Journal of Agritech Science. Vol 9 No 1. Mei 2025 OPTIMASI FORMULASI ES KRIM RENDAH LEMAK MENGGUNAKAN RESPONS SURFACE METHODOLOGY (RSM) Optimization of Low-Fat Ice Cream Formulation using Response Surface Methodology (RSM) Masrukan1. Anis Widi Puspitasari1. Kuntjahjawati SAR1. Alamin Gorotomole2 Prodi Teknologi Pangan. Fakultas Sains dan Teknologi. Universitas Widya Mataram. Yogyakarta Prodi Teknologi Industri Pertanian. Universitas Darussalam Gontor. Indonesia *Email: mrukan@gmail. com(Telp: 628562798. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan formulasi es krim rendah lemak yang didasarkan pada overrun dan waktu leleh es krim. Penelitian ini menggunakan metode Response Surface Methodology (RSM) yang dikombinasikan dengan Box-Behnken Design (BBD). Optimasi formulasi es krim dilakukan dengan menggunakan variasi susu full cream . ,5, 8,5, dan 10,5 . , baking powder . ,5. 1,25. dan 2,0 . , dan karagenan . ,4. 0,7. dan 1,0 . Hasil analisis ANOVA . nalysis of varianc. menunjukkan bahwa susu full cream dan baking powder memberikan pengaruh nyata . <0,. terhadap respon overrun, sedangkan karagenan memberikan pengaruh nyata . <0,. terhadap waktu leleh es krim. Optimasi untuk memperoleh respon overrun dan waktu leleh yang optimal menghasilkan formula dengan komposisi susu full cream 9,42 g, baking powder 2,0 g, dan karagenan 1,0 g. Es krim pada formulasi optimum memiliki karakteristik total padatan sebesar 34,76%, lemak 3,03%, dan protein 2,90%, dengan overrun sebesar 55,78% dan waktu leleh selama 25,57 menit. Kata kunci: es krim. RSM. BBD, waktu leleh, overrun. ABSTRACT This study aimed to optimize the formulation of low-fat ice cream based on overrun and melting time. The study used the Response Surface Methodology (RSM) combined with the BoxBehnken Design (BBD). The optimization of the ice cream formulation was conducted using variations in full cream milk . 5, 8. 5, and 10. , baking powder . 5, 1. 25, and 2. , and carrageenan . 4, 0. 7, and 1. The results of the ANOVA (Analysis of Varianc. showed that full cream milk and baking powder had a significant effect . <0. on the overrun response, while carrageenan had a significant effect . <0. on the ice cream melting time. Optimization was conducted to achieve the optimal overrun and melting time responses resulted in a formulation with 42 g of full cream milk, 2. 0 g of baking powder, and 1. 0 g of carrageenan. The ice cream from the optimal formulation had the following characteristics: total solids 34. 76%, fat 3. 03%, protein 90%, overrun 55. 78%, and a melting time of 25. 57 minutes. Keywords: ice cream, low-fat. RSM,BBD, melting time, overrun PENDAHULUAN diizinkan (Anonim, 2. Pada umumnya Es krim merupakan salah satu produk produk es krim memiliki rasa khas susu dan pangan olahan setengah beku berbahan dasar terasa manis sehingga digemari berbagai usia, susu (Clarke, 2. Menurut Standar Nasional mulai dari usia anak-anak hingga dewasa. Indonesia, . es krim merupakan produk Permintaan masyarakat terhadap konsumsi es makanan setengah beku yang dihasilkan melalui krim setiap tahun mengalami peningkatan. proses emulsifikasi susu atau produk campuran Menurut Lembaga Euromonitor Indonesia, pada susu, dengan atau tanpa penambahan bahan tahun 2020 permintaan produk es krim tercatat tambahan lain sesuai dengan kadar yang sebanyak 12,8 triliun dan meningkat sebesar Journal of Agritech Science. Vol 9 No 1. Mei 2025 15,8% pada tahun 2021, kemudian meningkat sejalan dengan prinsip pembuatan es krim yang kembali 7,4% pada tahun 2022 (Anonim, 2. menghendaki adanya gelembung udara yang Peningkatan tersebut disebabkan karena es krim terperangkap oleh lemak dalam susu. banyak dikonsumsi sebagai makanan maupun desert yang populer di kalangan masyarakat. Kemampuan lemak dalam memerangkap gelembung udara menyebabkan udara sulit Produk es krim diproses melalui tahap keluar. Namun jika terlalu banyak udara yang pencampuran dalam sistem emulsi lemak dalam dihasilkan, sedangkan jumlah lemak yang air . , pasteurisasi, homogenisasi, penuaan digunakan sedikit, maka dapat menyebabkan . , dan pembekuan yang mampu merubah terlepasnya udara, sehingga perlu dilakukan bentuk dari air menjadi semi padat. Es krim pengaturan penggunaan susu berlemak . disebut sebagai produk semi padat karena Selain terlepasnya udara, permasalahan lainnya tersusun oleh busa . dan kristal es akibat adalah overrun yang tinggi dapat menyebabkan dari proses homogenisasi dan pembekuan. es krim mudah meleleh. Penambahan karagenan Pembentukan busa . dapat mempengaruhi sebagai stabilizer mampu menghasilkan es krim volume pengembangan es krim . Istiqomah . menyatakan bahwa semakin (Istiqomah, 2. tinggi overrun maka semakin baik tekstur es Karagenan merupakan senyawa hidrokoloid krim, namun rendahnya overrun dapat terjadi yang pada proses pembuatan es krim secara manual Rhodophyceae jenis Eucheuma cottonii yang tanpa penggunaan Ice Cream Maker (ICM), memiliki sehingga perlu dilakukan usaha untuk mencapai Karagenan digunakan sebagai penstabil karena kondisi produk dengan overrun tinggi. Salah rantai satu cara dalam meningkatkan overrun adalah mampu mengikat air maupun gugus hidroksil dengan penambahan baking powder. lainnya (Suryaningrum, 2. Sifat hidrofilik Baking powder merupakan zat organik yang karagenan yang ditambahkan pada produk es termasuk dalam golongan bahan pengembang krim . aising agen. Baking powder tersusun oleh menstabilkan emulsi, mencegah terbentuknya natrium bikarbonat (NaHCO. yang dapat kristal es yang besar, menjadikan es krim lebih bereaksi dengan air, sehingga menghasilkan gas halus dan lembut, serta memperlambat waktu (CO. Gas CO2 dapat leleh (Susrini, 2. berfungsi dalam meningkatkan volume es krim. Berbagai penelitian mengenai penambahan Gas CO2 membentuk gelembung udara yang bahan pengembang dan stabilizer pada es krim dapat mendorong adonan es krim ke atas, telah banyak dilakukan. Rahmawati . sehingga volume es krim meningkat. Hal ini menyebutkan bahwa hasil organoleptik es krim Journal of Agritech Science. Vol 9 No 1. Mei 2025 powder baking terendah yaitu 1,25% dan gum arab 0,7%. dilakukan mixing . omogenisasi I) dengan Meskipun demikian analisa overrun dan waktu kecepatan leleh belum dilakukan, sehingga diperlukan Selanjutnya, campuran dimasukkan ke dalam penelitian mengenai overrun dan waktu leleh es refrigerator suhu 4 oC selama 4 jam. Campuran Berdasarkan penelitian tersebut dapat yang sudah dingin kemudian dilakukan mixing cara . omogenisasi II) kembali dengan kecepatan 5 kondisi selama 5 menit. Campuran es krim dimasukkan optimum overrun dan waktu leleh es krim ke dalam wadah tertutup dan dibekukan. Rancangan Penelitian Optimasi kondisi formulasi es krim rendah METODE PENELITIAN lemak menggunakan Box Behnken design Bahan Bahan-bahan dalam (BBD). Terdapat 3 independen faktor meliputi pembuatan roti tawar adalah Bahan baku rasio full cream (X. , baking powder (X. , dan pembuatan es krim diantaranya adalah susu full karagenan (X. yang masing-masing terdiri atas cream merk Dancow . % lema. , susu skim 3 level. Desain level dari independen faktor merk Indoprima . ,42% protei. , gula pasir, dapat dilihat Tabel 1. Sedangkan desain BBD garam, karagenan, baking powder, dan air. Cloroform. HCl. H2SO4, larutan ditunjukkan dalam Tabel 2. Data yang Na2SO4 katalisator campuran Na2SO4:HgO, dihasilkan berupa respon overrun dan waktu H3BO3. Merck (Darmstadt, leleh dari setiap kondisi formula menggunakan German. model matematika second-order polynomial: Tahapan Penelitian Pembuatan Es krim Pembuatan es krim mengacu pada metode yang dikembangkan oleh Rahmawati . Bahan-bahan pembuatan es krim . ull cream bubuk, susu skim bubuk, gula, garam, karagenan, dan ai. dilakukan homogenisasi menggunakan mixer dengan kecapatan 500 rpm selama 5 menit sampai homogen. Pasteurisasi campuran . arutan sus. pada suhu 70-80 oC selama 25 detik Dimana Y merupakan prediksi dari respon, i ii ij Pada model ini Xi. Xj,Xk mempengaruhi proses formulasi es krim. A merupakan random error. Keberhasilan model yang dikembangkan ditentukan pada nilai sambil dilakukan pengadukan. Penambahan Journal of Agritech Science. Vol 9 No 1. Mei 2025 koefisien R2. Signifikansi dari model koefisien diperoleh digunakan untuk interpretasi efek regresi dievaluasi menggunakan analysis of interaksi antara variance (ANOVA). independent faktor terhadap Selanjutnya, kurva 3 variabel respon Design Expert 13 (Stat-Ease, dimensi dari response surface plots yang Inc. USA). Tabel 1. Faktor dan level yang digunakan untuk optimasi formula es krim rendah lemak Faktor Satuan Full cream (X. Baking powder (X. 1,25 Karagenan (X. Tabel 2. Desain BBD pada formulasi es krim rendah lemak Susu full Baking powder Karagenan Run cream . 1,25 1,25 1,25 1,25 1,25 1,25 1,25 Analisis Fisik dan Kimia Analisis fisik es krim meliputi overrun (Trivana et al. , 2. dan waktu . leleh (Chandra, 2. Sedangkan analisa kimia meliputi lemak, protein dan padatan terlarut (Chandra, 2. Analisis Statistik Overrun (%) 33,33 47,37 33,33 52,63 31,58 33,33 27,77 31,58 28,57 35,29 Waktu leleh 10,23 18,14 27,07 15,56 11,42 7,24 25,13 21,36 19,52 23,05 14,21 16,29 6,38 14,54 Penelitian ini menggunakan ANOVA untuk menganalisis desain eksperimen secara statistik dan menilai interaksi antar variabel dan pengaruhnya terhadap hasil yang diamati. Signifikansi statistik parameter dan kecukupan model dievaluasi menggunakan uji F, nilai p, dan koefisien regresi (R. Journal of Agritech Science. Vol 9 No 1. Mei 2025 HASIL DAN PEMBAHASAN krim dengan penambahan baking powder yang Es krim susu . airy ice crea. merupakan realtif tinggi membentuk foam es krim yang diolah rapuh, sehingga gelembung udara mudah untuk menggunakan susu atau produk susu atau keluar di permukaan. campurannya, tanpa penambahan lemak selain lemak susu. Sedangkan es krim adalah produk Evaluasi Efek Variabel pada Formulasi Es beku yang diperoleh dari susu atau produk susu Krim atau campurannya yang sebagian lemak susu Optimasi formula es krim rendah lemak diganti dengan lemak nabati. Sherbet dan sorbet menggunakan BBD. Beberapa pada umumnya menggunakan bahan berupa digunakan untuk mengetahui pengaruhnya campuran buah dan air (Anonim, 2. Nilai terhadap nilai overrun dan waktu leleh, yaitu: over pada penelitian ini 25-56,1%, sedangkan full cream, baking powder dan karagena. 10,23-27,07 didasarkan pada studi literatur pada pembuatan Keberhasilan pembentukan es krim dipengaruhi es krim. ANOVA menunjukan pengaruh masigoleh jenis bahan yang digunakan dan metode masing variable terhadap nilai overrun dan Rahmawati . melaporkan es kecepatan leleh (Tabel . Tabel 3. Analisa ANOVA overrun dan waktu leleh es krim rendah lemak Source Model Efek linear Efek interaksi X1X2 X1X3 X2X3 Efek kuadrat X12 X22 X32 Lack of fit Adjusted R2 Predicted R2 Overrun (Y. F-value p-value 45,42 0,0003 425,30 238,49 348,08 130,54 73,20 106,84 < 0,0001* 0,0004* 0,0001* 18,06 30,09 34,22 5,54 9,23 10,50 0,0652** 0,0288* 0,0229* 101,17 31,05 0,0026* 112,59 34,56 0,0020* 22,44 6,89 0,0468* 3,48 1,19 0,99 0,97 0,87 0,4869** Mean Square 147,98 Waktu Leleh (Y. Mean F-value Square 160,02 37,10 p-value < 0,0001 32,81 181,83 265,42 7,60 42,15 61,53 0,0186* < 0,0001* < 0,0001* 4,38 1,09 0,91 0,89 0,83 0,5647** X1= susu full cream . X2= baking powder . X3= karagenan . (*) Signifikan pada p-value <0,05. (**) Tidak signifikan pada p-value >0,05. Tabel ANOVA di atas menampilkan hasil kuadrat dari ketiga variabel terbilang signifikan analisa yang menujukkan kecocokan model terhadap respon overrun. beserta efek linear, interaksi, dan kuadrat dari Pada hasil pengujian model terdapat nilai komponen penyusun es krim yang terdiri dari lack of fit yang diartikan sebagai penyimpangan susu full cream, baking powder, dan karagenan. atau ketidaktepatan terhadap model. Lack of fit Selain itu terdapat mean square . umlah kuadrat respon overrun menampilkan hasil pengujian F-value, p-value. ANOVA dengan nilai sebesar 0,48 yang menunjukkan merupakan hasil analisa berdasarkan sampel bahwa yang tidak yang telah diuji pada respon overrun dan waktu signifikan . >0,. , sehingga model dapat leleh es krim. Pada dasarnya ANOVA digunakan diterima. Selain untuk melihat nilai signifikasi komponen- determinasi (R. menghasilkan nilai sebesar komponen yang terlibat. Nilai signifikasi pada 0,99. Nilai tersebut terbilang tinggi karena nilai umumnya dilihat berdasarkan nilai p-value pada R2 berkisar antara 0-1, semakin mendekati 1 . <0,. Nilai p-value <5% maka menunjukkan bahwa model maupun komponen percobaan atau variabel penyusun memiliki pengaruh nyata mendekati eksperimen sebenarnya. terhadap hasil respon. Berdasarkan Pada respon waktu leleh desain model yang Tabel ANOVA digunakan adalah model linear dengan nilai p menunjukkan model quadratic yang digunakan <0,0001 sehingga aplikasi model sangat sesuai pada respon overrun memiliki p-value 0,0003 dengan hasil penelitian. Variabel susu full . <0,. yang dapat diartikan bahwa model cream, baking powder, dan karagenan memiliki quadratic sangat efisien untuk menyesuaikan nilai yang signifikan . <0,. terhadap efek Pada quadratic linear respon waktu leleh. Selain itu nilai lack of masing-masing fit variabel independen yang terdiri dari susu full menunjukkan 0,56 cream, baking powder, dan karagenan yang penyimpangan yang tidak berarti atau tidak sangat berpengaruh terhadap respon overrun signifikan . >0,. Nilai R2 sebesar 0,91 . <0,. Selain adanya efek linear, interaksi diartikan bahwa model yang digunakan sangat pengaruh efektif signifikan terutama interaksi antara susu full prediksi sehingga model diterima. cream dan baking powder serta baking powder Optimasi Formulasi Es Krim Rendah Lemak dan karagenan, namun interaksi antara susu full Model polinomial merupakan sebuah sistem cream dan baking powder tidak signifikan persamaan yang menghubungkan antara faktor . >0,. dengan nilai 0,0652. Sedangkan efek X dan respon Y untuk melihat pengaruh susu full cream, baking powder, dan karagenan Dimana Y = prediksi fungsi respon . verrun, terhadap respon. Model regresi polinomial waktu lele. , i = koefisien linier, ii = kuadrat orde dua digunakan untuk memprediksi koefisien interaksi. Xi. Xj. Xk merupakan respon Y berupa respon overrun dan waktu leleh faktor independen yang mempengaruhi proses es krim. Model persamaan yang digunakan pada ekstraksi. A adalah kesalahan acak. Persamaan respon Y ditunjukkan pada persamaan berikut. polinomial dapat dilihat pada Tabel 4. Tabel 4. Model polinomial orde dua overrun dan waktu leleh Respon Model polinomial orde dua Overrun Y1 = 33,3 7,29X1 5,46 X2 6,59 X3 2,74X1X3 2,93X2X3 5,23 X12 5,52 X22 Ae 2,47 X32 Waktu leleh Y2 = 16,46 Ae 2,02 X1 4,77 X2 5,76 X3 Model polinomial orde ke dua didapatkan komponen mengakibatkan rendahnya tegangan dari ANOVA. Persamaan yang didapatkan antar permukaan lemak, sehingga membuat tersebut merupakan persamaan dalam bentuk lemak menyebar ke seluruh permukaan adonan variabel atau faktor-faktor yang dikodekan dan dengan luas permukaan yang semakin besar, berfungsi untuk membuat prediksi mengenai namun lemak tersebut menjadi tidak stabil respon pada tingkat tertentu dari masing-masing . Lemak yang tidak stabil tersebut variabel atau faktor. Pada dasarnya, faktor yang kemudian membentuk jaringan dan terikat kuat memiliki pengaruh tinggi diberi kode 1 dan pada dinding udara (Loffredi, 2. Selain variabel dengan pengaruh rendah diberi kode -1. Persamaan dengan kode tersebut berfungsi terperangkapnya untuk mengidentifikasi dampak negatif dari penambahan variabel-variabel membandingkan meningkatkan pertambahan volume es krim koefisien faktor. Penggunaan melalui reaksi yang terjadi antara natrium yang bikarbonat (NaHCO. yang bersifat polar dan mengandung lemak dapat membantu menahan kemudian terkena panas sehingga menghasilkan terlepasnya udara di dalam adonan. Hal ini gas karbon Gas CO2 yang terbentuk mendorong terjadi selama proses agitasi atau homogenisasi adonan, sehingga volume es krim semakin naik yang menyebabkan komponen terpecah menjadi yang kemudian terikat oleh globula lemak. Terpecahnya Pertambahan volume terus terjadi seiring dengan Journal of Agritech Science. Vol 9 No 1. Mei 2025 bertambahnya penggunaan susu full cream hingga 120%. Rendahnya perolehan overrun dan baking powder hingga mencapai nilai pada penelitian ini kemungkinan disebabkan overrun 56,1%. Menurut Marshall . , oleh kandungan lemak yang sedikit. Semakin tergabungnya seluruh komponen penyusun es sedikit kandungan lemak, maka semakin rendah krim memungkinan seluruh udara stabil dan overrun es krim (Alfadila, 2. dapat dipertahankan serta menghasilkan overrun Gambar 1. Respon Plot Kontur dari variabel pada nilai overrun dan titik leleh es krim Kondisi untuk dalam menghasilkan overrun paling tinggi yaitu memperoleh formulasi dengan kondisi paling pada susu full cream 9,42 g, baking powder 2,0 ideal pada hasil respon yang tinggi maupun g, dan karagenan 1,0 g. Kondisi tersebut rendah sesuai dengan kriteria yang diinginkan. kemudian diubah dalam bentuk plot kontur Optimasi es krim dengan variasi susu full cream, sehingga dihasilkan plot seperti Gambar 1. Prediski kondisi optimum pada formulasi mendapatkan respon overrun tertinggi pada yang telah ditetapkan kemudian dilakukan penggunaan bahan paling tinggi yaitu susu full pengujian kembali terhadap respon overrun dan cream 10,5 g, baking powder 2,0 g, dan waktu leleh. Formulasi susu full cream 9,42 g, karagenan 1,0 g dengan hasil overrun sebesar baking powder 2,0 g, dan karagenan 1,0 g 56,10% 27,07 mampu menghasilkan overrun sebesar 55,78% Berdasarkan hasil tersebut, formulasi terbaik dan pelelehan selama 25,57 menit. Sehingga Journal of Agritech Science. Vol 9 No 1. Mei 2025 tersebut yang dihasilkan adalah pada penggunaan susu mendekati prediksi. full cream 9,42 g, baking powder 2,0 g, dan Analisis Kimia dan Fisik Es Krim Pada karagenan 1,0 g yang kemudian dijadikan Kondisi Optimum sebagai formulasi dalam pembuatan es krim Analisis dilakukan rendah berdasarkan hasil optimum dengan respon lainnya . aram, gula, dan ski. overrun dan waktu leleh. Analisis kimia Perbandingan karakteristik susu rendah lemak dilakukan untuk mengetahui kandungan gizi hasil optimasi dengan es krim komersial yang terdapat di dalam es krim. Nilai optimum disajikan pada Tabel 5. Tabel 5. Perbandingan hasil analisa kimia dan fisik es krim No. Kriteria Kimia Total padatan Lemak Protein Fisik Overrun Waktu leleh Es krim hasil optimasi Es krim SNI 3713:2018 34,76 % 3,03 % 2,90% 32,48 % 2,68 % 1,52 % Min. Min. 5,0 % Min. 2,7 % 55,78% 25,57 menit 17,34 menit mengandung minimal 1% lemak dari total Berdasarkan tabel di atas, analisa kimia yang dilakukan hanya total padatan, lemak dan protein, sedangkan analisa lainnya seperti karbohidrat dan abu tidak dilakukan. Hal ini mengacu pada standar SNI 3713:2018 mengenai syarat mutu es krim. Hasil analisa lemak pada es krim optimasi yaitu sebesar 3,03%. Angka tersebut dinilai cukup kecil karena penggunaan susu full cream <10 g dan skim 8,5 g dalam satu Kadar tersebut belum memenuhi standar SNI yang mensyaratkan kadar lemak es krim minimal sebesar 5%. Namun hasil analisa kadar lemak mendekati kadar lemak es krim komersial yaitu sebesar 2,68%. Es krim dengan kadar lemak <5% termasuk ke dalam jenis es krim rendah lemak. Clarke, . menyebutkan bahwa es krim rendah lemak setidaknya Kadar protein es krim optimasi sebesar 2,90%, lebih tinggi dibandingkan es krim komersial dengan kadar 1,52%. Kadar protein es krim hasil penelitian ini dinilai memenuhi standar SNI dengan kadar protein minimal 2,7%. Hal ini dikarenakan terdapat beberapa bahan yang menjadi sumber protein es krim diantaranya adalah susu skim, susu full cream, dan karagenan. Menurut susu skim mengandung protein tinggi sebesar 35,6% (Diputra, 2. menggunakan susu skim sebanyak 8,5g. Susu full cream mengandung protein sebesar 6g/25 g bahan (Fat Secret, 2. dengan penggunaan pada formulasi sebesar 9,422 g. Sedangkan karagenan dapat mengandung protein berkisar Journal of Agritech Science. Vol 9 No 1. Mei 2025 antara 4,81 Ae 9,43% (Suryani, 2. , dalam kondisi optimum dengan variasi krim, baking penelitian ini menggunakan karagenan sebesar 1 powder, dan karagenan sebesar 55,78% dan waktu leleh 25,57 menit Analisa fisika juga dilakukan terhadap es dengan kadar padatan 34,76 %, lemak 3,03 %, krim hasil optimasi yaitu overrun dan waktu serta protein 2,90 %. Overrun es krim hasil optimasi mempunya nilai yang lebih tinggi dibandingkan es krim DAFTAR PUSTAKA Es krim hasil optimasi mampu Alfadila. Pengaruh Pemanis memeleh dalam waktu 23,40 menit per 2 gram Terhadap Mutu Fisik. Kimia, dan sensoris Es Krim Sari Kedelai Jeruk Manis (Citrus memerlukan waktu 10,24 menit per 2 gram Jurnal Teknologi sampel untuk meleleh sempurna, sehingga dapat Pertanian. Vol. Xi. No. Hasil disimpulkan bahwa es krim hasil optimasi Anonim. Badan Standarisasi Nasional memiliki waktu leleh yang lebih rendah atau Indonesia. SNI 3713:2018. Jakarta: BSN meleleh lebih lama dibandingkan dengan es Anonim. 3, . Ice Cream in Indonesia. krim yang beredar di pasaran. Lamanya waktu Tersedia leleh es krim optimasi dikarenakan total padatan https://w. com/ice-cream- lebih banyak dibandingkan dengan es krim in- indonesia/report. Diakses pada 27 komersial, selain itu penambahan karagenan Maret 2023 menyebabkan es krim memiliki kekentalan yang AOAC . Official Method: The Assosiation lebih besar serta menyebabkan udara di dalam Official Analytical adonan es krim tidak cepat terlepas sehingga Assosiation waktu leleh menjadi lebih lama. Washington DC Chemist. Analytical The Chemist. Chandra. Rani. Pemanfaatan KESIMPULAN Metode RSM yang dikombinasikan dengan BBD mampu berhasil mendapatkan formula optimal pada pembuatan es krim rendah lemak. Full cream dan baking powder mempunyai pengaruh nyata . <0,. pada nilai overrun dan titik leleh eskrim. Optimasi formulasi es krim penggunaan susu full cream 9,42 g, baking powder 2,0 g, dan karagenan 1,0 g. Es krim pada Susu Full cream dan Minyak Sawit Merah dalam Pembuatan Es Krim Ubi Jalar Ungu. JOM FAPERTA Vol. 4 No. 2, 4. Clarke. The Science Of Ice Cream. Cambridge. UK: The Royal Society of Chemistry. Diputra. Pengaruh Penambahan Susu Skim Terhadap Karakteristik Journal of Agritech Science. Vol 9 No 1. Mei 2025 Yoghurt Jagung Manis (Zea Mays L. Pengembang-pada-Pembuatan-Es-Krim- Saccharat. Pro Food, 8. , 1Ae13. Instan-Ditinjau-Dari-Mutu-Organoleptik- Fat Secret. Susu full cream. Tersedia Dan-Tingkat-Kelarutan. pdf, diakses pada https://w. id/kalori- gizi/search?q=susu full cream dancow. Diakses pada 05 Juni 2023 tanggal 13 Maret 2024. Suryani. Karakteristik Kualitas Karaginan dari Rumput Laut Kappaphycus Istiqomah. Karakterisasi Es Krim alvarezii dengan Perlakuan Bleaching Edamame Dengan Variasi Jenis Dan Jumlah Pentabil. Jurnal Agroteknologi Organoleptik Vol. 11 No. Teknik Pertanian Lampung, 166. Loffredi. Eleonora. Maria Eletta Moriano. Letizia Masseroni. Cristina Berbeda Kajian Kualitas Proksimat. Jurnal Suryaningrum. Penggunaan Kappa-Karaginan Sebagai Bahan Alamprese. AuEffects of Different Penstabil Pada Pembuatan Fish Meat Loaf Emulsifier Substitutes on Artisanal Ice Dari Ikan Tongkol (Euthyinnus pelamys. Cream Quality. Ay LWT 137: 110499. L). Marshall. Robert. Ice Cream Edition. New York: Springer Science & Business Media. Jurnal Indonesia. Edisi Pasca Panen Vol. 8 No. Susu. Fakultas Peternakan Universitas bahan pengembang dalam pembuatan es Brawijaya. Indonesia. Universitas Brawijaya. Perikanan Susrini, 2003. Pengantar Teknologi Pengolahan Rahmawati RD, 2012. Tingkat penambahan Penelitian Malang. Jawa Timur. Trivana. , & Wungkana. The (Onlin. Substitution of Milk Fat with Virgin http://fapet. id/wpcontent/uploads/20 Coconut Oil to Ice Cream Quality. Jurnal 13/04/Tingkat-Penambahan-Bahan- Palma, 20. , 101Ae109