Original Research Paper Studi Spesies Dan Status Konservasi Ikan Belida (Famili: Notopterida. Di Pasar Ikan Hias Parung. Kabupaten Bogor Study On Species And Conservation Status Of Knifefish (Family: Notopterida. At Parung Ornamental Fish Market. Bogor Regency Donan Satria Yudha1*. Aulia Fachri Reza2. Universitas Gadjah Mada. Fakultas Biologi. Program Sarjana. Yogyakarta, 55281. Indonesia. Universitas Gadjah Mada. Fakultas Biologi. Laboratorium Sistematika Hewan. Yogyakarta, 55281. Indonesia. *Corresponding Author: donan. satria@ugm. Abstrak: Indonesia memiliki 4 spesies ikan belida endemik yaitu: Chitala borneensis. Chitala hypselonotus. Chitala lopis, dan Notopterus notopterus. Persebaran alami keempat spesies tersebut meliputi Jawa. Riau. Sumatera. Jambi. Bengkulu. Lampung, dan Kalimantan. Ikan belida (Notopterida. merupakan ikan hias yang cukup diminati di kalangan pecinta ikan hias Indonesia. Aktivitas penangkapan ikan belida yang berlebihan di alam serta perubahan maupun kerusakan lingkungan perairan dapat mengakibatkan kelestarian ikan ini terancam Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari-April 2023 di Pasar Ikan Hias Parung. Kabupaten Bogor. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi spesies ikan belida (Notopterida. apa saja yang diperdagangkan di Pasar Ikan Hias Parung. Kabupaten Bogor. memahami status konservasi dari setiap spesies ikan asal-usul ikan belida yang diperdagangkan di pasar tersebut. Metode yang digunakan adalah komparasi morfologi ikan dan Hasil yang didapatkan menunjukkan dari 3 spesies ikan belida yang diperdagangkan, 1 diantaranya termasuk spesies lokal (N. yang dilindungi undang-undang dengan status konservasi Least Concern (LC). Dua spesies lainnya merupakan spesies dari luar Indonesia yaitu C. ornata dengan status konservasi LC dan blanci dengan status konservasi Near Threatened (NT)). Ikan belida lokal yang dipasarkan oleh penjual berasal dari alam liar, diduga kuat berasal dari daerah Jambi, tepatnya daerah aliran Sungai Batanghari beserta anak Sementara spesies ikan belida luar mayoritas stoknya diimpor dari Vietnam dan Thailand, serta beberapa lokasi pembesaran benih ikan di daerah Parung. Kata kunci: Ikan belida. Notopteridae. Perdagangan. Status Konservasi. Pasar Ikan Hias Parung Abstract: Indonesia hosts of 4 endemic knifefish species namely: Chitala borneensis. Chitala hypselonotus. Chitala lopis, and Notopterus notopterus. The distribution of the four species includes Java. Riau. Sumatra. Jambi. Bengkulu. Lampung, and Kalimantan. Knifefish known as belida in Indonesia (Notopterida. is an ornamental fish that is fairly popular among Indonesian ornamental fish collectors. Overfishing activities as well as changes or damaging the aquatic environment, could led this fish into endangered condition. The research was conducted in February-April 2023 at Parung Ornamental Fish Market. Bogor Regency. The purpose of this study was to identify which knifefish species (Notopterida. are traded in Parung Ornamental Fish Market. Bogor Regency. understand the conservation status of each knifefish species and the origin of knifefish traded in that fish market. The method used was morphological comparison of fish and interviews. The results obtained show that there were 3 species of knifefish traded, 1 of them was a local species (N. which is protected by Indonesian law with a conservation status of Least Concern (LC). The other two species were species from outside Indonesia i. ornata with conservation status LC and C. blanci with conservation status Near Threatened (NT). Local knifefish traded in that fish market were wild caught, strongly suspected to originate from Jambi area, precisely in Batanghari River basin and its tributaries. Meanwhile, the majority of non-local knifefish species are imported from Vietnam and Thailand, as well as several fish farm locations in the Parung area. Keywords: Knifefish. Notopteridae. Trading. Conservation Status. Parung Ornamental Fish Market A 2024 Donan, dkk. This article is open access Yudha, dkk. Berkala Ilmiah Biologi, 15 . : 31Ae42 DOI 10. 22146/bib. Dikumpulkan: 6 Juni 2023 Direvisi: 27 November 2023 Pendahuluan Indonesia memiliki 4 spesies ikan belida endemik yaitu Chitala borneensis. Chitala hypselonotus. Chitala lopis, dan Notopterus Persebaran alami keempat spesies tersebut meliputi daerah Jawa. Riau. Sumatera. Jambi. Bengkulu. Lampung dan Kalimantan (Kottelat et al. , 1. Keunikan dari ikan ini adalah tubuhnya yang berbentuk seperti pisau, sehingga terkenal dengan sebutan knifefish. Tidak hanya tubuhnya, tingkah laku dari ikan ini juga menjadi nilai tambah bagi para peminat ikan hias (Sukendi et al. , 2. Ikan pisau memiliki nama lokal lain yaitu ikan belida. Ikan belida liar dikonsumsi oleh manusia terutama yang berukuran besar, dan yang berukuran kecil untuk ikan hias. Adanya aktivitas penangkapan serta perubahan lingkungan akibat kerusakan lingkungan perairan, bisa mengakibatkan kelestarian ikan ini terancam punah (Hanifa et , 2. Penurunan populasi ikan belida lokal ini dibuktikan oleh data dari Badan Pusat Statistik Provinsi Riau melalui data penangkapan ikan belida (Chitala spp. dan Notopterus spp. ) di Riau pada tahun 2009 dengan angka produksi 647,1 ton menjadi 156,9 ton pada tahun 2014 dan 123,9 ton pada tahun 2015 (BPS Provinsi Riau, 2010. Kabupaten Bogor merupakan penyalur primer produksi ikan hias di provinsi Jawa Barat, khususnya ikan hias air tawar. Pasar Ikan Hias Parung memiliki skor ulasan Google 4,6 dengan lebih dari 2800 pengulas, angka tersebut sangatlah tinggi. Melihat perkembangannya sampai saat ini, tidak dapat dipungkiri bahwa Pasar Ikan Hias Parung merupakan salah satu pasar terbesar di Indonesia yang berkembang baik dan mempunyai peran yang sangat krusial bagi perdagangan ikan hias nasional termasuk perdagangan ikan belida (Notopterida. (Masrifah, 2016. Septana, 2017. Zakaria & Ramadhan, 2. Penelitian dilakukan di Pasar Ikan Hias Parung karena merupakan pasar ikan hias terbesar di Kabupaten Bogor dengan ratusan lapak yang terorganisir melalui manajemen masyarakat dan pemerintah lokal. Hal tersebut berpotensi tinggi terhadap adanya jenis-jenis Diterima: 22 April 2024 Dipublikasi: 30 April 2024 ikan hias yang tergolong ke dalam ikan belida di Pasar Ikan Hias Parung. Selain itu, melalui pasar, dapat diketahui aspek-aspek lainnya seperti motif penjualan/pembelian serta asal diperolehnya ikan-ikan. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi spesies ikan belida apa saja yang diperdagangkan di Pasar Ikan Hias Parung. Kabupaten Bogor. Status konservasi dari setiap spesies dan asal-usul ikan belida yang diperdagangkan di Pasar tersebut. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi mengenai pendataan jenis ikan belida yang masih diperdagangkan, sehingga dapat membantu proses perancangan perkembangan peraturan perdagangan baik pada pemerintah daerah maupun pusat serta memberi informasi terkait pentingnya konservasi ikan belida yang Bahan dan Metode Lokasi Penelitian Penelitian dilakukan di Pasar Ikan Hias Parung. Kabupaten Bogor pada bulan FebruariApril 2023 (Reza, 2. Alat dan Bahan Adapun alat dan bahan yang digunakan antara lain kamera, lembar petunjuk identifikasi, lembar data, spesimen, label, alkohol 70%, wadah kaca awetan spesimen, pinset, serta Metode Penelitian Metode penelitian yang digunakan adalah komparasi morfologi dan wawancara terhadap 13 pedagang dan 16 pembeli (Reza, 2. Komparasi morfologi yaitu mengidentifikasi ikan belida yang diperdagangkan di Pasar Ikan Hias Parung berdasarkan lembar petunjuk identifikasi morfologi yang mengacu pada Nelson . Kottelat & Widjanarti . , dan Rainboth . Sementara itu, wawancara dilakukan dengan pedoman wawancara semi berstruktur menurut Rachmawati . Narasumber wawancara adalah penjual dan pembeli yang berada di Pasar Ikan Hias Parung dengan topik pembahasan mengenai jenis ikan belida yang diperdagangkan, tingkat penjualan A 2024 Yudha, dkk. This article is open access Yudha, dkk. Berkala Ilmiah Biologi, 15 . : 31Ae42 DOI 10. 22146/bib. ikan belida, tingkat kesulitan pemeliharaan, regulasi yang beredar, dan asal ketersediaan stok ikan dari penyuplai. Belida Royal (Chitala blanc. dari 13 lapak/ kios pedagang (Gambar . Analisis karakter morfologi guna identifikasi N. ornata, dan C. blanci yang diperdagangkan di Pasar Ikan Hias Parung, meliputi panjang total, panjang badan, panjang maxilla, bentuk kranio-dorsal, jumlah jari-jari lunak sirip punggung dan sirip anal, serta corak disajikan pada (Tabel 1. Hasil analisis menunjukkan bahwa N. notopterus menjadi satusatunya spesies dengan kranio-dorsal cembung, sementara sisanya memiliki kranio-dorsal Proses perhitungan jumlah jari-jari sirip telah sesuai dengan referensi Rainboth . , serta Kottelat dan Widjanarti . dimana pada notopterus masing-masing memiliki jumlah jari-jari sirip punggung berkisar antara 6-7, sirip pektoral 11-13, dan sirip ekor 103-106. Sementara itu, pada C. ornata masing-masing memiliki jumlah jari-jari sirip punggung 8, sirip pektoral 11, dan sirip ekor 127. Analisis Data Data yang didapatkan dari observasi, identifikasi, dan wawancara dianalisis dengan pendekatan kualitatif-deskriptif yang kemudian disajikan dalam bentuk hasil identifikasi, tingkat penjualan ikan belida, tingkat kesulitan pemeliharaan, regulasi yang beredar, dan asal ketersediaan stok ikan dari penyuplai. Hasil dan Pembahasan Identifikasi Spesies Ikan Belida di Pasar Ikan Hias Parung. Hasil penelitian ini didapatkan 3 spesies ikan belida (Notopterida. yang diperdagangkan, yaitu Belida Jawa (Notopterus notopteru. Belida Bangkok Coklat (Chitala ornat. , dan Gambar 1. ) Belida Jawa (Notopterus notopteru. ) Belida Bangkok Coklat (C. ) Belida Royal (Chitala blanc. (Sumber foto: Dokumentasi Pribad. Tabel 1. Karakter morfologi ikan belida Notopterus notopterus. Chitala ornata, dan Chitala blanci (Kottelat & Widjanarti, 2. yang diperdagangkan di Pasar Ikan Hias Parung serta ikan belida lokal lainnya berdasarkan referensi, yaitu Chitala borneensis (Parenti & Kim, 2. dan Chitala hypselonotus (Kottelat & Widjanarti, 2. Karakter Morfologi Ukuran Rata-rata Panjang Total 20,24 cm 28 cm A90 cm (Maks. A56 cm A27 cm Panjang Badan Panjang Maxilla 18,66 cm 26,4 cm A90 cm (Maks. A53 cm A25 cm 1,68 cm 2,7 cm Bentuk kranio-dorsal Jumlah jari-jari lunak Cembung Cekung Cekung Cekung Cekung A 2024 Yudha, dkk. This article is open access Yudha, dkk. Berkala Ilmiah Biologi, 15 . : 31Ae42 DOI 10. 22146/bib. Ciri Khusus Tanpa corak Titik hitam besar Titik dan garis Titik hitam pada pangkal Titik hitam pada pangkal dengan pinggiran hitam kecil sirip pektoral dan sirip ekor, sirip pektoral dan terdapat pada pangkal tanpa batang emas/perak di batang emas/perak dibagian sirip ekor bagian punggung *1= Belida Jawa (Notopterus notopteru. 2= Belida Bangkok Coklat (Chitala ornat. 3= Belida Royal (Chitala blanc. 4= Belida Borneo (Chitala borneensi. 5= Belida Sumatera (Chitala hypselonotu. Rerata penjualan dan Harga Ikan Belida di Pasar Ikan Hias Parung Selain jenis yang diperdagangkan, didapatkan data lain berupa: jumlah rata-rata, dan harga dari setiap spesies yang diperdagangkan (Gambar 2 dan Gambar . Berdasarkan Gambar 2. , diketahui bahwa Belida Jawa (N. 12,33A2,08 ekor. Sementara itu. Belida Bangkok Coklat (C. dan Belida Royal (C. yang diperdagangkan perharinya masing-masing berjumlah 98,67A12,58 ekor dan 0 ekor. Belida Royal (C. ditulis angka 0 karena dalam kurun waktu sampling tidak terdapat stok yang tersedia, data tersebut diperoleh dari 13 Ikan Belida Bangkok Coklat merupakan jenis yang paling banyak disukai atau banyak dipelihara, hal tersebut berhubungan dengan (Gambar 3. ) dimana ikan tersebut memiliki nilai ekonomis yang paling terjangkau dibandingkan dengan spesies lain yang diperdagangkan. Sementara itu, berdasarkan Gambar 3. diketahui bahwa Belida Jawa (N. memiliki nilai jual sebesar Rp. 000 pada ukuran 10-20 cm, dan tidak ditemukan adanya stok individu dengan ukuran 5-10 cm maupun >25 cm berdasarkan keterangan penjual. Kemudian. Belida Bangkok Coklat (C. memiliki nilai jual masing-masing sebesar Rp. 000 pada ukuran 5-10 cm. Rp. 000 pada ukuran 10-20 cm. dan harga minimum Rp. 000 untuk ukuran >25 cm. Sementara itu. Belida Royal (C. berdasarkan keterangan penjual memiliki nilai jual masing-masing sebesar Rp. 000 untuk ukuran 5-10 cm. Rp. 000 untuk ukuran 10-20 cm. dan harga minimum Rp. 000 untuk ukuran >25 cm. Ikan Belida Bangkok Coklat merupakan jenis dengan harga yang paling murah, hal tersebut karena stok bibit dari ikan mudah didapatkan, baik dari pembesaran benih dalam negeri maupun impor dari Vietnam dan Thailand. A 2024 Yudha, dkk. This article is open access Yudha, dkk. Berkala Ilmiah Biologi, 15 . : 31Ae42 DOI 10. 22146/bib. Gambar 2. Jumlah rata-rata dari masing-masing spesies yang diperdagangkan di Pasar Ikan Hias Parung. Gambar 3. Harga dari masing-masing spesies yang diperdagangkan di Pasar Ikan Hias Parung. Pandangan Komunitas Penjual dan Pembeli Terhadap Ikan Belida di Pasar Ikan Hias Parung Data pengetahuan penjual dan pembeli, seperti tingkat penjualan ikan belida, asal ikan, tingkat kesulitan pemeliharaan, serta regulasi yang beredar juga disajikan pada (Tabel 2. dan Tabel 3. Data pada Tabel 2 berdasarkan wawancara dengan 13 pedagang. Sementara itu, data Tabel 3 berdasarkan wawancara terhadap 16 pembeli ikan hias, dengan masing-masing persentase tingkat ketertarikan terhadap ikan belida sebesar 43,75% . urang tertari. 12,50% . ukup 37,50% . dan 6,25% . angat Selain itu, pembeli ikan hias diperdagangkan masing-masing berasal dari alam liar . ,50%). %). dan impor . ,50%). Kemudian, pemeliharaan ikan belida dianggap tergolong mudah . ,50%). dan cukup sulit . ,50%). Informasi dari pembeli ikan hias bahwa pada pasca pemeliharaan lebih banyak menjual kembali ikan belida . ,75%). dengan sedikit dari pembeli memilih untuk melepas ikan belida ke alam liar . ,75%). dan diberikan ke orang lain . ,50%). Terakhir, sebesar 43,75% pembeli A 2024 Yudha, dkk. This article is open access Yudha, dkk. Berkala Ilmiah Biologi, 15 . : 31Ae42 DOI 10. 22146/bib. ikan hias memiliki pengetahuan mengenai yang diperdagangkan dapat dilihat pada (Tabel regulasi yang beredar terhadap ikan belida lokal, sementara 56,25% pembeli tidak mengetahui hal Berdasarkan data yang telah disajikan, status konservasi dari masing-masing spesies Tabel 2. Pandangan dan pengetahuan penjual terhadap ikan pisau . di Pasar Ikan Hias Parung Tabel 3. Pandangan dan pengetahuan pembeli terhadap ikan pisau . di Pasar Ikan Hias Parung. Tabel 4. Status konservasi dan perlindungan ikan pisau . di Indonesia No. Spesies Notopterus notopterus Status Konservasi (IUCN 2. Least Concern (LC) Status Perlindungan Lokal Dilindungi penuh berdasarkan Surat Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2021. Chitala ornata Least Concern (LC) Tidak dilindungi. Chitala blanci Near Threatened (NT) Tidak dilindungi. Chitala borneensis Least Concern (LC) Dilindungi penuh berdasarkan Surat Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2021. Chitala hypselonotus Least Concern (LC) Dilindungi penuh berdasarkan Surat Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2021. A 2024 Yudha, dkk. This article is open access Yudha, dkk. Berkala Ilmiah Biologi, 15 . : 31Ae42 DOI 10. 22146/bib. Pembahasan Berdasarkan hasil yang telah didapatkan, dibuat gambar identifikasi cepat sebagai referensi identifikasi di lapangan melalui beberapa karakteristik morfologi tertentu untuk kelima spesies tersebut (Gambar 4. Gambar 5. Gambar 6. Gambar 7. dan Gambar . Berdasarkan identifikasi cepat. Belida Jawa memiliki bentuk kranio-dorsal cembung (Gambar 4. LPSPL Serang, 2021. sementara Belida Bangkok Coklat dan Belida Royal . emiliki bentuk kranio-dorsal yang cekung (Nelson et al, 2016. Rainboth, 1. Pada beberapa individu Belida Jawa didapatkan adanya warna perak atau keperakan di bagian punggung (Nelson et al. , 2. Pada Belida Bangkok Coklat dan Belida Royal tidak terdapat adanya batang perak/emas seperti yang ada pada Belida Sumatera (C. (LPSPL Serang, 2021. Perlu diketahui bahwa Belida Sumatera dan Belida Borneo sama-sama memiliki corak hitam pada pangkal sirip pektoral (LPSL Serang 2021c. Kottelat & Widjanarti. Selain itu. Belida Jawa tidak memiliki corak apapun pada tubuhnya, sementara pada Belida Bangkok Coklat memiliki corak hitam besar . dengan bulatan kuning pada pangkal sirip ekor. Pada Belida Royal corak yang terdapat berupa garis hitam di sepanjang ekor dan corak hitam kecil . di sepanjang abdomen (Nelson et al, 2. Pada spesies ikan belida lokal, ciri identifikasi yang dapat digunakan sebagai karakter identifikasi dapat dilihat pada (Tabel 5. Gambar 4. Identifikasi cepat Belida Jawa (Notopterus notopteru. (Sumber foto: Dokumentasi Pribad. Tabel 5. Ciri identifikasi ikan belida pada spesies lokal No. Spesies Nama Lokal Karakter Identifikasi Notopterus notopterus Belida Jawa Bagian kranio-dorsal berbentuk cembung, tidak memiliki corak khusus, pada beberapa individu memiliki corak batang di bagian punggung. A 2024 Yudha, dkk. This article is open access Yudha, dkk. Berkala Ilmiah Biologi, 15 . : 31Ae42 DOI 10. 22146/bib. Chitala borneensis Belida Borneo Bagian kranio-dorsal berbentuk cekung memiliki corak khusus berupa titik hitam pada sirip ekor dan pada pangkal sirip pektoral, tidak memiliki corak batang pada bagian punggung. Chitala hypselonotus Belida Sumatera / Bagian kranio-dorsal berbentuk cekung, memiliki ciri khusus berupa Belida Jambi titik hitam pada pangkal sirip pektoral, memiliki corak batang pada bagian punggung. Hasil identifikasi ikan belida yang diperdagangkan di Pasar Parung didapatkan: 1 spesies lokal (N. dan 2 spesies luar (C. ornata dan C. Spesies lokal N. notopterus (Gambar . diperdagangkan dengan kuantitas sebanyak 12 ekor setiap harinya dengan harga satuan Rp. 000 dengan ukuran 10-20 Hal tersebut mengindikasikan bahwa terdapat suplai stok ikan dari berbagai pihak meskipun telah ditetapkan status perlindungan penuh berdasarkan Surat Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2021. Spesies ikan belida lokal yaitu Belida Jawa didapatkan melalui alam liar, sementara belida luar seperti Belida Bangkok Coklat dan Belida Royal didapatkan melalui impor dan budidaya bertipe pembesaran bibit. Budidaya pembesaran bibit yang dimaksud adalah penjual mendapatkan bibit secara impor kemudian dilakukan pembesaran baik dalam kolam ataupun Berdasarkan narasumber penjual Belida Jawa, terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi masih terdapatnya perdagangan terhadap spesies ini seperti, ketidaktahuan penjual mengenai peraturan yang beredar, maupun teknik pemasaran yang dilakukan oleh pihak penyuplai ataupun penjual. Pada faktor ketidaktahuan penjual, dalam wawancara ditemukan fakta bahwa masih terdapat penjual yang tidak mengetahui peraturan perlindungan penuh ikan belida lokal, hal tersebut tidak lepas dari pandangan penjual mengenai perdagangan spesies ikan ini telah dilakukan sejak bertahun-tahun lamanya tanpa ada himbauan atau sosialisasi oleh pihak terkait. Sementara itu, faktor teknik pemasaran yang dilakukan oleh pihak penyuplai/penjual adalah mengubah nama pasaran ikan Belida Jawa menjadi Belida Jambi . ama lokal lain dari Belida Sumatera (C. Padahal, setelah dilakukan identifikasi, ikan Belida Jambi yang dipasarkan merupakan Belida Jawa (N. yang dilindungi. Deskripsi detail perbedaan mengenai Belida Jawa (N. dengan Belida Jambi/Sumatera (C. dapat dilihat pada (Tabel 5. ), dengan identifikasi cepat yang dapat dilihat pada (Gambar 4 dan Gambar . Spesies ikan belida lokal lainnya, yaitu Belida Borneo (C. dan Belida Sumatera (C. tidak ditemukan beredar di Pasar Ikan Hias Parung. Tidak beredarnya kedua spesies tersebut dapat diindikasikan dengan berkurangnya stok spesies di alam dan beredarnya peraturan perlindungan di daerah masing-masing habitat asal spesies ikan tersebut sehingga proses transportasi untuk mencapai Pasar Ikan Hias Parung menjadi lebih Pada spesies luar, yaitu Belida Bangkok Coklat dan Belida Royal ditemukan beredar Komoditas ikan belida hias terbanyak di Pasar Ikan Hias Parung didominasi oleh Belida Bangkok Coklat dengan kuantitas 98 ekor tiap Banyaknya jumlah individu ikan yang diperdagangkan dikarenakan masih banyak stok ikan ini di alam, hal tersebut didukung oleh pernyataan salah satu narasumber penjual dimana beliau melakukan pembesaran sendiri bibit ikan Belida Bangkok Coklat di daerah Parung. Menurut keterangan penjual. benih asal proses pembesaran didapatkan dengan cara impor dari Vietnam dan Thailand. Selain itu, harganya yang cukup terjangkau . ulai dari Rp. menjadi alasan utama ikan tersebut banyak diminati oleh pembeli ikan hias di sana. Belida Bangkok Coklat yang menjadi komoditas utama karena memiliki harga yang jauh lebih murah dibandingkan dengan ikan belida lokal seperti Belida Jawa. Murahnya harga Belida Bangkok Coklat dikarenakan stok bibit yang mudah didapat. Selain itu, penjual juga A 2024 Yudha, dkk. This article is open access Yudha, dkk. Berkala Ilmiah Biologi, 15 . : 31Ae42 DOI 10. 22146/bib. menambahkan bahwa tingginya permintaan pasar mengenai spesies belida lokal baik untuk ikan hias ataupun ikan konsumsi semakin membuat nilai ekonomi antara kedua spesies berselisih cukup jauh. Pada ikan Belida Royal, tidak ditemukan individu yang diperjualbelikan selama masa pengambilan data. Namun, kami tetap menuliskan ikan ini diperdagangkan di Pasar Ikan Hias Parung karena berdasarkan wawancara dengan beberapa penjual, ikan ini masih sering diperdagangkan dengan peminat khusus. Hal tersebut disebabkan oleh sulitnya mendapat stok ikan ini di dalam negeri karena harus mendatangkan individu dari luar negeri . yang menyebabkan harga ikan ini melambung tinggi . arga terendah Rp. Umumnya, jika pembeli ingin mendapatkan ikan tersebut, biasanya menghubungi beberapa penjual untuk melakukan sistem pre-order, yaitu memesan ikan terlebih dahulu untuk didatangkan ke pasar. Selanjutnya, pada pandangan dan pengetahuan penjual dan pembeli terhadap ikan belida di Pasar Ikan Hias Parung. Diketahui bahwa tingkat penjualan ikan belida tergolong cukup laku . ,85%) . -10 ekor/mingg. dengan tingkat ketertarikan pembeli terhadap ikan belida sebesar 43,75% kurang tertarik, dan 37,50% Angka kurang tertarik tersebut dapat disebabkan karena dilakukan wawancara secara acak dengan pembeli ikan hias dimana fokus ketertarikan terpecah kepada penghobi ikan hias yang mencari spesies ikan hias diluar famili Notopteridae. Menurut Sukendi et al. , . beberapa faktor yang meningkatkan tingkat ketertarikan penghobi ikan hias untuk memelihara ikan ini adalah tubuhnya yang berbentuk seperti pisau, corak yang berbeda untuk tiap-tiap spesies, tingkah laku gerakan tubuhnya, serta proses pemeliharaan yang Kemudian, menurut pembeli, ikan belida berasal dari alam liar . ,50%), dan impor . ,50%), sementara menurut penjual asal ikan belida adalah dari alam liar . ,67%), budidaya . ,67%), dan impor . ,67%). Berdasarkan data dan beberapa referensi seperti Kottelat & Widjanarti . Rainboth . dan Sukendi et al. , . stok ikan belida sebagian besar berasal dari alam liar. Spesies ikan belida lokal, yaitu Belida Jawa (N. , menurut keterangan penjual yang memasarkan dengan nama Belida Jambi (C. menerangkan bahwa stok berasal dari daerah Jambi, namun tidak diberikan detail yang lebih mengenai asal sungai. Pada referensi diketahui bahwa Belida Jawa (N. memiliki daerah persebaran tidak hanya di Pulau Jawa, melainkan juga terdapat di Sumatera dan Kalimantan (LPSPL Serang, 2. Wibowo & Sunarno . mengatakan bahwa, ikan belida yang berasal dari Provinsi Jambi umumnya tersebar di daerah aliran Sungai Batanghari beserta anak-anak sungainya, yaitu Sungai Tembesi. Sungai Batang Tabir, dan Sungai Batang Tebo. Sementara itu, menurut penjual ikan, spesies Belida Bangkok Coklat dan Belida Royal mayoritas stok berasal dari impor negara Vietnam dan Thailand. Khusus untuk Belida Bangkok Coklat, sudah terdapat pembesaran benih ikan di daerah Parung. Pada tingkat kesulitan pemeliharaan diketahui bahwa proses pemeliharaan ikan belida tergolong mudah bagi penjual . ,31%) maupun pembeli . ,50%). Menurut Wibowo & Sunarno . , secara umum kelompok ikan belida (Notopterida. hidup pada habitat rawa dengan kadar oksigen terlarut rendah, seperti pada cekungan, rerumputan yang tergenang, dan sungai/danau dengan debit air yang kecil. Kemampuan ikan belida untuk hidup pada habitat dengan rendahnya oksigen terlarut dibantu oleh alat bantu pernapasan labirin pada ikan tersebut, yang memungkinkan spesies yang tergolong pada famili Notopteridae menyaring oksigen bebas melalui permukaan air. Kemampuan pernapasan ikan belida inilah yang menyebabkan ikan ini tergolong mudah pemeliharaanya karena tidak memerlukan alat bantu aerator seperti ikan pada umumnya. Ikan belida juga dapat diberikan makanan beberapa hari sekali berupa cacing beku, serangga, ataupun ikan kecil lainnya yang mudah didapatkan di toko ikan terdekat. Pada pasca pemeliharaan, diketahui bahwa baik pada pihak penjual . ,92%) maupun pembeli . ,75%) rata-rata akan menjual kembali ikan yang telah dipelihara. Sementara itu, sebagian kecil dari penjual memilih untuk mengkonsumsi ikan . ,38%), dan sebagian kecil dari pembeli memberikan ikan kepada A 2024 Yudha, dkk. This article is open access Yudha, dkk. Berkala Ilmiah Biologi, 15 . : 31Ae42 DOI 10. 22146/bib. orang lain . ,50%). Terdapat juga penjual . ,69%) dan pembeli . ,75%) yang melepas ikan belida peliharaanya ke alam liar. Hal tersebut perlu ditelusuri lebih lanjut mengenai pelapasan ikan peliharaan ke alam liar, terutama bagi spesies luar . pada penelitian Menurut Raharjo . , proses masuknya spesies invasive dapat melalui berbagai cara, seperti spesies yang sengaja dilepas dengan tujuan tertentu, spesies terlepas dari tempat budidaya, spesies yang terbawa dalam transportasi perdagangan, dan spesies dari akuarium yang sengaja dilepas ke perairan bebas. Spesies ikan belida luar tentu saja dapat membahayakan perairan lokal, mengingat ikan belida merupakan ikan karnivor yang dapat hidup pada air dengan kadar oksigen terlarut yang rendah sehingga mampu beradaptasi dengan lingkungan perairan yang kurang baik. Berdasarkan hasil wawancara terhadap 13 penjual dan 16 pembeli, pengetahuan mengenai regulasi yang beredar terhadap ikan belida lokal, penjual . ,85%) dan pembeli . ,75%) mengetahui bahwa ikan belida lokal dilindungi oleh Surat Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia Nomor 1 Tahun Sementara sisanya . ,15%) dan pembeli . ,25%) tidak mengetahui adanya peraturan perlindungan tersebut. Ketidaktahuan pembeli dapat berkaitan erat dengan tingkat ketertarikan terhadap ikan belida itu sendiri, pembeli yang cenderung tertarik memelihara ikan belida mengetahui perlindungan terhadap ikan belida lokal, sementara pembeli yang kurang tertarik tidak mengetahui hal tersebut. Sementara itu, penjual yang tidak mengetahui peraturan, cenderung menjual ikan belida lokal, sementara penjual yang mengetahui peraturan hanya menjual ikan belida luar. Seperti yang diketahui, berdasarkan hasil wawancara masih banyak penjual yang tidak mengetahui bahwa ikan belida lokal dilindungi penuh, ataupun terdapat penjual yang mengetahui peraturan perlindungan namun memasarkan ikan belida lokal. Belida Jawa (N. dengan nama Belida Jambi. Terakhir, status konservasi dari ikan belida yang diperdagangkan di Pasar Ikan Hias Parung tergolong pada Least Concern (LC) pada Belida Jawa (N. dan Belida Bangkok Coklat (C. , sementara Belida Royal (C. tergolong pada Near Threatened (NT). Kemudian, status perlindungan lokal pada ikan belida lokal seperti Belida Jawa. Belida Borneo (C. Borneensi. , dan Belida Sumatera (C. dilindungi penuh oleh Surat Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2021. Kesimpulan Berdasarkan hasil analisis morfologis dan wawancara di Pasar Ikan Hias Parung dapat disimpulkan bahwa spesies ikan belida lokal yang diperdagangkan adalah Belida Jawa dengan status konservasi Least Concern (LC) yang dilindungi penuh berdasarkan Surat Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2021. Sementara itu ikan belida luar yang diperdagangkan berupa Belida Bangkok Coklat dengan status konservasi Least Concern (LC), dan Belida Royal dengan status konservasi Near Thretened (NT). Ikan belida lokal yang dipasarkan oleh penjual berasal dari alam liar, diduga kuat berasal dari daerah Jambi, tepatnya daerah aliran Sungai Batanghari beserta anak-anak sungainya, yaitu Sungai Tembesi. Sungai Batang Tabir, dan Sungai Batang Tebo. Sementara spesies ikan belida luar mayoritas stoknya berasal dari impor negara Vietnam dan Thailand, serta beberapa lokasi pembesaran benih ikan di daerah Parung. Ucapan terima kasih Penulis mengucapkan terima kasih kepada komunitas penjual dan pembeli Pasar Ikan Hias Parung, karena telah memberikan izin dan membantu pengambilan data dalam proses penelitian sehingga penelitian ini dapat berjalan dengan lancar. Referensi