Jurnal Elektronika dan Teknik Informatika Terapan Volume 3. Nomor 3. September 2025 e-ISSN: 2988-0874, p-ISSN: 2988-0866. Hal 51-56 DOI: https://doi. org/10. 59061/jentik. Available Online at: https://e-journal. poltek-kampar. id/index. php/JENTIK Identifikasi Gaya Belajar Siswa Dengan Metode Backward Chaining Miftahul Mardiyah Informatika Medis. Sekolah Tinggi Kesehatan Mitra Sejati ,Indonesia Alamat: Jl. Basir No. 16 Pangkalan Masyur Medan Johor. Sumatera Utara Korespondensi Penulis: miftahulmardiyah5@gmail. Abstract. Teaching and learning activities are one of the efforts to improve the quality of formal education. Every student has their own uniqueness, including in learning. There are 3 types of learning styles, including Visual. Auditory, and Kinesthetic. All three have unique characteristics, and the application of the Backward Chaining method in this study is quite influential because it has the same results as manual calculations. Keyword: Learning Styles. Backward Chaining. Effective Learning Abstrak. Kegiatan belajar mengajar merupakan salah satu upayah meningkatkan mutu pendidikan folmal. Setiap siswa mempunyai keunikan masing-masing termaksud dalam pembelajar. Ada 3 macam gaya belajar, diantaranya Visual. Auditori, dan Kinestetik. Ketiganya memiliki ciri kas, dan penerapan metode Backward Chaining pada penelitian ini cukup berbengaruh, karena memiliki hasil yang sama dengan hasil perhitungan manual. Kata kunci : Gaya Belajar. Backward Chaining. Pembelajaran Efektif LATAR BELAKANG Kegiatan belajar mengajar merupakan sebuah fungsi pokok dan usaha yang paling strategis guna mewujudkan tujuan institusional yang di emban oleh lembaga pendidikan Setiap siswa memiliki keunikan masing-masing, itu pula yang menjadi ciri khas untuk setiap siswa. Seperti keunikan mereka dalam belajar. Setiap pendidik harus mampu mendefinisikan itu, agar pendidik dapat memperlakukan siswa sesuai dengan karakteristiknya adalah suatu usaha untuk memberikan pelayanan sesuai dengan kebutuhan individu siswa. Pelayanan terbaik terhadap setiap siswa mendapatkan hasil yang setara. Setiap pendidik perlu memahami karakteristik siswanya, agar siswa dapat lebih mudah dalam menerima pembelajaran ada. Termaksud berkaitan dengan pemilihan strategi pembelajaran, kemampuan yang dimiliki sehingga komponen pengajaran dapat berjalan sesuai dengan karakteristik siswa yang akhirnya pembelajaran dapat diterima oleh siswa dengan baik (Meriyati, 2. Metode yang digunakan untuk mengidentifikasi karakter siswa dalam menentukan gaya belajar yang baik adalah menerapkan metode Backward Chaining, karena Backward Chaining merupakan salah satu metode dalam teknologi yang diterapkan melakukan identifikasi dengan penelusuran dari gejala-gejala . ata-dat. yang ada. Dalam permasalah ini Sistem dibuat untuk mempercepat proses tindakan . aya belaja. yang tepat untuk setiap siswa. Received November 16, 2024. Revised November 30, 2024. Accepted Desember 17, 2025. Published Desember 31, 2024 Identifikasi Gaya Belajar Siswa Dengan Metode Backward Chaining KAJIAN TEORITIS Backward Chaining Asti Herliana . Backward Chaining merupakan proses pencarian dimulai dari tujuan, yaitu kesimpulan yang menjadi solui permasalahan yang dihadapi. Mesin inferensi mencari kaidah-kaidah/aturan dalam basis pengetahuan yang kesimpulannya merupakan solusi yang ingin dicapai, kemudian dari kaidah-kaidah/aturan yang diperoleh, masing-masing kesimpulan dirunut balik jalur yang mengarah pada kesimpulan tersebut. Berikut ini adalah gambar dari proses Backward Chaining: Gambar 1. Proses Backward Chaining Gaya Belajar Gaya belajar merupakan suatu cara dari individu dalam mengkonstentrasikan dirinya dalam menerima pembelajaran. Menurut Waryani. setiap individu memiliki cara yang berbeda-beda. Namun dalam perbedaan tersebut, perbedaan itu bisa dikelompokkan menjadi tiga jenis, yakni gaya belajar auditori, gaya belajar visual, dan gaya belajar kinestetik Ketiga jenis gaya belajar tersebut akan diuraikan sebagai berikut. Gaya Belajar Visual, yang mana individu yang memiliki gaya belajar ini lebih tertarik dengan gambar, grafik, video bahkan dengan nyanyian . ntuk tingkat sekolah dasa. Gaya Belajar Auditori, yang mana individu yang memiliki gaya belajar ini lebih tertarik dengan penjelasan yang diberikan oleh guru, berdiskusi dan lebih tepatnya mendengarkan orang berceramah. Gaya Belajar Kinestetik, individu yang memiliki gaya belajar ini cenderung lebih terlihat aktif dari pada gaya belajar lainnya, karena mereka cenderung lebih menyukai pengalaman fisik dan interaksi dengan dunia nyata. Jurnal Elektronika dan Teknik Informatika Terapan - Volume 3. Nomor 3. September 2025 e-ISSN: 2988-0874, p-ISSN: 2988-0866. Hal 51-56 METODE PENELITIAN Adapun langkah-langkah yang di lakukan dalam penelitian ini adalah seperti pada gambar 2. Gambar 2. Kerangka Kerja Penelitian HASIL DAN PEMBAHASAN Data Data yang digunakan disini bersumber dari diskusi bersama guru pendamping dan angket yang diberikan kepada siswa kelas X Madrasa Aliyah Mutiara. Adapun angket yang diberikan dalam bentuk google form seperti gambar berikut ini Gambar form renponden Penyajian Fakta dan Aturan Untuk memudahkan pemahaman kita, kriteria, aturan dan fakta diberikan simbol, adapun simbol-simbol itu antara lain: Tabel 1. Simbol Kriteria Simbol Notasi Penjelasan Gaya Belajar Visual Gaya Belajar Auditori Gaya Belajar Kinestetik Identifikasi Gaya Belajar Siswa Dengan Metode Backward Chaining Setelah mengumpulkan data mengenali karakteristik gaya belajar dan pemberian angket kepada siswa, maka ditetapkan aturan-aturan sesuai dengan metode Backward Chaining dalam melakukan identifikasi kelompok gaya belajar siswa. ketentuan itu antara lain: Tabel 2. Rule Gaya Belajar Kode A10 A11 B10 B11 Keterangan Suka membaca Suka mencatat Membaca dengan cepat dan tekun Mudah mengingat apa yang dilihat daripada yang didengar Tidak terganggu dengan keributan Sering menjawab pertanyaan dengan ya/tidak Pola berbicara cepat Cara bekerja mengikuti petunjuk gambar/langkah Cara berkomunikasi langsung/melihat ekspresi wajah Kegiatan yang disukai adalah demonstrasi/praktek Lebih suka seni dari pada musik Lebih suka mendengarkan guru/pendidik Kesulitan dalam menulis/mencatat tetapi pandai bercerita Membaca dengan suara keras Mudah mengingat apa yang didiskusikan Mudah terganggu dengan keributan Sering menjawab pertanyaan dengan panjang lebar Pola berbicara sedang dan berirama Cara bekerja sambil berbicara Senang berkomunikasi lewat telepon Suka berdiskusi dan berbicara Lebih suka music daripada seni Suka praktik Banyak sekali tulisan tanpa dibaca kembali Membaca dengan menggunakan jari sebagai penunjuk Mengingat dengan menulis informasi berkali-kali Tidak dapat duduk diam dalam waktu lama Sering menjawab pertanyaan dengan diikuti Gerakan tubuh Hasil Penelitian Dalam penelitian ini penelitih mengambil sampel siswa kelas X sebanyak 15 orang, yang mana hasil dari angket yang sudah mereka isi adalah sebagai berikut. Table 3. Tabel Hasil Angket Pertanyaan 33,3% 33,3% 13,3% 13,3% 33,3% 6,7% 53,3% 26,7% 33,3% 26,7% 26,7% 13,3% 53,3% 26,7% 46,7% 26,7% 26,7% 66,7% 46,7% 26,7% 53,3% 33,3% 6,7% 46,7% Jurnal Elektronika dan Teknik Informatika Terapan - Volume 3. Nomor 3. September 2025 e-ISSN: 2988-0874, p-ISSN: 2988-0866. Hal 51-56 13,3% 13,3% 26,7% 46,7% Dari table diatas dapat kita simpulkan bahwa siswa kelas X di sekolah ini rata-rata memiliki Gaya Belajar Kinestetik. Setelah diuji kedalam system menghasilkan: Table 4. Hasil Sistem Siswa Persentasi/Kesimpulan Visual Kinestetik Kinestetik Kinestetik Audutori Kinestetik Kinestetik Kinestetik Kinestetik Visual Kinestetik Kinestetik Visual Audotori Kinsetetik Setelah dilakukan Uji system, didapatkanlah 3 orang siswa bergaya belajar Visual . %), 2 orang siswa bergaya belajar Audotori . ,3%) dan 10 siswa bergaya belajar Kinestetik . ,67%). KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Berdasarkan analisa dan hasil uji dengan menerapkan metode Backward Chaining dalam system ini mendapkan hasil yang sama, yaitu rata-rata siswa bergaya belajar Kinestetik, jadi bisa disimpulkan bahwa system ini dapat digunakan sekolah dan pendidik dalam mendeteksi cara belajar siswa, agar siswa dapat menerima pembelajaran dengan lebih baik. Saran