KESKOM. :19 - 22 JURNAL KESEHATAN KOMUNITAS ( J O U R N A L O F C O M M U N I T Y H E A LT H ) http://jurnal. Hubungan Pelatihan dan Pengawasan dengan Perilaku Risiko pada Pengemudi Mobil Sampah Relationship Training and Supervision with at Risk Behavior on Dump Truck's Driver Yetti Murni1. Buchari Lapau2. Makomulamin3 Program Studi Magister Kesehatan Masyarakat STIKes Hang Tuah Pekanbaru1 Program Studi Kesehatan Masyarakat STIKes Hang Tuah Pekanbaru ABSTRACT ABSTRAK At risk behavior of driver is an unsafety driving and it could harm themselves and others. One of the causes of the at risk behavior are lack of monitoring supervision, behavior of the industrial society as well as public community that haven't been op mal It is 88% accident at work that caused by the unsafety This research aimed to And out the rela on between knowledge, behavior, educa on, training. SOP and also the supervision of at Risk Behavior for dump truck's driver. This was an observa onal analy c quan ta ve study with cross sec onal The samples were 122 dump truck drivers. Data processing was done in the stages of edi ng, coding, entry, cleaning and tabula ng. Data analyze was conducted by univariate, bivariate, and mul variate. The result showed that variables which has causality rela on with at risk behavior, were the training . =0,. and the supervision . =0,. The confounding variable were the SOP and behavior while the educa on was not related to the variable. The conclusion was there is a causality rela on between training and supervision with AuAt Risk BehaviorAy of dump truck's driver. It is recommended for driver to par cipate in the training for work safety. It's also suggested for the supervisor to improving supervision method according to the policy and giving rewards to those drivers who's have great performance. At Risk Behavior pengemudi adalah ndakan dak aman pengemudi mobil dalam bekerja dijalan raya dalam keadaan normal yang dapat menimbulkan kerugian bagi diri sendiri maupun orang lain. Salah satu penyebab kejadiannya adalah pelaksanaan dan pengawasan yang belum maksimal, sekaligus perilaku masyarakat industri dan masyarakat umumnya yang belum op mal. Terjadi kecelakaan kerja 88% karena perilaku yang dak aman (Unsafe behavio. Kasus kecelakaan yang terjadi terhadap pengemudi sampah sendiri erat kaitannya dengan prilaku sopir truk sampah sendiri, seper berhen dak pada tempat yang tepat, dak menghidupkan lampu hazard pada saat berhen marka jalan, parkir sembarangan di lajur jalan sebelah kanan tanpa menggunakan tanda berhen , dan sebagian supir ugal ugalan pada saat mengendarai truk sampah pada saat di jalan raya. Peneli an ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan, sikap, pendidikan, pela han. SOP dan pengawasan dengan at Risk Behavior pada pengemudi mobil sampah. Jenis peneli an yang digunakan adalah bersifat kuan ta f anali k observasional dengan jenis desain studi analy c cross sec onal study. Sampel dalam peneli an ini adalah 122 pengemudi mobil sampah. Pengolahan data dilakukan dalam tahap-tahap edi ng, coding, entry, cleaning dan tabula ng. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat dan mul variate. Hasil peneli an ini adalah variabel yang mempunyai hubungan sebab akibat dengan at Risk Behavioryaitu pela han . =0,. dan pengawasan . =0,. Variabel Confounding yaitu variabel SOP dan variabel sikap. Variabel yang dak berhubungan yaitu pendidikan. Kesimpulan dalam peneli an ini adalah terdapat hubungan sebab akibat antara pela han dan pengawasan dengan at Risk Behavior pada pengemudi mobil sampah. Keywords : At Risk Behavior, training and supervision. Kata Kunci : perilaku resiko, pela han dan pengawasan Correspondence : Makomulamin. Jl. Jalan Baru Perum Surya Graha Blok D9 Arengka Kota Pekanbaru. Email : makomul_amin@rocketmail. com, 0853 6352 3477 A Received 16 Oktober 2017 A Accepted 26 Februari 2019 A p - ISSN : 2088-7612 A e - ISSN : 2548-8538 A DOI: h ps://doi. org/10. 25311/keskom. Vol5. Iss1. Copyright @2017. This is an open-access ar cle distributed under the terms of the Crea ve Commons A ribu on-NonCommercial-ShareAlike 4. 0 Interna onal License . p://crea vecommons. org/licenses/by-nc-sa/4. which permits unrestricted non-commercial used, distribu on and reproduc on in any medium Keskom. Vol. No. April 2019 PENDAHULUAN Kecelakaan kerja merupakan kejadian yang dak terduga ( dak ada unsur kesengajaa. dan dak diharapkan karena mengakibatkan kerugian, baik materil maupun penderita bagi yang mengalaminya (Rejeki, 2. Menurut Heinirich dengan teori dominonya mengemukakan bahwa perilaku dibawah standar . nsafe ac. dan kondisi dibawah standar . nsafe condi on. merupakan penyebab langsung suatu kecelakaan dan penyebab utama dari kesalahan manajemen (Alamsyah. Data dari BPJS Ketenagakerjaan akhir tahun 2015 menunjukkan telah terjadi kecelakaan kerja sejumlah 105. kasus dengan korban meninggal dunia sebanyak 2. 375 orang. Angka kecelakaan yang terjadi di Propinsi Riau tercatat sebanyak 491 kasus kecelakaan kerja. Salah satu penyebab kejadiannya adalah pelaksanaan dan pengawasan yang belum maksimal, sekaligus perilaku masyarakat industri dan masyarakat umumnya yang belum op mal (Ketenagakerjaan, 2. Kasus kecelakaan yang terjadi terhadap pengemudi sampah sendiri erat kaitannya dengan prilaku sopir truk sampah sendiri, seper berhen dak pada tempat yang tepat, dak menghidupkan lampu hazard pada saat berhen marka jalan, parkir sembarangan di lajur jalan sebelah kanan tanpa menggunakan tanda berhen , dan sebagian supir ugal ugalan pada saat mengendarai truk sampah pada saat di jalan raya. Tentunya dampak yang mbul dari prilaku ini sangat membahayakan pengguna jalan yang ada dijalan raya itu sendiri dan mengancam keselamatan pengguna jalan raya. Perilaku berisiko . t risk behavio. adalah perilaku kegagalan dalam mengiku persyaratan dan prosedur-prosedur kerja yang benar sehingga menyebabkan terjadinya kecelakaan. At Risk Behavior pengemudi adalah ndakan dak aman pengemudi mobil dalam bekerja dijalan raya . alu linta. dalam keadaan normal yang dapat menimbulkan kerugian bagi diri sendiri maupun orang lain (Winarsunu, 2. Kriteria pengemudi terdiri dari 9 kriteria perilaku berisiko, yaitu dak membuat perencanaan perjalanan, dak melakukan pre-trip inspec on, dak memakai sabuk pengaman, mengemudi dengan kecepatan nggi, dak menjaga jarak iring, menginjak rem mendadak, berpindah jalur secara dak benar, dak berpandangan luas. jauh dan mengak an mata, dan bergerak mundur secara dak benar. Hasil peneli an (Yarmansyah, 2. didapatkan bahwa At Risk Behavior . pengemudi berhubungan dengan terjadinya kecelakaan kerja. Hasil peneli an (Meisyalla, 2. didapatkan bahwa faktor umur, perilaku bekerja dalam kondisi sakit, perilaku menggunakan ponsel, lama bekerja, perasaan lelah, perilaku merokok terdapat hubungan yang signiAkan dengan kecelakaan kerja pada pengemudi taksi. Sedangkan hasil peneli an (Shiddiq, 2. didapatkan bahwa umur, h p://jurnal. pengetahuan, sikap berhubungan dengan perilaku dak aman pada karyawan. Berdasarkan survey awal peneli pada pengemudi mobil sampah terhadap 15 pengemudi mobil sampah, didapatkan 80% perilaku berisiko pengemudi mobil masih sangat nggi karena masih banyak ditemukan pengemudi yang melakukan ndakan dak aman sewaktu bekerja seper dak menggunakan sabuk pengaman, mengemudi dengan kecepatan nggi dan menginjak rem mendadak. Faktor penghambat pengemudi dalam menerapkan keselamatan kerja yaitu karena pengetahuan, ngkat pendidikan yang masih rendah dan kurangnya kesadaran dari pengemudi untuk menjaga keselamatan kesehatan dalam Tujuan umum dari peneli an ini adalah diketahuinya faktorfaktor yang berhubungan dengan at Risk Behavior pada pengemudi mobil sampah. Sedangkan tujuan khusu peneli an ini adalah diketahuinya hubungan antara pengetahuan, sikap, pendidikan, pela han. SOP dan pengawasan pengemudi dengan at Risk Behavior pada pengemudi mobil sampah. METODE Peneli an ini merupakan peneli an kuan ta f anali k observasional dengan jenis desain analy c cross sec onal study. Populasi dan sampel dalam peneli an ini adalah seluruh pengemudi mobil sampah Di Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Pekanbaru yang berjumlah 122 pengemudi mobil sampah. Pengolahan data dilakukan dalam tahap-tahap edi ng, coding, entry, cleaning dan tabula ng. Analisis data yang digunakan adalah analisis univariat, bivariat dengan uji chi square dan mul variat dengan regresi logis k ganda. Tujuan analisis variabel adalah untuk menggambarkan distribusi frekuensi masing-masing kategori variabel, dan untuk mendeteksi variabel homogen dimana salah satu kategorinya kurang dari 15%. Tujuan analisis variabel adalah untuk mendeteksi hubungan yang signiAkan antara satu variabel independen dan satu variabel dependen dengan menghitung rasio odds (OR) pada ngkat kepercayaan 95% (CI 95%). Jika (CI 95%: POR => 1 -> . berar hubungan yang signiAkan . Jika (CI 95%: POR = <1 -> . dak signiAkan. Jika (CI 95%: POR = <1- <. berar signiAkan . Tujuan dari analisis regresi logis k ganda adalah untuk mendeteksi variabel independen yang dikonArmasi terkait dengan satu perilaku dak aman dengan melakukan dua tahap yaitu pemilihan bivariat dan pemodelan mul variat. HASIL Karakteris k peneli an, berdasarkan 122 pengemudi mobil sampah diketahui jenis kelamin pengemudi adalah semua lakilaki, dan rata-rata umur pengemudi Ou 30 Tahun yaitu 112 pengemudi . %). Ye , et al Perilaku Risiko pada Pengemudi Mobil Sampah Risk Behavior in Garbage Car Drivers Berdasarkan peneli an ini, diketahui bahwa pengemudi mobil sampah yang at risk behavior diperoleh 71 orang . ,2%) dan51 orang . ,8%) pengemudi yang safe behavior. Dari 122 pengemudi mobil sampah diperoleh 20,5% pengemudi mobil sampah mempunyai pengetahuan kurang tahu tentang at Risk Behavior dan 86,1% pengemudi mobil sampah mempunyai pengetahuan kurang paham tentang at Risk Behavior. 63,1% pengemudi mobil sampah mempunyai sikap nega f tentang at Risk Behavior. 16,4% pengemudi mobil sampah mempunyai pendidikan rendah. 54,9% pengemudi mobil sampah dak mendapatkan pela han terhadap pengemudi mobil sampah. 55,7% pengemudi mobil sampah dak mengiku SOP saat 79,5% pengemudi mobil sampah dak ada pengawasan saat bekerja. Tabel 1. Analisis Bivariat dan Mul variat hubungan pela han dan pengawasan dengan at risk behavior pada pengemudi mobil sampah Pada peneli an ini hasil pemodelan akhir mul variat didapatkan bahwa pela han berhubungan secara signiAkan dengan at Risk Behavior pengemudi . =0,. (CI95%: OR = 1,467-7,. dan pengawasan berhubungan secara signiAkan dengan at Risk Behavior pengemudi . =0,. (CI95%: OR = 1,243-8,. Variabel confounding: variabel SOP confounding terhadap variabel sikap dan variabel sikap confounding terhadap variabel pela han. Variabel yang dak berhubungan dengan at Risk Behavior adalah Pendidikan. PEMBAHASAN Pela han Pada peneli an ini ditemukan bahwa pengemudi mobil sampah yang dak mendapatkan pela han berpengaruh 3,29 kali untuk untuk at Risk Behavior dibandingkan pengemudi dengan mendapatkan pela han tentang at Risk Behavior (CI95%: OR = 1,467-7,. Pengemudi yang dak mendapatkan pela han mempunyai kecenderungan lebih besar untuk melakukan ndakan dak aman yang menjadi salah satu pemicu terjadinya kecelakaan. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mengurangi terjadinya kecelakaan adalah dengan memberikan pela han. Pela han diberikan dalam kurun waktu yang ditentukan pada tempat kerja. Pela han merupakan kunci utama untuk mengatur, mengendalikan, meningkatkan pengetahuan pengemudi dalam perilaku. Dalam hal ini variabel confounding yaitu variabel sikap. Pengemudi yang bersikap nega f berhubungan dengan adanya pela han pengemudi sehingga pengemudi akan mempengaruhi sikap dalam at Risk Behavior. Oleh karena itu, diharapkan kepada pengemudi agar mau mengiku pela han tentang mengemudi untuk merubah sikap pengemudi dari sikap nega f ke sikap posi f. Disarankan dapat memberikan kurikulum pela han dan biaya pela han bagi pengemudi mobil sampah, mengadakan pela han berkala minimal 6 bulan sekali dan pengemudi harus mengiku 9 kriteria program BBS dari melihat/menonton videovideo dan poster-poster tentang keselamatan dalam mengemudikan mobil. Peneli an ini sesuai dengan peneli an Firmansyah . menunjukkan bahwa ada hubungan yang signiAkan antara pela han mengemudi dengan perilaku safety driving pada pengemudi . = 0,. Pengawasan Pada peneli an ini ditemukan bahwa pengemudi mobil sampah yang dak ada pengawasan berpengaruh 3,32 kali untuk untuk at Risk Behavior dibandingkan pengemudi dengan ada pengawasan tentang at Risk Behavior (CI95%: OR = 1,243-8,. Agar pengawasan berhasil maka manajer harus melakukan kegiatan-kegiatan pemeriksaan, pengecekan, pencocokan, inspeksi, pengendalian dan berbagai ndakan yang sejenis dengan itu, bahkan bilamana perlu mengatur dan mencegah sebelumnya terhadap kemungkinan kemungkinan adanya yang mungkin terjadi. Diharapkan kepada supervisor agar meningkatkan sistem pengawasan kepada pekerja sesuai wilayah . ilayah tugas superviso. untuk memas kan pengemudi mobil sampah bekerja dengan baik dan bekerja sesuai dengan kebijakan/peraturan serta penambahan Sumber Daya Manusia (SDM) untuk supervisor. Peneli an ini sesuai dengan peneli an Taslia . didapatkan bahwa ada hubungan yang signiAkan antara pengawasan dengan perilaku dak aman . = 0,. Sedangkan peneli an Yarmansyah . di dapatkan ada hubungan yang signiAkan antara pengawasan dengan perilaku dak aman . = 0,. Pengawasan harus dilakukan semaksimal mungkin untuk menghindari terjadinya kecelakaan kerja. PEMBAHASAN Faktor pela han dan pengawasan berhubungan signiAkan terhadap at Risk Behavior pada pengemudi mobil sampah. Pengemudi yang dak mendapatkan pela han mempunyai kecenderungan lebih besar untuk melakukan ndakan dak t Risk Behavio. yang menjadi salah satu pemicu j u r n a l KESEHATAN KOMUNITAS Keskom. Vol. No. April 2019 terjadinya kecelakaan. Pela han merupakan kunci utama untuk mengatur, mengendalikan, meningkatkan pengetahuan pengemudi dalam perilaku. Kurangnya pengawasan kepada pengemudi mobil sampah mempengaruhi perilaku yang dak Untuk mencegahnya diharapkan kepada supervisor agar meningkatkan sistem pengawasan kepada pekerja sesuai Diupayakan kepada pengemudi mobil sampah diwajibkan mengiku pela han mengemudi untuk merubah sikap pengemudi dari sikap nega f ke sikap posi f atau dikenal dengan is lah devensive driving , supervisor dapat meningkatkan sistem pengawasan kepada pekerja dengan melakukan pengawasan secara menyeluruh dan membuat kebijakan baru supaya dapat memberikan kurikulum dan biaya pela han bagi pengemudi mobil sampah, mengadakan pela han berkala minimal 6 bulan sekali dan pengemudi harus mengiku 9 kriteria program BBS dari melihat/menonton video-video dan posterposter tentang keselamatan dalam mengemudikan mobil. KonCik Kepen ngan Kismiyatul Fitriya Mu ika dak memiliki konCik kepen ngan pada peneli an ini. Ucapan Terima Kasih Ucapan terima kasih sebesar-besarnya kepada seluruh pihak yang terlibat dalam peneli an ini. Kepada Ketua Prodi Magister Kesmas STIKes Hang Tuah Pekanbaru Dr. Mitra. SKM. MKM. Kepada Pembimbing Tesis Prof. Dr. Buchari Lapau. Makomul amin. SKM,M. Kes dan semua pihak yang dak bisa disebutkan satu persatu. DAFTAR PUSTAKA