E-ISSN: 2830-7070; Vol.1, No.1 Juni, 2022 UJI EFEK DIURETIK EKSTRAK DAUN ADAM HAWA (Rhoeo discolor) TERHADAP TIKUS PUTIH JANTAN (Rattus norvegicus) Diuretic Effect Test of Adam Eve Leaf Extract (Rhoeo discolor) Against Male White Rats (Rattus norvegicus) Pertiwi Ishak1 Universitas Pancasakti Makassar email: pertiwi.ishak@unpacti. ac.id Andi Nur Ilmi Adriana2 * Universitas Pancasakti Makassar email:* andinurilmi.adriana@u npacti.ac.id Abstrak: Telah dilakukan penelitian tentang Efek Diuretik Ekstrak Daun Adam Hawa (Rhoeo discolor) Terhadap Tikus Putih Jantan (Rattus norvegicus) dengan metode Analisis Of Varians untuk mengetahui ekstrak daun adam hawa yang efektif memberikan efek diuretik terhadap tikus putih jantan. Dalam hal ini, dilakukan pengujian terhadap 15 ekor tikus putih jantan yang dibagi dalam 5 kelompok. Kelompok I diberi Na.CMC 1% sebagai kontrol negatif, kelompok II, III, IV diberi ekstrak daun adam hawa dengan masing-masing konsentrasi 0,8% b/v, 1,6% b/v, dan 3,2% b/v. Sedangkan kelompok V diberi suspensi furosemid sebagai pembanding. Pengukuran volume urin selama 6 jam dilakukan setelah perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun adam hawa konsentrasi 0,8% b/v tidak menunjukkan perbedaan yang nyata dengan konsentrasi 1,6% b/v, dan pada ekstrak daun adam hawa konsetrasi 3,2% b/v memberikan efek peningkatan volume urin yang paling efektif, tetapi efeknya masih lebih kecil dari suspensi furosemid sebagai kontrol positif. Kata Kunci: Daun adam hawa, Ekstrak, Furosemid, Tikus putih, dan Diuretik Abstract: Research on the Diuretic Effect of Adam Eve Leaf Extract (Rhoeo discolor) Against Male White Rats (Rattus norvegicus), with the method of Analysis Of Variance to find out the Adam Eve leaf extract which effectively provides a diuretic effect on antan white rats. In this case, testing of 15 male white rats was divided into 5 groups. roup I was given Na.CMC 1% as a negative control, groups II, III, IV were given adam eve leaf extract with a concentration of0,8% b/v, 1,6% b/v, dan 3,2% b/v, while group V were given furosemide suspense as comparison. Measurement of urine volume for 6 hours after treatment. The results showed that the extract of adam air leaves of 0,8% b/v did not show any significant difference with controls1,6% b/v, and the extract of adam air leaves of 3,2% b/v gave a significant increase in urine effect, but the effect was still smaller than suspense furosemide as a control positive. Keywords: Adam leaf leaves, Extract, Diuretics, Furosemide, and White mice PAPS JOURNALS E-ISSN: 2830-7070 Vol. 1, No. 1, Juni, 2022 Unit Publikasi Ilmiah Intelektual Madani Indonesia 29 E-ISSN: 2830-7070; Vol.1, No.1 Juni, 2022 PENDAHULUAN mengindikasikan adanya kelainan pada sistem Obat merupakan semua zat baik kimiawi, tersebut (Guyton C.A dan Hall J E. 2011). hewani, maupun nabati yang dalam dosis layak Diuretik berperan penting dalam pengobatan dapat atau penyakit diantaranya yaitu, hipertensi, edema mencengah penyakit. Kebanyakan obat yang paru akut, batu ginjal, hiperkalsemia sindrom digunakan di masa lalu adalah obat yang berasal nefrotik, dan sirosis (Purwanti E, 2014). dari tanaman. Dengan cara coba-mencoba, Furosemid merupakan obat golongan Loop secara diuretic menyembuhkan, empiris, orang meringankan purba mendapat berpotensi tinggi yang banyak pengalaman dengan berbagai macam daun atau digunakan dalam aplikasi klinik. Furosemid akar tumbuhan untuk mengobati penyakit berdaya diuretik kuat dengan titik kerja di (Tjaydan Rahardja, 2015). lengkung henle. Mula kerjanya cepat, secara Diuretik adalah zat-zat yang dapat oral 0,5-1 jam(Ainiyah, 2016). memperbanyak pengeluaran kemih (diuresis) Bunga adam hawa (Rhoeo discolor) merupakan melalui kerja langsung terhadap ginjal (Tjay dan tanaman yang mudah dijumpai di Indonesia. Rahardja, 2007). Sistem kemih (urinaria) adalah Pigmen merah dan pigmen hijau pada daun suatu proses adam hawa yang menjadi ciri khas dari penyaringan darah dari zat-zat yang tidak tumbuhan tersebut (Ratnasari, dkk. 2017). dipergunakan oleh tubuh dan menyerap zat-zat Kandungan kimia yang masih di pergunakan oleh tubuh.Sistem ini hawa(Rhoeo discolor)antara terdiri dari unit terkecil yang disebut nefron, flavonoid, nefron mempunyai bagian-bagian yang terdiri karotenoid, terpenoid, kumarin, dan steroid dari glomerolus, tubulus proximal,lengkung (EsandaH, henle, tubulus distal dan tubulus kolectivus. mempunyaiaktivitas biologi ssebagai diuretik Fungsi dari sistem ini sangat penting salah adalah flavonoid (Anna, 2011). Mekanisme satunya, kerja flavonoid sebagai diuretik dengan cara sistem tempat menjaga terjadinya keseimbangan cairan, dauntanaman antosianin, ko-transpor lainsenyawa saponin, 2016). adam alkaloid, Senyawayang menjaga dan mengatur keasaman tubuh, dan menghambat juga sebagai tempat membuang zat-zat tubuh reabsorbsi ion Na+, K+, dan Cl- terjadi yang berlebihan. Sistem ini juga berperan dalam peningkatan elektrolit di tubulus sehingga mengatur tekanan darah, nefron mengatur terjadilah tekanan darah dengan cara meningkatkan Tanaman ini berkhasiat sebagai anti radang, eksresi dari ion-ion tertentu misalnya natriu. memelihara paru, mencairkan dahak, anti batuk, Bila ada zat yang harusnya tidak terfiltrasi anti diare dan membersihkan darah (Hardiana sistem glomerolus namun terfiltrasi hal ini bisa risma, dkk, 2012). diuresis dan menurunkan (Nurihardiyanti, 2015). 30 E-ISSN: 2830-7070; Vol.1, No.1 Juni, 2022 Sebelumnya telah dilakukan penelitian isolasi, hawa identifikasi Kabupaten Toraja Utara, Sulawesi Selatan. dan uji aktivitas antioksidan (Rhoeo discolor)yang diambil senyawa flavonoid fraksi kloroform dan fraksi D. Teknik Pengumpulan Data etil 1. Pengambilan dan Pengolahan bahan uji asetatdaun tanaman adam hawa (Rhoeodiscolor) dengan metode 2,2-diphenyl-1picrylhidrazyl (DPPH). Hasil dari Bahan uji yang diambil daun Adam identifikasi Hawa (Rhoeo discolor) yang diperoleh dari senyawa flavonoid dari kedua fraksi diduga Kabupaten Toraja Utara, Sulawesi Selatan, mengandung pengambilan pada pagi hari kemudian diolah senyawa malvidin yang merupakan golongan antosianidin. dengan METODE dipotong-potong A. Alat Dan Bahan dengan cara diangin-anginkan tanpa terkena 1. Alat-alat yang digunakan sinar matahari langsung sampai kering. Pada penelitian ini alat-alat yang digunakan yaitu : Aluminium foil, batang dibersihkan dengan kecil air dan mengalir, dikeringkan 2. Pembuatan Ekstrak Daun Adam Hawa (Rhoeo discolor) pengaduk, botol, corong kaca, erlenmeyer 100 Masukkan satu bagian serbuk kering ml, gelas kimia 100 ml, gelas ukur 100 ml, daun Adam Hawa (Rhoeo discolor) ke dalam gunting, kandang hewan uji, kapas, kertas maserator, perkamen, listrik, Rendam selama 6 jam pertama sambil sekali- lumpang, labu ukur 100 ml, sendok tanduk, sekali diaduk, kemudian diamkan selama 18 spoit oral 1 ml dan 5 ml, stamper, stopwatch, jam. sudip, timbangan analitik, timbangan digital, pengendapan, wadah maserasi. filtrasi. Ulangi proses penyarian sekurang- 2. Bahan yang digunakan kurangnya dua kali dengan jenis dan jumlah kertas saring, kompor tambahkan Pisahkan 10 bagian pelarut. maserat dengan cara sentrifugasi, dekantasi atau Pada penelitian ini bahan – bahan yang pelarut yang sama. Kumpulkan semua maserat, digunakan yaitu:Aquadest, etanol 96%, daun kemudian uapkan dengan penguap vakum atau adam hawa (Rhoeo discolor), furosemid tablet penguap tekanan rendah hingga diperoleh 40 ekstrak kental (Farmakope Herbal Indonesia, mg, hewan uji tikus putih (Rattus norvegicus),Na.CMC 1% b/v. 2008). B. Populasi Dan Sampel Penelitian 3. Penyiapan Hewan Uji Populasi dalam penelitian ini yaitu Tikus Hewan uji yang digunakan adalah (Rattus norvegicus), sedangkan sampel pada tikus putih jantan, dewasa, bobot badan 150- penelitian ini yaitu tikus jantan sebanyak 15 250 g berbadan sehat, bulu bersih, sudah ekor, danbahan uji yang digunakandaun adam diadaptasikan selama 1 minggu. Tikus yang 31 E-ISSN: 2830-7070; Vol.1, No.1 Juni, 2022 digunakan terlebih dahulu dipuasakan selama sebanyak 0,0528g lalu dimasukkan ke dalam 5 jam. Tikus yang digunakan sebanyak 15 gelas kimia kemudian dilarutkan sedikit demi ekor, dikelompokkan menjadi 5 kelompok, sedikit dengan Na. CMC 1% b/v sebanyak 50 masing-masing kelompok terdiri atas 3 ekor . ml hingga homogen, dimasukkan kedalam labu 4. Pembuatan Na.CMC 1 % b/v ukur dan dicukupkan volumenya dengan Na. lalu Na.CMC ditimbang sebanyak 1 gram CMC 1% b/v hingga 100 ml. dimasukkan 7. Perlakuan Terhadap Hewan Uji sedikit demi sedikit kedalam lumpang yang berisi 50ml aquades Sebelum diperlakukan Tikus putih panas, sambil diaduk hingga terbentuk dipuasakan selama5 jam, kemudian ditimbang larutan koloid yang homogen,kemudian bobot badan awal. Tikus putih yang digunakan dimasukkan dalam gelas dicukupkan volumenya piala dan sebanyak 15 ekor, dikelompokkan menjadi 5 dengan air suling kelompok, masing-masing kelompok terdiri atas hingga 100 ml. 3 ekor. Kelompok I diberikan Na. CMC 1% b/v 5. Pembuatan Suspensi Ekstrak Etanol Daun sebagai kontrol negatif, kelompok II diberikan Adam Hawa dengan konsentrasi 0,8%, 1,6% ekstrak daun adam hawadengan konsentrasi dan 3,2% b/v 0,8% b/v Suspensiekstrak daun adam hawa0,8% per ekstrak daun adam hawa dengan konsentrasi b/v dibuat dengan menimbang ekstrak daun 1,6% b/v adam hawasebanyak 0,8 kemudian ekstrak daun disuspensikan Na.CMC 1% 3,2% dengan g b/v oral, kelompok III diberikan per oral, kelompok IV diberikan adam hawadengan konsentrasi b/v hingga 100 ml, untuk 1,6% b/v dibuat 5mL/gBB.Sedangkan dengan kelompok menimbang ekstrak daunadam per oralsebanyak kelompok V pembanding diberi sebagai suspensi hawasebanyak 1,6 g kemudian disuspensikan furosemid.Kemudian tikus ditempatkan dalam dengan Na.CMC 1% b/v hingga 100 ml, kandang hewan beralaskan alumunium foil dan untuk ditampung urinnya. Pengukuran volume untuk 3,2% b/v dibuat dengan menimbang ekstrak daun adam hawasebanyak urin dilakukan pada jam ke 1, 2, 3, 4, 5, dan 6. 3,2 g kemudian masing-masing disuspensikan E. Pengumpulan Data dengan Na.CMC 1% b/v hingga 100 ml . 6. Pembuatan Suspensi Furosemid Data dikumpulkan dari uji diuretik yaitu pengukuran volume urin tikus putih Ditimbang10 tablet furosemid kemudian jantan pada jam ke 1, 2, 3, 4, 5, dan 6. Setelah dihitung bobot rata-rata tablet. Kemudian semua pemberian ekstrak daun adam hawa 0,8% tablet digerus halus. Suspensi furosemid dibuat b/v, 1,6% b/v dan 3,2% b/v, furosemid dengan cara menimbang serbuk furosemid 32 E-ISSN: 2830-7070; Vol.1, No.1 Juni, 2022 sebagai pembanding dan Na. CMC 1% b/v Perlakuan selama 6 jam, selanjutnya diukur sebagai kontrolnegatif. volume urin tiap jamnya, dan diperoleh hasil HASIL DAN DISKUSI rata-rata volume urin pada 15 ekor hewan uji. Diuretik adalah obat yang dapat menambah Berdasarkan kecepatan pembentukan urin. Istilah diuresis bahwa pada pemerian Na.CMC 1% b/v sebagai mempunyai pertama kontrol negatif memperlihatkan volume urin menunjukkan adanya penambahan volume urin rata-rata sebesar 1,23 mL, pemerian ekstrak aun yang diproduksi dan yang kedua menunjukkan adam hawa dengan konsentrasi 0,8% b/v jumlah pengeluaran (kehilangan) zat-zat terlarut volume dan air. Fungsi utama diuretik adalah untuk pemerian ekstrak daun adam hawa dengan memobilisasi berarti konsentrasi 1,6% b/v volume urin rata-rata mengubah keseimbangan cairan sedemikian sebesar 2,56 mL, pemerian ekstrak daun adam rupa sehingga volume cairan ekstrasel kembali hawa dengan konsentrasi 3,2% b/v volume urin menjadi normal. rata-rata sebesar 4,53 mL, dan untuk Furosemid Pada penelitian ini digunakan 15 ekor tikus sebagai pembanding volume urin rata-rata yang dibagi menjadi 5 perlakuan dengan berat sebesar 5,6 mL. dua cairan pengertian, edema, yang hasil urin penelitian rata-rata sebesar menunjukkan 2,06 mL, badan tikus 150-250 gram. Kelompok perlakuan volume rata-rata urin I diberikan Na.CMC 1% b/v sebagai kontrol negatif, kelompok perlakuan II diberikan ekstrak daun adam hawa konsentrasi 0,8% b/v, kelompok perlakuan III diberikan ekstrak daun adam hawa konsentrasi 1,6% b/v, kelompok perlakuan IV diberikan ekstrak daun adam hawa konsentrasi 3,2% b/v, dan sebagai pembandinya diberikan furosemid dengan dosis 0,0528% b/v 7 6 5 4 3 2 1 0 Na CMC 1% b/v Ekstrak 0,8% b/v Ekstrak 1,6% b/v KLp 1 Klp 2 Ekstrak Furosemid 3,2% b/v Klp 3 yang diberikan secara oral. Sebelum perlakuan tikus terlebih dahulu dipuasakan selama 5 jam tanpa diberikan makanan agar tidak mempengaruhi efek dari ekstrak daun adam hawa yang diberikan, tetapi tetap diberikan minum dengan tujuan agar kondisi elektrolit hewan uji tetap stabil. Setelah dipuasakan 5 jam tikus diberi perlakuan. Pada grafik diatas terlihat volume urin rata-rata untuk kelompok perlakuan Na.CMC 1% b/v paling rendah hal ini terjadi karena Na.CMC 1% tidak terkandung zat yang dapat meningkatkan jumlah ekskresi urin (diuretik). Kemudian pada kelompok perlakuan Furosemid menunjukkan volume rata-rata urin yang tinggi dibandingkan 33 E-ISSN: 2830-7070; Vol.1, No.1 Juni, 2022 dengan kelompok perlakuan lainnya. Hal ini perbedaan pengaruh bahan uji (ekstrak daun menunjukkan bahwa furosemid memiliki efek adam hawa) terhadap peningkatan volume urin. diuretik kuat pada hewan uji. Sedangkan Analisis dilanjutkan dengan uji LSD untuk kelompok perlakuan antara 0,8% b/v dan 1,6% menentukan b/v tidak menunjukkan perbedaan yang nyata, perlakuan. Hasil pengujian menunjukkan bahwa dan 3,2 b/v menunjukkan volume urin yang ada perbedaan antara kelompok perlakuan. berbeda pada tiap dosis perlakuan. Efek diuretik Terjadi perbedaan efek yang nyata antara yang ditimbulkan pada ekstrak disebabkan kontrol negatif dengan eksrak 0,8%, 1,6% dan adanya kandungan flavonoid yang berperan 3,2%, Sedangkan ekstrak 0,8% dan 1,6% tidak dalam meningkatkan volume urin (diuretik), menunjukkan perbedaan yang nyata, pada yaitu dengan menghambat reabsorpsi Na+, K+ konsentrasi ekstrak3,2% paling efektif dalam dan Cl- sehingga menyebabkan peningkatan peningkatan volume urin, akan tetapi efeknya Na+ dan air dalam tubulus. Dengan demikian, masih terjadi peningkatan volume urin. Alkaloid yang pemerian suspensi Furosemid. tekandung dalam ekstrak etanol adam hawa juga KESIMPULAN lebih perbedaan rendah pengaruh antar dibandingkan dengan dapat menyebabkan peningkatan volume urin. Berdasarkan hasil penelitian analisis data Alkaloid bekerja langsung pada tubulus dengan secara statistik dan pembahasan maka dapat cara meningkatkan ekskresi Na+ dan Cl- dengan disimpulkan bahwa : meningkatkan akan 1. Ekstrak etanol adam hawa (Rhoeo discolor) meningkatkan ekskresi air dan menyebabkan memiliki efek diuretik terhadap tikus putih volume urin bertambah. jantan (Rattus norvegicus). Hasil Analisis statistik dengan program SPSS 2. Berdasarkan statistik dengan menggunakan menunjukkan analisis normalitas dengan nilai Analisis Of Varians menunjukkan adanya signifikan, sehingga dapat dinyatakan bahwa perbedaan pengaruh yang bermakna antara semua analisis perlakukan. Pada ekstrak daun adam hawa signifikan konsetrasi 0.8 % tidak menunjukkan perbedaan (P>0,05), sehingga dapat dinyatakan bahwa yang nyata dengan ekstrak 1,6%, dan pada semua data adalah homogen. Data normal dan ekstrak daun adam hawa konsentrasi 3,2% homogen sehingga memenuhi syarat untuk memberikan efek peningkatan volume urin yang pengujian parametik ANOVA. paling efektif, akan tetapi efeknya masih lebih data homogenitas ekskresi. adalah Na+ normal menunjukkan nilai juga , Uji anova menunjukkan bahwa nilai signifikan 0,000 < rendah dibandingkan dari 0,05 , sehingga dapat dinyatakan bahwa ada Furosemid. dengan suspensi REFERENSI 34 E-ISSN: 2830-7070; Vol.1, No.1 Juni, 2022 Anna,2011. Uji Efek Diuretik EkstrakEtanol Daun Ceplukan (Physalis angulataL.). Skripsi.Universitas Muhammadiyah Surakarta : Surakarta. Hawa (Rhoe discolor). Farmasi FMIPA UNSRAT. Manado. Harmita dan Radji M., 2008. Buku Ajaran Analisis Hayati Edisi 3. Penerbit Buku Departemen Kesehatan Republik Indonesia, 1979. Farmakope Indonesia Edisi 111. Jakarta. Kedokteran EGC, Jakarta. Imelda E,Andana EP., 2006.Perbandingan Efek Diuretik serta Departemen Kesehatan Republik Indonesia, Kalium darah 2014. Farmakope Indonesia Edisi V. Ekstrak Etanol Daun Tempuyung Jakarta (Sonchu sarvensis Linn)dengan Departemen Kesehatan Republik Indonesia, 2000. Parameter Standar Umum Ekstrak Tumbuhan Obat. Direktur Pengawasan Obat dan Jendral Makanan : Jakarta. Kadar Natrium antara dan Pemberian Furosemid. Jurnal Sains dan Teknologi Farmasi. Katzung, G.B., 2001. Farmakologi Dasar dan Klinik .SalembaMedika : Jakarta. Malole, M.B.M dan Pramono, S.U., 1989. Departemen Kesehatan Republik Indonesia, Penggunaan Hewan-Hewan Percobaan 2007. Pelayanan Informasi Obat. Dirjen di Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan : Pendidikan Dan Kebudayaan. Direktorat Jakarta Jenderal Pendidikan Tinggi Pusat Antar Departemen Kesehatan Republik Indonesia, 2008.Farmakope Departemen Herbal Indonesia. Kesehatan Republik Indonesia, Jakarta.. Universitas Departemen Bioteknologi, Institut Pertanian Bogor. Mutschler, E., 2012, Dinamika Obat, edisi Revisi, Penerbit Institut Tekhnologi Gunawan, G, S., 2013.Farmakologi dan Terap Edisi 4. Penerbit Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Jakarta. Guyton, A, C. et Hall J E., 2011. Fisiologi Manusia dan Mekanisme Laboratorium, Penyakit Bandung , Bandung. Mycek J M, dkk., 2001. Farmakologi Ulasan Bergambar Edisi II. Penerbit Widya Medika, Jakarta. Nurihardiyanti, 2015. Aktivitas Diuretik Edisi 12. Penerbit Buku Kedokteran Kombinasi Ekstrak Biji Pepaya (Carica EGC, Jakarta, 499-506. papaya L) Dan Biji Salak (Salacca Hardina R, dkk., 2015. Isolasi Dan Identifikasi zalacca varietas zalacca (Gaert.)Voss) Senyawa Flavanoid Pada Daun Adam Pada Tikus Jantan Galur Wistar (Rattus 35 E-ISSN: 2830-7070; Vol.1, No.1 Juni, 2022 norvegicus L).Jurusan Farmasi Fakultas MIPA Universitas Tadulako : Palu. Purwati Eli, 2014. Efek Diuretic Estrak Etanol Buah Dan Daun Kacang Panjang (vigna Sinensis L.) Pada Tikus Putih Jantan Galur Wistar. Fakultas farmasi. Universitas Muhammadiyah Purwokerto : Purwokerto. Ratnasari Sinta, dkk. 2017. Studi Potensi Estrak Daun Adam Hawa(Rheo Discolor) Sebagai Indicator Titrasi Asam-Basa. Jurusan kimia Fakultatas Sains Dan Teknologi. Unuversitas Islam Negri Sunan Gunung Jati : Bandung. Siswandono, Bambang S. 1995. Kimia Medisinal. Airlangga UniversityPress : Surabaya Suparni dan Wulandari, 2012, Herbal Nusantara, 1001 Ramuan Tradisional Asli Indonesia : Jakarta. Tjay, H.T dan Rahardja K., 2007. Obat-Obat Penting Edisi VI. PT.Elex Media Computindo : Jakarta. Tjay, H.T dan Rahardja K., 2015. Obat-Obat Penting Edisi VII. PT.Elex Media Computindo : Jakarta. Tjitrosoepomo,G, 2012. Taksonomi Tumbuhan: Gadjah Mada University Press 36