Journal of Medicine and Health (JMH) Vol. 6 No. 2 August 2024 e-ISSN: 2442-5257 https://doi. org/10. 28932/jmh. Research Article Translasi Kondilus Mandibula sebagai Prediktor Tingkat Kesulitan Visualisasi Tindakan Laringoskopi Mandibular Condyle Translation as a Predictor of the Level of Difficulty in Visualizing Laryngoscopy Procedures Tommy M Tanuwijaya*. I PP Suarjaya. I MK Sucandra. Tjokorda GA Senapathi. Made Wiryana. I MG Widnyana. I PAS Panji. I P Kurniyanta Departemen Anestesiologi dan Terapi Intensif RSUP Prof IGNG Ngoerah Denpasar. Fakultas Kedokteran Universitas Udayana Jl. Diponegoro. Denpasar. Bali 80113. Indonesia *Penulis korespondensi Email: tommy. tanuwijaya@gmail. Received: March 4, 2024 Accepted: July 14, 2024 Abstrak Kegagalan mengelola patensi jalan napas yang disebabkan oleh sulitnya laringoskopi dan intubasi dapat menyebabkan gangguan ventilasi, desaturasi, aritmia, kerusakan otak permanen hingga kematian. Salah satu anatomi yang berperan selama proses laringoskopi adalah sendi Penilaian ultrasonografi sendi temporomandibular terutama fungsi translasi kondilus mandibula memberikan hasil yang dapat diandalkan. Tujuan penelitian ini adalah membuktikan korelasi antara jarak translasi kondilus mandibula dengan skor Cormack Lehane. Populasi penelitian observasional analitik prospektif ini adalah pasien berumur 18-65 tahun yang menjalani operasi dengan anestesi umum pipa orotrakeal di RSUP Prof IGNG. Ngoerah pada periode Februari 2024 dengan jumlah perhitungan 114 subjek. Kriteria inklusi meliputi pasien usia 18-65 tahun, status fisik ASA I - i dan IMT kurang dari 30 kg/m2. Analisis data menggunakan bantuan SPSS versi 26 yang meliputi analisis korelasi dan perhitungan titik potong jarak translasi kondilus mandibula dengan kurva ROC. Hasil didapatkan korelasi negatif kuat r=0,631 dan nilai p<0,001 dengan titik potong jarak translasi kondilus mandibula dengan skor Cormack-Lehane Ou2b adalah 11,25 mm dengan sensitivitas 94,6%, spesifisitas 95,5%. Simpulan penelitian ini adalah translasi kondilus mandibula yang diukur ultrasonografi berkorelasi negatif kuat terhadap skor Cormack-Lehane sebagai prediktor tingkat kesulitan visualisasi laringoskopi. Kata kunci: translasi kondilus mandibula. skor Cormack-Lehane. How to Cite: Tanuwijaya TM. Suarjaya IPP. Sucandra IMK. Senapathi TGA. Wiryana M. Widnyana IMG. Translasi kondilus mandibula sebagai prediktor tingkat kesulitan visualisasi tindakan Journal of Medicine and Health. : 40-6. DOI: https://doi. org/10. 28932/jmh. A 2023 The Authors. This work is licensed under a Creative Commons AttributionNonCommercial 4. 0 International License. J Med Health. :40-6 Journal of Medicine and Health Vol. 6 No. 2 August 2024 Translasi Kondilus Mandibula sebagaiA e-ISSN: 2442-5257 Research Article Abstract Failure to manage airway patency caused by difficult laryngoscopy and intubation can lead to impaired ventilation, desaturation, arrhythmias, permanent brain damage, and even An anatomy that contributes to the laryngoscopy process is the temporomandibular joint. Ultrasound assessment of the temporomandibular joint, especially the mandibular condyle's translational function, provides reliable results. This study aimed to prove the correlation between mandibular condyle translation distance and the Cormack Lehane score. This prospective analytical observational population was patients aged 18-65 years who underwent surgery under general anesthesia inserting orotracheal tubes at Prof. IGNG. Ngoerah General Hospital in the February 2024 period with 114 subjects. Inclusion criteria include patients aged 18-65, physical status ASA I - i, and BMI less than 30 kg/m2. Data analysis utilized SPSS version 26 which included correlation analysis and calculation of the intersection point of the mandibular condyle translation distance with the ROC curve. The results obtained a strong negative correlation r=0. 631 and p-value <0. 001 with the cut-off point of mandibular condyle translation distance with Cormack-Lehane score Ou2b is 11. 25 mm with sensitivity 94. 6%, specificity 95. This study concludes that ultrasonography-measured mandibular condyle translation strongly correlates negatively with the Cormack-Lehane score as a predictor of laryngoscopic visualization difficulty. Keywords: mandibular condyle translation. Cormack-Lehane score. difficult laryngoscopy Pendahuluan Patensi jalan napas merupakan salah satu elemen utama yang wajib dioptimalkan dalam suatu proses anestesi umum. Kegagalan mengelola patensi jalan napas adalah penyebab kematian yang dapat dicegah pada pasien yang menjalani anestesi umum. 64% dari henti jantung selama anestesia umum disebabkan oleh kesulitan intubasi endotrakeal yang menyebabkan oksigenasi dan atau ventilasi tidak adekuat dan sekitar 55Ae93% menyebabkan kematian atau kerusakan otak. Hal tersebut dapat dicegah melalui pemeriksaan preoperatif yang holistik sehingga peralatanperalatan yang dibutuhkan untuk kasus sulit laringoskopi dan intubasi dapat disiapkan sebelum 1Ae3 Salah satu anatomi yang berperan selama proses laringoskopi adalah sendi Dalam prosesnya, mulut pasien akan dibuka sebesar-besarnya lalu bilah laringoskop akan digunakan untuk mengangkat struktur intraoral khususnya areal mandibula sehingga kondilus mandibula akan ber-translasi ke anteroinferior. Gangguan atau limitasi gerak sendi temporomandibular meningkatkan potensi terjadinya kejadian sulit visualisasi glotis hingga Tingkat kesulitan visualisasi glotis dari tindakan laringoskopi dinilai melalui skor Cormack Lehane (CL)4 Kondisi klinis dari sendi temporomandibular dapat dinilai melalui pemeriksaan fisik Pemeriksaan fisik tersebut meliputi inspeksi, palpasi dan auskultasi. Prosedur pemeriksaan jalan napas preoperatif juga dapat menilai kondisi tersebut secara indirek. J Med Health. :40-6 Journal of Medicine and Health Vol. 6 No. 2 August 2024 Translasi Kondilus Mandibula sebagaiA e-ISSN: 2442-5257 Research Article Contohnya adalah pemeriksaan jarak interincisor dan tes menggigit bibir atas. Kedua pemeriksaan tersebut berkorelasi terhadap kemampuan translasi kondilus mandibula tetapi belum dapat menilai atau mengukur secara langsung. 5Ae7 Wu dkk membuktikan adanya hubungan antara jarak maksimum tragus dengan kondilus mandibula terhadap kesulitan intubasi. Ultrasonografi merupakan pemeriksaan yang tergolong simpel, mudah dikerjakan di berbagai lokasi, dan tidak berbiaya tinggi. Pemeriksaan ultrasonografi sebagai pemeriksaan penunjang jalan napas preoperatif sudah banyak diteliti dan mulai dijadikan sebagai nilai tambah prediktor kesulitan jalan napas. 9Ae16 Evaluasi sendi temporomandibular terutama translasi kondilus mandibula tentunya dapat dikerjakan dengan panduan ultrasonografi 17Ae21 dan dilaporkan di berbagai penelitian serta dinilai memiliki hasil yang lebih akurat dibandingkan pemeriksaan fisik 22,23 Berdasarkan hal-hal tersebut maka penelitian ini bertujuan untuk membuktikan korelasi antara jarak translasi kondilus mandibula dengan skor Cormack Lehane (CL) yang menilai derajat kesulitan visualisasi laringoskopi. Metode Penelitian ini berjenis observasional analitik prospektif dan dilaksanakan mulai bulan Februari 2024 hingga jumlah sampel terpenuhi di ruang operasi Instalasi Bedah Sentral RSUP Prof IGNG Ngoerah Denpasar setelah mendapatkan persetujuan dari Komisi Etik Penelitian Fakultas Kedokteran Universitas Udayana (No 0291/UN14. VII. 14/LT/2. Metode pengambilan sampel dilakukan dengan teknik consecutive sampling yang mana seluruh populasi terjangkau yang memenuhi kriteria inklusi dan tidak memenuhi kriteria eksklusi dan drop out dipilih sesuai urutan kedatangan. Populasi yang digunakan adalah pasien yang akan menjalani operasi menggunakan anestesi umum pipa orotrakeal. Kriteria inklusi yang dimaksud adalah berumur 18-65 tahun, status fisik ASA I-i, dan indeks massa tubuh (IMT) kurang dari 30 kg/m2. Kriteria ekslusi meliputi pasien menolak ikut serta, tidak kooperatif, memerlukan rapid sequence induction, trauma atau tumor maxilofacial atau intraoral, kompresi laring atau trakea akibat tumor, fraktur servikal atau riwayat intubasi sadar sebelumnya. Apabila terjadi henti jantung atau perubahan teknik anestesi maka dikategorikan sebagai kriteria drop out. Pasien yang sudah memenuhi kriteria eligibilitas akan dilakukan pencatatan data Di ruang penerimaan, pasien dilakukan pengukuran translasi kondilus mandibula dalam posisi duduk tegak. Satu sisi probe linear ditempatkan anterior terhadap tragus sedangkan sisi lainnya diarahkan ke philtrum sedemikian rupa hingga gambaran kondilus mandibula terlihat dan diberi tanda. Lalu pasien diminta membuka mulut semaksimal mungkin. Probe ultrasonografi diposisikan menyesuaikan gerak translasi kondilus mandibula. Perubahan posisi kondilus J Med Health. :40-6 Journal of Medicine and Health Vol. 6 No. 2 August 2024 Translasi Kondilus Mandibula sebagaiA e-ISSN: 2442-5257 Research Article mandibula diberi tanda. Kedua tanda posisi kondilus mandibula diukur jaraknya dan dicatat. Pengukuran tersebut dikerjakan langsung oleh peneliti. Setelah dilakukan pemasangan monitor tanda vital, pasien diposisikan sniffing dan diberikan preoksigenasi dengan oksigen 100%. Induksi anestesi dilakukan dengan injeksi intravena fentanyl 2-3 mcg/kg berat badan, titrasi propofol hingga pasien terhipnosis dan atrakurium 0,5 mg/kg berat badan. Laringoskopi direk dilakukan oleh dokter residen anestesi minimal semester 5 yang tidak mengetahui hasil pengukuran translasi kondilus mandibula. Untuk keseragaman penilaian, operator laringoskop menentukan derajat visualisasi laringoskopis berdasarkan gambar skor Cormack Lehane yang termodifikasi sesuai gambar 1. Glottis tampak . Glottis tampak . Hanya tampak arytenoid atau plica vocalis bagian posterior Hanya tampak . Tidak tampak maupun glottis Gambar 1 Skor Cormack Lehane yang Termodifikasi24 Data yang terkumpul dianalisis menggunakan uji normalitas Kolmogorov-Smirnov. Korelasi antara jarak translasi kondilus mandibula dengan skor Cormack-Lehane dianalisis menggunakan Spearman correlation coeficient dengan nilai signifikan bila p<0,05. Analisis kurva Receiver Operating Characteristics (ROC) digunakan untuk menentuan titik potong terbaik dan pengukuran jarak translasi kondilus mandibula dalam memprediksi skor Cormack-Lehane adalah lebih besar sama dengan 2b. Seluruh analisis tersebut dikerjakan dengan menggunakan software statistik SPSS 26,0. Hasil Subjek penelitian ini adalah sebanyak 114 pasien dewasa yang menjalani operasi menggunakan anestesi umum pipa orotrakeal. Tidak didapatkan pasien yang masuk kriteria drop out dalam penelitian ini. Karakteristik data penelitian dijabarkan dalam tabel 1. Sebanyak 71,1% subjek penelitian adalah laki-laki yang mana rerata umurnya 45 tahun dan IMT 22,94 kg/m2. Skor CL terbanyak yang ditemukan adalah CL 1 sebanyak 52 subjek sedangkan terendah adalah CL 2b sebanyak 22 subjek. J Med Health. :40-6 Journal of Medicine and Health Vol. 6 No. 2 August 2024 Translasi Kondilus Mandibula sebagaiA e-ISSN: 2442-5257 Research Article Analisis korelasi dengan uji Spearman Rho antara jarak translasi kondilus mandibula yang diukur USG dengan skor CL didapatkan hubungan negatif kuat dengan nilai koefisien korelasi . yaitu 0,631 dan nilai p<0,001. Hal ini menandakan bahwa semakin besar jarak translasi kondilus mandibula maka derajat skor CL semakin rendah, yang berarti visualisasi glotis semakin mudah. Analisis kurva ROC dilakukan untuk menentukan batas jarak translasi kondilus mandibula yang disajikan pada tabel 2 menggunakan pengelompokkan berdasarkan batas skor CL Ou2b. Hasil analisis kurva ROC didapatkan nilai sensitivitas 94,6% dan spesifisitas 95,5% dengan nilai titik potong sebesar 11,25 mm. Pada penelitian ini, jarak translasi kondilus mandibula yang diukur USG yaitu 11,25 mm dikategorikan sebagai titik potong untuk skor CL Ou 2b pada pasien dewasa yang menjalani operasi menggunakan anestesi umum pipa orotrakeal. Tabel 1 Karakteristik Data Penelitian Variabel Usia . Jenis kelamin Laki-laki Perempuan IMT . g/m. Status fisik ASA i Jarak mobilitas kondilus mandibula yang diukur USG Skor Cormack Lehane RerataASB 45,14A12,41 Presentase (%) 22,94A3,10 12,17A1,35 IMT: Indeks Massa Tubuh. ASA: American Society of Anesthesiologists. USG: Ultrasonografi Tabel 2 Analisis kurva Receiver Operating Characteristics (ROC) Variabel AUC Sensitivitas Spesifisitas Cut-off IK 95% Jarak translasi mandibula yang diukur USG 95,9% 94,6% 95,5% 11,25 0,91 Ae 1,000 <0,001 J Med Health. :40-6 Journal of Medicine and Health Vol. 6 No. 2 August 2024 Translasi Kondilus Mandibula sebagaiA e-ISSN: 2442-5257 Research Article Diskusi Penelitian ini menggunakan skor Cormack-Lehane yang dimodifikasi yaitu dengan membagi skor CL 2 menjadi 2a dan 2b. Skor tersebut mengklasifikasikan potensi sulit intubasi pada skor CL Ou2b sedangkan skor Cormack-Lehane original menggunakan skor CL Ou3 yang terklasifikasi potensi sulit intubasi, yang berarti temuan potensi sulit intubasi akan lebih sering ditemukan pada penggunaan skor Cormack-Lehane termodifikasi. 24 Berdasarkan data di atas, temuan derajat skor Cormack-Lehane sebagian besar adalah yang termasuk kategori mudah intubasi yaitu CL 1-2a sebesar 80,7%. Hasil tersebut tidak berbeda jauh dengan penelitian Wu dkk8 yaitu 87% skor CL 1-2 dan penelitian Yao dkk25 yaitu 91% untuk skor CL 1-2. Penelitian ini membuktikan bahwa translasi kondilus mandibula berperan penting dalam proses laringoskopi. Uji korelasi didapatkan hasil r=0,631 yang dikategorikan sebagai korelasi negatif kuat antara jarak translasi kondilus mandibula dengan derajat skor CL. Hasil tersebut lebih tinggi dibandingkan penelitian yang dilakukan Wu dkk8 dengan hasil korelasi lemah r=0,317 dan Yao dkk25 dengan hasil r=0,46. Semakin besar jarak translasi kondilus mandibula, maka pergeseran mandibula ke arah anteroinferior saat laringoskopi akan semakin jauh sehingga garis pandang ke arah plika vokalis akan semakin optimal. Analisis kurva ROC menghasilkan nilai titik potong dengan batas skor Cormack-Lehane Ou2b yaitu 11,25 mm dengan nilai sensitivitas 94,6%, spesifisitas 95,5%. , dan AUC 0,959. Hasil tersebut tidak berbeda jauh dengan penelitian Yao dkk 25 yaitu 10 mm sedangkan cukup berbeda dengan penelitian Bindu dkk26 yaitu 9,25 mm. Kedua penelitian tersebut menggunakan batas titik potongnya adalah skor CL Ou 3. Kemungkinan penyebab perbedaan tersebut karena Bindu dkk menggunakan populasi obesitas morbid yang berpotensi memiliki limitasi mobilitas kondilus Penelitian ini memiliki beberapa limitasi. Subjek penelitian yang digunakan belum melibatkan pasien geriatri dan obesitas. Pasien geriatri memiliki potensi gangguan pada sendi temporomandibular sedangkan limitasi mobilitas kondilus mandibula ditemukan pada populasi obesitas morbid. Penelitian ini juga belum menyajikan angka insidensi sulit intubasi dari populasi Hal-hal tersebut dapat menjadi bahan pertimbangan untuk penelitian lanjutan. Simpulan Translasi kondilus mandibula yang diukur ultrasonografi berkorelasi negatif kuat terhadap skor Cormack-Lehane sebagai prediktor tingkat kesulitan visualisasi laringoskopi. Penelitian ini dapat dijadikan salah satu acuan atau pedoman untuk menilai tingkat kesulitan visualisasi glotis pada pemeriksaan preoperatif. J Med Health. :40-6 Journal of Medicine and Health Vol. 6 No. 2 August 2024 Translasi Kondilus Mandibula sebagaiA e-ISSN: 2442-5257 Research Article Daftar Pustaka