memiliki umur kurang dari 50 tahun lebih banyak dibandingkan responden yang memiliki umur lebih dari sama dengan 50 tahun. Tabel 2. Distribusi Pengetahuan Responden Di Desa Muara Gading Mas Kecamatan Labuhan Maringgai Kabupaten Lampung Timur Pengetahuan Frekuensi Persentase (%) Rendah Tinggi Total Pada tabel 2, terdapat dua kategori dalam hasil pengetahuan yaitu responden yang memiliki pengetahuan tinggi 58 . ,7%) sedangkan responden . ,3%). Tabel 3. Distribusi Tingkat Pendidikan Responden Di Desa Muara Gading Mas Kecamatan Labuhan Maringgai Kabupaten Lampung Timur Tingkat Pendidikan Rendah Tinggi Total Frekuensi Pada tabel 3, responden yang pendidikan tinggi 47. ,0%) sedangkan responden yang Persentase (%) memiliki tingkat 47. ,0%). Tabel 4. Distribusi Perilaku Pencegahan Demam Berdarah Dengue Di Desa Muara Gading Mas Kecamatan Labuhan Maringgai Kabupaten Lampung Timur Jurnal Dunia Kesmas. Vol, 13 No. April 2024, hal 137-143 ISSN 2301-6604 (Prin. ISSN 2549-3485 (Onlin. http://ejurnalmalahayati. id/index. php/duniakesmas/index Hubungan Pengetahuan dan Tingkat PendidikanA. (Adenias Lutfia Ningrum. Emantis Rosa, dk. Perilaku pencegahan DBD Frekuensi Kurang Cukup Baik Total Persentase (%) Pada tabel 4 responden yang memiliki perilaku pencegahan kurang 0%, responden yang memiliki perilaku pencegahan cukup memiliki persentase 0,00 . ,0%) sedangkan responden memiliki perilaku pencegahan memilki persentase . ,0%). Tabel 5. Distribusi Hubungan Pengetahuan Masyarakat Dengan Perilaku Pencegahan Demam Berdarah Dengue Di Desa Muara Gading Mas Kecamatan Labuhan Maringgai Kabupaten Lampung Timur Pengetahuan Rendah Tinggi Total Perilaku Pencegahan Demam Berdarah Dengue KurangBaik Total Cukup n (%) n(%) n(%) 20 . Berdasarkan hasil pada tabel 5 memiliki pengetahuan rendah dengan kurang-cukup memiliki presentase 62,5% sedangkan p-value 0,001 2,694 responden yang memiliki pengetahuan tinggi dengan perilaku pencegahan baik memiliki presentase 74,2%. Didapatkan nilai p-value 0,001 dan didapatkan prevalensi ratio 2,69. Tabel 6. Distribusi Hubungan Tingkat Pendidikan Masyarakat Dengan Perilaku Pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD) di Desa Muara Gading Mas Perilaku Pencegahan Demam Berdarah Dengue Tingkat Rendah Tinggi Total KurangCukup n (%) 24. Baik Total n(%) 23. n(%) 47. p-value 0,001 Berdasarkan hasil pada tabel 6 memiliki tingkat pendidikan rendah dengan perilaku pengetahuan kurangcukup memiliki presentase 75,0%. Sedangkan responden yang memiliki perilaku pengetahuan baik memiliki presentase 62,9% dengan nilai p-value 0,001, dan nilai prevalensi ratio 3. PEMBAHASAN Data karateristik umur responden pada penelitian ini menunjukan bahwa responden yang memiliki umur kurang dari 50 tahun sebanyak 53 orang dengan . ,4%) responden yang memiliki umur lebih dari sama dengan 50 tahun 41 orang dengan persentase . ,6%). Hal ini menandakan bahwa masyarakat yang ada didesa muara gading mas memiliki mayoritas Sampel karakteristik umur responden diambil berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditetapkan. Umur merupakan salah satu faktor kematangan sesorang baik fisik, psikis maupun sosial serta mempengaruhi daya tangkap dan pola Jurnal Dunia Kesmas. Vol, 13 No. April 2024, hal 137-143 ISSN 2301-6604 (Prin. ISSN 2549-3485 (Onlin. http://ejurnalmalahayati. id/index. php/duniakesmas/index Hubungan Pengetahuan dan Tingkat PendidikanA. (Adenias Lutfia Ningrum. Emantis Rosa, dk. fikir seseorang, semakin bertambah umur maka semakin bertambah pula pengetahuan yang diperoleh akan semakin banyak (Nengah dkk, 2. Pengetahuan merupakan faktor perilaku sehingga pengetahuan tidak (Juditha, 2. Pada tabel 2, hasil olahan data yang telah dilakukan pada penelitian kali ini terdapat 36 responden yang memiliki pengetahuan rendah dengan persentase 38,3 % sedangkan responden yang memiliki pengetahuan tinggi yaitu sebanyak 58 responden 61,7% keseluruhan jumlah responden yang dijumlahkan sebesar 94 orang sesuai dengan jumlah sampel yang dibutuhkan merupakan hal yang mempengaruhi perilaku kesehatan seseorang, semakin tinggi tingkat pendidikan seseorang maka akan semakin mudah dalam menerima informasi kesehatan karena akan semakin luas mengakses informasi bila dibandingkan dengan seseorang yang memiliki tingkat pendidikan rendah (Trapsilowati dkk, 2. Berdasarkan hasil olahan data tabel 3 yang telah dilakukan pada penelitian kali ini terdapat 47 responden yang memiliki pendidikan rendah dengan frekuensi 50,0% sedangkan responden yang frekuensi 50,0%. Perilaku kegiatan seseorang dalam bereaksi terhadap stimulus rangsangan dari luar. Terdapat Pembentukan perilaku yang positif dibentuk melalui suatu proses yang (Mahyarni. Berdasarkan hasil olahan data yang telah dilakukan pada tabel 4, penelitian kali ini terdapat 62 responden yang memiliki presentase 66,0% sedangkan responden yang memiliki perilaku pencegahan cukup sebanyak 32 responden dengan 34,0% pencegahan kurang didapatkan hasil nol. Berdasarkan hasil pada tabel 5, pencegahan yaitu kurang, cukup dan pada responden yang memiliki perilaku pencegahan kurang memiliki hasil nol, sehingga dilakukan uji alternatif berupa penggabungan sel antara perilaku pencegahan yang kurang dengan perilaku pencegahan yang cukup dan didapatkan hasil responden yang memiliki pengetahuan rendah dengan kurang-cukup memiliki presentase 62,5% sedangkan responden yang memiliki pengetahuan tinggi dengan perilaku pencegahan baik memiliki presentase 74,2%. Hal ini menunjukan bahwa responden yang berpengetahuan tinggi lebih banyak dimiliki oleh responden dengan perilaku pencegahan baik, begitupun sebaliknya responden dengan pendidikan rendah pencegahan kurang-cukup. Dilihat pada tabel 5 setelah dilakukan penggabungan sel didapatkan hasil tabel 2x2 dengan expected count >5 dimana satu selnya 25% sehingga data tersebut memenuhi syarat uji chii square. Dari tabel 5 didapatkan nilai p-value 0,001 hal Ini menunjukan terdapat hubungan yang masyarakat dengan perilaku pencegahan DBD di Desa Muara Gading Mas Kecamatan Labuhan Maringgai Kabupaten Lampung Timur, pada tabel 5 juga didapatkan prevalensi ratio dengan interpretasi yaitu responden dengan pengetahuan rendah beresiko 2,69 kali lebih besar memiliki perilaku pencegahan kurang-cukup. Secara merupakan salah satu faktor predisposisi yang mempengaruhi sikap dan perilaku seseorang dalam menentukan respon dalam penilaian terhadap suatu objek, maka dari itu pengetahuan seseorang tidak dapat terlepas dari terbentuknya perilaku seseorang (Shanti dkk, 2. Rendahnya kurangnya kesadaran akan mengurangi pencegahan DBD. Pengetahuan yang kurang dengan tingkat kesadaran rendah disinyalir akan memberikan dampak Jurnal Dunia Kesmas. Vol, 13 No. April 2024, hal 137-143 ISSN 2301-6604 (Prin. ISSN 2549-3485 (Onlin. http://ejurnalmalahayati. id/index. php/duniakesmas/index Hubungan Pengetahuan dan Tingkat PendidikanA. (Adenias Lutfia Ningrum. Emantis Rosa, dk. yang kurang baik bagi masyarakat terutama terhadap kualitas kesehatan dan terbukti bahwa kesadaran yang baik yang di dasari oleh pengetahuan akan lebih baik dalam meningkatkan kualitas pencegahan suatu penyakit (Liza dkk. Berdasarkan hasil pada tabel 6, pencegahan yaitu kurang, cukup dan Responden yang memiliki perilaku pencegahan kurang memiliki hasil nol, untuk itu dilakukan penggabungan sel 42 antara perilaku pencegahan kurang dengan perilaku pencegahan cukup dan didapatkan hasil presentase responden yang memiliki tingkat pendidikan rendah dengan perilaku pengetahuan kurangcukup memiliki presentase 75,0%. Sedangkan responden yang memiliki perilaku pengetahuan baik memiliki presentase 62,9%. Hal ini menunjukan bahwa responden yang berpendidikan tinggi lebih banyak memiliki perilaku pencegahan baik, sedangkan responden dengan tingkat pendidikan rendah lebih banyak memiliki perilaku pencegahan kurang-cukup. Dilihat pada tabel 6 setelah dilakukan penggabungan sel pada perilaku pencegahan kurang-cukup didapatkan hasil tabel 2x2 dengan expected count > 5 yang mana satu selnya . %) hasil ini memenuhi syarat uji chii square dengan nilai p-value 0,001, hubungan yang signifikan antara tingkat pendidikan masyarakat dengan perilaku pencegahan DBD di Desa Muara Gading Mas Kecamatan Labuhan Maringgai Kabupaten Lampung Timur sedangkan untuk nilai prevalensi ratio pada tabel 6 didapatkan hasil 3 yang mana memiliki interpretasi bahwa responden dengan tingkat pendidikan rendah beresiko 3 kali lebih besar memiliki perilaku pencegahan kurang-cukup. Secara dikatakan bahwa hasil penelitian ini sejalan dengan teori yang dikemukakan oleh Natoadmojo . dimana tingkat pendidikan merupakan salah satu faktor seseorang, dimana seseorang yang membentuk pola berpikir yang baik dalam berperilaku. Tingkat pendidkan berpengaruh dalam upaya pencegahan, untuk itu tingkat pendidikan dan pengetahuan saling berhubungan dalam upaya pencegahan demam berdarah dengue (Putri dan Naftassa, 2. SIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dengan judul AuHubungan Pengetahuan Masyarakat dan Tingkat Pendidikan Masyarakat dengan Perilaku Pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD) di Desa Muara Gading Mas Kecamatan Labuhan Maringgai Kabupaten Lampung TimurAy didapatkan pengetahuan dan tingkat pendidikan masyarakat dengan perilaku pencegahan penyakit demam berdarah dengue (DBD) di Desa Muara Gading Mas Kecamatan Labuhan Maringgai Kabupaten Lampung Timur. SARAN Meningkatkan masyarakat dengan cara melakukan pencegahan DBD dengan menekankan program pemberantasan sarang nyamuk (PSN) yaitu Pengendalian lingkungan dengan cara 3M Plus, pengendalian biologi dengan memanfaatkan hewan dan tumbuhan untuk membasmi jentikjentik nyamuk, dan kimiawi dengan cara melakukan foging atau pengasapan serta penaburan bubuk abate dibak mandi untuk menghilangkan jentik nyamuk. DAFTAR PUSTAKA