Jurnal Peduli Masyarakat Volume 2 Nomor 4. Desember 2020 e-ISSN 2721-9747. p-ISSN 2715-6524 http://jurnal. com/index. php/JPM PEMBERDAYAAN MASYARAKAT BERBASIS DARING DI DESA BUKIAN. BALI DALAM UPAYA PENCEGAHAN PENYEBARAN COVID-19 Pande Ayu Naya Kasih Permatananda*. Anak Agung Sri Agung Aryastuti. Putu Nita Cahyawati. Desak Putu Citra Udiyani Departemen Farmakologi dan farmasi. Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan. Universitas Warmadewa. Tln teropong No 24 Denpasar. Bali. Indonesia 80235 *nayakasih@gmail. ABSTRAK Upaya pencegahan penyebaran COVID19 saat ini merupakan hal yang penting untuk dilakukan oleh Sebagai salah satu desa yang berlokasi dekat dengan sentra pariwisata Bali. Desa Bukian diharapkan dapat lebih waspada dalam menanggulangi penyebaran virus COVID19. Namun, tingkat pengetahuan masyarakat yang rendah, sikap masyarakat yang acuh, serta sosialiasi yang masih kurang menjadikan upaya pencegahan penyebaran COVID19 oleh masyarakat Desa Bukian belum berjalan Kegiatan pemberdayaan masyarakat di Desa Bukian berlangsung selama 1 bulan berupa pemberian edukasi dengan metode daring menggunakan aplikasi whatsapp dan pendampingan intensif satu mahasiswa satu peserta yang menyasar keluarga dan anggota satgas COVID19 di Desa Bukian, dengan total 10 mahasiswa dan 10 peserta kegiatan. Kegiatan berjalan lancar dan antusiasme peserta cukup baik. Kuisioner pre-test dan post-test diberikan untuk mengevaluasi peningkatan pengetahuan dan sikap peserta kegiatan dengan hasil analisis menggunakan uji wilcoxon didapatkan peningkatan pengetahuan dan sikap yang bermakna signifikan . ilai p <0,. Kata Kunci: bali. desa bukian. pemberdayaan masyarakat ONLINE BASED COMMUNITY EMPOWERMENT IN BUKIAN VILLAGE. BALI AS AN EFFORT TO PREVENT COVID19 TRANSMISSION ABSTRACT Preventing COVID19 transmission in community is currently important. As one of villages located close to BaliAos tourism centre. Bukian village is expected to be more vigilant in preventing the spread of COVID19. However, the public knowledge about COVID19 was low, the people was careless with pandemic situation, and public socialization was limited, making the effort in preventing the transmission of the disease at that time had not run optimally. This community empowerment activities lasted for 1 month in the form of providing education with online methods and intensive mentoring of one student, one participant, targeting families and members of the COVID19 task force, with a sum of 10 students and 10 participants. All activities went well and enthusiasm of participants was quite good. Pre-test and post-test questionnaires were given to evaluate the increase in the knowledge and attitudes of the participants, then analyzed by wilcoxon test and there was a significant increase in knowledge and attitude of participants . value <0,. Keywords: bali. bukian village. community empowerment. Jurnal Peduli Masyarakat. Volume 2 No 4 Hal 187 - 196. Desember 2020 Global Health Science Group PENDAHULUAN Saat ini dunia tengah menghadapi bahaya pandemi virus Corona yang sesungguhnya telah diidentifikasi sejak tahun 1960 silam (Al-Osail & Al-Wazzah, 2. Virus corona memiliki beberapa jenis tipe yang diketahui dapat menimbulkan berbagai gejala penyakit dari ringan sampai berat seperti Middle East Respiratory Syndrome (MERS) dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS) (Susilo et al. , 2. Coronavirus disease 2019 (COVID-. termasuk dalam golongan zoonosis . itularkan antara hewan dan manusi. Penelitian menyebutkan bahwa SARS ditransmisikan dari kucing luwak . ivet cat. ke manusia, sedangkan MERS dari unta ke manusia, namun adapun hewan yang diduga menjadi sumber penularan COVID-19 hingga saat ini belum diketahui (Direktorat P2P Kemenkes RI, 2. WHO (World Health Organizatio. awalnya menyebut penyakit menular ini sebagai Novel Coronavirus-Infected Pneumonia (NCIP) dan virus itu diberi nama 2019 novel coronavirus . 9-nCoV), dan diganti secara resmi menjadi Corona Virus Disease-19 (COVID-. pada 11 Februari 2020 melalui media social tweeter. Wabah COVID-19 dimulai di Wuhan. Provinsi Hubei. Cina pada Desember 2019, wabah saat ini secara resmi merupakan pandemik (Tim Kerja Kemendagri, 2. Berdasarkan data sebaran WHO, pada tanggal 26 April 2020, secara global di 213 Negara 794 kasus terkonfirmasi, jumlah kematian mencapai 193. Di Indonesia 882 positif, 1. 107 sembuh yang merupakan 12,46% dari data terkonfirmasi, dan 743 meninggal yang merupakan 8,365% dari terkonfirmasi. Di Bali, terdapat 186 terkonfirmasi, 75 sembuh, dan 4 meninggal (Dinkes Bali, 2. Bali merupakan daerah rawan terhadap penyebaran virus COVID-19 mengingat laju pariwisata yang tinggi. Berdasarkan data sebaran Dinas Kesehatan Provinsi Bali pada tanggal 26 April 2020 di Bali terdapat 9 kabupaten yang memiliki prevalensi yang beragam diantaranya: . Kabupaten Denpasar 46 positif, 17 sembuh, 2 meninggal, dan 27 sedang dirawat . Kabupaten Bangli 27 positif, 8 sembuh, 0 meninggal, dan 19 sedang di rawat. Kabupaten Buleleng 21 positif, 9 sembuh, 0 meninggal, dan 12 sedang di rawat. Kabupaten Gianyar 20 positif, 5 sembuh, 0 meninggal, dan 15 sedang di rawat. Kabupaten Karangasem 15 positiif, 7 sembuh, 0 meninggal, dan 8 sedang dirawat. Kabupaten Klungkung 13 positif, 6 sembuh, 0 meninggal, dan 7 sedang dirawat. Kabupaten Badung 12 positif, 6 sembuh, 0 meninggal, dan 6 sedang di rawat. Kabupaten Jembrana 11 positif, 5 sembuh, 0 meninggal, dan 6 sedang dirawat. Kabupaten Tabanan 9 positif, 6 sembuh, 0 meninggal, dan 3 sedang di rawat (Dinkes Bali, 2. Desa Bukian merupakan desa yang terletak di Kecamatan Payangan. Kabupaten Gianyar. Provinsi Bali. Indonesia. Sebagian besar masyarakat desa Bukian bekerja sebagai petani, namun oleh karena lokasi desa Bukian cukup dekat dengan sentra pariwisata Bali yaitu Ubud, sehingga banyak masyarakat desa Bukian yang berprofesi sebagai karyawan di sektor pariwisata. Berkaitan dengan hal tersebut. Desa Bukian menjadi salah satu desa di Bali yang rentan akan penularan COVID-19. Berdasarkan hasil observasi pada bulan Maret 2020 didapatkan bahwa dalam rangka pencegahan COVID19, desa Bukian tidak menerapkan tindakan khusus, selain mensosialisasikan anjuran atau himbauan pemerintah, seperti physical distancing, meskipun sebagian besar warga masih beraktivitas seperti biasa tanpa perubahan. Jalur keluar masuk desa pun belum mendapat perlakuan khusus dalam Jurnal Peduli Masyarakat. Volume 2 No 4 Hal 187 - 196. Desember 2020 Global Health Science Group rangka mencegah penyebaran COVID19. Sosialisasi yang dilakukan oleh dinas terkait COVID19 dan tindakan pencegahan penyebarannya di Desa Bukian masih sangat kurang, sehingga masyarakat tidak memiliki kewaspadaan yang baik dalam rangka mencegah Desa Bukian juga diketahui merupakan salah satu desa dengan jumlah KK miskin yang tinggi, sehingga pandemi COVID19 diperkirakan akan berdampak besar dengan aktivitas maupun social ekonomi masyarakat setempat. Universitas Warmadewa melalui tim Program Kemitraan Masyarakat bersama dengan tim Kuliah Kerja Nyata Darurat Kesehatan COVID19 menyelenggarakan program pemberdayaan masyarakat dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan serta mengubah sikap masyarakat Desa Bukian dalam upaya pencegahan penyebaran COVID19. METODE Berdasarkan hasil observasi dan wawancara didapatkan banyaknya penyimpangan terhadap perilaku pencegahan penyebaran COVID19 di Desa Bukian yang diakibatkan karena masih minimnya pengetahuan masyarakat terkait COVID19, sehingga program difokuskan pada peningkatan pengetahuan dan perubahan sikap masyarakat Desa Bukian dalam menghadapi COVID19 yaitu melalui edukasi. Adapun program edukasi yang dilakukan meliputi edukasi penggunaan masker yang baik dan benar, edukasi physical distancing, edukasi protokol kesehatan selepas bepergian, dan edukasi dalam memilah informasi COVID19 yang tepat. Kegiatan edukasi dilakukan selama kurang lebih 1 bulan dari bulan Maret 2020-April 2020, dengan masing-masing topik edukasi diberikan secara berurutan setiap minggu. Edukasi diberikan melalui daring menggunakan aplikasi whatsapp, yang ditujukan pada keluarga binaan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Warmadewa (FKIK Unwa. dan Satgas COVID19 Desa Bukian. Setiap keluarga diwakili oleh ayah/ibu dan satgas berjumlah total 10 orang, masing-masing didampingi oleh satu orang mahasiswa yang bertugas sebagai penyuluh dan melakukan pemantauan secara intensif. Setiap mahasiswa yang bertugas sudah diberikan pembekalan dan penyamaan persepsi sebelum melakukan Evaluasi kegiatan meliputi keberhasilan dalam indikator input, outcome, dan output . Indikator input meliputi terselenggaranya kegiatan dan antusiasme peserta dalam mengikuti kegiatan. Peningkatan pengetahuan sekaligus sebagai indikator outcome ditunjukkan melalui kuisioner yang diberikan di awal kegiatan minggu I . re-tes. dan di akhir kegiatan minggu IV . ost-tes. Kuisioner untuk menilai pengetahuan berisi 10 pertanyaan pilihan ganda. Perubahan sikap sebagai indikator output dinilai dengan kuisioner dengan penilaian menggunakan skala likert, dengan rincian nilai 3 sebagai setuju, nilai 2 sebagai kurang setuju, dan nilai 1 sebagai tidak setuju. Kuisioner sikap juga diberikan berupa pre-test dan post-test. Hasil kuisioner pengetahuan dan kuisioner sikap akan dianalisis dengan menggunakan uji paired t-test jika data terdistribusi normal dan wilcoxon jika data tidak terdistribusi normal, dengan nilai p <0. 05 dinyatakan bermakna. Jurnal Peduli Masyarakat. Volume 2 No 4 Hal 187 - 196. Desember 2020 Global Health Science Group HASIL DAN PEMBAHASAN Seluruh program kegiatan dilakukan dari bulan Maret-April 2020 di awal situasi pandemi yang mengakibatkan seluruh kegiatan dilakukan dengan metode daring tanpa mengurangi esensi dari kegiatan tersebut. Penyampaian edukasi dilakukan dari mahasiswa yang bertugas sebagai pendamping keluarga, dengan menggunakan aplikasi Whatsapp seperti yang terlihat pada gambar 1. Aplikasi whatsapp dipilih karena aplikasi ini dimiliki dan digunakan oleh seluruh peserta kegiatan yang merupakan keluarga binaan FKIK Universitas Warmadewa dan Satgas COVID Desa Bukian. Untuk mempermudah penyampaian informasi, juga digunakan media bantu berupa poster elektronik yang disampaikan melalui whatsapp, poster-poster edukasi yang digunakan bisa dilihat pada Sebelum mengikuti kegiatan, peserta kegiatan menandatangani pakta integritas untuk mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dari awal hingga akhir. Karakteristik peserta kegiatan dapat dilihat pada tabel 1. Gambar 1. Pretest dengan Menggunakan Aplikasi Whatsapp Jurnal Peduli Masyarakat. Volume 2 No 4 Hal 187 - 196. Desember 2020 Global Health Science Group Gambar 2. Poster yang Digunakan dalam Edukasi (Sumber: Kemenkes RI, 2. Tabel 1. Karakteristik Peserta Kegiatan . Karakteristik f (%) Rata-rata A simpang baku 1 Umur 2 A 5,1 2 Jenis kelamin Laki-laki 7 . %) Perempuan 3 . %) 3 Pekerjaan Ibu Rumah Tangga Karyawan swasta Wiraswasta 4 Pendidikan Tamat SMP Tamat SMA Diploma/S1 2 . %) Pada minggu pertama bulan April 2020, peserta diberikan edukasi mengenai penggunaan masker yang baik dan benar. Edukasi ini diberikan karena berdasarkan hasil observasi banyak sekali warga desa Bukian yang belum menggunakan masker ataupun masih salah dalam penggunaan masker. Adapun alasannya adalah kelangkaan masker terutama masker medis yang sulit didapatkan pada saat itu. Edukasi yang diberikan meliputi tujuan penggunaan masker, pemilihan masker yang efektif menggantikan kelangkaan masker bedah, serta penggunaan masker kain berulang. Disarankan untuk memilih masker dengan tiga atau dua lapis dengan tissue di tengahnya untuk menjadikan masker kain semakin efektif untuk perlindungan diri dari penularan. Juga disampaikan untuk senantiasa masker kain sesering mungkin setelah digunakan (Sharma et al. , 2. Antusiasme peserta selama Jurnal Peduli Masyarakat. Volume 2 No 4 Hal 187 - 196. Desember 2020 Global Health Science Group mengikuti kegiatan cukup baik, tidak ada yang tidak hadir saat sedang pemberian edukasi maupun pendampingan. Minggu kedua bulan April 2020, edukasi dilanjutkan mengenai physical distancing. Hasil observasi pada waktu itu menunjukkan meskipun pandemi sudah dimulai, namun beberapa warga mengaku masih bepergian ke pasar, melakukan aktivitas keagamaan tanpa protokol Kesehatan atau belum adanya protokol pembatasan fisik yang jelas dalam beraktivitas untuk mencegah penularan COVID19. Physical distancing adalah keadaan dimana seseorang harus menjaga jarak dengan orang lain agar tidak saling bersentuhan. Tidak hanya menjauhi kerumunan, physical distancing dianjurkan untuk dilakukan dimana saja termasuk saat seseorang berada dirumah. Jarak minimal untuk dapat dikatakan physical distancing adalah 1 meter. Edukasi mengenai physical distancing yang diberikan berupa, anjuran untuk tetap dirumah jika tidak ada kepentingan, menjaga jarak saat berada di dekat orang lain minimal 1 meter, tidak bersalaman atau menyentuh bagian tubuh orang lain, bekerja dari rumah dan upayaupaya lainnya (Chu et al. , 2. Selama kegiatan minggu ke dua, antusiasme warga juga cukup baik dengan kehadiran sesuai waktu yang dijanjikan. Apabila ada kendala teknis seperti sinyal atau koneksi yang kurang baik, maka edukasi diberikan melalui telepon. Meskipun sedang dalam situasi pandemi, banyak warga yang tetap bekerja dan bepergian ke luar rumah, sehingga penting untuk memberikan edukasi terkait protokol kesehatan yang harus dilakukan selepas bepergian. Edukasi mengenai protokol kebersihan setelah keluar dari rumah berupa anjuran untuk membersihkan diri baik dengan cara mandi maupun cuci tangan yang benar menggunakan alkohol maupun sabun, dapat pula penggunaan desinfektan untuk membersihkan pakaian maupun barang-barang yang dibawa pada saat keluar rumah (Chen et al. , 2. Informasi mengenai Covid-19 yang telah beredar di masyarakat sangatlah banyak. Tidak sedikit diantaranya adalah hoaks, hoaks merupakan kabar palsu yang sering muncul di internet dan memiliki tujuan untuk menimbulkan keresahan dan kepanikan masyarakat. Menurut kementerian komunikasi dan informasi, sudah tercatat hampir 500 kasus konten hoaks dan disinformasi yang berkaitan dengan informasi mengenai virus Covid-19 pada bulan April 2020 (Kominfo, 2. Seiring dengan terjadinya pandemi ini, tidak sedikit pula orang-orang yang memanfaatkannya dengan mengirimkan berita-berita palsu atau hoax contohnya melalui aplikasi chat secara daring atau media sosial lain. Melihat hal tersebut, menjadi perlu untuk memberikan edukasi kepada warga terkait sumber informasi COVID19 yang dapat dipercaya, memilah informasi hoaks, serta untuk tidak turut menyebarkan informasi yang tidak valid. Penyebaran berita bohong di tengah wabah COVID19 memiliki dampak negatif, sehingga masyarakat perlu dibiasakan untuk tidak turut serta dan melaporkan apabila menemukan informasi palsu untuk segera diklarifikasikan sehingga tidak menambah resah masyarakat (Juditha, 2019. Chumairoh. Jurnal Peduli Masyarakat. Volume 2 No 4 Hal 187 - 196. Desember 2020 Global Health Science Group Evaluasi kegiatan dilakukan sebelum edukasi dimulai dan setelah diberikan edukasi. Evaluasi meliputi ketercapaian indikator input, outcome, beserta output. Indikator input yakni terselenggaranya seluruh program kegiatan yang direncanakan dengan baik, peserta kegiatan merasa terbantu serta mendapatkan manfaat dari kegiatan yang dilakukan. Indikator outcome yang dimaksud adalah peningkatan pengetahuan peserta kegiatan yang dinilai dari hasil pre-test dan post-test. Tabel 2 menunjukkan terdapat peningkatan rata-rata nilai post-test sebesar 3,2 dibandingkan nilai pre-test dan bermakna signifikan . ilai p<0,. menurut analisis statistik dengan menggunakan uji wilcoxon. Perubahan sikap sebagai indikator output didapatkan juga peningkatan nilai sikap yang lebih baik pada posttest dibandingkan pretest sebesar 3,2 dan bermakna signifikan . ilai p <0,. juga dengan uji statistik wilcoxon, yang dapat dilihat pada tabel 3. Tabel 2. Hasil Uji Analisis Statistik Peningkatan Pengetahuan . Variabel Rata-rataAsimpang Pengetahuan sebelum mengikuti 5,9 A 0,99 Pengetahuan setelah mengikuti 9,1 A 0,73 Tabel 3 Hasil Uji Analisis Statistik Perubahan Sikap . Variabel Rata-rataAsimpang Sikap sebelum mengikuti kegiatan 28,2 A 1,66 Sikap setelah mengikuti kegiatan 25,0 A 0,81 Selain dengan menggunakan kuisioner, juga kembali dilakukan wawancara dan observasi setelah kegiatan dan didapatkan bahwa peserta kegiatan menjadi lebih paham terkait pandemi COVID19 beserta upaya yang harus dilakukan untuk menanggulangi penyebaran COVID19. Warga juga secara aktif memberikan dukungan terhadap pembentukan satgas COVID19 di Desa Bukian dan mematuhi setiap protokol kesehatan yang digalakkan oleh pemerintah setempat. Pendampingan intensif meskipun dilakukan melalui daring disertai integritas peserta kegiatan merupakan salah satu tonggak keberhasilan edukasi ini. Beberapa literatur menyebutkan bahwa proses pembelajaran melalui media daring seringkali tidak efektif dan efisien (Khusniyah & Hakim, 2019. Simatupang et al. , 2. sehingga untuk menyukseskan penyuluhan daring ini, tim memutuskan untuk melakukan pendampingan intensif dengan metode one student one client untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi penyampaian informasi kepada peserta kegiatan, yaitu satu peserta kegiatan didampingi oleh satu mahasiswa (Wuriningsih et al. , 2. Metode lain yang dapat digunakan untuk meningkatkan proses pembelajaran peserta kegiatan agar lebih aktif antara lain seperti pendekatan belajar aktif melibatkan tutor atau fasilitator dalam kelompok Jurnal Peduli Masyarakat. Volume 2 No 4 Hal 187 - 196. Desember 2020 Global Health Science Group kecil (Permatananda et al. , 2. atau dapat juga dengan melakukan demonstrasi disertai simulasi yang dapat menarik perhatian peserta kegiatan (Pandit et al. , 2. SIMPULAN Kegiatan ini menitikberatkan pada pemberian edukasi terkait COVID19 terutama dalam upaya pencegahan penyebaran COVID19 di Desa Bukian. Kecamatan Payangan. Kabupaten Gianyar. Walaupun sasarannya hanyalah sebuah kelompok kecil di Desa Bukian, namun diharapkan dapat menjadi penggagas dalam meningkatkan kesadaran warga desa Bukian terhadap keberadaan COVID19. Untuk meningkatkan pemberian edukasi berbasis daring, maka dilakukan pendampingan intensif dengan metode one student one client dalam membantu efektivitas dan efisiensi program kegiatan. Hasil evaluasi menunjukkan keseluruhan kegiatan berhasil meningkatkan pengetahuan peserta kegiatan dan perubahan sikap peserta kegiatan yang sebelumnya tidak tahu atau apatis terhadap covid19 menjadi tahu dan turut aktif dalam melakukan pencegahan penyebaran covid19 di keluarga dan masyarakat. UCAPAN TERIMAKASIH Kami mengucapkan terima kasih kepada Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (UP2M) FKIK Universitas Warmadewa atas dukungan dan bantuan yang diberikan, sehingga kegiatan ini dapat terselenggara. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada mahasiswa kelompok 2 program KKN Darurat Kesehatan Universitas Warmadewa. Kepala Desa berserta warga desa Bukian, serta seluruh pihak yang sudah membantu dan turut berpartisipasi dalam kegiatan ini. DAFTAR PUSTAKA