Jurnal Riset Akuntansi Jambi Vol 09 No 01 Juni 2026 Peran Resource-Based View (RBV) dalam Strategi Keberlanjutan Keunggulan Bersaing UMKM di Kabupaten Muaro Jambi Parassela Pangestu Primadiva*1. Liona Efrina2. Vera Amalia3 Universitas Adiwangsa Jambi1,2 3 E-mail: pprimadivaa@gmail. com *1, lionaefrinaunaja21@gmail. com 2, verahusni23@gmail. ABSTRAK Usaha Mikro. Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran strategis dalam perekonomian daerah, termasuk di Kabupaten Muaro Jambi. Namun. UMKM saat ini menghadapi ketidakpastian lingkungan bisnis yang semakin kompleks akibat fluktuasi ekonomi, percepatan perubahan teknologi, dan persaingan yang semakin ketat. Kondisi tersebut menuntut UMKM tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga memiliki strategi keberlanjutan untuk mempertahankan keunggulan bersaing dalam jangka panjang. Pendekatan Resource-Based View (RBV) menekankan bahwa keunggulan bersaing berkelanjutan bersumber dari pengelolaan sumber daya dan kapabilitas internal yang bernilai, langka, sulit ditiru, dan tidak tergantikan. Penelitian ini merupakan kelanjutan dari penelitian tahun 2024 yang dilaksanakan di Kabupaten Kerinci. Provinsi Jambi, yang berfokus pada penerapan RBV dalam mengukur kesuksesan strategi bisnis UMKM di era Hasil penelitian sebelumnya menunjukkan pentingnya peran sumber daya dan kapabilitas internal, namun masih terbatas pada aspek pengukuran dan konteks wilayah tertentu. Oleh karena itu, penelitian lanjutan ini menjadi sangat urgen dan penting untuk memperdalam serta memperluas temuan sebelumnya dengan menganalisis peran RBV dalam strategi keberlanjutan keunggulan bersaing UMKM pada konteks wilayah yang berbeda, yaitu Kabupaten Muaro Jambi, yang memiliki karakteristik UMKM semi-urban dan tingkat persaingan yang lebih dinamis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran sumber daya dan kapabilitas internal berbasis RBV dalam membentuk strategi keberlanjutan keunggulan bersaing UMKM di Kabupaten Muaro Jambi, serta mengidentifikasi faktor internal yang paling berpengaruh dalam menghadapi ketidakpastian lingkungan bisnis. Metode penelitian dengan tahap kualitatif melalui wawancara mendalam terhadap pelaku UMKM. Kata kunci : UMKM, era ketidakpastian, teori Pandangan Berbasis Sumber Daya ABSTRACT Micro. Small, and Medium Enterprises (MSME. play a strategic role in the regional economy, including in Muaro Jambi Regency. However. MSMEs currently face increasingly complex business environment uncertainty due to economic fluctuations, accelerated technological change, and increasingly fierce competition. These conditions require MSMEs not only to survive but also to have a sustainable strategy to maintain long-term competitive advantage. The Resource-Based View (RBV) approach emphasizes that sustainable competitive advantage stems from the management of valuable, rare, difficult-to-imitate, and irreplaceable internal resources and capabilities. This research is a continuation of a 2024 study conducted in Kerinci Regency. Jambi Province, which focused on the application of RBV in measuring the success of MSME business strategies in an era of uncertainty. The results of previous research demonstrated the important role of internal resources and capabilities, but were still limited to measurement aspects and specific regional contexts. Therefore, this follow-up research is very urgent and important to deepen and expand previous findings by analyzing the role of RBV in the sustainability strategy of MSME competitive advantage in a different regional context, namely Muaro Jambi Regency, which has the characteristics of semi-urban MSMEs and a more dynamic level of competition. This study aims to analyze the role of RBV-based internal resources and capabilities in shaping the sustainability strategy of MSME competitive advantage in Muaro Jambi Regency, as well Parassela Pangestu Primadiva*1. Liona Efrina2. Vera Amalia3 Peran Resource-Based View (RBV) dalam Strategi Keberlanjutan Keunggulan Bersaing UMKM di Kabupaten Muaro Jambi as identifying the most influential internal factors in facing business environmental The research method used with a qualitative stage through in-depth interviews with MSME. Keywords: MSMEs, era of uncertainty. Resource-Based View theory PENDAHULUAN UMKM merupakan salah satu penggerak roda perkonomian di Indonesia. Pertumbuhan UMKM yang samakin pesat menjadikan para pengusaha mencari cara untuk dapat bersaing dan bertahan ditengah perubahan lingkungan yang semakin dinamis. (Rianto et al. , 2. Di Indonesia. Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dianggap sebagai tulang punggung perekonomian Bisnis ini dapat dijangkau dari wilayah pedesaan hingga perkotaan yang padat penduduk. Dalam semakin ketat. UMKM dituntut untuk merancang strategi dan prosedur yang tepat agar mampu beradaptasi dan memastikan keberlangsungan usahanya dalam jangka panjang. UMKM perlu mengoptimalkan sumber daya dan kemampuan yang dimiliki untuk mengelola organisasi secara efektif dan efisien guna mencapai tujuan tersebut (Hauser et al. , 2. Selain itu. UMKM juga harus memastikan bahwa produk dan layanan yang dihasilkan memenuhi standar kualitas serta persyaratan pasar, sehingga mengembangkan bisnisnya sesuai dengan kebutuhan permintaan dan penawaran yang ada. Untuk mampu beradaptasi dengan lingkungan persaingan pasar yang semakin dinamis UMKM dituntut mengembangkan strategi yang adaptif guna merespons dinamika perubahan pasar. Evaluasi strategis menjadi komponen krusial untuk memastikan pencapaian keunggulan kompetitif yang berkelanjutan. Proses ini mengharuskan pelaku usaha untuk melakukan identifikasi menyeluruh terhadap kapabilitas internal, mencakup analisis kekuatan dan kelemahan organisasi (Wahyudi, 1996 dalam Windi et al. , 2. Pemerintah Indonesia telah mengupayakan berbagai program untuk mendukung pengembangan UMKM, termasuk melalui Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) pascapandemi. Meskipun demikian, dampak krisis ekonomi dan pandemi masih dirasakan secara signifikan oleh pelaku UMKM, yang tercermin dari penurunan penjualan dan meningkatnya risiko kebangkrutan Kondisi ini mengindikasikan bahwa dukungan eksternal saja belum cukup untuk menjamin keberlanjutan UMKM, sehingga diperlukan strategi bisnis yang berakar pada penguatan faktor internal. Pendekatan Resource-Based View (RBV) menekankan bahwa keunggulan bersaing yang berkelanjutan bersumber dari kemampuan perusahaan dalam mengelola sumber daya dan kapabilitas internal yang bernilai, langka, sulit ditiru, dan tidak tergantikan. Dalam konteks UMKM. RBV menjadi kerangka teoritis yang relevan untuk menjelaskan bagaimana pelaku usaha dapat memanfaatkan sumber daya internal sebagai dasar penyusunan strategi keberlanjutan keunggulan bersaing. Kabupaten Muaro Jambi merupakan salah satu wilayah dengan jumlah UMKM yang relatif besar di Provinsi Jambi dan memiliki karakteristik ekonomi semi-urban dengan tingkat persaingan usaha yang dinamis. Struktur UMKM di wilayah ini didominasi oleh usaha mikro dan kecil yang menghadapi tekanan persaingan tidak hanya dari pelaku usaha lokal, tetapi juga dari wilayah perkotaan terdekat. Kondisi tersebut menuntut UMKM di Kabupaten Muaro Jambi untuk memiliki strategi keberlanjutan keunggulan bersaing yang adaptif dan berbasis pada penguatan sumber daya serta kapabilitas internal. Penelitian ini Parassela Pangestu Primadiva*1. Liona Efrina2. Vera Amalia3 Peran Resource-Based View (RBV) dalam Strategi Keberlanjutan Keunggulan Bersaing UMKM di Kabupaten Muaro Jambi merupakan kelanjutan dari penelitian tahun 2024, yang berfokus pada penerapan RBV dalam mengukur kesuksesan strategi bisnis UMKM di era ketidakpastian. Hasil penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa sumber daya dan kapabilitas internal memiliki peran penting dalam keberlangsungan usaha UMKM, namun kajian tersebut masih terbatas pada aspek pengukuran dan konteks wilayah Oleh karena itu, penelitian lanjutan ini menjadi sangat urgen dan penting untuk memperdalam serta memperluas temuan sebelumnya dengan menganalisis peran RBV dalam strategi keberlanjutan keunggulan bersaing UMKM pada konteks wilayah yang berbeda, yaitu Kabupaten Muaro Jambi. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan kontribusi akademik dalam pengembangan kajian RBV pada UMKM sekaligus rekomendasi praktis bagi pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan penguatan daya saing UMKM secara berkelanjutan, mengingat keberlanjutan UMKM berperan penting dalam penciptaan lapangan kerja dan pengentasan kemiskinan. Landasan Teori Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) UMKM adalah usaha produktif yang dimiliki perorangan maupun badan usaha yang telah memenuhi kriteria sebagai Usaha Mikro. Kecil, atau Menengah berdasarkan Undang-Undang No. 20 Tahun 2008. Klasifikasi UMKM dibedakan Usaha Mikro Memiliki kekayaan bersih maksimal Rp 50 juta . i luar tanah dan banguna. dan omzet tahunan maksimal Rp300 juta. Usaha KecilMemiliki kekayaan bersih Rp50 jutaAeRp500 juta dan omzet tahunan Rp300 jutaAeRp2,5 miliar. Usaha Menengah Memiliki kekayaan bersih Rp 500 jutaAeRp10 miliar dan omzet tahunan Rp 2,5 miliarAeRp50 miliar. UMKM berperan strategis dalam perekonomian Indonesia melalui penyerapan tenaga kerja dan pemerataan pembangunan. (Kementerian Koperasi dan UKM. Resources-Based View Theory (RBV) Teori RBV pertama kali diperkenalkan oleh Birger Wernerfelt dalam artikelnya yang berjudul AuA Resource-Based View of the FirmAy yang diterbitkan pada tahun1984 dalam Strategic Management Journal. Namun, pengembangan lebih lanjut dari teori ini dilakukan oleh: Jay Barney. melalui "Firm Resources Sustained Competitive Advantage", memperkenalkan kerangka VRIN (Valuable. Rare. Inimitable. Non-substitutabl. yang kemudian berkembang menjadi VRIO (View. Rarity. Imitability. Organizatio. Barney menyatakan bahwa agar sumber daya memiliki potensi sebagai sumber keunggulan kompetitif yang berkelanjutan, mereka harus berharga, langka, tidak dapat ditiru dengan sempurna dan tidak dapat. Pandangan berbasis sumber daya menunjukkan bahwa organisasi harus mengembangkan kompetensi inti khusus perusahaan yang unik yang memungkinkan mereka mengungguli pesaing dengan melakukan hal-hal yang berbeda. RBV menyatakan bahwa keunggulan kompetitif berasal darisumber daya internalyang memenuhi kriteria VRIO. Valuable. ernilai pelangga. Rare . ulit diperoleh pesain. Inimitable . ulit ditir. Organized . ikelola dengan bai. Parassela Pangestu Primadiva*1. Liona Efrina2. Vera Amalia3 Peran Resource-Based View (RBV) dalam Strategi Keberlanjutan Keunggulan Bersaing UMKM di Kabupaten Muaro Jambi METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan desain penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, yang bertujuan menggali secara mendalam karakteristik sumber daya dan kapabilitas internal UMKM, strategi bisnis yang diterapkan, serta respons UMKM terhadap ketidakpastian lingkungan bisnis. Seluruh proses penelitian dilakukan dengan memperhatikan prinsip etika penelitian, meliputi kelayakan dan integritas penelitian, keadilan, kenyamanan, serta rasa hormat terhadap partisipan. Teknik Pengumpulan Data Pada tahap kualitatif, pengumpulan data mencakup observasi lapangan, wawancara mendalam, dan telaah dokumen, yang bertujuan untuk menggali secara komprehensif karakteristik sumber daya dan kapabilitas internal UMKM, strategi bisnis yang diterapkan, serta cara pelaku UMKM menghadapi ketidakpastian lingkungan bisnis di Kabupaten Muaro Jambi. Wawancara dilakukan secara semi-terstruktur dengan durasi rata-rata A60 menit per responden untuk memperoleh data yang mendalam dan kontekstual. Selama proses wawancara, peneliti menggunakan perangkat perekam audio yang disimpan pada media penyimpanan dengan sistem pengamanan kata Seluruh data hanya dapat diakses oleh tim peneliti dan digunakan sematamata untuk kepentingan penelitian. Untuk menjaga aspek etika dan kerahasiaan data, identitas responden disamarkan menggunakan kode responden . isalnya R1. R2, dan seterusny. Data kualitatif yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan perangkat lunak NVivo, yang berfungsi untuk membantu proses pengkodean, pengelompokan data, penentuan tema, serta pemetaan hubungan antar konsep berbasis Resource-Based View (RBV). Data hasil wawancara dan dokumentasi terlebih dahulu ditranskripsikan dan diorganisasi dalam format digital sebelum diimpor ke NVivo untuk dianalisis secara sistematis. Hasil analisis kualitatif selanjutnya digunakan sebagai dasar dalam penyusunan instrumen penelitian kuantitatif, yang kemudian disebarkan melalui survei kepada UMKM di Kabupaten Muaro Jambi. Hasil dan Pembahasan Hasil Studi Konsep Resouces Based View (RBV) pada UMKM Salah satu kajian tentang Pentingnya pengelolaan RBV secara efektif dalam meningkatkan kinerja atau pun daya saing pada UMKM satunya adalah oleh (Chumphong et al. , 2. Penelitian ini mengeksplorasi perspektif Tampilan Berbasis Sumber Daya (RBV) dan Kemampuan Dinamis. Pandangan Berbasis Sumber Daya (RBV) meningkatkan kinerja UKM dengan memanfaatkan sumber daya yang berharga, langka, tidak sempurna, dan tidak dapat diganti, memfasilitasi keunggulan kompetitif. Ini menekankan manajemen sumber daya strategis untuk produktivitas dan efisiensi operasional, penting bagi UKM dalam lingkungan bisnis yang berubah dengan cepat. Integrasi RBV dan orientasi digital serta orientasi pasar sangat penting bagi UMKM untuk mengembangkan kemampuan pemasaran yang dapat mengarah pada kinerja yang unggul dalam lanskap kompetitif. Penelitian dengan judul (AoThe Role of Digital Orientation and Market Orientation in Generating Marketing Capability in SMEsAo, 2. sumber daya internal dan kemampuan dalam Parassela Pangestu Primadiva*1. Liona Efrina2. Vera Amalia3 Peran Resource-Based View (RBV) dalam Strategi Keberlanjutan Keunggulan Bersaing UMKM di Kabupaten Muaro Jambi meningkatkan kinerja Usaha Kecil dan Menengah (UMKM) melalui pemasaran Perspektif ini sangat penting karena UKMM memanfaatkan strategi. Penelitian Furr & Eisenhardt . mengeksplorasi keterkaitan antara teori Resource-Based View (RBV) dan ketidakpastian pasar, dengan fokus pada UMKM. Studi ini mengidentifikasi ketidakpastian sebagaiboundary conditionkritis bagi penerapan RBV dan memperkenalkan perspektif Strategy Creation (SC). Perspektif SC mengintegrasikan variabel permintaan pasar dengan ketidakpastian permintaan konsumen, memberikan kontribusi baru dalam memahami hubungan antara logika strategis dan dinamika pasar yang tidak stabil. Temuan kunci penelitian menunjukkan bahwa kinerja UMKM dapat ditingkatkan melalui penerapan RBV yang berfokus pada strategi kreasi, khususnya dalam merespons ketidakpastian Studi ini juga mengungkap bahwa kolaborasi formal maupun informal dengan pihak eksternal . esama UMKM atau perusahaa. melalui negosiasi dan afiliasi merupakan sumber daya internal kritis. Kemampuan afiliasi ini tidak hanya menciptakan nilai tambah tetapi juga menjadi dasar keunggulan kompetitif berkelanjutan (Furr & Eisenhardt, 2. Penelitian yang dilakukan oleh (Aisyah et al. , 2. dengan judul Resource-Based View: Strategi Umkm Di Sumatera Barat Untuk Mencapai Keunggulan Kompetitif. Penelitian dengan studi empiris atas beberapa artikel yang telah terbit . iterature revie. strategi RBV sebagian besar dilaksanakan oleh perusahaan besar, tetapi dalam penelitian ini menemukan bahwa dengan menerapkan metode RBV ke dalam strategi bisnis UMKM di Sumatera Barat akan memberikan dampak yang baik(Dari hasil penelitian diperoleh hasil bahwa RBV dengan analisis VRIO berkontribusi positif bagi UMKM dalam mendapatkan keunggulan kompetitif. Berharga, langka, imitabilitas dan organisasi adalah aset internal atau sumber daya yang dimiliki oleh UMKM berwujud dan tidak berwujud. VRIO berkontribusi secara optimal pada keunggulan kompetitif jika diterapkan bersama-sama memperkuat satu sama lain. Pembahasan Resources Based View (RBV) pada UMKM di Muaro Jambi. UMKM di Kabupaten Muaro Jambi mengalami pertumbuhan pesat, dengan jumlah unit usaha meningkat dari 14. 431 pada 2023 menjadi 27. pada 2024 (Kemendagr. Sektor unggulannya meliputi kuliner khas . erundeng, rempeyek, manisa. , perikanan patin dan kerajinan yang didukung oleh dinas terkait untuk memperkuat potensi ekonomi lokal. Penelitian ini menghasilkan kontribusi teoritis, empiris, dan praktis dalam pengembangan kajian Resource-Based View (RBV) pada konteks Usaha Mikro. Kecil, dan Menengah (UMKM), khususnya terkait strategi keberlanjutan keunggulan bersaing di tengah ketidakpastian lingkungan bisnis yaitu meliputi: Model konseptual berbasis Resource-Based View (RBV) yang menjelaskan hubungan antara sumber daya internal, kapabilitas internal, dan keberlanjutan keunggulan bersaing UMKM, yang relevan dengan karakteristik UMKM di wilayah semi-urban Kabupaten Muaro Jambi. Temuan empiris mengenai peran dan pengaruh sumber daya serta kapabilitas internal UMKM dalam membentuk keunggulan bersaing yang Parassela Pangestu Primadiva*1. Liona Efrina2. Vera Amalia3 Peran Resource-Based View (RBV) dalam Strategi Keberlanjutan Keunggulan Bersaing UMKM di Kabupaten Muaro Jambi Identifikasi faktor-faktor internal dominan . umber daya dan kapabilita. yang paling berkontribusi terhadap keberlanjutan keunggulan bersaing UMKM dalam menghadapi ketidakpastian lingkungan bisnis. Rumusan strategi keberlanjutan keunggulan bersaing UMKM berbasis RBV yang bersifat aplikatif dan kontekstual, sehingga dapat digunakan sebagai referensi praktis bagi pelaku UMKM dalam mengelola sumber daya dan kapabilitas internal secara lebih efektif. Rekomendasi kebijakan bagi pemerintah daerah Kabupaten Muaro Jambi terkait penguatan daya saing UMKM secara berkelanjutan, berbasis pada pengembangan sumber daya manusia, kapabilitas manajerial, dan pengelolaan sumber daya internal UMKM. Dengan demikian Hubungan antara UMKM (Usaha Mikro. Kecil, dan Menenga. dan RBV di Muaro Jambi berpusat pada penggunaan sumber daya internal yang unik dan kemampuan sebagai kunci untuk menciptakan keunggulan kompetitif yang berkelanjutan. RBV juga menjelaskan bahwa kinerja UMKM di Muaro Jambi tidak hanya bergantung pada faktor eksternal tetapi lebih pada seberapa efektif mereka mengelola asset berwujud dan tak berwujud yang berharga, langka dan sulit ditiru. KESIMPULAN Penelitian ini mengacu pada hubungan erat antara bisnis dan masyarakat setempat terutama pada UMKM. Kepercayaan yang dibangun dari hubungan sosial ini memungkinkan UMKM untuk lebih mudah mendapatkan dukungan, baik dari pelanggan maupun pemangku kepentingan lainnya, yang pada gilirannya memperkuat posisi mereka di pasar lokal. Modal sosial merupakan sumber daya penting bagi UMKM, karena dapat membuka peluang kolaborasi, meningkatkan loyalitas pelanggan, dan memberikan akses yang lebih besar ke pasar yang lebih Selain modal sosial, faktor lain yang sangat berpengaruh adalah kualitas UMKM yang mampu menawarkan produk berkualitas tinggi, yang memenuhi kebutuhan dan keinginan pelanggan, memiliki keunggulan kompetitif yang jelas. Kualitas produk merupakan penentu utama dalam memenangkan hati pelanggan, terutama karena konsumen cenderung lebih loyal kepada bisnis yang secara konsisten dapat memenuhi harapan mereka. Oleh karena itu, menjaga kualitas produk merupakan strategi yang sangat penting bagi UMKM, tidak hanya untuk meningkatkan kepuasan pelanggan tetapi juga untuk membangun reputasi yang baik di pasar. Dengan demikian, kualitas produk menjadi sumber daya yang sangat berharga dalam kerangka teori Resource-Based View (RBV), yang menekankan pentingnya memiliki aset yang unik dan tidak mudah ditiru oleh RBV juga menyoroti pentingnya sumber daya yang langka dan sulit ditiru. Dalam konteks UMKM di Muaro Jambi, hal ini dapat tercermin dalam penawaran produk berkualitas yang dikombinasikan dengan pemahaman mendalam tentang budaya lokal dan keunikan pasar lokal. Produk yang mencerminkan kearifan lokal atau memiliki nilai budaya tertentu dapat memberikan diferensiasi yang kuat di pasar. Keunikan ini membuat produk sulit ditiru oleh pesaing, sehingga memberikan UMKM keunggulan yang lebih tahan lama. Dalam hal ini, kemampuan UMKM untuk memanfaatkan sumber daya internal merekaAiseperti pengetahuan tentang pasar lokal, kemampuan inovasi produk, dan hubungan Parassela Pangestu Primadiva*1. Liona Efrina2. Vera Amalia3 Peran Resource-Based View (RBV) dalam Strategi Keberlanjutan Keunggulan Bersaing UMKM di Kabupaten Muaro Jambi masyarakatAimenjadi elemen kunci dalam membangun keunggulan kompetitif yang berkelanjutan. SARAN Berikut adalah poin-poin utama saran penerapan teori RBV selanjutnya: Fokus pada Aset Internal yang Unik Perusahaan harus mengidentifikasi dan mengembangkan aset yang bersifat heterogeny . erbeda dari pesain. dan immobile . idak mudah berpindah tanga. Gunakan Analisis VRIO sebagai Alat Evaluasi Untuk memastikan apakah suatu sumber daya dapat memberikan keunggulan kompetitif jangka panjang, gunakan kerangka kerja VRIO yang diperkenalkan oleh Jay Barney. Orkestrasi dan Kapabilitas Dinamis Memiliki sumber daya saja tidak cukup. Perusahaan harus memiliki kemampuan untuk mengatur dan mengoordinasikan . esource orchestratio. berbagai aset tersebut agar selaras dengan tujuan strategis. Di pasar yang cepat berubah. RBV menyarankan pengembangan kapabilitas dinamis agar perusahaan tetap relevan. DAFTAR PUSTAKA