AGREGAT Vol. No. NOVEMBER 2025 ISSN : 2541 - 0318 [Onlin. ISSN : 2541 - 2884 [Prin. Penilaian Risiko Keselamatan Kerja Pada Proses Reparasi Kapal Di Galangan PT. X dengan Metode HIRARC *Dian Prasetyawati1. Ibadur Rohman2. Winda Amalia Herdianti3. Dedy Wahyudi4 *Teknik Sipil. Fakultas Teknik. Universitas Muhammadiyah Surabaya. Surabaya *dianprasetyawati@um-surabaya. Abstract Shipyards have the main function of building, maintaining, and repairing ships. Therefore, the shipbuilding industry is a sector characterized by heavy work activities and a high risk of occupational accidents. Based on this, it is necessary to conduct research on occupational safety and health in the shipbuilding industry at PT. X, where this research uses the HIRARC (Hazard Identification Risk Assessment and Risk Contro. method with a criteria scale to analyze data from direct risk observations at each stage of shipbuilding and repair. The research revealed that at PT. X there are several jobs with potential risks. These consist of 42 hazards with low risk, 23 hazards with medium risk, and 3 hazards with high risk. The research revealed that at PT. X there are several jobs with potential risks. These consist of 42 hazards with low risk, 23 hazards with medium risk, and 3 hazards with high risk. The results indicate that the presence of 26 significant risks (Medium and Hig. necessitates urgent intervention, highlighting critical weaknesses in the current K3 system. Therefore, the focus shifts from assessing a "quite good" condition to identifying critical areas for immediate structural improvement. One recommendation that can be implemented is to develop an HIRARC worksheet to control the identified risks. Keywords: Hazard. HIRARC. Recommendation. Risk. Shipyards Abstrak Galangan kapal mempunyai fungsi utama sebagai tempat untuk membuat, merawat, dan memperbaiki kapal. Karena itu. Industri galangan kapal adalah sektor dengan karakteristik aktivitas kerja berat dan risiko kecelakaan kerja tinggi. Berdasarkan hal tersebut maka perlu dilakukan penelitian tentang keselamatan dan kesehatan kerja yang ada di industri galangan kapal PT. X, dimana penelitian ini menggunakan metode HIRARC (Hazard Identification Risk Assessment and Risk Contro. dengan skala kriteria untuk menganalisis data hasil observasi risiko secara langsung pada setiap tahapan pembuatan kapal maupun perbaikan kapal. Penelitian mengungkapkan bahwa di PT. X terdapat beberapa pekerjaan dengan kemungkinan potensi risiko. Jumlah tersebut terdiri dari 42 bahaya dengan risiko rendah, 23 bahaya dengan risiko sedang, dan 3 bahaya dengan risiko tinggi. Penelitian mengungkapkan bahwa di PT. X terdapat beberapa pekerjaan dengan potensi risiko. Ini terdiri dari 42 bahaya dengan risiko rendah, 23 bahaya dengan risiko sedang, dan 3 bahaya dengan risiko tinggi. Hasilnya mengindikasikan bahwa keberadaan 26 risiko signifikan (Sedang dan Tingg. memerlukan intervensi mendesak, menyoroti kelemahan kritis dalam sistem K3 saat Oleh karena itu, fokus bergeser dari menilai kondisi 'cukup baik' menjadi mengidentifikasi area kritis untuk perbaikan struktural segera. Salah satu rekomendasi yang dapat diimplementasikan adalah mengembangkan lembar kerja HIRARC untuk mengendalikan risiko yang teridentifikasi. Kata Kunci: Bahaya. Galangan kapal. HIRARC. Rekomendasi. Risiko PENDAHULUAN Industri galangan kapal nasional ini dinilai memiliki daya saing yang sangat tinggi. PT. X menawarkan konsultasi perkapalan dan pembuat kapal. Dalam kebanyakan kasus, kapal galangan adalah tempat yang berguna untuk membuat, merawat, dan memperbaiki kapal. Fungsi utama galangan kapal adalah untuk memproduksi atau bahkan memperbaiki kapal. Industri perkapalan atau galangan kapal merupakan perusahaan yang bergerak di bidang konstruksi dan perbaikan kapal, dan merupakan sektor yang strategis dan mempunyai peran vital bagi roda perekonomian nasional (Fairussihan & Setiono, 2. Sumber daya manusia atau pekerja sangat penting untuk semua operasi perusahaan, karena perusahaan tidak akan beroperasi tanpa pekerja. Orangorang yang berfungsi sebagai aset utama dan ujung tombak perusahaan harus diperhatikan dan dikelola dengan hatihati. Hal ini karena pekerja menggunakan akal, bakat, tenaga, keinginan, pengetahuan, perasaan, dan kreatifitas untuk mencapai visi dan misi perusahaan. Berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi serta munculnya inovasi baru di bidang produksi telah mendorong perusahaan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan sumber daya PRASETYAWATI/PENILAIAN A. /1405 - 1410 manusia mereka agar dapat menghasilkan produk yang berkualitas tinggi. Kemajuan ini telah mempermudah produksi, tetapi juga dapat meningkatkan tingkat kualitas Keselamatan dan kesehatan kerja adalah bagian dari kecelakaan kerja. Kecelakaan kerja dapat menyebabkan kerugian ekonomi dan menurunkan tingkat kesehatan pekerja. Untuk meningkatkan hasil pekerjaan, keselamatan kerja harus diperhatikan. Akan tetapi masalah kesehatan pekerja juga penting karena berdampak besar pada kesehatan mereka saat mereka bekerja. Perusahaan dapat meningkatkan kinerja pekerja dalam menghasilkan produk atau jasa yang sesuai dengan tujuan dan sasaran perusahaan jika mereka memperhatikan kedua hal tersebut. Oleh karena itu, perusahaan harus lebih memperhatikan keadaan pekerja saat melakukan pekerjaannya, terutama yang berkaitan dengan keselamatan kerja dan kesehatan kerja (Achmad et al. , 2. Salah satu rekomendasi dalam hal mitigasi risiko adalah penggunaan alat pelindung diri (APD) yaitu alat yang digunakan oleh pekerja untuk melindungi diri mereka dari bahaya yang mungkin terjadi di tempat kerja. Meskipun alat pelindung diri mungkin tidak cukup untuk mencegah semua kecelakaan kerja, mereka dapat mengurangi tingkat AGREGAT Vol. No. NOVEMBER 2025 keparahan kecelakaan yang disebabkan oleh pekerjaan. Alat Pelindung Diri, menurut Peraturan Tenaga Kerja dan Transmigrasi RI No. adalah suatu alat yang berfungsi untuk melindungi seseorang yang dimaksudkan untuk melindungi sebagian atau seluruh tubuh dari bahaya yang mungkin terjadi di tempat kerja (La Tho, 2. Alat pelindung ini terdiri dari perlengkapan yang harus digunakan oleh pekerja sesuai dengan bahaya dan risiko yang terkait dengan pekerjaan mereka, dan pengusaha juga harus memberi pekerja APD yang sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI)(Dekanawati, 2. Produksi kapal selalu menggunakan bahan kimia yang berbahaya bagi kesehatan manusia, dan juga menggunakan alat mekanik yang berbahaya. Industri galangan kapal juga adalah sektor yang memiliki tingkat aktivitas kerja tinggi dan risiko kecelakaan kerja tinggi. Oleh karena itu, penelitian tentang Risiko Keselamatan Kerja Pada Industri Galangan Kapal di PT. X harus Penelitian ini menarik karena akan menawarkan saran kepada perusahaan tentang cara membuat lingkungan kerja yang aman dan sehat untuk mencegah kecelakaan kerja di kemudian hari, yang pada gilirannya akan meningkatkan produktivitas pekerja (Sari et al. , 2. Untuk meningkatkan keselamatan kerja di lingkungan kerja, setiap perusahaan pelayaran diwajibkan harus mengikuti peraturan yang berlaku sesuai dengan aturan yang dibuat oleh pejabat atau lembaga terkait yang mempunyai wewenang akan hal tersebut (Nawawi et al. , 2. Penelitian Terdahulu Rujukan atau pandangan dari penelitian sebelumnya digunakan sebagai acuan untuk membedakan penulis dengan penelitian orang lain, sehingga penulis dapat menghindari praktik kejahatan seperti plagiasi. Beberapa contoh penelitian terdahulu disajikan di bawah ini: Fajar Siddiq Maulana, peneliti ini berjudul AuANALISA KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA PADA GALANGAN KAPAL MENGGUNAKAN METODE HIRARCAy peneliti ini berfokus pada analisis keselamatan dan kesehatan kerja secara umum di galangan kapal di Madura. Peneliti ini meninjau berbagai potensi kecelakaan kerja yang bisa terjadi di lingkungan galangan secara Ia menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode HIRARC untuk mengidentifikasi dan mengevaluasi risiko kecelakaan yang mungkin terjadi. Muhammad Syahrul Ulum, penelitian ini berjudul AuANALISA RISIKO PADA PROSES PENUTUHAN KAPAL DI GALANGAN KAMAL, MADURAAy penelitian ini dilakukan di galangan kapal di Madura, namun lebih spesifik membahas pada proses penutupan kapal. Artinya, ruang lingkup penelitiannya lebih terbatas hanya pada salah satu tahapan pekerjaan di Ia pun menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode HIRARC, sama seperti penelitian pertama, namun dengan objek kajian yang lebih terfokus. Muhammad Miftahul Khoir, peneliti ini berjudul AuANALISIS RISIKO KESELAMATAN KERJA PADA KAPAL NELAYAN TRADISIONAL (PPDI BRONDONG. KAB LAMONGAN)Ay. Penelitian ini tidak dilakukan di galangan kapal, melainkan pada kapal nelayan tradisional di PPDI Brondong. Lamongan. Fokus PRASETYAWATI/PENILAIAN A. /1405 - 1410 ISSN : 2541 - 0318 [Onlin. ISSN : 2541 - 2884 [Prin. penelitiannya adalah pada keselamatan kerja nelayan baik di darat maupun di laut. Metode yang digunakan juga berbeda, yaitu pendekatan deskriptif analitik semi kuantitatif, meskipun tetap menggunakan metode HIRARC dalam pengolahan datanya. METODE Perumusan Masalah Perumusan masalah dibuat didasarkan pada latar belakang permasalahan yang terjadi di PT. X dimana dalam beberapa tahun terakhir terdapat peningkatan jumlah kecelakaan kerja dan adanya fakta bahwa belum maksimalnya penggunaan APD oleh personal pada saat sedang menjalankan aktifitas pekerjaan di galangan kapal. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode HIRARC (Hazard Identification Risk Assessment and Risk Contro. Metode HIRARC banyak digunakan oleh peneliti peneliti sebelumnya dimana HIRARC merupakan rangkaian prosedur untuk mengevaluasi potensi dampak kecelakaan dari tingkat kemungkinan tertinggi hingga terendah. Proses ini melibatkan penilaian risiko dan pengendalian risiko dengan memberikan peringkat pada setiap potensi bahaya, serta menyusun program pengendalian untuk mengurangi dampak atau melakukan mitigasi guna mencegah terjadinya bahaya tersebut. Metode dapat merinci risiko dari setiap kegiatan yang akan dievaluasi, dan penggunaan HIRARC dianggap lebih sederhana dan umum digunakan oleh peneliti sebelumnya dalam melakukan penilaian risiko dan mengambil langkah mitigasi atau pencegahan (Prasetyawati et al. , 2. Spesifisitas Lokasi: Analisis risiko dan identifikasi 68 potensi bahaya didasarkan pada prosedur kerja, tata letak, dan jenis kapal yang diperbaiki secara spesifik di Galangan PT. Oleh karena itu, hasil ini tidak dapat digeneralisasi secara langsung ke galangan kapal lain karena perbedaan mesin, prosedur, dan lingkungan kerja. Generalisasi Metodologi: Meskipun hasilnya spesifik untuk PT. Metodologi HIRARC yang digunakan, termasuk Matriks Penilaian Risiko, adalah kerangka kerja yang terstandar dan dapat direplikasi . pada industri galangan kapal manapun untuk melakukan penilaian risiko secara sistematis. Studi Pustaka Mempelajari pustaka adalah tahapan pengkajian lebih dalam rumusan masalah yang didapatkan dari tahap perumusan masalah. Rumusan masalah yang didapatkan selanjutnya dipelajari dan dikaji dengan mencari pustaka yang baru atau dengan mengkaji pustaka yang sudah ada dari sumber data yang terkait dengan permasalahan Pustaka yang digunakan dalam proses studi pustaka dapat berupa jurnal, buku, paper, atau berasal dari Pengumpulan data melalui studi pustaka merupakan proses memperoleh informasi dengan membaca literatur, termasuk buku, jurnal, tugas akhir, artikel, dan sumber lain yang terkait dengan penelitian mengenai risiko K3. Selain itu, studi pustaka juga memungkinkan peneliti untuk mengenali kekosongan atau celah pengetahuan yang AGREGAT Vol. No. NOVEMBER 2025 masih ada dalam literatur. Hal ini dapat menjadi dasar untuk merumuskan pertanyaan penelitian yang relevan dan penting untuk diteruskan dalam penelitian mereka sendiri. Dengan memahami latar belakang konsep-konsep risiko K3, peneliti dapat membangun dasar teoritis yang kuat untuk penelitian mereka. Ini membantu dalam merancang metodologi penelitian yang sesuai dan merinci langkahlangkah yang diperlukan untuk mengumpulkan dan menganalisis data dengan baik. Studi Lapangan Pengumpulan data melalui studi lapangan dilakukan dengan mengambil data langsung dari lokasi. Jenis data yang diperoleh dari studi lapangan ini berasal dari Wawancara atau Kuisioner Wawancara merupakan teknik pengumpulan data dengan melakukan tanya jawab secara lisan. Metode ini dianggap efektif untuk pengumpulan data primer karena peneliti dapat menemukan informasi yang akurat dan optimal dengan bertatap muka secara langsung dengan responden. Penelitian ini melakukan wawancara dengan beberapa pekerja yang bersangkutan di PT. X yang berada di Desa Kemantren. Kecamatan Paciran. Kabupaten Lamongan. Jawa Timur. Indonesia kode Pos 62263. Dokumentasi Dokumentasi merupakan teknik untuk mencari data berupa catatan, transkrip, surat kabar, majalah, buku, dan lainnya. Metode ini memiliki tingkat yang tinggi untuk mencari akurasi kebenaran, karena suatu kejadian terungkap secara empiris serta dapat dijadikan bukti yang kuat. Observasi Pendekatan teknik ini melibatkan observasi langsung di lapangan terhadap risiko K3 pada galangan kapal PT. Dengan mengamati langsung situasi di lapangan, diharapkan peneliti dapat memaksimalkan hasil yang diperoleh dan mendapatkan gambaran yang akurat mengenai keadaan sebenarnya (Tambunan, 2. Matriks Penilaian Risiko dan Kriteria Skala Pengukuran probabilitas terjadinya bahaya (Likelihoo. dan dampak yang dapat muncul jika bahaya tersebut terwujud (Severit. Metode analisis yang dilakukan adalah semi kuantitatif berdasarkan standar AS/NZS 4360:2004, yaitu dengan mengalikan level Likelihood setiap risiko dengan level Severity. Penentuan nilai Likelihood dan Severity didasarkan pada skala kriteria terukur, seperti yang dijelaskan di bawah Tabel 1. Kriteria Konsekuensi (Severit. Nilai Kriteria Deskripsi Sangat Sering Kemungkinan berulang kali dalam satu tahun (Misalnya: > 10 kali/tahu. PRASETYAWATI/PENILAIAN A. /1405 - 1410 ISSN : 2541 - 0318 [Onlin. ISSN : 2541 - 2884 [Prin. Sering Sedang Ringan Sangat Ringan Mungkin terjadi beberapa kali dalam satu tahun (Misalnya: 5 - 10 kali/tahu. Cidera yang memerlukan P3K dan perawatan medis, kehilangan hari kerja Cidera memerlukan P3K, tidak kehilangan hari kerja Tidak ada cidera, kerusakan properti minimal Matriks Risiko (Likelihood x Severit. Kategori risiko yang digunakan adalah: A Tinggi (Hig. : Skor 15Ae25. Memerlukan tindakan pengendalian segera. A Sedang (Mediu. : Skor 5Ae14. Memerlukan perencanaan dan implementasi pengendalian dalam waktu dekat. A Rendah (Lo. : Skor 1Ae4. Dapat dikendalikan melalui prosedur rutin HASIL DAN PEMBAHASAN Gambaran Umum Lokasi Penelitian PT. X berdiri pada 15 Juni 2006, adalah hasil pengembangan salah satu perusahaan pelayaran terbesar di Indonesia yaitu PT. Fasilitas pengendokan ini, awalnya ditujukan untuk perbaikan kapal milik PT. Karena pengedokan/perbaikan kapal, maka PT. memasarkan jasa perawatan dan perbaikan kapal ke perusahaan-perusahaan PT. X berada di pesisir pantai utara Kabupaten Lamongan, dengan batas utara adalah Laut Jawa, sebelah timur dengan PT. X, sebelah selatan adalah Jalan Raya Nasional Daendeles dan sebelah barat berbatasan dengan pelabuhan PT. Perusahaan ini menyediakan jasa dibidang pembuatan kapal, rekayasa, reparasi, konversi dan modifikasi kapal serta beberapa proyek yang telah dikerjakan dengan sukses selama operasionalnya. Gambar 1. Pembukaan Bangunan Baru Kapal . PT. X,Lamonga. AGREGAT Vol. No. NOVEMBER 2025 ISSN : 2541 - 0318 [Onlin. ISSN : 2541 - 2884 [Prin. dengan masing-masing bahaya. Pengukuran risiko dilakukan berdasarkan probabilitas terjadinya bahaya dan dampak yang dapat muncul jika bahaya tersebut terwujud. Metode analisis yang dilakukan adalah semi kuantitatif berdasarkan standar AS/NZS 4360:2004 yaitu dengan mengalikan level Likelihood setiap risiko dengan level Rumusnya adalah: Likelyhood . x Severity . ingkat keparaha. = Nilai Risiko. Tabel matrik risiko dan beberapa tahapan bisa di lihat di bawah ini: Tabel 2. Risk Matriks Gambar 2. Reparasi Kapal . umber:PT. Lamonga. Identifikasi Risiko Dalam undang-undang no. Nomor 1 Tahun 1970 tentang keselamatan dan kesehatan kerja, terdapat aturan yang melindungi keselamatan dan kesehatan kerja pekerja galangan kapal yang melakukan pekerjaan atau kegiatan kerja yang menimbulkan risiko cedera secara kumulatif, pekerja meninggal dunia atau mengalami kerugian material (Nikmatullah et al. , 2. Identifikasi risiko adalah kegiatan yang melibatkan observasi di area kerja galangan. Peneliti melakukan observasi langsung kelapangan mendapatkan data yang dimulai dari awal hingga akhir aktivitas, dengan menggunakan metode Hirarc. Proses ini adalah langkah krusial dalam mengenali risiko-risiko yang dapat menyebabkan kecelakaan kerja selama pengerjaan di galangan kapal PT. Secara umum, proses kerja di galangan PT. X terdiri dari empat tahapan yaitu Docking. Repair. Painting, dan Undocking. Mengingat risiko dan bahaya yang bisa timbul dalam aktivitas pekerjaan di galangan, maka pengawasan menjadi suatu keharusan. Aktivitas pekerjaan di galangan kapal PT. X pada saat penelitian secara urut dapat dilihat pada tabel berikut: Sumber : Hasil Analisa Dari likelihood dan severity, didapatkan hasil seperti tertera pada grafik dibawah ini: Gambar 3. Grafik Penilaian Risiko Tahap Docking Sumber : Hasil Analisa Tabel 1. Identifikasi Tahap Pekerjaan Aktivitas Tahap Docking: Pengelasan kupingan/tumpuan tali slipway Pemasangan airbag Penarikan kapal ke dermaga Tahap Reparasi Pemotongan plat pada kapal yang mau diganti Pemasangan plat baru Pengelasan Gambar 4. Grafik Penilaian Risiko Tahap Repair Sumber : Hasil Analisa Tahap Painting: Pembersihan seluruh badan kapal Pengecatan pada seluruh badan kapal Tahap Undocking: Pencopotan kupingan/tumpuan tali slipway Pengambilan rubber airbag Penurunan kapal dari dermaga Sumber : Hasil Analisa Penilaian Risiko Setelah mengidentifikasi bahaya, langkah berikutnya adalah mengevaluasi tingkat risiko yang terkait PRASETYAWATI/PENILAIAN A. /1405 - 1410 Gambar 5. Grafik Penilaian Risiko Tahap Painting Sumber : Hasil Analisa AGREGAT Vol. No. NOVEMBER 2025 ISSN : 2541 - 0318 [Onlin. ISSN : 2541 - 2884 [Prin. Reparasi Gambar 6. Grafik Penilaian Risiko Tahap Undocking Sumber : Hasil Analisa Pengendalian Risiko Langkah selanjutnya setelah melakukan penilaian risiko adalah melakukan pengendalian risiko, yang akan memberikan rekomendasi pengendalian untuk meminimalkan risiko yang ada. Pilihan pengendalian dibagi menjadi lima kategori, yaitu eliminasi, substitusi, pengendalian rekayasa, pengendalian administrasi, dan penggunaan Alat Pelindung Diri. Pengendalian risiko (Risk contro. dilakukan terhadap seluruh bahaya yang ditemukan dalam proses identifikasi bahaya dan mempertimbangkan peringkat risiko untuk menentukan prioritas dan cara pengendaliannya (Ulum, 2. Tabel hasil pengendalian risiko dapat dilihat pada lampiran di akhir tulisan. Prioritas Pengendalian Risiko Kritis Berdasarkan HPR Dari total 68 potensi risiko, penelitian mengidentifikasi 42 risiko Rendah, 23 risiko Sedang, dan 3 risiko Tinggi. Fokus pengendalian diprioritaskan pada risiko Tinggi, di mana potensi kerugiannya paling parah. Pengendalian risiko diusulkan dengan mengikuti Hirarki Pengendalian Risiko (HPR), yang merupakan panduan untuk memilih langkah pengendalian paling efektif dan Tabel 3. Pengendalian Prioritas untuk 3 Risiko Tinggi No. Tahap Pekerjaan Reparasi Docking/Repa Bahaya Kritis (Risik. Skor Tertimpa Metarial (Akibat Lifting atau Pemotongan Pla. ertabrak/Terj Benda Disekitar (Alat Berat/Cran. Pengendalian Direkomendasi Rekayasa: Memastikan material yang dipotong dengan Administrasi: Pengawasan Lifting Supervisor Penerbitan Lifting Plan Rekayasa: Pemasangan permanen (Zona Terlaran. PRASETYAWATI/PENILAIAN A. /1405 - 1410 Jatuh Ketinggian (Pekerjaan Scaffolding di Lambung Kapa. Administrasi: Pelatihan Komunikasi dua (Radi. yang baik Rekayasa: Pemasangan Guardrail atau Life Line Administrasi: Pelatihan WAH (Work at Heigh. Penerbitan Work Permit. APD: Penggunaan Full Body Harness Sumber : Hasil Analisa Pengendalian risiko di PT. X mengutamakan intervensi di tingkat sumber bahaya. Eliminasi . enghilangkan sumber bahay. dan Substitusi . engganti proses/baha. merupakan solusi paling ideal. Namun, karena pekerjaan galangan kapal melibatkan aktivitas berat yang sulit dieliminasi, fokus utama adalah pada Rekayasa Teknik . isalnya, memasang guardrail, ventilasi paksa ), diikuti oleh Kontrol Administrasi . isalnya, membuat SOP, memberikan pelatihan ) dan terakhir Alat Pelindung Diri (APD) sebagai lini pertahanan terakhir. KESIMPULAN Terdapat 68 potensi risiko yang teridentifikasi, terdiri dari 42 risiko rendah, 23 risiko sedang, dan 3 risiko Keberadaan 26 risiko signifikan (Sedang dan Tingg. menunjukkan adanya kelemahan kritis dalam sistem Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K. di PT. Oleh karena itu, kondisi keselamatan kerja tidak dapat dikategorikan sebagai "cukup baik", melainkan sebagai identifikasi area krusial yang harus difokuskan pada perbaikan sistem untuk mencegah kecelakaan fatal dan meminimalkan kerugian. Beberapa pengendalian risiko yang dapat berguna dalam mengurangi tingkat resiko yang terdapat pada proses kerja reparasi yaitu pada tahap docking yaitu terjepit material dan ada beberapa pengendalian yang harus di lakukan yaitu seperti berikut: Memberikan pelatihan SOP. Memastikan pekerja memiliki sertifikat khusus. Memberikan rambu-rambu di area kerja. Melakukan pemeriksaan rutin. Mengganti peralatan yang sudah tidak layak pakai dengan peralatan baru yang lebih aman. Memperkuat pengawasan lapangan khususnya pada penggunaan alat berat dan proses pengangkatan AGREGAT Vol. No. NOVEMBER 2025 DAFTAR PUSTAKA