Seminar Nasional Rekayasa. Sains dan Teknologi Vol 3 No 1 Tahun 2023 Rasio Daya Dukung Aksial Bored Pile Berdasarkan Hasil Uji SLT dan PDA (Studi Kasus: Tamansari Apartemen Bintaro Mansion Kota Tangerang Selata. Fadhila Muhammad Libasut Taqwa1. Mardiaman2. Feril Hariati3. Redho Muktadir4 Universitas Tama Jagakarsa1,2 Universitas Ibn Khaldun Bogor1,3,4 muhammad@uika-bogor. AbstrakAi Pondasi dalam merupakan struktur bawah suatu konstruksi yang berfungsi untuk meneruskan beban konstruksi ke lapisan tanah keras yang berada jauh dari permukaan tanah. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran respon daya dukung aksial tiang bor tunggal diameter 1000mm melalui pendekatan matematis berdasarkan hasil pengujian yang dilakukan. Daya dukung aksial rencana diperkirakan melalui analisis hasil penyelidikan tanah . asil uji N-SPT, hasil uji DCPT, dan hasil pemeriksaan laboratoriu. , daya dukung aksial aktual diperoleh melalui interpretasi hasil Uji Beban Statis (SLT) dengan metode Davisson. Mazurkiewicz, dan Chin, sedangkan hasil uji beban PDA (Pile Driving Analyze. dianalisis menggunakan aplikasi CAP-WAP. Daya dukung aksial direncanakan sebesar 250ton, sedangkan daya dukung aksial rata-rata berdasarkan hasil interpretasi SLT pada tiga tiang pancang yang diuji dengan metode Davisson. Mazurkiewicz, dan Chin berturut-turut sebesar 385. dan 216ton. Nilai daya dukung aktual berdasarkan hasil pengujian PDA adalah sebesar 565ton. Hasil analisa tersebut diperbandingkan dengan nilai daya dukung rencana dan daya dukung uji SLT, sehingga diperoleh nilai Bearing Capacity Ratio (BCR). Berdasarkan interpretasi uji PDA dan CAP-WAP nilai BCR berturut-turut adalah sebesar 62. 8% dan 67. Nilai BCR berdasarkan interpretasi hasil uji SLT sebesar 42. 8%, 48,0%, dan 25,5%. Dengan demikian, tiang bor tersebut berada dalam kondisi kinerja yang buruk. Dengan membandingkan nilai BCR terhadap beban uji rencana, diperoleh nilai rasio daya dukung (BCR) berdasarkan interpretasi uji PDA dan CAP-WAP berturut-turut sebesar 226. 0% dan 244. Nilai BCR berdasarkan interpretasi hasil uji SLT dengan metode Davisson. Mazurkiewicz, dan Chin berturut-turut 0%, 172. 8%, dan 91. Dengan demikian, interpretasi menggunakan metode Davisson dan Mazurkiewicz menunjukkan nilai BCR lebih dari 1,5 yang berarti pemilihan beban rencana pada saat SLT cenderung konservatif. Namun, mengingat nilai faktor keamanan yang memadai diperlukan, maka pondasi tersebut dianggap berfungsi dengan baik. Sedangkan berbeda dengan metode Chin yang nilai BCR-nya kurang dari 1, artinya pondasi menerima beban melebihi daya dukungnya. Hal ini perlu menjadi pertimbangan, apakah terdapat ketidaksesuaian metode yang diterapkan, kesalahan dalam proses penafsiran data, atau jika dan hanya jika analisis dengan metode Chin lebih akurat, maka perlu dilakukan perkuatan pada sistem pondasi. Keywords Ai Daya dukung aksial fondasi, fondasi tiang bor, interpretasi uji beban statik (SLT). PDA (Pile Driving Analize. BCR (Bearing Capacity Rati. AbstractAi Deep foundations are the bottom structure of a construction which functions to transmit construction loads to the hard soil layer which is far from the ground surface. This research aims to provide an overview of the axial bearing capacity response of a single drilled pile with a diameter of 1000mm using a mathematical approach based on the results of the tests carried out. The planned axial bearing capacity is estimated through analysis of soil investigation results (N-SPT test results. DCPT test results, and laboratory examination result. , and the actual axial bearing capacity is obtained through interpretation of the Static Load Test (SLT) results using the Davisson. Mazurkiewicz, and Chin methods, while the PDA (Pile Driving Analyze. load test results were analyzed using the CAP-WAP application. The planned axial bearing capacity is 250 tons, while the average axial bearing capacity based on the SLT interpretation results on three piles tested using the Davisson. Mazurkiewicz, and Chin methods respectively is 385. The actual carrying capacity value based on PDA test results is 565 tons. The results of the analysis are compared with the planned bearing capacity value and the SLT test bearing capacity, to obtain the Bearing Capacity Ratio (BCR) value. Based on the interpretation of the PDA and CAP-WAP tests, the BCR values 8% and 67. 8% respectively. The BCR values based on the interpretation of the SLT test results were 8%, 48. 0%, and 25. Thus, the drilled pile is in poor performance condition. By comparing the BCR value to the planned test load, the bearing capacity ratio (BCR) value based on the interpretation of the PDA and CAP-WAP tests was 226. 0% and 244. 4%, respectively. The BCR value based on the interpretation of the SLT test results using the Davisson. Mazurkiewicz, and Chin methods was 154. 0%, 172. 8%, and 91. Thus, interpretation using the Davisson and Mazurkiewicz method shows a BCR value of more 5, which means that the choice of design load during SLT tends to be conservative. However. Taqwa. Mardiaman. Hariati. Muktadir. considering that adequate safety factor values are required, the foundation is considered to be wellfunctional. Meanwhile, it is different from the Chin method, where the BCR value is less than 1, meaning the foundation receives a load that exceeds its bearing capacity. This needs to be taken into consideration, whether there is a mismatch in the method applied, an error in the data interpretation process, or if and only if the analysis using the Chin method is more accurate, it is necessary to strengthen the foundation Key words: axial bearing capacity, single piles, interpretation of Static Loading Test (SLT). PDA (Pile Driving Analyze. BCR . earing Capacity Rati. PENDAHULUAN Pondasi dalam merupakan salah satu unsur yang sangat penting dalam pembangunan gedung bertingkat, karena pondasi akan memikul seluruh beban suatu bangunan yang besar. Uji pembebanan dilakukan untuk memastikan bahwa daya dukung tiang sebenarnya memenuhi perhitungan daya dukung desain. Uji pembebanan merupakan pengujian terhadap pondasi tiang pancang yang bertujuan untuk mengetahui daya dukung pondasi sebenarnya di lapangan. Uji Pembebanan Statis (Static Loading Test [SLT]) dimaksudkan untuk memperoleh nilai daya dukung aktual pada pondasi dalam, seperti pondasi tiang pancang atau tiang bor. Pengujian SLT mengacu pada Metode Uji Standar ASTM D1143 untuk Tiang dengan Beban Tekan Aksial Statis. Pengujian beban statis melibatkan penerapan beban statis dan mengukur pergerakan tiang. Pembebanan umumnya diterapkan secara bertahap dan penurunan tiang diamati dan diukur dengan menggunakan satu set dial gauge yang dipasang pada kepala tiang . Definisi keruntuhan yang diterima secara umum adalah ketika tiang terus menerus berada dalam penurunan di bawah beban Interpretasi hasil uji pembebanan statik merupakan bagian penting untuk mengetahui respon tiang pada penutup dan ujung serta daya dukung ultimit. Dalam berbagai metode penafsiran perlu mendapat perhatian dalam hal menentukan daya dukung ultimit yang diperoleh karena setiap metode memberikan hasil yang berbeda-beda. Pengujian daya dukung tiang pancang juga dapat dilakukan dengan metode pengujian dinamik. Pengujian dinamik tiang . ji PDA) didasarkan pada analisis gelombang satu dimensi yang dihasilkan ketika tiang dipukul dengan palu yang sesuai . , . Dua jenis instrumen diperlukan untuk pengujian tiang pancang secara dinamis. Satu set akselerometer dan satu set transduser regangan dipasang di atas tiang. Ae. Penelitian bertujuan untuk memberikan gambaran prediksi daya dukung aksial tiang pancang dalam pembangunan gedung apartemen di kota Tangsel, melalui pendekatan yang berbeda. Daya dukung aksial desain diperkirakan melalui hasil penyelidikan tanah . asil uji N-SPT. DCPT (Dutch Cone Penetration Tes. , dan hasil pemeriksaan laboratoriu. , sedangkan daya dukung aksial sebenarnya diperoleh melalui interpretasi hasil uji beban statis, dan tes PDA. METODE PENELITIAN Metode Penelitian Penelitian dilakukan dengan beberapa tahapan yaitu perhitungan daya dukung aksial desain berdasarkan hasil uji N-SPT. DCPT, dan hasil pemeriksaan laboratorium . , . pembacaan hasil tes PDA, interpretasi hasil tes SLT, dan perhitungan nilai BCR. Data hasil penyelidikan tanah selanjutnya dianalisis untuk memperoleh nilai daya dukung tiang rencana, dan berdasarkan data hasil uji SLT dilakukan interpretasi terhadap daya dukung aktual dengan menggunakan metode Chin. Davisson dan Mazurkiewicz. Hasil analisis dan interpretasi data kemudian dibahas dan diambil kesimpulan. Selanjutnya dilakukan perbandingan daya dukung hasil interpretasi dengan daya dukung ujung sebenarnya berdasarkan pengujian PDA sehingga diperoleh nilai BCR (Bearing capacity Rati. Nilai BCR dijadikan acuan dalam menentukan daya Metode yang digunakan untuk mendekati daya dukung adalah uji lapangan dengan uji PDA . Menurut Prama . nilai BCR yang mendekati 100% merupakan persamaan dengan nilai Qult yang paling mendekati hasil uji beban. Diagram alir penelitian ditunjukkan pada Gambar 1. II. Seminar Nasional Rekayasa. Sains dan Teknologi Vol 3 No 1 Tahun 2023 Start Litelature Study Secondary data collection Soil Investigation data Result of Static Loading Test PDA test Result Interpretation of SLT Result using Chin. Davisson and Mazurkiewicz Method Calculated Design Pile Bearing Capacity Interpreted Design Pile Bearing Capacity Actual Pile Bearing Capacity Bearing Capacity Ratio Conclusion Finish Gambar 1 Diagram Alir Penelitian Lokasi Penelitian Penelitian dilakukan di Tamansari Proyek pembangunan Bintaro Mansion berlokasi di Jalan Jombang Raya. Bintaro. Kota Tangerang Selatan, seperti terlihat pada gambar di bawah ini. umber: data proye. Gambar 3 Titik pengujian SPT dan DCPT ( sondir ) Nilai stratifikasi dan SPT tiap lapisan tanah ditunjukkan pada tabel 1 di bawah ini. Kedalaman . 0,0 Ae 4,0 Gambar 2 Lokasi Pembangunan Apartemen Tamansari Bintaro Mansion Kota Tangerang Selatan 10 Ae 24 Lumpur Clayey hingga keras 5 Ae 26. Lumpur Tanah liat keras yang membatu 0 Ae 30. Lumpur tanah liat sangat keras membatu (Sumber: data proye. 41->60 0 Ae 11. N SPT Tanah liat berlumpur yang Lumpur liat yang kaku 0 Ae 7. HASIL DAN DISKUSI Hasil Investigasi Tanah Pengujian SPT dan DCPT masing-masing dilakukan di 5 . titik seperti terlihat pada Gambar 3. Tabel 1 Stratifikasi dasar tanah Jenis tanah 24Ae41 >60 - 48 48Ae22 Taqwa. Mardiaman. Hariati. Muktadir. Berdasarkan hasil uji SPT, diketahui kedalaman rencana pondasi adalah 18 meter dari permukaan tanah (CoL). Daya dukung ultimit (Qul. pada tiang bor EI600 dan EI1000 mm berturut-turut adalah sebsar 500 ton dan 900 ton. No. Tabel 3 Spesifikasi uji pembebanan statis Jenis Beban Jumlah Tiang Pembebanan Diterapkan yang Diuji Uji pembebanan 250 ton 3 unit (BP-057, aksial tekan BP-132. BP-. Uji pembebanan 100 ton 1 unit (BP-. aksial tarik Uji pembebanan 25 ton 2 unit (BP-036. BP-. Hasil Uji PDA (Pile Driving Analyze. PDA (Pile Driving Analyze. dilakukan pada 7 . titik tiang pancang. Distribusi titik tes SLT ditunjukkan pada Gambar 4 di bawah ini. Besaran pembebanan dan hasil Loading Test ditunjukkan pada Tabel 3 dan Tabel 4 berikut ini: Tabel 4 Uji Beban Aksial Tekan dengan kapasitas 250 ton pada tiang bor EI1000 mm Siklus . umber: data proye. Gambar 4 Titik pengujian PDA dan SLT Berdasarkan hasil pengujian PDA yang telah dilakukan, daya dukung tiang sebenarnya ditunjukkan pada Tabel 2. Tabel 2 Hasil tes PDA pada Bored Pile EI1000 No. Piles Bearing CAPWAP Caps End Friction Jumlah PDA. Bearing . BP-57 BP-132 BP-181 BP-16 BP-201 Rata-rata . umber: analisa PDA. PT. PDTI) Dari Tabel 2 di atas, diperlihatkann bahwa daya dukung izin maksimum (Qul. berdasarkan hasil PDA dan CAPWAP masing-masing adalah 565ton dan 611ton . Data Uji Pembebanan Statis Uji Beban Statis di Tamansari Bintaro Mansion dilakukan pada 6 tiang bor dengan diameter 1000 Spesifikasi jenis pembebanan dan jumlah tiang uji ditunjukkan pada tabel di bawah ini. Beban (%) 0,0% 25,0% 50,0% 25,0% 0,0% 50,0% 75,0% 187,50 100,0% 250,00 75,0% 187,50 50,0% 0,0% 50,0% 100,0% 250,00 125,0% 312. 150,0% 375. 125,0% 312. 100,0% 250,00 50,0% 0,0% 50,0% 100,0% 250,00 150,0% 375. 175,0% 437,50 200,0% 500,00 150,0% 375. 100,0% 250,00 50,0% 0,0% Rata-rata Penurunan . BP-057 BP-132 BP-201 0,46 0,42 0,45 0,89 0,67 0,87 0,66 0,49 0,61 0,14 0,01 0,13 0,92 0,74 0,99 0,67 0,13 0,81 1,00 1,99 0,13 0,86 0,60 0,28 Tabel 5 Rekapitulasi hasil loading test (%) 0,0% 25,0% 50,0% 75,0% 100,0% 125,0% 150,0% 175,0% 200,0% Beban Psi Rata-rata Penurunan . TP-059 TP-362 TP-784 0,56 0,20 0,61 0,95 0,36 0,65 0,97 3,29 4,41 2,18 5,27 6,72 Penurunan yang terjadi pada uji pembebanan siklik pada pondasi ditunjukkan pada gambar di bawah ini. Seminar Nasional Rekayasa. Sains dan Teknologi Vol 3 No 1 Tahun 2023 Gambar 5Beban vs penurunan pada BP-057 Gambar 8Kurva Beban vs penurunan dengan Metode Davisson pada BP-057 Berdasarkan Gambar 8, nilai daya dukung (Q ul. tiang pancang adalah 400ton. Tabel 7Analisis data uji beban menggunakan metode Davisson pada BP-132 Gambar 6Beban vs penurunan pada BP-132 Q . Q (KN) Penurunan ycyeyeC yc ycyc yc= D x Gambar 7Beban vs penurunan pada BP-201 Hasil Interpretasi SLT Analisis dan interpretasi data uji beban statis dengan masing-masing metode dijelaskan pada tabel di bawah ini. metode Davisson Interpretasi dengan metode Davisson dijelaskan pada tabel dan gambar di bawah ini: Tabel 6 Analisis data uji beban menggunakan metode Davisson pada BP-057 Q . Q (KN) Penurunan ycyeyeC yc ycyc yc= D x Gambar 9Kurva Beban vs penurunan dengan Metode Davisson pada TP-362 Berdasarkan Gambar 9, nilai daya dukung (Qul. tiang pancang adalah 370ton. Taqwa. Mardiaman. Hariati. Muktadir. Tabel 8Analisis data uji beban metode Davisson pada BP201 Q . Q (KN) Penurunan ycyeyeC yc ycyc yc= D x Gambar 11Kurva Beban vs penurunan dengan Metode Mazurkiewicz pada BP-057 Gambar 12Kurva Beban vs penurunan dengan Metode Mazurkiewicz pada BP-132 Gambar 10Kurva Beban vs penurunan dengan Metode Davisson pada TP-784 Berdasarkan Gambar 10 nilai daya dukung (Qul. adalah sebesar 375ton. Metode Mazurkiewicz Interpretasi dengan metode Mazurkiewicz ditunjukkan pada Tabel 8 dan gambar di bawah Tabel 9Analisis data uji beban dengan metode Mazurkiewicz Q . Penurunan . TP-059 0,00 0,56 0,95 3,29 4,40 TP-362 0,000 0,205 0,365 0,655 0,973 TP-784 0,00 0,610 Gambar 13Kurva Beban vs penurunan dengan Metode Mazurkiewicz pada TP-784 Berdasarkan gambar di atas, nilai daya dukung (Q ul. tiang dengan faktor reduksi 80% dapat dilihat pada Tabel 9. Tabel 10 Rekapitulasi nilai daya dukung terkoreksi menggunakan metode Mazurkiewicz No. Qu . Qu . BP-057 BP-132 BP-201 Rata-rata Metode Chin Interpretasi dengan metode Chin ditunjukkan pada Tabel 10 dan Gambar 14 berikut ini: Seminar Nasional Rekayasa. Sains dan Teknologi Vol 3 No 1 Tahun 2023 Tabel 11Analisis data uji beban dengan metode Chin pada BP-057 Q . AE/Q Gambar 15Kurva Beban vs Settlement dengan Metode Chin pada TP-059 Berdasarkan Gambar 14 dapat ditunjukkan = 0. = 0. Qv-ult = 1/C1 Qv-ult = 2500. 0 tonnes (Qul. = Qv-ult D / (D (Qv-ult C. ) (Qul. = 259. 3 tonnes Dengan demikian, nilai daya dukung (Qul. =259. Gambar 14Kurva Beban vs Settlement dengan Metode Chin pada TP-059 Tabel 13Analisis data uji beban dengan metode Chin BP-207 Berdasarkan Gambar 14 dapat ditunjukkan = 0. = 0. Qv-ult = 1/C1 Qv-ult = 1428. 6 tonnes (Qul. = Qv-ult D / (D (Qv-ult C. ) (Qul. = 214. 9 tonnes Dengan demikian, nilai daya dukung (Qul. =214. Q . AE/Q Tabel 12Analisis data uji beban dengan metode Chin pada BP-057 Q . AE/Q Gambar 16 Kurva Beban vs penurunan dengan Metode Chin BP-207 Taqwa. Mardiaman. Hariati. Muktadir. Berdasarkan Gambar 16 dapat ditunjukkan = 0. = 0. Qv-ult = 1/C1 Qv-ult = 3333. 3 tonnes (Qul. = Qv-ult D / (D (Qv-ult C. ) (Qul. = 216. 0 tonnes Dengan demikian, nilai daya dukung (Qul. = Tabel 14 Rekapitulasi hasil interpretasi daya dukung tiang berdasarkan uji SLT Metode Daya dukung . Rata-rata BP-057 BP-132 BP-207 Davisson Mazurkiewicz Chin Rata-rata . umber: analisis data, 2. Berdasarkan Tabel 13 di atas, nilai rata-rata daya dukung dengan metode Chin menunjukkan nilai yang paling rendah jika dibandingkan dengan metode interpretasi lainnya. Hasil interpretasi data tersebut kemudian dibandingkan dengan daya dukung akhir rencana. Nilai perbandingan daya dukung (BCR) ditunjukkan pada Tabel 14 di bawah ini. Tabel 15 Bearing Capacity Ratio Metode Analisis Daya BCR (%) Daya dukung rencana SPT (Meyerho. Interpretasi hasil tes SLT PDA test CAP-WAP Davisson Mazurkiewicz Chin . umber: analisis data, 2. Berdasarkan Tabel 14 di atas terlihat bahwa nilai rasio daya dukung (BCR) berdasarkan interpretasi uji PDA dan CAP-WAP berturut-turut 8% dan 67. Nilai BCR berdasarkan interpretasi hasil uji SLT dengan metode Davisson. Mazurkiewicz, dan Chin berturut-turut 8%, 48,0%, dan 25,5%. Nilai BCR di bawah 100% menunjukkan kinerja tiang yang buruk. Hal ini dapat terjadi karena penentuan daya dukung ultimit rencana berdasarkan hasil uji SPT, sebesar 900ton, yang dinilai terlalu optimistik, mengingat sebagian besar beban fondasi diterima oleh daya dukung Tabel 16 Bearing Capacity Ratio berdasar beban uji SLT Metode Analisis Daya BCR (%) Daya dukung rencana Beban uji SLT Interpretasi hasil tes SLT PDA test CAP-WAP Davisson Mazurkiewicz Chin . umber: analisis data, 2. Dengan membandingkan nilai BCR terhadap beban uji rencana, diperoleh nilai rasio daya dukung (BCR) berdasarkan interpretasi uji PDA dan CAP-WAP berturut-turut sebesar 226. 0% dan Nilai BCR berdasarkan interpretasi hasil uji SLT dengan metode Davisson. Mazurkiewicz, dan Chin berturut-turut sebesar 154. 0%, 172. Dengan demikian, interpretasi menggunakan Davisson Mazurkiewicz menunjukkan nilai BCR lebih dari 1,5 yang berarti pemilihan beban rencana pada saat SLT cenderung Namun, mengingat nilai faktor keamanan yang memadai diperlukan, maka pondasi tersebut dianggap berfungsi dengan baik. Berkebalikan dengan hasil interpretasi daya dukung dengan metode Chin, dimana nilai BCR tidak mencapai 100%. KESIMPULAN Berdasarkan analisa yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa daya dukung aksial Seminar Nasional Rekayasa. Sains dan Teknologi Vol 3 No 1 Tahun 2023 desain pada tiang bor EI1000 adalah 900ton. Nilai daya dukung aktual berdasarkan hasil pengujian PDA adalah sebesar 565ton. Berdasarkan interpretasi uji PDA dan CAP-WAP nilai BCR berturut-turut adalah sebesar 62. 8% dan 67. Nilai BCR berdasarkan interpretasi hasil uji SLT dengan metode Davisson. Mazurkiewicz, dan Chin berturut-turut sebesar 42. 8%, 48,0%, dan 25,5%. Dengan demikian, tiang bor tersebut berada dalam kondisi kinerja yang buruk. Nilai BCR yang tidak mendekati 100% kemungkinan terjadi karena kesalahan penentuan daya dukung rencana untuk pengujian SLT, sebesar 250ton, jauh di bawah nilai daya dukung aktual berdasarkan uji PDA. Dengan membandingkan nilai BCR terhadap beban uji rencana, diperoleh nilai rasio daya dukung (BCR) berdasarkan interpretasi uji PDA dan CAP-WAP berturut-turut sebesar 226. 0% dan Nilai BCR berdasarkan interpretasi hasil uji SLT dengan metode Davisson. Mazurkiewicz, dan Chin berturut-turut sebesar 154. 0%, 172. Dengan demikian, interpretasi menggunakan Davisson Mazurkiewicz menunjukkan nilai BCR lebih dari 1,5 yang berarti pemilihan beban rencana pada saat SLT cenderung Namun, mengingat nilai faktor keamanan yang memadai diperlukan, maka pondasi tersebut dianggap berfungsi dengan baik. Sedangkan berbeda dengan metode Chin yang nilai BCR-nya kurang dari 1 berarti pondasi menerima beban melebihi daya dukungnya. Hal ini perlu menjadi pertimbangan, apakah terdapat ketidaksesuaian metode yang diterapkan, kesalahan dalam proses penafsiran data, atau jika dan hanya jika analisis dengan metode Chin lebih akurat, maka perlu dilakukan perkuatan pada sistem pondasi. https://journal. id/index. php/rekayasa/article/ view/1095 . Silitonga and R. Iskandar. AuPerbandingan Daya Dukung Pondasi Tiang Pancang Metode Analitis dan Loading Test Terhadap Metode Elemen Hingga Menggunakan Model Mohr-Coulomb dan Soft Soil Pada Bore-Hole I (Studi Kasus Pembangunan Rusunawa Jatinegara Barat Jakarta Timu. ,Ay J. Tek. Sipil USU, vol. 6, no. Nov. Accessed: Dec. [Onlin. Available: https://jurnal. id/index. php/jts/article/view/1943 . Wibisono. Budiman, and G. Budi. AuKorelasi antara Uji Tarik Pondasi Tiang dengan Uji PDA,Ay J. Dimens. Pratama Tek. Sipil, vol. 8, no. 2, pp. 251Ae258. Nov. doi: 10. 1080/10641197909379805. Yuliawan and T. Rahayu. AuAnalisis Daya Dukung dan Penurunan Pondasi Tiang Berdasarkan Pengujian SPT dan Cyclic Load Test,Ay J. Konstr. , vol. 9, no. 1Ae13, 2018, doi: https://doi. org/10. 24853/jk. Harasid. Roesyanto. Iskandar, and S. Silalahi. AuAn Analysis of the Static Load Test on Single Square Pile of 40x40 cm2. Using Finite Element Method in Rusunawa Project. Jatinegara. Jakarta,Ay IOP Conf. Ser. Earth Environ. Sci. , vol. 126, no. 1, 2018, doi: 10. 1088/1755-1315/126/1/012044. Ginting. Irwan, and N. Nurmaidah. AuAnalisa Perhitungan Daya Dukung Pondasi Tiang Pancang Overpass Sei Semayang Sta. 0 350 pada Proyek Pembangunan Jalan Tol Medan-Binjai,Ay J. Civ. Eng. Build. Transp. , vol. 3, no. 1, p. 40, 2019, doi: 10. 31289/jcebt. Warouw. Rangkang, and E. Saerang. AuAnalisis Daya Dukung Pondasi Bored Pile Jembatan Kalasey dengan Tes PDA pada Jalan Manado Outer Ringroad i STA 9 799,Ay in Prosiding Seminar Nasional Produk Terapan Unggulan Vokasi Politeknik Negeri Manado, 2022, pp. 296Ae306. Accessed: Apr. 30, 2023. [Onlin. Available: https://jurnal. id/index. php/semnas/article/ view/394 . Momeni. Maizir. Gofar, and R. Nazir. AuComparative study on prediction of axial bearing capacity of driven piles in granular materials,Ay J. Teknol. (Sciences Eng. , vol. 61, no. 3, pp. 15Ae20, 2013, doi: 10. 11113/jt. Pratama. Kawanda, and H. Wijaya. AuStudi Perubahan Daya Dukung Tiang Pancang terhadap Waktu Berdasarkan Uji Pembebanan Statik dan Dinamik,Ay J. Mitra Tek. Sipil, vol. 2, no. 4, pp. 122, 2019, doi: https://doi. org/10. 24912/jmts. Putra and C. Hidayat. AuPerbandingan Nilai Daya Dukung Ultimit Tiang Tunggal Berdasarkan Hasil Pengujian Beban Dinamik dan Statik,Ay J. JalanJembatan, vol. 31, no. 3, pp. 162Ae173, 2014. Rahman. Hariati. Chayati, and F. Taqwa. AuKorelasi Hasil Analisis Daya Dukung Ultimit Tiang Bor dengan Hasil Pengujian PDA (Studi kasus: Pembangunan Jalan Tol Bogor Ring Road Seksi iA Simpang Yasmin - Simpang Salabend. ,Ay J. Komposit Ilmu-ilmu Tek. Sipil, vol. 4, no. 2, p. Mar. doi: 10. 32832/komposit. Das. Principles of Foundation Engineering, 7th. SI ed. Stamford: Cengage Learning, 2007. Terzaghi. Peck, and G. Mesri. Soil Mechanics in Engineering Practice, 3rd ed. New York: John Wiley & Sons. Inc. , 2009. Taqwa. Muktadir. Hariati. Lutfi, and Apriliyandi. AuStudi Perbandingan Daya Dukung Aksial Tiang Pancang Tunggal Persegi Berdasarkan Hasil Uji Pembebanan Statik (SLT) dan Uji PDA pada Pembangunan Apartemen Loftville City Kota DAFTAR PUSTAKA