Jurnal Infortech Volume 7 No. 2 Desember 2025 E-ISSN: 2715-8160 Kombinasi Metode ROC-SAW Untuk Analisis Efisiensi Bahan Bakar Kendaraan LSUV Santoso Setiawan1. Suryanto2 Fakultas Teknik & Informatika. Universitas Bina Sarana Informatika e-mail: 1santoso. sts@bsi. id, 2suryanto. syt@bsi. Diterima 08-10-2025 Direvisi 15-11-2025 Disetujui 22-12-2025 Abstrak - Metode SAW (Simple Additive Weightin. , juga dikenal sebagai metode Scoring Method atau Weighted Sum Method adalah teknik pengambilan keputusan multi-kriteria yang sederhana namun efektif. SAW bekerja dengan menghitung jumlah total dari skor tertimbang untuk setiap alternatif. Namun metode ini memiliki sensitifas terhadap bobot, sehingga pemilihan bobot yang subjektif dapat memengaruhi hasil akhir. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa efektif pengkombinasian dua metode pendukung keputusan untuk diimplementasikan dalam komparasi kendaraan LSUV (Low Sport Utility Vehicl. yang efisien dalam konsumsi bahan bakar. Metode yang digunakan adalah ROC (Rank Order Centroi. untuk pembobotan kriteria dan SAW (Simple Additive Weightin. yang diaplikasikan untuk keputusan multi-kriteria dalam menentukan peringkat performa masing-masing kendaraan. Setelah melalui analisa yang mendalam, penelitian ini menunjukkan bahwa hasil perpaduan antara metode ROC dan SAW dapat memberikan gambaran yang jelas tentang keunggulan masing-masing kendaraan dan efektif untuk menilai tingkat efisiensi bahan bakar kendaraan LSUV di Indonesia berdasarkan kriteria yang ditetapkan. Kesimpulan dari penelitian ini memberikan rekomendasi tentang penggunaan kombinasi kedua metode tersebut untuk analisis yang lebih akurat dan efektif dalam mendukung pengambilan keputusan. Kata Kunci: Rank Order Centroid. Simple Additive Weighting. Low Sport Utility Vehicle. Keputusan MultiKriteria. Bahan Bakar. Abstract - The SAW (Simple Additive Weightin. method, also known as the Scoring Method or Weighted Sum Method, is a simple yet effective multi-criteria decision-making technique. SAW works by calculating the total sum of weighted scores for each alternative. However, this method is sensitive to weights, so subjective weight selection can affect the final results. The purpose of this study is to determine the effectiveness of combining two decision support methods to be implemented in comparing fuel-efficient LSUV (Low Sport Utility Vehicl. The methods used are ROC (Rank Order Centroi. for weighting criteria and SAW (Simple Additive Weightin. applied to multi-criteria decisions in determining the performance ranking of each vehicle. After in-depth analysis, this study shows that the combination of the ROC and SAW methods can provide a clear picture of the advantages of each vehicle and is effective for assessing the fuel efficiency of LSUVs in Indonesia based on the established The conclusion of this study provides recommendations on the use of a combination of these two methods for more accurate and effective analysis in supporting decision making. Keywords: Rank Order Centroid. Simple Additive Weighting. Low Sport Utility Vehicle. Multi-Criteria Decision. Fuel. PENDAHULUAN Metode SAW (Simple Additive Weightin. adalah alat yang sangat efektif dalam pengambilan keputusan multikriteria (Van Dua, 2. Kesederhanaannya memungkinkan metode ini digunakan dalam berbagai aplikasi, mulai dari pemilihan produk hingga evaluasi kinerja (Rahman. Namun, penting untuk memahami keterbatasannya dan memastikan bobot kriteria ditentukan secara objektif untuk mendapatkan hasil yang dapat dipercaya (Sriyasa, 2. Untuk http://ejournal. id/ejurnal/index. php/infortech mengatasi keterbasan tersebut, penulis mencoba SAW mengkombinasikannya dengan metode lain (Nguyen et al. , 2. Hal inilah yang menjadi latar belakang dalam pembuatan penulisan ilmiah. Metode SAW dan ROC merupakan bagian dari SPK (Sistem Pendukung Keputusa. atau DSS (Decision Support Syste. adalah sistem berbasis komputer yang dirancang untuk membantu pengambilan keputusan dalam situasi yang kompleks dan tidak terstruktur (Mahendra et al. , 2. SPK mengintegrasikan data, model analisis, serta Jurnal Infortech. Volume 7 No. 2 Desember 2025 E-ISSN 2715-8160 teknologi informasi untuk mendukung pengambilan keputusan yang lebih objektif dan akurat (Bandyopadhyay, 2. Pada penelitian ini, gabungan metode ROCSAW digunakan untuk menilai kendaraan berdasarkan ranking dan pembobotan sederhana. ROC digunakan untuk menentukan bobot kriteria berdasarkan urutan kepentingan yang ditentukan oleh pengambil keputusan (Widjaja et al. , 2. Sedangkan SAW digunakan untuk menghitung skor akhir kendaraan dengan menjumlahkan hasil perkalian nilai kendaraan dengan bobot kriteria (Irawan et al. , 2. Untuk kombinasi kedua metode ini, maka harus diterapkan pada permasalahan penelitian. Masalah penelitian yang dibahas adalah analisis komparatif efisiensi bahan bakar pada kendaraan LSUV (Low Sport Utility Vehicl. yang terdapat di Indonesia. Dalam era modern ini, efisiensi bahan bakar menjadi salah satu faktor penting yang dipertimbangkan oleh konsumen dalam memilih kendaraan (Noussan & Tagliapietra. Dengan meningkatnya harga bahan bakar dan kesadaran akan dampak lingkungan dari emisi gas buang, banyak pengguna kendaraan yang mencari kendaraan yang tidak hanya nyaman dan fungsional, tetapi juga hemat dalam konsumsi bahan bakar (Yao et al. , 2. Di pasar otomotif Indonesia terdapat salah satu jenis segmen kendaraan yang paling digemari oleh masyarakat yaitu LSUV. Kendaraan di segmen ini tidak hanya memenuhi kebutuhan transportasi keluarga, tetapi juga cocok untuk berbagai keperluan bisnis, menjadikannya pilihan utama bagi banyak konsumen di Tanah Air. Dengan bentuk yang lebih tinggi dibandingkan kendaraan lain. LSUV dinilai cocok untuk kondisi jalan di Indonesia yang belum semuanya mulus. Ditambah mobil di segmen ini punya kapasitas angkut besar yaitu berjumlah 7 penumpang. Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan efektifitas penggabungan dua metode pendukung keputusan dalam komparasi kendaraan LSUV yang efisian dalam konsumsi bahan bakar. Diharapkan penggabungan kedua metode ini dapat mengatasi keterbatasan yang dimiliki oleh metode SAW (Putri et al. , 2. , dan dapat memperkaya khasanah keilmuan khususnya di bidang sistem pendukung Penelitian terkait pengambilan keputusan multikriteria telah berkembang pesat. Berikut ini terdapat rangkuman penelitian terbaru yang menjadi state of the art dalam penulisan ilmiah ini. Pembahasan aplikasi metode SAW dalam pemilihan laptop terbaik dengan kriteria yang jelas seperti harga, performa, dan daya tahan (Rizky Wicaksono et al. , 2. Implementasi SAW dalam seleksi penerima bantuan sosial, menunjukkan fleksibilitas metode ini di berbagai bidang (Pratama et al. , 2. Namun, sensitivitas metode SAW terhadap bobot menjadi kelemahan utama, karena pemilihan bobot yang subjektif dapat memengaruhi hasil akhir. Oleh karena itu, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengatasi keterbatasan ini. Kombinasi metode seperti ROC dan SAW mulai banyak digunakan untuk mengatasi keterbatasan masing-masing metode (Sudipa et al. , 2. Penelitian terkait kombinasi ini meliputi: pembahasan penggunaan ROC bersama dengan SAW dalam seleksi karyawan teladan yang dapat meningkatkan keakuratan bobot (Ardiansyah. Penggunaan metode ROC untuk pembobotan kriteria dalam pemilihan oli mesin, membuktikan efektivitas metode ini dalam berbagai konteks (Sidabutar et al. , 2. Penelitian yang spesifik menggabungkan ROC dan SAW untuk menganalisis efisiensi bahan bakar LSUV masih terbatas, sehingga menjadi celah penelitian yang dapat diisi oleh studi ini. Penelitian menerapkan metode Multi-Criteria Decision Making (MCDM) seperti SAW dan AHP dalam evaluasi kinerja kendaraan. Namun, sebagian besar penentuan bobot kriteria masih bersifat subjektif. Meskipun metode Rank Order Centroid (ROC) telah digunakan dalam berbagai konteks keputusan, penerapan kombinasi ROCAeSAW untuk menganalisis efisiensi bahan bakar kendaraan segmen Low Sport Utility Vehicle (LSUV) masih sangat terbatas. Oleh karena itu, penelitian ini hadir untuk mengisi celah tersebut dengan pendekatan yang lebih objektif dan Tabel 1. Perbandingan Metode ROC-SAW dengan Metode Lain Metode yang Digunakan Fungsi / Karakteristik Utama Bidang Penerapan Umum Seleksi produk, beasiswa, supplier Status pada Analisis Efisiensi Bahan Bakar LSUV Ada, tetapi bobot SAW (Simple Additive Weightin. AHP (Analytical Hierarchy Proces. Perangkingan berdasarkan bobot Penentuan bobot Belum ditentukan manual Evaluasi kinerja pemilihan produk Ada. Terpengaruh http://ejournal. id/ejurnal/index. php/infortech Keterangan Research Gap Jurnal Infortech. Volume 7 No. 2 Desember 2025 E-ISSN 2715-8160 TOPSIS Berdasarkan jarak ke solusi ideal positif/negatif Penilaian performa berbagai Ada pada studi Weighted Product (WP) Perkalian kriteria berbobot Pemilihan produk/kendaraan Ada ROC (Rank Order Centroi. Seleksi karyawan, supplier, evaluasi Belum diterapkan kendaraan LSUV ROC SAW ROC SAW (Penelitian in. Pembobotan urutan prioritas ROC = bobot objektif. SAW = Pembobotan Seleksi & evaluasi non-otomotif . aryawan, supplier, dll. Analisis efisiensi kendaraan LSUV Belum diterapkan LSUV Fokus METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan eksperimen untuk menguji efektivitas kombinasi metode ROC dan SAW dalam analisis efisiensi bahan bakar kendaraan LSUV di Indonesia. Berikut adalah langkah-langkah penelitian yang dilakukan: Identifikasi Masalah dan Tujuan Penelitian diawali dengan identifikasi masalah, yaitu sensitivitas metode SAW terhadap bobot kriteria, yang dapat memengaruhi hasil akhir jika bobot ditentukan secara subjektif. Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan model kombinasi ROC-SAW untuk memberikan hasil yang lebih akurat dalam evaluasi efisiensi bahan bakar kendaraan LSUV. Aerodinamika Tipe Penggerak Roda Start-Stop System Pengumpulan Data Data dikumpulkan melalui studi literatur dari jurnal dan spesifikasi resmi kendaraan LSUV yang tersedia di pasar Indonesia. Pembobotan Kriteria dengan Metode ROC . Langkah pertama adalah mengidentifikasi semua kriteria yang relevan dengan masalah yang dihadapi. Tabel 2. Penentuan Kriteria Kriteria Keterangan Kapasitas Mesin Sistem Transmisi Uraian Mesin kapasitas C 1500cc penggunaan seharihari. Teknologi transmisi otomatis seperti CVT (Continuously http://ejournal. id/ejurnal/index. php/infortech Belum LSUV efisiensi BB Tidak pembobot objektif Jarang digunakan Inilah gap utama Mengisi belum dikaji Variable Transmissio. membuat transmisi lebih efisien daripada Desain yang ramping dan udara akan membantu mesin bekerja lebih bahan bakar yang digunakan menjadi lebih sedikit. Satuan menggunakan drag (C. Makin kecil angka drag coefficient (C. mendapat hambatan udara di sekitar bodi. Kendaraan penggerak roda depan atau FWD (Front Wheel Driv. tidak banyak energi untuk keempat roda. Fitur start-stop secara otomatis ketika kendaraan berhenti atau saat kemacetan, lalu menyalakannya Jurnal Infortech. Volume 7 No. 2 Desember 2025 E-ISSN 2715-8160 Berat Kendaraan pengemudi menekan pedal gas. Penggunaan material aluminium pada sasis . Kriteria yang telah ditentukan diurutkan Kriteria yang dianggap paling penting akan menempati urutan pertama. Kapasitas Mesin (K. C Sistem Transmisi (K. C Aerodinamika (K. C Tipe Penggerak Roda (K. C Start-Stop System (K. C Berat Kendaraan (K. Bobot setiap kriteria dihitung berdasarkan posisinya dalam urutan prioritas. Kriteria dengan urutan paling atas akan mendapatkan bobot terbesar, sedangkan kriteria dengan urutan paling bawah akan mendapatkan bobot Bobot masing-masing kriteria dihitung menggunakan formula ROC: ycu yc ycOycn = Ocycuyc=1 . dengan Wi adalah bobot kriteria ke i, n adalah total jumlah kriteria, dan yc adalah ranking Hasil pembobotan ini bersifat lebih objektif berdasarkan urutan kepentingan. Bobot yang telah diperoleh kemudian dinormalisasi agar jumlah total bobot semua kriteria sama dengan 1. Perhitungan dengan Metode SAW . Jenis kendaraan LSUV yang akan dikomparasi dimasukkan sebagia alternatif. Tabel 3. Penentuan Alternatif Alternatif Keterangan Toyota Rush Suzuki XL7 Xpander Cross Honda BR-V . Penentuan bobot. Penetapan bobot untuk setiap kriteria telah diperoleh dari hasil perhitungan menggunakan metode ROC. Bobot ini biasanya http://ejournal. id/ejurnal/index. php/infortech berupa nilai numerik antara 0 hingga 1, di mana nilai 1 menunjukkan kriteria yang paling . Melakukan normalisasi matriks dengan mengubah nilai dari setiap alternatif pada setiap kriteria ke dalam skala yang sama . isalnya, 0 hingga . untuk memudahkan perbandingan. Setelah bobot kriteria diperoleh, dilakukan normalisasi matriks menggunakan rumus normalisasi berikut ini: max ycuycnyc ycycnyc = min ycuycnyc ycuycnyc dengan rij adalah nilai normalisasi alternatif i pada kriteria j dan xij adalah nilai alternatif i pada kriteria j . Menghitung nilai total untuk setiap alternatif dengan mengalikan nilai ternormalisasi dengan bobot masing-masing kriteria, kemudian menjumlahkan hasil perkalian tersebut. Skor akhir untuk setiap alternatif dihitung dengan formula: ycIycn = Ocyc=1 ycOyc Oo ycycnyc dengan Si adalah skor akhir alternatif i dan Wj adalah bobot kriteria j dari metode ROC. Melakukan perangkingan dengan cara mengurutkan alternatif berdasarkan nilai totalnya dari yang tertinggi hingga terendah. Alternatif kendaraan dengan skor tertinggi dianggap sebagai kendaraan yang paling efisien dalam konsumsi bahan bakar. Analisis dan Interpretasi Hasil Hasil perhitungan metode kombinasi ROC-SAW diinterpretasikan untuk memberikan rekomendasi kendaraan LSUV yang paling efisien berdasarkan Analisis ini dilakukan dengan: Membandingkan skor akhir antar alternatif . Mengevaluasi sensitivitas model terhadap perubahan bobot. Penyimpulan Hasil penelitian dirangkum untuk menjawab pertanyaan penelitian. Penelitian ini diakhiri dengan kesimpulan tentang efektivitas kombinasi ROC-SAW pengambilan keputusan yang lebih akurat untuk analisis efisiensi bahan bakar kendaraan LSUV. Metode ini diharapkan mampu memberikan hasil yang lebih objektif, akurat, dan dapat diterapkan Jurnal Infortech. Volume 7 No. 2 Desember 2025 E-ISSN 2715-8160 pada berbagai skenario pengambilan keputusan terkait kendaraan LSUV. Untuk mendapatkan gambaran tentang alternatif yang di komparasi, berikut ini disertakan spesifikasi singkat tentang kendaraan LSUV yang dianalisa: Tabel 4. Spesifikasi Kendaraan LSUV Kriteria Kapasitas Mesin Sistem Transmisi Aerodinamika Tipe Penggerak Roda Start-Stop System Berat Kendaraan Toyota Rush Otomatis 0,38 Alternatif Xpander Cross Honda BR-V Otomatis Otomatis 0,40 0,39 Tidak HASIL DAN PEMBAHASAN Pada tahap ini, hasil perhitungan kombinasi metode ROC dan SAW dalam analisis efisiensi bahan bakar kendaraan LSUV akan dipaparkan secara Analisis dilakukan dengan membandingkan nilai skor yang diperoleh masing-masing alternatif kendaraan berdasarkan kriteria yang telah ditentukan. Hasil Pembobotan dengan Metode ROC Pembobotan kriteria dilakukan menggunakan metode ROC. Berdasarkan urutan prioritas yang terdapat dalam Tabel 1. Dengan menerapkan persamaan . , maka dapat dihitung nilai bobot (W) dari setiap kriteria. ycO1 = . 12 13 14 15 . y 6 = 0,41 ycO2 = . 12 13 14 15 . y 6 = 0,24 Penghitungan bobot ini menetapkan jika kapasitas mesin merupakan pilihan utama dalam komparasi efisiensi bahan bakar pada kendaraan LSUV, kemudian diikuti oleh sistem transmisi, aerodinamika, tipe penggerak roda, start-stop system, dan berat kendaraan. Setelah nilai bobot dari masingmasing kriteria diketahui, langkah berikutnya adalah menghitung normalisasi yang diperoleh dari total nilai bobot dan harus menghasilkan nilai 1. Jika total nilai bobot tidak menghasilkan nilai 1, maka dianggap tidak normal. Normalisasi data dengan metode SAW Normalisasi dilakukan terhadap data alternatif kendaraan dengan menggunakan persamaan . Berikut hasil normalisasi: Kriteria pertama . yc11 = ycoycaycu. 0,90 . 0,80 . yc21 = 0,90 = 0,90 ycoycaycu. 0,90 . 0,80 . yc31 = 0,80 = 0,80 ycoycaycu. 0,90 . 0,80 . yc41 = ycoycaycu. 0,90 . 0,80 . ycO3 = . 0 13 14 15 . y 6 = 0,16 ycO4 = . 0 0 14 15 . y 6 = 0,10 ycO5 = . 0 0 0 15 . y 6 = 0,06 ycO6 = . 0 0 0 0 14 15 . y 6 = 0,03 Dari perhitungan ROC, diperoleh nilai bobot (W) dari masing-masing kriteria: Keterangan Kapasitas Mesin Sistem Transmisi Aerodinamika Tipe Penggerak Roda Start-Stop System Berat Kendaraan yea yc=Oc ycyeO = ya Kriteria kedua . yc12 = 0,30 = 0,30 ycoycaycu. ,30 . 0,70 . 0,70 } yc22 = ycoycaycu. ,30 . 0,70 . 0,70 } yc32 = 0,70 = 0,70 ycoycaycu. ,30 . 0,70 . 0,70 } 0,06 0,03 yc42 = 0,70 = 0,70 ycoycaycu. ,30 . 0,70 . 0,70 } 1,00 Kriteria ketiga . Tabel 5. Bobot Tiap Kriteria Kriteria Suzuki XL7 Otomatis 0,37 Bobot (W) 0,41 0,24 0,16 0,10 yeO=ya http://ejournal. id/ejurnal/index. php/infortech Jurnal Infortech. Volume 7 No. 2 Desember 2025 E-ISSN 2715-8160 yc13 = 0,40 = 0,44 ycoycaycu. ,40 . 0,28 . 0,90 . 0,40 } yc23 = 0,28 = 0,31 ycoycaycu. ,40 . 0,28 . 0,90 . 0,40 } yc33 = 0,90 ycoycaycu. ,40 . 0,28 . 0,90 . 0,40 } yc43 = 0,40 = 0,44 ycoycaycu. ,40 . 0,28 . 0,90 . 0,40 } Kriteria keempat . yc14 = 0,70 = 0,70 ycoycaycu. ,70 . 0,60 . 0,70 } yc24 = ycoycaycu. ,70 . 0,60 . 0,70 } yc34 = 0,60 = 0,60 ycoycaycu. ,70 . 0,60 . 0,70 } yc44 = 0,70 = 0,70 ycoycaycu. ,70 . 0,60 . 0,70 } Kriteria kelima . yc15 = ycoycaycu. 0,75 . 0,80 . yc25 = 0,75 = 0,75 ycoycaycu. 0,75 . 0,80 . yc35 = 0,80 = 0,80 ycoycaycu. 0,75 . 0,80 . yc45 = ycoycaycu. 0,75 . 0,80 . Kriteria keenam . yc16 = ycoycnycu. ,50 . 0,75 . 0,50 Peringkat 1, alternatif A2 (Suzuki XL7, skor 0, . Peringkat 2, alternatif A4 (Honda BR-V, skor 0,. Peringkat 3, alternatif A3 (Xpander Cross, skor 0,. Peringkat 4, alternatif A1 (Toyota Rush, skor 0,. Hasil perangkingan menunjukkan bahwa Suzuki XL7 (A. menempati peringkat pertama karena memiliki keseimbangan paling optimal pada seluruh kriteria penilaian efisiensi bahan bakar, terutama pada aspek konsumsi BBM, kapasitas mesin, dan efisiensi bobot kendaraan yang memberikan nilai normalisasi tinggi pada metode SAW. Honda BR-V (A. berada di peringkat kedua dengan performa yang relatif mendekati, namun sedikit tertinggal pada beberapa kriteria efisiensi utama. Sementara itu. Xpander Cross (A. dan Toyota Rush (A. menempati posisi berikutnya karena memiliki nilai lebih rendah pada satu atau lebih kriteria dominan, seperti rasio tenaga terhadap konsumsi bahan bakar dan bobot kendaraan yang berdampak pada tingkat efisiensi keseluruhan. Hal ini menunjukkan bahwa kombinasi ROCAeSAW mampu mengidentifikasi alternatif yang paling efisien secara objektif berdasarkan kontribusi masing-masing kriteria. Skor akhir dari metode ROCAeSAW mempertimbangkan banyak kriteria bukan hanya konsumsi BBM riil, tapi juga aspek teoretis seperti bobot, rasio tenaga/bahan bakar, efisiensi bobot, dsb. Oleh karena itu, ranking menunjukkan Aupotensi efisiensiAy berdasarkan skenario ideal, bukan jaminan konsumsi riil akan sesuai. Namun hasil perangkingan Anda bersifat konsisten secara relatif dengan beberapa data konsumsi nyata, terutama bahwa XL7 dan BR-V muncul sebagai alternatif paling efisien. Namun tidak bisa dianggap sebagai bukti definitif bahwa ranking mencerminkan konsumsi BBM nyata secara absolut. Ranking mencerminkan hasil model berdasarkan kriteria & bobot, sedangkan konsumsi nyata membawa banyak variabel luar kontrol. KESIMPULAN ,50 . 0,75 . = 0,50 ,50 . 0,75 . yc36 = = 0,67 0,75 Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kombinasi metode ROC dan SAW efektif dalam menganalisis efisiensi bahan bakar kendaraan LSUV di Indonesia. Metode ROC memberikan bobot kriteria yang lebih objektif berdasarkan tingkat ycoycnycu. ,50 . 0,75 . kepentingan yang telah ditentukan, sementara metode yc46 = 0,50 SAW memungkinkan perhitungan sistematis dalam menentukan peringkat kendaraan berdasarkan Proses perangkingan menggunakan bobot yang efisiensi konsumsi bahan bakar. Dari hasil diperoleh dari hasil persamaan . menghasilkan skor perhitungan, kendaraan Suzuki XL7 memperoleh akhir untuk setiap alternatif. Perhitungannya skor tertinggi dalam efisiensi bahan bakar, diikuti menggunakan persamaan . oleh Honda BR-V. Xpander Cross, dan Toyota Rush. Metode ini dapat diterapkan dalam berbagai ycI1=. ,41O. ,24O0,. ,16O0,. ,10O0,. ,06O. ,03O. =0,71 pengambilan keputusan berbasis multiycI2=. ,41O0,. ,24O. ,16O0,. ,10O. ,06O0,. ,03O0,. =0,82 pemilihan kendaraan operasional ycI3=. ,41O0,. ,24O0,. ,16O. ,10O0,. ,06O0,. ,03O0,. =0,78 analisis kendaraan ramah ycI4=. ,41O. ,24O0,. ,16O0,. ,10O0,. ,06O. ,03O. =0,81 lingkungan, dan perbandingan teknologi otomotif Implikasi dari penelitian ini menunjukkan Hasil untuk skor akhir pada setiap alternatif, bahwa kombinasi ROC-SAW dapat meningkatkan adalah sebagai berikut: yc26 = http://ejournal. id/ejurnal/index. php/infortech Jurnal Infortech. Volume 7 No. 2 Desember 2025 E-ISSN 2715-8160 akurasi dalam komparasi kendaraan yang lebih hemat bahan bakar dan sesuai dengan kebutuhan konsumen. Meskipun telah memberikan hasil yang valid, penelitian ini masih memiliki keterbatasan, terutama dalam jumlah alternatif kendaraan yang dianalisis serta kriteria yang digunakan. Oleh karena itu, untuk mempertimbangkan faktor tambahan seperti emisi gas buang, teknologi hybrid, konsumsi bahan bakar dalam berbagai kondisi jalan, serta biaya perawatan Selain itu, pengujian lebih lanjut dengan dataset yang lebih besar serta penerapan metode optimasi lain dapat meningkatkan akurasi dan validitas hasil analisis. Keterbatasan yang terdapat dalam penelitian ini membuka peluang signifikan bagi pengembangan riset di masa mendatang. Penggunaan data sekunder pada parameter konsumsi bahan bakar berpotensi menimbulkan perbedaan dengan kondisi aktual di lapangan, sehingga penelitian selanjutnya disarankan menggunakan data primer melalui pengujian langsung . eal driving tes. untuk meningkatkan validitas hasil. Ruang lingkup alternatif yang masih terbatas pada empat model kendaraan segmen LSUV juga dapat diperluas dengan menambahkan lebih banyak variasi merek, tipe, serta membandingkannya dengan segmen lain seperti MPV. SUV kompak, hingga kendaraan hybrid dan listrik. Dari sisi metode, penerapan kombinasi ROCAe SAW dalam penelitian ini dapat dikembangkan lebih lanjut dengan membandingkannya terhadap metode pengambilan keputusan multikriteria lainnya, seperti AHP. TOPSIS, atau ANP, guna menguji konsistensi dan stabilitas hasil peringkat. Selain itu, penambahan variabel baru seperti emisi gas buang, biaya perawatan, efisiensi mesin, teknologi kendaraan, perilaku pengemudi, dan kondisi lalu lintas akan Dengan pengembangan tersebut, menghasilkan rekomendasi keputusan yang lebih akurat, aplikatif, dan relevan terhadap permasalahan efisiensi bahan bakar serta keberlanjutan lingkungan. REFERENSI