Journal Physical Health Recreation (JPHR) Volume 4 Nomor 2 Mei 2024 https://jurnal. id/index. php/JP e-ISSN : 2747- 013X Efektivitas Penerapan Metode Mengajar Dengan Pantulan Bola Ke Tembok Dan Berpasangan Untuk Meningkatkan Keterampilan Pukulan Drive Dalam Tenis Lapangan Pada Mahasiswa FIK UNM Effectiveness Of Implementing Teaching Methods Using Ball Boosting Against The Wall And In Pairs To Improve Skills Drive Shots In Field Tennis For UNM FIK Students Yasriuddin1 . asriuddin@unm. Universitas Negeri Makassar. Jl. Pettarani. Tidung. Kec. Rappocini. Kota Makassar. Sulawesi Selatan 902221 Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan metode mengajar pantulan bola ketembok dan berpasangan terhadap keterampilan pukulan drive dalam permainan tenis lapangan bagi mahasiswa FIK UNM Metode penelitian ini adalah metode eksperimen. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa putera Fakultas Ilmu Keolahragaan yang telah lulus mata kuliah tenis lapangan dengan sampel sebanyak 40 orang mahasiswa. Kesimpulan penelitian adalah sebagai berikut: . Ada pengaruh yang efektif penerapan metode mengajar pantulan bola ke tembok terhadap keterampilan pukulan drive dalam permainan tenis lapangan bagi mahasiswa. Ada pengaruh yang efektif penerapan metode mengajar berpasangan terhadap keterampilan pukulan drive dalam permainan tenis lapangan bagi Ada perbedaan pengaruh yang efektif penerapan metode mengajar pantulan bola ke tembok dan berpasangan terhadap keterampilan pukulan drive dalam permainan tenis lapangan bagi mahasiswa yakni metode pantulan bola ke tembok lebih efektif. Makassar. Kata Kunci :Penerapan Metode Mengajar Dalam Tenis Lapangan. 1 Pendahuluan Tujuan Pendidikan Nasional yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa sesuai dengan tujuannya membangun manusia yang berkualitas baik jasmaniah maupun rohaniah, hal ini sejalan dengan tujuan olahraga yaitu mampu berprestasi dibidang keolahragaan sehingga dapat mengangkat harkat dan martabat bangsa Indonesia diforum internasional. Selain itu pemerintah telah mensyahkan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2005 tentang Sistem Keolahragaan Nasional, bahwa sistem pembinaan olahraga harus dilakukan melalui 3 . pilar yakni. olahraga pendidikan, olahraga rekreasi, dan olahraga prestasi. Penguasaan keterampilan tenis lapangan memiliki persyaratan kesiapan kondisi fisik untuk dapat menguasai berbagai teknik dasar dan kemampuan bermain. Kondisi fisik yang dibutuhkan untuk olahraga tenis lapangan, antara lain adalah kekuatan, kecepatan, kelentukan, daya tahan, daya ledak . , keseimbangan dan koordinasi. Permainan tenis lapangan sebagai salah satu cabang olahraga yang memiliki teknik-teknik dasar tertentu, seperti. teknik pukulan forehand drive, backhand drive, servis, volley,lob, drob shot, half volley, dan smash. Pembinaan prestasi olahraga tenis lapangan harus didukung oleh strategi dan metode pemengajar yang benar sehingga lebih efektif dan efisien dalam pencapaian tujuan yang diharapkan. Faktor internal individu seorang atlet juga sangat memegang peranan penting untuk mencapai prestasi olahraga, sebab setiap atlet/individu memiliki tingkat koordinasi mata tangan dan keterampilan serta kemampuan motorik yang berbeda-beda dalam olahraga (Firdaus, 2. Menurut Tarigan . , keterampilan adalah suatu kegiatan atau tugas yang memiliki tujuan tertentu atau tujuan untuk mencapai indikator kualitas kinerja. Keterampilan merupakan gambaran tingkat kemampuan seseorang yang bervariasi pada suatu tugas motorik dan gerakan yang dimaksud adalah kemampuan gerak . seseorang pada tingkatan tertentu. Malo . mengemukakan bahwa keterampilan gerak adalah kegiatan atau tugas-tugas sukarela yang membutuhkan kepala, badan, dan atau gerakan anggota badan untuk mencapai suatu Senada dengan pendapat Yusuf . bahwa keterampilan gerak adalah tindakan yang berorientasi pada tujuan atau tugas yang membutuhkan tubuh sukarela atau gerakan anggota badan dan harus dipelajari. Tingkat kebutuhan keterampilan motorik pada setiap cabang olahraga berbeda-beda, tergantung pada tugas motorik yang dibutuhkan dalam aktivitas olahraga itu sendiri. Keterampilan motorik dapat diklasifikasikan atas tiga bagian, yaitu: . keterampilan motorik kasar dan halus, . keterampilan motorik berangkai, terputus dan berlanjut, dan . keterampilan motorik terbuka dan tertutup. Keterampilan motorik kasar adalah keterampilan yang melibatkan atau menggunakan otot yang besar dari tubuh dan biasanya seluruh tubuh turut digerakkan dengan mengarahkan tenaga yang cukup banyak. Sedangkan keterampilan motorik halus adalah keterampilan yang melibatkan kelompok otot kecil dengan rentangan yang cukup dan sangat terbatas (Arifiyanto, 2. Proses mengajar pukulan drive pada permainan tenis lapangan akan berhasil jika seorang pemain didukung oleh faktor-faktor yang sangat menunjang seperti: jenis metode mengajar yang diterapkan dan faktor kemampuan gerak yang dimiliki oleh individu tanpa mengabaikan faktor-faktor penunjang lainnya. Keberhasilan tersebut tidak terlepas dari rangkaian proses belajar atau proses mengajar yang dilakukan dalam bentuk mengajar-mengajar khusus yang mengarah pada tujuan yang ingin dicapai (Hadi, 2. Menurut Nurkhadri . bahwa pada prinsipnya belajar gerak . otor learnin. merupakan suatu proses belajar yang bertujuan untuk meningkatkan berbagai macam keterampilan gerak yang optimal secara efisien dan efektif. Naldi . menyatakan bahwa keterampilan motorik adalah aktivitas atau kegiatan yang mengakibatkan kepala, tubuh, dan/atau semua gerakan dalam mencapai suatu tujuan. Keterampilan gerak untuk setiap cabang olahraga tidaklah sama, tergantung pada tugas gerak yang dibutuhkan dari aktivitas olahraga tersebut. Pada dasarnya pencapaian keterampilan belajar gerak dipengaruhi oleh beberapa faktor. Menurut Isyani . bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi belajar gerak adalah: . memahami apa yang harus dipelajari, . kesempatan untuk merespon, . adanya umpan balik, dan . Untuk menguasai keterampilan pukulan drive, maka dapat dilakukan dengan beberapa metode mengajar diantaranya adalah metode mengajar pantulan bola ke tembok/dinding,metode dan metode mengajar berpasangan. Kedua metode mengajar tersebut sangat membantu mahasiswa untuk dapat menguasai keterampilan pukulan drive. Selain itu kondisi fisik juga sangat menunjang penampilan seseorang dalam suatu kegiatan yang sifatnya fisik akan dapat memberikan kontribusi terhadap keterampilan pukulan drive (Jatra, 2. 2 Metode Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh metode mengajar pantulan bola ke tembok/dinding, metode mengajar mesin pelontardan metode mengajar berpasangan ditinjau dari koordinasi mata tangan terhadap keterampilan pukulan drive pada permainan tenis lapangan bagi mahasiswa Fakultas llmu Keolahragaan Universitas Negeri Makassar. Penelitian ini dilaksanakan di Gedung Olahraga Tenis Lapangan Kampus Banta-Bantaeng Fakultas llmu Keolahragaan Universitas Negeri Makassar Provinsi Sulawesi Selatan. Waktu penelitian melalui prosedur tes awal, selanjutnya dilaksanakan tahap eksperimen selama 6 . minggu atau 18 kali pertemuan. Setelah masa perlakuan selama 6 . minggu, dilanjutkan dengan pengambilan data keterampilan pukulan drive sebagai tes akhir. Metode adalah suatu cara untuk mendapatkan kebenaran melalui pengamatan. Selanjutnya menurut Djaali, bahwa metode ilmiah adalah suatu prosedur dari proses mencari kebenaran, dengan langkah-langkah mengenal masalah dan merumuskannya, studi literatur, bila diperlukan merumuskan hipotesis, mengumpulkan dan mengolah data, menguji hipotesis dan mengambil kesimpulan. Metode yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah metode Populasi adalah semua hal yang ingin dijelaskan, atau diramalkan atau dikendalikan dapat diteliti. Dalam penelitian ini, teknik pengumpulan data yang dilakukan berdasarkan pada variabel-variabel yang terlibat. 3 Hasil Hasil Penelitian dan Pembahasan Tabel 1. Rangkuman Hasil ANAVA Tahap Lanjut dengan Uji Tukey Harga Kelompok hipotesis Perbedaan Harga Krisis Sig. Keterangan yang dibandingkan Rerata Absolut HSD (Qtun. (Qhitun. A1 dan A2 -5,250* 2,95 0,020 Ada perbedaan Pembahasan hasil penelitian yang dikemukakan adalah sebagai berikut. Hasil perhitungan analisis varians tentang perbedaan keefektifan antara kedua metode mengajar secara keseluruhan, dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan antara metode mengajar pantulan bola ke tembok dengan metode mengajar berpasangan terhadap keterampilan pukulan drive pada permainan tenis lapangan. 4 Pembahasan Berdasarkan deskripsi hasil analisis data dan pengujian hipotesis penelitian yang telah dilakukan, maka dapat dijelaskan sebagai berikut: Hasil analisis data dan pengujian hipotesis penelitian yang telah dilakukan dengan menggunakan pendekatan analisis varians (ANAVA) dua jalan dan dilanjutkan dengan uji Tukey, maka pembahasan hasil penelitian dapat dikemukakan sebagai berikut yakni metode mengajar pantulan bola ke tembok/dinding adalah salah satu bentuk mengajar dalam pelaksanaannya, menekankan pada mengajar sendiri dengan tembok/dinding. Metode mengajar secara berpasangan baik antara pemain dengan pemain, maupun pemain dengan pelatih mempunyai arti bahwa dalam melakukan suatu gerakan pukulan ditentukan menurut irama gerakan dari keduanya. Metode mengajar berpasangan dalam pelaksanaannya, juga menekankan pada mengajar mandiri. Mengajar secara berpasangan, artinya melakukan suatu gerakan pukulan keterampilan drive berdasarkan kemampuannya sendiri masing-masing pasangan. Dengan demikian berdasarkan pembahasan hasil penelitian, maka dapat disimpulkan bahwa secara keseluruhan metode mengajar berpasangan lebih baik daripada metode mengajar pantulan bola ke tembok dalam upaya meningkatkan keterampilan pukulan drive pada permainan tenis lapangan. Sehingga hasil penelitian ini dapat direkomendasikan bahwa mengajar berpasangan lebih baik dan cocok diterapkan dalam meningkatkan keterampilan pukulan drive pada permainan tenis lapanga. 5 Kesimpulan Ada pengaruh yang efektif penerapan metode mengajar pantulan bola ke tembok terhadap keterampilan pukulan drive dalam permainan tenis lapangan bagi mahasiswa. Ada pengaruh yang efektif penerapan metode mengajar berpasangan terhadap keterampilan pukulan drive dalam permainan tenis lapangan bagi mahasiswa. Ada perbedaan pengaruh yang efektif penerapan metode mengajar pantulan bola ke tembok dan berpasangan terhadap keterampilan pukulan drive dalam permainan tenis lapangan bagi mahasiswa yakni metode pantulan bola ke tembok lebih efektif. Makassar References