Vol. 2 No. 154 Ae 169 ISSN Media Elektronik: 2807Ae8152 Sistem Informasi Pajak Bumi dan Bangunan Berbasis Stand Alone Kristina Natonis1. Maria Adelvin Londa2. Melky Radja3 1,2,3 Sistem Informasi. Teknologi Informasi. Universitas Flores. Ende. Indonesia Email: cristhynatonis@gmail. com, 2adelvinmaria@gmail. com, 3melkyradjastudy@gmail. Abstrack The problem in this study is that the Land and Building Tax Service at the Potulando Village Office is still manual or conventional, so it requires a lot of place and time in storing data or processing data, besides that the reports produced are inaccurate. The purpose of this research is to design a Stand Alone -Based Land and Building Tax Information System. Sources of data in this study are primary data sources and secondary data sources. This type of research is qualitative while the data collection techniques in this study use three methods, namely, observation, interviews and library studies. The construction of a Stand Alone-Based Land and Building Tax Information System in this study uses Visual Basic. Net . The system development method used in this research is System Development. Life Cycle (SDLC), while The system testing technique in this study uses the Blackbox testing The system design in this study uses a use case diagrams, context diagrams, and data flow diagrams. With the existence of a Land and Building Tax Information System , it can improve the tax service process quickly and practically compared to the manual process , facilitate the process of recording taxpayer identity , able to obtain the desired taxpayer data quickly and easily. Facilitate the process of making tax reports , both monthly and annual reports . Keywords: Information System. Land and Building Tax. Vb . Net. MySQL. Blackbox Testing. Abstrak Masalah dalam penelitian ini adalah Pelayananan PBB (Pajak Bumi dan Banguna. pada Kantor Kelurahan Potulando masih manual atau konvensional, sehingga membutuhkan banyak tempat dan waktu dalam menyimpan data atau pengolahan data, selain itu laporan yang dihasilkan menjadi tidak akurat. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk merancang Sistem Informasi Pajak Bumi dan Bangunan Berbasis Stand Alone. Sumber data dalam penelitian ini adalah sumber data primer dan sumber data sekunder. Jenis penelitian ini adalah kualitatif sedangkan teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan tiga metode yaitu, observasi, wawancara dan studi Pustaka. Pembangunan Sstem Informasi Pajak Bumi dan Bangunan Berbasis Stand Alone pada penelitian ini menggunakan Visual Basic. Net. Metode pengembangan sistem yang digunakan dalam penelitian ini adalah System Development. Life Cycle (SDLC), sedangkan teknik pengujian sistem pada penelitian ini menggunakan metode Blackbox testing. Desain sistem pada penelitian ini menggunakan usecase diagram, context diagram, dan data flow diagram. Dengan adanya Sistem Informasi Pajak Bumi dan Bangunan, dapat meningkatkan proses pelayanan perpajakan dengan cepat dan praktis dibandingkan dengan proses manual, memudahkan proses pencatatan identitas wajib pajak, mampu memperoleh data wajib pajak yang diinginkan dengan cepat dan memudahkan proses pembuatan laporan pajak, baik laporan bulanan dan tahunan. Kata Kunci: Sistem Informasi. Pajak Bumi dan Bangunan. Vb . Net. MySQL. Blackbox Testing. Pendahuluan 1 Latar Belakang Masalah Seperti yang kita ketahui bahwa pajak memiliki peranann penting dalam sebuah negara, dimana pajak merupakan sumber pendapatan dalam pembangunan suatu negara, sehingga sangat dibutuhkanya sebuah sistem informasi yang memiliki peranan penting dalam pengolahan dan pembuatan laporan pemungutan pajak. Namun hingga saat ini masih banyak instansi-instansi pemerintahan yang masih menggunakan cara lama atau manual dalam mengolah data pajak. Salah satunya adalah Kantor Kelurahan Potulando, dimana proses membutuhkan waktu yang cukup banyak dan Diterima Redaksi: 20-09-2022 | Selesai Revisi: 23-09-2022 | Diterbitkan Online: 29-10-2022 Kristina Natonis, 2Maria Adelvin Londa, 3Melky Radja SATESI (Jurnal Sains Teknologi dan Sistem Informas. Vol. 2 No. 154 Ae 169 menguras tenaga, dapat dilihat dari proses pencarian data wajib pajak. Pada kelurahan tersebut terdapat 16 RT dan 6 RW dengan jumlah jiwa yang terdaftar wajib pajak sebanyak 985 KK (Kepala Keluarg. Banyaknya warga Kelurahan Potulando yang terdaftar wajib pajak membuat petugas pajak mengalami kewalahan dalam mencari data wajib pajak yang Begitu juga dengan proses penginputan data dan pembuatan laporan keuangan yang dilakukan secara Misalnya seseorang yang terdaftar wajib pajak telah melakukan pembayaran pada tahun 2021 kembali melakukan pembayaran pada tahun 2022, maka petugas yang bersangkutan akan membuat file baru untuk menginput data wajib pajak, karena data wajib pajak yang diperoleh sebelumnya telah diarsipkan. Selain itu untuk pertanggungjawaban dalam dunia kerja dibutuhkan laporan, baik laporan harian, mingguan, bulanan, hingga tahunan, namun dalam membuat laporan keuangan terkait pajak bumi dan bangunan pada instansi tersebut juga memerlukan waktu yang cukup banyak dan rumit, dimana petugas yang bersangkutan harus membuat laporan dengan membuat file baru dan berpatokan pada data wajib pajak dari tahun, bulan, minggu dan hari sebelumnya sebagai pedoman. Tentu hal ini dapat menyebabkan laporan keuangan menjadi tidak akurat jika orang yang bersangkutan lelah atau kehilangan konsentrasi. Oleh karena itu penulis membuat sebuah sistem yang berjudul Perancangan Sistem Informasi Pajak Bumi dan Bangunan Berbasis Stand Alone di Kantor Kelurahan Potulando, dimana sistem tersebut dapat bekerja sesuai perintah admin dan user agar dapat dengan mudah mengolah data pajak, salah satunya melakukan pencatatan mulai dari input data wajib pajak hingga menghasilkan laporan harian, mingguan, bulanan dan tahunan, sesuai prosodur atau cara kerja yang berlaku dalam instansi tersebut. Hal ini dikarenakan pajak mempunyai peranan penting dalam kehidupan 2 Identifikasi Masalah Berdasarkan latar belakang diatas, maka identifikasi masalah dalam penelitian ini adalah : Pelayananan PBB (Pajak Bumi dan Banguna. pada Kantor Kelurahan Potulando masih manual atau Membutuhkan banyak tempat peyimpanan dalam mengolah data wajib pajak. Membutuhkan banyak waktu dalam pelayananan wajib pajak dan pembuatan laporan. Memperoleh data yang tidak 3 Batasan Masalah Agar penyusunan skripsi ini tetap berada pada tujuan yang telah di rumuskan, maka pembahasan di batasi pada proses pembuatan System Informasi Pajak Bumi dan Bangunan Berbasis Stand Alone. 4 Rumusan Masalah Berdasarkan Batasan masalah diatas, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimanakah merancang Sistem Informasi Pajak Bumi dan Bangunan Berbasis Stand Alone ?. 5 Tujuan Penelitian Dari rumusan masalah diatas maka tujuan dalam penelitian ini adalah untuk merancang Sistem Informasi Pajak Bumi dan Bangunan Berbasis Stand Alone. 6 Manfaat Penelitian Adapun manfaat yang diharapkan dari penelitian ini Sebagai sarana pengaplikasian kemampuan dan pengetahuan yang di peroleh selama mengikuti perkuliahan, 2. Sebagai sarana menggali informasi dan mempersiapkan diri untuk terjun dalam dunia kerja, 3. Melatih tanggung jawab dan disiplin dalam hal pengolahan sistem informasi pembayaran pajak dan manajemen waktu dalam menjalankan tugas yang diberikan, 4. Sebagai sarana pembinaan hubungan baik terhadap instansi pemerintahan dengan calon tenaga kerja dari lulusan-lulusan mahasiswa nantinya, 5. Meningkatkan dan menciptakan mahasiswa dengan kemampuan berkualitas, 6. Mengukur kemampuan tenaga pendidik dalam memberi materi perkuliahan kepada mahasiswa dengan perkembangan dunia kerja. Meringankan beban kerja instansi dimana mahasiswa di tempatkan, 8. Instansi dapat melakukan tanggung jawab sosialnya karena telah memberikan kesempatan mahasiswa untuk melakukan kegiatan penelitian, 9. Dapat menjalin hubungan baik, harmonis, dan saling menguntungkan dengan pihak universitas, 10. Menjalin sarana konstribusi terhadap dunia pendidikan. Landasan Teori 1 Teori Penelitian Ada beberapa teori yang akan penulis paparkan dalam bab ini dimana teori-teori ini menjadi penunjang dalam pembuatan Sistem Informasi Pajak Bumi dan Bangunan Berbasis Stand Alone di Kantor Kelurahan Potulando. 1 Sistem Informasi Sistem Informasi adalah suatu sistem didalam suatu pengolahan transaksi harian, mendukung operasi, bersifat manajerial dan kegiatan strategi dari suatu organisasi dan menyediakan pihak luar tertentu dengan laporan-laporan yang diperlukan. Sistem informasi cara-cara mengumpulkan, memasukkan dan mengolah serta menyimpan data, dan cara-cara yang diorganisasi untuk menyimpan, mengelola, mengendalikan, dan melaporkan informasi sedemikian rupa sehingga sebuah organisasi dapat mencapai tujuan yang telah DOI: 10. 54259/satesi. Lisensi: Creative Commons Attribution 4. 0 International (CC BY 4. Kristina Natonis, 2Maria Adelvin Londa, 3Melky Radja SATESI (Jurnal Sains Teknologi dan Sistem Informas. Vol. 2 No. 154 Ae 169 Berdasarkan uraian di atas, penulis menyimpulkan bahwa sistem informasi adalah suatu sistem yang digunakan untuk mengolah data dalam suatu organisasi yang bersifat manajerial. 2 Pajak Bumi dan Bangunan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) adalah Pajak Negara yang dikenakan terhadap bumi dan atau bangunan berdasarkan Undang-undang nomor 12 Tahun 1985 tentang Pajak Bumi dan Bangunan sebagaimana telah diubah dengan Undang - Undang nomor 12 Tahun 1994. PBB adalah pajak yang bersifat kebendaan dalam arti besarnya pajak terutang ditentukan oleh keadaan objek yaitu bumi/tanah dan atau bangunan. Keadaan subjek . iapa yang membaya. tidak ikut menentukan besarnya Flowchart adalah penggambaran secara grafik dari langkah-langkah dan urut-urutan prosedur dari suatu Flowchart menolong analis dalam untuk memecahkan masalah kedalam segmen-segmen yang lebih kecil dan menolong dalam menganalisis alternatif-alternatif lain dalam pengoperasian. Tabel 1. Simbol Flowchart Simbol Terminator. Awal atau akhir konsep prosedur Process. Proses 3 Stand Alone (Deskto. Document. Dokumen atau laporan berupa print out Aplikasi desktop adalah aplikasi yang dapat berjalan secara sendiri atau independen dalam sistem desktop komputer atau laptop dan dapat menjalankan serangkaian aktivitas dengan diatur oleh pengguna. Pada penelitian ini, yang dimaksud dengan aplikasi berbasis stand alone . erdiri sendir. atau yang lebih dikenal dengan sebutan desktop merupakan sistem yang dirancang hanya berfokus pada Sistem Informasi Pajak Bumi dan Bangunan dan hanya dapat digunakan untuk kebutuhan pelayanan Pajak Bumi dan Bangunan pada Kantor Kelurahan Potulando. Decision. Keputusan atau sub-point, garis yang terhubung dengan bentuk decision merujuk pada situasisituasi yang berbeda sesuai dengan keputusan yang Data. Input atau Output . Input: feedback dari pelanggan. Output: desain produk bar. 4 Visual Basic. Net Visual Basic. Net adalah sebuah alat untuk mengembangkan dan membangun aplikasi yang bergerak diatas sistem . NET Framework, dengan menggunakan Bahasa BASIC. Visual Basic . Net adalah generasi penerus visual basic 6 dari microsoft. Visual Basic merupakan bahasa yang mudah dipelajari dan digunakan sehingga visual basic telah menjadi bahasa pemrograman pilihan oleh banyak sekali developer di dunia selama dekade terakhir. Visual Basic . Net memiliki perbedaan dengan versi sebelumnya sehingga memerlukan usaha dan waktu bagi programmer visual basic untuk berpindah. Namun karena sebagian besar konsep dan sintaks masih sama, tentunya waktu dan usaha yang diperlukan tidaklah menyulitkan. On-Page Reference/Connector. Penghubung alur dalam halaman yang sama Off-Page Reference/ Off-Page Connector. Penghubung alur dalam halaman yang berbeda Flow. Arah atau alur dalam konsep (Prosedu. 5 MySQL MySQL adalah RDBMS yang cepat dan mudah digunakan, serta sudah banyak digunakan untuk berbagai kebutuhan. MySQL dikembangkan oleh MySQL AB Swedia. MySQL adalah database yang paling popular diantara database-database yang lain. MySQL pertama kali dirintis oleh seorang programmer database bernama Michael Widenius. MySQL adalah program database yang mampu mengirim dan menerima data dengan sangat cepat dan multi user. Deskripsi 7 Data Flow Diagram (DFD) Data Flow Diagram (DFD) adalah representasi grafik dari sebuah system. DFD menggambarkan komponenkomponen sebuah system, aliran-aliran data diantara komponen-komponen tersebut, asal, tujuan dan penyimpanan dari data tersebut. Berikut simbol-simbol dari Data Flow Diagram (DFD). 16 Flowchart DOI: 10. 54259/satesi. Lisensi: Creative Commons Attribution 4. 0 International (CC BY 4. Kristina Natonis, 2Maria Adelvin Londa, 3Melky Radja SATESI (Jurnal Sains Teknologi dan Sistem Informas. Vol. 2 No. 154 Ae 169 Tabel 2. Simbol Data Flow Diagram Simbol tersebut dapat bersifat unik . erbeda tanpa ada yang sam. Keterangan Process, simbol ini digunakan untuk proses pengolahan atau transformasi data. External entity, simbol ini digunakan untuk menggambarkan asal atau tujuan data. Relasi Relasi yang antar entitas, biasa di awal dengan kata Data flow, simbol ini digunakan untuk menggambarkan aliran data yang berjalan Data store, simbol ini digunakan untuk menggambarkan data flow yang sudah disimpan atau Penghubung antara relasi dan entitas dimana di kedua ujungnya memiliki jumlah maksimum antara entitas satu dengan yang lain disebut dengan Misalkan ada kardinalitas 1 ke N atau sering disebut dengan one to many entitas A dan entitas Asosiasi 8 Entity Relationship Diagram ( ERD) ERD (Entity Relationship Diagra. adalah model menggambarkan hubungan suatu model. Di Dalam hubungan ini tersebut dinyatakan yang utama dari ERD adalah menunjukan objek data (Entit. dan hubungan (Relationshi. , yang ada pada Entity berikutnya. Tabel 1. Simbol Entity Relation Diagram 2 Kajian Penelitian Relevan Simbol Entitas/Entity Deskripsi Entitas merupakan data inti yang akan disimpan, bakal tabel pada basis data, benda yang memiliki data dan harus disimpan datanya agar dapat diakses oleh aplikasi komputer, penamaan entitas biasanya lebih kekata benda dan belum merupakan nama tabel. Atribut Primary Key Field atau kolom data yang butuh disimpan dalam suatu entitas dan digunakan sebagai kunci akses record yang diinginkan, biasanya berupa id, kunci primer dapat lebih dari satu kolom, asalkan kombinasi dari beberapa kolom Kajian penelitian relevan dapat di jelaskan sebagai Tabel 2. Kajian Penelitian Relevan Nama Peneliti (Tahun Penelitia. Trinomika Takke Palabuan . Judul Penelitian Pembuatan Sistem Informasi Untuk Pajak Bumi dan Bangunan Berbasis WEB dengan Menggunakan Bahasa Pemrograman PHP dan Postgresql penelitian Yani Parti Astuti. Egia Rosi Subhiyakto. Pengembangan Sistem Informasi Dengan Metode Waterfall Untuk Pengarsipan Data Wajib Pajak DOI: 10. 54259/satesi. Lisensi: Creative Commons Attribution 4. 0 International (CC BY 4. Kesimpulan Dalam penelitian ini metode SIG berbasis web Analisis dan pada penelitian Metode Bahasa Kristina Natonis, 2Maria Adelvin Londa, 3Melky Radja SATESI (Jurnal Sains Teknologi dan Sistem Informas. Vol. 2 No. 154 Ae 169 standar yakni UML (Unified Modeling Languag. Fauziyah. Dominique Navia Jasmine. Alexius Ulan Bani. Rancang Bangun Sistem Pelayanan Pengurusan Pajak Pada Konsultan Pajak R. Nursalim & Rekan Berbasis Metode yang dipakai dalam informasi ini adalah metode System Development Life Cycle (SDLC) Dilihat dari tabel diatas, penulis menyimpulkan bahwa yang membedakan antara penelitian penulis dengan ketiga penelitian relevan diatas adalah dalam membuat Sistem Informasi Pajak Bumi dan Bangunan Berbasis Stand Alone, pemrograman Microsoft Visual Studio, dan metode pengujian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode black box testing. 3 Kerangka Pikir Kerangka pikir dalam penelitian ini dijelaskan secara garis besar alur logika dalam suatu diagram sebagai Jenis penelitian ini adalah kualitatif dimana dalam mendukung proses pelaksanaan penelitian, penulis melakukan pengamatan yang mendalam tentang ucapan, tulisan maupun perilaku yang dapat diamati dalam suatu keadaan yang dikaji dari sudut pandang yang menyeluruh. 2 Lokasi dan Waktu Penelitian Lokasi dalam penelitian di Kantor Kelurahan Potulando, jalan Patimura. Kecamatan Ende Tengah. Kabupaten Ende, sedangkan waktu dalam penelitian ini dilaksanakan selama 3 bulan mulai dari tanggal 1 mei 2022 sampai tanggal 1 Juli 2022. 3 Profil Kelurahan Potulando Kelurahan Potulando dibentuk berawal dari Pembentukan sebuah desa pada tahun 1965 yang pada saat itu diberi nama Desa Potulando berada dalam naungan wilayah Kecamatan Ende bersama dengan 7 desa lainnya yang saat itu disebut dengan desa gaya baru yaitu Desa Paupanda. Desa Rukun Lima. Desa Mbongawani. Desa Pancasila. Desa Onekore. Desa Ekasila, dan Desa Mautapaga. Namun Seiring dengan tuntutan kebutuhan dan perkembangan sistem kepemerintahan secara nasional, maka pada Tahun 1981 status Desa Potulando dan 7 desa lainya berubah status menjadi Kelurahan. 4 Subyek/Populasi dan Sampel Penelitian Populasi dalam penelitian ini adalah pegawai atau staff yang bertugas dalam pelayanan perpajakan pada kantor Kelurahan Potulando yang berjumlah 15 orang, sedangkan sampel dalam penelitian ini adalah Seluruh staff atau pegawai Kantor Kelurahan Potulando dengan Jumlah sampel yang dapat dijadikan subjek penelitian berjumlah 15 orang. Jenis sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah sampling jenuh. 5 Tahap-tahap Penelitian Tahapan penelitian merupakan gambaran jalannya penelitian sebagai pendukung kelancaran proses Gambar 1. Keranka Pikir Penelitian 4 Pertanyaan Penelitian Pertanyaan yang penulis gunakan dalam penelitian ini adalah, 1. Kendala apa saja yang dihadapi saat belum menggunakan Sistem Informasi Pajak Bumi dan Bangunan?, 2. Sistem seperti apa yang di inginkan petugas atau staff yang bersangkutan dalam menyelesaikan persoalan yang ada?. Metode Penelitian 1 Jenis Penelitian DOI: 10. 54259/satesi. Lisensi: Creative Commons Attribution 4. 0 International (CC BY 4. Kristina Natonis, 2Maria Adelvin Londa, 3Melky Radja SATESI (Jurnal Sains Teknologi dan Sistem Informas. Vol. 2 No. 154 Ae 169 dimaksud sumber data sekunder dalam penelitian ini adalah penulis mencari referensi dari jurnal-jurnal yang mirip atau sama sebagai landasan teori. 7 Prosedur Pengumpulan Data Gambar 2. Tahap-Tahap Penelitian Identifikasi masalah, tahapan ini merupakan tahapan awal dimana, penulis melakukan studi lapangan agar mendapatkan informasi yang jelas tentang masalahmasalah yang dialami pada objek penelitian. Studi kasusnya di Kantor Kelurahan Potulando. Tahap pengumpulan data, tahap pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan tiga metode yaitu, observasi, wawancara dan studi Pustaka. Tahapan analisis kebutuhan, tahapan analisis kebutuhan merupakan tahapan persiapan alat yang digunakan dalam perancangan sebuah sistem, baik perangkat keras seperti leptop dan beberapa perangkat lunak penunjang perancangan system. Perancangan sistem dan pengkodean, tahapan ini merupakan tahapan perancangan sistem dan pengkodean dimana dilakukan menggunakan bahasa pemrograman Microsoft Visual Basic. Net. Pengujian, pada tahapan ini pengujian dilakukan menggunakan metode blackbox testing, yang merupakan salah satu metode pengujian perangkat lunak khususnya pada input dan output aplikasi . pakah sudah sesuai dengan apa yang diharapkan atau belu. Implementasi system, tahapan ini merupakan tahap penerapan aplikasi yang dilakukan saat sistem yang dirancang sudah sempurna. Laporan tahapan ini merupakan tahapan akhir, dimana peneliti melakukan rekam layar saat demo aplikasi, sebagai bukti bahwa peneliti telah selesai membuat sebuah System Informasi Pajak Bumi dan Bangunan berbasis Stand Alone dengan sempurna. 6 Jenis dan Sumber Data Sumber data yang sering digunakan dalam sebuah penelitian adalah sumber data primer dan sumber data sekunder yang juga akan penulis gunakan dalam peroses pembuatan Sistem Informasi Pajak Bumi dan Bangunan Berbasis Stand Alone. Yang dimaksud sumber data primer dalam penelitian ini adalah penulis melakukan observasi pada kantor Kelurahan Potulando sebagai tahap awal pembuatan Sistem informasi Pajak Bumi dan Bangunan Berbasis Stand Alone. Sedangkan yang Tahap pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan tiga metode yaitu, 1. Observasi, dalam mendukung proses pelaksanaan penelitian, penulis terjun langsung ke Kantor Kelurahan Potulando untuk memperoleh informasi yang jelas mengenai sistem pembayaran pajak bumi dan bangunan pada Kantor Kelurahan Potulando. Wawancara, penulis melakukan wawancara langsung dengan salah satu staff yang bertugas melayani warga yang terdaftar wajib pajak. Studi Pustaka, pada tahapan ini dilakukan pengumpulan data dan informasi melalui refrensi berbentuk buku-buku, makalah, serta browshing internet yang dapat dijadikan landasan teori. 8 Penerapan Metode System Development Life Cycle (SDLC) Metode System Development Life Cycle (SDLC) merupakan metode pengembangan system yang penulis gunakan dalam penelitian ini. System Development Life Cycle (SDLC) adalah salah satu bentuk pengembangan sistem yang memiliki fungsi untuk menggambarkan tingkatan utama dan prosesproses yang terjadi dalam tahapan untuk Gambar 3. System Development Life Cycle Tahapan System Development Life Cycle (SDLC) pada sistem usulan pada tiap tahapannya adalah 1. Tahapan Perencanaan (Plannin. , tahapan perancangan merupakan tahapan awal dimana penulis mulai melakukan observasi pada Kelurahan potulando, lalu mengidentifikasi dan merumuskan masalah terkait dengan proses pelayanan pajak. Tahapan Analisis (Analysi. , tahapan analisis merupakan tahapan kedua dimana setelah mengidentifikasi dan merumuskan masalah terkait pelayanan pajak, penulis menganalisa proses pelayanan dan konsultasi pajak pada Kantor Kelurahan Potulando, dengan melakukan pengamatan dan melakukan wawancara terhadap pihak terkait. Tahapan Desain (Desig. , tahapan desain merupakan tahapan dimana penulis mulai merancang system dengan prosedur pada sistem usulan, dengan menggunakan perancangan Usecase Diagram. Data Flow Diagram. Entity Relationship Diagram. DOI: 10. 54259/satesi. Lisensi: Creative Commons Attribution 4. 0 International (CC BY 4. Kristina Natonis, 2Maria Adelvin Londa, 3Melky Radja SATESI (Jurnal Sains Teknologi dan Sistem Informas. Vol. 2 No. 154 Ae 169 Implementasi (Implementatio. , tahapan implementasi merupakan tahapan dimana penulis melakukan pengkodean perangkat lunak Sistem Informasi Pajak Bumi dan Bangunan Berbasis Stand Alone. Pengujian (Testin. , tahapan pengujian merupakan tahapan dimana penulis mulai melakukan demo program untuk mengetahui apakah sistem yang dibangun sudah sesuai yang diharapkan atau belum menggunakan metode blackbox testing. pesan AuData Wajib Pajak Tidak Dapat DitemukanAy maka karyawan kelurahan tidak dapat memberikan surat keterangan pada warga. 11 Desain Sistem Desain sistem pada penelitian ini menggunakan usecase diagram, context diagram, dan data flow 1 Usecase Diagram 9 Analisis Sistem yang Berjalan Gambar 6. Usecase Diagram Gambar 4. Flowchart Analisis System Yang Berjalan Dilihat dari gambar diatas dapat dijelaskan bahwa untuk dapat mengambil surat keterangan pada karyawan kelurahan warga perlu membawa fotocopy KTP dan bukti pembayaran pajak bumi dan bangunan. Jika ada atau sudah dibayar maka karyawan kelurahan dapat memberikan surat keterangan pada warga. Jika tidak atau belum dibayar maka karyawan kelurahan tidak dapat memberikan surat keterangan pada warga. Dilihat dari gambar diatas dapat dijelaskan bahwa warga memberikan fotocopy KTP dan bukti pembayaran pajak bumi dan bangunan pada karyawan. Untuk dapat menampilkan data pembayaran atau data wajib pajak dan input data pembayaran atau mencari data pembayaran, karyawan perlu melakukan login untuk masuk kehalaman utama sistem. 2 Context Diagram 10 Analisis Sistem yang Diusulkan Gambar 7. Context Diagram Dilihat dari gambar diatas dapat dijelaskan bahwa context diagram meliputi Input. Proses dan Output. Admin melakukan input data User,data wajib pajak, data RT/RW dan data Pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan dan aplikasi melakukan prosess simpan data ke database, sehingga aplikasi menghasilkan informasi dan laporan. 3 Data Flow Diagram Gambar 5. Flowchart Sistem yang diusulkan Dilihat dari gambar diatas dapat dijelaskan bahwa untuk dapat mengambil surat keterangan pada karyawan kelurahan warga perlu membawa fotocopy KTP dan bukti pembayaran pajak bumi dan bangunan. Kemudian karyawan kelurahan menginput atau mencari data pembayaran wajib pajak pada sistem, jika sudah maka sistem akan akan menampilkan data pembayaran dan karyawan kelurahan dapat memberikan surat keterangan pada warga. Jika belum maka sistem akan menampilkan Data Flow Diagram Level 1 Gambar 8. Data Flow Diagram Level 1 DOI: 10. 54259/satesi. Lisensi: Creative Commons Attribution 4. 0 International (CC BY 4. Kristina Natonis, 2Maria Adelvin Londa, 3Melky Radja SATESI (Jurnal Sains Teknologi dan Sistem Informas. Vol. 2 No. 154 Ae 169 Dilihat dari gambar diatas dapat dijelaskan sebagai berikut : 1. Admin melakukan proses input, edit dan hapus data user lalu data yang telah diinput tersimpan pada tabel pengguna. Admin melakukan proses input, edit dan hapus data wajib pajak. Lalu data yang telah diinput tersimpan pada tabel wajib pajak dan menghasilkan laporan sebagai output. Admin melakukan proses input, edit dan hapus data RW/RT. Lalu data yang telah diinput tersimpan pada tabel tabel RW/RT. Admin melakukan proses input data pembayaran. Lalu data yang telah diinput tersimpan pada tabel tabel pembayaran dan menghasilkan laporan sebagai output. Data Flow Diagram Level 1 proses 1 Gambar 11. Data Flow Diagram Level 1 Proses 3 Dilihat dari gambar diatas dapat dijelaskan sebagai berikut : 1. Admin melakukan proses input data RT/RW, data yang telah diinput tersimpan pada tabel RT/RW. Admin melakukan proses edit data RT/RW, data yang telah diedit tersimpan pada tabel RT/RW. Admin melakukan proses hapus data RT/RW, data yang telah diinput atau diedit terhapus dari tabel RT/RW. Data Flow Diagram Level 1 proses 4 Gambar 9. Data Flow Diagram Level 1 Proses 1 Dilihat dari gambar diatas dapat dijelaskan sebagai berikut : 1. Admin melakukan proses input data user, data yang telah diinput tersimpan pada tabel pengguna. Admin melakukan proses edit data user, data yang telah diedit tersimpan pada tabel pengguna. Admin melakukan proses hapus data user, data yang telah dihapus pada tabel pengguna akan terhapus juga dari Data Flow Diagram Level 1 proses 2 Gambar 12. Data Flow Diagram Level 1 Proses 4 Dilihat dari gambar diatas dapat dijelaskan sebagai berikut: Admin melakukan proses input data pembayaran, data yang telah diinput tersimpan pada tabel pembayaran dan menghasilkan output berupa laporan pembayaran bulanan dan tahunan. 12 Desain Database Desain database pada penelitian ini terdiri dari beberapa tabel yang mempunyai beberapa struktur dan fungsi yang berbeda. Gambar 10. Data Flow Diagram Level 1 Proses 2 Dilihat dari gambar diatas dapat dijelaskan sebagai berikut : 1. Admin melakukan proses input data wajib pajak, data yang telah diinput tersimpan pada tabel wajib pajak dan menghasilkan laporan sebagai otput. Admin melakukan proses edit data data wajib pajak, data yang telah diedit tersimpan kembali pada tabel wajib pajak dan menghasilkan laporan sebagai output. Admin melakukan proses hapus data wajib pajak, data yang telah diinput tersimpan pada tabel wajib pajak dan menghasilkan laporan sebagai output. Data Flow Diagram Level 1 proses 3 Normalisasi Tabel Pengguna Nama Tabe : tbl_pengguna Primary Key : nip Fungsi : Berfungsi untuk menyimpan data Tabel 5. Tabel Pengguna NAMA FIELD TIPE DATA KETERANGAN Nip Varchar . Primary Key Nama_pengguna Varchar . Username Varchar . Password Varchar . DOI: 10. 54259/satesi. Lisensi: Creative Commons Attribution 4. 0 International (CC BY 4. Kristina Natonis, 2Maria Adelvin Londa, 3Melky Radja SATESI (Jurnal Sains Teknologi dan Sistem Informas. Vol. 2 No. 154 Ae 169 Level Varchar . Tabel Wajib Pajak Nama Tabel : tbl_wajibpajak Primary Key : nop Fungsi : Berfungsi untuk menyimpan data wajib pajak. Tabel 6. Tabel wajib Pajak TIPE DATA Varchar Varchar Varchar Varchar Varchar Varchar NAMA FIELD Nop Nm_wajibpajak Almt_objekpajak Rw_rt Kd_rw_rt Almt_wajibpajak L_bumi Integer Luas_bangunan Integer Pajak_terutang Integer KETERANGAN Primary Key Rw_rt Kd_rw_rt Almt_wajibpa L_bumi L_bangunan Pajak_terutan Thn_pembaya Nip Varchar Varchar Varchar Varchar Varchar Integer Integer Foreign Key Integer Integer Varchar Foreign Key 2 Desain Tabel Desain tabel diterapkan sebagai berikut : Foreign Key Tabel RT dan Rw Nama Tabel : tbl_rw_rt Primary Key : kd_rw_rt Fungsi : Berfungsi untuk menyimpan data RW dan RT Tabel 7. Tabel RW/RT NAMA FIELD TIPE DATA KETERANGAN Kd_rw_rt Varchar . Primary Key Rw_rt Varchar . Tabel Pembayaran Nama Tabel : tbl_pembayaran Primary Key : no_kuitansi Fungsi : Berfungsi untuk menyimpan data wajib pajak yang sudah melakukan pembayaran di kantor Bapenda Tabel 8. Pembayaran NAMA FIELD No_kuitansi Tgl_pembaya Date Nop Varchar Nm_wajibpaj Almt_objekpa TIPE DATA Varchar Gambar 13. Desain Tabel Gambar diatas merupakan gambar hubungan relasi antar tabel pada sistem informasi pajak bumi dan bangunan yang dapat dijelaskan sebagai berikut. Tabel wajib pajak memiliki hubungan dengan tabel Primary key pada tebel wajib pajak adalah nop, yang dihubungkan dengan nop yang ada pada tabel pembayaran sebagai foregn key. 2 Tabel wajib pajak juga memiliki hubungan dengan tabel RW/RT. Primary key pada tabel RW/RT adalah Kode RW/RT, yang dihubungkan dengan kode RW/RT yang ada pada tabel wajib pajak sebagai foregn key. Tabel RW/RT memiliki hubungan dengan tabel Primary key pada tabel RW/RT adalah kode RW/RT, yang dihubungkan dengan kode RW/RT pada tabel pembayaran sebagai foregn key. Tabel pembayaran juga memiliki hubungan dengan tabel Primary key pada tabel pengguna adalah NIP, yang dihubungkan dengan NIP yang ada pada tabel pembayaran sebagai foregn key. KETERANGAN Primary Key 3 Entity Relation Diagram (ERD) Foreign Key DOI: 10. 54259/satesi. Lisensi: Creative Commons Attribution 4. 0 International (CC BY 4. Kristina Natonis, 2Maria Adelvin Londa, 3Melky Radja SATESI (Jurnal Sains Teknologi dan Sistem Informas. Vol. 2 No. 154 Ae 169 Gambar 14. Entity Relation Diagram (ERD) Gambar 17. Antarmuka Master Pengguna 13 Desain User Interface 4 Antarmuka Master Wajib Pajak 1 Antarmuka Login Desain Antarmuka Form Master Wajib Pajak digunakan untuk menampilkan data-data wajib pajak. Selain itu form ini juga dapat menginput data wajib pajak, mengedit data wajib pajak dan menghapus data wajib pajak. Bentuk rancangan seperti gambar dibawah Desain Antarmuka Form Login digunakan untuk menginput username dan password agar dapat mengakses system. Bentuk rancangan seperti gambar dibawah ini : Gambar 15. Antarmuka Login 2 Antarmuka Menu Utama Desain Antarmuka Form Menu Utama digunakan untuk menampilkan menu-menu utama setelah melakukan Bentuk rancangan seperti gambar dibawah ini : Gambar 18. Antarmuka Master Wajib Pajak 5 Antarmuka Master RT/RW Desain Antarmuka Form Master RT/RW digunakan untuk menampilkan data-data RT/RW. Selain itu form ini juga dapat menginput data RT/RW, mengedit data RT/RW dan menghapus data RT/RW. Bentuk rancangan seperti gambar dibawah ini : Gambar 16 Antarmuka Menu Utama 3 Antarmuka Master Pengguna Desain Antarmuka Form Master Pengguna digunakan untuk menampilkan data-data pengguna. Selain itu form ini juga dapat menginput data pengguna, mengedit data pengguna dan menghapus data pengguna. Bentuk rancangan seperti gambar dibawah ini : Gambar 19 Antarmuka Master RT/RW 6 Antarmuka Pembayaran Desain Antarmuka Form Pembayaran dapat menampilkan data-data wajib pajak. Selain itu fungsi utama dari form ini adalah untuk melakukan pencatatan pembayaran pajak. Bentuk rancangan seperti gambar dibawah ini : DOI: 10. 54259/satesi. Lisensi: Creative Commons Attribution 4. 0 International (CC BY 4. Kristina Natonis, 2Maria Adelvin Londa, 3Melky Radja SATESI (Jurnal Sains Teknologi dan Sistem Informas. Vol. 2 No. 154 Ae 169 10 Antarmuka Laporan Tahunan Pembayaran Desain Antarmuka Form Laporan Tahunan Pembayaran digunakan untuk menampilkan laporan tahunan pembayaran. Bentuk rancangan seperti gambar dibawah ini : Gambar 20 Antarmuka Pembayaran 7 Antarmuka Data Pembayaran Desain Antarmuka Form Data Pembayaran digunakan untuk menampilkan data-data pembayaran. Bentuk rancangan seperti gambar dibawah ini : Gambar 24 Antarmuka Laporan Tahunan Pembayaran 11 Antarmuka Ganti Password Desain Antarmuka Form Ganti Password digunakan untuk mengganti password pengguna. Bentuk rancangan seperti gambardibawah ini : Gambar 21 Antarmuka data Pembayaran 8 Antarmuka Laporan Data Wajib Pajak Desain Antarmuka Form Laporan Data Wajib Pajak digunakan untuk menampilkan laporan data wajib pajak. Bentuk rancangan seperti gambar dibawah ini : Gambar 25 Antarmuka Ganti Password 12 Antarmuka Backup Restore Database Desain Antarmuka Form Backup Restore Database digunakan untuk menampilkan kembali data yang telah Bentuk rancangan seperti gambar dibawah ini Gambar 22 Antarmuka Laporan Data Wajib Pajak 9 Antarmuka Laporan Bulanan Pembayaran Desain Antarmuka Form Laporan Bulanan Pembayaran digunakan untuk menampilkan laporan bulanan Bentuk rancangan seperti gambar dibawah Gambar AntarMuka Backup Restore Database Hasil dan Pembahasan Deskripsi Hasil Penelitian Pembangunan form pada tulisan ini dibuat dengan bahasa pemrograman Visual Basic. Net, yang berisikan hasil atau tampilan sebagai berikut : Gambar 23 Antarmuka Laporan Bulanan Pembayaran DOI: 10. 54259/satesi. Lisensi: Creative Commons Attribution 4. 0 International (CC BY 4. Kristina Natonis, 2Maria Adelvin Londa, 3Melky Radja SATESI (Jurnal Sains Teknologi dan Sistem Informas. Vol. 2 No. 154 Ae 169 1 Tampilan Form Menu Login Gambar 3. 1 Tampilan Form Menu Login Pada gambar tampilan diatas, terdapat jejeran menu yang bisa digunakan untuk pengolahan data, namun menu-menu tersebut belum bisa di akses. Untuk dapat mengakses menu-menu tersebut diperlukan terlebih dahulu melakukan validasi pada form login dengan cara masukan username, 2. masukan password, 3. ikon Aulihat passwordAy tepat disebelah kotak kecil hingga menampilkan tanda centang untuk meyakinkan password yang di input sudah benar atau masih salah, 4. klik AuloginAy jika merasa username dan password yang dimasukan sudah benar, agar dapat mengakses program ke tahap selanjutnya, klik batal jika berubah pikiran, atau tidak ingin mengakses program selanjutnya. 2 Tampilan Form Menu Utama Tampilan ini merupakan tampilan pertama atau halaman menu utama pada program, setelah melewati tahap validasi atau login. Pada halaman utama ini, menu-menu yang terkunci yang terlihat pada halaman login, sudah dapat di akses. Berikut adalah gambar dari tampilan menu utama. semua form yang terdapat pada system ini, salah satunya adalah form master pengguna. Peranan admin dalam halaman ini sangat berguna dalam menentukan level pengguna. Pada halaman ini, admin dapat menginput data user, mengedit data user dan menghapus data user. Oleh karena itu hanya pengguna berlevel adminlah yang dapat mengakses menu ini, agar data yang diperoleh lebih akurat. Jika terdapat kesalahan data, kelebihan data atau kekurangan data, pengguna berlevel adminlah yang bertanggung jawab penuh dalam hal ini. Berikut adalah gambar dari tampilan menu master pengguna, dimana terdapat perintah-perintah yang dapat mendukung user berlevel admin dalam melakukan tugas dan tanggung jawabnya. Gambar 3. Tampilan Form Master Pengguna 4 Form Master RT/RW Form master RT/RW merupakan form kedua yang ada pada halaman master/form master. Form ini digunakan sebagai tempat penyimpanan data RT/RW, khusus pada wilayah Kelurahan Potulando. Pada form ini admin juga dapat mengedit dan menghapus data RT/RW jika ada perubahan ataupun pemekaran Oleh karena itu hanya pengguna berlevel adminlah yang dapat mengkases menu ini, agar data yang diperoleh lebih akurat. Jika terdapat kesalahan, kelebihan data atau kekurangan data, pengguna berlevel adminlah yang bertanggung jawab penuh dalam hal ini. Gambar 3. 2 Tampilan Form Menu Utama Setiap menu yang berada ditampilan menu utama ini, terdapat fungsi dan kegunaanya masing-masing. Disinilah peran penting sebuah program melakukan setiap perintah-perintah user, karena form menu utama ini merupakan induk dari segala form, sehingga tampilanya pun terlihat sangat sederhana. 3 Tampilan Form Master Pengguna Form master pengguna merupakan form pertama yang ada pada halaman master/form master. Pada system ini terdapat dua tingkatan pengguna, yakni pengguna berlevel admin dan pengguna berlevel user. Berbeda dari pengguna berlevel user, pada system ini pengguna berlevel admin memiliki hak penuh dalam mengakses Gambar 3. 4 Tampilan Form Master RT/RW 5 Form Master Wajib Pajak Form master wajib pajak merupakan form ketiga yang ada pada halaman master/form master. Form ini berfungsi sebagai tempat penyimpanan data wajib Pada form ini admin juga dapat mengedit, dan menghapus data wajib pajak, jika terjadi perubahan DOI: 10. 54259/satesi. Lisensi: Creative Commons Attribution 4. 0 International (CC BY 4. Kristina Natonis, 2Maria Adelvin Londa, 3Melky Radja SATESI (Jurnal Sains Teknologi dan Sistem Informas. Vol. 2 No. 154 Ae 169 atau terhapusnya wajib pajak atas pemindahan ahli waris dan lain sebagainya. Form ini memiliki peranan yang sangat penting, karena data yang di input pada form ini juga akan ditampilkan pada form pembayaran, yang bertujuan untuk menghemat waktu pelayanan pencatatan pembayaran. Oleh karena itu form ini hanya dapat diakses oleh pengguna berlevel admin saja. Jika terdapat kesalahan data, kelebihan data atau kekurangan data, pengguna berlevel adminlah yang bertanggung jawab penuh dalam hal ini. Berikut adalah gambar dari tampilan menu wajib pajak yang berisi data wajib pajak, dan perintah-perintah dalam menginput, mengedit dan menghapus data wajib 7 Form Data Pembayaran Form data pembayaran merupakan form yang berisi data-data wajib pajak yang telah melakukan Selain pengguna berlevel admin yang dapat mengakses form ini, pengguna berlevel user juga dapat mengaksesnya karena pada halaman ini tidak terdapat perintah-perintah seperti hapus data, edit data atapun simpan data. Data yang ada pada halaman ini merupakan salinan otomatis dari form master Hal ini tentu mempunyai tujuan yakni, agar orang yang bertanggung jawab dalam hal ini jelas dan data yang di input terhindar dari kecurangan, penipuan ataupun kesalahan. Jika terjadi kesalahan yang bersifat merugikan, tentu user berlevel adminlah orang yang bertanggung jawab penuh dalam hal ini. Berikut adalah gambar dari tampilan Form data Gambar 4. 5 Tampilan Form Master Wajib Pajak 6 Form Pembayaran Form pembayaran adalah form yang berfungsi sebagai tempat pencatatan pembayaran pajak. Seperti yang telah dijelaskan pada form data wajib pajak, bahwa data yang telah di input pada form data wajib pajak akan terekam atau tersimpan otomatis pada form pembayaran. Jadi untuk melakukan pencatatan pembayaran, admin atau user hanya perlu mengklik nama wajib pajak pada data yang telah disiapkan, maka akan menampilkan form data pembayaran beserta data diri wajib pajak. Sehingga admin atau user hanya perlu menginput data yang dapat berubah-ubah, seperti waktu pecatatan pembayaran atau nomor kuitansinya. Selain pengguna berlevel admin yang dapat mengakses form ini, pengguna berlevel user juga dapat mengaksesnya. Hal ini dikarnakan pada halaman ini, tidak memiliki perintah-perintah seperti edit data, ataupun hapus data. Jika terjadi kesalahan yang bersifat merugikan, tentu user berlevel adminlah orang yang bertanggung jawab penuh dalam hal ini. Gambar 4. 7 Tampilan Form Master Data Pembayaran 8 Form Laporan Data Wajib Pajak Form laporan data wajib pajak merupakan form yang berfungi sebagai tempat penyimpanan laporan data wajib pajak. Laporan data wajib pajak pada form ini dapat dicetak/print dan dapat di unduh. Selain pengguna berlevel admin yang dapat mengakses form ini, pengguna berlevel user juga dapat mengaksesnya. Berikut adalah gambar dari tampilan Form Laporan Data Wajib Pajak. Berikut adalah gambar dari tampilan Form Pembayaran. Gambar 4. 8 Tampilan Form Laporan Data Wajib Pajak 9 Form Laporan Bulanan Pembayaran Gambar 4. 6 Tampilan Form Pembayaran Form pada gambar dibawah ini merupakan form laporan tahunan. Form ini berfungsi membuat laporan tahunan otomatis. Laporan pada form ini dapat dicetak/print dan dapat di unduh. Selain pengguna berlevel admin yang dapat mengakses form ini, pengguna berlevel user juga dapat mengaksesnya. DOI: 10. 54259/satesi. Lisensi: Creative Commons Attribution 4. 0 International (CC BY 4. Kristina Natonis, 2Maria Adelvin Londa, 3Melky Radja SATESI (Jurnal Sains Teknologi dan Sistem Informas. Vol. 2 No. 154 Ae 169 Berikut adalah gambar dari tampilan Form Laporan Bulanan Pembayaran. Gambar 4. 12 Tampilan Form Backup Database 2 Uji Coba Hasil Penelitian Gambar 4. 9 Tampilan Form Laporan Bulanan Pembayaran 10 Form Laporan Tahunan Pembayaran Form pada gambar dibawah ini merupakan form laporan Form ini berfungsi membuat laporan tahunan Laporan pada form ini dapat dicetak/print dan dapat di unduh. Selain pengguna berlevel admin yang dapat mengakses form ini, pengguna berlevel user juga dapat mengaksesnya. Teknik pengujian yang digunakan pada penelitian ini menggunakan Blackbox Testing. Tabel 4. 1 Uji Coba Hasil Penelitian Menu di uji Form Menu Login Berikut adalah gambar dari tampilan Form Laporan Tahunan Pembayaran. Form Menu Login Form Menu Login Gambar 4. 10 Tampilan Form Laporan Tahunan Pembayaran 11 Form Ganti Password Gambar dibawah ini merupakan form yang berfungsi untuk mengganti password. Form ini dapat diakses oleh pengguna berlevel admin maupun pengguna berlevel Gambar 4. 11 Ganti Password 12 Form Backup Restore Database Gambar dibawah ini merupakan form yang berfungsi untuk memanggil kembali data yang telah dihapus, baik sengaja maupun tidak segaja. Dan hanya pengguna berlevel admin saja yang dapat mengakses halaman ini. Form Master Pengguna Form Master Pengguna Skenario User login dengan username dan di menu login, kemudian klik AuLoginAy User login dengan password atau username yang User password yang diinput benar centang pada system AuLihat PasswordAy Admin sistem untuk hak akses ke Admin mengedit data user, jika tejadi data user Hasil yang Keterang User masuk ke menu utama Berhasil Menampilk AuUsername /Password Salah!Ay dan tidak dapat Password Berhasil Data ke database AuData Pengguna DisimpanAy Data Kembali AuData Berhasil DOI: 10. 54259/satesi. Lisensi: Creative Commons Attribution 4. 0 International (CC BY 4. Berhasil Berhasil Kristina Natonis, 2Maria Adelvin Londa, 3Melky Radja SATESI (Jurnal Sains Teknologi dan Sistem Informas. Vol. 2 No. 154 Ae 169 Form Master Pengguna Admin tertentu, agar user tersebut Form Master Wajib Pajak Admin Wajib pajak kedalam Form Master Wajib Pajak Admin mengedit data Form Master Wajib Pajak Admin pajak tertentu Form Master RT/RW Form Master RT/RW Admin data RT/RW Admin mengedit data RT/RW, jika Berhasil DieditAy Data user AuData Penguna Berhasil DihapusAy Data ke data base AuData Wajib Pajak DisimpanAy Data Kembali AuData Wajib Pajak Berhasil DieditAy Menampilk an pesan Au Yakin Anda Ingin Menghapus Pengguna ini?Ay Jika AuYesAy, maka akan AuData Wajib Pajak Berhasil DihapusAy Jika admin AuNoAy maka Kembali wajib pajak Data ke data base AuData RT/RW DiSimpanAy Data Kembali data RT/RW Berhasil Form Master RT/RW Admin data RT/RW Form Master Pembayar Admin Form Master Data Pembayar Data yang di Master pada master Data Pembayaran Form Laporan Data Wajib Pajak Form Laporan Data Wajib Pajak Admin laporan data wajib pajak Form Laporan Data Wajib Pajak Form Laporan Bulanan Pembayar Form Laporan Bulanan Pembayar Admin laporan data wajib pajak Form Laporan Bulanan Pembayar Form Laporan Tahunan Pembayar Admin Admin Tahunan Berhasil Berhasil Berhasil Berhasil Berhasil Admin laporan data wajib pajak Admin Admin Bulanan Pembayaran AuData RT/RW Berhasil DieditAy Data RT/RW AuData Berhasil DihapusAy Data ke database AuData Pembayara n berhasil DisimpanAy Data yang dinput pada Master pada Master Data Pembayara Laporan data wajib Laporan data wajib Laporan data wajib Laporan Laporan Laporan Laporan DOI: 10. 54259/satesi. Lisensi: Creative Commons Attribution 4. 0 International (CC BY 4. Berhasil Berhasil Berhasil Berhasil Berhasil Berhasil Berhasil Berhasil Berhasil Berhasil Kristina Natonis, 2Maria Adelvin Londa, 3Melky Radja SATESI (Jurnal Sains Teknologi dan Sistem Informas. Vol. 2 No. 154 Ae 169 Form Laporan Tahunan Pembayar Form Laporan Tahunan Pembayar Form Ganti Password Form Ganti Password Form Backup Restore Database Form Backup Restore Database Form Backup Restore Database Admin Tahunan Admin Tahunan Admin password lama password yang Admin batal Laporan Laporan Password Berhasil Berhasil Admin dapat an ke database Tampilan awal form Koneksi Admin dapat Database Berhasil Admin dapat Database Berhasil Berhasil dibandingkan dengan proses manual. Memudahkan proses pencatatan identitas wajib pajak. Mampu memperoleh data wajib pajak yang diimginkan dengan Memudahkan proses pembuatan laporan pajak baik laporan bulanan maupun tahunan. Referensi