JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT BORNEO -ISSN: 2615-4. -ISSN: 2579-9. VOLUME 7 NOMOR 1 TAHUN 2023 (Halaman 29-. Diterima: Oktober 2022 Disetujui: Juni 2023 Dipublikasikan: Juni 2023 PROGRAM KELAS AYAH SEBAGAI UPAYA MENCEGAH STUNTING Father's Class Program As A Effort To Prevent Stunting Sitti Mukarramah1*. Andi Syintha Ida2. Suriani B3 1,2,3 Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Makassar. Jl. Emmy Saelan 3 no. 2 Ae Kotak Pos No. 90221 Ae Makassar * Penulis Korespodensi : sitti_mukarramah@poltekkes-mks. ABSTRAK Stunting merupakan permasalahan terkait gizi kronis yang diderita oleh balita. Rata-rata prevalensi balita stunting di Indonesia tahun 2005-2017 mencapai angka 36,4%. Salah satu penyebab kejadian tersebut diakibatkan oleh kekurangan zat nutrisi. Seorang ayah adalah sosok penting dan utama dalam menjalankan peran pencegahan dan pengendalian kejadian stunting, utamanya dalam pemenuhan zat gizi anak. Kesetaraan gender menunjukkan peranan yang seimbang antara laki-laki dalam kegiatan produktif dan reproduktif. Seorang ayah perlu menyadari peranannya dalam meningkatkan gizi keluarga dan berperan secara langsung dalam kegiatan reproduktif pencegahan Kegiatan ini dilaksanakan di Wilayah Kerja Puskesmas Tamalate Kota Makassar mulai Juli s/d Agustus 2022. Pihak yang terkait dalam kegiatan ini yaitu Bidan Koordinator Puskesmas Tamalate. Kader Kesehatan. Ketua RT dan para AuayahAy di Posyandu Asoka 3 Kelurahan Parang Tambung Kecamatan Tamalate sebanyak 25 orang. Pendekatan yang digunakan pada kegiatan ini adalah pendekatan edukatif dengan upaya peningkatan pengetahuan para ayah dengan memberikan informasi tentang dampak dan penyebab stunting, cara pencegahan serta penyiapan nutrisi anak melalui pembuatan Makanan Pendamping-ASI. Peserta sangat antusias mengikuti kegiatan Kelas Ayah sampai Berdasarkan hasil pretest-posttest menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan kemampuan dalam pemberian MP-ASI. Kegiatan Kelas Ayah dapat direkomendasikan sebagai salah satu cara untuk mencegah terjadinya stunting. Kata Kunci: kelas ayah, stunting. MP-ASI ABSTRACT Stunting is a problem related to chronic nutrition suffered by toddlers. The average prevalence of stunting in Indonesia in 2005-2017 reached 36. A Lack of nutrients is one of the stunting causes. father is an important and main figure in carrying out the role of preventing and controlling stunting events, especially in fulfilling children's nutrition. Gender equality shows a balanced role between men in productive and reproductive activities. A father needs to realize his role in improving family nutrition and play a direct role in stunting prevention reproductive activities. This activity was carried out in the Posyandu Asoka 3 Tamalate Community Health Center Working Area. Makassar City. This activity takes place in July - August 2022. The number of participants is 25 men who have toddlers. The approach used in this activity is an educational approach with an effort to increase the knowledge of fathers by providing information about the impact and causes of stunting, ways to prevent and prepare children's nutrition through the manufacture of Complementary Foods-Breast Milk. The participants were very enthusiastic about participating in the whole series of activities. Based on the results of the pretestposttest showed an increase in knowledge and ability in giving complementary feeding. Father's Class activities can be recommended as a way to prevent stunting. Keywords: FatherAos Class. Stunting. Complementary Foods-Breast Milk PENDAHULUAN Salah satu aspek penting yang memberikan andil terhadap Stunting/ kekerdilan menjadi salah satu masalah yang sampai saat ini memerlukan perhatian khusus. Kasus balita stunting yang disampaikan oleh World Health Organization (WHO). Indonesia termasuk ke dalam negara ke-3 dengan prevalensi tertinggi di Asia Tenggara. Ratarata prevalensi balita stunting di Indonesia tahun 2005-2017 mencapai angka 36,4% (Kemenkes RI. Presiden Mukarramah, et al. Program Kelas Ayah Available at http://jurnal. id/index. php/jpmb JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT BORNEO . -ISSN: 2615-4. -ISSN: 2579-9. VOLUME 7 NOMOR 1 TAHUN 2023 (Halaman 29-. Diterima: Oktober 2022 Disetujui: Juni 2023 Dipublikasikan: Juni 2023 menargetkan upaya penurunan kejadian stunting mencapai 14% di tahun 2025 (Bappenas, 2. Stunting merupakan permasalahan terkait gizi kronis yang diderita oleh balita. Kondisi ini ditandai secara fisik dari tinggi badan yang terlihat lebih pendek dibandingkan dengan anak seusianya. Anak yang stunting menjadi lebih rentan mengalami penyakit dan ketika mencapai usia dewasa memiliki risiko mengidap penyakit degeneratif. Selain itu, juga berdampak pada tingkat intelegensi anak (Kemenkes RI, 2. Anak stunting memulai hidup mereka pada masalah nyata, kesulitan adaptasi, penurunan kemampuan belajar di sekolah, berpenghasilan lebih rendah ketika dewasa, dan memiliki hambatan dalam berpartisipasi di komunitas Mereka memiliki kekebalan yang lemah dan menghadapi peningkatan risiko kematian (Ermawati dkk, 2. Berbagai faktor disinyalir sebagai penyebab stunting telah dijelaskan dalam beberapa literature. Salah satunya adalah Beberapa menguraikan bahwa didapatkan hubungan yang bermakna antara asupan karbohidrat, asupan protein dan asupan lemak yang tidak optimal dengan terjadinya stunting pada anak yang berusia 24-59 bulan. Kondisi pertumbuhan yang gagal seringkali diawali sejak janin dalam kandungan dan berlanjut setelah lahir. Hal ini dijelaskan dengan adanya proses menyusui yang kurang memadai, pemberian makanan komplementer serta pengendalian infeksi yang tidak optimal (Iswadari dkk, 2. Stunting sangat menguras produktivitas dan pertumbuhan ekonomi. Oleh karena itu, berbagai upaya perlu dilakukan untuk mengurangi prevalensi stunting. WHO . menyarankan beberapa upaya yang dapat dilakukan meliputi: . meningkatkan identifikasi, pengukuran meningkatkan cakupan kegiatan yang diarahkan untuk mencegah stunting. dan/ atau memperkuat intervensi yang diarahkan pada peningkatan status gizi dan kesehatan ibu, termasuk pada anak perempuan remaja. melaksanakan peningkatan praktik pemberian ASI dan pemberian makanan dan . penguatan intervensi peningkatan air, sanitasi lingkungan, untuk melindungi anak dari penyakit diare, kecacingan dan penyebab infeksi subklinis lingkungan (Achadi dkk, 2. Penyiapan nutrisi bayi-balita dapat dilakukan dengan Pemberian Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) dan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) yang sesuai rekomendasi gizi. Asupan ASI menempati kedudukan yang sangat utama bagi bayi ketika berusia 0-6 bulan. Tetapi, saat ketika telah berusia 6 bulan kebutuhan bayi akan energi dan zat gizi lainnya semakin Pada membutuhkan makanan lain sebagai pendamping ASI (Yusnita dkk, 2. Dalam kegiatan kelas ayah dapat diberikan edukasi mengenai kebutuhan penyiapan MP-ASI serta cara pengolahan MP-ASI. Kegiatan ini selain bermanfaat secara fisik, juga dapat memberikan dampak psikologis terhadap perkembangan Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran gender akan bersifat fungsional apabila ayah memiliki keterlibatan dalam pengasuhan anak. Peran ayah yang tidak optimal akan menyebabkan disfungsi pada anak, antara lain anak menjadi tidak dekat dan merasa segan kepada ayah. Hal tersebut seringkali akan membuat anak merasa stres karena ayah hanya penuh dengan aturan, nasehat dan hukuman tanpa menunjukkan sikap perhatian yang dibutuhkan oleh anak (Muafiah dkk, 2. Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan telah mengumumkan 11 Kabupaten dengan distribusi pada 205 desa dan 22 kelurahan sebagai lokasi fokus prioritas intervensi stunting pada 2021. Distribusi tersebut Kabupaten Pangkep dengan sebanyak 30 Desa. Kabupaten Tana Toraja sebanyak 15 Desa. Kabupaten Sinjai 18 Desa. Kabupaten Toraja Utara 15 desa. Mukarramah, et al. Program Kelas Ayah Available at http://jurnal. id/index. php/jpmb JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT BORNEO . -ISSN: 2615-4. -ISSN: 2579-9. VOLUME 7 NOMOR 1 TAHUN 2023 (Halaman 29-. Diterima: Oktober 2022 Disetujui: Juni 2023 Dipublikasikan: Juni 2023 Kabupaten Takalar 10 desa. Kabupaten Bone 50 desa. Kabupaten Enrekang 22 desa. Kepulauan Selayar 12 desa. Kabupaten Pinrang sebanyak 2 desa. Kabupaten Jeneponto sebanyak 20 Desa, dan Kabupaten Gowa 15 Desa (Pemprov Sulsel, 2. Tahun 2020, prevalensi stunting di Kota Makassar masih mencapai angka 30,59%. Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kota Makassar diinformasikan bahwa terdapat 5 . Puskesmas yang berada di Kota Makassar dengan jumlah anak yang mengalami stunting menduduki angka tertinggi yaitu Puskesmas Tamalate sebesar 475 anak. Puskesmas Kaluku Bodoa 399 anak, di Puskesmas Sudiang terdapat 194 anak stunting, di Puskesmas Layang terdapat 186 yang mengalami stunting, serta Puskesmas Sudiang Raya terdapat 184 anak (Pemprov Sulsel, 2. Wilayah Perkotaan merupakan tempat yang sejogjanya akses untuk mendapatkan informasi lebih memadai di dalam upaya pencegahan anak stunting. Selain itu, di wilayah perkotaan sumber makanan dengan mudah untuk diperoleh. Peranan orang tua sangat penting dalam meningkatkan zat gizi Pengetahuan orang tua perlu ditingkatkan, terutama ayah sebagai kepala mempersiapkan kebutuhan anak dari segi . METODE Sebagai upaya yang dilakukan untuk mengatasi masalah mitra yaitu dengan metode Pendidikan Masyarakat dengan membentuk Kelas Ayah. Dengan Tema AuAyah Hebat. Cegah StuntingAy. Peserta merupakan Kelompok ayah yang memiliki bayi-balita berusia 6 Ae 24 bulan dan atau istri sedang hamil di Posyandu Asoka 3 Kelurahan Parang Tambung Kecamatan Tamalate (Wilayah Kerja Puskesmas Tamalat. Kota Makassar. Kegiatan ini berlangsung selama bulan Juli Ae Agustus 2022. Adapun diperhatikan pada tabel berikut: URAIAN KEGIATAN MATERI METODE -Pretest Pertemuan I Pertemuan II -Jejak -CTJ CTJ Pertemuan i Pertemuan IV Pertemuan V Post test -Monitoring dan Evaluasi Selayang Pandang tentang Stunting Materi I: Dampak Stunting dan Upaya -Materi II: Pembuatan MPASI -Pembagian Klp Simulasi pembuatan MPASI kelompok Simulasi pembuatan MPASI kelompok Penguatan Materi/ aplikasi Simulasi Demonstrasi Demonstrasi Observasi HASIL DAN PEMBAHASAN Program Kelas Ayah merupakan kegiatan inovasi yang menunjukkan kesetaraan gender dalam pengasuhan anak. Kelas ini dilaksanakan dengan beberapa tahapan pertemuan dengan bahasan topik yang berkesinambungan. Hasil dari setiap pertemuan dapat diuraikan sebagai berikut: Pertemuan I merupakan tahap awal yang dilaksanakan pada hari Sabtu tanggal 23 Juli 2022. Kegiatan ini menjalin hubungan yang baik dan membuat komitmen dengan peserta untuk mengikuti Tim PkM menjelaskan brainstorming tentang pola pengasuhan anak di rumah. Selanjutnya dilanjutkan dengan pretest dan diskusi selayang Mukarramah, et al. Program Kelas Ayah Available at http://jurnal. id/index. php/jpmb JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT BORNEO . -ISSN: 2615-4. -ISSN: 2579-9. VOLUME 7 NOMOR 1 TAHUN 2023 (Halaman 29-. Diterima: Oktober 2022 Disetujui: Juni 2023 Dipublikasikan: Juni 2023 pandang tentang stunting. Adapun hasil pretest terlihat pada tabel berikut ini: Tabel 1. Hasil Pretest Tingkat Pengetahuan Baik Kurang Jumlah Sumber: data primer Frekuensi Persentase Berdasarkan tabel tersebut di atas bahwa tingkat pengetahuan peserta tentang stunting dan cara pencegahannya rata-rata kurang yaitu sebesar 80%. Pada pertemuan ke-2 dilaksanakan pada Hari Sabtu tanggal 30 Juli 2022 dengan pemberian materi penyuluhan tentang Dampak Stunting dan Upaya Pertemuan i dilaksanakan pada hari Sabtu Tanggal 06 Agustus 2022 dengan Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) berdasarkan usia anak. Dilanjutkan dengan pembagian kelompok untuk simulasi pertemuan Tiap kelompok terdiri atas 5 Pertemuan IV dilaksanakan pada Hari Minggu,7 Agustus 2022. Peserta Simulasi pembuatan MP-ASI kelompok 1-5. Sebelum simulasi, perwakilan kelompok terlebih dahulu menjelaskan tentang dampak stunting dan cara pencegahan Gambar 1. Simulasi MP-ASI oleh peserta Kelas Ayah Sumber: dokumentasi kegiatan Tim PkM melaksanakan evaluasi dengan melakukan observasi saat peserta melakukan simulasi. Selanjutnya diadakan posttest untuk mengevaluasi pengetahuan peserta tentang dampak stunting dan cara Tabel 2. Hasil Postest Tingkat Pengetahuan Baik Kurang Jumlah Sumber: data primer Frekuensi Persentase Berdasarkan informasi bahwa tingkat pengetahuan peserta setelah mengikuti kelas Ayah ratarata baik yaitu 76%. Artinya terjadi peningkatan dari 20% menjadi 76%. Adapun hasil dari simulasi peserta sebagai berikut: Tabel 3. Penilaian simulasi Kelompok Penilaian Penjelasan Materi Baik Sekali Baik Baik Sekali Kurang Baik Sumber: Data primer Simulasi Pembuatan MP-ASI Baik Sekali Baik sekali Baik Baik Baik Setelah pelaksanaan simulasi oleh tiap Selanjutnya melaksanakan evaluasi dengan melakukan pemantauan implementasi pengetahuan para peserta di rumah masing-masing. Selain itu, juga meminta pendapat para istri tentang kegiatan kelas ayah. Kegiatan ini dilaksanakan pada 27 - 28 Agustus 2022. Dengan cara random sampling mencari rumah peserta untuk melakukan wawancara Kami mewawancarai 5 istri peserta. Rata-rata mengatakan suami mereka telah lebih Mukarramah, et al. Program Kelas Ayah Available at http://jurnal. id/index. php/jpmb JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT BORNEO . -ISSN: 2615-4. -ISSN: 2579-9. VOLUME 7 NOMOR 1 TAHUN 2023 (Halaman 29-. Diterima: Oktober 2022 Disetujui: Juni 2023 Dipublikasikan: Juni 2023 memperhatikan kondisi anak, terlibat dalam perawatan anak dan tidak merokok lagi di dalam rumah. Mereka sangat senang dengan adanya kegiatan kelas ayah. Untuk mengukur pengetahuan peserta dilakukan dengan memberikan kuesioner yang berisi 10 pernyataan benar-salah. Penilaian pengetahuan baik apabila peserta dapat menjawab pernyataan benar > 50%. Adapun posttest dapat dilihat pada tabel Penanganan banyak unsur. Di level masyarakat, diperlukan adanya pemberian informasi dan peningkatan kapasitas ibu maupun ayah dari balita mengenai stunting, meliputi akibat dan cara pencegahan, termasuk determinan-determinan sosio demografi yang berpengaruh dan masih dapat dikendalikan (Purwanti R dkk, 2. Upaya di tingkat keluarga perlu melibatkan peranan seorang ayah dan ibu secara Cara pandang klasik yang dianut oleh masyarakat memposisikan peran pengasuhan lebih focus kepada ibu. Di era sekarang ini, pandangan tersebut mulai bergeser. Pandangan androgini menjelaskan bahwa antara ayah dan ibu memiliki kontribusi yang relatif sama dalam pengasuhan anak. Berdasarkan hasil kajian yang dilakukan diketahui bahwa semakin meningkatnya frekuensi ibu bekerja, menyebabkan ayah berpartisipasi yang besar dalam kehidupan keluarga (Permanti, 2. Peran ayah bukan hanya terbatas pada mencari penghasilan keluarga namun juga berperan dalam proses pengasuhan anak di rumah. Di dalam Undang-undang No. tahun 2009 tentang Kesehatan yang menyebutkan bahwa upaya pemeliharaan kesehatan bayi dan anak menjadi tanggung jawab dan kewajiban bersama seluruh elemen dalam keluarga dan masyarakat (Parmanti dkk, 2. Seorang ayah adalah peran pencegahan dan pengendalian kejadian stunting. Peranan ini akan lebih maksimal jika mendapatkan dukungan penuh dari lingkungannya. Upaya yang dapat dilakukan oleh seorang ayah antara lain: . Menjadi figur dalam menciptakan suasana harmonis keluarga, . Peduli dan berperan aktif dalam pengasuhan dan perlindungan, dan . Menjamin kecukupan nutrisi keluarga (Mary S dkk, 2. Ketersediaan bahan makanan dalam jumlah yang cukup menjadi tanggung jawab ayah, serta turut serta melakukan pendampingan optimal istrinya saat hami, bersalin dan sampai masa nifas. Memastikan ketersediaan air bersih dan sehat, sanitasi rumah kondusif. Dari berbagai peran ayah seperti yang telah diuraikan di atas, kegiatan yang dapat dilakukan melalui kelas ayah dengan muatan edukasi memastikan kebutuhan nutrisi anak tercukupi. Hasil penelitian yang dilakukan oleh Januarti LF, dkk di Madura menunjukkan bahwa budaya parenting berkontribusi dalam peningkatan peran ayah pada pencegahan stunting pada balita (Januarti LF, 2. Dukungan instrumental dan dukungan emosional pencegahan stunting (Krisnana dkk, 2. Dukungan instrumental dapat berupa kesiapan biaya dan logistik dalam penyiapan nutrisi anak. PENUTUP Program Kelas Ayah meningkatkan pengetahuan peserta tentang stunting dan upaya pencegahannya serta Mukarramah, et al. Program Kelas Ayah Available at http://jurnal. id/index. php/jpmb JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT BORNEO . -ISSN: 2615-4. -ISSN: 2579-9. VOLUME 7 NOMOR 1 TAHUN 2023 (Halaman 29-. Diterima: Oktober 2022 Disetujui: Juni 2023 Dipublikasikan: Juni 2023 dapat meningkatkan kemampuan peserta dalam mempersiapkan MP-ASI. Makanan sehat untuk bayi dan balita sangat dibutuhkan untuk pemenuhan nutrisi dalam mencegah stunting. Keterbatasan kegiatan ini adalah waktu pertemuan yang cukup singkat dan hanya memfokuskan pada satu topik pembahasan cara pencegahan stunting yaitu MP-ASI. Program ini dapat direkomendasikan sebagai salah satu upaya pemberdayaan masyarakat untuk mencegah terjadinya . UCAPAN TERIMAKASIH