Sci-Tech Journal Volume 4 Nomor 3 . 281 Ae 293 E-ISSN 2830-6759 DOI: 10. 56709/stj. Pengaruh Edukasi Kesehatan dalam Mencegah Infeksi Saluran Kemih pada Remaja Putri: Literature Review Lailatul Aina Naswa1. Noveri Aisyaroh2 1,2Universitas Islam Sultan Agung 9h@gmail. com1, noveri@unissula. ABSTRACT Urinary Tract Infection (UTI) is a health problem that often occurs in adolescent girls, especially due to lack of knowledge and awareness of reproductive health. Health education is one of the important strategies in preventing UTI. Objective: To analyze the effectiveness of health education in improving understanding and behavior of adolescent girls in preventing UTI through a literature Method: Searching articles from Google Scholar and PubMed with related keywords. After going through a selection process based on inclusion criteria, five selected articles were analyzed based on the effectiveness of health education in improving knowledge, awareness, motivation, attitudes, and behavior of adolescents towards preventing UTI. Results: Health education plays a significant role in improving understanding and healthy behavior of adolescent girls. Discussion: Interactive educational methods such as lectures and video media have been shown to be more effective than conventional methods such as leaflets or other printed materials. Conclusion: An innovative and technology-based educational approach is needed to improve the effectiveness of UTI prevention programs in adolescent Therefore, educational institutions and health workers are advised to develop more interesting and easy-to-understand educational strategies to increase awareness and reduce the prevalence of UTI among adolescents. Keywords : Urinary Tract Infectio. Health Education. Prevention. Adolescent Girls. ABSTRAK Infeksi Saluran Kemih (ISK) merupakan suatu masalah kesehatan yang sering terjadi pada remaja putri, terutama akibat kurangnya pengetahuan dan kesadaran mengenai kesehatan Edukasi kesehatan menjadi salah satu strategi penting dalam pencegahan ISK. Tujuan: Menganalisis efektivitas edukasi kesehatan dalam meningkatkan pemahaman dan perilaku remaja putri dalam pencegahan ISK melalui kajian literature review. Metode: penulusuran artikel dari Google Scholar dan PubMed dengan kata kunci terkait. Setelah melalui proses seleksi berdasarkan kriteria inklusi, lima artikel terpilih dianalisis berdasarkan efektivitas edukasi kesehatan dalam meningkatkan pengetahuan, kesadaran, motivasi, sikap, dan perilaku remaja terhadap pencegahan ISK. Hasil: Edukasi kesehatan berperan signifikan dalam meningkatkan pemahaman dan perilaku sehat remaja putri. Pembahasan: Metode edukasi yang interaktif seperti ceramah, dan media video, terbukti lebih efektif dibandingkan metode konvensional seperti leaflet atau bahan cetak lainnya. Kesimpulan: Pendekatan edukasi yang inovatif dan berbasis teknologi diperlukan untuk meningkatkan efektivitas program pencegahan ISK pada remaja putri. Oleh karena itu, institusi Pendidikan dan tenaga kesehatan disarankan untuk mengembangkan strategi edukasi yang lebih menarik dan mudah dipahami untuk meningkatkan kesadaran serta mengurangi prevalensi ISK di kalangan remaja. Kata kunci : Infeksi Saluran Kemih. Edukasi Kesehatan. Pencegahan. Remaja Putri PENDAHULUAN Menurut World Organization Health (WHO), masa remaja . merupakan masa peralihan dari anak-anak menuju dewasa, biasanya ditandai dengan perkembangan fisik, mental, sosial, maupun emosional (Anggraini et al. , 2. Masa pubertas remaja putri 281 | Volume 4 Nomor 3 2025 Sci-Tech Journal Volume 4 Nomor 3 . 281 Ae 293 E-ISSN 2830-6759 DOI: 10. 56709/stj. dimulai usia 10-19 tahun. Masa ini merupakan masa yang paling penting karena di masa inilah individu mulai memahami peran gender mereka. Jadi secara umum, masa ini menandai awal transisi menuju kedewasaan fisik maupun emosional (Panjaitan et al. Perubahan fisik remaja bisa mengarah pada kondisi reproduksinya, masalah utama Kesehatan Reproduksi Remaja (KRR) yang ada di Indonesia meliputi tidak tanggapnya remaja mengenai informasi mengenai kesehatan reproduksinya. Akibat dari mengabaikan Kesehatan reproduksi ini akan berdampak pada berbagai permasalahan seperti kehamilan tidak diinginkan (KTD), aborsi, pernikahan dini. IMS (ISK) , dan HIV/AIDS (Aryani et al. Infeksi Saluran Kemih (ISK) merupakan keadaan saluran kemih terdapat bakteri yang disebabkan dari mikroorganisme yang mempunyai potensi masuk ke saluran kemih (Abbas et al. , 2. WHO melaporkan. Infeksi Saluran Kemih (ISK) merupakan infeksi menular yang paling sering terjadi di dunia setelah Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA), kejadian ini telah dilaporkan 8,3 juta kasus per tahunnya (Tara et al. , 2. Di Indonesia sendiri Departemen Kesehatan Republik Indonesia telah memperkirakan tiap 100. penduduk telah terjadi ISK 90-100 kasus atau sekitar 180. 000 kasus baru per tahunnya (Kemenkes K. , 2. Di Jawa Tengah prevalensi ISK sebanyak 13,5 % (RISKESDAS, 2. Menurut penelitian Pytagoras . , angka kejadian ISK pada remaja yang berusia 10-18 tahun sebesar 35% - 42% dan pada dewasa yang berusia 19-22 tahun sebesar 27% - 33% (Maulani & Siagian, 2. Infeksi Saluran Kemih (ISK) merupakan masalah kesehatan serius yang dapat menyebabkan morbiditas hingga mortalitas jika tidak segera tertangani (Maulani & Siagian. Infeksi ini banyak dijumpai pada wanita daripada laki-laki, hal ini dikarenakan wanita memiliki uretra yang lebih pendek, sehingga bakteri lebih mudah masuk ke dalam saluran kemih (Abbas et al. , 2. Wanita akan mengalami infeksi ini berulang dalam hidup mereka, sedangkan pada laki-laki hanya terjadi di usia 50 tahun keatas (Nursalam et al. ISK jika di biarkan bisa menyebabkan komplikasi seperti penyakit gonorhea, herpes, mikoplasma, dan batu saluran kemih (Lucitania Floreca Mokos et al. , 2. Penanganan ISK yang tidak tepat dan baik dapat menyebabkan mikroorganisme berpindah secara ascending dari Vesica Urinaria (VU) menuju ginjal dan menyebabkan pielonefritis atau infeksi pada ginjal, hal ini bisa terjadi berulang dan mengakibatkan gagal ginjal kronis jika cukup parah (Telaumbanua, 2. Infeksi Saluran Kemih merupakan masalah kesehatan yang sering dijumpai pada masyarakat, dan mikroorganisme yang paling banyak menjadi peran utama ialah Escherichia coli (E. Infeksi ini juga bisa timbul karena faktor kebiasaan yang kurang baik, seperti kurangnya menjaga kebersihan badan terutama pada organ intim. Penelitian Arantika . dalam Maulani . , remaja menjadi kelompok rentan dalam kejadian ISK, hal ini disebabkan oleh kurangnya paparan informasi terkait pencegahan ISK dan banyak pula remaja yang mengabaikan informasi terkait ini karena pemikiran yang labil dan mudah terpengaruhi. Hal ini mengakibatkan remaja lebih mudah terkena ISK (Maulani & Siagian, 2. Faktor lain yang bisa menyebabkan ISK yaitu sering menahan BAK, usia, jenis kelamin, dan banyaknya konsumsi air (Citra Selima et al. , 2. (Nursalam et al. 282 | Volume 4 Nomor 3 2025 Sci-Tech Journal Volume 4 Nomor 3 . 281 Ae 293 E-ISSN 2830-6759 DOI: 10. 56709/stj. Pengetahuan merupakan faktor utama dalam mengubah perilaku seseorang terhadap kesehatan (Rahman M Taufiq, 2. Hal tersebut sesuai dengan penelitian Irawan . dalam Purba . , yang menafsirkan hampir seluruh respondennya memiliki pengetahuan sedang mengenai kesehatan reproduksi remaja. Penelitian lain dari Wahyuningsih dan Nurhidayati . , juga berpendapat bahwa pengetahuan remaja mengenai kesehatan reproduksi cenderung masih kurang yaitu 62,85% pada remaja putri (Mareti & Nurasa, 2. Berdasarkan tingginya kasus ISK pada remaja dan upaya pencegahan melalui edukasi kesehatan, maka peneliti tertarik melakukan analisis media edukasi kesehatan dalam pencegahan Infeksi Saluran Kemih pada remaja. TINJAUAN LITERATUR Penelitian ini berlandaskan pada teori kesehatan masyarakat dan perubahan perilaku, terutama dalam konteks edukasi kesehatan. Salah satu teori yang relevan adalah Health Belief Model (HBM), yang menyatakan bahwa seseorang akan mengadopsi perilaku kesehatan tertentu jika mereka memiliki persepsi risiko yang tinggi terhadap suatu penyakit, memahami manfaat tindakan pencegahan, dan mempunyai dorongan atau cue to action untuk bertindak. Selain itu, teori Social Cognitive Theory juga digunakan untuk memahami bagaimana edukasi kesehatan dapat mempengaruhi perilaku individu. Menurut teori ini, pembelajaran terjadi melalui observasi dan pengalaman secara langsung, sehingga intervensi edukasi yang menggunakan media interaktif seperti video atau ceramah interaktif akan lebih efektif dalam meningkatkan kesadaran dan sikap positif terhadap kesehatan reproduksi dan pencegahan ISK (Islam KF. Beberapa penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa edukasi kesehatan memiliki dampak yang signifikan terhadap peningkatan pengetahuan, kesadaran, motivasi, dan perilaku remaja dalam mencegah ISK: Telaumbanua & Natalia . menemukan bahwa promosi kesehatan melalui intervensi edukatif secara signifikan meningkatkan pengetahuan dan perilaku pencegahan ISK pada siswa/siswi SMA. Choiri & Putri . melaporkan bahwa penyuluhan mengenai perineal hygiene dapat meningkatkan kesadaran wanita usia subur terhadap pentingnya menjaga kebersihan organ kewanitaan, yang berkontribusi terhadap pencegahan ISK. Magdalena et al. meneliti efektivitas promosi kesehatan dalam meningkatkan motivasi dan pengetahuan remaja putri tentang hygiene genitalia eksterna, yang pada akhirnya berdampak pada penurunan risiko ISK. Ika & Lobhoo . menegaskan bahwa edukasi kesehatan berbasis video lebih efektif dibandingkan leaflet dalam meningkatkan sikap positif terhadap kebersihan organ Dwimantoro et al. menunjukkan bahwa metode ceramah interaktif efektif dalam meningkatkan pemahaman santriwati mengenai ISK dan pencegahannya. Penelitian ini berkontribusi pada ilmu pengetahuan dengan menghadirkan analisis sistematis terhadap efektivitas berbagai metode edukasi kesehatan dalam pencegahan ISK pada remaja putri. Berbeda dengan studi terdahulu yang hanya fokus pada satu metode edukasi, penelitian ini mengkaji berbagai pendekatan seperti promosi kesehatan, 283 | Volume 4 Nomor 3 2025 Sci-Tech Journal Volume 4 Nomor 3 . 281 Ae 293 E-ISSN 2830-6759 DOI: 10. 56709/stj. penyuluhan interaktif, dan penggunaan media digital untuk memahami metode mana yang paling efektif dalam meningkatkan pengetahuan, kesadaran, motivasi, sikap, dan perilaku Studi sebelumnya telah menunjukkan bahwa edukasi kesehatan berperan penting dalam meningkatkan kesadaran dan perilaku sehat, namun penelitian ini lebih jauh mengeksplorasi efektivitas berbagai metode penyampaian edukasi, termasuk media digital yang lebih sesuai dengan kebiasaan belajar remaja saat ini. METODE PENELITIAN Penulisan artikel ini menggunakan metode berupa kajian literature review. Pengumpulan data yang dilakukan dengan mencari beberapa artikel dengan kata kunci AuInfeksi Saluran Kemih RemajaAy dan AuEdukasi KesehatanAy dengan hasil di dapatkan 1. artikel di Google Scholar, kemudian memasukkan keyword AuUrinary Tract InfectionAy dan AuHealth EducationAy di PubMed dan didapatkan hasil 14 artikel. Kriteria inklusi dalam artikel ini yaitu terindeks Sinta dan Scopus, menggunakan pendekatan kuantitatif, terbit 5 tahun terakhir, dan topik ISK pada remaja dan pencegahannya. Setelah di eksklusi hasil yang didapatkan yaitu 5 artikel: IDENTIFIKASI Penelusuran melalui PubMed dan Google Scholar Hasil Penelusuran . tahun terakhi. PubMed Google Scholar . = . = 1. Jurnal yang ditemukan PEMERIKSAAN . = 1. Skrining tahap pertama (Judul&abstra. = . Skrining tahap kedua (Metode&hasi. HASIL . = . Hasil pencarian yang digunakan . = . Kriteria Inklusi : Terindeks Terindeks Sinta Penelitian Kuantitatif Membahas ISK melalui Kriteria Inklusi : Populasi Diagram 1 Prisma dalam menetapkan hasil artikel yang digunakan 284 | Volume 4 Nomor 3 2025 Sci-Tech Journal Volume 4 Nomor 3 . 281 Ae 293 E-ISSN 2830-6759 DOI: 10. 56709/stj. HASIL DAN PEMBAHASAN Tabel 1 Hasil pencarian yang digunakan dalam artikel ini Nama Judul Masalah Tujuan Metode Penulis. Tahun Telaumb Pengaruh Insiden ISK Untuk Pendekatan anua C. & Promosi pada usia mengetahui Natalia L. Kesehatan Desain perempua promosi penelitian PrePengetahuan Kesehatan Perilaku meningkat terhadap . ne Pencegahan 3,3 sampai pengetahuan group pre-test Infeksi Saluran 5,8 %. perilaku and post-tes. Kemih pencegahan ISK Teknik Siswa/Siswi di SMAN 1 Sawo siswa/siswi di sampel: Simple Nias Utara. SMAN 1 Sawo random Nias Utara. Instrumen: Kuesioner. Analisis data: Uji Wilcoxon. Zerlinda Afifah Choiri. Noviyati Penyuluhan Perineal Hygiene pada Wanita Kurangnya Wanita usia subur 285 | Volume 4 Nomor 3 2025 Populasi Siswa/ SMAN Sawo Nias Utara. Sampel: 91 Hasil/ bukti Sebelum iswa/siswi tentang ISK kategori baik hanya 49,5% 85,7% setelah Perilaku ISK 57,1% 85,7% setelah Hasil Uji Wilcoxon . value = 0,. signifikan dan sebelum dan Meningkatkan Metode Wanita Dari usia subur didapati dan kesadaran dan sesi tanya di daerah bahwa Wanita usia jawab. Jl. Sci-Tech Journal Volume 4 Nomor 3 . 281 Ae 293 E-ISSN 2830-6759 DOI: 10. 56709/stj. Rahardjo Putri. Usia Subur Sebagai Upaya Meningkatka n Kesadaran Menjaga Kebersihan Organ Kewanitaan kan infeksi dan Infeksi Saluran Kemih (ISK). Magdalen Efektivitas Kurangnya a. Melly. Promosi Kurniaw Kesehatan 2024 Terhadap Motivasi dan remaja Pengetahuan Remaja Putri mengenai Tentang Hygiene Gentalia Eksterna yang dapat kan risiko ISK. Henderik Efektifitas Ika. Edukasi Kristina Peningkatkan Berdasark an Survei Demografi 286 | Volume 4 Nomor 3 2025 Menggunakan media poster dan leaflet. Pretest dan posttest GForm untuk Mendung i. Jebres. Kota Surakarta. Sampel : 8 WUS yang n remaja an tinggi dan sangat tinggi 37,5% 62,5%. Mengetahui Kesehatan dan motivasi Penelitian ini rancangan one group pretest dan post-test kelompok yang diberikan pretest dan setelah itu dilakukan post-test. Populasi siswi kelas VII SMP Negeri 22 Pekanbaru 150 orang. Sampel ini adalah kelas VII SMP Negeri Systematic Random Sampling. Untuk Penelitian ini Populasi ini adalah dan kesadaran Sebelum Kesehatan, 76,31% Setelah 71,05% Motivasi 94,73% Kesehatan. Hasil analisis Sci-Tech Journal Volume 4 Nomor 3 . 281 Ae 293 E-ISSN 2830-6759 DOI: 10. 56709/stj. Lobhoo. Pengetahuan Sikap Tentang Kebersihan Organ Genitalia Eksterna Kesehatan Indonesia an remaja 287 | Volume 4 Nomor 3 2025 mereka akan kebersihan diri control grup design dengan siswi kelas Vi SMP Tanarawa. Teknik an sampel Jumlah eksterna pada SMP media video Leaflet Akan tetapi selisih rerata pada kedua yang diberi kontrol yang diberi leaflet. Sehingga bahwa ada Sci-Tech Journal Volume 4 Nomor 3 . 281 Ae 293 E-ISSN 2830-6759 DOI: 10. 56709/stj. Prilistyo DI, Mulyadi. Rhomadh oni MN. Faruq ADSA, Nihazzat Hidayatih Pencegahan Infeksi Saluran Kemih Usia Remaja Di PP KHA Wahid Hasyim Kurangnya an tentang yang tidak Meningkatkan remaja tentang ISK, hidup bersih. Dan angka kejadian ISK Menggunakan Sebanyak interaktif yaitu ISK. Untuk materi tentang ISK, prepost test. Hasil pre-post test N-Gain Score metode yang Dari analisis uji NGain Score dinilai efektif tentang ISK pada santri di PP. KHA. Wahid Hasyim Bangil Pasuruan. Pengetahuan Pengetahuan . merupakan suatu hal yang diketahui yang berkaitan dengan proses pembelajaran. Proses ini dapat dipepengaruhi oleh beberapa faktor internal seperti motivasi dalam diri sendiri maupun faktor eksternal seperti sarana informasi yang Pengetahuan juga merupakan suatu hasil dari pemahaman seseorang setelah ia diberikan pemahaman terhadap obyek atau hal-hal tertentu. Pengetahuan merupakan faktor utama dalam mengubah perilaku seseorang terhadap kesehatan (Rahman M Taufiq. Promosi kesehatan berpengaruh signifikan terhadap peningkatan pengetahuan pencegahan ISK, hal ini telah dibuktikan pada penelitian yang telah dilakukan oleh Telaumbanua . Magdalena . & Dwimantoro . 288 | Volume 4 Nomor 3 2025 Sci-Tech Journal Volume 4 Nomor 3 . 281 Ae 293 E-ISSN 2830-6759 DOI: 10. 56709/stj. Penelitian yang telah dilakukan oleh Telaumbanua . , menunjukkan bahwa promosi kesehatan berpengaruh signifikan terhadap peningkatan pengetahuan siswi mengenai pencegahan infeksi saluran kemih (ISK). Demikian pula, penelitian oleh Magdalena et al. menegaskan bahwa edukasi kesehatan dapat meningkatkan pemahaman remaja putri tentang hygiene genetalia eksternal. Penelitian lainnya, seperti yang dilakukan oleh Dwimantoro et al. , menunjukkan bahwa metode ceramah interaktif efektif dalam meningkatkan pengetahuan tentang ISK pada santriwati. Hal ini menunjukkan bahwa media dan metode penyampaian informasi sangat berpengaruh dalam peningkatan pengetahuan individu. Kesadaran Kesadaran didefinisikan sebagai bentuk kesiapan diri untuk melakukan atau tidak melakukan suatu hal maupun perbuatan, menanggapi hal tertentu yang dilandaskan dengan pengertian, pemahaman, dan pertimbangan nalar atau moral disertai dengan kebebasan dan dapat mempertanggung jawabkannya secara sadar (Tuhuteru Laros, 2. Kesadaran seseorang terhadap kesehatan merupakan faktor penting dalam upaya pencegahan penyakit. Promosi kesehatan berpengaruh signifikan terhadap peningkatan kesadaran remaja dalam pencegahan ISK, hal ini telah dibuktikan pada penelitian yang telah dilakukan oleh Choiri . & Ika . Penelitian yang dilakukan oleh Choiri . , menunjukkan bahwa penyuluhan perineal hygiene mampu meningkatkan kesadaran Wanita usia subur dalam menjaga kebersihan organ kewanitaan. Hal ini menunjukkan bahwa kurangnya kesadaran dapat menjadi penyebab utama dari masalah kesehatan, dan intervensi edukatif menjadi salah satu cara efektif untuk meningkatkan kesadaran individu. Begitu pula dalam penelitian oleh Ika . , edukasi kesehatan tentang kebersihan genitalia eksternal pada siswi SMP terbukti meningkatkan kesadaran mereka akan pentingnya menjaga kebersihan diri. Penggunaan media seperti video dan leaflet juga berkontribusi dalam meningkatkan kesadaran lebih efektif. Media video memiliki keunggulan untuk memeaparkan suatu hal atau pelajaran yang rumit dan kompleks, dengan stimulus video yang berupa audio visual ini akan memberikan hasil yang lebih baik. Selain itu, media video juga dianggap lebih efektif, menyenangkan, dan tidak mudah bosan menurut penerima edukasi (Mulyadi. Isra & Chrisnawati, 2. Motivasi Motivasi merupakan dorongan bagi individu untuk bertingkah laku. Motivasi adalah kekuatan, yang tercipta dari dalam maupun dari luar diri seseorang yang mendorongnya untuk mencapai tujuan tertentu yang telah direncanakan sebelumnya. Motivasi sering diartikan sebagai bentuk untuk mempengaruhi orang atau suatu masyarakat agar melakuka hal yang diinginkan, dengan tujuan yang sudah ditetapkan sebelumnya (Hamzah B Uno. Motivasi seseorang untuk menjaga kesehatan sering kali dipengaruhi oleh pengetahuan dan kesadaran yang mereka miliki. Promosi kesehatan berpengaruh signifikan terhadap motivasi kepada remaja dalam pencegahan ISK, hal ini telah dibuktikan pada penelitian yang telah dilakukan oleh Magdalena . 289 | Volume 4 Nomor 3 2025 Sci-Tech Journal Volume 4 Nomor 3 . 281 Ae 293 E-ISSN 2830-6759 DOI: 10. 56709/stj. Magdalena et al. , menunjukkan bahwa promosi kesehatan tidak hanya meningkatkan pengetahuan tetapi juga meningkatkan motivasi remaja putri dalam menjaga kebersihan genetalia eksternal. Motivasi ini penting karena berkontribusi pada perubahan jangka panjang. Jika seseorang hanya memiliki pengetahuan tanpa adanya dorongan untuk mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari, maka perubahan perilaku yang diharapkan mungkin tidak terjadi secara optimal. Sikap Sikap merupakan pandangan, pendapat, atau perasaan seseorang terhadap suatu hal, obyek, orang ataupun kejadian tertentu. Yang kemudian ditunjukkan dengan respon suka atau tidak suka, maupun setuju atau tiadak setuju (I Ketut Swarjana. Sikap individu terhadap suatu hal sering kali terbentuk dari pengetahuan dan kesadaran yang Promosi kesehatan berpengaruh signifikan terhadap peningkatan sikap remaja dalam pencegahan ISK, hal ini telah dibuktikan pada penelitian yang telah dilakukan oleh Ika . Studi oleh Ika . , menunjukkan bahwa edukasi kesehatan berkontribusi pada peningkatan sikap positif terhadap kebersihan organ genitalia eksternal. Mereka menemukan bahwa penggunaan media video lebih efektif dibandingkan leaflet dalam membentuk sikap positif di antara kelompok eksperimen. Hal ini menunjukkan bahwa pendekatan edukasi yang lebih interaktif dan menarik dapat membantu membentuk sikap positif terhadap kesehatan. Sikap yang baik akan mendorong individu untuk lebih konsisten dalam menerapkan kebiasaan sehat dalam kehidupannya sehari-hari. Perilaku Pengetahuan yang baik dapat berkontribusi pada perubahan perilaku. Perilaku merupakan sebuah Tindakan atau tingkah laku dari seseorang itu sendiri yang bisa diamati secara langsung maupun yang tidak dapat diamati oleh pihak luar. Perilaku seseorang dapat dipengaruhi oleh banyak faktor, misalnya kemampuan dan ketrampilan, latar belakang keluarga, pandangan, kepribadian, dan lain-lain (Dewi & Ahmad, 2. Promosi kesehatan berpengaruh signifikan terhadap peningkatan perilaku remaja dalam pencegahan ISK, hal ini telah dibuktikan pada penelitian yang telah dilakukan oleh Telaumbanua . & Magdalena . Telaumbanua . , menemukan bahwa intervensi promosi kesehatan tidak hanya meningkatkan pengetahuan tetapi juga mempengaruhi perilaku siswa dalam mencegah ISK. Hal ini menunjukkan bahwa edukasi yang efektif dapat mengubah kebiasaan menjadi lebih sehat. Selain itu, penelitian oleh Magdalena et al. , menekankan bahwa peningkatan pengetahuan berperan dalam membentuk perilaku remaja dalam menjaga kebersihan genetalia eksternal. Artinya, perilaku yang tepat dalam menjaga kebersihan diri dapat terbentuk melalui peningkatan pemahaman. 290 | Volume 4 Nomor 3 2025 Sci-Tech Journal Volume 4 Nomor 3 . 281 Ae 293 E-ISSN 2830-6759 DOI: 10. 56709/stj. KESIMPULAN DAN SARAN Studi ini mengungkapkan bahwa edukasi kesehatan berperan penting dalam meningkatkan pengetahuan, kesadaran, motivasi, sikap, dan perilaku remaja putri dalam mencegah Infeksi Saluran Kemih (ISK). Berbagai metode edukasi seperti promosi kesehatan, penyuluhan, dan metode pembelajaran interaktif terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman remaja dan perilaku yang lebih sehat. Selain itu, beberapa penelitian menunjukkan bahwa metode edukasi yang interaktif, seperti ceramah dan media video lebih efektif dibandingkan media leaflet atau materi cetak biasa. Oleh karena itu, pendekatan edukasi yang menarik dan berbasis teknologi perlu diperbanyak untuk meningkatkan efektivitas dalam penyampaian informasi. Untuk mengurangi prevalensi ISK pada remaja putri, sekolah dan institusi kesehatan perlu mengembangkan program edukasi yang lebih interaktif, seperti seminar, workshop maupun sosialisasi digital. Orang tua dan tenaga kesehatan juga berperan penting dalam memberikan edukasi yang tepat agar remaja memiliki pemahaman yang lebih baik tentang kesehatan reproduksi mereka. Dengan edukasi yang berkelanjutan, diharapkan angka kejadian ISK berkurang. DAFTAR PUSTAKA