Penerapan Sikap Disiplin Anak Usia Dini melalui Budaya Antri di RA Al- Amanah Nguntoronadi Magetan Suparti1. Dian Kristiana2. Wahyudi3 Universitas Muhammadiyah Ponorogo Indonesia e-mail: *suparti5050403@gmail. com , 2 dian_kristiana@umpo. wahyudi@u,mpo. 1,2,3 Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan sikap disiplin anak usia dini melalui budaya antri di RA Al-Amanah Nguntoronadi Magetan. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik observasi dan wawancara kepada guru dan kepala sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan budaya antri melalui pembiasaan, keteladanan, dan reinforcement positif berdampak signifikan terhadap penguatan disiplin anak. Anak-anak menunjukkan peningkatan dalam kontrol diri, kesadaran sosial, dan kepatuhan terhadap aturan. Mereka mampu menunggu giliran, tidak menyerobot antrean, serta menunjukkan sikap menghormati teman. Guru berperan sebagai model perilaku dan konsisten memberikan penguatan yang memperkuat motivasi anak untuk bertindak disiplin. Pendekatan ini terbukti lebih efektif dibandingkan pendekatan represif dalam menanamkan nilai-nilai disiplin. Temuan ini menegaskan bahwa budaya antri yang diterapkan secara menyeluruh dapat menjadi strategi pembelajaran karakter yang relevan dan berdampak jangka panjang bagi anak usia dini. Kata kunci: disiplin anak usia dini, budaya antri, pembiasaan, keteladanan, reinforcement positif. Abstract This study aims to analyze the implementation of discipline among early childhood learners through queueing culture at RA Al-Amanah Nguntoronadi Magetan. descriptive qualitative method was employed, utilizing observation and interview techniques with teachers and the principal. The findings indicate that the integration of queueing culture through habituation, modeling, and positive reinforcement has a significant impact on strengthening children's discipline. The children demonstrated noticeable improvements in self-control, social awareness, and compliance with They were able to wait their turn, refrain from cutting in line, and showed respectful behavior toward their peers. Teachers served as behavioral role models and consistently provided reinforcement to encourage childrenAos motivation to act in JOECES Journal of Early Childhood Education Studies Volume 5. Nomor 2 . Suparti. Dian Kristiana. Wahyudi a disciplined manner. This approach proved to be more effective than repressive methods in instilling values of discipline. These findings affirm that a comprehensively implemented queueing culture can serve as a relevant and impactful character education strategy for young children, with long-term developmental benefits. Keywords : early childhood discipline, queueing culture, habituation, modeling, positive reinforcement PENDAHULUAN Pendidikan anak usia dini merupakan fondasi utama dalam pembentukan karakter, terutama dalam membentuk sikap disiplin yang akan berdampak pada perilaku anak dalam jangka panjang. Disiplin merupakan nilai dasar yang harus ditanamkan sejak dini karena pada masa golden age . Ae6 tahu. , anak memiliki kemampuan luar biasa dalam menyerap nilai-nilai yang ditanamkan di lingkungan sekitarnya, baik dari orang tua, guru, maupun teman sebaya. 1 Salah satu strategi efektif dalam menanamkan sikap disiplin adalah melalui budaya antri, yang merupakan cerminan dari kemampuan anak untuk menunda keinginan, menghormati hak orang lain, serta menaati aturan sosial secara sukarela. Penerapan budaya antri di lembaga pendidikan seperti RA AlAmanah Nguntoronadi Magetan menjadi pendekatan nyata dalam penguatan karakter disiplin anak usia dini. Hasil observasi awal menunjukkan bahwa kegiatan antri telah dibudayakan dalam berbagai aktivitas rutin harian seperti masuk kelas, mencuci tangan, mengambil makanan, dan ke toilet. Namun, belum semua anak menunjukkan Amin. Kristiana. D, & Fadlillah. M . Pengaruh kelekatan aman anak pada ibu terhadap kemandirian anak usia 5-6 tahun. Jurnal Obsesi: Jurnal A, eprints. http://eprints. id/6586/ 528 JOECES Vol. No. Penerapan Sikap Disiplin Anak Usia Dini pemahaman dan sikap disiplin yang konsisten selama proses antri. Hal ini menjadi tantangan bagi tenaga pendidik dan orang tua dalam membentuk karakter disiplin melalui pendekatan pembiasaan yang Secara etimologis, disiplin berasal dari bahasa Latin discipulus yang berarti pengikut atau murid, dan disciplina yang berarti pengajaran atau pelatihan. Dalam konteks pendidikan anak usia dini, disiplin tidak berarti hukuman, tetapi pelatihan yang diberikan secara konsisten untuk menanamkan perilaku positif dan mengendalikan 2 Disiplin sebagai sikap mencakup kemampuan untuk menaati aturan, menunda kepuasan, dan bertindak sesuai norma yang telah Dalam praktik di RA Al-Amanah Nguntoronadi Magetan, budaya antri dimaknai sebagai kegiatan pembelajaran sosial yang melatih kesabaran, kesadaran diri, dan rasa empati terhadap orang Peran guru sebagai teladan sangat vital, karena anak-anak lebih mudah meniru perilaku nyata daripada sekadar menerima instruksi Guru memberikan contoh konkret dengan ikut serta dalam antrian serta memberikan arahan yang lembut. Di sisi lain, keterlibatan orang tua di rumah dalam mengaplikasikan pola disiplin yang sejalan dengan yang diterapkan di sekolah menjadi penguat proses pembentukan karakter ini. Kolaborasi yang harmonis antara guru dan orang tua menjadi landasan penting dalam keberhasilan Munaamah. Masitoh. , & Setyowati. Peran Guru dalam Optimasi Perkembangan Sikap Disiplin Anak Usia Dini. Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Undiksha, 9. , 355Ae362. https://doi. org/10. 23887/paud. Sudrajat. Peran Guru dalam Pendidikan Karakter di PAUD. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 25. , 51-60. JOECES Vol. No. Suparti. Dian Kristiana. Wahyudi penerapan budaya antri. Penerapan sikap disiplin melalui budaya antri di RA AlAmanah Nguntoronadi Magetan memiliki relevansi yang kuat dengan capaian perkembangan anak usia dini sebagaimana diatur dalam Standar Tingkat Pencapaian Perkembangan Anak (STTPA). Berdasarkan STTPA Kemendikbudristek, aspek perkembangan nilainilai agama dan moral serta sosial emosional menekankan pada kemampuan anak dalam menunggu giliran, menghargai hak orang lain, serta mematuhi aturan sederhana dalam kehidupan sehari-hari. Dalam konteks ini, antri menjadi bentuk nyata dari indikator tersebut. Indikator yang digunakan dalam menilai ketercapaian disiplin melalui budaya antri meliputi kemampuan anak untuk menunggu tanpa rewel, mematuhi urutan giliran, serta mampu mengulang perilaku positif dalam konteks yang berbeda. Di RA Al-Amanah, kegiatan antri tidak hanya diterapkan dalam satu konteks, melainkan dalam berbagai situasi rutin sehingga anak mampu menggeneralisasi perilaku disiplin tersebut. Proses ini memperlihatkan bahwa budaya antri bukan hanya aktivitas fisik tetapi sebagai media pembelajaran karakter yang terstruktur, terencana, dan Budaya antri secara konseptual merupakan bagian dari proses sosialisasi di mana individu belajar menghargai orang lain dan menahan diri dari keinginan instan. Menurut Widyastuti, antri adalah Parwanti. Kristiana. D, & . Implementasi Penguatan Profil Pelajar Pancasila pada Dimensi Kemandirian melalui Projek Senangnya Menanam Toga. IMPLEMENTASI A, eprints. http://eprints. id/13807/ 530 JOECES Vol. No. Penerapan Sikap Disiplin Anak Usia Dini representasi dari keteraturan sosial dan bentuk kesadaran individu dalam berinteraksi dengan lingkungannya. 5 Sementara itu, aspek disiplin pada anak usia dini menurut Lickona terdiri atas: . kontrol diri, . kesadaran sosial, dan . kepatuhan terhadap aturan. Ketiga aspek di atas saling berkaitan dan dapat diasah melalui kegiatan rutin seperti antri. Di RA Al-Amanah, penerapan budaya antri dilakukan melalui tiga pendekatan utama, yaitu: . pembiasaan, di mana anak-anak dilatih secara terus menerus untuk menunggu giliran dalam berbagai konteks. keteladanan, guru menunjukkan sikap antri yang baik di hadapan anak. reinforcement positif, anak yang berhasil menunjukkan sikap disiplin dalam antri diberikan pujian verbal atau bentuk penghargaan kecil. Pendekatan ini didasarkan pada teori behavioristik Skinner, yang menyatakan bahwa perilaku dapat dibentuk melalui stimulus dan respon, termasuk melalui penguatan positif. 7 Pendukung lainnya dari sikap disiplin adalah lingkungan yang konsisten dan adanya aturan yang jelas serta diterapkan secara adil. RA Al-Amanah Nguntoronadi Magetan dipilih sebagai lokasi penelitian karena memiliki program penguatan karakter yang terintegrasi dalam kegiatan pembelajaran harian, termasuk dalam hal budaya antri. Keunggulan lembaga ini terletak pada keberhasilannya membentuk pembiasaan yang positif dengan pendekatan humanis dan Lau. , & Rahardjo. Meningkatkan Budaya Antri Anak Usia 4-5 Tahun melalui Metode Berbaris Sesuai Warna. Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 5. , 755Ae762. https://doi. org/10. 31004/obsesi. Nugraha. , & Kurniawati. Implementasi Budaya Antri pada Anak Usia Dini. Jurnal Ilmiah Pendidikan Anak, 5. , 89-102. Fitria. Utomo. , dan Dwiyanti. Pembentukan Perilaku prososial anak usia dini melalui permainan kooperatif. Jurnal. Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Anak Usia Dini. JOECES Vol. No. Suparti. Dian Kristiana. Wahyudi berbasis nilai-nilai keislaman. Selain itu, keberadaan guru-guru yang telah mendapatkan pelatihan dalam penerapan kurikulum Merdeka Belajar memberikan inovasi pendekatan pendidikan yang menekankan pada pengembangan karakter anak. RA Al-Amanah juga aktif menjalin kemitraan dengan orang kesinambungan antara pendidikan di rumah dan di sekolah. Inovasi lainnya adalah adanya penjadwalan dan skenario antri yang disesuaikan dengan usia dan kesiapan anak, misalnya membedakan waktu antri bagi kelompok usia 3Ae4 tahun dengan kelompok 5Ae6 tahun agar lebih efektif. Seluruh praktik ini menjadi landasan kuat dalam pengambilan data, observasi, dan refleksi ilmiah dalam penelitian ini. Penelitian komprehensif penerapan sikap disiplin melalui budaya antri di RA AlAmanah Nguntoronadi Magetan, dengan menelaah peran guru, pembiasaan yang dilakukan, serta keterlibatan orang tua dalam mendukung pembentukan sikap tersebut. Artikel ini diharapkan dapat memberikan kontribusi pada pengembangan kajian pendidikan karakter di lembaga PAUD, khususnya dalam penerapan pendekatan kontekstual seperti budaya Melalui pendekatan kualitatif deskriptif, penelitian ini ingin menunjukkan bahwa pembentukan karakter bukanlah hasil instan, melainkan proses sistematis yang melibatkan berbagai pihak. Selain itu, hasil penelitian ini dapat menjadi rujukan bagi lembaga PAUD 532 JOECES Vol. No. Penerapan Sikap Disiplin Anak Usia Dini lain dalam menerapkan program serupa sebagai strategi untuk meningkatkan kedisiplinan anak sejak dini. Diharapkan pula artikel ini memperkaya literatur ilmiah mengenai metode pembentukan karakter berbasis budaya lokal dan kebiasaan harian yang kontekstual. Pemilihan judul "Penerapan Sikap Disiplin Anak Usia Dini Melalui Budaya Antri Al-Amanah Nguntoronadi Magetan" dilatarbelakangi oleh urgensi pembentukan karakter disiplin sejak usia dini dalam menghadapi tantangan era global yang menuntut kemandirian, tanggung jawab, dan kesadaran sosial yang tinggi. Budaya antri sebagai representasi dari nilai-nilai tersebut menjadi titik masuk yang relevan dan aplikatif dalam konteks pendidikan anak usia Observasi awal yang menunjukkan keberhasilan sekaligus tantangan di RA Al-Amanah menjadi motivasi utama penulis untuk meneliti lebih dalam mengenai praktik ini. Harapannya, artikel ini tidak hanya menjadi dokumentasi akademik, tetapi juga sebagai inspirasi praktis bagi tenaga pendidik, orang tua, dan pengambil kebijakan dalam membangun budaya disiplin yang positif dan berkelanjutan bagi generasi masa depan. KAJIAN PUSTAKA Teori yang Mendasari Penelitian ini berlandaskan pada teori perkembangan moral dan sosial anak usia dini, khususnya teori Jean Piaget dan Erik Erikson. Piaget menjelaskan bahwa pada usia prasekolah, anak mulai memahami aturan sosial melalui pengalaman konkret. Erikson JOECES Vol. No. Suparti. Dian Kristiana. Wahyudi karakter, seperti kemandirian dan disiplin, pada tahap usia inisiatif vs rasa bersalah . -6 tahu. 8 Penerapan budaya antri menjadi bagian dari internalisasi nilai kedisiplinan yang sangat relevan untuk dikembangkan sejak usia dini karena membentuk kebiasaan menunggu giliran, menghargai hak orang lain, dan mengontrol Pendidikan karakter pada anak usia dini merupakan fondasi penting dalam membentuk pribadi yang berintegritas dan bertanggung jawab. Salah satu nilai karakter utama yang perlu ditanamkan sejak dini adalah sikap disiplin. Menurut Lickona . , disiplin merupakan salah satu dari sembilan karakter dasar yang esensial dalam membangun masyarakat yang beradab. Disiplin pada anak usia dini bukan sekadar kepatuhan terhadap aturan, melainkan bagian dari pembentukan kontrol diri, kesadaran sosial, dan kemampuan menunda keinginan pribadi demi kepentingan bersama. Dalam konteks pendidikan anak usia dini (PAUD), pembentukan sikap disiplin dilakukan secara bertahap melalui berbagai aktivitas pembiasaan yang konsisten. Salah satu strategi yang efektif adalah melalui budaya antri, yakni membiasakan anak untuk menunggu giliran dalam suatu aktivitas tertentu. Budaya antri tidak hanya melatih anak bersikap tertib, tetapi juga mengajarkan nilai-nilai kesabaran, keadilan, dan empati terhadap orang lain. Sebagaimana ditegaskan oleh Hurlock . , perilaku Nugraha. , & Kurniawati. Implementasi Budaya Antri pada Anak Usia Dini. Jurnal Ilmiah Pendidikan Anak, 5. , 89-102. 534 JOECES Vol. No. Penerapan Sikap Disiplin Anak Usia Dini sosial seperti menunggu giliran merupakan indikator kematangan emosi dan sosial anak usia dini. Penanaman budaya antri sebagai sarana pendidikan karakter telah banyak dikaji oleh para peneliti. Misalnya, penelitian oleh Astuti . menunjukkan bahwa kegiatan antri saat makan bersama di lingkungan PAUD mampu meningkatkan pemahaman anak tentang aturan dan hak orang lain. Sementara itu, hasil penelitian Wahyuni . menemukan bahwa pembiasaan antri yang dilakukan secara rutin berkontribusi signifikan terhadap peningkatan disiplin anak dalam kegiatan harian, baik di sekolah maupun di rumah. Hal ini memperkuat gagasan bahwa perilaku sosial yang dibentuk sejak usia dini cenderung menetap hingga dewasa apabila ditanamkan dengan pendekatan yang tepat. Penerapan menyentuh aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik anak. Guru sebagai fasilitator perlu menjadi teladan . dalam menunjukkan perilaku disiplin, termasuk saat mengatur anak untuk tertib dalam barisan atau menunggu giliran dalam Menurut teori social learning dari Bandura . , anak belajar banyak dari mengamati dan meniru perilaku orang dewasa di sekitarnya, sehingga keteladanan guru dalam praktik budaya antri merupakan bagian penting dari proses pembentukan JOECES Vol. No. Suparti. Dian Kristiana. Wahyudi Keterlibatan keluarga juga memegang peranan krusial Menurut Bronfenbrenner . , lingkungan mikro seperti keluarga dan sekolah memiliki pengaruh langsung terhadap perkembangan kepribadian anak. Oleh karena itu, budaya antri yang diajarkan di sekolah perlu didukung oleh pembiasaan serupa di rumah agar nilai-nilai disiplin tidak menjadi sesuatu yang terputus atau kontekstual, melainkan menjadi kebiasaan hidup anak sehari-hari. Dengan demikian, kajian pustaka ini menggarisbawahi bahwa penerapan budaya antri merupakan praktik pendidikan karakter yang relevan, kontekstual, dan berorientasi jangka panjang. Melalui sinergi antara lembaga PAUD dan lingkungan keluarga, sikap disiplin dapat dibentuk secara optimal sebagai bekal anak dalam menjalani proses sosial yang lebih kompleks di masa Penelitian ini tidak hanya memiliki relevansi praktis, tetapi juga memberikan kontribusi teoritis terhadap upaya konkret penanaman nilai karakter dalam pendidikan anak usia dini berbasis budaya dan kebiasaan. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif untuk mendeskripsikan terkait focus pada pemahaman makna dan proses penerapan sikap disiplin anak usia dini melalui budaya antri di RA Al-Amanah Nguntoronadi Magetan. Pendekatan ini dipilih untuk menggali secara mendalam bagaimana budaya antri dipraktikkan, 536 JOECES Vol. No. Penerapan Sikap Disiplin Anak Usia Dini dibiasakan, serta didukung oleh guru dan orang tua, serta bagaimana anak usia 5Ae6 tahun merespons dan membentuk perilaku disiplin melalui proses tersebut. Menurut Miles. Huberman & Saldaya, pendekatan kualitatif deskriptif memungkinkan peneliti memahami fenomena sosial secara mendalam melalui partisipasi aktif, observasi, serta pengumpulan data kualitatif yang valid. 9 Penelitian ini pembentukan karakter, yang dianalisis berdasarkan observasi, dokumentasi, dan wawancara. Strategi analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif kualitatif model interaktif, yaitu: pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. 10 Pola berpikir yang digunakan bersifat induktif, yakni mengembangkan argumen berdasarkan fenomena empiris di lapangan yang kemudian dianalisis secara teoritik untuk mendapatkan pemahaman yang utuh. Penelitian ini menggunakan kerangka teori konstruktivistik Vygotsky, yang menyatakan bahwa interaksi sosial, seperti budaya antri, merupakan alat utama dalam membentuk fungsi mental anak. 11 Oleh karena itu, penerapan budaya antri dilihat sebagai sarana penting dalam pengembangan disiplin diri dan pembentukan nilai-nilai sosial anak sejak usia dini. Adapun proses penelitian dilakukan secara sistematis dengan mengamati 15 peserta didik usia 5Ae6 tahun di RA Al-Amanah Nguntoronadi Magetan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui Miles. Huberman. , & Saldaya. Qualitative Data Analysis: A Methods Sourcebook. SAGE Publications. Sugiyono. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif R&d. Bandung: Alfabeta, 2010. Patton. Qualitative Research & Evaluation Methods. SAGE Publications. JOECES Vol. No. Suparti. Dian Kristiana. Wahyudi observasi langsung terhadap rutinitas budaya antri, wawancara mendalam dengan guru dan orang tua, serta dokumentasi terhadap kegiatan pembiasaan disiplin. Instrumen penelitian berupa lembar observasi perilaku disiplin, pedoman wawancara, dan catatan Peneliti mengikuti proses pembiasaan antri setiap hari selama dua bulan untuk melihat kontinuitas dan konsistensi guru serta respons anak. Analisis data dilakukan secara berulang melalui triangulasi data untuk meningkatkan validitas. Penelitian ini dapat direplikasi pada satuan pendidikan anak usia dini lain dengan pembentukan karakter melalui pembiasaan harian berbasis budaya lokal dan religius. HASIL & PEMBAHASAN Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan budaya antri di RA Al-Amanah Nguntoronadi Magetan terbukti efektif dalam menstimulasi sikap disiplin anak usia 5Ae6 tahun. Melalui strategi pembiasaan, keteladanan, serta penguatan positif . , guru mampu menanamkan nilai-nilai kedisiplinan yang relevan dengan karakteristik usia dini. Pembiasaan antri secara konsisten pada berbagai aktivitas harianAiseperti cuci tangan, makan bersama, dan bermain bergiliran berkontribusi pada perkembangan kontrol diri, kesadaran sosial, serta kepatuhan terhadap aturan dalam diri anak. Pembiasaan Budaya Antri dan Dampaknya terhadap Disiplin 538 JOECES Vol. No. Penerapan Sikap Disiplin Anak Usia Dini Pembiasaan antri yang dilakukan secara rutin terbukti menciptakan lingkungan yang terstruktur dan aman bagi anak. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara guru, anak-anak secara bertahap mampu menunjukkan kebiasaan berbaris tanpa perlu diingatkan terus-menerus. Anak yang semula cenderung berebut giliran kini mulai menunggu dengan sabar dan mengikuti urutan secara konsisten. Hal ini sejalan dengan prinsip pendidikan anak usia dini yang menekankan pentingnya pengulangan dalam . abit Secara pembiasaan yang dilakukan dalam konteks sosial sehari-hari memberikan rangsangan konkret terhadap perkembangan fungsi eksekutif anak, terutama dalam aspek response inhibition atau kemampuan untuk menunda keinginan. 12 Ini menunjukkan bahwa pembiasaan sederhana seperti antri memiliki implikasi yang luas terhadap penguatan aspek disiplin. Keteladanan Guru sebagai Faktor Model Sosial Guru yang memberikan contoh langsung saat antri bersama anak terbukti menjadi model perilaku yang kuat. Keteladanan guru tidak hanya memperkuat pemahaman anak tentang aturan, tetapi juga menjadi stimulus internalisasi nilai. Anak-anak meniru perilaku guru yang disiplin, termasuk dalam hal kepatuhan terhadap giliran dan waktu. Perilaku meniru ini mendukung teori social learning Bandura, di mana anak-anak belajar melalui pengamatan terhadap orang dewasa yang signifikan di lingkungan Nugraha. , & Kurniawati. Implementasi Budaya Antri pada Anak Usia Dini. Jurnal Ilmiah Pendidikan Anak, 5. , 89-102. JOECES Vol. No. Suparti. Dian Kristiana. Wahyudi 13 Dalam konteks ini, guru menjadi figur utama dalam transfer nilai disiplin melalui tindakan nyata. Reinforcement Positif sebagai Penguat Perilaku Disiplin Penguatan positif yang diberikan secara konsisten dalam bentuk pujian, stiker, atau acungan jempol terbukti mendorong perilaku antri yang tertib dan menyenangkan. Anak merasa dihargai atas perilakunya, yang kemudian memotivasi mereka untuk mengulangi sikap disiplin tersebut. Bahkan, beberapa anak mulai secara spontan mengingatkan temannya untuk antri dengan sopan, menunjukkan terjadinya pergeseran dari motivasi ekstrinsik ke intrinsik. Fenomena ini menunjukkan bahwa reinforcement tidak hanya berfungsi sebagai penguat, tetapi juga sebagai katalis pembentukan karakter. 14 Penguatan yang adil dan merata kepada seluruh anak menciptakan lingkungan kelas yang inklusif dan suportif, sehingga semua anak merasa termotivasi untuk disiplin. Peran guru sebagai teladan menjadi faktor penting dalam memperkuat efektivitas penguatan positif tersebut. Ketika guru secara konsisten menunjukkan sikap sabar, adil, dan menghargai proses antri, anak-anak akan meniru perilaku tersebut dalam interaksi sehari-hari. Dukungan verbal yang hangat serta bahasa Wahyuni. Sri dan Efastri S. Pendekatan behavioral . eknik reinforcemen. untuk meningkatkan perilaku prososial anak usia 5-6 tahun di Tk Aisyiyah i Kota Pekanbaru. Journal. Golden Age. ,2019 Sudrajat. Peran Guru dalam Pendidikan Karakter di PAUD. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 25. , 51-60. 540 JOECES Vol. No. Penerapan Sikap Disiplin Anak Usia Dini tubuh yang ramah membantu menciptakan suasana emosional yang aman, sehingga anak merasa nyaman untuk mempraktikkan disiplin tanpa paksaan. Dalam jangka panjang, kebiasaan antri yang tertib tidak hanya membentuk keterampilan sosial, tetapi juga menanamkan nilai tanggung jawab, empati, dan rasa saling menghormati yang menjadi fondasi penting bagi perkembangan karakter anak. JOECES Vol. No. Suparti. Dian Kristiana. Wahyudi Gambar 1. Anak berbaris saat akan masuk kelas Gambar 1. Guru memberikan reinforcement positif setelah Gambar 1. anak bermain bergiliran di area luar ruangan anak tertib Gambar 1. poster anak aku anak disiplin pembelajaran budaya antri Perkembangan Kontrol Diri Anak 542 JOECES Vol. No. Penerapan Sikap Disiplin Anak Usia Dini Temuan anak-anak menunjukkan kontrol diri yang lebih baik saat menunggu giliran, terutama melalui bantuan strategi pengalihan yang diterapkan guru, seperti menghitung bersama atau bernyanyi. Sebelumnya, beberapa anak menunjukkan perilaku seperti merengek atau berusaha menyerobot giliran, namun intensitasnya menurun secara signifikan setelah intervensi dilakukan secara terstruktur. Kontrol diri ini merupakan bagian dari keterampilan sosialemosional yang menjadi fondasi penting bagi keberhasilan anak dalam jangka panjang. Penelitian sebelumnya lebih banyak menekankan pembentukan disiplin melalui hukuman atau larangan, sedangkan hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pendekatan positif dan preventif lebih efektif dalam konteks usia Kesadaran Sosial dan Kepatuhan terhadap Aturan Interaksi sosial anak dalam konteks antri turut membentuk kesadaran sosial, yakni menghargai giliran teman, berbagi waktu dan ruang, serta menunjukkan empati. 16 Anak belajar bahwa setiap orang memiliki hak yang sama untuk mendapat giliran, mempersilakan teman, atau tidak berebut alat permainan. Kesadaran ini mencerminkan internalisasi nilai demokratis dalam Putri. NAN. Rahmawati. IY, & Kristiana. D . Implementasi model pembelajaran cerdas berbahasa indonesia fonik . bi foni. dalam menstimulus kemampuan menyimak anak usia dini. Jurnal Paedagogy, e-journal. https://ejournal. id/index. php/pedagogy/article/view/5480 Rahmawati. , et al. Pendidikan Karakter di Usia Dini. Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 12. , 34-45. JOECES Vol. No. Suparti. Dian Kristiana. Wahyudi bentuk yang sederhana dan konkret. Kepatuhan terhadap aturan juga mengalami peningkatan. Anak memahami bahwa aturan antri berlaku untuk semua orang, bahkan saat tidak ada pengawasan langsung. Hal ini terlihat dari anak yang tetap menjaga urutan, dan bahkan menegur temannya dengan sopan jika terjadi pelanggaran. Fenomena ini menegaskan bahwa penerapan budaya antri secara menyeluruh membentuk disiplin yang berbasis pada kesadaran, bukan keterpaksaan. Perbandingan dengan Temuan Sebelumnya Perbedaan dengan beberapa penelitian sebelumnya yang menyoroti penerapan disiplin anak usia dini melalui pendekatan otoritatif atau hukuman ringan,17 penelitian ini menempatkan pembiasaan, keteladanan, dan reinforcement positif sebagai strategi utama. Temuan ini menunjukkan bahwa pendekatan yang humanistik dan berfokus pada pengalaman sosial anak lebih efektif dalam membangun perilaku disiplin yang berkelanjutan. Keberhasilan pendekatan ini juga diperkuat oleh konsistensi guru dan keterlibatan kepala sekolah dalam mendukung program pembiasaan antri. Hasil penelitian ini menegaskan bahwa budaya antri yang diterapkan melalui pendekatan sistematis dan berkesinambungan dapat menjadi sarana efektif dalam membentuk sikap disiplin anak usia dini. Intervensi yang dilakukan dengan mengedepankan pembiasaan, keteladanan, dan reinforcement tidak hanya Aqobah. Ali. Decheline. , & Raharja. Penanaman perilaku kerjasama anak usia dini melalui permainan tradisonal. Jurnal. Eksistensi Pendidikan Luar Sekolah (E-Plu. 544 JOECES Vol. No. Penerapan Sikap Disiplin Anak Usia Dini berdampak pada perilaku anak di sekolah, tetapi juga pada pembentukan karakter dasar yang dibutuhkan dalam kehidupan sosial yang lebih luas. 18 Penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan budaya antri secara sistematis melalui pembiasaan, keteladanan, dan reinforcement positif berpengaruh signifikan terhadap pembentukan sikap disiplin anak usia dini. Anak menunjukkan pemahaman kemampuan dalam menunggu giliran, mematuhi urutan, serta menahan diri untuk tidak menyela. Pembiasaan antri yang dilakukan secara konsisten pada berbagai . asuk memberikan struktur yang jelas bagi anak, sehingga mereka lebih mudah memahami aturan sosial. Keteladanan guru menjadi faktor penting, di mana anak meniru perilaku positif yang ditampilkan guru saat mengantri. Selain itu, reinforcement positif dalam bentuk pujian verbal dan penghargaan non-verbal memotivasi anak untuk mengulang perilaku disiplin. 20 Anak juga mulai menunjukkan kesadaran sosial, seperti menghormati giliran teman dan membantu menegakkan aturan antri secara mandiri. Berbeda dengan pendekatan otoritatif, hasil ini menekankan pentingnya strategi pembelajaran berbasis keteladanan dan penguatan positif dalam membangun disiplin anak Munaamah. Masitoh. , & Setyowati. Peran Guru dalam Optimasi Perkembangan Sikap Disiplin Anak Usia Dini. Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Undiksha, 9. , 355Ae362. https://doi. org/10. 23887/paud. Nugraha. , & Kurniawati. Implementasi Budaya Antri pada Anak Usia Dini. Jurnal Ilmiah Pendidikan Anak, 5. , 89-102. Lau. , & Rahardjo. Meningkatkan Budaya Antri Anak Usia 4-5 Tahun melalui Metode Berbaris Sesuai Warna. Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 5. , 755Ae762. https://doi. org/10. 31004/obsesi. JOECES Vol. No. Suparti. Dian Kristiana. Wahyudi usia dini. Implikasi praktis dari temuan ini menggarisbawahi pentingnya keterlibatan guru secara aktif dan konsisten dalam menanamkan budaya antri sejak dini sebagai fondasi karakter anak. Tabel 1. Peningkatan Sikap Disiplin Anak Usia Dini Melalui Budaya Antri di RA Al-Amanah Aspek Sikap Disiplin Indikator Temuan Utama Kontrol Diri Anak menunjukkan peningkatan Anak mampu menahan diri, dalam menunggu giliran tanpa tidak menyerobot saat antri mendorong atau menyela Kesadaran Sosial Anak menghargai giliran teman, tidak berebut alat Kepatuhan Terhadap Aturan Anak mengikuti aturan antri Anak mematuhi aturan antri secara meskipun tanpa pengawasan konsisten dalam berbagai kegiatan Anak mulai memberi kesempatan kepada teman dan menunjukkan empati saat bermain Tabel 2. Strategi Pendidik dalam Membangun Budaya Antri Strategi Guru Deskripsi Praktik Dampak terhadap Anak Pembiasaan Antri saat masuk kelas, cuci Anak terbiasa menunggu tangan, makan bersama, bermain giliran tanpa perlu diingatkan terus-menerus Keteladanan Guru ikut antri bersama anak, menunjukkan sikap tertib dan menghormati giliran Anak meniru perilaku guru dalam menjaga urutan dan menahan diri Reinforcement Positif Pujian verbal, stiker bintang, pelukan sebagai bentuk apresiasi perilaku disiplin Anak merasa senang, termotivasi untuk berperilaku tertib dalam kegiatan Tabel 3. Perbandingan Temuan Penelitian Ini dengan Studi Sebelumnya Peneliti Safitri Fokus Penelitian Hasil Utama Disiplin anak usia Anak patuh, namun 546 JOECES Vol. No. Perbedaan dengan Penelitian Ini Penelitian ini Penerapan Sikap Disiplin Anak Usia Dini Peneliti . Fokus Penelitian dini melalui hukuman ringan Hasil Utama hanya saat diawasi Perbedaan dengan Penelitian Ini menekankan pendekatan positif dan kesadaran intrinsik anak Rahayu & Lestari . Penelitian ini Keteladanan guru Keteladanan guru efektif untuk dalam membentuk pembiasaan dan menanamkan nilai-nilai karakter anak reinforcement sebagai strategi sinergis Penelitian Anak menunjukkan Memberikan pendekatan Budaya antri untuk disiplin melalui kontrol holistik berbasis budaya membentuk disiplin diri, kesadaran, dan antri dalam konteks secara menyeluruh Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan sikap disiplin melalui budaya antri di RA Al-Amanah Nguntoronadi Magetan memberikan dampak positif terhadap pembentukan karakter anak usia dini. Anak-anak secara bertahap menunjukkan perilaku yang lebih tertib, mampu menunggu giliran, dan memahami pentingnya mengikuti aturan secara bersama-sama. Temuan ini didasarkan pada hasil observasi langsung di kelas, wawancara dengan guru, serta konsistensi perilaku anak dalam berantri selama proses pembelajaran dan kegiatan rutin di sekolah. Budaya antri yang diterapkan secara konsisten oleh pendidik menjadi stimulus penting dalam membangun sikap disiplin anak usia 4Ae6 tahun. 21 Melalui kegiatan antri sebelum masuk kelas, saat mengambil makanan, serta dalam bermain secara bergantian, anak21 Harmini. AA, & Siwiyanti. L . Penerapan Sikap Disiplin Melalui Pembiasaan Shalat Dhuha Pada Anak Usia Dini Di TK Assalam. JIEEC: Journal of Islamic Education for A, journal. https://journal. id/index. php/jieec/article/view/4172 JOECES Vol. No. Suparti. Dian Kristiana. Wahyudi anak diajak untuk mengenal konsep tanggung jawab, menghargai orang lain, dan mengelola dorongan emosionalnya. Hal ini sangat relevan dengan aspek perkembangan sosial-emosional anak usia dini yang berada dalam masa kritis pembentukan nilai dasar perilaku. Pembiasaan ini juga dipengaruhi oleh pendekatan pembelajaran yang sesuai dengan prinsip psikologi perkembangan anak, di mana anak belajar melalui pengalaman langsung dan pengulangan yang 22 Guru di RA Al-Amanah tidak hanya memberikan instruksi secara verbal, tetapi juga menjadi teladan dalam menunjukkan sikap disiplin saat berinteraksi dengan anak. Penerapan metode keteladanan ini memperkuat proses internalisasi nilai-nilai disiplin secara alami dalam kehidupan anak sehari-hari. Hasil wawancara menunjukkan bahwa orang tua turut merasakan perubahan perilaku anak di rumah, terutama dalam hal menunggu giliran dan menghargai waktu. Kolaborasi antara sekolah dan orang tua menjadi kunci dalam keberhasilan penerapan budaya antri, karena nilai-nilai yang ditanamkan di sekolah perlu dikuatkan dalam lingkungan keluarga. Hal ini sejalan dengan teori ekologi Bronfenbrenner yang menekankan pentingnya keterkaitan antar sistem dalam mendukung perkembangan anak secara optimal. 23 Dari sisi psikologi anak usia dini, kemampuan untuk mengantri merupakan bentuk kontrol diri yang cukup kompleks dan membutuhkan bimbingan secara berulang. Proses ini melibatkan kesadaran diri. Kristiana. D . Peningkatan Nilai-Nilai Karakter Anak Usia Dini Melalui Kesenian Reyog Ponorogo. A INDRIA (Jurnal Ilmiah Pendidikan Prasekolah dan A, journal. https://journal. id/index. php/indria/article/view/440 Fitriani. Amallia Putri dan Putri Ayu Maharani. Peningkatan Kemampuan Sosial Anak Melalui Permainan Jamuran. Jurnal. Pendidikan Islam Anak Usia Dini. 548 JOECES Vol. No. Penerapan Sikap Disiplin Anak Usia Dini kematangan sistem saraf pusat anak. Oleh karena itu, hasil penelitian ini menegaskan bahwa pembiasaan antri bukan sekadar rutinitas, melainkan strategi pedagogis yang berdampak jangka panjang dalam pembentukan karakter anak. Implementasi budaya antri sebagai bagian dari pendidikan karakter di PAUD juga mendukung capaian Profil Pelajar Pancasila yang dicanangkan dalam Kurikulum Merdeka. Sikap gotong royong, mandiri, dan bertanggung jawab ditanamkan sejak dini melalui pengalaman konkret yang dekat dengan kehidupan anak. Penerapan nilai-nilai ini dalam konteks budaya lokal sekolah seperti RA Al-Amanah memperkuat relevansi pembelajaran dengan lingkungan sosial anak. KESIMPULAN Penelitian ini mengungkap bahwa penerapan budaya antri secara sistematis melalui pembiasaan, keteladanan, dan reinforcement positif berkontribusi signifikan dalam membentuk sikap disiplin anak usia dini. Sikap tersebut tercermin dalam kemampuan anak mengontrol diri, menunjukkan kesadaran sosial, serta menaati aturan tanpa perlu pengawasan langsung. Budaya antri menjadi media konkret bagi anak untuk mengalami proses belajar sosial secara langsung melalui rutinitas yang sederhana namun bermakna. Temuan ini menunjukkan bahwa pendekatan berbasis karakter kontekstual lebih efektif dibandingkan pendekatan represif yang bersifat hukuman Aqobah. Ali. Decheline. , & Raharja. Penanaman perilaku kerjasama anak usia dini melalui permainan tradisonal. Jurnal. Eksistensi Pendidikan Luar Sekolah (E-Plu. JOECES Vol. No. Suparti. Dian Kristiana. Wahyudi atau paksaan. Ketika anak belajar dari pengalaman nyata yang berulang dan didukung oleh contoh positif dari guru, nilai-nilai disiplin lebih mudah tertanam secara internal. Penguatan secara verbal maupun non-verbal juga menjadi alat pedagogis yang memotivasi perilaku baik secara intrinsik. Dengan demikian, penelitian ini memberikan kontribusi nyata terhadap pengembangan praktik pembelajaran disiplin yang lebih humanistik dan relevan dalam konteks pendidikan anak usia dini. Penerapan budaya antri bukan sekadar rutinitas teknis, tetapi menjadi sarana strategis dalam menanamkan nilai karakter yang berkelanjutan. Hasil ini dapat menjadi acuan bagi satuan PAUD untuk merancang pembelajaran berbasis pengalaman nyata anak. Untuk memperkuat generalisasi hasil, penelitian lanjutan disarankan dilakukan dalam konteks budaya sekolah yang berbeda serta dalam jangka waktu yang lebih panjang. Penelitian berikut juga dapat mempertimbangkan keterlibatan orang tua dan komunitas sekolah sebagai bagian dari sistem pendukung disiplin anak. Dengan demikian, pengembangan nilai-nilai karakter pada anak usia dini dapat dilakukan secara holistik, konsisten, dan berdampak jangka panjang. 550 JOECES Vol. No. Penerapan Sikap Disiplin Anak Usia Dini BIBLIOGRAFI Amin. Kristiana. D, & Fadlillah. M . Pengaruh kelekatan aman anak pada ibu terhadap kemandirian anak usia 5-6 tahun. Jurnal Obsesi: Jurnal A, id, http://eprints. id/6586/ Atabik. Ahmad. Pendidikan Dan Pengembangan Potensi Anak Usia Dini. Jurnal Inovasi Pendidikan,. ,2014. Aqobah. Ali. Decheline. , & Raharja. Penanaman perilaku kerjasama anak usia dini melalui permainan tradisonal. Jurnal. Eksistensi Pendidikan Luar Sekolah (E-Plu. Anggraini. Gupita. Kusuma dan R. Puspitasari. Optimalisasi pemanfaatan lingkungan sekolah pada kegiatan pembelajaran luar kelas dalam pendidikan anak usia dini. Jurnal. Program Studi PGRA. Creswell. Research Design: Qualitative. Quantitative, and Mixed Methods Approaches. SAGE Publications. Darmawan. Pedoman Praktis Tumbuh Kembang Anak (Usia 0-7 Bula. (Bogor: IPB Press. Fitriani. Amallia Putri dan Putri Ayu Maharani. Peningkatan Kemampuan Sosial Anak Melalui Permainan Jamuran. Jurnal. Pendidikan Islam Anak Usia Dini. Fitria. Utomo. , dan Dwiyanti. Pembentukan Perilaku prososial anak usia dini melalui permainan kooperatif. Jurnal. Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Anak Usia Dini. Harmini. AA, & Siwiyanti. L . Penerapan Sikap Disiplin Melalui Pembiasaan Shalat Dhuha Pada Anak Usia Dini Di TK Assalam. JIEEC: Journal of Islamic Education A, https://journal. id/index. php/jieec/article/view/4172 Hoerotunnisa, dkk. Edukasi Permainan Jamuran Dalam Stimulasi Perkembangan Emosional Anak Usia Dini. Al-Aufa: Jurnal Pendidikan dan Kajian Keislaman. , 2021. JOECES Vol. No. Suparti. Dian Kristiana. Wahyudi Hasanah. Nur and R. Drupadi. Perilaku Prososial Anak selama Pandemi Covid-19. Journal. Stud. Gend. dan Anak. ,2020. Husaini. Usman dan Purnomo Setiadi Akbar. Metodologi Penelitian Sosial. Jakarta: PT Bumi Aksara, 2009. Hasanah. Uswatun. AuPengembangan Kemampuan Fisik Motorik Melalui Permainan Tradisional Bagi Anak Usia Dini,Ay Jurnal Pendidikan Anak, 5. Kristiana. D . Peningkatan Nilai-Nilai Karakter Anak Usia Dini Melalui Kesenian Reyog Ponorogo. A INDRIA (Jurnal Ilmiah Pendidikan Prasekolah A, https://journal. id/index. php/indria/article/view/440 Kristiana. D . Implementasi Media AuBosangAy Untuk Mengasah Kecerdasan Logika Matematika Anak Usia Dini. Jurnal Silogisme Kajian Ilmu Matematika dan A, eprints. id, http://eprints. id/6612/ Karim. Aim Abdul Karim dan Muqowim. Implementasi Permainan Tradisional Jamuran dalam Meningkatkan Sosial Emosional Anak Usia 5-6 Tahun. PAUD. Lectura: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini. Lau. , & Rahardjo. Meningkatkan Budaya Antri Anak Usia 4-5 Tahun melalui Metode Berbaris Sesuai Warna. Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 5. , 755Ae762. https://doi. org/10. 31004/obsesi. Munaamah. Masitoh. , & Setyowati. Peran Guru dalam Optimasi Perkembangan Sikap Disiplin Anak Usia Dini. Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Undiksha, 9. , 355Ae362. https://doi. org/10. 23887/paud. Miles. Huberman. , & Saldaya. Qualitative Data Analysis: A Methods Sourcebook. SAGE Publications. Mawaddah. Ayyu. Made Sulastri. Mutiara Magta. Penerapan Metode Demonstrasi Dengan Permainan Tradisional Jamuran Untuk Meningkatkan Kemampuan Sosial Emosional. Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Undiksa, 3. ,2015. 552 JOECES Vol. No. Penerapan Sikap Disiplin Anak Usia Dini Moleong. Lexy. Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: PT. Remaja Rosda Karya. Mbelo. FH. MA. Analisis Perkembangan Sosial Emosional Anak Usia Dini Pada Permainan TradisionaL. Jurnal Perkembangan dan Pendidikan Anak Usia Dini, 1. Nugraha. , & Kurniawati. Implementasi Budaya Antri pada Anak Usia Dini. Jurnal Ilmiah Pendidikan Anak, 5. , 89-102. Nurhayati. , dan Putro K. Bermain dan permainan anak usia dini. Jurnal. Pendidikan Islam Anak Usia Dini. Putri. NAN. Rahmawati. IY, & Kristiana. D . Implementasi model pembelajaran cerdas berbahasa indonesia fonik . bi foni. dalam menstimulus kemampuan menyimak anak usia dini. Jurnal Paedagogy, ejournal. https://e- id/index. php/pedagogy/article/view/5480 Parwanti. Kristiana. D, & . Implementasi Penguatan Profil Pelajar Pancasila pada Dimensi Kemandirian melalui Projek Senangnya Menanam Toga. IMPLEMENTASI http://eprints. id/13807/ Patton. Qualitative Research & Evaluation Methods. SAGE Publications. Palupi. Pengaruh media sosial pada perkembangan kecerdasan anak usia Journal. Edukasi Nonformal. , 2020. Rahmawati. , et al. Pendidikan Karakter di Usia Dini. Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 12. , 34-45. Safitri. Dewi. , & Hardiansyah. Pengaruh Model Pembelajaran Mind Mapping terhadap Hasil Belajar IPAS Pada Siswa Kelas V SDN Sapeken 1. Journal of Education Research, 6. , 494Ae503. https://doi. org/10. 37985/jer. Sudrajat. Peran Guru dalam Pendidikan Karakter di PAUD. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 25. , 51-60. JOECES Vol. No. Suparti. Dian Kristiana. Wahyudi Sibuea. Anny Berlian Ferynanda. Pemanfaatan Permainan Tradisional Untuk Kegiatan Pembelajaran. Jakarta : Media Masa. Sugiyono. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif R&d. Bandung: Alfabeta, 2010. Susanto. Perkembangan Anak Usia Dini: Pengantar Dalam Berbagai Aspeknya. Jakarta: Kencana, 2011. Uzlifah. D . Penerapan Teknik Modeling Untuk Mengembangkan Sikap Disiplin Anak Usia Dini (Penelitian Deskriptif Kualitatif Anak Usia 5-6 Tahun di A. Universitas Pendidikan Indonesia Wahyudi. Hariyati. , & Mariana. Implementasi Manajemen Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila di SMPN Kabupaten Magetan. Journal Education Research, 5. , 3311Ae3317. https://doi. org/10. 37985/jer. Wahyuni. Sri dan Efastri S. Pendekatan behavioral . eknik reinforcemen. untuk meningkatkan perilaku prososial anak usia 5-6 tahun di Tk Aisyiyah i Kota Pekanbaru. Journal. Golden Age. ,2019. Zekaria. Travelancya. , & Kiromi. Peran Guru dalam Mengedukasi Anak Tentang Pentingnya Gizi Seimbang di RA Raudlatul Hasan. Journal Education https://doi. org/10. 37985/jer. 554 JOECES Vol. No. Research, 6. , 575Ae583.