Jurnal REVORMA. Vol. No. Bulan November Tahun 2025 E-ISSN: 2808-4217 P-ISSN: 2808-6880 Tirakat Perempuan: Pendidikan Masyarakat Multidimensi di Rumah Mujahadah Pondok Pesantren MambaAoul MaAoarif Jombang Ani MarAoatul Hamidah 1. Afifah Mayaningsih2 Universitas Islam Negeri Syekh Wasil Kediri animaratulhamidah@gmail. Abstract: Tirakat is a form of spiritual practice typical of Islamic boarding schools that contains educational values for the community, especially for women. This study examines the activities of women's asceticism in the Majlis Rumah Mujyhadah of the Mamba'ul Ma'arif Islamic Boarding School in Jombang in spiritual, social, and cultural dimensions. The method used is descriptive qualitative with data collection techniques in the form of observation, interviews, and documentation. Analysis was carried out through interactive analysis with triangulation validation. The results of the study indicate that the Majlis Mujyhadah initiated by Nyai Muhassonah becomes a space for community education, where the women of the congregation carry out asceticism through dhikr and alms. This ascetic practice is able to shape spiritual awareness, strengthen self-control, and deepen closeness to God. Socially, this activity strengthens relationships, fosters solidarity, and strengthens the network of women in Islamic boarding schools. Meanwhile, culturally, this tradition preserves typical Islamic boarding school practices such as the recitation of Ratib al-'Atthas and the ijazahan wirid/zikir. The women's asceticism at the Mujahadah House is a concrete manifestation of community education that not only fosters spiritual aspects but also strengthens social relations and maintains Islamic boarding school traditions. Keywords: Asceticism. Community Education. Dimension. Mujahadah. Islamic Boarding School. Abstrak: Tirakat merupakan salah satu bentuk praktik spiritual khas pesantren yang mengandung nilai-nilai pendidikan masyarakat, terutama bagi perempuan. Penelitian ini mengkaji aktivitas tirakat perempuan di Majlis Rumah Mujyhadah Pondok Pesantren MambaAoul MaAoarif Jombang dalam dimensi spiritual, sosial, dan kultural. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis dilakukan melalui analisis interaktif dengan validasi Hasil penelitian menunjukkan bahwa Majelis Mujyhadah yang diprakarsai Nyai Muhassonah menjadi ruang pendidikan masyarakat, di mana para ibu jamAoiyyah menjalani tirakat melalui zikir dan sedekah. Praktik tirakat ini mampu membentuk kesadaran ruhani, menguatkan kontrol diri, dan memperdalam kedekatan kepada Tuhan. Secara sosial, kegiatan ini mempererat silaturahmi, menumbuhkan solidaritas, serta memperkuat jaringan perempuan Sementara itu, secara kultural, tradisi ini melestarikan amalan khas pesantren seperti pembacaan Ratib al-AoAtthas dan ijazahan wirid/zikir. Tirakat perempuan di Rumah Mujyhadah merupakan wujud nyata pendidikan masyarakat yang tidak hanya membina aspek spiritual, tetapi juga memperkuat relasi sosial dan menjaga tradisi pesantren. Kata Kunci: Tirakat. Pendidikan Masyarakat. Dimensi. Mujahadah. Pondok Pesantren. Jurnal REVORMA. Vol. No. Bulan November Tahun 2025 E-ISSN: 2808-4217 P-ISSN: 2808-6880 Pendahuluan Pondok pesantren sebagai lembaga independen memiliki tugas utama yang mencakup pendidikan agama . afaqquh fiddi. yakni tempat penyebaran agama Islam . sebagai misi awal pendiriannya dan pemberdayaan sosial. Misi ini menjadi tanggung jawab seluruh elemen pesantren, termasuk para alumni dalam melanjutkan peran strategisnya di masyarakat. 1 Pesantren berperan sebagai pusat kaderisasi ulama, pengembang sumber daya manusia, penggerak pemberdayaan masyarakat, dan pendorong perubahan sosial. 2 Peran ini terwujud melalui nilai-nilai mujyhadah dan tirakat, di mana santri ditempa dengan disiplin spiritual dan intelektual yang mendalam. Dengan semangat kesungguhan dan pengorbanan, pesantren menjadi pilar utama dalam membentuk generasi berilmu, berakhlak, serta mampu beradaptasi dan berkontribusi dalam perubahan sosial. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 18 tahun 2019 tentang Pesantren menyatakan bahwa pengertian Pesantren adalah lembaga yang berbasis masyarakat dan didirikan oleh perseorangan, yayasan, organisasi masyarakat Islam, dan/atau masyarakat yang menanamkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah Swt. , menyemaikan akhlak mulia serta memegang teguh ajaran Islam rahmatan lil'alamin yang tercermin dari sikap rendah hati, toleran, keseimbangan, moderat, dan nilai luhur bangsa Indonesia lainnya melalui pendidikan, dakwah Islam, keteladanan, dan pemberdayaan masyarakat dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia. Hubungan antara pesantren dan masyarakat sekitarnya terjalin secara harmonis karena pesantren merupakan lembaga dakwah yang tumbuh dan berkembang di tengahtengah masyarakat. Keberadaan pesantren tidak hanya berfungsi sebagai pusat pendidikan keagamaan, tetapi juga berperan dalam pembangunan dan peningkatan kesejahteraan Peran pesantren bersifat multidimensional karena mencakup fungsi religius . , sosial . , dan edukatif . Ketiga fungsi tersebut menjadikan pesantren sebagai institusi yang tidak hanya mendidik secara spiritual, tetapi juga aktif dalam membina kehidupan sosial masyarakat. Selain itu, sejarah mencatat bahwa pesantren turut memiliki kontribusi penting dalam perjuangan kemerdekaan dan penguatan nilai kebangsaan, sehingga menjadikannya sebagai pilar strategis dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Manusia adalah makhluk multidimensi yang memiliki aspek material . dan Dimensi spiritual mencerminkan potensi luhur manusia yang bersumber dari ruh, yaitu unsur ilahiyah . ifat ketuhana. yang mengarahkan jism dan nafs menuju Tuhan. Ruh inilah yang membedakan manusia dari makhluk lain, karena mengandung potensi luhur dan kemampuan memahami makna, hakikat, nilai, serta tujuan hidup. Keberadaan Tuhan dalam spiritualitas manusia tercermin dalam sifat-sifat-Nya yang tak terikat ruang, bentuk, atau Hubungan langsung manusia dengan Tuhan terwujud melalui ibadah seperti shalat, puasa, zakat, dan zikir, serta pengalaman transenden yang diperoleh dari praktik spiritual seperti doa, zikir, dan refleksi diri. Dimensi ini berperan penting dalam membimbing nilai. Affan. Pesantren Dan Pengelolaannya (Manajemen Dan Human Resourcee Pesantren Di Indonesi. (Malang: Literasi Nusantara Abadi, 2. Ani MarAoatul Hamidah and Atik Masfiah. AuKontribusi Nyai Nur Khodijah: Telaah Historis Perintis Feminisme Pesantren,Ay Jurnal At-Tahdzib 11, no. : 9Ae22, https://doi. org/10. 61181/at-tahdzib. AuUndang-Undang Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2019 Tentang Pesantren,Ay n. Nuraeni Nuraeni. AuEksistensi Pesantren Dan Analisis Kebijakan Undang-Undang Pesantren,Ay AL-HIKMAH : Jurnal Pendidikan Dan Pendidikan Agama Islam 3, no. : 1Ae14. Jurnal REVORMA. Vol. No. Bulan November Tahun 2025 E-ISSN: 2808-4217 P-ISSN: 2808-6880 tindakan, hubungan manusia dengan sesama dan Tuhannya, menumbuhkan kesadaran moral, kebijaksanaan, ketenangan batin, serta kemampuan dalam menjalani kehidupan. Dimensi spiritual yang membentuk nilai dan keyakinan seseorang turut berpengaruh dalam interaksi sosial, di mana dimensi sosial berperan dalam membangun hubungan serta pola komunikasi dalam masyarakat. Analisis individu dalam membentuk modal sosial terdiri dari tiga dimensi utama. Dimensi struktural berkaitan dengan interaksi sosial yang memfasilitasi akses terhadap informasi dan sumber daya. Dimensi relasional mencakup kepercayaan dan loyalitas yang terbentuk melalui hubungan sosial. Sementara itu, dimensi kognitif mencerminkan norma, kode etik, dan keselarasan pandangan dalam suatu 6 Dimensi sosial budaya adalah faktor yang mempengaruhi perilaku individu dalam suatu kelompok masyarakat. 7 Di samping dimensi spiritual dan sosial, dimensi kultural turut berperan dalam membentuk nilai, norma, dan pola perilaku yang diwariskan dalam masyarakat. Max Weber berpendapat bahwa ajaran agama memiliki pengaruh besar dalam membentuk sistem nilai dalam kebudayaan suatu masyarakat. Manusia sebagai makhluk multidimensi memiliki aspek spiritual, sosial, dan kultural yang saling terkait dalam membentuk nilai, pola pikir, dan perilaku. Dimensi spiritual mengarahkan manusia pada kesadaran ilahiyah melalui ibadah dan refleksi diri. Sementara dimensi sosial membangun hubungan serta kepercayaan dalam masyarakat. sisi lain, dimensi kultural mewariskan norma dan sistem nilai yang terus berkembang seiring perubahan sosial. Ketiga dimensi ini berperan dalam membentuk identitas individu serta menentukan interaksi dan penyesuaian dalam kehidupan bermasyarakat. Tirakat merupakan praktik spiritual yang telah lama berkembang dalam tradisi Islam di Nusantara dan memiliki dimensi spiritual, sosial, serta kultural yang kuat. Salah satu bentuknya terlihat dalam pendidikan masyarakat yang dilakukan oleh Nyai Muhassonah selaku pemrakarsa Majelis TaAolim Mujyhadah kepada jamAoiyyah perempuan di Rumah Mujyhadah Denanyar Jombang. Majelis ini merupakan ruang bagi para perempuan untuk menjalankan tirakat dalam bentuk mujyhadah melalui zikir-zikir dan sedekah dalam tradisi pesantren. Oleh karenanya, praktik ini tidak hanya berfokus pada kegiatan pendidikan masyarakat untuk mendekatkan diri kepada Tuhan, tetapi juga membentuk identitas sosial dan solidaritas komunitas. Penelitian ini bertujuan menggali lebih dalam dimensi spiritual, sosial, dan kultural pada tirakat perempuan yang merupakan bagian dari pendidikan masyarakat di Rumah Mujyhadah Pondok Pesantren MambaAoul MaAoarif Denanyar Jombang agar dapat memperkaya kajian keislaman dan gender serta menyoroti peran perempuan dalam kehidupan keagamaan di masyarakat. Metode Penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif untuk memahami aktivitas pendidikan masyarakat di Rumah Mujyhadah Nur Khodijah 3 Yayasan Pondok Pesantren MambaAoul MaAoarif. Kecamatan Denanyar. Kabupaten Jombang. Sri Haryanto. AuRelevansi Dimensi Spiritual Manusia Terhadap Implementasi Pendidikan Karakter,Ay Jurnal Keislaman 7, no. : 57Ae65, https://doi. org/10. 54298/jk. Muhammad Tahajjudi Ghifary. Mochammad Djudi, and Mohammad Iqbal. AuAnalisis Terhadap DimensiDimensi Social Capital Yang Memengaruhi Kinerja Pegawai (Studi Pada BPJS Kesehatan Cabang Pasurua. ,Ay Jurnal Administrasi Bisnis (JAB) 1, no. : 1Ae11. Israfil and Dkk. AuKesehatan Mental (Teori Dan Penerapa. ,Ay in Media Sains Indonesia (Bandung, 2. Ahmad Subakir. AuPergulatan Sosioreligius Di Tengah Arus Perubahan Ekonomi Pada Masyarakat Kampung Inggris Pare Kediri,Ay Teosofi: Jurnal Tasawuf Dan Pemikiran Islam 8, no. : 485Ae508. Jurnal REVORMA. Vol. No. Bulan November Tahun 2025 E-ISSN: 2808-4217 P-ISSN: 2808-6880 Provinsi Jawa Timur. Data dikumpulkan melalui observasi langsung di lokasi, yakni di Rumah Mujyhadah. Sementara wawancara dilakukan dengan Nyai Muhassonah selaku pemrakarsa serta ibu-ibu pengelola jamAoiyyah. Dokumentasi diperoleh dari aktivitas Mujyhadahan yang berlangsung. Teknik analisis data yang digunakan mencakup analisis interaktif untuk dapat memperoleh pemahaman yang komprehensif. Keabsahan data dijamin melalui teknik triangulasi yakni dengan membandingkan hasil observasi, wawancara, dan dokumentasi sehingga memastikan validitas temuan penelitian. Hasil dan Pembahasan Pendidikan Masyarakat Melalui Tirakat Mujyhadah Majelis taAolim dalam lingkungan pondok pesantren merupakan bentuk nyata dari pendidikan masyarakat yang berperan penting dalam membina keimanan, membentuk karakter sosial, serta memperkuat kohesi komunitas. Sebagai lembaga pendidikan Islam nonformal, majelis taAolim tidak hanya menanamkan ajaran keagamaan, tetapi juga menjadi ruang interaksi kultural dan sosial yang membangun silaturahmi, memperdalam pemahaman agama, serta merealisasikan nilai-nilai ubudiyah. Melalui pembelajaran rutin, masyarakat tidak hanya mendapatkan ilmu keislaman dan penguatan akidah, tetapi juga etika, kejujuran, kesabaran, dan semangat tolong-menolong. Majelis memfasilitasi diskusi dan pertukaran pemikiran yang mendorong pematangan spiritual dan intelektual warga, memperkuat identitas keislaman, serta memberikan solusi terhadap tantangan sosial. Dalam konteks pesantren, fungsi keagamaan, pendidikan, sosial, seni budaya, hingga ketahanan bangsa yang dijalankan majelis taAolim menjadikannya sebagai episentrum pendidikan masyarakat berbasis nilai-nilai Islam yang menyatu dengan kehidupan umat. Kehadiran majelis taAolim sebagai lembaga dakwah dan pendidikan nonformal berbasis masyarakat memiliki peran strategis dalam membentuk kesadaran keagamaan dan Tidak hanya berfungsi sebagai wadah penyampaian ilmu agama Islam, majelis taAolim juga menjadi ruang pembinaan yang mengarahkan dan mencerdaskan masyarakat secara berkelanjutan. Dalam praktiknya, majelis taAolim hadir di tengah masyarakat sebagai sarana pemenuhan kebutuhan rohani sekaligus sebagai penguat nilai-nilai sosial keislaman. Eksistensinya memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan pengetahuan keagamaan, pembinaan moral, dan solidaritas sosial. Oleh karena itu, optimalisasi peran majelis taAolim sangat penting agar dapat terus menjadi pusat pembelajaran agama yang inklusif, relevan, dan kontekstual bagi masyarakat di sekitarnya. Hubungan pesantren dengan masyarakat sekitarnya terjalin erat melalui peran sosial keagamaan yang dijalankan secara langsung oleh para pengasuh pesantren. Pesantren tidak hanya menjadi lembaga pendidikan agama bagi santri, tetapi juga pusat pembinaan masyarakat dalam berbagai aspek kehidupan. Kepercayaan masyarakat kepada pesantren tercermin dari penghormatan terhadap kiai sebagai figur yang memiliki kapasitas keilmuan, integritas moral, dan pengaruh sosial. Dalam praktiknya, pesantren berperan aktif membimbing masyarakat melalui pengajaran agama, penguatan nilai-nilai akhlak, penyampaian dakwah, serta pemberian solusi terhadap persoalan sosial keagamaan Karlina Putri et al. AuMajelis TaAolim Sebagai Lembaga Pendidikan Islam Non Formal Di Indonesia,Ay JMPAI: Jurnal Manajemen Dan Pendidikan Agama Islam . 157Ae64, https://doi. org/10. 61132/jmpai. Munawaroh Munawaroh and Badrus Zaman. AuPeran Majelis Taklim Dalam Meningkatkan Pemahaman Keagamaan Masyarakat,Ay Jurnal Penelitian 14, no. : 369Ae92. Jurnal REVORMA. Vol. No. Bulan November Tahun 2025 E-ISSN: 2808-4217 P-ISSN: 2808-6880 Keberadaan pondok pesantren memperkuat ikatan sosial dan keagamaan masyarakat dengan menghadirkan keteladanan, menjaga tradisi, dan menumbuhkan kesadaran kolektif terhadap pentingnya kehidupan yang religius, harmonis, dan Majelis Mujyhadah yang diselenggarakan oleh Pondok Pesantren MambaAoul MaAoarif merupakan bentuk pendidikan masyarakat yang tumbuh dari tradisi keagamaan dan sosial di lingkungan pesantren. Majelis ini tidak hanya mengajarkan ilmu keagamaan, tetapi juga membentuk kesadaran spiritual dan solidaritas sosial bagi jamaAoahnya yakni kaum perempuan. Melalui tirakat yang berupa pelantunan zikir, wirid, dan sedekah yang terstruktur, majelis Mujyhadah berperan aktif dalam membina ketahanan moral dan memperkuat nilai-nilai keislaman di tengah masyarakat. Pesantren sebagai pengampu turut menjalankan fungsi pengabdian masyarakat melalui pendekatan yang membumi dan Dalam ilmu tasawuf, tirakat dikenal sebagai riyydhah. Riyydhah jasmani dilakukan dengan mengurangi makan, minum, tidur, dan berbicara sambil memperbanyak ibadah. Sementara riyydhah rohani fokus pada zikir dan menjaga hati dari pikiran negatif. Praktik ini telah dicontohkan oleh Nabi Muhammad Saw. saat berkhalwat di Gua Hira untuk menjauh dari kebobrokan masyarakat Jahiliah dan mendekatkan diri kepada Allah Swt. Tirakat adalah upaya meningkatkan kualitas diri dalam hubungan dengan Tuhan, sesama, dan alam. Secara etimologis, istilah ini berasal dari bahasa Arab thariqah . yang bermakna menempuh jalan menuju Allah, serta taraka . yang berarti menjauhi maksiat dan kesenangan dunia demi kebahagiaan akhirat. Dalam praktiknya, tirakat melibatkan pengendalian hawa nafsu dan pengamalan ibadah sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah. 13 Santri identik dengan tirakat, tawadhuAo, dan kepatuhan terhadap kiai. Tirakat merupakan pengendalian diri untuk mendekatkan diri kepada Allah Swt. 14 Salah satu bentuk aktivitas dalam tirakat adalah kegiatan mujyhadah yang mencakup perjalanan spiritual dan pengalaman ruhani melalui maqamat dan ahwal, serta kajian kritis terhadap kesesuaian ajarannya dengan syariat. Adapun mujyhadah adalah konsep penting dalam Islam yang menekankan perjuangan spiritual untuk memperbaiki diri dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Istilah ini berasal dari kata jahada, yang berarti bersungguh-sungguh, mencerminkan usaha keras dalam mengendalikan hawa nafsu, ego, serta dorongan negatif yang menghambat pertumbuhan spiritual. 16 Mujyhadah berarti kesungguhan dalam mencapai tujuan. Sementara jika ditinjau secara tasawuf, lebih merujuk pada perjuangan melawan hawa nafsu serta ambisi pribadi untuk menyucikan jiwa. Jiwa yang suci akan lebih peka terhadap Subhan M. Ansori. AuStrategi Kiai Dalam Pemberdayaan Santri Di Pondok Pesantren Apis Sanan Gondang Blitar,Ay Jurnal Pendidikan: Riset Konseptual . 128Ae36, https://doi. org/10. 28926/riset_konseptual. Nawawi. Rasionalitas Tradisi Islam Nusantara (Malang: Literasi Nusantara, 2. Ulil Hidayah. AuLaku Tasawuf Orang Tua Untuk Pencapaian Kecerdasan Moral Dan Spiritual Anak,Ay TaAolimuna 9, no. : 115Ae32, https://doi. org/10. 32478/talimuna. Ayu Rahmawati. AuResiliensisantri Korban Sexual Harassment Oleh Pengasuh Pesantren (Analisis Dampak Psikologis Perempuan Dalam Bingkai Pesantren Dan Stereotype Patriark. ,Ay Aflah Consilia: Jurnal Bimbingan Dan Konseling 1, no. : 64Ae74, https://ejournal. id/index. php/aflah/article/view/866. Ramli Cibro. AuEpistemologi Tasawuf: Dari Context Of Discovery Ke Context Of Justification,Ay Bidayah 12, no. : 20Ae35. APS. AuArti Mujahadah Dan Bentuk-Bentuknya,Ay Kumparan, 2023, https://kumparan. com/pengertian-danistilah/arti-mujahadah-dan-bentuk-bentuknya-21negXNeeQe. Jurnal REVORMA. Vol. No. Bulan November Tahun 2025 E-ISSN: 2808-4217 P-ISSN: 2808-6880 hal-hal suci dan memperoleh pemahaman hakiki tentang Allah. Hal ini sebagaimana yang termaktub dalam firman Allah Swt. dalam Q. Al-AoAnkabyt ayat 69 : Auwalladzyna jyhady fyny lanahdiyannahum subulany, wa innallyha lamaAoal-musinyn (Orang-orang yang berusaha dengan sungguh-sungguh untuk . encari keridaa. Kami benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Sesungguhnya Allah benar-benar bersama orang-orang yang berbuat kebaika. Ay 17 Mujyhadah an-Nafs merupakan konsep fundamental dalam Islam yang menekankan usaha pribadi dalam membersihkan dan mengendalikan jiwa. Secara etimologis, "Mujyhadah" berarti perjuangan sungguh-sungguh, sementara "Nafs" merujuk pada aspek batin manusia. Metode ini mendorong setiap Muslim untuk melakukan introspeksi, menyadari kekurangan serta dosa dalam diri, dan berupaya mengendalikan dorongan negatif serta godaan yang menghalangi kesempurnaan spiritual. Tujuan akhirnya adalah mencapai kebijaksanaan dan kedekatan dengan Allah SWT. Esensi mujyhadah bukan hanya perjuangan fisik, tetapi lebih pada kesabaran, ketekunan, dan keikhlasan dalam menjalankan ajaran agama. Perjalanan ini bersifat berkelanjutan dan membutuhkan kesadaran diri untuk terus berbenah dan berkembang. Mujyhadah dapat diwujudkan dalam berbagai aspek kehidupan. Pertama, melalui ibadah, seperti shalat, puasa, dan membaca Al-QurAoan. Konsistensi dan kekhusyukan dalam menjalankan ibadah merupakan bentuk mujyhadah dalam mencapai kedekatan dengan Allah SWT. Kedua, dalam pengendalian diri, yang mencakup upaya menahan amarah, menghindari keserakahan, serta menjaga sikap dan perilaku agar tetap sesuai dengan ajaran Ketiga, melalui perbuatan baik kepada sesama, seperti bersedekah, menolong orang lain, dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Jadi, tirakat dan mujyhadah merupakan upaya sungguh-sungguh dalam meningkatkan kualitas spiritual melalui pengendalian diri, ibadah, dan perbuatan baik. Tirakat menekankan pengendalian hawa nafsu serta meninggalkan kesenangan dunia demi kebahagiaan akhirat, sedangkan mujyhadah an-nafs berfokus pada perjuangan batin untuk membersihkan jiwa dari dorongan negatif. Proses ini memerlukan kesabaran, ketekunan, dan keikhlasan dalam menjalankan ajaran agama. Mujyhadah diwujudkan dalam ibadah yang khusyuk, pengendalian emosi, serta kepedulian terhadap sesama demi mencapai kedekatan dengan Allah. JamAoiyyah Mujyhadah di Rumah Mujyhadah Nur Khodijah 3 Yayasan Pondok Pesantren MambaAoul MaAoarif Denanyar Jombang merupakan bentuk tirakat yang bertujuan memperdalam spiritualitas dan mendekatkan diri kepada Allah. Kegiatan ini diinisiasi oleh Nyai Hj. Muhassonah, cucu dari Nyai Hj. Nur Khodijah dan Kiai Bisri Syansuri melalui putri keduanya. Nyai Muasshomah. Pengajian mujyhadahan rutin diadakan setiap Rabu Legi yang diikuti oleh ratusan perempuan dari berbagai daerah di Kabupaten Jombang. Hal ini sebagaimana nampak pada gambar berikut. Adnan. AuRiyadhah Mujahadah Perspektif Kaum Sufi,Ay Syifa Al-Qulub 1, no. : 122Ae31, https://doi. org/10. 15575/saq. Muhammad Yunan Harahap et al. AuInternalisasi Mujahadah An-Nafs (Pengendalian Dir. Dalam Memperkuat Akhlakul Karimah Peserta Didik,Ay Tarlim: Jurnal Pendidikan Agama Islam 7, no. : 155Ae66, https://doi. org/110. 32528/tarlim. APS. AuArti Mujahadah Dan Bentuk-Bentuknya. Ay Observasi di Rumah Mujahadah Pondok Pesantren MambaAoul MaAoarif Denanyar Jombang. Jurnal REVORMA. Vol. No. Bulan November Tahun 2025 E-ISSN: 2808-4217 P-ISSN: 2808-6880 (Dokumentasi Pribad. Gambar 1. Kegiatan Mujahadah Mujyhadah yang dilakukan secara rutin tidak hanya memperkuat keyakinan, tetapi juga mempererat silaturahmi, mempermudah rezeki, membawa keberkahan usia, serta menumbuhkan kepercayaan bahwa doa lebih mudah dikabulkan oleh Allah. 21 Mujyhadah sendiri merupakan amalan wirid, doa, serta pembacaan Al-QurAoan. 22 Berdasarkan paparan wawancara dengan Nyai Hj. Muhassonah yang mengatakan bahwa. Auiki Rottibul AoAthos teko aku dewe. Teko Yai Munif. Kendal. Semarang. Jawa TengahAy, 23 maka dapat diperoleh informasi bahwa di antara zikir atau wirid yang dilantunkan di Rumah Mujyhadah Pondok Pesantren MambaAoul MaAoarif bersumber dari kitab wirid Ryttib Al-AoAtthos yang merupakan ijazah dari Kiai Munif, seorang ulama dari Kendal. Semarang. Jawa Tengah. Menurut Al-Ghazali, pendidikan dalam Islam harus berlandaskan ketulusan niat untuk mencari rida Allah, disertai sikap tawakkal setelah berusaha, dan menanamkan nilai takwa dengan kesadaran bahwa setiap perbuatan akan dipertanggungjawabkan di akhirat. Pendidikan masyarakat yang diterapkan melalui Mujyhadah Ryttib Al-AoAtthos oleh Nyai Muhassonah Iskandar di Rumah Mujyhadah mencerminkan nilai-nilai tersebut, yakni ikhlas dan ketulusan yang nampak ketika Nyai Muhassonah beserta dzurriyah membimbing jamaAoah guna mendekatkan diri kepada Allah. Tawakkal tercermin dalam keyakinan bahwa usaha spiritual melalui mujyhadah harus diiringi dengan kepasrahan sepenuhnya kepada kehendak-Nya. Ketakwaan diwujudkan dalam pembentukan kesadaran tanggung jawab spiritual, sehingga mendorong untuk menjalani kehidupan yang lebih berakhlak dan berorientasi pada keberkahan. Dengan pendekatan ini, mujyhadah bukan sekadar ritual, tetapi juga menjadi sarana pendidikan sosial yang membentuk karakter dan kesadaran kolektif masyarakat. Sigit Candra Nuraziz and Khalid Mawardi. AuMujahadah Asmaul Husna Terhadap Spiritualitas JamaAoah: Analisis Fenomenologi Agama Pada JamaAoah Mushola Al-Furqon Sumpiuh Banyumas,Ay Al-Wasathiyah : Journal of Islamic Studies 3, no. : 209Ae16, https://doi. org/10. 56672/alwasathiyah. Yusuf Suharto. AuNyai Nur Khodijah The Pioneer of Female Pesantren Education in Indonesia,Ay Sirajuddin: Jurnal Penelitian Dan Kajian Pendidikan Islam 03, no. : 1Ae19. Wawancara dengan Nyai Hj. Muhassonah Iskandar. Deddi Fasmadhy Satiadharmanto and Zayad Abd. Rahman. AuTransformasi Literasi Dalam Pesantren : Perspektif Pemikiran Islam Di Pesantren Al MuAomin Muhammadiyah Tembarak Temanggung,Ay Ihsan: Jurnal Pendidikan Islam 2, no. : 190Ae212. Jurnal REVORMA. Vol. No. Bulan November Tahun 2025 E-ISSN: 2808-4217 P-ISSN: 2808-6880 Ritual keagamaan, seperti mujyhadah tidak hanya menjadi wadah pengamalan ajaran spiritual, tetapi juga mempererat hubungan antara Kiai dan murid-muridnya. Melalui ritual ini, ikatan keagamaan dan loyalitas terhadap Kiai semakin terjalin kuat. 25 Bu Nyai sebagai pemimpin mujyhadah memiliki peran penting dalam membimbing dan mempererat hubungan dengan para jamaAoahnya. Kedekatan ini tidak hanya menciptakan ikatan spiritual yang kuat, tetapi juga mendorong para pengikut untuk tetap istiqomah dalam mengikuti mujyhadah, termasuk di rumah mujyhadah. Melalui bimbingan Bu Nyai, jamaAoah lebih terarah dan termotivasi dalam menjalankan ritual secara konsisten. Dimensi Spiritual di Rumah Mujyhadah Salah satu pendekatan irfani pada epistemologi penyembuhan dalam tradisi Islam yang menekankan amalan tasawuf ialah tawajjuh, mujyhadah, istikamah, dan sabar sebagai sarana mencapai pencerahan spiritual. 26 Mujyhadah ditinjau dari segi tasawuf berarti perjuangan spiritual melalui peningkatan ibadah serta menjauhi dosa demi meraih rida dan rahmat Allah. Majelis ini bertujuan memberikan keberkahan dan ketenangan hati para 27 Mujyhadah berfungsi sebagai magnet spiritual yang mendekatkan diri kepada Tuhan melalui zikir dari ayat-ayat Al-QurAoan, sehingga menanamkan keyakinan bahwa ketenangan hidup dan terkabulnya harapan dapat diraih dengan pengamalannya. Mujyhadah mengandung makna usaha tanpa putus asa, di mana seseorang mengerahkan seluruh kemampuannya dalam kebaikan. Praktiknya dilakukan secara berjamaAoah agar lebih khidmat, menjadikannya sarana spiritual yang memperkuat hubungan dengan Allah. Keberhasilan mujyhadah ditandai dengan kebiasaan berzikir yang menyucikan hati dan musyahadah yakni merasakan kehadiran Allah secara mendalam. Majelis Mujyhadahan yang digagas oleh Nyai Muhassonah Iskandar ini merupakan kegiatan keagamaan yang diselenggarakan di area Pondok Pesantren MambaAoul MaAoarif. Kegiatan ini dikelola oleh dzurriyah Kiai Bisri Syansuri dan Nyai Nur Khodijah bersama masyarakat sekitar. Amalan yang dibacakan dalam mujahadah ini meliputi zikir, surah AlFatihah, ayat Kursi, doa Qunut, surah Al-Fiil, sholawat Burdah, sholawat Nariyah, tahlil, istighosah, serta wirid Ryttib Al-AoAtthos yang diakhiri dengan doa bersama. 30 Hal ini sebagaimana nampak pada gambar berikut. Iwan Siswanto and Erma Yulita. AuEksistensi Pesantren Dengan Budaya Patronase (Hubungan Kiai Dan Santr. ,Ay Mitra Ash-Shibyan: Jurnal Pendidikan Dan Konseling 2, no. : 87Ae107, https://doi. org/10. 46963/mash. Syamsul Huda. Kiai Tabib Khazanah Medical Islam Indonesia. LKiS, 2020. Yusuf Suharto. AuPeran Nyai Nur Khodijah Terhadap Pendidikan Pesantren Perempuan Di Indonesia,Ay Al-Mada: Jurnal Agama. Sosial. Dan Budaya . 180Ae94, https://ejournal. id/index. php/almada/article/view/4593https://ejournal. id/index. php/almada/article/download/4593/1601. Dwi Khalimas Segar and Erika Aulia Fajar Wati. AuThe Living QurAoan: Makna Mujahadah Di Pondok Pesantren Isc Aswaja Lintang Songo Piyungan Bantul Yogyakarta,Ay Revelatia: Jurnal Ilmu Al-Qur`an Dan Tafsir 3, no. : 18Ae30, https://doi. org/10. 19105/revelatia. Adnan. AuRiyadhah Mujahadah Perspektif Kaum Sufi. Ay Observasi di Rumah Mujahadah Pondok Pesantren MambaAoul MaAoarif Denanyar Jombang. Jurnal REVORMA. Vol. No. Bulan November Tahun 2025 E-ISSN: 2808-4217 P-ISSN: 2808-6880 (Dokumentasi Pribad. Gambar 2. Pelantunan Amalan oleh JamaAoah Mujahadah Di Rumah Mujyhadah, aspek spiritual menjadi inti utama yang menghadirkan suasana penuh kekhusyukan bagi jamaAoah. Melalui lantunan doa serta bacaan wirid, jamaAoah merasakan ketenangan batin dan kedekatan yang lebih mendalam dengan Tuhan. Selain memperkokoh keyakinan, amalan yang dijalankan juga diyakini membawa keberkahan dalam hidup, membuka pintu rezeki, serta mempererat hubungan silaturahmi. Ritual keagamaan ini bukan sekadar rutinitas, melainkan perjalanan ruhani yang memperkaya dimensi spiritual dalam kehidupan sehari-hari, mengajarkan nilai ketulusan, pengabdian, dan harapan akan rida Ilahi. Dimensi Sosial di Rumah Mujyhadah Praktik tirakat dapat membentuk karakter positif, menjauhkan dari perilaku negatif, dan mempertajam kepekaan batin, sehingga menumbuhkan kepedulian terhadap sesama dalam berbagai bentuk, seperti perhatian, ilmu, atau materi, serta menguatkan solidaritas Oleh karena itu, tirakat menjadi semakin relevan sebagai sarana membangun kepedulian dan keseimbangan spiritual. 31 Mujyhadah menjadi sarana silaturahmi antar Praktik ini memiliki daya tarik tersendiri, membuat pesertanya merasa ada yang kurang jika tidak mengikutinya. Keistimewaan majelis mujyhadah ini tidak hanya terletak pada pelaksanaan zikir dan sholawat sebagai bentuk pendekatan diri kepada Allah Swt. , tetapi juga mencakup aspek sosial dengan adanya pembagian sembako dan bantuan uang kepada ratusan jamaah yang hadir. 33 Hal ini sebagaimana nampak pada gambar berikut. Ki Sigit Sapto Nugroho. AuLaku & Ngelmu Spiritual Jawa,Ay in Lakeisha, 2020, 1Ae161. Segar and Wati. AuThe Living QurAoan: Makna Mujahadah Di Pondok Pesantren Isc Aswaja Lintang Songo Piyungan Bantul Yogyakarta. Ay Observasi di Rumah Mujahadah Pondok Pesantren MambaAoul MaAoarif Denanyar Jombang. Jurnal REVORMA. Vol. No. Bulan November Tahun 2025 E-ISSN: 2808-4217 P-ISSN: 2808-6880 (Dokumentasi Pribad. Gambar 3. Pembagian Sedekah kepada JamaAoah Mujahadah Kegiatan tersebut tentu menunjukkan bahwa mujahadahan tidak hanya menjadi sarana peningkatan spiritual, tetapi juga sebagai wujud kepedulian terhadap sesama. Adapun sedekah dalam Islam memiliki dua dimensi utama, yaitu spiritual dan sosial. Secara spiritual, sedekah mendekatkan diri kepada Allah. Sedangkan secara sosial, sedekah mempererat tali silaturahim. Sedekah membangkitkan empati dan menghadirkan keberkahan bagi pelakunya. Secara etimologis, sedekah berasal dari shadaqa . Para ulama mendefinisikan sedekah sebagai pemberian sukarela tanpa batasan jenis, jumlah, atau waktu, yang berbeda dari infak yang hanya berkaitan dengan materi. Ibnu Qayyim menyebut sedekah sebagai penolak bencana, bahkan bagi pendosa atau non-Muslim, karena Allah menghilangkan musibah melalui sedekah. Yusuf Mansur menegaskan bahwa sedekah harus dilakukan dengan tulus demi rida Allah, sementara para fuqahaAo sepakat bahwa hukumnya sunnah, terutama dianjurkan di bulan Ramadhan. Selain sebagai ibadah, manfaat sedekah ialah menambah keberkahan harta, penyucian harta, penghapusan dosa, peningkatan rezeki, perlindungan dari bala, dan kesembuhan dari penyakit. Rasulullah Saw. dikenal sebagai pribadi yang paling dermawan, menjadikan sedekah sebagai teladan utama bagi umatnya. Bagi penerima, sedekah membantu memenuhi kebutuhan, memperbaiki kehidupan, mendukung kewajiban agama, serta meredam kecemburuan sosial akibat kesulitan ekonomi. Dimensi Kultural di Rumah Mujyhadah Kebudayaan berasal dari kata Sansekerta buddhayah, bentuk jamak dari buddhi yang berarti budi atau akal, sehingga kebudayaan dapat diartikan sebagai segala hal yang berkaitan dengan pemikiran dan perilaku manusia. Kebudayaan merupakan sebuah sistem yang terbentuk dari tindakan fisik maupun pemikiran individu, yang terus berkembang seiring dinamika masyarakat. Pergerakan sosial yang berlangsung dalam kurun waktu Faizin. AuPemberdayaan Ekonomi Umat Melalui Sedekah: Perspektif Lembaga Dakwah Islamiyah Indonesia,Ay Kontekstualita: Jurnal Penelitian Sosial Keagamaan 30, no. : 183Ae91. Jurnal REVORMA. Vol. No. Bulan November Tahun 2025 E-ISSN: 2808-4217 P-ISSN: 2808-6880 tertentu kemudian membentuk tatanan atau sistem khas dalam komunitas tersebut. Budaya adalah warisan nilai positif yang terus berlanjut turun-temurun. Sebagaimana tradisi yasinan, tahlilan, haul, manaqiban, sholawatan, istighosah dan wiridan merupakan pranata sosial dalam dakwah yang membangun konformitas melalui kekompakan kesepakatan ketataan kohesivitas self concept. Forum-forum ini menghadirkan dialog segar banyolan serta ungkapan jenaka yang menciptakan suasana dinamis sekaligus membentuk kontrol diri yaitu kemampuan membimbing perilaku menekan impuls dan mengelola emosi untuk pengambilan keputusan serta penyesuaian dalam lingkungan sosial. Pondok pesantren berperan aktif dalam pendidikan dan pemberdayaan masyarakat dengan memperkuat pengelolaan dan memperluas jangkauan programnya. Sebagai lembaga yang berinteraksi langsung dengan masyarakat, pesantren berkontribusi dalam mengatasi persoalan sosial, ekonomi, budaya, dan pendidikan. Oleh karena itu, keterlibatan pesantren dalam memenuhi kebutuhan masyarakat tidak hanya memperkokoh eksistensinya, tetapi juga menjadi tanggung jawab utamanya. Pesantren menyebarkan ajaran Islam yang inklusif di tengah keberagaman, membentuk karakter melalui keteladanan, dakwah bil hal, serta kepemimpinan kiai sebagai uswatun hasanah. Pesantren merupakan manifestasi budaya Islam hasil proses pribumisasi yang berperan dalam membentuk loyalitas masyarakat. Keberadaannya melahirkan komunitas santri yang berfungsi sebagai agen budaya . ultural broke. dalam menyebarkan Islam di lingkungan lokal, menciptakan ikatan sosial yang erat antara pesantren dan masyarakat. Tradisi pesantren yang sarat dengan kearifan lokal . ocal wisdo. membentuk karakter lembut dan toleran dengan aturan tidak tertulis yang menjadi pedoman bagi santri dan masyarakat dalam menjaga harmoni sosial. Dimensi budaya tampak sebagaimana dalam tradisi pembacaan Ryttib Al-AoAtthos di pondok pesantren. Praktik zikir bukan hanya sekadar ritual yang memiliki makna spiritual mendalam, melainkan bagian dari penghidupan nilai-nilai Al-QurAoan dalam keseharian umat Islam dan merefleksikan warisan budaya yang melebur dengan nilai-nilai keagamaan. Perspektif antropologi memaparkan bahwa praktik ini menunjukkan keterkaitan erat antara tradisi, sejarah, dan keberagaman sosial, sekaligus menjadi sarana untuk mencapai ketenangan batin serta membuka hati dan pikiran. 39 Adapun zikir merupakan bagian dari salah satu tradisi di Pondok Pesantren yang juga diterapkan di Majelis Rumah Mujyhadah. Zikir jika ditinjau secara etimologis berasal dari kata dzakara, yang berarti menyebut, mengingat, dan mendekatkan diri kepada Tuhan. Sementara dalam terminologi Islam, zikir merujuk pada aktivitas mengagungkan nama Allah. Tujuannya ialah untuk menjaga ingatan kepada Allah serta memperdalam spiritualitas. 40 Selain zikir atau wiridan Siswanto and Yulita. AuEksistensi Pesantren Dengan Budaya Patronase (Hubungan Kiai Dan Santr. Ay Achmad Syahid. Islam Nusantara: Relasi Agama-Budaya Dan Tendensi Kuasa Ulama. Rajawali Pers (Depok: Rajawali Pers, http://scioteca. com/bitstream/handle/123456789/1091/RED2017-Eng8ene. pdf?sequence=12&isAllowed=yhttp://dx. org/10. 1016/j. 005https://w. net/publication/305320484_SISTEM_PEMBETUNGAN_TERPUSAT_STRATEGI_MELESTARI. Muh. Ainul Fiqih. AuPeran Pesantren Dalam Menjaga Tradisi-Budaya Dan Moral Bangsa,Ay Pandawa : Jurnal Pendidikan Dan Dakwah 4, no. : 42Ae65, https://ejournal. id/index. php/pandawa. Mukhibat. AuMeneguhkan Kembali Budaya Pesantren Dalam Merajut Lokalitas. Nasionalitas. Dan Globalitas,Ay Karsa: Jurnal Sosial Dan Budaya Keislaman 23, no. : 177Ae92, https://doi. org/10. 19105/karsa. Muhammad Afif Assegaf. AuPembacaan Dzikir Ratib Al-Attas Dan Al-Haddad Di Pesantren Modern Al-QurAoan Pekalongan: Studi Living QurAoan,Ay Jisnas: Journal of Islamic Scriptures in Non-Arabic Societies 1, no. 77Ae87, https://journal. com/index. php/jisnas. Assegaf. Jurnal REVORMA. Vol. No. Bulan November Tahun 2025 E-ISSN: 2808-4217 P-ISSN: 2808-6880 yang dilakukan secara berjamaah pada waktu-waktu tertentu. Pondok Pesantren juga sangat kental dengan tradisi ijazahan laku amalan. Ijazah merupakan izin untuk mengamalkan suatu amalan, sehingga penerimanya dapat langsung mengamalkannya. Jika seseorang telah memperoleh ijazah tetapi tidak mengamalkannya, ia hanya kehilangan hak ijazah tersebut tanpa menghadapi konsekuensi serius. 41 Ijazah dapat dikatakan sebagai pemberian izin dan transfer energi doa secara langsung. Doa-doa yang diijazahkan bersumber dari AlQur'an maupun kitab. Adapun wirid adalah doa yang diulang-ulang agar lebih kuat Dalam Al-Qur'an, doa memiliki beberapa makna, seperti permintaan, permohonan, panggilan, dan pujian, serta secara esensial termasuk bagian dari ibadah. Dalam konteks memohon kebaikan dan perlindungan dari keburukan, doa dikenal sebagai duAoa al-masAoalah . oa permohona. Namun, makna paling mendasar dari doa adalah sebagai bentuk ibadah itu sendiri. 42 Doa-doa dalam ijazah ini mengandung hikmah mendalam sebagai sarana komunikasi dengan Tuhan. Sementara fungsinya ialah menciptakan dukungan spiritual yang menguatkan iman dan keseimbangan batin, meningkatkan kepercayaan diri, memberi ketenangan, dan menumbuhkan harapan dalam kehidupan, serta sebagai sumber kekuatan dalam menghadapi berbagai tantangan hidup. Tradisi pesantren memiliki kekuatan dalam pewarisan amalan melalui ijazahan, yaitu pemberian izin dari guru kepada murid untuk mengamalkan bacaan zikir atau ibadah Nyai Muhassonah Iskandar meneruskan tradisi ini dengan memberikan ijazah amalan kepada jamaah perempuannya berupa bacaan surah Al-Fiil sebanyak 11 kali, dengan lafaz AuTarmihimAy yang diulang sebanyak 7 kali dalam setiap bacaan. Amalan ini diyakini memiliki manfaat sebagai doa perlindungan dan tolak bala, sehingga menjadi bagian dari praktik spiritual yang terus dilestarikan di lingkungan pesantren. Dengan demikian, tradisi ijazahan yang dilestarikan oleh Nyai Muhassonah Iskandar menunjukkan betapa pesantren tidak hanya berfungsi sebagai lembaga pendidikan, tetapi juga sebagai ruang pewarisan spiritual yang menjadi simbol kesinambungan antara ilmu dan amal, serta ikatan batin antara guru dan murid. Lebih dari sekadar ritual, praktik tersebut sekaligus sebagai bentuk ikhtiar spiritual dalam menghadapi dinamika kehidupan. Keberlangsungan tradisi ini menegaskan bahwa pesantren mampu menjaga warisan amaliah ulama sekaligus merawat nilai religiusitas yang hidup dalam keseharian masyarakat. Kesimpulan Tirakat perempuan di Rumah Mujyhadah Pondok Pesantren MambaAoul MaAoarif Jombang merupakan bentuk nyata pendidikan masyarakat berbasis pesantren yang mencakup dimensi spiritual, sosial, dan kultural secara holistik. Melalui praktik mujyhadah yang dipimpin oleh Nyai Hj. Muhassonah, perempuan tidak hanya memperdalam hubungan spiritual dengan Tuhan, tetapi juga membangun solidaritas sosial dan menjaga kelestarian tradisi pesantren sebagai warisan nilai yang hidup. Lebih dari itu, tirakat Ahmad Yahya Tri Wibowo. AuMetode Tenaga Dalam Asmaul Haq Di Pondok Pesantren Al-AoArfiyyah Mojoduwur. Nganjuk,Ay Spiritualis : Jurnal Pemikiran Islam Dan Tasawuf 8, no. : 51Ae64. Solehudin. AuEpistemologi Doa KH Asep Mukarram,Ay Syifa Al-Qulub 2, no. : 14Ae25, https://doi. org/10. 15575/saq. Muchamad Arif Kurniawan. AuKebijakan Pesantren Dalam Pendampingan Dan Pemberdayaan Perempuan Korban Kekerasan (Studi Kasus Di Pondok Pesantren Al-Hidayat Magelan. ,Ay Edum Jurnal 7, no. : 160Ae 81, https://doi. org/10. 15575/tamkin. Observasi di Rumah Mujahadah Pondok Pesantren MambaAoul MaAoarif Denanyar Jombang. Jurnal REVORMA. Vol. No. Bulan November Tahun 2025 E-ISSN: 2808-4217 P-ISSN: 2808-6880 perempuan memiliki pengaruh yang signifikan dalam berbagai aspek kehidupan. Dalam rumah tangga, tirakat membantu menciptakan ketenangan batin, meningkatkan kesabaran, serta memperkuat peran perempuan sebagai penyeimbang emosi dan penjaga keharmonisan Di bidang karir dan pengembangan diri, tirakat membentuk keteguhan mental, meningkatkan fokus dan menghadirkan kekuatan batin dalam menghadapi tantangan profesional dan tekanan hidup. Tirakat juga berdampak pada aspek sosial dan psikologis lainnya, seperti meningkatnya rasa percaya diri, kejernihan berpikir, dan kemantapan dalam mengambil keputusan. Dengan demikian, tirakat perempuan bukan sekadar aktivitas ibadah personal, tetapi merupakan strategi spiritual dan sosial yang memperkuat peran perempuan sebagai agen perubahan baik dalam keluarga, masyarakat, maupun ranah profesional. Praktik ini mencerminkan kearifan lokal pesantren dalam memberdayakan perempuan melalui pendekatan yang menyentuh aspek lahir dan batin, dunia dan akhirat. Bibliography