JURNAL PENGABDIAN PADA MASYARAKAT LPPM UNIVERSITAS PANCA BHAKTI VOL 3 NO 1 TAHUN 2026 ISSN: 3089-2139 Sosialisasi Kesadaran Finansial dan Mental Siswa Kelas XII Hadapi Dunia Kerja dan Kuliah 1*) Milatina Laksmita Dewi, . Dina Ulayya Azizah, . Zefi Nafira Arifiani, . Fakultas Ekonomika dan Bisnis. Universitas Selamat Sri. Jawa Tengah . Fakultas Psikologi. Universitas Selamat Sri. Jawa Tengah *Corresponding author: laksmitamilatina10@gmail. E-ISSN: 3089-2139 DOI: 54035/dianmas. VOLUME: 3 Article history: Received : 9 Apr 2026 Revised : 10 Apr 2026 Accepted : 11 Apr 2026 Abstract This Community Service Program aims to enhance financial awareness, mental health, and psychological aspects of twelfth-grade students in facing the transition to the workforce and higher The implementation is carried out through three stages: preparation, implementation, and evaluation. The preparation stage includes coordination with the school and development of materials. the implementation stage is conducted through interactive lectures, role playing simulations, discussions, and question-and-answer while the evaluation stage measures the effectiveness of the activity through pre-test and post-test instruments and observation of participant engagement. The target participants are twelfth-grade students of SMA NU 03 Mualimin Weleri, totaling 35 students. The results indicate an improvement in students' understanding and awareness regarding personal financial management, such as financial planning and expense control, as well as increased awareness of the importance of mental health in dealing with the pressures of the workforce and higher education. The interactive and contextual approach used has proven to enhance participant engagement throughout the activity. This activity provides a positive contribution in preparing students to face future challenges more effectively, both from financial and psychological perspectives. Keywords: Financial Awareness. Financial Literacy. Psychology. Mental Health Abstrak Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran finansial, kesehatan mental, dan aspek psikologis siswa kelas XII dalam menghadapi transisi menuju dunia kerja maupun pendidikan tinggi. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui tiga tahapan, yaitu persiapan, pelaksanaan, dan Tahap persiapan meliputi koordinasi dengan pihak sekolah dan penyusunan materi. tahap pelaksanaan dilakukan melalui ceramah interaktif, simulasi role playing, diskusi, serta sesi tanya jawab. sedangkan tahap evaluasi dilakukan untuk mengukur efektivitas kegiatan melalui instrumen pre-test dan post-test serta observasi partisipasi peserta. Sasaran kegiatan ini adalah siswa kelas XII SMA NU 03 Mualimin Weleri sebanyak 35 siswa. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan kesadaran siswa terkait pentingnya pengelolaan keuangan pribadi, seperti perencanaan keuangan dan pengendalian pengeluaran, serta meningkatnya kesadaran akan pentingnya kesehatan mental dalam menghadapi tekanan dunia kerja dan pendidikan tinggi. Pendekatan interaktif dan kontekstual yang digunakan terbukti mampu meningkatkan keterlibatan peserta selama kegiatan JURNAL PENGABDIAN PADA MASYARAKAT LPPM UNIVERSITAS PANCA BHAKTI VOL 3 NO 1 TAHUN 2026 ISSN: 3089-2139 Evaluasi kegiatan ini juga menjadi dasar untuk pengembangan program PKM selanjutnya agar lebih efektif dan Kata Kunci: Kesadaran Finansial. Kesadaran Keuangan. Psikologi. Kesehatan Mental PENDAHULUAN Perkembangan dunia pendidikan saat ini menuntut siswa SMA untuk tidak hanya memiliki kecakapan akademik, tetapi juga kompetensi non-akademik yang mendukung pembentukan karakter dan kualitas diri. Salah satu kompetensi yang sangat penting namun sering diabaikan adalah kemampuan mengelola keuangan pribadi secara sistematis dan terencana. Kemampuan tersebut merupakan bagian dari life skill yang esensial untuk membantu siswa menghadapi berbagai tantangan di masa depan, termasuk dalam konteks studi lanjut, pekerjaan, maupun kehidupan sosial. Secara umum, siswa SMA berada pada tahap perkembangan kognitif dan emosional yang masih dalam proses pembentukan. Pada usia 15Ae18 tahun, siswa sudah mulai menunjukkan kemandirian dalam mengambil keputusan, tetapi sering kali keputusan tersebut belum dilandasi pertimbangan rasional dan perencanaan jangka Berdasarkan hasil survei, 45% responden tidak memisahkan uang untuk kebutuhan sekarang dan jangka panjang, yang menunjukkan kurangnya perencanaan keuangan yang baik. 30% tidak mencatat pengeluaran dan memonitor transaksi keuangan, yang dapat mengarah pada pemborosan dan sulitnya mencapai tujuan dan 25% tidak memiliki anggaran bulanan untuk mengatur pengeluaran, yang dapat menyebabkan pengeluaran berlebihan dan kesulitan dalam mengelola uang . Banyak siswa yang telah memiliki akses terhadap sumber daya finansial berupa uang saku harian maupun mingguan. Namun, hasil observasi lapangan dan penelitian pendidikan menunjukkan bahwa sebagian besar siswa belum memiliki kebiasaan melakukan pencatatan pemasukan dan pengeluaran secara teratur. Mereka cenderung menggunakan uang tanpa perencanaan, mengutamakan kebutuhan konsumtif, serta kurang mampu membedakan kebutuhan dan keinginan. Dalam mengelola keuangan, hal pertama yang perlu dilakukan adalah membuat rincian dan perencanaan keuangan yang sistematis . Akuntansi merupakan alat untuk mengorganisasi dan menyampaikan informasi keuangan yang berguna dalam pengambilan keputusan. Jika prinsip-prinsip dasarnya diajarkan kepada pelajar dalam bentuk yang sederhana dan kontekstual, maka akan mendorong lahirnya kebiasaan seperti mencatat pengeluaran, merencanakan tabungan, dan berpikir jangka panjang terhadap keuangan. Akuntansi tidak semata berkaitan dengan pencatatan angka, tetapi juga merupakan keterampilan esensial yang dapat membantu pelajar memahami cara mengelola uang, membuat keputusan finansial yang tepat, serta merancang perencanaan keuangan yang bijaksana . Kesejahteraan keuangan mengacu pada kondisi finansial yang sehat, bahagia, dan nyaman dalam menjalani aktivitas sehari-hari karena adanya keseimbangan antara rasa aman di masa depan dan manajemen keuangan yang baik di masa kini . Kecerdasan finansial akan terbentuk apabila individu mampu merencanakan keuangan masa depan dengan baik. Dalam hal ini, literasi keuangan menjadi faktor kunci dalam membangun perilaku finansial yang sehat . Menurut OJK . , literasi keuangan adalah pengetahuan, keterampilan, dan keyakinan yang membawa pengaruh sikap serta perilaku seseorang dalam pengambilan keputusan keuangan untuk memperoleh JURNAL PENGABDIAN PADA MASYARAKAT LPPM UNIVERSITAS PANCA BHAKTI VOL 3 NO 1 TAHUN 2026 ISSN: 3089-2139 kesejahteraan finansial. Penelitian sebelumnya juga memperlihatkan bahwa semakin tinggi tingkat literasi keuangan, semakin baik perilaku manajemen keuangan individu . Siswa kelas XII berada pada fase transisi penting dari dunia pendidikan menengah menuju dunia kerja atau perguruan tinggi. Pada fase ini, siswa dihadapkan pada berbagai tantangan, baik dari sisi kesiapan finansial maupun kesehatan mental. Kurangnya literasi keuangan dapat menyebabkan kesalahan dalam pengelolaan keuangan pribadi, sedangkan rendahnya kesadaran akan kesehatan mental dapat berdampak pada stres, kecemasan, dan penurunan motivasi belajar. Kesadaran finansial dan kesehatan mental merupakan dua aspek penting yang saling berkaitan. Ketidakmampuan mengelola keuangan sering kali memicu stres, kecemasan, dan konflik psikologis. Sebaliknya, kondisi mental yang tidak stabil dapat mempengaruhi kemampuan siswa dalam mengambil keputusan finansial yang tepat. Oleh karena itu, pendekatan terpadu antara literasi keuangan dan psikologi kesehatan mental menjadi sangat relevan untuk diberikan kepada siswa kelas XII . Berdasarkan kondisi tersebut, kegiatan PKM ini hadir sebagai respons atas kebutuhan nyata siswa SMA NU 03 Mualimin Weleri dalam membangun kesiapan finansial dan mental menghadapi dunia pasca-sekolah. Universitas Selamat Sri (UNISS) melalui tim dosen Fakultas Ekonomika dan Bisnis serta Fakultas Psikologi menanggapi kebutuhan tersebut dengan harapan memberikan manfaat konkret bagi para siswa. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan literasi keuangan, kesadaran finansial, dan kesehatan mental siswa kelas XII sebagai bekal menghadapi dunia kerja dan perguruan METODE PENGABDIAN Dalam rangka mencapai tujuan yang telah ditetapkan, kegiatan PKM ini dilaksanakan melalui tiga tahapan yang sistematis dan saling berkesinambungan, yaitu tahap persiapan, tahap pelaksanaan, dan tahap evaluasi. Tahap Persiapan Siswa kelas XII membutuhkan peningkatan kesadaran finansial dan kesehatan mental sebagai bekal menghadapi dunia kerja dan perguruan tinggi. Siswa masih memiliki keterbatasan pemahaman dalam pengelolaan keuangan pribadi dan perencanaan finansial sederhana, serta menghadapi tekanan akademik dan kecemasan terhadap masa depan dengan pemahaman kesehatan mental yang masih rendah. Berdasarkan hasil analisis kebutuhan tersebut, tim melakukan koordinasi intensif dengan pihak sekolah, khususnya bagian kesiswaan SMA NU 03 Mualimin Weleri, untuk menetapkan waktu dan lokasi pelaksanaan serta menyusun materi yang relevan dan aplikatif sesuai kebutuhan peserta. Tahap Pelaksanaan. Tahap pelaksanaan dilakukan melalui kegiatan sosialisasi tatap muka pada tanggal 04 Maret 2026 di Aula Mini SMA NU 03 Mualimin Weleri, yang dihadiri oleh 35 siswa kelas XII. Metode yang digunakan adalah pendekatan role playing yang dikombinasikan dengan ceramah interaktif dan sesi tanya jawab. Melalui role playing, siswa disimulasikan dalam situasi nyata terkait pengambilan keputusan finansial dan pengelolaan tekanan psikologis, seperti menyusun anggaran pribadi, menentukan prioritas kebutuhan, serta menghadapi kecemasan akademik dan tuntutan dunia kerja. Penyampaian materi mencakup: . konsep dasar pengelolaan keuangan pribadi dan perencanaan finansial, . strategi literasi keuangan bagi pelajar, serta . aspek kesehatan mental dalam menghadapi transisi pasca-SMA. Tahap Evaluasi. JURNAL PENGABDIAN PADA MASYARAKAT LPPM UNIVERSITAS PANCA BHAKTI VOL 3 NO 1 TAHUN 2026 ISSN: 3089-2139 Tahap evaluasi dilaksanakan untuk mengukur efektivitas kegiatan secara Hasil evaluasi digunakan sebagai dasar perbaikan program PKM HASIL DAN PEMBAHASAN Persiapan kegiatan pelaksanaan dirancang secara sistematis melalui tiga tahapan utama, yaitu tahap persiapan, tahap pelaksanaan, dan tahap monitoring, yang saling berkesinambungan untuk memastikan kegiatan berjalan efektif, terarah, serta mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Berikut adalah rincian tiap tahapan yang dilaksanakan pada PKM ini sebagai berikut: Tahap Persiapan Melakukan koordinasi secara intensif dengan pihak sekolah SMA NU 03 Mualimin Weleri merupakan langkah awal yang krusial dalam pelaksanaan program Pengabdian kepada Masyarakat. Koordinasi ini mencakup proses komunikasi terkait perencanaan kegiatan, penentuan waktu dan lokasi pelaksanaan, serta penyusunan teknis kegiatan yang disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan sekolah. Dalam hal ini, sasaran utama program adalah siswa/i SMA NU 03 Mualimin Weleri, yang diharapkan dapat memperoleh manfaat secara langsung melalui partisipasi aktif dalam seluruh rangkaian kegiatan yang dirancang oleh tim PKM. Dalam mendukung kelancaran pelaksanaan program, tim PKM juga menjalin kerja sama yang sinergis dengan bagian kesiswaan di SMA NU 03 Mualimin Weleri. Pihak kesiswaan berperan sebagai panitia internal sekolah yang membantu dalam aspek teknis operasional, seperti koordinasi peserta, penyediaan sarana dan prasarana, serta pengaturan jadwal kegiatan. Kolaborasi ini tidak hanya bertujuan untuk memastikan kegiatan berjalan dengan baik, tetapi juga untuk membangun hubungan kemitraan yang berkelanjutan antara tim PKM dan pihak sekolah dalam mendukung kegiatan-kegiatan edukatif di masa mendatang. Tahap Pelaksana Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) yang dikemas dengan metode seminar dan pelatihan ini merupakan salah satu implementasi dari Tri Dharma Perguruan Tinggi yang bertujuan untuk pemberdayaan potensi masyarakat. Pengabdian kepada Masyarakat dapat dilakukan dengan beberapa tindakan strategis, seperti: memberikan pelayanan kepada masyarakat, penerapan ilmu pengetahuan dan teknolologi sesuai dengan bidang keahlian, serta peningkatan kapasitas masyarakat . Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini dilaksanakan secara langsung Di Aula SMA NU 03 Mualimin Weleri. Acara yang dilaksanakan pada hari Rabu, 04 Maret 2026 ini dihadiri oleh 35 peserta Siswa/I SMA NU 03 Mualimin Weleri. Adapun tema yang diangkat dalam pengabdian ini adalah Au Sosialisasi Membangun Kesadaran Finansial Dan Kesehatan Mental Siswa Kelas XII Dalam Menghadapi Dunia Kerja Dan Perguruan TinggiAy. Acara pengabdian diawali dengan pembukaan yang pada kesempatan ini acara dibuka oleh Pihak Sekolah SMA NU 03 Mualimin Weleri yang di wakili oleh Bagian Setelah pembukaan selesai, tim PKM kemudian mulai memberikan materi. Materi disampaikan oleh Milatina Laksmita Dewi. Ak. terkait tentang Membangun Kesadaran Finansial dan Kesehatan Mental Siswa Kelas XII dalam Menghadapi Dunia Kerja dan Perguruan Tinggi. JURNAL PENGABDIAN PADA MASYARAKAT LPPM UNIVERSITAS PANCA BHAKTI VOL 3 NO 1 TAHUN 2026 ISSN: 3089-2139 Pelaksanaan Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) agar memperoleh hasil yang maksimal dan tepat sasaran. Tim PKM yang dimotori oleh Dosen FEB dan Psikologi UNISS Kutosari selaku pelaksana kegiatan, memilih menggunakan pendekatan Role Playing. Pendekatan role playing dapat digunakan secara efektif dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini karena mampu meningkatkan pemahaman siswa melalui pengalaman langsung dan simulasi situasi Melalui role playing, siswa dapat memerankan kondisi yang berkaitan dengan pengambilan keputusan finansial serta pengelolaan kesehatan mental, seperti mengatur anggaran pribadi, memilih prioritas kebutuhan, menghadapi tekanan akademik, atau beradaptasi dengan tuntutan dunia kerja dan perguruan tinggi. Pendekatan ini mendorong partisipasi aktif, meningkatkan empati, serta membantu siswa mengembangkan keterampilan berpikir kritis dan pengambilan Selain itu, role playing juga efektif dalam membangun kesadaran psikologis JURNAL PENGABDIAN PADA MASYARAKAT LPPM UNIVERSITAS PANCA BHAKTI VOL 3 NO 1 TAHUN 2026 ISSN: 3089-2139 karena siswa dapat mengenali emosi, stres, dan respons yang muncul dalam situasi tertentu, sehingga mereka lebih siap menghadapi kondisi nyata setelah lulus sekolah . Dengan demikian, penggunaan pendekatan role playing sangat relevan dan mendukung pencapaian tujuan kegiatan PKM, khususnya dalam meningkatkan kesiapan siswa secara finansial dan mental. Evaluasi Kegiatan Tahap evaluasi dilakukan sebagai bagian penting dalam rangka menilai sejauh mana tujuan kegiatan sosialisasi dapat tercapai secara optimal serta untuk mengukur efektivitas penyampaian materi kepada peserta. Proses evaluasi ini dilaksanakan secara komprehensif melalui beberapa pendekatan, antara lain observasi langsung terhadap tingkat keaktifan dan partisipasi siswa selama kegiatan berlangsung, keterlibatan peserta dalam sesi diskusi dan tanya jawab, serta pengumpulan umpan balik yang mencerminkan tingkat pemahaman mereka terhadap materi yang disampaikan. Aspek yang dievaluasi tidak hanya terbatas pada pemahaman kognitif terkait kesadaran finansial dan kesehatan mental, tetapi juga mencakup respon afektif siswa, seperti minat, perhatian, dan kesadaran akan pentingnya kedua aspek tersebut dalam kehidupan Selain itu, evaluasi juga dilakukan dengan membandingkan tingkat pemahaman siswa sebelum dan sesudah kegiatan sosialisasi melalui analisis respons peserta, baik secara lisan maupun tertulis. Pendekatan ini memberikan gambaran yang lebih objektif mengenai peningkatan pengetahuan dan perubahan perspektif siswa setelah mengikuti Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan dalam pemahaman siswa mengenai pengelolaan keuangan pribadi, seperti pentingnya perencanaan keuangan, menabung, dan pengendalian pengeluaran, serta meningkatnya kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan mental dalam menghadapi tekanan dunia kerja dan tuntutan pendidikan tinggi. Lebih lanjut, evaluasi ini juga mengindikasikan bahwa metode penyampaian materi yang interaktif dan kontekstual mampu meningkatkan keterlibatan siswa, sehingga materi lebih mudah dipahami dan diinternalisasi. Temuan ini menjadi dasar yang penting bagi tim pelaksana untuk melakukan perbaikan dan pengembangan program Pengabdian kepada Masyarakat di masa mendatang, baik dari segi materi, metode, maupun strategi pelaksanaan. Dengan demikian, kegiatan yang akan datang diharapkan dapat memberikan dampak yang lebih luas, berkelanjutan, dan relevan dengan kebutuhan peserta. KESIMPULAN Kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui sosialisasi membangun kesadaran finansial dan kesehatan mental bagi siswa kelas XII telah terlaksana secara sistematis dan sesuai dengan tujuan yang direncanakan. Kegiatan ini memberikan kontribusi positif dalam meningkatkan pemahaman siswa mengenai pentingnya pengelolaan keuangan pribadi serta perencanaan finansial sederhana sebagai bekal menghadapi dunia kerja dan perguruan tinggi. Selain itu, kegiatan ini juga berhasil meningkatkan kesadaran siswa akan pentingnya menjaga kesehatan mental, khususnya dalam menghadapi tekanan akademik, kecemasan terhadap masa depan, serta tuntutan transisi setelah lulus dari pendidikan menengah. Melalui penyampaian materi yang edukatif dan interaktif, siswa memperoleh pengetahuan dan strategi dasar dalam mengelola stres, meningkatkan kepercayaan diri, serta membangun kesiapan mental. Secara keseluruhan, kegiatan sosialisasi ini mampu meningkatkan kesiapan siswa kelas XII secara finansial dan psikologis dalam menghadapi tantangan dunia kerja dan JURNAL PENGABDIAN PADA MASYARAKAT LPPM UNIVERSITAS PANCA BHAKTI VOL 3 NO 1 TAHUN 2026 ISSN: 3089-2139 perguruan tinggi. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dinilai relevan dan bermanfaat, serta memiliki potensi untuk dikembangkan dan dilaksanakan secara berkelanjutan guna mendukung pembentukan sumber daya manusia yang lebih siap, mandiri, dan seimbang secara finansial maupun mental. Berdasarkan hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang telah dilaksanakan, disarankan agar kegiatan sosialisasi mengenai kesadaran finansial dan kesehatan mental dapat dilaksanakan secara berkelanjutan dan terprogram. Pihak sekolah diharapkan dapat mengintegrasikan materi tersebut ke dalam kegiatan pembinaan siswa atau layanan bimbingan dan konseling. Selain itu, kegiatan serupa dapat dikembangkan dengan metode yang lebih variatif, seperti pendampingan berkelanjutan, simulasi, dan role playing, agar pemahaman siswa semakin mendalam dan Keterlibatan orang tua dan pihak terkait juga disarankan untuk memperkuat dukungan terhadap kesiapan finansial dan kesehatan mental siswa dalam menghadapi dunia kerja dan perguruan tinggi. DAFTAR PUSTAKA