Guidance: Jurnal Bimbingan dan Konseling Volume 22 Nomor 2 Desember 2025. Halaman 378-383 https://uia. e-journal. id/guidance https://doi. org/10. 34005/guidance. BIMBINGAN KELOMPOK DENGAN TEKNIK MODELING SIMBOLIK UNTUK MENINGKATKAN KEPERCAYAAN DIRI SISWA DI SMP NEGERI 2 PALEMBANG Velania Dinda Pransiska*1. Aminatussholekhah2. Rani Mega Putri3 Universitas Sriwijaya. Sumatera Selatan. Indonesia 1,2,3 E-mail: velaniad@gmail. Info Artikel Accepted: Agustus 2025 Published: December 2025 Abstract This study aims to determine the effectiveness of group guidance services with symbolic modeling techniques in increasing students' self-confidence. The research was motivated by the results of the Learner Needs Questionnaire (AKPD) and interviews with counseling teachers, which showed that there were a number of students who had low levels of self-confidence. The research subjects were eight students selected based on the results of the AKPD at SMP Negeri 2 Palembang. This study used a quantitative approach with a pretest-posttest design. Data were collected through questionnaires and observation, then analyzed using the Paired Sample Test. The results of the analysis showed a significant increase in the level of self-confidence of students after participating in group guidance services with symbolic modeling techniques . ignificance value 0. 000 <0. with an average score that increased from 45. 5 to This shows that this service is effective in increasing students' self-confidence. This study supports previous findings on the effectiveness of symbolic modeling techniques in psychopedagogical interventions. Keywords: group guidance. symbolic modeling. self-confidence. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas layanan bimbingan kelompok dengan teknik modeling simbolik dalam meningkatkan kepercayaan diri siswa. Penelitian dilatarbelakangi oleh hasil Angket Kebutuhan Peserta Didik (AKPD) dan wawancara dengan guru BK, yang menunjukkan adanya sejumlah siswa yang memiliki tingkat kepercayaan diri rendah. Subjek penelitian adalah delapan siswa yang dipilih berdasarkan hasil AKPD di SMP Negeri 2 Palembang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pretest-posttest. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan observasi, kemudian dianalisis menggunakan uji Paired Sample Test. Hasil analisis menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada tingkat kepercayaan diri siswa setelah mengikuti layanan bimbingan kelompok dengan teknik modeling simbolik . ilai signifikansi 0. 000 < 0. dengan rata-rata skor yang meningkat dari 45,5 menjadi 61,75. Hal ini menunjukkan bahwa layanan ini efektif dalam meningkatkan kepercayaan diri siswa. Penelitian ini mendukung temuan sebelumnya tentang efektivitas teknik modeling simbolik dalam intervensi psikopedagogis. Kata kunci: bimbingan kelompok. modeling simbolik. kepercayaan diri. p-ISSN1978-6794 e-ISSN 2715-5307 A2025 Guidance: Jurnal Bimbingan dan Konseling Alamat korespondensi: Kampus FKIP UIA. Jalan Jatiwaringin No. PENDAHULUAN menghambat perkembangan potensi siswa Pendidikan Indonesia hanya bertujuan mengembangkan aspek Di SMP Negeri 2 Palembang, hasil dari Angket Kebutuhan Peserta Didik kesehatan mental emosional siswa secara (AKPD) dan wawancara dengan guru BK Hal ini sejalan dengan arah menunjukkan adanya sejumlah siswa yang mengalami masalah kepercayaan diri. menekankan pentingnya penguatan profil Mereka cenderung pasif, enggan tampil di pelajar Pancasila, termasuk nilai-nilai percaya diri, mandiri, dan reflektif. Dalam kerangka tersebut, layanan bimbingan dan berinteraksi dengan teman sebaya atau konseling (BK) memegang peran strategis Kondisi ini menunjukkan perlunya sebagai sistem pendukung pembelajaran intervensi layanan bimbingan yang tepat, terstruktur, dan sesuai dengan kebutuhan Kurikulum psikologis mereka secara keseluruhan. kognitif peserta didik, tetapi juga membina Merdeka mengembangkan potensi dirinya secara optimal, termasuk dalam aspek sosialemosional dan pengambilan keputusan. Salah satu pendekatan yang dapat Salah satu isu psikososial yang Teknik ini berakar dari teori sekolah adalah rendahnya kepercayaan diri pembelajaran sosial yang dikembangkan Kepercayaan diri merupakan aspek oleh Albert Bandura, yang menekankan penting dalam perkembangan psikologis bahwa individu belajar melalui observasi kemampuan mereka dalam berinteraksi konteks layanan bimbingan kelompok, (Bandura. Dalam (Bandura, 1. Siswa dengan tingkat memperlihatkan video atau simulasi yang menampilkan perilaku percaya diri yang menarik diri dari aktivitas sosial, enggan diharapkan dapat ditiru dan diinternalisasi menyampaikan pendapat, dan mengalami oleh siswa. Proses pengamatan dan diskusi dalam kelompok mendorong siswa untuk (Ghufron & Risnawati, 2. Masalah ini, merefleksikan sikap, mengatasi hambatan jika tidak ditangani dengan tepat, dapat internal, dan mencoba perilaku baru dalam lingkungan yang suportif. tindakan nyata yang dilakukan secara Berbagai bertahap dan bersiklus. PTBK merupakan menunjukkan efektivitas teknik modeling proses sistematis yang melibatkan refleksi, perencanaan, pelaksanaan tindakan, dan kepercayaan diri siswa. Harivmah et al. membuktikan bahwa penerapan hasilnya menjadi lebih efektif dan sesuai teknik ini dalam layanan bimbingan dengan kebutuhan peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif kepercayaan diri siswa SMA di Gowa dengan desain pra-eksperimen tipe one- group pretest-posttest. Hasil ditemukan oleh Rambe et al. yang Penelitian SMP Negeri 2 Palembang dengan melibatkan efficacy pada siswa SMA Negeri 1 Percut delapan siswa yang dipilih berdasarkan Sei hasil Angket Kebutuhan Peserta Didik konseling kelompok berbasis modeling (AKPD) dan rekomendasi guru Bimbingan Hal ini memperkuat dugaan bahwa modeling simbolik dapat menjadi menunjukkan indikasi tingkat kepercayaan strategi intervensi yang efektif untuk diri yang rendah dan bersedia mengikuti membentuk perilaku positif dalam konteks pendidikan formal. Tuan Berdasarkan Seluruh Data kepercayaan diri yang disusun berdasarkan tersebut, penelitian ini bertujuan untuk indikator dari teori kepercayaan diri Lauster . yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya sebelumnya. Layanan modeling simbolik dalam meningkatkan bimbingan kelompok diberikan dalam dua kepercayaan diri siswa di SMP Negeri 2 siklus selama dua minggu, yang mencakup Palembang. tahap pembentukan, peralihan, kegiatan Konseling. inti, dan penutupan. Pada tahap inti. METODE Penelitian dengan menampilkan video sebagai model metode Penelitian Tindakan Bimbingan perilaku percaya diri, yang kemudian dan Konseling (PTBK) yang bertujuan dianalisis dan didiskusikan oleh siswa melalui lembar kerja. Untuk mengetahui efektivitas pada tingkat kepercayaan diri siswa setelah pengukuran sebelum . dan sesudah mengikuti layanan bimbingan kelompok . Data dengan teknik modeling simbolik. Nilai dianalisis menggunakan uji Paired Sample rata-rata skor kepercayaan diri siswa T-Test dengan bantuan perangkat lunak meningkat dari rata-rata 45,5 pada pretest SPSS versi 25 untuk melihat perbedaan menjadi 61,75 pada posttest. Hasil uji yang signifikan antara nilai pretest dan Paired Sample T-Test menunjukkan nilai signifikansi . -taile. sebesar 0,000 (< 0,. , yang berarti terdapat perbedaan HASIL DAN PEMBAHASAN yang signifikan antara skor pretest dan Hasil analisis data menunjukkan bahwa terdapat peningkatan signifikan Tabel 1. Paired Samples Test Paired Samples Test Paired Differences Std. Error Std. Error Interval of The Mean Mean Lower Upper Mean Pair 1 Pre test- -16,25000 post test 2,81577 Hal tersebut menunjukkan terdapat 0,99553 -18,60404 -13,89596 -16,323 Temuan ini sejalan dengan penelitian perbedaan perlakuan yang diberikan pada teknik modeling simbolik efektif dalam masing-masing variabel. Sehingga, dapat disimpulkan bahwa terdapat perubahan (Harivmah et al. , 2023. Rambe et al. Kusumawati, 2. diberikan layanan bimbingan kelompok Bandura, memungkinkan siswa untuk mengamati Peningkatan Dalam konteks teori pembelajaran dengan teknik modeling simbolik dengan tingkat kepercayaan diri siswa setelah mereka terhadap kemampuan diri sendiri mengikuti layanan bimbingan kelompok (Bandura, 1. Selain itu, diskusi dan menunjukkan efektivitas intervensi ini. penayangan video membantu siswa untuk menginternalisasi perilaku positif tersebut siswa meningkatkan kepercayaan diri dan dan menerapkannya dalam kehidupan aspek-aspek sehari-hari. Penelitian yang dilakukan perkembangan mereka. Sarazumar et al . juga menyebutkan bahwa implementasi bimbingan kelompok DAFTAR PUSTAKA