JIPM: Jurnal Ilmiah Penelitian Mahasiswa Volume . Nomor . Tahun A IMPLEMENTASI METODE GIVING QUESTIONS AND GETTING ANSWER DALAM MENINGKATKAN KEAKTIFAN SISWA DI MA AL-MUKHLISIN KAMPAO BLEGA BANGKALAN JAWA TIMUR Laili Sabina Putri1. Moh. Isbir M. Pd. I1. Binti Nur Afifah. Pd2. STIT Miftahul Ulum Modung Bangkalan . e-mail: : lailisabinaputri73@gmail. Abstract This study aims to improve students' activeness at MA Al-Mukhlisin Kampao through the implementation of the Giving Questions and Getting Answer method. The background of this research is the low level of student participation in the learning process, which negatively impacts their academic performance. Students tend to be passive and less engaged in discussions, necessitating a method that facilitates more active interaction. This study uses a qualitative approach with techniques such as observation, in-depth interviews, and document analysis. Data on student activeness were collected through participatory observation, interviews with students and teachers, and analysis of field notes and relevant documents. The Giving Questions and Getting Answer method was applied to encourage students to be more engaged in learning, particularly through structured question-and-answer The results show that this method effectively increases student participation and Students became more enthusiastic about joining class discussions, demonstrated better understanding of the material, and gained confidence in asking and answering questions. The implementation of this method also promotes critical thinking and more active involvement in the learning process. Keywords: Giving Questions and Getting Answer, student activity PENDAHULUAN Membuat variasi adalah suatu hal yang sangat penting dalam perilaku keterampilan Variasi dalam hal ini adalah menggunakan berbagai metode gaya mengajar, mialnya variasi dalam menggunakan sumber bahan pelajaran media pengajaran, variasi dalam bentuk interaksi antara guru dan siswa. Guru untuk dapat melaksanakan tugas secara profesional, memerlukan wawasan yang mantap tentang kemungkinan-kemungkinan metode pembelajaran yang sesuai dengan tujuan-tujuan belajar. Usaha mempertinggi efektivitas belajar mengajar, sebaiknya guru memperhatikan metode serta kondisi mengajar. Semakin baik metode atau cara, semakin efektif pula pencapaian suatu tujuan. Siswa dapat berperan aktif dalam mencari sesuatu informasi guna. memecahkan suatu permasalahan. Banyak cara yang dapat dilakukan untuk menciptakan suasana belajar yang kondusif, dimana para peserta didik dapat mengembangkan aktivitas dan kreativitas belajar. Dalam dunia pendidikan, peran guru dalam menerapkan metode pembelajaran yang efektif sangat menentukan hasil belajar siswa. Salah satu metode yang telah banyak diterapkan adalah Giving Questions and Getting Answer yang mengutamakan interaksi aktif antara guru dan siswa. Pada penelitian sebelumnya, banyak studi menunjukkan bahwa penggunaan metode ini dapat meningkatkan partisipasi siswa dalam kelas, yang berujung pada peningkatan pemahaman dan hasil belajar. Studi lain juga menekankan pentingnya memberikan kesempatan pada siswa untuk mengajukan pertanyaan sebagai bagian dari proses belajar aktif, sehingga mereka tidak hanya menerima informasi secara pasif, tetapi juga berperan dalam membangun pengetahuan mereka sendiri. Pada era pembelajaran yang semakin menuntut keterlibatan siswa, peran guru tidak lagi sekadar sebagai penyampai informasi. Guru perlu menciptakan suasana belajar yang mendorong siswa untuk lebih aktif bertanya dan menjawab. Metode Giving Questions and Getting Answer memberikan peluang bagi siswa untuk merefleksikan materi yang telah dipelajari dan membantu mereka memahami konsep-konsep yang sulit melalui pertanyaan yang diajukan baik oleh guru maupun siswa lainnya. Dengan demikian, siswa tidak hanya mendengar penjelasan secara pasif, tetapi juga terlibat langsung dalam proses pembelajaran. Giving Question and Getting Answer artinya memberikan pertanyaan dan mendapatkan jawaban merupakan pembentukan tim-tim untuk melibatkan siswa dalam peninjauan kembali materi pada pelajaran sebelumnya atau pada akhir pelajaran. Dalam jurnal yang diterbitkan oleh *Arends . * dalam "Belajar Aktif dan Strategi Pembelajaran", dikatakan bahwa pembelajaran aktif dapat meningkatkan keaktifan siswa karena mereka tidak hanya menjadi penerima informasi, tetapi juga menjadi peserta aktif dalam proses belajar. Relevansi dengan Metode Giving Questions And Getting Answer sejalan dengan konsep pembelajaran aktif, karena mendorong siswa untuk berpikir secara kritis dan terlibat aktif dalam pembelajaran melalui pertanyaan dan diskusi. Metode pembelajaran Giving Questions And Getting Answers ini juga biasa dikenal dengan metode tanya jawab. Dimaksudkan metode tanya jawab yaitu: suatu cara menyajikan materi pelajaran dengan jalan guru mengajukan suatu pertanyaanpertanyaan kepada siswa untuk dijawab, bisa pula diatur pertanyaan-pertanyaan diajukan siswa lalu dijawab oleh siswa lainnya. Tipe Giving Question and Getting Answers memungkinkan peserta didik untuk berfikir tentang pelajaran yang kurang dipahami. Strategi belajar aktif didesain untuk menghidupkan kelas dengan suasana belajar yang menyenangkan serta melibatkan gerak fisik peserta didik. Selain itu, metode ini memberikan kontribusi yang signifikan dalam meningkatkan rasa percaya diri siswa. Ketika siswa berani bertanya dan menjawab pertanyaan di kelas, mereka mengembangkan keterampilan komunikasi yang penting untuk masa depan mereka. Keberanian dalam mengutarakan pendapat serta kesanggupan untuk berdiskusi secara kritis merupakan bekal penting dalam dunia kerja dan kehidupan sosial. Oleh karena itu, penting bagi guru untuk mengadopsi metode pembelajaran yang tidak hanya efektif secara akademis, tetapi juga membangun keterampilan sosial siswa. Keaktifan belajar adalah suatu proses kegiatan belajar mengajar yang menuntut siswa untuk ikut terlibat secara aktif dalam proses pembelajaran dan membuat tingkah laku siswa menjadi lebih baik . Keaktifan siswa sangat dibutuhkan saat proses belajar. siswa diharapkan aktif dalam belajar karena dapat berdampak pada ingatan siswa tentang materi yang telah keaktifan belajar harus dimotivasi karena dengan aktivitas belajar, usaha akan meningkat dan akan mempengaruhi hasil belajarnya. Pada saat siswa belajar secara pasif siswa mengalami proses tanpa rasa ingin tahu dan tanpa pertanyaan. Pada saat siswa belajar aktif mereka akan mempunyai rasa ingin tahu terhadap sesuatu yang merepa pelajari, sehingga mereka akan aktif bertanya. Permasalahan keaktifan siswa dalam proses pembelajaran merupakan tantangan yang sering dihadapi oleh pendidik, terutama di lingkungan Madrasah Aliyah. Banyak siswa yang cenderung pasif, hanya mendengarkan ceramah tanpa partisipasi aktif dalam diskusi atau kegiatan kelas. Keaktifan siswa sangat penting karena berkontribusi terhadap pemahaman yang lebih baik dan pencapaian hasil belajar yang optimal. Oleh karena itu, metode pembelajaran yang tepat sangat diperlukan untuk mendorong siswa agar lebih aktif terlibat dalam proses pembelajaran. Banyak faktor yang menyebabkan kurangnya keaktifan belajar Pendidikan Agama Islam (PAI), terutama mata pelajaran SKI (Sejarah Kebudayaan Isla. Banyak yang menganggap pelajaran SKI (Sejarah Kebudayaan Isla. ini merupakan salah satu pelajaran yang membosankan, hanya penuh dengan ceramah bak dongeng pengantar sebelum tidur. Banyak siswa yang tidak tertarik dengan materi yang diajarkan dan memilih pasif atau bahkan sibuk dengan urusan masing- masing. Untuk mengatasi hal tersebut, maka seorang guru harus mampu memilih dan menentukan metode pembelajaran yang sesuai dengan materi pelajaran dan kebutuhan belajar siswa. Salah satu solusinya adalah dengan menerapkan metode pembelajaran aktif Giving Question and Getting answer. Penelitian lain yang dilakukan sebelumnya juga menyoroti perbedaan yang muncul dari penerapan metode Giving Questions and Getting Answer. Dalam penelitian mereka metode ini digunakan pada berbagai tingkat pendidikan dan mata pelajaran, menunjukkan bahwa variasi penerapan sangat bergantung pada kondisi kelas dan karakteristik siswa. Kendati demikian, fokus utama mereka tetap pada hasil belajar akademis siswa, bukan pada peningkatan keterlibatan atau keaktifan siswa selama proses belajar. (Novita Desti Arisandi, 2012. )/( Wilinda Ning Tyas Prima,2. Berdasarkan penelitian diatas , metode pembelajaran Giving Queaations and Getting Answer dapat meningkatkan keaktifan dalam belajar siswa karena model pembelajaran ini pusat tujuannya tertuju pada peserta didik dimana melatih siswa untuk percaya diri dalam melakukan tanya jawab saat pembelajaran berlangsung. METODE Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Penelitian kualitatif merupakan suatu penelitian yang bermaksud memahami suatu fenomena tentang apa yang dialami oleh subyek misalnya perilaku, persepsi, motivasi, tindakan, dan lain-lain secara holidtik dan dengan cara penggambaran menggunakan kata-kata dan bahasa pada suatu konteks khusus yang alami serta memanfaatkan berbagai metode ilmiah. mengadopsi pendekatan kualitatif dengan tujuan utama untuk mengeksplorasi dan memahami secara mendalam bagaimana metode Giving Questions and Getting Answer dapat meningkatkan keaktifan siswa di MA Al-Mukhlisin Kampao. Penelitian kualitatif adalah pendekatan yang bertujuan untuk memahami fenomena sosial dan budaya dengan cara mendalamdan komprehensif. Pendekatan ini melibatkan pengumpulan data deskriptif melalui wawancara mendalam, observasi partisipan, dan analisis dokumen. Penelitian kualitatif digunakan dalam penelitian ini karena pendekatan ini memungkinkan eksplorasi yang mendalam mengenai fenomena yang diteliti, yaitu peningkatan keaktifan siswa melalui metode *Giving Questions and Getting Answer*. Dengan pendekatan kualitatif, peneliti dapat memahami konteks sosial dan interaksi yang terjadi di dalam kelas, sehingga dapat menggali pandangan, pengalaman, dan pemahaman siswa serta guru mengenai metode yang digunakan. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan . ield researc. , "File research" dalam konteks penelitian kualitatif merujuk pada penggunaan dokumen, data, atau catatan yang dikumpulkan sebelumnya . eperti transkrip wawancara, catatan lapangan, laporan, atau data arsi. untuk analisis dan mendapatkan wawasan. Secara keseluruhan, "file research" adalah istilah yang merujuk pada semua materi dan data yang dikumpulkan dan digunakan selama proses penelitian. Mereka adalah fondasi dari proses penelitian dan sangat penting untuk memastikan hasil penelitian yang akurat dan kredibel. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini melibatkan kombinasi wawancara mendalam, observasi nonpartisipatif, dan dokumentasi. Dalam penelitian ini, wawancara semi terstruktur dipilih untuk memungkinkan peneliti memperoleh informasi yang mendalam dan bervariasi. Pertanyaan wawancara dirancang dengan menggunakan panduan topik utama, namun tetap memberikan fleksibilitas kepada responden untuk berbagi pengalaman, pandangan, dan refleksi mereka mengenai keaktifan dalam kelas. Teknik wawancara ini memungkinkan eksplorasi yang lebih terbuka, sehingga dapat menggali lebih dalam pemahaman dan pandangan dari siswa serta guru mengenai metode tersebut. Sebelum wawancara, peneliti melakukan persiapan dengan menyusun daftar pertanyaan dasar yang kemudian dikembangkan selama proses wawancara berdasarkan respon dari narasumber. Wawancara dilakukan secara individu kepada siswa dan guru yang terlibat, dan hasil wawancara ini direkam dengan izin mereka untuk keperluan transkripsi dan analisis lebih lanjut. Kemudian bservasi non-partisipatif bertujuan untuk memberikan peneliti kesempatan untuk menyaksikan dan mencatat aktivitas siswa di kelas secara langsung tanpa melakukan interaksi yang dapat mempengaruhi jalannya pembelajaran. Observasi ini fokus pada perilaku siswa, terutama ketika mereka terlibat dalam sesi tanya jawab yang difasilitasi oleh metode Giving Questions and Getting Answer. Observasi dilakukan pada beberapa sesi pembelajaran untuk memperoleh data yang kaya dan mendalam tentang keaktifan siswa. Dalam pelaksanaan observasi, peneliti membuat lembar observasi yang berisi indikator keaktifan siswa, seperti frekuensi siswa bertanya, berpendapat, serta respons siswa terhadap pertanyaan dari guru maupun teman sekelas. Observasi dilakukan secara berulang di beberapa kelas untuk meningkatkan validitas dan konsistensi hasil. Dan Dokumentasi. Dokumentasi adalah catatan peristiwa yang sudah peneliti lakukan. Dokumentasi ini bisa berupa tulisan, gambar, atau karyakarya monumental dari seseorang. Metode dokumentasi ini merupakan pelengkap dari penggunaan metode observasi dan wawancara dalam penelitian kualitatif. Pada metode ini, peneliti menggunakan dokumentasi yang berbentuk gambar, tujuannya adalah untuk memperoleh informasi dari berbagai macam sumber yang ada pada respondent atau tempat Sumber data dalam penelitian ini meliputi data primer Guru SKI & siswa kelas XI MA AL-MUKHLISIN dan sekunder, yang mana data analisisnya menggunakan metode observasi, wawancara dan dokumentasi. HASIL DAN PEMBAHASAN Metode Giving Questions and Getting Answer adalah metode pembelajaran yang fokus pada interaksi tanya jawab antara guru dan siswa atau sesama siswa. Metode ini bertujuan untuk meningkatkan keaktifan siswa dengan melibatkan mereka secara langsung dalam proses Berikut adalah penerapan metode Giving Questions and Getting Answer dan bagaimana metode ini dapat meningkatkan keaktifan siswa. Supaya mengetahui apakah implementasi metode Giving Questions and Getting Answer dapat meningkat keaktifan siswa, peneliti melakukan wawancara kepada bapak Abu Daud s. I selaku guru mata pelajaran SKI (Sejarah Kebudayan Isla. Pemaparan yang disampaikan oleh Bapak Abu Daud sesuai dengan hasil observasi yang peneliti lakukan saat pelaksanaan pembelajaran SKI (Sejarah Kebudayan Isla. berlangsung yaitu dengan diterapkannya metode pembelajaran "Giving Questions and Getting Answers" membuat peserta didik aktif selama proses pembelajaran sehingga dengan metode tersebut membuat siswa memahami materi yang diterangkan dan menarik minat belajar pada peserta didik dan juga peserta didik tidak hanya mendengarkan penjelasan guru tapi mereka juga mencoba memberanikan diri menulis pertanyaan apa yang mereka tidak pahami di materi tersebut. Langkah-Langkah atau Prosedur yang harus dilakukan dalam menerapkan metode Pembelajaran Giving Questions And Getting Answer, yaitu: Berikan dua kartu indeks kepada masing-masin siswa. Perintahkan tiap siswa untuk melengkapi kalimat berikut ini: Kartu I : Saya masih memiliki pertanyaan tentang Kartu II : Saya bisa menjawab pemahaman tentang . Buatlah sub-sub kelompok dan perintahkan tiap kelompok untuk menulis Aupertanyaan paling relevan untuk diajukanAy dan Aupertanyaan paling menarik untuk dijawabAy dari anggota kelompok mereka. Perintahkan tiap sub kelompok untuk melaporkan Aupertanyaan untuk diajukanAy yang ia Pastikan apakah ada siswa yang dapat menjawab pertanyaan itu. Jika tidak guru harus menjawabnya. Perintahkan tiap kelompok untuk melaporkan pertanyaan untuk dijawab yang ia pilih perintahkan anggota sub-sub kelompok untuk berbagi jawaban dengan sisa yang lain1. Namun ada juga Variasi Strategi yaitu: Sebelumnya, siapkan beberapa kartu pertanyaan, dan distribusikan kepada sub kelompok. Minta sub kelompok untuk membuat satu pertanyan atau lebih yang dapat mereka jawab. Sebelumnya, siapkan beberapa kartu jawaban dan distribusikan kepada sub kelompok. Minta sub kelompok untuk memilih satu jawaban atau lebih yang mereka temukan berguna dalam meninjau ulang apa yang telah mereka pelajari. Jadi metode pembelajaran Giving Questions And getting Answer merupakan pembelajaran aktif yang mana guru mengajak peseta didik untuk berfikir dan mengeluarkan ide-idenya kedalam pertanyaan dan jawaban didalam kertas tersebut. Sehingga strategi ini akan mendorong peserta didik untuk andil dan aktif selama kegiatan belajar mengajar berlangsung. Keaktifan siswa dalam proses belajar mengajar sangat penting. Siswa yang aktif cenderung lebih terlibat, lebih memahami materi pelajaran, dan memiliki kepercayaan diri yang lebih baik. Namun, menemukan cara yang tepat untuk mendorong keaktifan ini seringkali menjadi tantangan tersendiri. Di sinilah metode Giving Questions and Getting Answer hadir sebagai solusi. penerapan metode Giving Questions and Getting Answer di MA Al Mukhlisin Kampao telah memberikan dampak positif terhadap keaktifan siswa dalam proses pembelajaran. Sesuai dengan kajian teori yang dijelaskan pada Bab 2, metode Giving Questions and Getting Answer mendorong siswa untuk lebih aktif bertanya dan menjawab pertanyaan, sehingga meningkatkan keterlibatan mereka dalam pembelajaran. Penerapan metode ini memungkinkan siswa untuk berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran, sesuai dengan tujuan yang dinyatakan oleh Spancer Kagan . bahwa metode ini bertujuan untuk melatih kemampuan dan keterampilan bertanya serta menjawab. Selama penelitian, terlihat bahwa siswa lebih berani mengemukakan pendapat dan bertanya mengenai hal-hal yang belum mereka pahami. Hal ini sejalan dengan teori yang menyatakan bahwa metode Giving Questions and Getting Answer dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan rasa percaya diri siswa dalam menyampaikan ide-ide mereka. Meskipun metode Giving Questions and Getting Answer terbukti efektif, terdapat beberapa kendala yang dihadapi selama implementasinya. Salah satu kendalanya adalah Kurangnya kepercayaan diri. Beberapa siswa merasa takut atau malu untuk berbicara di Sri Nengsi. Risky Oktaria. Pengaruh pembelajaran GQGA Terhadap Hasil Belajar Siswa. "Jurnal Pendidikan Biologi Dan Sains,Vol, 2. No, 2. depan kelas, yang menghambat keterlibatan mereka dalam pembelajaran. Siswa yang kurang percaya diri cenderung merasa takut salah atau khawatir mendapatkan penilaian negatif dari teman-temannya ketika mereka mengajukan pertanyaan atau memberikan Hal ini mengakibatkan siswa tersebut lebih memilih diam dari pada mengambil risiko untuk berpartisipasi aktif. Faktor-faktor yang mempengaruhi rendahnya kepercayaan diri ini termasuk pengalaman belajar sebelumnya yang kurang mendukung, lingkungan kelas yang kurang kondusif, serta kurangnya dukungan dari teman sebaya dan guru. membuat siswa enggan untuk berpartisipasi aktif dalam diskusi kelas, yang pada akhirnya mengurangi efektivitas metode Giving Questions and Getting Answer. Kendala lainnya adalah keterbatasan waktu. Proses tanya jawab yang intensif memerlukan waktu yang lebih lama dibandingkan dengan metode ceramah. Hal ini menyebabkan guru kesulitan untuk menyelesaikan seluruh materi pelajaran dalam waktu yang telah ditentukan. Selain itu, metode ini juga memerlukan keterampilan khusus dari guru dalam mengelola kelas dan mendorong partisipasi aktif siswa, yang tidak semua guru miliki. Setelah melakukan wawancara peneliti menemukan kendala yang dialami saat menerapkan metode Giving Questions and Getting Answer dalam meningkatkan keaktifan siswa yaitu terbatasnya waktu pembelajaran, metode Giving Questions amd Getting Answer sendiri memerlukan waktu yang cukup panjang karna metode tersebut memerlukan waktu disetiap tahapnya misalnya saat siswa membuat pertanyaan atau dalam mendapatkaan jawaban dari pertanyaan yang diajukan. Kendala-kendala tersebut perlu diatasi agar penerapan metode Giving Questions and Getting Answer dapat berjalan lebih efektif. Berdasarkan kajian teori, penting bagi guru untuk memberikan arahan yang jelas dan memotivasi siswa agar mereka merasa lebih nyaman dan terbiasa dengan metode ini. Solusi mengatasi kendala penerapan metode Giving Questions and Getting Answe padaa kepercayaan diri siswa yaitu Lingkungan yang Mendukung dengan menciptakan suasana kelas yang aman dan mendukung, di mana siswa merasa nyaman untuk bertanya dan menjawab tanpa takut dihakimi atau dikritik secara negatif dan juga dengan Pujian dan Penguatan Positif, memberikan pujian dan umpan balik positif ketika siswa berani bertanya atau menjawab, bahkan jika jawabannya tidak sepenuhnya benar. Hal ini akan mendorong mereka untuk lebih percaya diri. guru juga dapat memberikan tugas-tugas yang mendorong siswa untuk mencari informasi dan mempresentasikannya di depan kelas. Presentasi ini dapat membantu siswa melatih keterampilan berbicara di depan umum dan meningkatkan rasa percaya diri mereka. Dan untuk kendala terbatasnya waktu solusinya yaitu dengan menagemen waktu, guru dapat mengatur waktu dengan lebih efisien. Misalnya, dengan membagi waktu pelajaran menjadi beberapa sesi yang lebih pendek, di mana sesi pertama digunakan untuk ceramah dan penyampaian materi, sementara sesi kedua difokuskan pada kegiatan tanya jawab. Dengan cara ini, guru tetap dapat menyampaikan seluruh materi pelajaran sekaligus memberikan kesempatan kepada siswa untuk berpartisipasi aktif. SIMPULAN Metode Giving Questions and Getting Answer di MA Al-Mukhlisin Kampao terbukti efektif dalam meningkatkan keaktifan siswa kelas XI. Penerapan metode ini mendorong siswa untuk lebih aktif terlibat dalam pembelajaran, terlihat dari peningkatan jumlah pertanyaan dan jawaban yang mereka sampaikan. Metode ini tidak hanya merangsang pemikiran kritis, tetapi juga meningkatkan interaksi antara guru dan siswa, serta membantu pengembangan keterampilan berpikir analitis dan pemecahan Implementasi yang terencana dengan baik menciptakan suasana belajar yang lebih dinamis dan interaktif. Beberapa penghambat yang dihadapi dalam implementasi metode ini antara lain keterbatasan waktu pembelajaran yang sering kali menjadi hambatan dalam penyampaian materi secara lengkap. Siswa yang memiliki kepercayaan diri rendah cenderung enggan berpartisipasi aktif dalam kegiatan tanya jawab. Untuk mengatasi keterbatasan waktu pembelajaran, manajemen waktu yang efektif sangat Guru dapat merencanakan kegiatan pembelajaran dengan lebih detail dan membagi waktu secara proporsional untuk memastikan semua materi dapat disampaikan dengan baik. Dalam mengatasi siswa yang memiliki kepercayaan diri rendah, penting untuk menciptakan lingkungan kelas yang aman dan mendukung, di mana siswa merasa nyaman untuk bertanya dan menjawab tanpa takut Memberikan pujian dan umpan balik positif secara rutin dapat membantu meningkatkan kepercayaan diri siswa. Selain itu, dukungan dari guru dan teman sebaya sangat penting untuk membantu siswa merasa dihargai dan didukung dalam proses Penggunaan metode pengajaran yang bervariasi dan teknik-teknik motivasi juga dapat membantu mengatasi variasi kemampuan siswa dan menjaga fokus serta minat mereka selama pembelajaran. REFRENSI Agus Suprijono. Cooperative Learning Teori dan Aplikasi Paikem. Yogyakarta. Pustaka Belajar. Alamsyah Said dkk,. 95 Strategi Mengajar Multiple Intelligences. Jakarta. Prendamedia Group. Emzir. Metodologi Penelitian Kualitatif Analisis Data. Jakarta. PT Raja Grafindo Persada. Hamzah Amir . Metodologi Penelitian Kualitatif. Jakarta. Penerbit Maju. Lexy j. Moleong . Metodologi Penelitian Kualitatif. ed Revisi. Bandung. Rosda . Nana Sudjana. Dasar-Dasar Proses Belajar Mengajar. Bandung. Sinar Baru Algessindo. Silberman. Melvin. active learning 101 cara belajar siswa aktif. Bandung. Nuansa Cendekia.