Adiguna: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat http://jurnal. id/index. php/adiguna PELATIHAN PENGAJARAN BERBAHASA LISAN MENGGUNAKAN METODE DRAMATISASI DI SD NEGERI 2 RAJABASA JAYA BANDAR LAMPUNG Rohana1. Riska Alfiawati2. Dian Permanasari3. Dwi Fika Surya Amanda4. Zahra Dhia Nadhifa5 STKIP PGRI Bandar Lampung Rohanaana566@gmail. com, 2riskaalfiawati@gmail. Dianpermana@gmail. dwivikaamanda@gmail. com, 5zahradhianadhifa@gmail. Abstrak: Kurangnya pemahaman dalam pengajaran Bahasa lisan dan penggunaan metode pengajaran yang belum bervariasi bagi guru-guru SD Negeri 2 Rajabasa Jaya dapat diatasi dengan pelatihan pengajaran berbahasa lisan menggunakan metode Dramatisasi. Kegiatan ini diselenggarakan di SD Negeri 2 Rajabasa Jaya Bandar Lampung pada tanggal 29 Oktober 2024. Metode dramatisasi merupakan metode yang menyenangkan bagi guru dan peserta didik dalam pengajaran bahasa lisan. Metode Ini juga menggunakan berbagai macam model dengan fasilitas yang disediakan. Metode dramatisasi memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk melatih kemampuan berbicaranya dalam latar belakang sosial dan fungsional yang berbeda. Hasil dari pelaksanan kegiatan pengabdian menunjukkan bahwa metode dramatisasi efektif dalam meningkatkan motivasi dalam pengajaran bahasa lisan pada siswa. Melalui kegiatan pengabdian ini juga dapat melatih keterampilan berbicara dalam komunikasi lisan sederhana dan membuat pembelajaran menjadi menyenangkan. Diharapkan kegiatan pelatihan pengajaran bahasa lisan seperti ini dapat terus berlanjut, sehingga dapat memiliki kesempatan belajar bahasa lisan lebih lanjut dan tidak hanya pada keterampilan mengajar tetapi juga dalam keterampilan pengajaran bahasa lainnya. Kata Kunci: Pengajaran bahasa lisan, metode dramatisasi Abstract: Understanding in teaching spoken language and the use of teaching methods that have not been varied for teachers of SD Negeri 2 Rajabasa Jaya can be overcome by training in teaching spoken language using the Dramatization method. This activity was held at SD Negeri 2 Rajabasa Jaya Bandar Lampung on October 29, 2024. The dramatization method is a fun method for teachers and students in teaching spoken This method also uses various models with the facilities provided. The dramatization method provides opportunities for students to practice their speaking skills in different social and functional backgrounds. The results of the implementation of community service activities show that the dramatization method is effective in increasing motivation in teaching spoken language to students. Through this community service activity, speaking skills can also be trained in simple oral communication and make learning fun. It is hoped that oral language teaching training activities like this can continue, so that they can have the opportunity to learn spoken language further and not only in teaching skills but also in other language teaching skills. Keywords: Teaching spoken language, dramatization method Pelatihan Pengajaran Berbahasa Lisan Menggunakan Metode Dramatisasi di SD Negeri 2 Rajabasa Jaya Bandar Lampung PENDAHULUAN Tujuan dari pendidikan adalah adanya proses perubahan pada aspek kognitif, afektif seseorang atau kelompok dan usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan. Pendidikan merupakan sebuah proses interaksi dan pelatihan antara dua orang atau lebih, antara guru dan peserta didik yang mana menghasilkan suatu perubahan sikap dan tingkah laku kearah yang lebih baik. Masalah pendidikan adalah kehidupan bersama, baik kehidupan di dalam keluarga maupun di dalam masyarakat, pendidikan itu merupakan suatu kegiatan yang sangat penting karena menentukan bagi kehidupan manusia dan kebudayaannya. Bahasa adalah kemampuan yang sangat penting bagi setiap individu, demikian juga halnya pada anak. Anak usia dini sebagai makhluk sosial yang dalam menjalani kesehariannya tak luput dari berinteraksi dengan sesama teman ataupun orang dewasa untuk membantu memenuhi kebutuhannya. Anak dapat mengekspresikan apa yang ia pikirkan dengan menggunakan bahasa sehingga orang dewasa dapat menangkap apa yang dipikirkan anak. Gorys Keraf menyatakan bahwa ragam bahasa lisan adalah bahasa yang dihasilkan oleh alat . peech orga. dengan fonem sebagai unsur dasar. Bahasa lisan sangat berhubungan dengan tata Bahasa, lafal dan kosa kata. Dalam ragam lisan, ahasa memiliki unsur suprasegmental yang berupa nada, tekanan dan intonasi serta unsur paralingual yakni berupa gerak gerik pembicara seperti gerakan kepala, mata dan tangan yang memberikan efek terhadap hasil komunikasi. Kemampuan dalam berbahasa lisan dengan menerapkan suprasegmental dan paralingual yang tepat akan memudah kan orang lain memahami isi Bahasa yang dibicarakan. Keterampilan tersebut dapat dilihat sebagai hasil pembelajaran peserta didik dalam pelajaran Bahasa Indonesia di kelas. Metode merupakan suatu alat dalam pelaksanaan pendidikan, yakni yang digunakan dalam penyampaian materi tersebut. Materi pelajaran yang pun kadang-kadang berkembang dan sulit diterima oleh peserta didik, karena cara atau metode Namun, sebaliknya suatu pelajaran yang sulit akan mudah diterima oleh peserta didik, karena penyampaian dan metode yang digunakan mudah dipahami, tepat dan menarik. Penting bagi guru untuk bisa memilih metode pembelajaran yang tepat untuk digunakan dalam kegiatan belajar Menurut Lutvaidah . setiap materi pembelajaran tidak dapat menggunakan metode pembelajaran yang sama, oleh karena itu sebelum mengajar seorang guru harus memilih metode pembelajaran yang sesuai dengan materi. Apabila guru salah dalam memilih metode pembelajaran yang akan digunakan dalam kegiatan belajar mengajar, hal ini akan menyebabkan menyampaikan materi pembelajarannya. Kesalahan dalam pemilihan metode pembelajaran juga akan menyebabkan tidak tercapainya tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan. Seorang guru yang baik, harus memiliki standar kompetensi pedagogik yang salah satu aspeknya adalah menguasai metode pembelajaran yang kreatif dan inovatif. Salah satu model dilakukan oleh Guru di kelas adalah dengan menerapkan model pembelajaran Metode dramatisasi menurut kamus Besar Bahasa Indonesia adalah penyesuaian cerita untuk pertunjukan pendramaan, hal membuat suatu peristiwa menjadi mengesankan atau Rohana. Riska Alfiawati. Dian Permanasari. Dwi Fika Surya Amanda. Zahra Dhia Nadhifa Adiguna: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat. Vol. No. pembacaan puisi atau prosa secara drama. Jadi Dramatisasi adalah teknik pengajaran yang menggunakan ekspresi. Pada dramatisasi ini biasanya anak-anak sendiri sebagai pelaku untuk mendramatisasikan segala peristiwa atau cerita-cerita masa Pengajaran melalui dramatisasi dapat dilakukan dalam bentuk pageant, bermain-main peranan, atau sosiodrama. Oleh karena itu berkaitan dengan metode pengajaran berbahasa lisan menjadi permasalan mitra yang menjadi fokus pada kegiatan PKM pada semester ganjil TA 2023/2024 di SDN 2 Rajabasa Jaya Bandar Lampung. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini menekankan pada topik yang memfokuskan pada pengajaran berbahasa lisan menggunakan metode dramatisasi agar lebih efektif terhadap peningkatan keaktifan peserta didik dibandingkan dengan metode ceramah. Topik diatas menjadi bagian dari fokus mitra dalam menggunakan metode Dramatisasi sehinga pembelajaran dapat mencapai tujuan yang telah ditetapkan berbahasa lisan yang maksimal. Tujuan PKM yang dilakukan di SD Negeri 2 Rajabasa Jaya meningkatkan kemapuan mengajar dengan baik dan menjadikan guru-guru lebih bervariasi dalam menggunakan metode mengajara serta siswa-siswi lebih percaya menggunakan bahasa lisan. Berdasarkan masalah tersebut dan atas kesepakatan dengan Kepala SD Negeri 2 Rajabasa Jaya kami berinisiatif untuk mengajukan proposal kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat kepada STKIP PGRI Bandar Lampung dalam bentuk Pelatihan Pengajaran Berbahasa Lisan dengan Metode Dramatisasi bagi Guru SD Negeri 2 Rajabasa Jaya Bandar Lampung. Kegiatan Pengabdian Masyarakat ini khusus ditujukan untuk Guru-guru SDN 2 Rajabasa Jaya yang berjumlah 12 orang. Pelatihan akan dilaksanakan dengan dua tahap yaitu teori dan praktek atau penerapannya yang berupa contoh-contoh kegiatan yang dapat memperkuat kemampuan menggunakan metode Dramatisasi bagi Guru-guru SD Negeri 2 Rajabasa Jaya. Kerjasama sekolah mitra dan peran aktifnya dalam kegiatan pelatihan sangat diharapkan demi keberhasilan pelatihan ini. Dalam pelatihan ini akan didukung oleh beberapa narasumber yang akan menyampaikan Pembelajaran di sekolah, terdapat banyak unsur yang saling berkaitan dan menentukan keberhasilan dalam proses belajar mengajar. Unsur-unsur tersebut peserta didik. Siswa sebagai subjek dalam proses tersebut juga sangat berperan dalam keberhasilan kegiatan belajar mengajar. Bahasa lisan menurut Gorys Keraf adalah bahasa yang dihasilkan oleh alat . peech orga. dengan fonem sebagai unsur dasar. Berbahasa lisan atau berbicara adalah salah satu aspek keterampilan berbahasa. Aspek-aspek keterampilan bahasa lainnya adalah menyimak, membaca, dan menulis. Keempat aspek tersebut berkaitan erat, antara berbicara dengan menyimak, berbicara dengan membaca. Hubungan Berbicara dengan Menyimak Berbicara dan menyimak adalah dua kegiatan yang berbeda namun berkaitan erat dan tak terpisahkan. Kegiatan menyimak didahului oleh kegiatan berbicara. Kegiatan berbicara dan menyimak saling komunikasi lisan, seperti dalam bercakapcakap, diskusi, bertelepon, tanya-jawab, interview, dan sebagainya. Berdasarkan pernyataan diatas kita bisa menyimpulkan bahwa kemampuan berbahasa lisan sangatlah penting bagi Pelatihan Pengajaran Berbahasa Lisan Menggunakan Metode Dramatisasi di SD Negeri 2 Rajabasa Jaya Bandar Lampung siswa untuk dapat berkomunikasi dan berinteraksi dengan baik dengan orangorang disekitarnya. Dalam proses belajar mengajar pemilihan dan penggunaan metode yang tepat dalam menyajikan suatu materi serta memahami segala sesuatu yang disajikan guru, sehingga melalui tes hasil belajar dapat diketahui peningkatan prestasi belajar siswa. Melalui pembelajaran yang tepat, siswa diharapkan mampu memahami dan menguasai materi ajar sehingga dapat berguna dalam kehidupan Nyata. Belajar akan menjadi lebih efektif apabila kegiatan belajar mengajar sesuai dengan (Semiawan, 2003:. Metode merupakan yang digunakan dalam penyampaian materi tersebut. Materi pelajaran yang mudah pun kadang-kadang sulit berkembang dan sulit diterima oleh peserta didik, karena cara atau metode yang digunakannya kurang tepat. Namun, sebaliknya suatu pelajaran yang sulit akan mudah diterima oleh peserta didik, karena penyampaian dan metode yang digunakan mudah dipahami, tepat dan menarik. Metode pembelajaran menurut Reigeluch . adalah mempelajari sebuah proses yang mudah diketahui, diaplikasikan dan diteorikan dalam membantu pencapaian hasil belajar. Berbagai metode dilakukan untuk menjamin guru dan siswa mampu mengembangkan proses belajar mengajar untuk menunjang pencapaian hasil belajar dalam menunjang kualitas pendidikan. Itulah prinsip dasar dari metode pembelajaran yaitu taktis, teknis dan praktis untuk diterapkan oleh guru dan siswa dalam mencapai hasil belajar Secara umum, ada perubahan besar dalam pendidikan di Indonesia melalui program MBKM (Merdeka Belajar Kampus Merdek. Cara pandang dan paradigma baru ini, diharapkan dapat membawa hasil yang bermanfaat dalam mencetak sumber daya manusia yang Melalui hal ini, diharapkan kita dapat memahami bahwa memperoleh ilmu dengan belajar di kampus saja, namun dapat dilakukan di luar kampus. Belajar tidak hanya bidang akademik tetapi harus kegiatan-kegiatan lainnya maka dari itu kami melibatkan mahasiswa untuk terjun langsung dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat tersebut yang nantinya mahasiswa bisa pembelajaran yang bervariasi di sekolahsekolah yang lain. Berdasarkan analisis situasi tersebut dan atas persetujuan Kepala SD Negeri 2 Rajabasa Jaya kami berinisiatif untuk Pengabdian Kepada Masyarakat kepada STKIP PGRI Bandar Lampung dengan tema Pelatihan Pengajaran Berbahasa Lisan Menggunakan Metode Dramatisasi Bagi Guru SD Negeri 2 Rajabasa Jaya Bandar Lampung Berdasarkan maka yang menjadi permasalahan dalam kegiatan ini sebagai berikut: Belum adanya sosialisasi atau kegiatan pelatihan pengajaran Bahasa Indonesia Khususnya pada materi bahasa lisan. Kurangnya pemahaman dalam penggunaan metode pembelajaran Dramatisasi. Berdasarkan analisis situasi tersebut dan atas persetujuan Kepala SD Negeri 2 Rajabasa Jaya kami berinisiatif untuk Pengabdian Kepada Masyarakat kepada STKIP PGRI Bandar Lampung dengan tema Pelatihan Pengajaran Berbahasa Lisan Menggunakan Metode Dramatisasi Bagi Guru SD Negeri 2 Rajabasa Jaya Bandar Lampung. Melalui kegiatan tersebut diharapkan dapat mengatasi kurangnya pemahaman Rohana. Riska Alfiawati. Dian Permanasari. Dwi Fika Surya Amanda. Zahra Dhia Nadhifa Adiguna: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat. Vol. No. dalam pengajaran bahasa lisan dan penggunaan metode pengajaran yang belum bervariasi. Dalam kegiatan pendampingan tersebut guru-guru di sekolah mitra akan mengisi lembar angket atau kuesioner terkait pelaksanaan pelatihan pengajaran Bahasa Lisan dengan metode Dramatisasi. Data angket atau Data yang sudah dioleh dan dideskripsikan akan menjadi hasil kesimpulan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini. METODE Pelatihan Pengajaran Bahasa Lisan denganMetode Dramatisasi bagi guruguru SD Negeri 2 Rajabasa Jaya telah dilaksanakan pada tanggal 29 Oktober 2024 bertempat di SD Negeri 2 Rajabasa yang beralamat di Jl. Saburai Sukajaya Rajabasa Jaya Kec. Rajabasa Bandar Lampung. Kegiatan ini berlangsung selama satu hari, dimulai pukul 08. sampai dengan 15. 00 dengan waktu 30 sampai dengan 12. Peserta kegiatan ini adalah guru-guru SD Negeri 2 Rajabasa yang berjumlah 12 Pembicara pelaksanaan pelatihan ini adalah tim pengabdian masyarakat dari program studi pendidikan bahasa Inggris dan juga program studi pendidikan guru sekolah dasar STKIP PGRI Bandar Lampung. Rohana. Pd. Pd. Riska Alfiawati. Pd. Pd. Dian Permanasari. Pd. Pd. Persiapan Kegiatan Pengabdian Masyarakat Adapun kegiatan-kegiatan yang pengabdian kepada masyarakat, yaitu: Menentukan kegiatan pengabdian bersamasama tim pelaksana. Mengirim surat kepada SD sasaran di SD Negeri 2 Rajabasa dengan kesediaannya untuk mengikutipelatihan. Kesepakatan bersama dengan mitra tentang kegiatan yaitu tanggal 28 Oktober 2024. Tanggal 25 Oktober 2024 melakukan pengecekan terkait kesiapan tempat dan peralatan yang akan digunakan dalam Menyiapkan perlengkapan Pelaksanaan Kegiatan Pengabdian Masyarakat Pada hari Selasa tanggal 29 Oktober 2024 kegiatan pelatihan akan dimulai dari 00 hingga 15. 00 dengan susunan Registrasi Peserta Pembukaan perwakilah salah satu Kepala Sekolah yaitu Ibu Eka Yulianti. Pd. Pd. selaku tuan rumah dan Ketua TIM Pengabdian Kepada Masyarakat Rohana. Penyampaian Materi: Materi Pertama disampaikan oleh Riska Alfiawati. Pd. Dramatisasi. Materi kedua disampaikan oleh Dian Permanasasri. Pd. yaitu tentang penggunaan metode Dramatisasi dalam Pengajaran bahasa lisan. Refleksi dan evaluasi dipandu oleh TIM Pelaksana. Kesan dan Pesan peserta kegiatan dan TIM Pelaksana. Penutupan oleh Kepala SDN 2 Rajabasa Jaya selaku Tuan Rumah HASIL DAN PEMBAHASAN Berdasarkan Pengabdian Kepada Masyarakat SD Negeri 2 Rajabasa Pelatihan Pengajaran Berbahasa Lisan Menggunakan Metode Dramatisasi di SD Negeri 2 Rajabasa Jaya Bandar Lampung Jaya dengan judul Pelatihan Pengajaran berbahasa Lisan menggunakan Metode Dramatisasi bagi Guru SD Negeri 2 Rajabasa Jaya Kec. Rajabasa Bandar Lampung dapat ditarik kesimpulan bahwa pelatihan ini cukup berhasil dimana mengikuti dan memahami isi kegiatan pelatihan dengan baik. Para guru memahami bahwa guru berperan penting dalam menciptakan kelas yang kondusif dan menciptakan suasan belajar yang menyenangkan dengan demikian dapat menunjang keberhasilan proses kegiatan pembelajaran dan mencapai tujuan yang telah direncanakan. Semoga materi yang di sampaikan dapat bermanfaat bagi para guru di SD Negeri 2 Rajabasa Jaya Kec. Rajabasa Bandar Lampung dan dapat diaplikasikan dengan baik dan sempurna. SIMPULAN Berdasarkan hasil pelaksanaan Pengabdian Kepada Masyarakat yang telah dilaksanakan di Lembaga Rahayu Bimbingan Belajar bandar Lampung, maka dapat disimpulakn hal-hal sebagai Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Pelatihan Pengelaolaan Keuangan telah terlaksana dengan baik. Kegiatan PKM ini mendapat respon antusias dari peserta pelatihan. Dengan pengelolaan keuangan diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dasar peserta tentang penctatan keuangan, pengelolaan keuangan, manajemen keuangan. Kegiatan PKM ini diharapkan dapat dilaksanakan secara kontinu guna memberikan pengetahuan kepada peserta pelatihan. DAFTAR PUSTAKA