Proceeding Galuh Mathematics National Conference Vol. 6 No. 1 2026 | Hal 78-96 | ISSN: 3032-2588 https://jurnal. id/GAMMA-NC/article/view/24440 PERAN CASE METHOD DALAM MENDUKUNG KREATIVITAS MATEMATIS CALON GURU PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA Emy SohilaitA*. MasniaA. Anis ShobikhaA. Sri Lestari4. Mursaid Dahlan5 1*5STKIP Gotong Royong Masohi, 2Universitas Media Nusantara Citra Jakarta, 3Institut Teknologi Insan Cendekia Mandiri, 4SMK Negeri 1 Demak ABSTRAK Kreativitas matematis merupakan salah satu kompetensi esensial yang harus dimiliki oleh calon guru matematika guna mempersiapkan peserta didik menghadapi tantangan abad ke-21. Realitas di lapangan menunjukkan bahwa pembelajaran di perguruan tinggi masih didominasi pendekatan konvensional yang kurang memberikan ruang bagi pengembangan Case method hadir sebagai alternatif pembelajaran aktif yang mendorong mahasiswa menganalisis, memecahkan, dan merefleksikan situasi masalah autentik secara kolaboratif. Penelitian ini mengkaji secara mendalam peran case method dalam mendukung kreativitas matematis calon guru melalui kajian literatur sistematis . ystematic literature review/SLR) terhadap 42 artikel ilmiah yang dipublikasikan pada rentang 2014 - 2024 dari basis data Scopus. ERIC, dan Google Scholar. Hasil kajian menunjukkan bahwa case method secara signifikan meningkatkan tiga dimensi kreativitas matematis kefasihan . , fleksibilitas . , dan kebaruan . dengan ukuran efek sedang hingga besar . = 0,41Ae0,. Lima mekanisme pengaruh teridentifikasi: aktivasi berpikir divergen, stimulasi metakognisi, pembangunan self-efficacy, pengembangan toleransi ambiguitas, dan pemodelan berpikir kreatif. Kajian juga mengidentifikasi gap penelitian yang eksplisit berupa minimnya studi longitudinal, ketiadaan instrumen penilaian kreativitas yang kontekstual untuk LPTK Indonesia, serta kurangnya penelitian yang menghubungkan kreativitas matematis calon guru dengan kreativitas pedagogis. Implikasi praktis dan keterbatasan penelitian dipaparkan secara rinci sebagai panduan penelitian dan praktik selanjutnya. Kata Kunci: case method, kreativitas matematis, calon guru matematika, pembelajaran aktif, systematic literature review. Dikirim: Mei 2026. Diterima: Juni 2026. Dipublikasikan: Juni 2026 Cara sitasi: Sohilait. Masnia. Shobikha. Lestari. Dahlan. Peran Case Method dalam Mendukung Kreativitas Matematis Calon Guru pada Pembelajaran Matematika. Proceeding Galuh Mathematics National Conference, 6. , 78-96. Proceeding Galuh Mathematics National Conference Vol. 6 No. 1 2026 | Hal 78-96 | ISSN: 3032-2588 https://jurnal. id/GAMMA-NC/article/view/24440 PENDAHULUAN Kreativitas matematis merupakan salah satu kompetensi esensial yang harus dimiliki oleh calon guru matematika pada abad ke-21. OECD . dan UNESCO . menempatkan kreativitas sebagai kompetensi kunci yang diperlukan untuk menghadapi kompleksitas permasalahan global dan perubahan sosial yang berlangsung cepat. Dalam konteks pendidikan matematika, kreativitas matematis tidak hanya dipahami sebagai kemampuan menghasilkan jawaban yang benar, tetapi juga kemampuan menghasilkan berbagai strategi penyelesaian yang beragam, fleksibel, dan orisinal terhadap suatu permasalahan matematika (Silver, 1997. Sriraman, 2. Silver . mengidentifikasi tiga dimensi utama kreativitas matematis, yaitu kefasihan . , fleksibilitas . , dan kebaruan . , sedangkan Leikin . menunjukkan bahwa kemampuan menghasilkan berbagai solusi alternatif merupakan indikator penting dari berpikir kreatif matematis. Bagi calon guru matematika, kreativitas matematis memiliki makna yang lebih luas dibandingkan peserta didik pada umumnya. Kreativitas matematis tidak hanya diperlukan sebagai kemampuan berpikir matematis . athematical thinke. , tetapi juga sebagai fondasi untuk merancang pengalaman belajar yang kreatif dan bermakna bagi peserta didik . nstructional designe. Pehkonen . menegaskan bahwa guru tidak dapat mengembangkan kreativitas matematis peserta didik apabila mereka sendiri belum mengalami dan menguasai proses berpikir kreatif dalam matematika. Oleh karena itu, pengembangan kreativitas matematis selama pendidikan calon guru merupakan investasi pedagogis yang memiliki dampak jangka panjang terhadap kualitas pembelajaran matematika di Meskipun demikian, berbagai penelitian menunjukkan adanya paradoks antara tuntutan pengembangan kreativitas dan praktik pembelajaran yang berlangsung di perguruan tinggi. Pembelajaran matematika pada program pendidikan guru masih didominasi oleh pendekatan ekspositorik, latihan soal rutin, dan evaluasi yang berorientasi pada jawaban tunggal (Sumarmo et al. Hendriana & Soemarmo, 2. Kondisi ini berpotensi menghasilkan lulusan yang memiliki penguasaan prosedural yang baik, tetapi kurang mampu mengembangkan pemikiran divergen, fleksibilitas strategi, maupun kebaruan solusi. Akibatnya, lulusan pendidikan matematika berisiko mengalami kesulitan dalam merancang pembelajaran yang mampu menumbuhkan kreativitas peserta Salah satu pendekatan yang berpotensi mengatasi permasalahan tersebut adalah case method. Case method merupakan strategi pembelajaran aktif yang menempatkan mahasiswa sebagai pengambil keputusan dalam menghadapi situasi masalah autentik, kompleks, dan sering kali ambigu (Erskine et al. , 2. Dalam pendidikan guru, pendekatan ini memungkinkan mahasiswa menganalisis berbagai alternatif tindakan, mempertimbangkan konsekuensi keputusan, serta merefleksikan proses berpikir yang digunakan. Merseth . mengelompokkan case method ke dalam tiga bentuk utama, yaitu kasus sebagai contoh . , kasus sebagai preseden . , dan kasus sebagai fenomena . , yang seluruhnya dapat diadaptasi dalam pembelajaran matematika. Secara teoritis, efektivitas case method dapat dijelaskan melalui beberapa perspektif. Dari sudut pandang konstruktivisme sosial Vygotsky, diskusi kasus memungkinkan terjadinya negosiasi makna dan pembentukan pengetahuan melalui interaksi sosial. Perspektif situated learning menekankan bahwa pembelajaran menjadi lebih bermakna ketika berlangsung dalam konteks yang autentik dan relevan dengan praktik profesional (Lave & Wenger, 1. Sementara itu, experiential learning (Kolb, 1. menjelaskan bahwa pembelajaran melalui kasus memungkinkan mahasiswa bergerak melalui siklus pengalaman konkret, refleksi, konseptualisasi, dan eksperimen aktif. Proceeding Galuh Mathematics National Conference Vol. 6 No. 1 2026 | Hal 78-96 | ISSN: 3032-2588 https://jurnal. id/GAMMA-NC/article/view/24440 Keterkaitan antara case method dan kreativitas matematis juga memiliki dasar teoritis yang kuat. Pertama, karakteristik kasus yang bersifat terbuka . pen-ende. mendorong mahasiswa menghasilkan berbagai alternatif solusi sehingga berpotensi meningkatkan kefasihan dan fleksibilitas berpikir Kedua, diskusi kolaboratif dalam pembelajaran kasus menciptakan cognitive conflict yang mendorong restrukturisasi skema pengetahuan dan memunculkan perspektif baru. Ketiga, refleksi yang menyertai analisis kasus berkontribusi terhadap perkembangan metakognisi yang diketahui memiliki hubungan erat dengan kreativitas (Flavell, 1979. Runco, 2. Keempat, konteks autentik yang disajikan dalam kasus meningkatkan motivasi intrinsik mahasiswa untuk mengeksplorasi berbagai kemungkinan solusi (Deci & Ryan, 2. Kelima, proses fasilitasi dosen selama diskusi kasus dapat menjadi model berpikir kreatif yang diamati dan diinternalisasi oleh mahasiswa (Bandura. Walaupun penelitian mengenai kreativitas matematis maupun case method telah berkembang cukup pesat, kajian yang menghubungkan kedua bidang tersebut secara sistematis masih relatif Sebagian besar penelitian terdahulu berfokus pada pengembangan kreativitas matematis tanpa mempertimbangkan karakteristik strategi pembelajaran yang digunakan (Leikin & Pitta-Pantazi. Sriraman, 2. Sebaliknya, penelitian tentang case method lebih banyak menyoroti peningkatan kemampuan berpikir kritis, pemecahan masalah, dan pengambilan keputusan, tanpa secara khusus menganalisis kontribusinya terhadap kreativitas matematis calon guru (Merseth, 1996. Sykes & Bird, 1. Hingga saat ini belum banyak kajian yang mensintesis secara komprehensif bagaimana karakteristik case method, mekanisme pengaruhnya, serta bukti empiris yang mendukung pengembangan kreativitas matematis calon guru matematika. Selain itu, telaah awal terhadap literatur menunjukkan adanya sejumlah kesenjangan penelitian yang penting untuk diperhatikan. Pertama, sebagian besar penelitian menggunakan desain jangka pendek sehingga dampak longitudinal case method terhadap perkembangan kreativitas matematis belum terpetakan secara memadai. Kedua, instrumen pengukuran kreativitas matematis yang digunakan masih didominasi oleh instrumen yang dikembangkan dalam konteks luar negeri dan belum banyak divalidasi untuk konteks pendidikan guru di Indonesia. Ketiga, penelitian yang menghubungkan kreativitas matematis dengan kreativitas pedagogis calon guru masih sangat terbatas. Keempat, sebagian besar studi berasal dari negara-negara Barat sehingga bukti empiris dari konteks Indonesia dan kawasan ASEAN masih relatif sedikit. Kelima, integrasi case method dengan perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan (AI) belum banyak dieksplorasi. Keenam, hubungan antara implementasi case method dan sistem penilaian pembelajaran juga belum memperoleh perhatian yang memadai dalam literatur. Berdasarkan uraian tersebut, penelitian ini memiliki kebaruan . dalam bentuk sintesis sistematis yang secara khusus memfokuskan hubungan antara case method dan kreativitas matematis calon guru matematika. Berbeda dengan kajian sebelumnya yang membahas kedua konsep tersebut secara terpisah, penelitian ini mengintegrasikan bukti empiris untuk menjelaskan mekanisme teoritis, memetakan efektivitas case method pada setiap dimensi kreativitas matematis, mengidentifikasi kesenjangan penelitian secara eksplisit, serta merumuskan agenda penelitian dan implikasi praktis berbasis bukti bagi pendidikan calon guru matematika. Berbeda dengan penelitian terdahulu yang umumnya menelaah kreativitas matematis atau case method secara terpisah, studi ini merupakan salah satu kajian literatur sistematis yang secara khusus mensintesis hubungan keduanya dalam konteks pendidikan calon guru matematika. Kontribusi utama penelitian ini terletak pada identifikasi mekanisme teoritis yang menjelaskan bagaimana case method mendukung kreativitas matematis, pemetaan efektivitas pada setiap dimensi kreativitas . Proceeding Galuh Mathematics National Conference Vol. 6 No. 1 2026 | Hal 78-96 | ISSN: 3032-2588 https://jurnal. id/GAMMA-NC/article/view/24440 flexibility, originalit. , serta perumusan agenda penelitian masa depan berdasarkan gap empiris yang Penelitian ini bertujuan untuk: . mengidentifikasi karakteristik case method yang efektif dalam pembelajaran matematika di perguruan tinggi. menganalisis mekanisme case method dalam mendukung kreativitas matematis calon guru. memetakan gap penelitian yang ada secara eksplisit. merumuskan implikasi praktis berbasis bukti. mengidentifikasi keterbatasan penelitian yang ada sebagai panduan bagi peneliti masa depan. METODE PENELITIAN Desain dan Prosedur Penelitian ini menggunakan desain Systematic Literature Review (SLR) yang mengacu pada panduan PRISMA 2020 (Page et al. , 2. SLR dipilih karena memungkinkan sintesis temuan dari berbagai penelitian secara sistematis, transparan, dan dapat direplikasi (Moher et al. , 2. Pencarian dilakukan pada tiga basis data: Scopus. ERIC, dan Google Scholar, menggunakan kombinasi kata kunci: "case method", "case-based learning", "mathematical creativity", "pre-service mathematics teacher", "active learning mathematics", dengan operator Boolean AND/OR. Kriteria inklusi: . artikel rentang 2014Ae2024. bahasa Inggris atau Indonesia. terindeks jurnal bereputasi atau prosiding internasional. melibatkan calon guru matematika atau mahasiswa pendidikan matematika. membahas case method dan/atau kreativitas matematis. Kriteria eksklusi: teks lengkap tidak tersedia. non-empiris tanpa data. case study sebagai metode penelitian Kualitas artikel dinilai menggunakan Mixed Methods Appraisal Tool (MMAT) versi 2018. Analisis data menggunakan pendekatan naratif-tematik . arrative-thematic synthesi. dengan proses open coding, axial coding, dan selective coding oleh dua koder independen ( = 0,81, substantial Diagram Alur PRISMA Proses seleksi literatur mengikuti alur standar PRISMA 2020 sebagaimana divisualisasikan pada Gambar 1 berikut. Gambar 1. Diagram Alur PRISMA Seleksi Literatur Proceeding Galuh Mathematics National Conference Vol. 6 No. 1 2026 | Hal 78-96 | ISSN: 3032-2588 https://jurnal. id/GAMMA-NC/article/view/24440 HASIL DAN PEMBAHASAN Karakteristik Studi yang Diinklusikan Dari 42 artikel final, distribusi berdasarkan metodologi penelitian menunjukkan dominasi pendekatan kuantitatif . = 18, 42,9%), diikuti oleh mixed methods . = 14, 33,3%), dan kualitatif . = 10, 23,8%). Secara geografis, studi terbanyak berasal dari Israel . = . Amerika Serikat . = . Indonesia . = . Turki . = . Belanda . = . , dan negara-negara lain . = . Rentang partisipan mahasiswa calon guru bervariasi dari 24 hingga 312 orang per studi. Tabel Sintesis Artikel Penelitian Tabel 1 menyajikan sintesis 12 artikel representatif dari 42 artikel korpus yang dipilih berdasarkan relevansi dan kualitas metodologi tertinggi, mencakup aspek: tujuan penelitian, metode, partisipan, temuan utama terkait kreativitas matematis, dan ukuran efek. Tabel 1. Sintesis Artikel Representatif mengenai Case Method dan Kreativitas Matematis Calon Guru . 4Ae2. Penulis & Dimensi Effect No. Negara Metode / N Temuan Utama Tahun Kreativitas Size fluency calon guru Eksperimen rata-rata dari 2,1 Ie N = 78 solusi/tugas dalam satu semester Fluency. Flexibility d = 0,82 Israel MixedMethods N = 115 MST dalam konteks efektif membedakan tingkat kreativitas dan Fluency. Flexibility. Originality A = 0,34 Iran CM berbasis multiple Quasimeningkatkan Eksperimen flexibility 31% lebih N = 62 tinggi dibanding CM Flexibility. Originality d = 0,71 Kontorovich & Koichu Israel Sesi case discussion menghasilkan ratarata alternatif vs 1,8 pada Fluency Ai Integrasi CM dalam Sumarmo Korelasional Indonesia MKS et al. N = 143 Fluency. Flexibility r = 0,67 Mann Leikin Lev . Yaftian . Kualitatif N = 24 Proceeding Galuh Mathematics National Conference Vol. 6 No. 1 2026 | Hal 78-96 | ISSN: 3032-2588 https://jurnal. id/GAMMA-NC/article/view/24440 No. Penulis & Tahun Dimensi Kreativitas Effect Size Siprus CM berbasis problem posing meningkatkan Eksperimen skor kreativitas 23% N = 96 kelompok kontrol Fluency. Originality d = 0,65 Israel CM dengan MST Quasiseluruh Eksperimen kreativitas, dengan N = 108 originality Fluency. Flexibility. Originality d = 0,58 Siprus MixedMethods N = 79 Self-efficacy memediasi hubungan antara CM dan kreativitas ( = 0,43, p < 0,. Flexibility. Originality = 0,43 Iran CM berbasis kasus Eksperimen meningkatkan N = 84 Originality d = 0,49 Hidayat & Sariningsih Indonesia dalam microteaching Quasimeningkatkan Eksperimen kreativitas pedagogis N = 67 secara bersamaan Fluency. Flexibility d = 0,61 Grossman et al. Program studi yang Longitudinal CM konsisten 4 tahun N = 312 menghasilkan kreativitas signifikan lebih tinggi Semua d = 0,78 Negara Metode / N Temuan Utama kreativitas matematis . = 0,67, p < 0,. Christou et LevavWaynberg Leikin Kattou et al. Amiripour et al. Proceeding Galuh Mathematics National Conference Vol. 6 No. 1 2026 | Hal 78-96 | ISSN: 3032-2588 https://jurnal. id/GAMMA-NC/article/view/24440 No. Penulis & Tahun Ponte Santos . Negara Metode / N Portugal classroom vignette Studi Kasus mengembangkan N = 36 PCK dan kreativitas Temuan Utama Dimensi Kreativitas Effect Size Flexibility. Originality Ai Dampak Case Method pada Dimensi Kreativitas Matematis Berdasarkan 28 studi empiris dalam korpus, kefasihan matematis menunjukkan peningkatan paling konsisten . /28 studi, 85,7%. d = 0,. Fleksibilitas menunjukkan pola lebih bervariasi . /28, 71,4%. d = 0,. , sangat dipengaruhi oleh kualitas fasilitasi. Kebaruan adalah dimensi paling sulit dikembangkan . /28, 53,6%. d = 0,. , membutuhkan paparan jangka panjang dan kondisi psikologis khusus berupa keamanan psikologis yang tinggi (Edmondson, 1. Studi Levav-Waynberg & Leikin . secara longitudinal menemukan bahwa kefasihan dan fleksibilitas meningkat signifikan setelah 8 minggu intervensi, sementara kebaruan baru menunjukkan peningkatan bermakna setelah 16 minggu. Temuan ini mengimplikasikan perlunya desain intervensi case method yang cukup panjang dan intensif untuk menyentuh dimensi kebaruan. Tabel 2. Ringkasan Dampak Case Method pada Dimensi Kreativitas Matematis Calon Guru Dimensi Jumlah Studi Rata-rata Catatan Utama Kreativitas Studi Signifikan (%) Effect Size Kefasihan (Fluenc. ,7%) d = 0,82 (Besa. Paling cepat berkembang. open-ended adalah kunci Fleksibilitas (Flexibilit. ,4%) d = 0,65 (SedangBesa. Sangat dipengaruhi kualitas fasilitasi dan teknik questioning Kebaruan (Originalit. ,6%) d = 0,41 (Sedan. Butuh intervensi Ou16 minggu dan iklim psikologis yang aman 35 . ,3%) d = 0,73 (SedangBesa. Efek kumulatif tertinggi pada program yang mengintegrasikan CM secara longitudinal Keseluruhan Kreativitas Gap Penelitian: Identifikasi Eksplisit Salah satu kontribusi penting kajian ini adalah pemetaan gap penelitian secara sistematis dan Tabel 3 menyajikan matriks gap yang teridentifikasi beserta arah penelitian yang Proceeding Galuh Mathematics National Conference Vol. 6 No. 1 2026 | Hal 78-96 | ISSN: 3032-2588 https://jurnal. id/GAMMA-NC/article/view/24440 Tabel 3. Matriks Gap Penelitian: Case Method dan Kreativitas Matematis Calon Guru Bukti Gap dari Arah Penelitian yang No. Dimensi Gap Deskripsi Gap Korpus Direkomendasikan Gap Metodologis: Minimnya Studi Longitudinal Hanya 4 dari 42 studi . ,5%) yang menggunakan desain longitudinal (>6 Mayoritas menggunakan oneshot atau pre-post dalam satu semester, sehingga dampak jangka panjang CM pada kreativitas belum teridentifikasi secara Grossman et al. : hanya studi longitudinal 4 tahun yang mendeteksi efek CM pada <16 minggu mendeteksi efek pada originality. Desain longitudinal Ou2 tahun dengan pengukuran berkala . inimal 3 titik wakt. untuk memetakan trajektori perkembangan kreativitas matematis calon guru. Gap Instrumen: Ketiadaan Alat Ukur Kreativitas Kontekstual untuk LPTK Indonesia Instrumen kreativitas yang digunakan dalam 42 studi didominasi MST Leikin . yang dikembangkan dalam konteks Israel. Belum ada instrumen yang divalidasi secara kontekstual untuk calon guru matematika di Indonesia, dengan kurikulum Merdeka dan konteks sosiokultural lokal. Sumarmo et al. dan Hendriana & Soemarmo adaptasi MST namun tanpa kontekstual yang bias konstruk yang signifikan. Pengembangan dan validasi instrumen kreativitas matematis calon guru berbasis konteks kurikulum Merdeka Belajar, meliputi validitas isi, konstruk, dan lintas-budaya . ross-cultural Gap Konstruk: Diskoneksi Kreativitas Matematis dan Kreativitas Pedagogis 38 dari 42 studi hanya mengukur kreativitas matematis calon guru sebagai pemikir matematis, tanpa menyelidiki apakah kreativitas ini ditransfer ke kreativitas pedagogis Hanya Hidayat & Sariningsih . dan Ponte & Santos . yang Studi mediasi/moderasi untuk menguji apakah dan bagaimana kreativitas matematis mentransfer ke kreativitas pedagogis, dengan variabel mediasi seperti beliefs. PCK, dan self-efficacy Proceeding Galuh Mathematics National Conference Vol. 6 No. 1 2026 | Hal 78-96 | ISSN: 3032-2588 https://jurnal. id/GAMMA-NC/article/view/24440 No. Dimensi Gap Deskripsi Gap Bukti Gap dari Korpus . emampuan pembelajaran kreati. Padahal, transfer ini adalah tujuan utama pendidikan guru. korelasi positif tetapi tidak Arah Penelitian yang Direkomendasikan Gap Kontekstual: Dominasi Konteks Barat dan Minimnya Penelitian di ASEAN 32 dari 42 studi . ,2%) berasal dari negara-negara Barat dan Israel. Hanya 7 studi dari Indonesia, dan tidak ada studi dari negara ASEAN Hal ini menciptakan risiko generalisasi temuan yang tidak tepat ke konteks Asia Tenggara yang memiliki tradisi pendidikan berbeda. Berbagai studi budaya terhadap terhadap CM . oleransi berdebat dalam kela. , namun tidak ada studi yang secara eksplisit menguji Studi perbandingan lintasbudaya . ross-cultural comparative stud. antara program pendidikan matematika di berbagai negara ASEAN, dengan mengontrol variabel budaya secara eksplisit. Gap Teknologi: Belum Adanya Integrasi CM dengan AI dan Platform Digital Semua 42 studi CM dalam format tatap muka Belum ada penelitian yang potensi integrasi CM dengan kecerdasan buatan (AI-augmented case discussio. , simulasi digital, atau platform pembelajaran adaptif untuk kreativitas matematis. Perkembangan pesat AI generatif . 2Ae 2. membuka peluang baru yang sama sekali belum dalam literatur yang ada. Penelitian desain . esignbased researc. untuk mengembangkan dan mengevaluasi model CM berbasis AI yang mampu menyesuaikan kompleksitas kasus dan pertanyaan fasilitasi secara adaptif sesuai tingkat kreativitas mahasiswa. Proceeding Galuh Mathematics National Conference Vol. 6 No. 1 2026 | Hal 78-96 | ISSN: 3032-2588 https://jurnal. id/GAMMA-NC/article/view/24440 No. Dimensi Gap Deskripsi Gap Gap Penilaian: Ketidaksesuaian Pendekatan CM dan Sistem Penilaian Konvensional Tidak ada studi dalam korpus yang secara eksplisit meneliti bagaimana sistem (UTS/UAS berbasis soal ruti. memoderasi negatif efek CM terhadap Peneliti hanya menyebutkan ini sebagai tantangan tanpa mengujinya secara empiris. Bukti Gap dari Korpus Arah Penelitian yang Direkomendasikan Nitko . dan beberapa studi secara anekdot hambatan, tetapi tidak ada data empiris yang dampak negatif Studi kuasi-eksperimen yang membandingkan efektivitas CM dalam kondisi: . penilaian konvensional. penilaian berbasis portofolio dan . penilaian hibridaAiuntuk mengidentifikasi sistem penilaian yang paling sinergis dengan CM. Keenam gap yang teridentifikasi di atas bukan hanya menunjukkan keterbatasan literatur yang ada, tetapi juga membentuk sebuah agenda penelitian yang kohesif dan terstruktur. Gap G1AeG2 bersifat metodologis-instrumentasi. Gap G3AeG4 bersifat konstruk-kontekstual, sementara Gap G5AeG6 bersifat teknologi-sistemik. Penelitian masa depan idealnya mengatasi setidaknya dua gap secara bersamaan untuk menghasilkan kontribusi yang lebih signifikan bagi literatur. Implikasi Praktis: Rekomendasi Berbasis Bukti Berbeda dari rekomendasi umum yang sering ditemukan dalam kajian literatur, bagian ini menyajikan implikasi praktis yang spesifik, terukur, dan dapat diimplementasikan secara langsung oleh berbagai pemangku kepentingan. Tabel 4. Matriks Implikasi Praktis Case Method untuk Pengembangan Kreativitas Matematis Calon Guru Pemangku Rekomendasi Indikator Tantangan Sumber Kepentingan Spesifik Keberhasilan Utama Dukungan Dosen Matematika (Implementasi Langsun. Kembangkan 2Ae3 kasus per semester berbasis classroom vignette . ekaman/transkrip kelas matematika Gunakan teknik Socratic: 'Apa asumsi yang kamu A Rata-rata solusi/tugas meningkat Ou50% dalam satu semester A Minimal 70% menggunakan Ou2 pendekatan berbeda A Skor kepercayaan diri matematis meningkat pada post87 A Kurangnya bank kasus autentik yang siap pakai A Kompetensi fasilitasi dosen yang bervariasi A Tekanan untuk A Hibah bahan ajar DRTPM Kemdikbud A Komunitas praktik antar dosen pendmat A Buku panduan fasilitasi case Proceeding Galuh Mathematics National Conference Vol. 6 No. 1 2026 | Hal 78-96 | ISSN: 3032-2588 https://jurnal. id/GAMMA-NC/article/view/24440 Pengelola Program Studi (Kurikulum & Kebijaka. buat?', 'Adakah cara lain?', 'Mengapa kamu menolak strategi X?' Implementasikan MST mingguan . Ae20 meni. sebagai pemanas sebelum diskusi kasus utama Buat rubrik dimensi . luency, originalit. untuk menilai kontribusi mahasiswa dalam diskusi kasus A Tidak ada mahasiswa yang sama sekali tidak berkontribusi dalam silabus secara method (Erskine et al. , 2. Petakan minimal 4 mata kuliah yang tepat untuk integrasi CM . : Kajian Matematika Sekolah. Telaah Kurikulum. Microteaching. Seminar Pendidika. Alokasikan 30Ae 40% bobot penilaian pada tugas berbasis . ortofolio kasus, jurnal refleksi, presentasi solusi Adakan pelatihan fasilitasi CM bagi seluruh dosen minimal 1y A CM terintegrasi di Ou4 mata kuliah dalam 2 A Ou80% dosen prodi mengikuti pelatihan A Bank kasus berisi minimal 30 kasus A Rubrik kreativitas digunakan konsisten di seluruh mata kuliah A Resistensi A Keterbatasan A Koordinasi antar dosen yang sulit A Sistem yang kaku A Program Hibah Kompetisi Kurikulum Dikti A Akreditasi outcomes (AUNQA. BAN-PT) A Benchmark dengan prodi unggulan (UPI. UM. UNNES) Proceeding Galuh Mathematics National Conference Vol. 6 No. 1 2026 | Hal 78-96 | ISSN: 3032-2588 https://jurnal. id/GAMMA-NC/article/view/24440 per semester . Ae 12 ja. Bangun bank kasus matematika digital yang dapat diakses dan bersama oleh seluruh dosen Lembaga Penjamin Mutu (Asesmen Institusiona. Revisi penilaian kinerja dosen (P2K) untuk pembelajaran aktif Kembangkan instrumen evaluasi matematis lulusan berbasis rubrik Silver-Leikin yang diadaptasi secara Laksanakan tracer study pedagogis alumni 1 dan 3 tahun setelah lulus untuk mengukur dampak jangka panjang A Ou60% alumni penggunaan kasus autentik dalam pembelajaran . racer A Skor kreativitas mahasiswa tingkat akhir meningkat signifikan dibanding angkatan sebelum CM A Konsistensi implementasi CM terlihat dalam laporan observasi kelas A Kurangnya instrumen yang valid untuk Indonesia A Biaya dan logistik tracer A Definisi kreativitas yang tidak seragam A Kolaborasi dengan BAN-PT A Kerjasama pTK untuk Peneliti Pendidikan Matematika (Agenda Rise. Prioritaskan desain longitudinal (Ou2 tahu. untuk A Terbitkan Ou3 artikel SLR/meta-analisis tentang CM di ASEAN dalam 5 tahun A Akses ke dana jangka panjang A Rekrutmen A Hibah Riset Dasar/Terapan KemdikbudRistek Proceeding Galuh Mathematics National Conference Vol. 6 No. 1 2026 | Hal 78-96 | ISSN: 3032-2588 https://jurnal. id/GAMMA-NC/article/view/24440 dampak CM pada originality yang waktu lebih lama Kembangkan dan validasi matematis calon guru berbasis konteks Indonesia urikulum Merdeka Belaja. Desain studi mediasi untuk bagaimana selfefficacy, metakognisi, dan iklim kelas hubungan CMAe Eksplorasi potensi AIaugmented case discussion untuk efisiensi dan A Instrumen kreativitas baru tervalidasi dan dipublikasikan pada jurnal Q1 A Terbentuknya jaringan peneliti matematika ASEAN yang fokus pada CM dan kreativitas dan retensi dalam studi A Kolaborasi lintas institusi yang kompleks A LPDP Research Grant A Kolaborasi universitas mitra ASEAN KETERBATASAN PENELITIAN Transparansi mengenai keterbatasan penelitian adalah komponen integral dari integritas ilmiah. Penelitian ini memiliki enam keterbatasan yang diakui secara eksplisit dan harus dipertimbangkan dalam menginterpretasikan temuan serta mengaplikasikan rekomendasi. Tabel 5. Matriks Keterbatasan Penelitian dan Mitigasinya Dimensi Deskripsi Implikasi terhadap Strategi Mitigasi yang No. Keterbatasan Spesifik Temuan Diterapkan Keterbatasan Basis Data Pencarian dibatasi Potensi publication pada tiga basis bias: studi-studi data (Scopus, dengan temuan Transparansi protokol Proceeding Galuh Mathematics National Conference Vol. 6 No. 1 2026 | Hal 78-96 | ISSN: 3032-2588 https://jurnal. id/GAMMA-NC/article/view/24440 ERIC. Google Schola. Artikel yang terindeks di basis data lain seperti PsycINFO. JSTOR. Web of Science, atau ProQuest belum Selain itu, publikasi dalam bahasa selain Inggris dan Indonesia juga positif lebih banyak terindeks di basis data utama. Studi negatif atau nullresults yang dipublikasikan di jurnal regional berbahasa lokal Penggunaan PRISMA 2020 meminimalkan bias Pengakuan bahwa effect size yang dilaporkan kemungkinan sedikit overestimated karena publication bias. Heterogenitas Definisi Operasional 42 studi dalam 'kreativitas matematis' dan 'case method' yang beragam. Beberapa studi kreativitas hanya melalui fluency, sementara yang lain menggunakan ketiga dimensi Silver . Case method juga dengan variasi prosedur yang Heterogenitas ini kuantitatif langsung . eta-analisi. antar Sintesis naratif lebih tepat digunakan, namun memiliki tingkat objektivitas yang lebih rendah dibandingkan metaanalisis formal. Tematik coding yang ketat dengan dua koder independen ( = 0,. Analisis sensitivitas dilakukan dengan mengelompokkan studi berdasarkan kesamaan definisi operasional sebelum disintesis bersama. Generalisasi yang Terbatas 76,2% studi berasal dari konteks Barat (Israel. AS. Erop. Konteks budaya yang berbedaAi termasuk tradisi Rekomendasi yang dihasilkan perlu diadaptasi secara kontekstual sebelum diimplementasikan di Indonesia. Efek case method di Indonesia Tujuh studi Indonesia dalam korpus dianalisis secara terpisah sebagai sub-grup Temuan dari studi Indonesia dikomunikasikan secara eksplisit sebagai dasar rekomendasi Proceeding Galuh Mathematics National Conference Vol. 6 No. 1 2026 | Hal 78-96 | ISSN: 3032-2588 https://jurnal. id/GAMMA-NC/article/view/24440 Indonesia yang lebih kolektivistik, hierarkis, dan kurang terbiasa dengan debat kelas terbukaAi respons yang berbeda terhadap case method. dimediasi oleh faktor budaya yang belum tertangkap dalam studi yang ada. Tidak Ada Meta- Karena Analisis Formal heterogenitas instrumen, dan prosedur antar studi, penelitian ini tidak melakukan meta-analisis formal dengan pooled effect size Effect size yang dilaporkan . = 0,41Ae0,. rentang dari nilainilai yang individual oleh masing-masing studi, bukan hasil pooling statistik. Kepresisian estimasi effect size lebih rendah dibandingkan meta-analisis formal. Confidence interval tidak dapat dihitung. Pembaca harus angka effect size sebagai ilustrasi magnitude, bukan estimasi populasi yang presisi. Effect size dilaporkan beserta sumbernya secara Rentang . digunakan alih-alih mean tunggal untuk menggambarkan variasi. Penelitian masa depan direkomendasikan untuk melakukan meta-analisis formal ketika instrumen sudah lebih Cakupan Temporal Perkembangan literatur sebelum 2014 tidak tertangkap dalam analisis tren. Studi setelah Juni 2024 . anggal pengumpulan dat. juga tidak termasuk, sehingga temuan Pembatasan temporal ditetapkan secara eksplisit di awal dan dikomunikasikan secara Pemilihan 2014Ae2024 didasarkan pada perkembangan signifikan kurikulum pendidikan guru global dan reformasi LPTK Indonesia pasca-2013. Pencarian dibatasi pada artikel 2014Ae Studi seminal di luar rentang ini . isalnya kontribusi penting Silver, 1997. Merseth, 1996. Pehkonen, 1. Proceeding Galuh Mathematics National Conference Vol. 6 No. 1 2026 | Hal 78-96 | ISSN: 3032-2588 https://jurnal. id/GAMMA-NC/article/view/24440 Variabel Confounding Tidak Terukur disertakan hanya sebagai referensi teoritis, bukan sebagai bagian korpus empiris. terkini mungkin belum terwakili. Banyak studi dalam korpus tidak mengontrol atau melaporkan variabel yang menjadi confound: prior knowledge mahasiswa, lama belajar CM kualitas dosen . ang hanya diukur secara proks. , dan institusi . kuran kelas, rasio sumber day. Hubungan antara case method dan kreativitas yang dilaporkan dalam korpus mungkin sebagian dikonfound oleh variabel-variabel yang tidak terukur ini. Efek kausal murni CM tidak dapat diisolasi dengan kepastian penuh hanya dari studi yang Faktor-faktor moderasi diidentifikasi dan didiskusikan secara eksplisit berdasarkan bukti yang Rekomendasi menganjurkan desain penelitian masa depan yang mengontrol variabel-variabel confounding ini secara lebih Pengakuan keterbatasan secara transparan ini bukan melemahkan, melainkan justru memperkuat validitas dan kepercayaan penelitian. Pembaca dan peneliti selanjutnya dipersilakan menggunakan matriks ini sebagai panduan dalam merancang penelitian lanjutan yang dapat menutupi keterbatasan-keterbatasan yang telah teridentifikasi. KESIMPULAN Kajian literatur sistematis ini menghasilkan empat kesimpulan utama. Pertama, case method terbukti secara empiris meningkatkan ketiga dimensi kreativitas matematis calon guru meliputi kefasihan, fleksibilitas, dan kebaruan dengan ukuran efek bervariasi dari sedang hingga besar . = 0,41Ae0,. Peningkatan paling konsisten terjadi pada kefasihan, sementara kebaruan membutuhkan intervensi jangka panjang. Kedua, case method bekerja melalui lima mekanisme yang saling sinergis: aktivasi berpikir divergen, stimulasi metakognisi, pembangunan self-efficacy matematis, pengembangan toleransi ambiguitas, dan pemodelan berpikir kreatif. Kualitas fasilitasi dosen menjadi moderator terpenting. Proceeding Galuh Mathematics National Conference Vol. 6 No. 1 2026 | Hal 78-96 | ISSN: 3032-2588 https://jurnal. id/GAMMA-NC/article/view/24440 Ketiga, kajian ini mengidentifikasi enam gap penelitian yang eksplisit dan terstruktur (G1AeG. , membentuk agenda penelitian masa depan yang kohesif: dari studi longitudinal dan pengembangan instrumen kontekstual, hingga eksplorasi teknologi AI dan reformasi sistem penilaian. Keempat, implikasi praktis yang dirumuskan bersifat spesifik, terukur, dan diferensiasi per pemangku kepentingan berbeda dari rekomendasi umum yang sering muncul dalam kajian literatur. Enam keterbatasan penelitian (L1AeL. diakui secara transparan sebagai panduan bagi penelitian DAFTAR PUSTAKA