Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia Indonesian Health Scientifie Journal HUBUNGAN PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG DIRI (APD). SIKAP,DAN PERILAKU PETANI SAAT PENYEMPROTAN PESTISIDA PADA KELOMPOK TANIAy Program Studi Kesehatan Masyarakat. Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatana Harapan Ibu Jambi . ntianopa23@gmail. com , 085266374. ABSTRAK Dalam implementasi pemakaiaan alat pelindung diri, faktanya masih banyak petani yang tidak mau memakai APD. Ada banyak faktor yang berhubungan dengan penggunaan APD pada petani. Beberapa faktornya adalah faktor pengetahuan, sikap, masa kerja, perilaku, dan umur. Desain penelitian adalah cross Penelitian dilakukan pada Kelompok tani sumber Tani di Kelurahan Paal Merah Kota Jambi pada bulan juli tahun 2021. Sampel penelitian adalah para petani yang tergabung dalam kelompok tani sumber tani sebanyak 36 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik Total Sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner. Data dianalsis menggunakan uji Regresi Logistik. hasil akhir analisis multivariat regresi logistik karena variabel sikap, ketersediaan APD, mempunyai p value < 0,05, dengan demikian ke dua variabel mempunyai pengaruh terhadap Prilaku penggunaan APD. Meningkatkan pengetahuan dan sikap perilaku petani dengan cara memberi informasi tentang manfaat APD melalui metode inovatif berdasarkan hasil penjajakan yang relevan secara berkesinambungan . agar meningkatkan penggunaan APD. Kata Kunci: APD. Pestisida. Pengetahuan,Prilaku ABSTRACT In implementing the use of personal protective equipment, the fact is that there are still many farmers who do not want to wear PPE. There are many factors related to the use of PPE on Some of the factors are knowledge, attitudes, years of service, behavior, and age. The research design was cross sectional. The study was conducted at the Sumber Tani farmer group in Paal Merah Village. Jambi City in July 2021. The sample of the study was 36 farmers who were members of the Sumber Tani farmer group. The sampling technique used was the Total Sampling The instrument used is a questionnaire. The data were analyzed using the Logistics Regression test. the final result of multivariate logistic regression analysis because the attitude variable, the availability of PPE, has a p value <0. 05, thus the two variables have an influence on the behavior of using PPE. Increase knowledge and attitudes of farmers by providing information about the benefits of PPE through innovative methods based on the results of relevant assessments on an ongoing basis . in order to increase the use of PPE. Keywords: PPE. Pesticides. Knowledge. Behavior Vol. 6 No. 2 Desember 2021 Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia Indonesian Health Scientifie Journal PENDAHULUAN Pestisida memegang peranan penting dalam peningkatan produksi pertanian. Pada daerah di Amerika Latin pengguna pestisida dapat meningkatkan produksi hingga 40% pada Didaerah Pakistan penggunaan pestisida membantu meningkatnya produksi tenu sebesar 33%, dan berdasarkan FAO mengamankan 50% hasil pada tanaman kapas (Sudarmo, 1. Pestisida memang memiliki manfaat yang sangat banyak untuk di sektor pertanian, namun penggunanaan pestisida mempunyai potensi bahaya besar. Bahaya dari pestisida yaitu gangguan kesehatan yang dapat diderita oleh pekerja, pencemaran lingkungan hidup, dan keracunan. Pada sektor pertanian salah satu orang yang rentan terkena bahaya dari pestisida adalah petani. Padahal jaminan akan kesehatan kerja merupakan hak dari semua pekerja baik formal maupun informal (Keppres No. 82 Tahun 2. Bahaya dari pestisida itu sendiri dapat disebabkan karena proses penggunaan pestisida yang salah. Maksud dari proses penggunaan adalah dimulai dari proses pencampuran pestisida, proses penyemprotan pestisida, hingga proses setelah menyemprot pestisida. Para petani cenderung tidak mematuhi aturan pemakaiaan pestisida yang sudah diatur dalam perundang-undangan yang dikeluarkan oleh pemerintah. Sehingga akibat dari tidak mematuhi aturan pemakaiaan mengalamikeracunan pestisida. Inilah sebab Pengawasan pestisida bertujuan untuk menjaga kesehatan manusia, memberikan pengamanan kepada produsen, pengedar, kelestarian alam, dan memastikan mutu dan efektivitas pestisida tetap terjaga. Walaupun pemerintah sudah banyak mengeluarkan peraturan, kenyataan di lapangan sebagian besar petani masih menerapkan praktek penggunaan pestisida Vol. 6 No. 2 Desember 2021 yang tidak benar (Kementrian Pertanian. Dalam penelitian yang dilkukan oleh Entianopa Terdapat hubungan yang bermakna antara pengetahuan . -value= 0,. , penggunaan APD . -value= 0. dengan paparanpestisida pada pekerja chemis (Penyemprota. di PT. RKK. METODE PENELITIAN Penelitian ini dilakukan dengan metode kuantitatif dengan desain cross sectional untuk mengetahui Faktor yang berhubungan dengan Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) Saat Penyemprotan Pestisida Pada Kelompok TaniAy lokas penelitian pada Kelompok Tanisumber tani di Paal Merah. Kota Jambi,waktu penelitian 2 juli sampai dengan 18 juli tahun 2021. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah seluruh anggota kelompok tani sebanyak 36 Teknik sampling menggunakan total HASIL Tabel 1. Hasil Analisis Multivariat Regresi Logistik antara Variabel Independen . ikap, dan ketersedian APD) dengan Variabel Dependen (Prilaku penggunaan APD) di kelompok tani Berdasarkan hasil analisis multivariat diperoleh hasil sebagai berikut : Variabel P Value Sikap Ketersedian APD 22. Ini adalah merupakan hasil akhir analisis multivariat regresi logistik karena variabel sikap, ketersediaan APD, mempunyai p value < 0,05, berarti variabel-variabel tersebut tidak dikeluarkan dengan demikian ke dua variabel mempunyai pengaruh terhadap Prilaku penggunaan APD. PEMBAHASAN Setelah dilakukan analisis multivariat dengan uji regresi logistik, ternyata sikap berpengaruh terhadap prilaku penggunaan APD karena nilai p= 0. 0998 <0. Artinya mempengaruhi prilaku pemakaian APD. Hal Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia Indonesian Health Scientifie Journal ini dapat terjadi karena sikap petani yang baik dipengaruhi oleh pengetahuan yang baik tentang manfaat pengguanaan APD dan akibat bila tidak menggunakan APD. Sama halnya dengan pendapat Soekanto yang dikutip Musafaah dalam Jurnal Kesehatan Masyarakat . bahwa sikap seseorang akan suatu masalah dipengaruhi oleh Pengetahuan yang tinggi tentang manfaat APD cukup untuk dapat merubah sikap dan tindakan petani untuk APD. Sikap menggunakan ADP akan lebih baik jika berawal dari niat, kesadaran sendiri dan adanya pengetahuan yang dimiliki oleh yang Sesuai dengan pendapat Ajzen & Fishbein yang dikutip Smet, . bahwa sikap mempengaruhi perilaku seseorang. Secara teoritis menurut Sarwono . sikap merupakan reaksi atau respon yang masih tertutup dari seseorang terhadap suatu stimulus atau objek. Manifestasi sikap tidak dapat langsung dilihat, tetapi hanya dapat ditafsirkan terlebih dahulu dari perilaku yang tertutup, dan sikap biasanya didasarkan atas Setelah dilakukan analisis multivariat dengan uji regresi logistik, ternyata ketersediaan APD berpengaruh terhadap tindakan petani untuk menggunakan APD. karena nilai p = 0,097 < 0,05. Hasil analisis ini sesuai dengan Green dan Kreuter . bahwa untuk terjadinya perubahan perilaku kesehatan seseorang dapat dipengaruhi oleh sarana dan prasarana. Ketersediaan APD mempermudah perubahan petani dari yang APD menggunakan APD. Tindakan petani untuk menggunakan APD akan semakin kuat jika Tindakan menggunakan APD tidak akan konsisten jika untuk mendapatkan APD sangat sulit. Begitu juga sebaliknya perubahan tersebut dapat terjadi jika APD tersedia dan mudah KESIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan Vol. 6 No. 2 Desember 2021 pada bab terdahulu maka dapat disimpulkan: Sikap dan ketersedian APD, berpengaruh terhadap tindakan petani menggunakan APD. Pengetahuan tidak berpengaruh terhadap perilaku penggunaan APD. Meningkatkan pengetahuan dan sikap perilaku petani dengan cara memberi informasi tentang manfaat APD melalui metode inovatif berdasarkan hasil . meningkatkan penggunaan APD. REFERENSI