Konsep Pengembangan Seni Kerajinan Eceng Gondok Gorontalo Konsep Pengembangan Seni Kerajinan Eceng Gondok Gorontalo I Wayan Sudana. Isnawati Mohamad Program Studi Pendidikan Seni Rupa. Jurusan Seni Rupa dan Desain. Fakultas Teknik. Universitas Negeri Gorontalo. Jl. Habibie. Kampus 4 Kabupaten Bone Bolango. Gorontalo 96554. Indonesia Tlp. E-mail: iwayan@ung. ABSTRACT The water hyacinth crafts in Gorontalo has a great opportunity to be developed, but the development effort is less successful because it is done speculatively without based on its characteristics. This study aims to formulate the concept of the development of Gorontalo water hyacinth craft based on its characteristics. The study used qualitative methods of case study models with grounded theory. The data were collected through interviews, observation, testing, and literature study. Data were analyzed interactively through: selection and coding, categorization, data display and discussion, and conclusions. The results of the study explain that the concept of developing Gorontalo water hyacinth craft based on its characteristics is carried out through diversification and innovation: technology in production, product and distribution, following technological advances and market dynamics. The predictive power of concepts is formulated in causal statements and its application is explained in systematic work steps. This concept can be used as a reference in the development of Gorontalo water hyacinth craft in the future or other similar crafts. Keywords: Water Hyacinth Crafts. Characteristic. Development Concept. Diversification. Innovation. ABSTRAK Seni kerajinan eceng gondok Gorontalo berpeluang besar untuk dikembangkan, tetapi upayaupaya pengembangannya kurang berhasil maksimal karena dilakukan secara spekulatif tanpa didasari karakteristiknya. Penelitian ini bertujuan merumuskan konsep pengembangan seni kerajinan eceng gondok Gorontalo berdasarkan karakteristiknya. Penelitian menggunakan metode kualitatif model studi kasus dengan grounded theory. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, pengujian, dan studi pustaka. Data dianalisis secara interaktif melalui: seleksi dan pengkodean, kategorisasi data, display data serta pembahasan, dan penarikan Hasil penelitian menjelaskan, bahwa konsep pengembangan seni kerajinan eceng gondok Gorontalo berdasarkan karakteristiknya dilakukan melalui diversifikasi dan inovasi teknologi produksi, produk, dan distribusi, sesuai kemajuan teknologi dan dinamika pasar. Daya prediksi konsep tersebut dirumuskan dalam bentuk pernyataan kausal dan peluang penerapannya disajikan dalam bentuk langkah-langkah kerja sistematis. Konsep pengembangan tersebut dapat digunakan sebagai penuntun dalam pengembangan seni kerajinan eceng gondok Gorontalo di masa depan atau seni kerajinan lainnya yang sejenis. Kata Kunci: Kerajinan Eceng Gondok. Karakteristik. Konsep Pengembangan. Diversifikasi. Inovasi. Jurnal Panggung V31/N2/06/2021 I Wayan Sudana. Isnawati Mohamad PENDAHULUAN menyebar ke Teluk Gorontalo dan memenuhi Keberadaan tumbuhan eceng gondok pinggiran laut sekitar pelabuhan sehingga (Eichornia crassipe. dimaknai secara negatif dan positif. Secara negatif, eceng gondok Berbagai kajian dan upaya telah dilakukan dianggap gulma air yang invasif dan paling baik secara fisik . , kimiawi, maupun menyusahkan di dunia karena menyebabkan biologis, tetapi upaya itu tidak berkelanjutan pendangkalan wilayah perairan secara massif, sehingga tidak berdampak signifikan dalam mengurangi cahaya dan oksigen dalam menangkal laju pertumbuhan eceng gondok. air, mengancam keanekaragaman hayati. Upaya yang dianggap lebih strategis dalam menghambat laju pertumbuhan eceng (Rakotoarisoa, dkk. , 2015 hlm. Punitha, godok dilakukan dengan memanfaatkannya , 2015 hlm. Secara positif, eceng sebagai bahan baku seni kerajinan . gondok dianggap sumber daya alam yang Beberapa bermanfaat karena dapat digunakan sebagai . Waty & Dangkua . Samsudin & kompos, biogas, pakan ternak, penyerapan Husnussalam . Wolok, dkk. telah limbah, dan produksi alkohol (Malik, 2007 hlm. membuktikan, bahwa eceng gondok dapat eceng gondok juga digunakan sebagai digunakan sebagai bahan baku beragam bahan kertas seni dan produk kerajinan . produk seni kerajinan untuk peningkatan (Bhattacharjee, dkk. , 2015: . Eceng gondok nilai ekonomi, penyerapan tenaga kerja, dan yang berasal dari Lembah Amazon Brazil menghasilkan produk ramah lingkungan. (Malik, 2007, hlm. , menyebar ke lebih dari Upaya 50 negara di lima benua (Rakotoarisoa, dkk. artistik eceng gondok sebagai bahan baku 2015: . Eceng gondok diperkirakan masuk ke Indonesia tahun 1894, yang kerajinan eceng gondok di Gorontalo. Namun raya Bogor (Waty & Dangkua, 2016, hlm. walaupun berbagai upaya pengembangan Tumbuhan tersebut kemudian menyebar ke telah sering dilakukan, baik oleh pemerintah, wilayah sekitar Jawa. Sumatera. Kalimantan. BUMN, maupun swadaya. Diduga hal itu dan Sulawesi, termasuk Gorontalo. terjadi karena upaya-upaya pengembangan ditanam untuk menambah keindahan kebun Penyebaran eceng gondok di berbagai Retnoningrum wilayah dengan laju pertumbuhan sangat pasar, dan bersifat spekulatif. Data hasil Masyarakat Gorontalo menganggap eceng seni kerajinan tersebut selama ini cenderung hanya didasarkan pada kebutuhan pasar Danau Limboto karena telah menutupi lebih dengan mengikuti produk-produk sejenis dari 70% permukaan danau (Wolok, dkk, yang sedang tren, dan kurang memperhatikan 2019, hlm. Eceng gondok bahkan telah Padahal setiap kerajinan Jurnal Panggung V31/N2/06/2021 Konsep Pengembangan Seni Kerajinan Eceng Gondok Gorontalo memiliki karakteristik berbeda-beda antara ini berpeluang digunakan sebagai penuntun yang satu dengan yang lainnya (Sofyan, dkk. dalam pengembangan seni kerajinan eceng 2018, hlm. Pengembangan seni kerajinan gondok Gorontalo di masa depan maupun harus berangkat dari karakteristiknya agar seni kerajinan lainnya yang sejenis. tetap mengakar pada masyarakat pemilik budaya kerajinan bersangkutan. Berdasarkan hal itu, maka untuk pengembangan seni METODE kerajinan eceng gondok Gorontalo, perlu Penelitian ini menggunakan metode dikaji dan dirumuskan konsep pengembangan kualitatif model studi kasus dengan grounded yang sistematis dan terarah sesuai dengan merupakan data kualitatif dari satu unit kasus. Penelitian dengan tujuan akhir merumuskan konsep atau teori secara induktif sesuai kasus yang diteliti pengembangan seni kerajinan eceng gondok (Strauss & Corbin, 2003, hlm. Konsep Gorontalo yang dirumuskan berbasis pengumpulan dan agar keberadaannya tetap mengakar pada analisis data melalui hubungan konseptual menjamin seni kerajinan tersebut berkembang dilakukan secara sistematis selama penelitian secara berkelanjutan. Aspek yang dikaji untuk berlangsung (Straus & Corbin, 2009, hlm. mengungkap karakteristik seni kerajinan Pada penelitian ini, data lapangan mencakup: kondisi perajin, teknologi produksi, yang dikumpulkan dan dianalisis untuk bentuk dan fungsi produk, serta distribusinya merumuskan konsep pengembangan seni (Sudana, 2014, hlm. Melalui kajian pada kerajinan eceng gondok Gorontalo adalah aspek-aspek tersebut berupaya ditemukan data yang terkait karakteristiknya yaitu data: sub-sub tema dan tema inti sebagai unsur perajin, teknologi produksi, bentuk dan fungsi pembentuk konsep yang hendak dirumuskan. produk, serta distribusinya. Data tersebut Konsep disarikan melalui proses seleksi, pengkodean tema-tema teoretis yang disebut teori substantif, yakni Tema-tema tersebut kemudian teori yang dikembangkan melalui penelitian diintegrasikan atau diabstraksi secara analitis terhadap satu kasus atau satu konteks situasi menjadi rumusan konsep pengembangan. tertentu dari area-area substantif (Strauss & Penelitian dilakukan pada sentra-sentra seni Corbin, 2003: . Konsep juga dijabarkan kerajinan eceng gondok di Gorontalo. dalam bentuk langkah-langkah kerja yang Data dikumpulkan melalui observasi, sistematis agar mudah diterapkan. Dengan wawancara, pengujian, dan studi pustaka. Reliabilitas data dilakukan dengan teknik dibangun dan dirumuskan melalui penelitian triangulasi sumber yaitu data yang sejenis Jurnal Panggung V31/N2/06/2021 I Wayan Sudana. Isnawati Mohamad dicocokkan kebenarannya dengan sumber HASIL DAN PEMBAHASAN data yang berbeda-beda dan bila ditemukan Analisis karakteristik Seni Kerajinan kesesuaian maka data dianggap reliabel. Eceng Gondok Gorontalo Analisis data dilakukan secara interaktif Analisis terhadap karakteristik seni konstan selama penelitian, melalui seleksi dan kerajinan eceng gondok Gorontalo guna pengkodean data, kategori data, display data menemukan sub-sub tema sebagai unsur pem- serta pembahasan, dan penarikan kesimpulan bentuk konsep pengembangannya dilakukan (Huberman & Milles, 2009, hlm. Chamaz, pada aspek: perajin, teknologi produksi, 2012, hlm. Seleksi dan pengkodean bentuk serta fungsi produk, dan distribusi bertujuan memilih dan memberi tanda pada (Sudana & Mohamad, 2020, hlm. data yang diperlukan. Kategorisasi data bertujuan mengelompokkan data terpilih guna menemukan tema-tema pengembangan. Karakteristik Perajin Karakteristik perajin yang berpengaruh Display data serta pembahasan bertujuan menyajikan dan memaknai data sesuai tujuan kerajinan adalah keahlian dan jumlah perajin. Penarikan kesimpulan bertujuan Terkait keahlian, rata-rata perajin memiliki meringkas dan menyarikan temuan serta keahlian memadai dalam membuat produk- produk kerajinan eceng gondok dengan praktis atau peluang riset-riset berikutnya. Penelitian menerapkan beragam teknik anyaman. Para perajin juga menguasai beragam teknik tahap yaitu: . analisis karakteristik seni pembentukan produk, baik pembentukan kerajinan eceng gondok Gorontalo pada aspek: perajin, teknologi produksi, bentuk Cara perajin mendapat keahlian serta fungsi produk, dan distribusiannya, itu dituturkan Encis Bisa . ) Ausaya belajar guna menemukan sub-sub tema dan tema kerajinan eceng gondok dari pelatihan tahun 2009 bersama 20 orang . tahun 2017 pelatihan . mengkonstruksi rumusan tahun 2018 magang di Semarang 18 konsep pengembangan seni kerajinan eceng hariAy . awancara, 2 Mei 2. Rorintulus . gondok Gorontalo dalam bentuk pernyataan ) mengatakan Ausejak berlatih di Semarang A kita jadi lebih terbuka . jadi tahu lebih banyak cara . menyusun langkah-langkah membuat kerajinan eceng gondokAy . awancara, penerapan konsep pengembangan tersebut 8 Mei 2. Data ini menunjukkan, bahwa pelatihan dan magang adalah upaya penting . eori peluang implementasinya. dalam peningkatan keahlian dan jumlah perajin guna mendukung pengembangan kerajinan tersebut. Jurnal Panggung V31/N2/06/2021 Konsep Pengembangan Seni Kerajinan Eceng Gondok Gorontalo Berdasarkan data lapangan, perajin eceng gondok. Namun peningkatan jumlah eceng gondok Gorontalo berjumlah 30 orang, perajin harus didukung dengan keberadaan yang berasal dari tiga kelompok perajin, yaitu: desainer untuk merancang desain-desain Kelompok Usaha Eceng Gondok AuAlataAy 10 orang. UKM Kerajinan Eceng Gondok Desainer memiliki kualifikasi AuUsaha JayaAy 10 orang, dan LPK AuIsnunAy 10 untuk memperkirakan kebutuhan saat ini orang, dengan rentang usia 29-56 tahun. Dari dan mampu secara kreatif mengantisipasi segi pendidikan, 9 orang . %) menamatkan kebutuhan masa depan (McCrory, 1996: . pendidikan Sekolah Dasar (SD), 9 orang Berdasarkan . %) Sekolah Menengah Pertama (SMP), karakteristik perajin, ada beberapa unsur dan 12 orang . %) Sekolah Menengah yang dapat diberi kode dalam pengembangan Umum (SMU). Tidak ditemukan perajin aktif perajin . seni kerajinan eceng gondok yang tamat pendidikan tinggi . atau Gorontalo, yakni: pelatihan . eriodik dan Sekolah Menegah Kejuruan (SMK) bidan seni Peningkatan jumlah perajin tidak dilakukan melalui pendidikan formal, tetapi itu bisa dintegrasikan menjadi sub tema melalui pelatihan-pelatihan informal. pengembangan pada aspek perajin yaitu. Unsur-unsur Peningkatan jumlah perajin juga terjadi peningkatan jumlah dan keahlian perajin melalui adaptasi keterampilan menganyam, melalui: program pelatihan secara periodik seperti diakui Rorintulus . ) Auawalnya dan berjenjang, sistem magang, adaptasi saya membuat anyaman rotan sejak 1995 . perajin anyam, dan perekrutan desainer. Sub fokus di eceng gondok mulai 2007 . tema ini telah merepresentasikan semua data sudah tahu menganyam lebih mudah, karena terkait aspek perajin. kerajinan eceng gondok ini dasarnya juga anyam A anggota saya mulanya dari perajin Karakteristik Teknologi produksi anyam rotan . cuma kita belum ada desainer Teknologi produksi mencakup tiga unsur untuk menggambar model-model baru AAy saling terkait, yaitu: peralatan, bahan baku, . awancara, 8 Mei 2. Para perajin di dan metode kerja, yang dikendalikan oleh Perusahaan Rotan Indah juga dengan mudah manusia sebagai pengguna teknologi dengan dapat memadukan anyaman rotan dengan keahlian yang dikuasai guna menghasilkan kerajinan eceng gondok (Putra, 2. Data tersebut menyiratkan, bahwa peningkatan teknologi produksi seni kerajinan eceng jumlah perajin dapat dilakukan dengan gondok Gorontalo juga difokuskan pada tiga mengadaptasi perajin anyaman rotan atau unsur tersebut, yakni: peralatan, bahan baku, dan metode kerja. perajin eceng gondok, sebab keterampilan Analisis Peralatan yang digunakan para perajin eceng gondok di Gorontalo ada beberapa Jurnal Panggung V31/N2/06/2021 I Wayan Sudana. Isnawati Mohamad jadi kita memesan dari Jawa . jika tidak ada itu, produk tidak bervariasiAy . awancara, 2 Mei 2. Hal senada juga dinyatakan Rorintulus . AuBahan tambahan aksesoris dan pewarna dipesan di Semarang, di sini tidak ada kalau ada banyak aksesoris dan bahan pewarna, satu model tas bisa dibuat bervariasi, jadi mudah lakunyaAy (Wawancara, 8 Mei 2. Gambar 1. Peralatan produksi seni kerajinan eceng gondok Gorontalo (Sumber: Dokumen penulis, 2. Perajin lainnya, memadukan eceng gondok dengan rotan untuk menghasilkan produk baru yang lebih bervariasi sehingga mampu menembus jenis: . sabit untuk mengambil bahan baku. pasar ke luar daerah Gorontalo (Putra, 2016: alat kempa untuk meratakan batang Hal ini membuktikan, penggunaan bahan eceng gondok, . pisau dan gunting untuk . mesin jahit untuk membentuk beragam produk sehingga berpeluang meraih dan menempel bahan pendukung (Sudana pasar lebih ekstensif. Ini berarti, inovasi dan & Mohamad, 2020: . Bentuk peralatan diversifikasi bahan adalah unsur penting yang tersebut seperti gambar 1. mesti dipertimbangkan dalam pengembangan Perajin Rorintulus seni kerajinan eceng gondok Gorontalo. mengaku Audengan alat itu kita telah bisa bekerja Terkait metode kerja yang diterapkan tetapi agak lambat . kita masih butuh mesin oleh para perajin dalam berproduksi, terdiri kepang dan mesin pelintir untuk bekerja lebih cepat dari beberapa tahap: . penyiapan bahan, dan rataAy (Wawancara, 8 Mei 2. Informasi dimulai dari pengambilan serta pemilihan ini mengindikasikan, perlunya pembaruan . peralatan berupa mesin-mesin penyamaan ukuran, dan pewarnaan . ika produksi sesuai kemajuan teknologi, agar . pembuatan anyaman atau perajin dapat berproduksi lebih cepat dan . pembuatan pola dasar atau produk yang dihasilkan lebih presisi. pembentukan produk secara Mengenai langsung sesuai pola atau dengan cetakan. menggunakan eceng gondok sebagai bahan finishing, yakni penerapan clear, pemasangan utama yang diambil di Danau Limboto aksesoris, dan pemasangan gagang serta Gorontalo. Perajin tidak ada masalah dengan puring untuk produk jenis tas (Sudana & Mohamad, 2020, hlm. Rata-rata perajin melimpah dan bisa diambil kapan saja. melakukan semua tahap itu secara mandiri Permasalahan justru pada bahan pendukung, tanpa adanya pembagian kerja, sehingga seperti dikeluhkan Encis Bisa . Aukita di mereka kesulitan bila pesanan banyak. Dalam sini kesulitan dapat kulit, gagang tas, dan bahan konteks ini, perlu ada pembaruan metode Jurnal Panggung V31/N2/06/2021 Konsep Pengembangan Seni Kerajinan Eceng Gondok Gorontalo kerja dengan pembagian kerja yang spesifik menjadi rantai produksi, agar perajin lebih profesional dan bisa berproduksi secara massal bila pesanan banyak. Hasil analisis terhadap karakteristik unsur yang dapat ditandai sebagai sub tema pengembangan seni kerajinan eceng gondok Gambar 2. Produk kerajinan anyaman eceng Gondok Gorontalo jenis melineris (Sumber: Dokumentasi penulis, 2. kerja dengan sistem pembagian kerja yang yang bersentuhan langsung dengan anatomi spesifik, sesuai kemajuan teknologi. Unsur- Hasil pengujian terhadap produk unsur pada sub tema ini akan terkait dengan yang berupa kopiah dan sandal, ternyata sub tema lainnya sehingga terbangun konsep ketika dipakai dirasakan kurang nyaman pengembangan seni kerajinan eceng gondok dan ukurannya tidak sesuai dengan ukuran Gorontalo yang utuh. standard produk yang diadaptasi. Sebagai Gorontalo, yaitu: inovasi peralatan kerja, contoh, orang yang lazim memakai sandal Karakteristik Bentuk dan Fungsi Produk ukuran 39, namun ketika mencoba memakai Bentuk dan fungsi produk seni kerajinan sandal eceng gondok dengan ukuran sama, eceng gondok Gorontalo cukup beragam, kakinya tidak bisa masuk karena kekecilan. Hal serupa juga dialami ketika menguji busana milineris, yakni pelengkap busana kopiah eceng gondok yang dirasakan terlalu yang dapat dibuat, digunakan, dan dijual kecil dan tidak nyaman. Berdasarkan hal ini, secara terpisah dari bentuk busana, seperti maka perlu dilakukan standardisasi ukuran beragam model tas, sandal, dompet, kopiah, produk agar sesuai dengan fungsinya, karena dan sejenisnya. Bentuk, ukuran, dan fungsi persoalannya memang pada standard ukuran produk tersebut diadaptasi dari model produk bukan pada karakteristik atau elastisitas sejenis, kemudian teknik pengerjaan dan Sebagai bahan baku produk seni bahannya dibuat dari anyaman eceng gondok, kerajinan, eceng gondok yang telah kering sehingga tampilannya menjadi berbeda dan tidak termasuk bahan elastis yang mudah unik (Sudana dan Mohamad, 2020, hlm. mengkerut, menyusut, atau mengembang. Contohnya seperti gambar 2. Meskipun Produk lain yang dihasilkan berupa perlengkapan rumah tangga seperti: tempat dihasilkan tampak unik dan berbeda daripada tisu, tatakan gelas, tempat buah, tempat produk yang diadaptasi, namun dari segi pakaian, serbet, dan tempat pot bunga dari ukuran dan nilai ergonomi ternyata kurang eceng gondok. Bentuk produk tersebut seperti berhasil, terutama untuk produk-produk Jurnal Panggung V31/N2/06/2021 I Wayan Sudana. Isnawati Mohamad standardisasi produk, dan penciptaan produk baru sesuai selera pasar. Sub tema ini telah mempertimbangkan syarat kualitas produk kerajinan eceng gondok, yaitu: bentuk produk beragam, bentuk sesuai fungsi, bernilai estetik, dan pengembangan desain sesuai tren pasar (Retnoningrum, 2014, hlm. Karakteristik Distribusi Gambar Gambar 3. Jenis produk seni kerajinan eceng Gondok Gorontalo lainnya. (Sumber: Dokumentasi penulis, 2. Produk-produk tersebut juga diadaptasi dari produk sejenis yang telah ada, namun tidak ada masalah dengan fungsi dan ukuran Hampir semua produk yang dibuat para perajin merupakan hasil adaptasi produk sejenis yang telah ada, dengan memanfaatkan bahan baku eceng gondok sebagai pembeda. Dampaknya, produk kerajinan eceng gondok kalah saing dengan produk dari kulit, rotan, atau kain, yang tampak lebih eksklusif. Guna peningkatan daya saing produk kerajinan eceng gondok, penting dilakukan inovasi produk melalui penciptaan desain-desain baru yang khas sesuai selera pasar. Pengembangan produk seni kerajinan melalui kreasi desaindesain baru yang khas perlu dilakukan agar mampu meraih pasar lebih ekstensif (Sudana, 2014, hlm. Berdasarkan hasil analisis terhadap karakteristik bentuk dan fungsi produk seni kerajinan eceng gondok Gorontalo dapat melalui produksi produk yang telah ada. Jurnal Panggung V31/N2/06/2021 Distribusi atau pemasaran produk seni kerajinan eceng Gondok Gorontalo dilakukan melalui beberapa cara: pemesan dan penjualan langsung, pengepul, dan penjualan online. Distribusi melalui pemesanan, konsumen biasanya membawa contoh model produk yang akan dipesan kemudian disepakati waktu penyelesaian dan harganya. Pada penjualan langsung, konsumen datang dan membeli stok produk yang ditawarkan. Perajin biasanya mendapat harga yang lebih baik dari pemesanan dan penjualan langsung, namun hal itu tidak terjadi tiap hari dan hanya bersifat satuan yang kurang menjamin rutinitas produksi. Penjualan melalui pengepul dilakukan beli-putus, menjual produk yang masih polos dengan harga tertentu, kemudian pengepul bebas memberi variasi dan menjual kembali dengan harga lebih tinggi. Perajin ternyata menerima hal itu, seperti diakui Rorintulus . ) Au. setelah barang dibayar, terserah mau diapakan dan dijual berapa . itu tidak ada urusan dengan sayaAy. awancara, 8 Mei 2. Sistem beliputus ini kerap dianggap merugikan perajin dan sangat menguntungkan pengepul karena peningkatan nilai jualnya jauh lebih tinggi. Konsep Pengembangan Seni Kerajinan Eceng Gondok Gorontalo tanpa memahami upaya dan kerja keras yang dilakukan pengepul, yang mungkin saja tidak Tabel 1. Sub-sub tema pengembangan seni kerajinan eceng gondok Gorontalo tiap aspek. mampu dilakukan para perajin. No. Aspek Sub Tema Perajin Peningkatan jumlah dan keahlian perajin melalui: program pelatihan secara periodik dan berjenjang, sistem magang, adaptasi perajin anyam, perekrutan Teknologi Modernisasi peralatan kerja, diversifikasi bahan baku, dan pembaruan sistem kerja secara spesifik, sesuai kemajuan Bentuk dan fungsi Diversifikasi dan inovasi produk melalui: produksi produk yang telah ada, standardisasi produk, dan penciptaan produk baru, sesuai selera pasar. Distribusi Diversifikasi dan inovasi sistem distribusi melalui: pasar konven-sional dan online yang memuat spesifikasi produk, pameran, dan promosipromosi khusus. Hasil observasi pada pengepul ditemukan beberapa model tas eceng gondok telah diinovasi dengan hiasan unik sehingga tampil lebih artistik dan elegan daripada tas yang dihasilkan perajin. Pengepul juga melakukan promosi melalui pameran produk dan fashion show guna meningkatkan branding dan citra eksklusifnya, supaya produk diminati kalangan menengah ke atas. Berkat usahanya itu, pengepul bisa menjual produk jauh lebih tinggi daripada produk yang dibelinya dari Atas dasar itu, maka perlu dilakukan inovasi pemasaran melalui promosikhusus seperti pameran dan penyertaan dalam fashion show, guna meningkatkan citra dan nilai sosial produk. Pencitraan dan nilai sosial produk sangat penting, sebab segera setelah produk dibeli dan digunakan, produk persaingan pasar yang serba modern dan tersebut mendapat dimensi simbolik dan semakin praktis (Retnoningrum, 2014, hlm. mulai mengomunikasikan makna dan nilai, 77-. misalnya status sosial tinggi atau selera Sesuai individu pemiliknya (Walker, 1989, hlm. karakteristik distribusi produk seni kerajinan Terkait penjualan secara online, perajin eceng gondok Gorontalo dapat ditentukan mengalami beberapa kendala seperti dikatakan sub tema pengembangan, yaitu diversifikasi Rorintulus . ) AuA saya sudah kirim foto-foto dan inovasi sistem distribusi melalui: sistem di instagram, di fortal, facebook, di bukalapak A pemasaran konvensional, pemasaran online tetapi yang bikin saya malas A diminta tingginya yang memuat spesifikasi produk, pameran berapa, lebarnya, berapa beratnya, jadi repot produk, dan promosi-promosi khusus. Sub sekaliAy . awancara, 8 Mei 2. Informasi ini tema tersebut telah merepresentasikan semua menyiratkan bahwa pencantuman spesifikasi data terkait aspek distribusi. Kompleksitas sistem distribusi produk kerajinan yang pemasaran produk kerajinan, terutama yang dilakukan secara online. Sistem pemasaran menandakan, bahwa pemasaran produk- seperti ini bertujuan untuk mengantisipasi produk seni kerajinan tidak bisa hanya Jurnal Panggung V31/N2/06/2021 I Wayan Sudana. Isnawati Mohamad mengandalkan perajin, tetapi diperlukan aspek perajin, teknologi produksi, bentuk dan keahlian khusus yang menguasai manajemen fungsi produk, serta distribusinya ditemukan pemasaran, sebab kesuksesan pemasaran sub-sub tema pengembangan sebagai sub produk-produk seni kerajinan tidak hanya unsur pembentuk konsep pengembangan ditentukan oleh kualitas produknya, tetapi yang akan dibangun dan dirumuskan. juga oleh cara-cara pemasarannya. Analisis Berdasarkan keseluruhan hasil analisis aspek-aspek ditemukan sub tema Aupeningkatan jumlah kerajinan eceng gondok Gorontalo, ditemukan pelatihan secara periodik dan berjenjang, beberapa sub tema pengembangan yang sistem magang, adaptasi perajin anyaman, dan mesti dipertimbangkan sebagai dasar dalam perekrutan desainerAy. Analisis aspek teknologi merumuskan konsep pengembangan seni produksi ditemukan sub tema Aumodernisasi kerajinan tersebut secara utuh. Sub-sub tema peralatan kerja, diversifikasi bahan baku, pengembangan pada tiap aspek dimaksud dan pembaruan sistem kerja secara spesifik, disajikan pada tabel 1. sesuai kemajuan teknologiAy. Analisis aspek bentuk dan fungsi produk ditemukan sub Rumusan Konsep Pengembangan Seni temaAy diversifikasi produk melalui: produksi Kerajinan Eceng Gondok Gorontalo produk yang telah ada, standardisasi produk. Konsep pengembangan seni kerajinan dan penciptaan produk baru sesuai selera eceng gondok Gorontalo dibangun dan pasarAy. Analisis aspek distribusi ditemukan sub tema Audiversifikasi sistem distribusi melalui: pemasaran konvensional dan online produksi, bentuk dan fungsi produk, serta yang memuat spesifikasi produk, pameran, dan promosi khususAy. Hasil diabstraksi menjadi sub tema pengembangan. Sub Sub-sub tema yang sejenis atau berkaitan diintegrasikan dan disarikan secara analitis diintegrasikan menjadi konsep inti yang lebih menjadi tema inti yang lebih abstrak. Tiga Syarat pengintegrasian sub-sub tema tema inti yang terbangun dari integrasi atau itu adalah konsep inti yang dihasilkan cocok abstraksi sub-sub tema tersebut adalah: . dengan data atau sub tema yang diwakili diversifikasi dan inovasi teknologi produksi (Strauss & Corbin 2003,hlm. sesuai kemajuan teknologi. diversifikasi Proses konstruksi dalam perumusan dan inovasi produk sesuai selera pasar. konsep pengembangan seni kerajinan eceng diversifikasi dan inovasi sistem distribusi. gondok Gorontalo dapat dilihat pada bagan Ketiga tema inti tersebut saling terkait Bagan tersebut dapat dijelaskan, bahwa dan menjadi unsur utama dari konsep berdasarkan analisis terhadap karakteristik pengembangan yang dirumuskan seni kerajinan eceng gondok Gorontalo pada Jurnal Panggung V31/N2/06/2021 Tema inti Audiversifikasi dan inovasi Konsep Pengembangan Seni Kerajinan Eceng Gondok Gorontalo Bagan 1. Proses konstruksi rumusan konsep pengembangan seni kerajinan eceng gondok Gorontalo Komponen teknologiAy merupakan integrasi dan abstraksi perangkat keras . lat-baha. dan metode sub tema aspek perajin dan sub tema teknologi . turan-siste. adalah abstraksi sub tema Tema inti ini telah mencakup teknologi produksi, meliputi: modernisasi semua unsur kedua sub tema tersebut, peralatan, diversifikasi bahan, dan inovasi karena teknologi produksi pada dasarnya sistem kerja, yang mesti selalu diperbarui memiliki tiga komponen, yaitu: perangkat sesuai kemajuan teknologi. Dengan demikian, keras berupa peralatan dan bahan, metode tema inti Auinovasi dan diversifikasi teknologi berupa aturan atau sistem, dan keterampilan produksi sesuai kemajuan teknologiAy telah manusia sebagai pembuat dan pengguna mewakili semua unsur sub tema aspek perajin teknologi (Dusek, 2006, hlm . Komponen dan teknologi produksi. Dalam konteks ini, keterampilan manusia merupakan abstraksi teknologi produksi relevan dengan inovasi dari sub tema aspek perajin yakni, peningkatan proses yang mencakup gagasan baru, metode jumlah dan keahlian perajin melalui program baru, material baru, dan teknik baru (Guntur, pelatihan secara periodik dan berjenjang, 2019, hlm. sistem magang, adaptasi perajin anyaman. Tema inti Audiversifikasi dan inovasi Jurnal Panggung V31/N2/06/2021 I Wayan Sudana. Isnawati Mohamad produk sesuai selera pasarAy adalah integrasi kerajinan eceng gondok Gorontalo dilakukan . sub tema aspek bentuk dan fungsi melalui diversifikasi dan inovasi teknologi Pada tema inti tersebut, istilah produksi, produk, dan distribusi, sesuai diversifikasi adalah abstraksi dari produksi kemajuan teknologi dan dinamika pasarAy. beragam produk yang telah ada. Kekuatan atau daya prediksi konsep tersebut inovasi merupakan abstraksi dari penciptaan dapat dirumuskan dalam pernyataan kausal produk-produk baru. istilah produk adalah yaitu, seni kerajinan eceng gondok Gorontalo abstraksi dari bentuk dan fungsi, yang pasti berkembang jika pengembangannya semuanya ditujukan memenuhi selera pasar. dilakukan melalui diversifikasi dan inovasi Dengan demikian, tema inti Audiversifikasi teknologi produksi, produk, dan distribusi, dan inovasi produk sesuai selera pasarAy telah sesuai kemajuan teknologi dan dinamika merepresentasikan semua unsur pada sub tema Sebaliknya, seni kerajinan eceng gondok aspek bentuk dan fungsi produk. Sub tema ini Gorontalo tidak akan berkembang, apabila relevan dengan temuan Laya . 0, hlm. tidak dilakukan diversifikasi dan inovasi bahwa salah satu strategi pengembangan seni pada aspek teknologi produksi, produk, kerajinan eceng gondok Gorontalo adalah dan distribusi, sesuai kemajuan teknologi melalui diversifikasi produk. Tema inti Audiversifikasi dan inovasi Konsep akan terbantahkan apabila di kemudian distribusiAy merupakan integrasi hari ternyata seni kerajinan eceng gondok . dari sub tema aspek distribusi. Gorontalo dapat berkembang tanpa melalui Pada tema inti tersebut, istilah diversifikasi diversifikasi dan inovasi pada aspek teknologi adalah abstraksi dari beraga cara pemasaran produksi, produk, dan distribusi, sesuai . emasaran konvensional, pemasaran online, kemajuan teknologi dan dinamika pasar. pameran, dan promosi khusu. Istilah inovasi Argumen dasar dari konsep pengem- mengacu pada inovasi pasar, yaitu strategi bangan tersebut berdasarkan data adalah, atau cara-cara promosi dan pemasaran baru yang perlu diantisipasi dalam sistem distribusi Gorontalo merupakan seni layanan publik sesuai kemajuan teknologi digital. Dengan yang kesuksesan produksinya diukur dari demikian, tema inti Audiversifikasi dan inovasi banyaknya produk yang terserap konsumen sistem distribusiAy telah mewakili semua unsur . , pada sub tema aspek distribusi. dan berubah-ubah . Permintaan Ketiga tema inti tersebut dapat disusun konsumen yang beragam itu hanya dapat secara analitis menjadi rumusan konsep dipenuhi melalui penyediaan produk yang pengembangan yang lebih abstrak. Rumusan dan permintaan pasar yang berubah-ubah dalam bentuk pernyataan teoretis . harus diantisipasi dengan penciptaan produk-produk baru . novasi produ. Upaya AuPengembangan Jurnal Panggung V31/N2/06/2021 . iversifikasi Konsep Pengembangan Seni Kerajinan Eceng Gondok Gorontalo untuk melakukan diversifikasi dan inovasi yang memadai sesuai kemajuan teknologi produk harus didukung dengan penguasaan dan pembaruan beragam keahlian, peralatan, kerja yang profesional, sehingga mampu bahan, dan metode kerja, sehingga diperlukan memproduksi beragam produk, baik produk diversifikasi dan inovasi teknologi produksi. yang telah ada maupun produk baru. Kesuksesan produk-produk kerajinan diserap Langkah kedua adalah diversifikasi pasar tidak hanya ditentukan oleh keragaman dan inovasi produk sesuai selera pasar, dan kebaruan produknya, tetapi juga pada cara-cara pemasaran dan strategi promosi beragam produk yang telah ada, melakukan baru yang selalu berkembang. Dalam kontes inilah diperlukan diversifikasi dan inovasi produk-produk baru. Penciptaan produk sistem distribusi atau manajemen pemasaran baru dimaksud mengacu pada inovasi produk sesuai perkembangan teknologi dan bisnis. yang mencakup jenis, bentuk, dan fungsi baru (Guntur, 2019: . Keberhasilan langkah ini Langkah-Langkah Penerapan Konsep akan tersedia beragam produk baik produk Peluang implementasi dalam tindakan yang telah ada maupun produk baru, guna praktis konsep pengembangan seni kerajinan memenuhi selera konsumen yang berbeda- beda dan berubah-ubah, sehingga mampu dirumuskan dalam bentuk pernyataan teoretis memenuhi kebutuhan atau selera pasar pada . eori substanti. itu, dapat disajikan dalam masa kini dan mengantisipasi permintaan pasar di masa depan yang selalu berkembang Gorontalo langkah-langkah agar mudah diterapkan. langkah-langkah dimaksud dapat digambarkan seperti pada Langkah ketiga adalah diversifikasi dan inovasi sistem distribusi melalui: pemasaran Langkah pertama yang dilaksanakan konvensional, pemasaran online yang memuat dalam penerapan konsep tersebut adalah spesifikasi produk, pameran, dan promosi- diversifikasi dan inovasi teknologi produksi promosi khusus. Keberhasilan penerapan sesuai kemajuan teknologi. Langkah ini langkah ini akan membuka berbagai peluang pasar yang lebih ekstensif dan mampu secara periodik dan berjenjang, magang, adaptasi perajin anyam, perekrutan desainer, kerajinan tersebut, sehingga distribusianya modernisasi peralatan, diversifikasi bahan, makin lancar. Diversifikasi dan inovasi sistem dan pembaruan sistem kerja. Keberhasilan distribusi ini sangat kompleks yang mencakup langkah ini akan meningkatkan kuantitas dan cara-cara kualitas pekerja . erajin desaine. dan sarana promosi, dan termasuk membangun jaringan bisnis, dengan tujuan memperluas segmen penyediaan bahan bervariasi dan peralatan pasar dan meningkatkan nilai jual produk. Jurnal Panggung V31/N2/06/2021 I Wayan Sudana. Isnawati Mohamad Bagan 2. Langkah-langkah penerapan konsep Langkah-langkah tersebut merupakan satu kesatuan sistem yang saling terkait, diversifikasi bahan baku, dan pembaruan sistem kerja secara spesifik, sesuai kemajuan semua langkah tersebut secara utuh dapat Sub tema aspek bentuk dan fungsi produk adalah diversifikasi produk melalui kerajinan eceng gondok Gorontalo secara produksi produk yang telah ada, standardisasi produk, dan penciptaan produk baru sesuai selera pasar. Sub tema aspek distribusi adalah diversifikasi sistem distribusi melalui SIMPULAN pemasaran konvensional, pemasaran online Proses konstruksi dalam perumusan Gorontalo yang memuat spesifikasi produk, pameran produk, dan promosi-promosi khusus. Integrasi secara analitis terhadap sub- karakteristiknya yang diawali dengan analisis sub tema tersebut menghasilkan tiga tema terhadap aspek: perajin, teknologi produksi, inti yaitu: diversifikasi dan inovasi teknologi bentuk dan fungsi produk, dan distribusinya, ditemukan sub-sub tema pengembangan. diversifikasi dan inovasi produk sesuai selera Sub tema yang ditemukan pada aspek perajin serta diversifikasi dan inovasi sistem adalah peningkatan jumlah dan keahlian Abstraksi dari ketiga tema inti itu perajin melalui program pelatihan secara berhasil dirumuskan konsep pengembangan periodik dan berjenjang, sistem magang, adaptasi perajin anyaman, dan perekrutan Sub tema aspek teknologi produksi pengembangan seni kerajinan eceng gondok Jurnal Panggung V31/N2/06/2021 Gorontalo Konsep Pengembangan Seni Kerajinan Eceng Gondok Gorontalo Gorontalo dilakukan melalui diversifikasi dan inovasi teknologi produksi, produk, *** dan distribusi, sesuai kemajuan teknologi dan dinamika pasar. Daya prediksi konsep tersebut dirumuskan dalam pernyataan kausal yakni, seni kerajinan eceng gondok Gorontalo pasti berkembang apabila pengembangannya dilakukan melalui diversifikasi dan inovasi teknologi produksi, produk, dan distribusi, sesuai kemajuan teknologi dan dinamika pasar. Penerapan konsep tersebut secara umum dilakukan melalui tiga langkah sistematis: . diversifikasi dan inovasi teknologi produksi sesuai kemajuan teknologi, . diversifikasi dan inovasi produk sesuai selera pasar, . diversifikasi dan inovasi sistem distribusi. Konsep pengembangan seni kerajinan eceng gondok Gorontalo di masa depan atau pengembangan seni kerajinan lainnya yang sejenis, yang dapat dilakukan melalui penelitian terapan. Sementara itu, proses konstruksi konsep pengembangan tersebut bisa menjadi inspirasi bagi para peneliti kesenian dalam membangun konsep-konsep bahkan teori-teori pengembangan kesenian Ucapan Terima Kasih Tim peneliti mengucapkan terima kasih kepada pihak LP2M Universitas Negeri Gorontalo atas bantuan dana yang diberikan sehingga penelitian ini dapat dilaksanakan sesuai rencana. Daftar Pustaka