AuTransformasi Pembelajaran dan Pengelolaan Pendidikan Islam Prospektif Sustainable Development GoalsAy Mario Ardiansyah PEMAHAMAN PESERTA PELATIHAN DI BALAI DIKLAT KEAGAMAAN SURABAYA TERHADAP MODERASI BERAGAMA Mario Ardiansyah Manajemen Pendidikan Islam. UIN Sunan Ampel Surabaya 06040321081@Student. Abstract: Indonesia adalah salah satu negara multietnik dan multikultural di dunia. Indonesia memiliki keberagaman yang mencakup beraneka ragam etnis, bahasa, agama, budaya, dan status Keberagaman negara atau yang biasa disebut multikultural merupakan peristiwa alami karena bertemunya berbagai budaya, berinteraksinya beragam individu dan kelompok dengan membawa perilaku budaya. Metodologi penelitian ini diawali studi pustaka tentang moderasi beragama. Kajian tentang konsep moderasi beragama, penentuan obyek penelitian, pengumpulan data, dan pemahaman peserta terhadap pelatihan moderasi beragama di Balai Diklat Keagamaan Surabaya. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan observasi yaitu terlibat langsung dalam proses pelatihan kepada peserta. Kemudian wawancara, yaitu untuk mengetahui bagaimana tingkat pemahaman peserta didalam proses pelatihan, dan juga kuesioner . re-test dan post-tes. Materi pelatihan moderasi beragama yang ada di Balai Diklat Keagamaan Surabaya, seperti wawasan kebangsaan, materi Agama dan Bina Damai, materi moderasi beragama dalam kehidupan multikultural, materi intoleransi dan ekstrimisme di Indonesia, materi pencegahan konflik. Pelatihan moderasi beragama adalah upaya yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan sikap bermoderat terhadap keberagaman agama di kalangan peserta. Keywords: Moderasi Beragama. Keberagaman. Pelatihan PENDAHULUAN Indonesia adalah salah satu negara multietnik dan multikultural di dunia. Indonesia memiliki keberagaman yang mencakup beraneka ragam etnis, bahasa, agama, budaya, dan status sosial. Keberagaman negara atau yang biasa disebut multikultural merupakan peristiwa alami karena bertemunya berbagai budaya, berinteraksinya beragam individu dan kelompok dengan membawa perilaku Dengan adanya berbagai keragaman tersebut seringkali menimbulkan konflik perbedaan yang dipengaruhi oleh berbagai faktor. Sikap keberagaman Halaman 428 Surabaya, 12 Desember 2024 UIN Sunan Ampel Surabaya Jl. Yani 117 Surabaya Pemahaman Peserta Pelatihan di Balai Diklat Mario Ardiansyah Indonesia yang ekslusif hanya mangakui kebenaran dan keselamatan secara sepihak, hal tersebut dapat menimbulkan kegesekan antar kelompok agama. Konflik agama yang sering terjadi di Indonesia pada umumnya berakar pada sikap keagamaan yang ekslusif dan pertikaian antar kelompok agama yang mencari dukungan dari masyarakat, yang tidak didasari oleh sikap toleran sehingga menimbulkan konflik dimana-mana. Akhmadi dalam penelitiannya menunjukkan bahwa fakta dan data mengenai keberagaman agama di Indonesia menunjukkan bahwa keberagaman agama tersebut merupakan sebuah mozaik yang memperkaya khazanah kehidupan beragama di Indonesia dan juga berpotensi menjadi ancaman bagi persatuan. Untuk itu seluruh masyarakat perlu turut serta dalam mewujudkan perdamaian. Oleh karena itu, moderasi beragama menjadi jalan tengah keberagaman agama di Indonesia. Moderasi beragama adalah menyikapi peristiwa dan kenyataan yang terjadi secara seimbang sesuai ajaran agama, serta menyikapi berbagai persoalan keagamaan yang ada di masyarakat melalui membudayakan sikap saling tolong menolong, menghormati, toleransi, baik dengan orang yang seagama maupun berbeda budaya dan suku yang tidak seagama. 3 Tujuannya adalah untuk mewujudkan kerukunan antar umat beragama dan konsep beragama yang harus kita pahami adalah tidak memaksakan pemahaman agama kita kepada orang Dalam upaya memperkuat moderasi beragama, khususnya pada penguatan cara pandang, sikap, dan praktik beragama dalam perspektif jalan tengah. Kementerian Agama menerapkan beberapa strategi yang salah satunya adalah penguatan sistem pendidikan yang berperspektif moderasi beragama mencakup pengembangan kurikulum, materi dan proses pengajaran, pendidikan guru dan tenaga kependidikan, dan rekruitmen guru. Karena itu para peserta moderasi beragama ini terlebih dahulu harus dibekali dengan sejumlah materi substantif yang berkaitan dengan moderasi beragama. Sementara pembekalan materi tersebut menjadi salah satu tugas di Balai Diklat Keagamaan Surabaya. Tujuan Balai Diklat Keagamaan Surabaya sebagaimana Peraturan Menteri Agama Nomor 15 Tahun 2021 tentang Organisasi dan Tata Kerja Unit Pelaksana Teknis Pendidikan dan Pelatihan Keagamaan, pada intinya melaksanakan program-program pelatihan baik pelatihan yang berorientasi pada bidang administrasi ataupun yang bekaitan dengan teknis pendidikan serta keagamaan dengan mengacu pada arah kebijakan nasional . enguatan moderasi Khalil Nurul Islam. AuModerasi Beragama Di Tengah Pluralitas Bangsa: Tinjauan Revolusi Mental Perspektif Al-QurAoan,Ay Kuriositas: Media Komunikasi Sosial Dan Keagamaan 13. No. 1 (June 2. : 38Ae59. Agus Akhmadi. AuModerasi Beragama Dalam Keragaman Indonesia Religious Moderation In IndonesiaAos Diversity,Ay Jurnal Diklat Keagamaan 13. No. : 45Ae55. Ahmad Alvi Harismawan Et Al. AuImplementasi Moderasi Beragama Dalam Pembelajaran Pai,Ay Al-Mada: Jurnal Agama Sosisal Dan Budaya 5. No. : 291Ae305. Annual Islamic Conference for Learning and Management UIN Sunan Ampel Surabaya Jl. Yani 117 Surabaya Halaman 429 AuTransformasi Pembelajaran dan Pengelolaan Pendidikan Islam Prospektif Sustainable Development GoalsAy Mario Ardiansyah 4 Pada tahun 2024 di Balai Diklat Keagamaan Surabaya sendiri telah menyelenggarakan beberapa paket pelatihan yangdimana pelatihan tersebut merupakan hasil rekomendasi dari Kemenag Pusat yang kemudian dari setiap Kemenag masing-masing daerah khususnya di Jawa Timur mendelegasikan 1- 2 orang yang diperuntukan untuk ikut mengikuti kegiatan pelatihan yang ada di Balai Diklat Keagamaan Surabaya. Untuk melaksanakan program moderasi beragama atas rekomendasi Kemenag, maka Balai Diklat Keagamaan Surabaya memiliki beberapa materi yang akan di internalisasikan pada peserta melalui pelatihan moderasi beragama yang dimana materi tersebut mencakup pada pemahaman, respon dan perilaku mereka bercirikan nilai dan prinsip moderat dalam menghadapi persoalan Demikian juga pada aspek perilaku, menunjukan toleran, berkomitemen kebangsaan, menolak kekerasan dan akomodatif terhadap kebudayaan lokal. PEMAHAMAN MATERI PELATIHAN MODERASI BERAGAMA Menurut KBBI, pengertian moderasi beragama adalah pengurangan kekerasan dan penghindaran keekstreman. Terdapat beberapa indikator sikap bermoderat dalam moderasi beragama yang harus dijiwai oleh masyarakat Indonesia. Adapun beberapa sikap yang dapat menunjukkan moderasi beragama, tawazun . IAotidal . urus dan tega. , aulawiyah . endahulukan yang priorita. , tathawwur wa ibtikar . inamis dan inovati. Building Learning Comitment (BLC) adalah salah satu materi yang digunakan pada pelatihan moderasi beragama yang ada di Balai Diklat Keagamaan Surabaya, dengan metode mengenalkan peserta pelatihan yang belum saling mengenal satu sama lain. Building Learning Comitment (BLC) adalah suatu metode yang merupakan bagian dari manajemen pelatihan dalam menghasilkan Kerjasama antar kelompok dengan baik, sehingga pengelolaanya menjadi lebih efektif, tepat, dan produktif. Materi pelatihan moderasi beragama yang ada di Balai Diklat Keagamaan Surabaya, seperti wawasan kebangsaan menjadi materi pertama yang disampaikan oleh Widya Iswara kepada peserta. dalam materi ini peserta diajak untuk memahami bagaimana negara Indonesia ini terbentuk dengan harapan Khaeroni. AuPeningkatan Kompetensi Profesional Guru Dalam Bidang Moderasi Beragama Melalui Pelatihan Di Wilayah Kerja (Pdw. Dan Pelatihan Reguler,Ay Journal Of Management. Administration. Education. And Religious Affairs 4 (June 1, 2. : 4Ae Agus Akhmadi And Khamim Tohari. AuEvaluasi Pelatihan Penggerak Penguatan Moderasi Beragama Di Jawa Timur,Ay Andragogi: Jurnal Diklat Teknis Pendidikan Dan Keagamaan 10. No. 1 (June 29, 2. : 111Ae120. Tri Pujiati And Fina Tri Wahyuni. AuPenguatan Moderasi Beragama Bagi Generasi Muda Dalam Kegiatan Ipnu Dan Ippnu,Ay Abdimas Siliwangi 6 . (February 28, 2. : 238. Sri Rejeki. AuWawancara Widyaiswara Balai Diklat Keagamaan Surabaya,Ay March 24, 2024. Halaman 430 Surabaya, 12 Desember 2024 UIN Sunan Ampel Surabaya Jl. Yani 117 Surabaya Pemahaman Peserta Pelatihan di Balai Diklat Mario Ardiansyah peserta dapat menyampaikan materi ini kepada orang lain. Kedua adalah materi Agama dan Bina Damai, para peserta diajak saling berdiskusi, betapa semua agama mengajarkan perdamaian dan tidak ada satupun agama yang mengajarkan kekerasan. Ketiga materi moderasi beragama dalam kehidupan multikultural, menjelaskan bagaimana seharusnya seorang yang beragama dalam menjalankan agama di tengah di tengah keberagaman. Keempat materi intoleransi dan ekstrimisme di Indonesia, mengajarkan bagaimana keberadaan paham intoleransi dan ekstrimisme di Indonesia. Kelima materi pencegahan konflik, mendiskusikan suatu Tindakan pencegahan lebih dikedepankan daripada menyelesaikan suatu konflik karena pada dasarnya suatu konflik adalah hal yang sangat tidak diharapkan terjadi. 8 Seluruh materi tersebut telah disertai lembar kerja untuk diselesaikan peserta sebagai Latihan. Lembar kerja ini telah disusun oleh badan Litbang kemenag, sehingga materi ini sudah sama dengan seluruh pelaksanaan pelatihan moderasi beragama di seluruh Indonesia. PEMAHAMAN PESERTA DALAM PELATIHAN MODERASI BERAGAMA Pelatihan moderasi beragama adalah upaya yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan sikap bermoderat terhadap keberagaman agama di kalangan peserta. Dalam pembahasan ini pemahaman peserta dapat diketahui melalui tes tertulis yaitu kuisioner . re-test dan post-tes. 9 Pada Pelatihan Moderasi Beragama ini terdapat 40 peserta yang terdiri dari seluruh Pengajar Sekolah yang ada di Kabupaten Bangkalan. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara. Berikut ini merupakan data Rekapitulasi hasil pre-test dan post-test pelatihan penggerak penguatan moderasi beragama di wilayah kerja (PDWK) kantor kementrian agama kabupaten Bangkalan tahun 2024: Total Peserta Rata-Rata Presentase Peningkatan Tertinggi Terendah Tertinggi Terendah Pre- PostTest Test Nilai Pre-Test Nilai Post-Test 44 85,13 93,5% Berdasarkan hasil data diatas dapat diketahui bahwa : Pada nilai pre-test terdapat nilai terendah 15 dan nilai tertinggi 90. Pada nilai post-test terdapat nilai terendah 70 dan nilai tertinggi 95. Pada bagian keseruluhan nilai pre-test dan post-test tiap-tiap peserta terjadi peningkatan yang signifikan sebesar 93,5% Ibid. MaAomun Hidayat. AuWawancara Pelatihan Moderasi Beragama,Ay March 25, 2024. Annual Islamic Conference for Learning and Management UIN Sunan Ampel Surabaya Jl. Yani 117 Surabaya Halaman 431 AuTransformasi Pembelajaran dan Pengelolaan Pendidikan Islam Prospektif Sustainable Development GoalsAy Mario Ardiansyah Berdasarkan pada hasil tersebut maka dapat diketahui bahwa pelatihan moderasi beragama yang ada di Balai Diklat Keagamaan Surabaya mempengaruhi pemahaman peserta pelatihan. PENGARUH PELATIHAN MODERASI PELATIHAN MODERASI BERAGAMA BERAGAMA PESERTA Moderasi Beragama dapat diwujudkan dalam sikap, pengetahuan, dan ketrampilan seluruh peserta pelatihan moderasi beragama di Balai Diklat Keagamaan Surabaya. Sikap moderasi beragama ditunjukkan dengan penerimaan terhadap ajaran agama yang inklusif, menghormati perbedaan, sikap toleran, dan siap bekerja sama dengan berbagai pihak. Pelatihan Moderasi Beragama juga dapat mewujud dalam perilaku seorang peserta baik dalam ucapan, tindakan, atau perbuatan yang sesuai dengan sikap moderat. Pengaruh pelatihan moderasi beragama memeiliki dampak signifikan pada seorang peserta, yang dimana para peserta dapat mencakup peningkatan pemahaman tentang toleransi, pengembangan sikap inklusif, dan pengurangan Peserta juga menjadi lebih sadar akan pentingnya moderasi dalam beragama unutuk mencegah ekstremisme, serta memeperoleh pengetahuan yang lebih mendalam tentang keragaman agama. Secara keseluruhan, pelatihan moderasi beragama ini membantu seorang individu atau para peserta yang notabene seorang ASN. PNS, atau seorang Penyuluh Agama lebih toleran, inklusif, dan proaktif dalam menjaga kerukunan di lingkungan kerja dan antarumat beragama. KESIMPULAN Pengertian moderasi beragama adalah pengurangan kekerasan dan penghindaran keekstreman. Terdapat indikator sikap bermoderat dalam moderasi beragama yang harus dijiwai oleh masyarakat Indonesia, yaitu tawazun . IAotidal . urus dan tega. , aulawiyah . endahulukan yang priorita. , tathawwur wa ibtikar . inamis dan Building Learning Commitment (BLC) adalah materi yang digunakan pada pelatihan moderasi beragama yang ada di Balai Diklat Keagamaan Surabaya, menggunakan metode mengenalkan peserta pelatihan yang belum saling mengenal satu sama lain. Materi pelatihan moderasi beragama yang ada di Balai Diklat Keagamaan Surabaya, seperti wawasan kebangsaan, materi Agama dan Bina Damai. Rudi Ahmad Suryadi. AuImplementasi Moderasi Beragama Dalam Pendidikan Agama Islam,Ay Taklim : Jurnal Pendidikan Agama Islam 20. No. 1 (March 1, 2. : 1Ae12. Hasan Nur S. Pd. AuWawancara Peserta Pelatihan Moderasi Beragama Balai Diklat Keagamaan Surabaya,Ay March 27, 2024. Halaman 432 Surabaya, 12 Desember 2024 UIN Sunan Ampel Surabaya Jl. Yani 117 Surabaya Pemahaman Peserta Pelatihan di Balai Diklat Mario Ardiansyah materi intoleransi dan ekstrimisme di Indonesia, materi pencegahan konflik, dan materi pencegahan konflik. Pelatihan moderasi beragama adalah upaya yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan sikap bermoderat terhadap keberagaman agama di kalangan peserta. Dalam pembahasan ini pemahaman peserta dapat mempengaruhi pelatihan peserta pelatihan. Moderasi beragama dapat diwujudkan dalam sikap, pengetahuan, dan ketrampilan seluruh pelatihan moderasi beragama di Balai Diklat Keagamaan Surabaya. Sikap moderasi beragama ditunjukkan dengan penerimaan terhadap agama yang inklusif, menghormati perbedaan, sikap toleran, dan siap bekerja sama dengan berbagai pihak. Pelatihan moderasi beragama juga dapat mewujud dalam perilaku seorang peserta baik dalam ucapan, tindakan, atau perbuatan yang sesuai dengan sikap moderat. Pengaruh pelatihan moderasi beragama memeiliki dampak signifikan pada seorang peserta, yang dimana para peserta dapat mencakup peningkatan pemahaman tentang toleransi, pengembangan sikap inklusif, dan pengurangan prasangka. Peserta juga membantu seorang individu atau para peserta yang notabene seorang ASN. PNS, atau Penyuluh Agama lebih toleran, inklusif, dan proaktif dalam menjaga kerukunan di lingkungan kerja dan kemampuan. DAFTAR PUSTAKA