Jurnal Ilmiah Ibnu Sina, 4. Oktober 2019, 380-390 p-ISSN: 2502-647X. e-ISSN: 2503-1902 UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI FORMULASI SALEP HIDROKARBON DAUN PEPAYA (Carica papaya L. ) SEBAGAI SALAH SATU ALTERNATIF OBAT PENYEMBUH LUKA Erna Prihandiwati*. Anna Khumaira Sari Akademi Farmasi ISFI Banjarmasin *Email: ernaprihandiwati1@gmail. Artikel diterima: 9 Agustus 2019. Disetujui: 22 Oktober 2019 ABSTRAK Pepaya (Carica papaya L) merupakan tanaman yang dapat hidup di berbagai tempat di Indonesia dan memerlukan waktu tumbuh yang relatif singkat. Daun pepaya mengandung senyawa alkaloid karpain, karikaksantin, violaksantin, papain, saponin, flavonoid, tannin, karposid dan saponin, sedangkan senyawa yang memiliki khasiat sebagai antibakteri adalah senyawa alkaloid karpain. Sediaan salep merupakan salah satu sediaan farmasi yang cocok untuk obat penyembuh luka dengan ekstrak daun pepaya. Salep ini diharapkan mampu mengatasi infeksi yang disebabkan oleh Staphylococcus aureus dengan efektifitas besar dan efek samping yang kecil bila dibandingkan dengan penggunaan bahan Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri sediaan salep ekstrak etanol daun pepaya. Pembuatan ekstrak daun pepaya dilakukan dengan metode penyarian maserasi selama lima hari dengan pelarut etanol 96%. Ekstrak daun pepaya kemudian diformulasikan ke formula 2 kemudian dilakukan uji antibakteri dengan konsentrasi ekstrak 5. 30 dan 40%. Jenis penelitian ini dilakukan dengan rancangan eksperimental. Hasil penelitian menunjukkan bahwa formulasi formula 2 yang paling efektif berdasarkan uji sifat fisik salep. Hasil uji antibakteri menunjukkan bahwa diameter zona hambat tertinggi diperoleh pada salep ekstrak daun pepaya konsentrasi 40% yaitu sebesar 11,63A0,671441 mm dan terkecil pada konsentrasi 5% yaitu sebesar 5,63A0,550757. Kata kunci: Daun Pepaya. Formulasi. Salep. Uji Antibakteri ABSTRACT Papaya (Carica papaya L) is a plant that can live in various places in Indonesia and requires a relatively short time to grow. Papaya leaves contain karpain alkaloid, karikaksantin, violaksantin, papain, saponins, flavonoids, tannins, karposid and saponins. The compounds that have antibacterial properties are karpain alkaloids. Ointment is one of the pharmaceutical preparations that is suitable for wound healing drugs with papaya leaf extract. This ointment is able to treat infections caused by staphylococcus aureus with great effectiveness and small side effects when compared with the use of chemicals. This study aims to Erna Prihandiwati & Anna Khumaira Sari | 380 Jurnal Ilmiah Ibnu Sina, 4. Oktober 2019, 380-390 p-ISSN: 2502-647X. e-ISSN: 2503-1902 determine the most effective formulations of hydrocarbon base ointment with physical properties test. Papaya leaf extract was obtained by maceration method for five days with 96% ethanol. Macerate is then evaporated with water bath until it becomes a thick extract of papaya leaves. Papaya leaf extract is then formulated at formula 2 and then carried out an antibacterial test with extract concentrations of 5. 30 and 40%. This research is experimental research. The results showed that formula 2 was the most effective based on the physical properties test of the ointment. Antibacterial test results showed that the highest inhibition zone diameter was obtained in the ointment of papaya leaf extract concentration of 40% in the amount of 11. 63 A 0. 671441 mm and the smallest in the concentration of 5% in the amount of 5. 63 A 0. Keywords: Papaya Leaf. Ointment. Formulation. Antibacterial Test PENDAHULUAN pepaya positif mengandung saponin Salah satu tanaman obat yang Daun memiliki banyak khasiat diantaranya tanaman pepaya. Seluruh bagian untuk mencegah infeksi pada luka pepaya dari akar sampai ujung bakar atau luka terbuka berdasarkan (Septiningsih, buahnya memiliki nilai medis yang Penelitian sebelumnya Selain dapat hidup di berbagai Efektivitas Ekstrak Daun Pepaya tempat di Indonesia, tanaman pepaya (Carica ini juga memiliki waktu tumbuh Pertumbuhan Bakteri Escherichia yang relatif singkat. Di dalam daun Coli dan Staphylococcus Aureus menunjukkan bahwa ekstrak daun pepaya dengan konsentrasi 30% Menghambat Uji Terhadap Staphylococcus Aureus saponin, sedangkan senyawa yang dengan rata-rata diameter zona 7,9 memiliki khasiat sebagai antibakteri adalah senyawa alkaloid karpain Penelitian Laga . dalam Uji (Syarifah dkk. , 2. Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Berdasarkan penelitian AAoyun Daun Dan Akar Pepaya (Carica . menunjukkan bahwa daun papaya L) Terhadap Pertumbuhan Erna Prihandiwati & Anna Khumaira Sari | 381 Jurnal Ilmiah Ibnu Sina, 4. Oktober 2019, 380-390 p-ISSN: 2502-647X. e-ISSN: 2503-1902 Staphylococcus aureus Secara In penanda, alat tulis, kamera, vacum Vitro menunjukkan bahwa Nilai Kadar Hambat Minimum ekstrak waterbath, oven, autoklaf, inkubator, etanol daun pepaya adalah pada alat uji evaluasi sediaan, media konsentrasi 62,5 mg/mL dan Kadar nutrient agar, bakteri Staphylococcus Bunuh Minimal aureus, etanol 96%, nipagin, nipasol, mg/mL vaselin album, cera alba, vaselin flavum, cetaceum dan aqua rosae. Staphylococcus aureus salah satu Pembuatan Ekstrak Daun Pepaya bakteri yang penghasil nanah pada Daun pepaya dipetik pada pagi luka kulit (Kumar 2. Berdasarkan hari dan dikumpulkan untuk disortasi basah, dicuci, dirajang, dikeringkan, peneliti ingin mengembangkan bahan alami yang lebih aman dan untuk simplisia diblender sampai menjadi Serbuk simplisia dimaserasi dan pepaya sebagai salah satu alternatif diremaserasi dengan etanol 96% untuk menyembuhkan luka maka hingga larutan jenuh sambil sekali diformulasikan dalam bentuk sediaan kali diaduk. Maserat disaring dengan farmasi yaitu salep. Formulasi pada corong buchner untuk mendapat masing-masing filtrat, kemudian diuapkan di atas waterbath sampai didapat ekstrak (Anggraini, terhadap penghantaran obat. (Anief. Pembuatan Salep Ekstrak Daun Pepaya METODE PENELITIAN Formulasi Alat dan Bahan Alat-alat adalah formula 2 dengan komposisi yang terdiri dari nipagin, nipasol, penguap, timbangan analitik, anak vaselin flavum, cetaceum, aqua rosae timbangan, toples kaca, pipet tetes, (Prihandiwati pH meter, mortir, stemper, label atau Basis Anna. Erna Prihandiwati & Anna Khumaira Sari | 382 Jurnal Ilmiah Ibnu Sina, 4. Oktober 2019, 380-390 p-ISSN: 2502-647X. e-ISSN: 2503-1902 campuran homogen . ase I). Ekstrak Farland Sebanyak 95 ml H2SO4 1% nipagi. dicampur dan diaduk hingga ditambahkan 0,05 ml BaCl2 1% pada . ase Pembuatan Standar Turbiditas Mc. II). Fase dimasukkan ke dalam mortir lalu Kekeruhan suspensi bakteri uji = kekeruhan suspensi ditambah dengan campuran fase II standart, konsentrasi suspensi bakteri adalah >3 X 108 CFU/ml. tambahkan Oleum Rosae sebagai Pembuatan Suspensi Bakteri Uji corrigen odoris (Rosyiedi, 2. Dua ose bakteri biakan murni Sterilisasi Alat NaCl Cawan petri, tabung reaksi, disuspensikan ke tabung reaksi steril, erlenmeyer, gelas beker dipanaskan dihomogenkan dengan vortex selama pada suhu oven 150oC selama 2 jam. Gelas ukur, pipet tetes disterilisasi kekeruhan standar 0,5 Mc Farland autoklaf pada suhu 121oC . etara dengan 3x108 CFU/mL), selama 15 menit dengan tekanan 2 kemudian diinkubasi selama 1x24 Ose, batang L dan pinset jam pada suhu 37OC (Saraswati, direndam dalam alkohol 70% selama Pembuatan Konsentrasi Larutan Bandingkan Uji Pembuatan Media Uji Formulasi salep dengan hasil Sebanyak 20 gram nutrient uji sifat fisik terbaik adalah formula agar (NA), ditambahkan 1000 mL 2 dengan modifikasi konsentrasi 5%. dan 40%. dipanaskan tutup mulut erlenmeyer (Rostinawati, 2. Proses Uji Aktivitas Antibakteri Sebanyak 20 mL media NA biakan bakteri uji di cawan petri, digoyang-goyangkan Erna Prihandiwati & Anna Khumaira Sari | 383 Jurnal Ilmiah Ibnu Sina, 4. Oktober 2019, 380-390 p-ISSN: 2502-647X. e-ISSN: 2503-1902 memperoleh suspensi bakteri yang Susut pengeringan didapatkan sebesar 40,18%. didiamkan hingga padat. Sumuran Ekstraksi Daun Pepaya dibuat dengan diameter A 6 mm Berdasarkan penelitian yang dengan alat prevorator kemudian sudah dilakukan didapatkan serbuk teteskan pada sumur yang berbeda simplisia kering sebanyak 3. sebanyak 50 g larutan uji salep gram dan dilakukan maserasi dengan ekstrak etanol daun pepaya dengan serbuk 500 gram sebanyak 3 kali. berbagai konsentrasi . Maserasi dan 40%. ) serta kontrol pelarut sebanyak 2,5 L, remaserasi negatif . tanol 96%), basis salep dan pertama 2 L dan remaserasi kedua kontrol positif klindamisin. Lakukan sebanyak 1 L pelarut. Hasil total replikasi sebanyak 3 kali. Inkubasi maserat yang didapatkan dari proses pada suhu 37AC selama 24-48 jam maserasi dan remaserasi sebanyak kemudian diukur zona hambatnya 3610 mL. Rendemen yang dihasilkan (Zain, 2012. Rosinawati, 2. sebesar 13,76% (Prihandiwati dan Sari, 2. Besar kecilnya hasil HASIL DAN PEMBAHASAN rendemen menunjukan keefektifan Pembuatan Simplisia Daun Pepaya proses ekstraksi dipengaruhi oleh Daun jenis pelarut yang digunakan sebagai digunakan sebanyak 6. 520 gram, penyari, metode ekstraksi, ukuran kemudian dikeringkan dengan sinar matahari agar kadar airnya berkurang (Suryanto, 2012 et Susanty 2. Pembuatan Sediaan Salep yang tidak mudah rusak, dapat Basis penutupan pada kulit lebih tinggi dibandingkan dengan basis salep (Rosyiedi, 2. Simplisia kering lainnya (Rosyiedi, 2. Formulasi didapatkan berat konstan sebanyak 3900 gram (Prihandiwati dan Sari. Erna Prihandiwati & Anna Khumaira Sari | 384 Jurnal Ilmiah Ibnu Sina, 4. Oktober 2019, 380-390 p-ISSN: 2502-647X. e-ISSN: 2503-1902 Pembuatan salep ekstrak etanolik daun pepaya pada formula 1 Staphylococcus aureus secara in dan formula 2 mempunyai prinsip menggunakan metode difusi agar Metode pencampuran bahan dengan bentuk dengan membuat lubang-lubang pada berupa semi padat seperti vaselin album dan vaselin flavum serta bahan dengan bentuk padat seperti memasukkan larutan uji pada lubang cera alba dan cetaceum (Rosyiedi, tersebut (Pratiwi, 2. Metode sumuran dipilih pada penelitian ini Uji Sifat Fisik Salep Hasil uji sifat fisik salep basis praktis, cepat hidrokarbon menyimpulkan bahwa hasil, murah dan mudah. Selain itu formulasi 2 . asis vaselin flavum dan kelebihan metode ini adalah ekstrak akan berdifusi langsung ke dalam paling efektif dikarenakan memenuhi agar, sehingga senyawa antibakteri syarat 4 dari 5 parameter uji sifat fisik yaitu uji organoleptis, pH, dengan konsentrasi dan jumlah yang homogenitas dan daya sebar. Salep telah ditentukan (Anggraini dkk, ekstrak etanolik daun pepaya dengan Aktivitas antibakteri dapat basis hidrokarbon aman digunakan diamati dengan melihat zona bening untuk sediaan topical (Prihandiwati yang mengelilingi sekitar lubang dan Sari, 2. setelah dilakukan inkubasi (Pratiwi. Uji Antibakteri Uji aktivitas antibakteri adalah Pada uji aktivitas antibakteri metode pengujian untuk mengetahui menghambat pertumbuhan bakteri (Rustifah, 2. Pengujian aktivitas ekstrak dengan konsentrasi 5%. 20%, 30%, 40%, kontrol positif Erna Prihandiwati & Anna Khumaira Sari | 385 Jurnal Ilmiah Ibnu Sina, 4. Oktober 2019, 380-390 p-ISSN: 2502-647X. e-ISSN: 2503-1902 . , basis salep dan kontrol nutrisi dalam jumlah yang cukup negatif . tanol 96%). Kontrol positif sehingga dapat digunakan untuk pada penelitian ini dibuat untuk budidaya bakteri (Himedia, 2. Larutan Farland Klindamisin digunakan sebagai alat ukur untuk mengetahui jumlah bakteri dan untuk memperkirakan kepadatan sel yang pilihan utama pada terapi demam digunakan pada prosedur pengujian antimikroba (Sutton, 2. spektrum luas yang sensitif pada Tahap bakteri gram negatif (Cita, 2. Kontrol bakteri Staphylococcus aureus pada memastikan bahwa pelarut tidak media Na yang sudah padat lalu diberikan lubang dan diisi dengan kelompok uji (Saraswati, 2. Setelah Basis salep juga diuji pengukuran diameter zona bening untuk mengetahui apakah basis yang digunakan dalam sediaan salep tidak mempunyai aktivitas antibakteri. menggunakan jangka sorong dalam Proses kontaminasi pada proses pengujian . Hasil dari mikroba asing. Tahap kedua Berdasarkan Tabel adalah pembuatan media nutrient Gambar 1, menunjukkan hasil positif agar (N. Nutrient agar adalah bahwa ekstrak etanol daun pepaya untuk pertumbuhan mayoritas dari Staphylococcus aureus secara in selektif tapi mengandung sumber Erna Prihandiwati & Anna Khumaira Sari | 386 Jurnal Ilmiah Ibnu Sina, 4. Oktober 2019, 380-390 p-ISSN: 2502-647X. e-ISSN: 2503-1902 berarti tidak ada aktivitas antibakteri sekitaran lubang. Diameter zona pertumbuhan bakteri Staphylococcus Dan basis salep juga tidak 11,63A0,671441 mm dan terkecil ada aktivitas antibakteri dengan tidak pada konsentrasi 5% yaitu sebesar adanya zona bening. Hal ini sejalan 5,63A0,550757. dengan teori dimana mekanisme Kontrol menghasilkan zona bening dengan rata-rata diameter 24,43 mm. Kontrol negatif pada penelitian ini tidak menghasilkan zona bening yang Tabel 1. Hasil Pengukuran Diameter Zona Bening Konsentrasi Kontrol Positif Kontrol Negatif Basis Proses Replikasi Diameter Zona Hambat . 7,55 7,85 8,75 10,25 8,45 11,35 11,15 24,55 24,55 Rata-rata A SD . 5,63A0,5507 7,96A0,4856 9,13A0,9827 9,25A0,7365 11,63A0,6714 24,43A0,2021 60-95% konsentrasi maksimum etanol yang direkomendasikan dalam aktivitas Etanol Erna Prihandiwati & Anna Khumaira Sari | 387 Jurnal Ilmiah Ibnu Sina, 4. Oktober 2019, 380-390 p-ISSN: 2502-647X. e-ISSN: 2503-1902 kandungan air yang kecil sehingga Perbedaan bermakna tersebut kemungkinan terdapatnya aktivitas dimana klindamisin lebih efektif antibakteri juga kecil (Pratiwi, 2008. dan Radji, 2. selisih antara diameter zona hambat yang dihasilkan. Sedangkan untuk Konsentrasi 5% Konsentrasi 10% konsentrasi ekstrak yang diuji tidak terdapat perbedaan yang bermakna. Knsentrasi 20% Konsentrasi 30% ditandai dengan nilai Sig. dihasilkan pada hasil uji Independent Sample T-Test adalah 0,000 sehingga Konsentrasi 40% Basis konsentrasi ekstrak tersebut juga memiliki perbedaan. Perbedaan yang Kontrol Positif Kontrol Negatif Gambar 1. Hasil uji aktivitas konsentrasi ekstrak yang masih kecil. Tabel 2 menghasilkan nilai Sig 0,000 perbedaan yang Pada diperoleh sesuai dengan teori, karena antara berbagai konsentrasi ekstrak berbanding lurus dengan konsentrasi dengan klindamisin sebagai kontrol Tabel 2. Hasil Uji Independent Sample T-Test No. Konsentrasi Kontrol Positif Rata-rata Diameter Zona Hambat . 5,63 7,96 9,13 9,25 11,63 24,43 Sig. 0,000 Erna Prihandiwati & Anna Khumaira Sari | 388 Jurnal Ilmiah Ibnu Sina, 4. Oktober 2019, 380-390 p-ISSN: 2502-647X. e-ISSN: 2503-1902 Ekstrak etanol daun pepaya Staphylococcus metabolit sekunder. KESIMPULAN Dari yang telah ekstrak daun pepaya mempunyai aktiviats antibakteri dengan diameter 11,63A0,671441 mm dan terkecil pada konsentrasi 5% yaitu sebesar 5,63A0,550757. UCAPAN TERIMA KASIH Ucapan disampaikan kepada Direktur Riset Pengabdian Masyarakat. Direktorat Jenderal Penguatan Riset Pengembangan Kementrian Riset dan Teknologi Pendidikan Tinggi Republik Indonesia sebagai Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi. Kendalpayak. Malang. Seminar Nasional Konservasi Pemanfaatan Sumber daya Alam Anggraini. Novia Norlyta, 2017. Uji Sifat Fisik Formulasi Sediaan Emulgel Ekstrak Etanol Daun Pepaya (Carica papaya L. Dengan Berbagai Variasi Gelling Agent. Karya Tulis Ilmiah. Akademi Farmasi ISFI Banjarmasin. Banjarmasin Anief. Farmasetika. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta Cita, yatnita parama. Bakteri salmonella typhi dan demam Jurnal Vol. 6 No. 42Ae46 Himedia. Himedia Technical Data: Plate Count Agar (Standard Methods Aga. http://himedialabs. com/TD/M0 Kumar A. Antimicrobial Sensitivity Pattern Klebsiella pneumonia Isolated from Pus from Tertiarycar Hospital and Issues Related to the Rational Selection of Antimicrobials. Journal of Chemical and Pharmaceutical Research. : 326331. Pelczar. Michael J dan Chan. Dasar-Dasar Mikrobiologi Jilid I,Jakarta: UI Press. pemberi hibah dana penelitian. DAFTAR PUSTAKA