JURNAL KEPEMIMPINAN & PENGURUSAN SEKOLAH Homepage : https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/kp Email : jkps. stkippessel@gmail. p-ISSN : 2502-6445 . e-ISSN : 2502-6437 Vol. No. April 2026 Page 784-798 A Author Jurnal Kepemimpinan & Pengurusan Sekolah ANALISIS TINDAK TUTUR ILOKUSI PADA PROGRAM MUSTANG PLAYGROUND WITH NO NA: KAJIAN PRAGMATIK JOHN SEARLE Della Eka Putri1. Sumarti2. Nurlaksana Eko Rusminto3 1,2,3 Universitas Lampung. Indonesia Email: dellaekaputrii@gmail. DOI: https://doi. org/10. 34125/jkps. Sections Info Article history: Submitted: 27 January 2026 Final Revised: 11 February 2026 Accepted: 16 March 2026 Published: 30 April 2026 Keywords: Speech Acts Illocutionary Acts Pragmatics Searle ABSTRACT This study aims to analyze illocutionary speech acts in the program AuMustang Playground with No NaAy on the Mustang 88 FM YouTube channel based on John SearleAos speech act theory. This research employs a qualitative approach with a descriptive method. The data were collected using observation and note-taking techniques, along with transcription of utterances between the host and No Na members in question-and-answer segments and game sessions. The data were analyzed by classifying utterances into types of illocutionary acts, namely assertive, directive, expressive, commissive, and declarative. The findings show that assertive and directive speech acts are the most dominant, indicating that the interaction in the program is mainly characterized by information sharing, experiences, opinions, and the organization of the show and games. Expressive speech acts appear less frequently but function to build emotional atmosphere, while commissive acts are very limited and declarative acts are not found because the program is informal and does not involve institutional authority. This study lies in the analysis of illocutionary speech acts in a digital YouTube entertainment program that combines talk show elements and interactive games as a medium for music promotion. This study demonstrates that digital entertainment is a dynamic space for pragmatic communication. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tindak tutur ilokusi dalam program AuMustang Playground with No NaAy pada kanal YouTube Mustang 88 FM berdasarkan teori tindak tutur John Searle. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data diperoleh melalui metode simak dan catat dengan teknik transkripsi dari tuturan antara host dan anggota No Na dalam segmen tanya jawab serta permainan. Analisis data dilakukan dengan mengklasifikasikan tuturan ke dalam jenis tindak tutur ilokusi, yaitu asertif, direktif, ekspresif, komisif, dan deklaratif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tindak tutur yang paling dominan adalah tindak tutur asertif dan direktif, yang mencerminkan bahwa interaksi dalam program tersebut didominasi oleh penyampaian informasi, pengalaman, opini, serta pengaturan jalannya acara dan permainan. Tindak tutur ekspresif muncul dalam jumlah yang lebih sedikit namun berfungsi membangun suasana emosional, sedangkan tindak tutur komisif sangat minim dan tindak tutur deklaratif tidak ditemukan karena acara bersifat nonformal dan tidak melibatkan kewenangan institusional. Kebaruan penelitian ini terletak pada analisis tindak tutur ilokusi dalam program hiburan digital YouTube yang memadukan konsep talk show dan permainan interaktif sebagai sarana promosi musik. Penelitian ini memperlihatkan bahwa media hiburan digital adalah ruang komunikasi pragmatik yang dinamis. Kata kunci: Tindak Tutur. Ilokusi. Pragmatik. Searle. Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah: https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/kp Analisis Tindak Tutur Ilokusi Pada Program Mustang Playground With No Na: Kajian Pragmatik John Searle PENDAHULUAN Bahasa merupakan alat utama dalam komunikasi yang tidak hanya berfungsi untuk menyampaikan informasi, tetapi juga untuk melakukan tindakan tertentu melalui tuturan(Mailani et al. , 2. Dalam kajian pragmatik, hal ini dikenal sebagai tindak tutur, yaitu bagaimana ujaran tidak sekadar mengandung makna literal, melainkan juga maksud dan tujuan tertentu dari penutur (Suhartono, 2. Salah satu aspek penting dalam tindak tutur adalah tindak tutur ilokusi, yaitu tindakan yang dilakukan melalui ujaran seperti menyatakan, memerintah, bertanya, atau mengungkapkan perasaan (Dilanti et al. , 2. Analisis terhadap tindak tutur ilokusi menjadi penting untuk memahami makna tersirat dalam interaksi komunikasi, terutama dalam komunikasi di media digital yang bersifat spontan dan interaktif (Azka & Solihati, 2025. Fatkhurohman & Kurniawan, 2. Konsep ini dikembangkan oleh John Searle . sebagaimana dijlelaskan bahwa AuJohn Searle classified illocutionary acts into five categories: assertives, directives, commissives, expressives, and declarations, which reflect the intention behind a speakerAos utterance. Ay yang berarti ada lima kategori kategori tindak tutur ilokusi yakni representatif, direktif, komisif, ekspresif, dan deklaratif, yang mencerminkan tujuan komunikatif penutur. Tindak tutur sendiri dapat dilakukan pada sejumlah aksi dan media, salah satunya di media digital. Perkembangan media digital, khususnya platform YouTube, menghadirkan bentuk komunikasi yang lebih dinamis dan variatif. Syahri & Emidar . dalam penelitiannya menyebutkan bahwa Ausalah satu bentuknya adalah program talk show yang dikemas secara santai dengan tambahan permainan . , sehingga menciptakan interaksi yang lebih natural dan kaya akan variasi tuturan. Ay Program AuMustang Playground with No NaAy yang tayang di kanal YouTube Mustang 88 FM merupakan salah satu contoh konten yang memadukan sesi tanya jawab dengan permainan interaktif. Program ini menghadirkan bintang tamu grup No Na dalam rangka promosi comeback mereka dengan lagu berjudul AuWorkAy yang tengah Konsep acara yang unik, yaitu penggunaan seragam sekolah SMA serta penyajian games yang seru dan santai, menjadikan interaksi antarpartisipan lebih spontan dan beragam dan lebih dekat ke audiens secara sosio-kultural, sehingga menarik untuk dianalisis dari perspektif pragmatik, khususnya tindak tutur ilokusi. Kajian ini menjadi semakin kuat jika dilihat dari tingginya penggunaan media digital, khususnya YouTube, sebagai sarana komunikasi dan hiburan. Data menunjukkan bahwa YouTube merupakan salah satu platform dengan pengguna terbanyak di Indonesia dan didominasi oleh generasi muda yang aktif mengonsumsi konten hiburan digital. Tabel 1. Data Penggunaan Youtube di Indonesia No Indikator Data 1 Jumlah pengguna internet Indonesia - 215 juta 2 Persentase pengguna Youtube - 94% dari pengguna internet 3 Kelompok usia dominan 18-34 tahun 4 Jenis konten populer Hiburan, podcast, talk show Sumber: Data Reportal . Data tersebut menunjukkan bahwa komunikasi dalam media digital memiliki jangkauan yang sangat luas dan berpengaruh dalam membentuk pola interaksi masyarakat. Namun, kajian mengenai tindak tutur ilokusi dalam hal media hiburan digital, khususnya pada konten talk show interaktif, masih relatif terbatas. Oleh karena itu, penelitian ini menjadi Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah: https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/kp Analisis Tindak Tutur Ilokusi Pada Program Mustang Playground With No Na: Kajian Pragmatik John Searle penting untuk mengisi kesenjangan tersebut sekaligus memberikan pemahaman tentang bagaimana bahasa digunakan secara strategis dalam hal hiburan dan promosi musik. Objek penelitian ini juga menjadi salah satu bentuk kebaruan dalam kajian ini, karena berfokus pada grup wanita global yang tengah mengalami peningkatan popularitas dalam industri hiburan. Penggunaan objek tersebut memberikan perspektif baru dalam analisis pragmatik, khususnya terkait tindak tutur ilokusi dalam media digital berbasis hiburan, sehingga berkontribusi terhadap pengembangan kajian ilmiah di bidang tersebut. Objek penelitian yang dimaksud yakni No Na. No Na sendiri merupakan grup global asal Indonesia yang debut di label Amerika bernama 88 Rising. No Na terdiri dari beberapa anggota, yakni Baila. Christy. Shaz, dan Esther, yang aktif dalam industri hiburan dan memiliki karakteristik komunikasi yang khas dalam setiap interaksi mereka. Hal ini karena perbedaan kepribadian, dimana ada yang cenderung dominan berbicara, ada yang minim berbicara, ada yang malu-malu, dan sifat lain yang muncul selama video berlangsung. Selain itu, dinamika komunikasi antaranggota maupun dengan host dalam program tersebut juga memperlihatkan berbagai bentuk tindak tutur yang tidak hanya bersifat informatif, tetapi juga ekspresif. Hal ini memberikan peluang untuk mengkaji bagaimana strategi komunikasi digunakan dalam hal hiburan dan promosi Berdasarkan latar belakang tersebut, tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis jenis-jenis tindak tutur ilokusi yang digunakan dalam program AuMustang Playground with No NaAy berdasarkan klasifikasi teori John Searle serta mengidentifikasi fungsi tuturan yang muncul dalam interaksi antara host dan bintang tamu. Dengan demikian, penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai praktik komunikasi dalam media digital berbasis hiburan. Dalam kajian pragmatik, tindak tutur merupakan salah satu konsep utama yang digunakan untuk memahami bagaimana bahasa digunakan dalam komunikasi nyata (Evizariza, 2. Lebih lanjut, menurut Safitri et al. , salah satu aspek penting dalam tindak tutur adalah tindak tutur ilokusi, yaitu tindakan yang dilakukan penutur melalui ujarannya dengan maksud tertentu. Konsep ini dikembangkan oleh John Searle yang menyatakan bahwa setiap tuturan tidak hanya memiliki makna literal, tetapi juga mengandung fungsi atau tujuan tertentu yang ingin dicapai oleh penutur (Saifudin, 2. Menurut Searle . ,tindak tutur ilokusi dapat diklasifikasikan ke dalam lima jenis Pertama, tindak tutur representatif . , yaitu tuturan yang berfungsi untuk menyatakan atau melaporkan sesuatu yang dianggap benar oleh penutur, seperti menyatakan fakta, menjelaskan, atau mengklaim. Kedua, tindak tutur direktif, yaitu tuturan yang bertujuan untuk mempengaruhi atau mendorong lawan tutur agar melakukan sesuatu, misalnya perintah, permintaan, atau saran. Ketiga, tindak tutur komisif, yaitu tuturan yang mengikat penutur terhadap suatu tindakan di masa depan, seperti janji, ancaman, atau Keempat, tindak tutur ekspresif, yaitu tuturan yang digunakan untuk mengungkapkan perasaan atau sikap penutur terhadap suatu keadaan, seperti mengucapkan terima kasih, meminta maaf, atau mengeluh. Kelima, tindak tutur deklaratif, yaitu tuturan yang memiliki kekuatan untuk mengubah status atau situasi secara langsung apabila diucapkan dalam konteks yang tepat, seperti pernyataan resmi, pengangkatan, atau METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif untuk menganalisis tindak tutur ilokusi dalam program AuMustang Playground with No NaAy pada Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah: https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/kp Analisis Tindak Tutur Ilokusi Pada Program Mustang Playground With No Na: Kajian Pragmatik John Searle kanal YouTube Mustang 88 FM. Pendekatan kualitatif dipilih karena penelitian ini berfokus pada pemahaman makna, dan fungsi tuturan, bukan pada pengukuran numerik (Creswell. Metode deskriptif digunakan untuk menggambarkan secara sistematis fenomena kebahasaan yang ditemukan dalam data(Sugiyono, 2. Data penelitian berupa tuturan antara host dan anggota No Na, yang mencerminkan interaksi komunikasi yang natural. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui metode simak dan catat, yaitu dengan menyimak video secara keseluruhan, kemudian mentranskripsikan tuturan yang relevan dengan fokus penelitian (Mahsun, 2. Instrumen utama dalam penelitian ini adalah peneliti sendiri . uman instrumen. yang berperan dalam menentukan, mengidentifikasi, dan mengklasifikasikan data (Moleong, 2. Data yang telah ditranskripsikan kemudian dipilih dan dikelompokkan berdasarkan jenis tindak tutur ilokusi yang muncul sesuai dengan konteks tuturan. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan sebagaimana dikemukakan oleh Miles et al. Pada tahap analisis, tuturan diklasifikasikan ke dalam jenis-jenis tindak tutur ilokusi berdasarkan teori John Searle yang meliputi representatif, direktif, komisif, ekspresif, dan deklaratif (Searle, 1. Keabsahan data dijaga melalui triangulasi teori dengan membandingkan hasil analisis dengan konsep-konsep dalam kajian pragmatik. Dengan demikian, penelitian ini diharapkan mampu menghasilkan analisis yang valid mengenai penggunaan tindak tutur ilokusi. Penyajian Data Reduksi Data Penarikan Kesimpulan Gambar 1. Langkah-Langkah Penelitian HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Hasil temuan data untuk tuturan ilokusi jenis asertif, yakni disajikan oleh tabel berikut. Tabel 2. Temuan Data Asertif. Tuturan AoAoHalo, aku No Na Ester,AoAo AoAoaku No Na Christy,AoAo AoAoHalo, aku No Na Baila,AoAo AoAoaku No Na Shaz. AoAo AoAoAku belajar mulu hehe. Ekskul paling kebanyakan basket dan Aku abas sih hehe jadi ga cuma buat cowoAoAo AoAoKalo aku kebanyakan 90% lomba gymnastic sih, sama ikut DBL juga, bukan yang basketnya ya tapi dance nyaAoAo AoAoKita adalah anak yang sesuai dengan outfit kita hari ini hahaha. Ada yang keliatannya bandel tapi kita sebenernya anak baik-baik Penutur No Na Kode Konteks Para Menceritakan Fungsi Memperkenalkan Shaz Christy Menceritakan Menceritakan Baila Menjelaskan waktu sekolah Menjelaskan Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah: https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/kp Menceritakan Analisis Tindak Tutur Ilokusi Pada Program Mustang Playground With No Na: Kajian Pragmatik John Searle Tuturan kokAoAo AoAoAku suka banget lagi Fisika, soalnya itu tuh kaya explain how theworld works gitu. Aku juga suka biologi sih, karena pake lab coat gitu jadi keliatannya keren. Dulu aku pengen jadi dokter cuma karena lab coat nya keren hahahaAoAo AoAoKarena aku 90% lomba mulu jadi kayanya ga suka semua mata pelajaran sih hahaha. Tapi engga deh, aku suka Fisika sama Matematika, walau ga begitu suka tapi nilainya bagus jadi suka dehAoAo AoAoAku suka sastra, tapi aku ga suka Kimia sih, soalnya susah banget. Kayanya aku ditandain sih sama gurunyaAoAo AuKoreografer kita selalu tanya ke kita sih, kita bisanya apa, jadi selalu diikutsertakan, dan dia selalu tanya apa hal yang ada Indonesia-Indonesianya terus habis itu dicoba koreonyaAy AuMenurut aku ini pertanyaannya bahaya, karena yang sebelah sana sudah melototAy AuAku sama Baila sering banget ke fisioterapi, karena gerakannya emang susah banget, banyak footworknya, kita sering salah posisi gitu lho awal-awalnyaAy AoAoTapi kali ini, koreonya emang sangat menantang sih. Pertama kali liat juga kek wah, tapi akhirnya kita bisa juga melakukannya dengan kerja kerasAoAo AoAoDan sebenernya tekanan banget sih, karena waktunya itu mepet banget antara latihan dan syuting videoAoAo AoAoProduser musik kita selalu ngelibatin kita sih, pernah juga waktu itu mereka bawa alat musik Indonesia buat kita coba satu-satuAoAo AoAoNo Na kan sekarang terkenal nih, banyak orang yang kenal tapi ga menutup kemungkinan banyak juga yang ngehate yaAoAo AoAoSebenernya kita sering ketawa kalo liat hate comment, karena mereka kan gatau apa yang terjadi di belakang, apalagi di industri entertainmentAoAo AoAoSebenernya aku udah bangga Penutur Kode Konteks Shaz Bercerita mengenai Mengungkapkan Christy Bercerita mengenai Mengungkapkan Esther Bercerita mengenai Mengungkapkan Shaz Menjelaskan proses Menjelaskan Baila Menilai Shaz A10 Menjelaskan bahwa cukup berbahaya Menceritakan pengalaman pribadi Shaz A11 Menceritakan pengalaman pribadi Mengevaluasi Baila A12 Menceritakan pengalaman pribadi Mengungkapkan Shaz A13 Menceritakan pengalaman pribadi Menceritakan Host A14 Menyatakan kondisi Menyatakan Esther A15 Menjelaskan pendapat mengenai hate comment Menilai Christy A16 Menjelaskan Mengungkapkan Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah: https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/kp Fungsi Menceritakan Analisis Tindak Tutur Ilokusi Pada Program Mustang Playground With No Na: Kajian Pragmatik John Searle Tuturan banget sih sama No Na yang Indonesia yang Go International, dan semoga kita bisa jadi jalan buat yang lainAoAo AoAoKalo aku pengen dunia tuh tahu sih kaya sebenernya kita tuh ada lho, orang-orang kreatif dan pekerja keras dari IndonesiaAoAo Penutur Esther Kode A17 Konteks Fungsi Menjelaskan Mengharapkan Hasil temuan data untuk tuturan ilokusi jenis direktif, yakni disajikan oleh tabel berikut. Tabel 3. Temuan Data Direktif. Tuturan AuTanpa berlama-lama lagi, kita sambut No Na!Ay AoAoMungkin murid-murid lain belum tahu, jadi boleh perkenalkan diri dari kamu duluAoAo Penutur Host Kode Konteks Pembukaan acara Fungsi Menyambut Host Meminta AoAoBebas, jangan terlalu tertib banget guys, hehe!AoAo AoAoTapi gue mau tanya deh, dulu kalian jaman sekolah itu tipe anak-anak yang kaya gimana sih, bandel kah atau apakah?AoAo AoAoOkay jadi kita main games ya. Sekarang coba buat 2 tim dan tentuin bunyi bel masing-masing, untuk bel nya ada di kolong meja ya, coba dicek aja!AoAo AoAoSudah waktunya istirahat, kalian boleh makan dulu ya. Selamat makan!AoAo AuKalo dari kalian siapa sih yang sering bacaain komen, apalagi hate comment?Ay AoAoAyo hompimpaalaiyumgambreng dulu yaAoAo AoAoKalian bagi dulu perannya ya, siapa yang nebak, siapa yang kasih petunjukAoAo AoAoWaduh ini ga ketebak-tebak, skip dulu aja skip!AoAo Host Host Meminta anggota No Meminta anggota No Na agar lebih santai Bertanya anggota No Na Host Pembagian bermain games Mengarahkan Host Mempersilakan Host Mempersilakan untuk makan Meminta anggota No Na untuk menjawab Host Mengarahkan Host Pembagian Pembagian dalam tim Mengarahkan Host D10 AoAoAyo Baila, semangat!AoAo AoAoAda lagi ga gamenya ini?AoAo Host Esther D11 D12 AoAoBoleh spill lagi ga, next bakalan ada apa aja nih dari No NaAoAo Host D13 AoAoAda banyak hal menarik, jadi tungguin aja ya temen-temen!AoAo Esther D14 Meminta Esther papan tebakannya Memberi dukungan Meminta penjelasan kelanjutan games Meminta penjelasan project No Na Meminta penggemar Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah: https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/kp Meminta Bertanya Bertanya Meminta Menyemangati Meminta Meminta Mengharapkan Analisis Tindak Tutur Ilokusi Pada Program Mustang Playground With No Na: Kajian Pragmatik John Searle Tuturan Penutur Kode AoAoMenurut pekerjaan/work?AoAo AoAoApa mimpi terbesar kalian buat No Na? Boleh deh dijawab masing-masing yaAoAo Host D15 Host D16 Konteks Meminta pendapat para anggota No Na Meminta pandangan para anggota No Na Fungsi Bertanya Bertanya Hasil temuan data untuk tuturan ilokusi jenis ekspresif, yakni disajikan oleh tabel berikut. Tabel 4. Temuan Data Ekspresif. Tuturan AoAoGuys gue deg-degan banget sumpah! Gue happy banget ketemu kalian guys!AoAo Penutur Host Kode AoAoa ada ceng-ceng! Keren banget!AoAo Baila AoAoTapi mereka yang ditanya, kita yang capek ya, keringetan!AoAo AoAoThatAos so mart!AoAo Host Baila AoAoEnak banget ya makannya ya, kalian kaya menikmati banget hahaAoAo AoAoKeren, keren, keren keren ya kalian!AoAo Host Host AoAoSeru banget koreonya!AoAo Baila AoAoWah gila sih kalian keren banget!AoAo Host AoAoAduh aku kepedesan, tapi ini enak bangetAoAo AoAoYEy, main games lagi!AoAo Esther No Na E10 Host E11 No Na E12 AoAoTapi jujur, kita bangga banget sama kalian guys!AoAo AoAoWOW, kita dapat hadiah, wih keren sekali ini tasnya. Terima kasih!AoAo Konteks Host bertemu anggota No Terkaget melihat alat musik Mengekspresikan perasaan lelah Memuji kecerdikan Mengapresiasi anggota No Na saat Mengungkapkan kekaguman ke No Menyatakan keseruan koreografi Kagum akan kinerja Respon memakan jajanan Menunjukkan Menunjukkan rasa kagum dan bangga Pemberian hadiah di akhir acara Fungsi Mengungkapkan Mengungkapkan Mengeluh Memuji Mengapresiasi Memuji Mengungkapkan Mengagumi Mengungkapkan Bersorak Mengapresiasi Mengungkapkan Hasil temuan data untuk tuturan ilokusi jenis komisif, yakni disajikan oleh tabel berikut. Tabel 5. Temuan Data Komisif. Tuturan AoAoKita bakalan main lagi!AoAo Penutur Host Kode Konteks Menginformasikan bahwa akan bermain games lagi Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah: https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/kp Fungsi Menginformasikan Analisis Tindak Tutur Ilokusi Pada Program Mustang Playground With No Na: Kajian Pragmatik John Searle Berdasarkan beberapa tabel tersebut maka terlihat bahwa terdapat 17 data asertif, 16 data direktif, 12 data ekspresif, dan 1 data komisif, sedangkan untuk jenis deklaratif tidak ditemukan pada video sampel. Pembahasan Tindak tutur tersebut dibagi ke dalam lima kategori, yaitu tindak tutur asertif, direktif, ekspresif, komisif, dan deklaratif (Chaer, 2. Tindak Tutur Asertif Tindak tutur asertif merupakan jenis tindak tutur yang mengikat penutur pada kebenaran isi ujarannya(Artati, 2020. Hutasoit et al. , 2. Selain itu, tindak tutur asertif juga bertujuan untuk memastikan bahwa tuturan yang disampaikan sesuai dengan kenyataan atau kondisi yang terjadi di dunia nyata (Shindidah, 2023. Sunarni et al. , 2. Fungsi Memperkenalkan Data: A1 Tuturan pada data A1 menunjukkan fungsi memperkenalkan, di mana para anggota No Na menyampaikan identitas diri mereka kepada host dan audiens dengan kalimat AuHalo, aku No Na Ester,Ay Auaku No Na Christy,Ay AuHalo, aku No Na Baila,Ay dan Auaku No Na Shaz. Ay Tuturan ini bersifat informatif dan digunakan sebagai pembuka interaksi untuk memperkenalkan diri secara langsung. Fungsi tuturan ini ialah menyampaikan fakta mengenai identitas penutur . nggota No N. Fungsi Menceritakan Data: A2. A3. A10. A13 Tuturan pada data tersebut menunjukkan fungsi menceritakan, yaitu ketika penutur menyampaikan pengalaman pribadi atau kegiatan yang pernah dilakukan, seperti kegiatan sekolah, lomba, latihan, hingga pengalaman dalam produksi musik. Misalnya. Shaz dan Christy menceritakan kegiatan ekstrakurikuler dan lomba yang pernah diikuti, serta pengalaman menjalani proses latihan koreografi dan keterlibatan dalam produksi musik. Tuturan ini bersifat deskriptif dan faktual berdasarkan pengalaman penutur, sehingga termasuk tuturan asertif karena berisi pernyataan yang dianggap benar oleh penutur. Fungsi Menjelaskan Data: A4. A8 Tuturan pada data ini berfungsi menjelaskan, yaitu memberikan uraian atau penjabaran terhadap suatu hal agar lebih mudah dipahami. Misalnya. Baila menjelaskan karakter mereka saat sekolah, dan Shaz menjelaskan proses pembuatan koreografi yang melibatkan partisipasi anggota serta unsur budaya Indonesia. Fungsi ini menunjukkan bahwa tindak tutur asertif tidak hanya menyampaikan fakta, tetapi juga memberikan klarifikasi atau penjelasan terhadap suatu fenomena. Fungsi Mengungkapkan Data: A5. A6. A7. A12. A16 Tuturan ini menunjukkan fungsi mengungkapkan, yaitu ketika penutur menyampaikan pendapat, perasaan, atau preferensi pribadi. Contohnya, penutur mengungkapkan kesukaan terhadap mata pelajaran tertentu, pengalaman pribadi dalam kegiatan sekolah, serta rasa Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah: https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/kp Analisis Tindak Tutur Ilokusi Pada Program Mustang Playground With No Na: Kajian Pragmatik John Searle bangga terhadap pencapaian grup. Meskipun bersifat subjektif, tuturan ini tetap termasuk asertif karena penutur menyatakan keyakinan atau pandangannya terhadap suatu hal. Fungsi Menilai Data: A9. A15 Tuturan pada data ini menunjukkan fungsi menilai, yaitu memberikan evaluasi atau pandangan terhadap suatu situasi. Misalnya. Baila menilai pertanyaan host sebagai Aubahaya,Ay dan Esther menilai fenomena hate comment dalam industri hiburan. Fungsi ini menunjukkan adanya proses evaluasi subjektif terhadap suatu keadaan, namun tetap termasuk tindak tutur asertif karena berupa pernyataan yang diyakini penutur. Fungsi Menyatakan Kondisi Data: A14 Tuturan pada data ini berfungsi menyatakan kondisi, yaitu menggambarkan situasi yang terjadi secara faktual. Host menyampaikan bahwa grup No Na sedang dikenal publik namun tentunya tak luput dari hate comment. Tuturan ini bersifat informatif dan menggambarkan keadaan nyata dalam industri hiburan. Fungsi Mengharapkan Data: A17 Tuturan ini menunjukkan fungsi mengharapkan, yaitu menyampaikan harapan penutur terhadap suatu kondisi di masa depan. Esther berharap agar dunia mengetahui keberadaan dan kreativitas anak muda Indonesia. Meskipun berbentuk harapan, tuturan ini tetap termasuk asertif karena merupakan pernyataan keyakinan dan sikap penutur terhadap sesuatu yang diinginkan terjadi. Tindak Tutur Direktif Tindak tutur direktif adalah tuturan yang bertujuan untuk membuat lawan tutur melakukan tindakan tertentu sesuai dengan maksud penutur (Fatma et al. , 2020. Setyawan, 2. Jenis tindak tutur ini ditandai dengan adanya arahan atau permintaan agar mitra tutur melakukan sesuatu sebagaimana yang diinginkan dalam ujaran (Alkatiri et al. , 2021. Mulyani, 2. Fungsi Menyambut Data: D1 Tuturan pada data ini menunjukkan fungsi menyambut, di mana host mengajak audiens untuk menyambut kehadiran No Na dalam acara. Ujaran ini berfungsi sebagai pembuka interaksi dan menciptakan suasana hangat sebelum memasuki sesi utama. Meskipun berbentuk ajakan, tuturan ini termasuk tindak tutur direktif karena mengarahkan audiens untuk melakukan tindakan tertentu, yaitu memberikan sambutan. Fungsi Meminta Data: D2. D3. D10. D12. D13 Tuturan pada data ini menunjukkan fungsi meminta, yaitu ketika penutur mengarahkan atau mengharapkan lawan tutur melakukan sesuatu. Host meminta anggota No Na untuk memperkenalkan diri, bersikap lebih santai, mengganti permainan, serta memberikan informasi terkait kelanjutan kegiatan. Selain itu. Esther juga meminta penjelasan mengenai Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah: https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/kp Analisis Tindak Tutur Ilokusi Pada Program Mustang Playground With No Na: Kajian Pragmatik John Searle kelanjutan games. Fungsi ini menunjukkan bahwa tindak tutur direktif digunakan untuk mengontrol alur percakapan dan aktivitas dalam acara agar berjalan sesuai tujuan interaksi. Fungsi Bertanya Data: D4. D7. D15. D16 Tuturan pada data ini berfungsi bertanya, yaitu meminta informasi, pendapat, atau pandangan dari lawan tutur. Host mengajukan pertanyaan mengenai karakter saat sekolah, kebiasaan membaca komentar, makna AuworkAy, serta mimpi besar anggota No Na. Fungsi ini menunjukkan bahwa tindak tutur direktif digunakan untuk menggali informasi dan membangun interaksi komunikatif yang lebih aktif antara host dan narasumber. Fungsi Mengarahkan Data: D5. D8. D9 Tuturan pada data ini menunjukkan fungsi mengarahkan, yaitu memberikan instruksi agar lawan tutur melakukan tindakan tertentu dalam kegiatan yang sedang berlangsung. Host mengarahkan pembentukan tim, menentukan alat permainan, serta pembagian peran dalam Fungsi ini memperlihatkan bahwa tindak tutur direktif berperan penting dalam mengatur jalannya aktivitas agar lebih terstruktur dan berjalan sesuai aturan permainan. Fungsi Mempersilakan Data: D6 Tuturan ini menunjukkan fungsi mempersilakan, yaitu memberikan izin kepada lawan tutur untuk melakukan suatu tindakan. Host mempersilakan anggota No Na untuk beristirahat dan makan. Fungsi ini termasuk tindak tutur direktif karena tetap mengandung unsur pengaturan tindakan, meskipun dalam bentuk yang lebih sopan dan tidak memaksa. Fungsi Menyemangati Data: D11 Tuturan pada data ini berfungsi menyemangati, yaitu memberikan dorongan motivasional kepada lawan tutur. Host memberikan dukungan kepada Baila agar tetap semangat dalam Fungsi ini menunjukkan bahwa tindak tutur direktif tidak hanya bersifat instruktif, tetapi juga dapat berupa dorongan psikologis agar mitra tutur terdorong untuk tetap berpartisipasi aktif. Fungsi Mengharapkan Data: D14 Tuturan ini menunjukkan fungsi mengharapkan, yaitu penutur meminta audiens untuk menantikan sesuatu di masa depan. Esther mengajak penggemar untuk menunggu berbagai hal menarik dari No Na. Meskipun berbentuk harapan, tuturan ini tetap termasuk direktif karena mengandung ajakan tidak langsung kepada lawan tutur untuk melakukan sikap tertentu, yaitu menunggu dan tetap mengikuti perkembangan grup. Tindak Tutur Ekspresif Tindak tutur ekspresif adalah tuturan yang berfungsi untuk menyampaikan evaluasi atau penilaian terhadap suatu hal yang diujarkan(Hyugemark & Gyrdenfors, 2025. Silvia. Selain itu, tindak tutur ini juga mencerminkan sikap dan kondisi psikologis penutur Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah: https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/kp Analisis Tindak Tutur Ilokusi Pada Program Mustang Playground With No Na: Kajian Pragmatik John Searle terhadap situasi saat berbicara, sehingga digunakan untuk mengekspresikan perasaan serta hubungan antara penutur dan mitra tutur (Hidayat, 2023. NIskala, 2. Fungsi Mengungkapkan Data: E1. E2. E7. E9. E12 Tuturan pada data ini menunjukkan fungsi mengungkapkan, yaitu ketika penutur menyampaikan perasaan atau kondisi emosional secara spontan. Host mengungkapkan rasa deg-degan dan bahagia saat bertemu No Na, sementara Baila dan Esther menunjukkan reaksi keterkejutan, keseruan, serta respons terhadap situasi yang dialami. Fungsi ini menunjukkan bahwa tindak tutur ekspresif digunakan untuk merepresentasikan emosi penutur secara langsung dalam interaksi yang bersifat santai dan spontan. Fungsi Mengeluh Data: E3 Tuturan ini menunjukkan fungsi mengeluh, di mana host mengekspresikan rasa lelah akibat aktivitas dalam acara. Ujaran tersebut menggambarkan kondisi psikologis penutur yang merasa kelelahan, meskipun hanya sekedar candaan dan disampaikan dengan gaya santai serta humoris. Hal ini menunjukkan bahwa tindak tutur ekspresif dapat digunakan untuk menyampaikan rasa lelah akibat terlalu bersemangat bermain games. Fungsi Memuji Data: E4. E6 Tuturan pada data ini berfungsi memuji, yaitu memberikan penilaian positif terhadap kemampuan atau tindakan lawan tutur. Baila memuji kecerdikan host, sementara host memberikan pujian kepada anggota No Na atas performa mereka. Fungsi ini menunjukkan bahwa tindak tutur ekspresif digunakan untuk memperkuat hubungan sosial melalui pemberian apresiasi secara verbal. Fungsi Mengapresiasi Data: E5. E11 Tuturan ini menunjukkan fungsi mengapresiasi, yaitu bentuk penghargaan terhadap tindakan atau kondisi tertentu. Host mengapresiasi cara anggota No Na menikmati makanan, serta menyampaikan rasa bangga terhadap mereka. Fungsi ini menunjukkan bahwa ekspresif tidak hanya berupa pujian, tetapi juga bentuk pengakuan terhadap pengalaman atau usaha pihak lain. Fungsi Mengagumi Data: E8 Tuturan ini menunjukkan fungsi mengagumi, yaitu ekspresi kekaguman terhadap suatu hal yang dianggap luar biasa. Host mengungkapkan kekaguman terhadap kinerja dan penampilan tim No Na. Fungsi ini menunjukkan bahwa tindak tutur ekspresif digunakan untuk menunjukkan respons emosional yang kuat terhadap sesuatu yang dinilai istimewa. Fungsi Bersorak Data: E10 Tuturan ini berfungsi sebagai sorakan atau ekspresi kegembiraan, di mana No Na menunjukkan antusiasme saat permainan berlangsung. Ujaran tersebut mencerminkan Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah: https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/kp Analisis Tindak Tutur Ilokusi Pada Program Mustang Playground With No Na: Kajian Pragmatik John Searle suasana gembira dan interaktif dalam kegiatan games. Hal ini menunjukkan bahwa tindak tutur ekspresif juga dapat berbentuk ekspresi kolektif dalam situasi yang menyenangkan. Tindak Tutur Komisif Tindak tutur komisif adalah jenis tindak tutur yang mengikat penutur untuk melakukan suatu tindakan di masa yang akan datang (Peng et al. , 2024. Andrasari et al. , 2. Melalui tindak tutur ini, penutur menyatakan komitmen, seperti berjanji, bersumpah, menawarkan, atau mengancam, sehingga tuturan tersebut menunjukkan kesediaan penutur untuk bertanggung jawab atas apa yang diucapkan (Armanusya & Sabaradila, 2023. Aron, 2. Fungsi Menginformasikan Data: K1 Tuturan AuKita bakalan main lagi!Ay yang disampaikan oleh host menunjukkan fungsi menginformasikan, yaitu menyampaikan rencana kegiatan yang akan dilakukan dalam rangkaian acara. Ujaran tersebut memberikan informasi kepada anggota No Na dan audiens bahwa sesi permainan akan dilanjutkan kembali. Dalam hal ini, penutur tidak hanya menyampaikan rencana, tetapi juga membangun antisipasi dan menjaga alur interaksi agar tetap aktif. Dengan demikian, tuturan ini termasuk tindak tutur komisif karena mengandung komitmen penutur terhadap kegiatan yang akan dilakukan pada beberapa menit mendatang. Tindak Tutur Deklaratif Tindak tutur deklaratif adalah jenis tindak tutur yang dapat mengubah keadaan atau status suatu hal secara langsung melalui ujaran yang disampaikan, asalkan diucapkan dalam hal yang tepat dan oleh penutur yang memiliki kewenangan (Luthfiyanti, 2. Dengan kata lain, tuturan ini tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga menciptakan realitas baru, seperti peresmian, pengangkatan, pemecatan, atau penetapan suatu keputusan (Apriastuti et , 2019. Faelani & Setyowati, 2. Dalam penelitian ini, tidak ditemukan data tindak tutur deklaratif dalam program AuMustang Playground with No NaAy. Hal ini disebabkan karena tindak tutur deklaratif umumnya hanya dapat muncul dalam situasi formal yang melibatkan institusi atau pihak yang memiliki kewenangan khusus untuk mengubah status atau kondisi tertentu secara langsung, seperti peresmian, pengangkatan, atau keputusan resmi (Rahmawati, 2021. Sunyahni, 2. Sementara itu, interaksi dalam program ini bersifat informal, menghibur, dan didominasi oleh percakapan santai antara host dan anggota grup, sehingga tidak terdapat tuturan yang memiliki kekuatan institusional untuk mengubah status atau keadaan secara langsung. Berdasarkan hasil analisis data tindak tutur ilokusi dalam program AuMustang Playground with No NaAy, ditemukan total 34 data tuturan yang terbagi ke dalam beberapa jenis tindak tutur, yaitu 17 data asertif, 16 data direktif, dan 12 data ekspresif, serta 1 data komisif, sedangkan tindak tutur deklaratif tidak ditemukan dalam penelitian ini. Dari keseluruhan data tersebut, dapat diketahui bahwa tindak tutur yang paling dominan adalah tindak tutur asertif, diikuti oleh tindak tutur direktif, kemudian ekspresif, sementara komisif muncul dalam jumlah sangat terbatas dan deklaratif tidak muncul sama sekali. Dominasi tindak tutur asertif menunjukkan bahwa percakapan dalam program ini banyak berisi penyampaian informasi, pengalaman pribadi, pendapat, serta penjelasan dari para penutur. Sementara itu, tingginya penggunaan tindak tutur direktif juga menunjukkan bahwa interaksi dalam acara ini bersifat aktif dan terstruktur, terutama dalam bentuk pertanyaan, arahan, dan pengaturan jalannya permainan oleh host. Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah: https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/kp Analisis Tindak Tutur Ilokusi Pada Program Mustang Playground With No Na: Kajian Pragmatik John Searle Dominasi tindak tutur asertif dan direktif tersebut mencerminkan karakteristik komunikasi dalam media hiburan digital yang bersifat interaktif, spontan, dan berorientasi pada percakapan dua arah. Tindak tutur asertif banyak digunakan karena para anggota No Na dan host sering berbagi cerita, pengalaman, serta opini sebagai bagian dari promosi dan hiburan, sedangkan tindak tutur direktif dominan karena host berperan sebagai pengarah jalannya acara dan games. Sementara itu, tindak tutur ekspresif muncul dalam jumlah yang lebih sedikit namun tetap penting karena berfungsi membangun suasana emosional seperti kekaguman, kesenangan, dan apresiasi. Rendahnya tindak tutur komisif serta tidak ditemukannya deklaratif menunjukkan bahwa acara tidak melibatkan komitmen jangka panjang atau perubahan status formal, melainkan lebih berfokus pada interaksi santai, hiburan, dan promosi dalam ruang komunikasi digital yang non formal. KESIMPULAN Penelitian ini menemukan bahwa tindak tutur ilokusi dalam program AuMustang Playground with No NaAy didominasi oleh tindak tutur asertif dan direktif, yang menunjukkan bahwa interaksi dalam program tersebut berfungsi tidak hanya sebagai hiburan, tetapi juga sebagai sarana penyampaian informasi, pengalaman, opini, serta pengaturan jalannya komunikasi dan permainan. Temuan ini menegaskan pentingnya kajian pragmatik dalam memahami penggunaan bahasa di media digital yang bersifat interaktif, dinamis, dan nonformal, sekaligus memberikan implikasi bahwa konten hiburan seperti YouTube memiliki fungsi komunikatif yang lebih luas, tidak hanya menghibur tetapi juga informatif dan Namun demikian, penelitian ini memiliki batasan karena hanya menganalisis satu episode program tanpa mempertimbangkan aspek multimodal seperti ekspresi wajah, gestur, dan intonasi yang juga berperan dalam komunikasi audiovisual, sehingga hasilnya bersifat kontekstual dan tidak dapat digeneralisasikan secara luas. Oleh karena itu, penelitian selanjutnya diharapkan dapat memperluas objek kajian pada lebih banyak episode atau program lain serta mengintegrasikan analisis multimodal agar pemahaman terhadap tindak tutur dalam media digital menjadi lebih detail dan mendalam. REFERENSI