Journal of Governance Innovation Volume 6. Number 2. September 2024 (P-ISSN) 2656-6273, (E-ISSN) 657-1714 DOI Number 10. 36636/jogiv. Peningkatan Digitalisasi Desa Wisata Melalui Branding Strategi di Indonesia Syifa Annisa Nurafifah1. Achmad Nurmandi2. Helen Dian Fridayani3 Fakultas ilmu sosial dan Politik. Universitas Muhammadiyah Yogyakarta syifaannisa148@gmail. nurmandi_achmad@umy. Helen. dian@umy. Abstract In the context of digitalization of tourist villages there are several indicators to be able to realize digitalisation of tourism villages including promotion, pricing, place, attraction, partnership, and The aim of this study is to understand how to improve the digitization of tourist villages in Indonesia through the use of branding strategies. The method used in this research is a method of qualitative analysis using secondary data sources from mass media news, journals, articles processed using Vosviewers Software and Nvivo 12 as a form of data visualization. The results of this research are obtained results that by using branding strategy digitalization of tourist villages in Indonesia has been improved. One of the successes in using branding strategy is with increased indicators of promotion, partnership and attraction. This is supported by some evidence, one of which according to the Digital Global Overview Report Indonesia shows that YouTube is one of the media for the promotion of tourist villages. And based on Jadesta. Kemenparekraf showed that the most attractive tourist village in Indonesia is showing the beauty of nature. Keywords: Tourism digitalization. Village tourism. Branding Strategy Abstrak Dalam konteks digitalisasi desa wisata terdapat beberapa indikator untuk bisa mewujudkan digitalisasi desa wisata diantaranya yaitu promotion, pricing, place, attraction, partnership, dan accesibility. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memahami bagaimana meningkatkan digitalisasi desa wisata di Indonesia melalui penggunaan branding strategy. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode analisis kualitatif dengan menggunakan sumber data sekunder dari berita media massa, jurnal, artikel yang diolah menggunakan Software Vosviewers dan Nvivo 12 sebagai bentuk visualisasi data. Hasil dari penelitian ini diperoleh hasil yaitu dengan menggunakan branding strategy digitalisasi desa wisata di Indonesia berhasil mengalami peningkatan. Salah satu keberhasilan dalam penggunaan branding strategy yaitu dengan meningkatnya indikator promotion, partnership serta attraction. Hal ini didukung dengan beberapa bukti salah satunya menurut Digital Global Overview Report Indonesia menunjukan bahwa YouTube merupakan salah satu media untuk promosi desa wisata. Dan berdasarkan Jadesta. Kemenparekraf menunjukan bahwa attraction desa wisata yang ada di Indonesia paling banyak yaitu memperlihatkan keindahan alam. Kata kunci: Digitalisasi Wisata. Desa Wisata. Branding Strategy Journal of Governance Innovation Volume 6. Number 2. September 2024 (P-ISSN) 2656-6273, (E-ISSN) 657-1714 DOI Number 10. 36636/jogiv. Pendahuluan wisatawan mau mengunjungi destinasi. Desa Pembangunan pariwisata bertujuan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi, upaya meningkatkan pengangguran dan menambah lapangan Pariwisata terbesar kedua dunia setelah migas yang mampu memberikan subsidi untuk devisa negara (Purnomo, 2. Maka dari itu pemerintah dengan tegas mulai menjalankan program pembangunan pariwisata diberbagai Indonesia yang dikenal mempunyai keindahan alam yang perlu untk dipasarkan dengan cara yang lebih efektif. Pariwisata juga merupakan salah satu sektor yang terus mengalami perkembangan dan wisata yang manajemen pemasaran produk wisata yang bisa mengangkat citra wisata dan menarik Pembentukan dengan keunikan yang dimiliki destinasi mempertahankan keberlanjutan desa wisata. Memanfaatkan prasarana yang mendukung juga termasuk Semakin berkembangnya teknologi, pengelola desa wisata memiliki pemahaman teknologi dan bisa mengoperasikan informasi teknologi serta komunikasi sebagai salah satu strategi ada semakin beragam jenisnya. Salah satu Sebagai salah satu sektor yang terus jenis pariwisata yang terkenal yaitu sektor mengalami perkembangan, diperlukan peran pariwisata alternatif atau dikenal dengan Desa Wisata. Desa wisata merupakan salah mempromosikan desa wisata. Maka dari itu satu pariwisata yang terdapat unsur keunikan penting untuk memahami lebih dalam atau memiliki ciri khas tersendiri seperti bagaimana media sosial bisa menjadi salah atraksi alam, atraksi budaya atau keunikan satu alat yang efektif. platform ini berguna lain yang bisa menarik minat pengunjung sebagai alat utama untuk bisa mengumpulkan (Razak & Novianti, 2. informasi dan berinteraksi dengan media Dalam pengelolaannya diperlukan adanya strategi yang digunakan untuk sosial pariwisata, hal ini berpeluang untuk mempromosikan destinasi baik dingkar lokal maupun desa. Media sosial menjadi saluran utama untuk saling berbagi pengalaman. Journal of Governance Innovation Volume 6. Number 2. September 2024 (P-ISSN) 2656-6273, (E-ISSN) 657-1714 DOI Number 10. 36636/jogiv. bertukar informasi, dan desa wisata yang serta melestarikan budaya disekitar desa. memanfaatkan media sosial dengan baik Pariwisata dapat diartikan sebagai fenomena maka bisa mendapatkan jumlah wisatawan yang muncul karena diakibatkan adanya yang lebih luas. Media sosial membantu desa interaksi antara wisatawan, penyedia jasa wisata dalam membangun citra dan branding serta pemerintah untuk memberikan fasilitas dengan cara membuat konten yang menarik, dan layanan yang mendukung kegiatan mencari review pengalaman yang positif. urmadewi, 2. Namun dalam Hampir tiap daerah yang memiliki potensi wisata sudah mulai mengembangkan desa pedesaan tidak terawat dengan baik. Oleh wisata untuk menarik wisatawan. Hal ini karena itu adanya pengembangan desa wisata menyebabkan munculnya kerjasama lintas menggunakan sistem digital menjadi salah daerah untuk meningkatkan potensi yang dimiliki masing - masing daerah. Namun promosi desa wisata melalui media sosial mengembangkan desa wisata yaitu dengan belum sepenuhnya dilakukan dengan efektif oleh pengelola desa wisata dan pemerintah Penelitian ini bertujuan untuk mencari tahu dampak dari penggunaan media sosial dalam meningkatkan digitalisasi desa wisata destinasi wisata untuk bisa meningkatkan dengan berfokus pada topik ini, studi " efisiensi dan merubah strategi komunikasi. Peningkatan Hasil Digitalisasi Desa Wisata Upaya TIK melalui Branding Strategy di Indonesia" bisa bahwa penggunaan digital marketing di bidang pariwisata mampu meningkatkan daerah dan industri pariwisata dalam wilayah tersebut, sehingga sangat memungkinkan mereka memanfaatkan media sosial secara (Hilmy lebih efektif untuk meningkatkan jumlah Baroroh Dapat kesimpulan bahwa adanya digitalisasi bisa Pada literature lain. Istilah Desa Wisata merupakan bentuk pengembangan lebih luas dari pariwisata yang berfokus mempermudah sistem promosi, dan dapat berinteraksi dengan wisatawan. terhadap kesejahteraan masyarakat lokal Journal of Governance Innovation Volume 6. Number 2. September 2024 (P-ISSN) 2656-6273, (E-ISSN) 657-1714 DOI Number 10. 36636/jogiv. 1 Desa Wisata Wisatawan memiliki keinginan untuk Desa wisata adalah bentuk pariwisata yang ada di daerah yang kecil. Sekelompok wisatawan tinggal di dalam kehidupan kehidupan desa (Dewi, 2. Menurut (Budhi Pamungkas Gautama dkk. , 2. Desa wisata adalah salah satu bentuk penerapan pembangunan pariwisata berbasis masyarakat yang berkelanjutan. Pariwisata memiliki unsur nilai yang didapatkan dari budaya lokal yang makin dikembangkan sesuai dengan potensi yang dimiliki sebagai Dalam menjaga nilai budaya lokal tentu dibutuhkan pengembangan serta pengelolaan baik dari pemerintah dengan masyarakat. Pariwisata juga merupakan salah satu sektor yang cukup dinamis dan mempunyai kecenderungan serta perkembangan nilai kehidupan, maka dari itu untuk menghadapi perkembangan yang pesat, pemilihan wisatawan yang semakin berubah dari yang mulanya memilih penginapan atau hotel yang mewah, sekarang ini beralih kepada tempat yang asri, unik, serta nyaman dan untuk bisa mendapatkan hal tersebut yaitu dengan mengelola desa Dengan Desa Wisata yang maju maka pembangunan pariwisata yang berkelanjutan (Prakoso, 2. melakukan wisata ke destinasi desa wisata agar mendapatkan kenikmatan nilai budaya serta memahami kehidupan masyarakat, berinteraksi langsung dengan masyarakat dan aktivitas yang ada di desa tersebut selain itu juga bisa mempelajari kebudayaan lokal. Adanya atraksi yang dimiliki suatu desa wisata akan menjadikan keunikan serta akan berpengaruh terhadap kunjungan wisatawan. Bisnis desa wisata membutuhkan adanya sebagai acuan pengelolaan pembangunan pariwisata berkesinambungan yang lebih bagus dan tepat kedepannya (Purnomo. Penelitian (Triyanti Ariestiana Dewi & Musmini, 2. juga mengatakan bahwa Desa wisata untuk sekarang ini menjadi cara wisatawan untuk melaksanakan pariwisata. Pengalaman serta kepuasan yang dimiliki sangat penting untuk wisatawan akan datang kembali berkunjung. Maka dari itu konsep desa wisata harus dapat memberikan ciri khas atau daya tarik wisata agar tidak seperti pariwisata pada umumnya, alasannya yaitu karena desa merupakan menjadi tempat yang memiliki daya tarik tersendiri dan tentunya mempunyai kearifan lokal yang berbeda dengan desa lainnya. Hasil penelitian dari (Zakaria & Suprihardjo, 2. desa wisata memiliki Journal of Governance Innovation Volume 6. Number 2. September 2024 (P-ISSN) 2656-6273, (E-ISSN) 657-1714 DOI Number 10. 36636/jogiv. beberapa komponen utama yang bisa dilihat nantinya destinasi akan ramai dikunjungi mempunyai kebudayaan tersendiri yang mampu menarik perhatian wisatawan, dan 2 Digitalisasi Pariwisata paling penting bisa dilakukan pengembangan Teknologi Informasi sudah menjadi baik untuk sarana dan prasarana. Terdapat bagian suatu organisasi agar mampu untuk dua konsep yaitu spasial dan non spasial. berkembang di era sekarang ini. dan menjadi Konsep spasial seperti . menyediakan rute sebuah program utama yang dilakukan perjalanan wisata, . menyediakan fasilitas dengan cara tranformasi digital. Adanya yang memadai. Sedangkan konsep non tranformasi digital mendorong percepatan spasial seperti . menyediakan toko souvenir, transformasi terhadap desa wisata agar bisa . terdapat rumah makan, . melibatkan mengikuti alur percepatan perkembangan. partisipasi masyarakat dalam pengelolaan Teknologi informasi menjadi alat untuk bisa aksebilitas yang bisa mendorong desa wisata, memberikan informasi yang bermanfaat bagi dan keamanan yang terjamin. yang menggunakan. Teknologi informasi Penelitian menurut (Stylidis et al. mengatakan bahwa citra destinasi secara keseluruhan memberikan pengaruh terhadap proses pemilihan destinasi, namun juga niat atau keinginan wisatawan. Hal yang sering digunakan yaitu perilaku wisatawan yang berkaitan dengan destinasi mencakup niat untuk mengunjungi kembali destinasi tersebut dan niat untuk merekomendasikan kepada orang lain. Sejalan dengan penelitian memberikan penawaran kemudahan seperti misalnya aksesibilitas, interkasi kepada Terlebih untuk saat ini teknologi informasi sudah memberikan dampak yang besar untuk sektor pariwisata, dimana hal tersebut dibuktikan dengan banyaknya desa wisata yang telah menggunakan media sosial maupun website untuk mempromosikan wisata agar dilirik oleh pengunjung (Ananda & Dirgahayu, 2. (Prayudi & Herastuti, 2. mengatakan Menurut penelitian (Helmita dkk. bahwa branding bisa dikatakan sebagai 2. menjelaskan bahwa Pengembangan bentuk pencitraan dari desa wisata yang desa wisata dengan berkonsep smart tourism dibutuhkan agar tampilan desa wisata lebih melalui pemberdayaan masyarakat menjadi segar, lebih dikenang oleh pengunjung yang salah satu alternatif untuk perkembangan Adanya pengaplikasian konsep smart Journal of Governance Innovation Volume 6. Number 2. September 2024 (P-ISSN) 2656-6273, (E-ISSN) 657-1714 DOI Number 10. 36636/jogiv. tourism membuat pengalaman wisatawan digitalisasi desa wisata bisa meningkatkan dan ingin berkunjung lagi, kesejahteraan meningkatkan perekonomian daerah. Hasil Perubahan teknologi menjadikan (Sahabudin wisatawan menjadi cerdas serta paham akan teknologi, di sektor pariwisata membuat pemanfaatan teknologi, konsep smart tourism adanya kompetisi yang kuat dan perlunya atau kita kenal dengan istilah digitalisasi desa sebuah terobosan untuk bisa bertahan. wisata merupakan sebuah langkah yang perlu Berdasarkan penelitian (Latianingsih dkk. dilakukan dalam pengelolaan desa wisata yang tujuannya memberikan peluang yang pendekatan human and ecological well- desa wisata. Digitalisasi diyakini mampu serta bisa membawa dampak positif untuk meningkatkan nilai produk wisata dan mempertahankan pariwisata. Hal ini juga sejalan dengan temuan (Bosdon Andre Gevril Sinaga dkk. , 2. yang mengatakan bahwa Desa Pekunden memiliki potensi tinggi untuk bisa dikembangkan. Ada banyak potensi yang dipunyai dan bisa dikenalkan secara lebih meluas lewat pembaruan inovasi yang memanfaatkan teknologi informasi, salah satunya yaitu dengan pengembangan media Penelitian dari (Mumtaz & Karmilah, 2. mengatakan bahwa pengembangan desa wisata dan digitalisasi wisata terbukti membuahkan manfaat contohnya seperti kemudahan dalam jasa layanan pariwisata, mudahnya akses informasi destinasi. Dengan terutama anak muda. being, digitalisasi menjadi sebuah alternatif utuk membuat terobosan atau inovasi untuk Namun berbeda dengan penelitian (Nirmala Paramitha, menyebutkan bahwa program pemerintah mengenai desa wisata masih belum terkelola Masih sedikitnya pengetahuan kurangnya fasilitas serta infrastruktur yang dikelola oleh kelompok sadar wisata di Desa Kerta. Maka dari itu dilakukan pelatihan sosialisasi website Desa Kerta. Sejalan dengan penelitian (Hilmy Baroroh dkk. yang mengatakan bahwa Desa wisata Desa Loyok membutuhkan adanya sistem untuk bisa mempromosikan desa, selain itu sumber daya manusia juga masih belum dengan baik. Journal of Governance Innovation Volume 6. Number 2. September 2024 (P-ISSN) 2656-6273, (E-ISSN) 657-1714 DOI Number 10. 36636/jogiv. 3 Strategi Pemasaran Pariwisata pariwisata di desa wisata dapat memberi Pemasaran merupakan kegiatan untuk melalui proses pertukaran barang atau jasa (Sope, 2. Strategi pemasaran menurut (Arifen dkk. , 2. adalah cara untuk Strategi kontribusi besar untuk produk domestikk bruto nasional. Untuk melakukan strategi pemasaran, menurut (Sidiq & Resnawaty, 2. perlu adanya partisipasi masyarakat yang merupakan stakeholder penting dalam pelaksanaan pemasaran desa wisata. Strategi sebagai salah satu dasar yang di pakai dalam penting dilakukan karena para wisatawan Strategi yang berkunjung ke desa wisata, dikarenakan pemasaran untuk desa wisata adalah upaya oleh banyak faktor, salah satunya adalah untuk menanggapi kebutuhan di sektor faktor daya tarik desa wisata (Priyanto. Perkembangan teknologi saat ini destinasi wisata (Ratu & Adikampana, 2. dimanfaatkan untuk media pemasaran desa Secara lebih lanjut, pemasaran ialah proses wisata (Tyas & Damayanti, 2. Facebook, perencaan, harga, promosi dan distribusi ide, instagram, tiktok merupakan suatu potensi barang maupun jasa untuk menciptakan dan kesempatan yang sangat besar untuk individu dan organisasi (Fadilah, 2. digunakan sebagai salah satu alat komunikasi Selanjutnya, perkembangan teknologi serta pemasaran (Untari & Fajariana, 2. berubahnya perilaku wisatawan menjadi Sedangkan komponen pemasaran menurut indikator penting mengapa pemasaran perlu (Sudibya, 2. adalah produk, harga, dilakukan dengan teknologi dan digitalisasi menjadi penting untuk diterapkan di desa wisata (Pratama, 2. Hal ini dikarenakan sektor pariwisata memang menjadi bagian maksimal untuk wisatawan. Selain itu, dari keinginan manusia untuk menikmati strategi pemasaran harus mempertimbangkan akomodasi, atraksi wisata, keindahan alam Menurut (Istiyanti, 2. prospek industri desa wisata di Indonesia memang besar karena kekayaan promosinya (Patabuga dkk. , 2. Namun pada implementasinya, pemasaran tidak Sektor Journal of Governance Innovation Volume 6. Number 2. September 2024 (P-ISSN) 2656-6273, (E-ISSN) 657-1714 DOI Number 10. 36636/jogiv. yang digunakan untuk pemasaran desa Minimnya penelitian yang mengkaji (Risdwiyanto & Kurniyati, 2. Hambatan penerapan digitalisasi desa wisata dengan Ae hambatan tersebut seperti kurangnya menggunakan branding teori di Indonesia. inovasi atau kreatifitas untuk promosi desa Penelitian ini cukup menarik dikarenakan wisata terlebih sekarang ini publik lebih menyukai promosi dengan sosial media. pemerintah desa yang ada di Indonesia. Oleh Sehingga hal ini menjadikan publik kurang karena itu, tujuan penelitian ini yaitu untuk tertarik (Tarmizi, 2. Penelusuran penelitian sebelumnya sudah dilakukan dengan melakukan analisis bibliometrik menggunakan Vos Viewer, hasil analisis bisa dilihat pada gambar dibawah ini: Gambar 1. Analisis Bibliometrik. Vos Viewer memfokuskan kajian terhadap penerapan digitalisasi desa wisata dengan branding strategy di Indonesia. Teori yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teori branding strategy oleh Holloway and Robinson C Teori ini memiliki 6 indikator yaitu . Attraction, . Accesibility, . Pricing, . Promotion, . Partnership, . Place. Metode Penelitian ini menggunakan metode deksriptif kualitatif, karena metode ini bisa dengan efektif mengatasi permasalahan yang pembahasan kasus, topik maupun kesulitan Sumber: Diolah penulis . Berdasarkan dalam penelitian (Dr. Wahidmurni, 2. Teknik pegumpulan data yang dipakai dalam bibliometrik dari penelitian sebelumnya dengan menggunakan Vos Viewer bisa menggunakan sumber data sekunder. Sumber data sekunder yang dimaksud berasal dari pemberitaan media antara tahun 2015 hingga pengembangan lebih lanjut mengenai desa 2024, dan mencakup penelitian - penelitian wisata, digitalisasi desa wisata, serta strategi Journal of Governance Innovation Volume 6. Number 2. September 2024 (P-ISSN) 2656-6273, (E-ISSN) 657-1714 DOI Number 10. 36636/jogiv. terdahulu yang relevan dengan topik yang promotion dan partnership. Artikel ini Gambar 2. Sumber data dari berita online pendekatan deskriptif yang memanfaatkan data dari berita online dan artikel jurnal. Berita Jumlah Kompas Antara News CNN Situasi setelah Pandemi Covid-19 Tribun News berdampak terhadap keberlangsungan dan Liputan 6 Yang kemudian data yang didapatkan dianalisis menggunakan software Nvivo 12. Hasil dan Pembahasan Indonesia. Sumber: Data Diolah Penulis . Dari penelitian ini nantinya bisa digitalisasi desa wisata yang dilakukan oleh Namun demikian, terdapat beberapa keterbatasan dalam penelitian ini . penelitian ini menggunakan sumber data dengan jangka waktu yang terbatas dengan memanfaatkan data dari 5 berita online yaitu CNN. Antaranews. Liputan6. Kompas, dan Tribun dengan rentang waktu 2015- 2024. digitalisasi desa wisata dengan teori branding Fokus Adanya pengunjung membuat adanya dorongan bagi wisata Desa wisata agar tetap berlanjut. Digitalisasi wisata menjadi salah satu strategi untuk bisa mengatasi permasalahan yang ada, dan digitalisasi menjadi langkah yang tepat untuk mempromosikan wisata menggunakan pendekatan digital yang mempengaruhi dalam pengembangan potensi wisata di suatu desa wisata. Permasalahan promosi yang pemasaran desa wisata menjadi terhambat, maka dari itu terdapat 6 komponen branding strategy berbasis digital yang menjadi langkah untuk meningkatkan citra desa Gambar 3: Analisis Word Cloud terkait Digitalisasi Desa Wisata peningkatan digitalisasi desa wisata ini Journal of Governance Innovation Volume 6. Number 2. September 2024 (P-ISSN) 2656-6273, (E-ISSN) 657-1714 DOI Number 10. 36636/jogiv. hal tersebut sejalan dengan topik penelitian yang diambil. Gambar 4: Grafik Indikator Peningkatan Digitalisasi Desa Wisata dengan branding Strategy Sumber: Diolah oleh penulis dengan Nvivo 12 . Gambar 3 merupakan gambar word cloud hasil dari pengolahan data Nvivo 12. Dimana word cloud ini menjelaskan jumlah Sumber: diolah oleh penulis kata yang sering muncul di berita online. menggunakan Nvivo 12 Gambar tersebut menunjukan kata - kata Gambar 4 bisa kita lihat dari hasil terpopular, kata "Desa Wisata" menjadi kata yang sering muncul dan sering disebutkan dalam berita online terkait peningkatan digitalisasi desa wisata. Terdapat juga beberapa kata kunci sering muncul yang saling berkaitan seperti "digitalisasi" dan "pariwisata". Aspek penting lainnya yang digitalisasi desa wisata juga menjadi bentuk dari kata yang sering disebutkan dalam Word Cloud pembangunan yang menjadikan peningkatan digitalisasi menjadi topik yang sering disebut dalam berita online dan menandakan bahwa temuan yang saling terkait dengan indikator branding strategy. Terdapat enam indikator utama, dari indikator tersebut indikator promotion menjadi indikator yang paling digitalisasi desa wisata. Promotion disini Kemudian indikator yang kedua terdapat partnership digitalisasi desa wisata. Partnership disini Journal of Governance Innovation Volume 6. Number 2. September 2024 (P-ISSN) 2656-6273, (E-ISSN) 657-1714 DOI Number 10. 36636/jogiv. promosi bisa dilakukan dengan media iklan. Attraction juga menjadi indikator dalam dengan catatan pesan yang disampikan harus digitalisasi desa wisata dan menjadi salah Selain itu juga bisa menyediakan satu fokus utama dalam proses digitalisasi informasi mengenai desa wisata di akun desa wisata. Indikator pricing, accesibility media sosial yang dikelola oleh pengelola serta place menjadi indikator yang masih desa wisata. belum banyak diimplementasikan dalam digitalisasi desa wisata. Rendahnya nilai dari Gambar 1 Analisis Indikator Promotion indikator tersebut mencuri perhatian dimana accesbility yang menjadi faktor digitalisasi desa wisata namun dalam pelaksanaannya masih belum terimpelementasi dengan baik. Begitu pula dengan indikator price dan pricing, indikator tersebut masih belum peningkatan digitalisasi desa wisata. Sumber: Diolah oleh penulis dengan Nvivo 12 Promotion Hasil olah data menggunakan Nvivo Pasar masa sekarang ini sudah 12 pada gambar 9 menunjukan bahwa proses promosi desa wisata yang ada di Indonesia sudah diterapkan dengan optimal. Pengelola desa wisata sudah menggunakan teknologi Tujuan pemasaran sendiri untuk untuk pemasaran dan hal tersebut bisa bisa memantapkan citra dari wisata yang ada. dibuktikan dengan indikator tersedianya Dengan pemasaran mampu meningkatkan informasi di media sosial yang menunjukan kunjungan wisatawan ke desa wisata. Dalam hasil yang cukup tinggi. Media sosial merupakan wadah bagi para pengunjung manfaat besar untuk mempromosikan desa wisata yang dimana potensi dan keunikan melakukan perjalanan wisata (Yanti et al. destinasi bisa dengan cepat dan mudah Dengan menyediakan informasi di disampikan kepada masyarakat (Yanti et al. media sosial maka pengunjung akan lebih Media yang bisa dijadikan tempat tahu informasi mengenai destinasi dan Journal of Governance Innovation Volume 6. Number 2. September 2024 (P-ISSN) 2656-6273, (E-ISSN) 657-1714 DOI Number 10. 36636/jogiv. berharap pengunjung semakin banyak yang bahwa trend penggunaan internet meningkat Pada masa sekarang ini, media sosial berkomunikasi serta memperluas jangkauan Dalam konteks pariwisata, peran dari adanya media sosial ini memberikan kontribusi dan manfaat yang sangat besar untuk dapat mempromosikan desa wisata Pada gambar 1. 1 diatas menunjukkan keunikan destinasi bisa dengan cepat dan mudah disampaikan kepada masyarakat. Hal ini dibuktikan dengan data pendukung berupa Digital Global Overview Report Tahun 2024 sebagai berikut : dari tahun ke tahun, begitu pula dengan penggunaan sosial media. Data tersebut merupakan data empat tahun terakhir dari Digital Global Overview Report Indonesia, diambil untuk dapat dilihat perbandingannya. Dalam konteks pembahasan ini, adanya internet dan media sosial tentunya memiliki peran penting dalam mempromosikan desa Media sosial yang bisa dijadikan tempat promosi, bisa dilakukan dengan media iklan, dengan catatan pesan yang disampikan harus jelas. Selain itu juga bisa wisata di akun media sosial yang dikelola oleh pengelola desa wisata. Selanjutnya Gambar 1. 1 Jumlah Pengguna Internet dan terdapat data pendukung lain berupa statistik Media Sosial penggunaan platform media sosial apa saja yang populer digunakan di Indonesia yaitu Interner Users sebagai berikut : Gambar 1. 2 Media Sosial Populer di Partnership Juta Indonesia Tahun 2024 2020 2021 2022 2023 2024 Tahun Sumber : Digital Global Overview Report Indonesia, diolah oleh penulis Facebook YouTube Tiktok X / Twitter Instagram Journal of Governance Innovation Volume 6. Number 2. September 2024 (P-ISSN) 2656-6273, (E-ISSN) 657-1714 DOI Number 10. 36636/jogiv. Sumber : Digital Global Overview Report Partnership Indonesia, diolah oleh penulis Kepariwisataan merupakan sektor Pada gambar diatas, menunjukkan yang melibatkan banyak stakeholder, salah statistik angka pengguna sosial media satu stakeholder yang berperan penting menurut Digital Global Overview Report dalam desa wisata disini yaitu pemerintah Indonesia pada tahun 2024. Sekarang ini, dan partisipasi dari masyarakat. Pengelolaan TikTok menjadi sosial media paling populer desa wisata dilakukan dengan membentuk di Indonesia, diikuti YouTube urutan kedua, kemitraan, dilakukan oleh pokdarwis dengan Facebook ketiga. Instagram keempat lalu dibantu oleh masyarakat dan juga pemerintah terakhir adalah X. Dalam konteks pemasaran TikTok Gambar 2 Analisis Indikator Partnership pengelola desa wisata dapat memanfaatkan TikTok destinasi desa wisata. Untuk melakukan promosi, diperlukan kreatifitas yang tinggi untuk dapat menjangkau publik secara luas. Salah satunya adalah membuat video yang dikemas secara singkat/pendek . yang isinya sudah mencakup semua informasi. Hal Sumber : Diolah oleh penulis dengan ini dikarenakan selain menghemat waktu dan Nvivo 12 biaya, publik juga tertarik dengan adanya video pendek yang informasi di dalamnya cukup lengkap. Iklan di media sosial bisa dilakukan dengan mempertimbangkan isi pesan yang disampaikan dengan jelas. Dan terget untuk bisa membuat iklan juga dibedakan berdasarkan jenis wisatawan. Maka dari itu bagaimana pengelola destinasi wisata bisa mengemas agar produk wisatanya bisa diingat calon wisatawan Hasil olah data menggunakan Nvivo 12 berdasarkan gambar diatas bisa dilihat bahwa dalam mengelola desa wisata perlu peran serta dari stakeholder. Dan dari hasil menggandeng beberapa kerjasama seperti Pokdarwis. Partisipasi Masyarakat Lokal, dan kerjasama dari kemitraan. Tujuan dalam menggandeng kemitraan yaitu untuk mempermudah dalam urusan promosi dan Journal of Governance Innovation Volume 6. Number 2. September 2024 (P-ISSN) 2656-6273, (E-ISSN) 657-1714 DOI Number 10. 36636/jogiv. lebih mengenalkan destinasi kepada para sebagai pengelola desa wisata. Dalam Desa wisata sudah seharusnya menyediakan pengembangan daya tarik kelompok pengelola desa wisata berperan wisata, penyediaan fasilitas umum, dan jasa sebagai administrator dengan melakukan Maka dari itu untuk kerjasama manajemen seluruh urusan terkait desa kemitraan perlu peran serta dari swasta dalam wisata tersebut. Pengelolaan desa wisata pengelolaannya dimana bisa memberikan tidak hanya berpusat pada pokdarwis, menjadi payung bagi organisasi lembaga Pendapatan Asli Daerah dan perekonomian masyarakat yang ada di bawahnya. Bentuk masyarakat sekitar (Kurniawan & Zauhar, pertanggungjawaban yaitu melalui rapat rutin Selanjutnya disusul dengan adanya tahunan dengan bekerjasama dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, selain itu juga Indikator tersebut menunjukan dalam menjalankan suatu program tentunya dibutuhkan adanya Namun pokdarwis dalam mengelola desa dukungan dari masyarakat lokal yang turut wisata perannya masih sedikit, dan masih berpartisipasi secara aktif. Pengelolaan Desa belum berjalan dengan semestinya. Maka Wisata dari itu membutuhkan adanya pelatihan bagi swadaya masyarakat untuk bisa mengelola Hal tersebut bisa dibuktikan pengelola desa wisata. Attraction Attraction merupakan salah satu pengelolaan Desa Ekowisata Pancoh berada komponen untuk meningkatkan digitalisasi di Desa Girikerto Kabupaten Sleman yang desa wisata. Attraction atau atraksi yaitu daya saat itu menjadi pendamping masyarakat tarik andalan daari sebuah obyek wisata dan akibat erupsi gunung merapi. Dan dari saling terkait dengan apa yang dilihat, kejadian tersebut tim asosiasi mengajak warga untuk menemukan potensi yang didalam suatu destinasi wisata. Atraksi menjadi komponen atau elemen yang sangat persawahan, peternakan yang dikembangkan penting untuk bisa menarik pengunjung menjadi desa wisata (Jadesta. untuk mendatangi destinasi wisata. Modal Kemudian indikator terkahir yaitu pokdarwis atraksi yang bisa menarik wisatawan terdiri Journal of Governance Innovation Volume 6. Number 2. September 2024 (P-ISSN) 2656-6273, (E-ISSN) 657-1714 DOI Number 10. 36636/jogiv. wisata alam, . atraksi wisata budaya wisata berbentuk keindahan alam dan budaya dan . atraksi buatan manusia. Keberadaan atraksi menjadi salah satu tujuan wisatawan untuk mendatanagi wisata tersebut. Gambar 1. 1 Data Attraksi Desa wisata Di Indonesia Gambar 2 analisis indikator Attraction Data Attraksi Desa wisata di Indonesia Wisata Alam Wisata Budaya Wisata Buatan Sumber: Diolah oleh penulis dengan Sumber: Jadesta. Kemenparekraf, diolah Nvivo 12 oleh Penulis Melalui olahan data Nvivo 12 seperti Pada gambar diatas menunjukan pengimplementasian peningkatan digitalisasi bahwa attraksi desa wisata dengan jumlah desa wisata dengan indikator Attraction lebih paling banyak yaitu wisata alam. Wisatawan banyak attraction keindahan alam atau bisa melihat pemandangan atau wisata alam Hal ini menunjukan bahwa keindahan yang jarang ditemukan di perkotaan. Desa alam yang terdapat di Indonesia merupakan wisata menawarkan beragam keistimewaan destinasi yang paling banyak diminati oleh alam seperti flora dan fauna, sungai, pantai. Kemudian terdapat indikator danau, mata air panas, air terjun, cagar alam, hutan, dll. Kemudian disusul dengan atraksi menunjukan bahwa desa wisata yang ada di budaya serta wisata buatan. Wisata budaya Indonesia juga banyak wisata budaya. Dan menjadi populer karena pengunjung bisa indikator terkahir terdapat atraksi sejarah, melihat bagaimana pertunjukan seperti hasil wisata ini kurang mendapat perhatian dari karya seni, adat istiadat,tata cara upacara wisatawan, dimana dari hasil olah data bisa keagamaan, kuliner. Wisatawan masa kini dilihat atraksi sejarah memiliki angka yang juga senang mengunjungi tempat - tempat cukup kecil. Wisatawan lebih menyukai dengan keragaman budaya dan mereka berupaya untuk memahami dan mempelajari Journal of Governance Innovation Volume 6. Number 2. September 2024 (P-ISSN) 2656-6273, (E-ISSN) 657-1714 DOI Number 10. 36636/jogiv. lebih lanjut tentang praktik budaya dari desa atraksi budaya lokal. Skor promotion masuk wisata tertentu. Data tersebut diperoleh dari dalam kategori yang tinggi artinya dalam website akun kementerian Ekonomi dan Pariwisata dilakukan dengan cara yang efektif. Skor membandingkan jenis wisata desa wisata attraksi tergolong dalam kelompok yang yang ada di Indonesia. tinggi, yang menandakan bahwa produk memiliki kualitas yang unggul. Indikator Kesimpulan Secara khusus media sosial mampu partnership yaitu dengan memastikan bahwa semua pemangku kepentingan memiliki sumber berperan dalam mempromosikan desa wisata, daya yang dibutuhkan untuk mengelola dan distribusi produk wisata dan berkomunikasi mengembangkan Desa Wisata secara efektif. dalam kegiatan wisata di desa wisata. Strategi Unsur stakeholder yakni Dinas Pariwisata, promosi yang bisa dilakukan melalui akun Pokdarwis. Agen wisata, dll. Skor aksesibilitas media sosial yaitu dengan meningkatkan termasuk dalam kategori sedang dan masih perlu pembuatan iklan, membuat konten yang adanya peningkatan. Salah satu cara yang bisa Seiring dengan berkembangnya ilmu digunakan untuk meningkatkan aksesibilitas pengetahuan dan teknologi sistem pemasaran digital wajib dikuasai oleh semua sektor terkhusus pariwisata. Pemahaman mengenai potensi dan adanya segmentasi pasar dalam yaitu dengan menyediakan akomodasi bagi wisatawan untuk mencapai tujuannya. Dengan melakukan peningkatan maka wisatawan akan lebih tertarik mengunjungi destinasi terlebih lagi atraksi yang ada kebanyakan atraksi keindahan sistem promosi juga harus diperhatikan agar Masih perlu adanya peningkatan indikator mencapai keberhasilan. Peran media sosial place, dan pricing dalam mempromosikan desa wisata sangat tergolong rendah. berpengaruh besar, pertama media sosial digunakan sebagai media yang membantu dalam merencanakan perjalanan wisata. Wisatawan perjalanan yang berkualitas, mendapatkan pengalaman baru dan suasana baru. dimana skor indikator ini References