Lifelong Education Journal https://journal. id/index. php/lej Vol. 3 No. Bulan APRIL Tahun 2023 ISSN: e 2776-785X Implementasi Program Bina Keluarga Remaja Dalam Mewujudkan Ketahanan Keluarga Di Kampung KB Candisari Kabupaten Purworejo Evada Fitri Hadiyanti 1A. Ilyas 2 1,2,Jurusan Pendidikan Luar Sekolah. Universitas Negeri Semarang Email : evadafitri11@students. id1, ilyas. pnf@mail. Article history: Received: 2022-12-17 Revised: 2023-04-16 Accepted: 2023-04-28 ABSTRACT Tujuan penelitian ini yakni, . mendeskripsikan proses implementasi program Bina Keluarga Remaja di kampung KB Candisari Kabupaten Purworejo, . mendeskrisikan peran remaja dalam mempertahankan ketahanan keluarga, dan . mendekripsikan faktor pendukung dan pengambat dalam mewujudkan ketahanan Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah menggunakan observasi, dokumentasi, dan Penelitian ini menghasilkan. implementasi program dan penerapan program BKR kepada keluarga melalui kegiatan penyuluhan. Tahap implementasi terdiri dari tahap interpretasi yaitu tahap pengenalan program kepada masyarakat, tahap penggorganisasian yaitu tahap pembentukan pengurus BKR dan penentapan kader BKR, dan . tahap aplikasi yaitu kader melaksanakan penyuluhan, kunjungan rumah, pencatatan dan pelaporan, dan kemitraan kelompok. peran remaja dalam mempertahankan ketahanan keluarga melalui 8 fungsi keluarga dan membangun komunikasi yang efektif antaa orang tua dan remaja. faktor pendukung dan penghambat yang menjadi faktor pendukung adalah kader yang aktif mengikuti kegiatan, sasaran yang aktif, sarana dan prasarana yang memdai, dan dukungan dari pemerintah setempat, sedangkan yang menjadi faktor penghambat adalah kurang nya pendanaan, masih banyak masyarakat yang kurang paham mengenai program BKR. Saran dari peneliti agar lebih diperhatikan dalam pendanaan, meningkatkan keterampilan kader dan masyarakat untuk lebih aktif dalam mengikuti kegiatan. Kata Kunci: Implementasi. Ketahanan Keluarga. Bina Keluarga Remaja ABSTRACT The aims of this study were . to describe the process of implementing the Youth Family Development program in Candisari KB village. Purworejo Regency, . to describe the role of youth in maintaining family resilience, and . to describe the supporting and inhibiting factors in realizing family resilience. Data collection techniques carried out are using observation, documentation, and This research resulted in . the implementation of the program and the application of the BKR program to families through extension activities. The implementation stage consists of the interpretation stage, namely the introduction of the program to the community, the organizing stage, namely the formation of the BKR board and the appointment of BKR cadres, and . the application stage, namely the cadres carrying out counseling, home visits, recording and reporting, and group partnerships. the role of youth in maintaining family resilience through 8 family functions and building effective communication between parents and . supporting and inhibiting factors which are supporting factors are cadres who actively participate in activities, active targets, adequate facilities and infrastructure, and support from the local government, while the inhibiting factors are lack of funding, there are still many people who do not understand regarding the BKR program. Suggestions from researchers to pay more attention to funding, improve the skills of cadres and the community to be more active in participating in activities. Keywords : Implementation. Family Resilience. Youth Family Development Lifelong Education Journal https://journal. id/index. php/lej Vol. 3 No. Bulan APRIL Tahun 2023 ISSN e 2776-785X PENDAHULUAN Keluarga merupakan unit terkecil dari masyarakat yang terdiri atas kepala keluarga dan beberapa anggota keluarga lainnya yang terkumpul dan tinggal dalam satu atap dalam keadaan saling Keluarga merupakan tempat untuk berlindung dan mempertahankan diri dari hal yang membahayakan bagi anak. Pendidikan bukan hanya diselenggakan dalam sebuah lembaga formal, namun keluarga juga memiliki peran dalam pendidikan anak. Termaktub dalam UU. No. Tahun 2009 Bab I Pasal 1 ayat 6 tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangungan Keluarga disebutkan bahwa Aykeluarga adalah unit terkecil dalam masyarakat yang terdiri atas suami istri, atau suami, istri dan anaknya, atau ayah dengan anak . , atau ibu dengan anaknya . Ay. Puspitawati . mendifinisikan keluarga sebagai unit sosial-ekonomi terkecil dalam masyarakat yang merupakan landasan dasar dari semua instansi. Kemudian, menurut Friedman dalam buku (Awaru, 2. keluarga adalah kumpulan orang yang terikat melalui perkawinan, adopsi dan kelahiran yang bertujuan untuk menciptakan dan memelihara budaya bersama, meningkatkan perkembangan mental emosional, dan sosial fisik individu di dalamnya yang ditandai dengan interaksi timbal balik serta saling bergantung satu sama lain untuk mencapai tujuan bersama. Keluarga memiliki 4 karakteristik yaitu: . keluarga tersusun oleh beberapa orang yang disatukan dalam sebuah ikatan perkawinan, hubungan darah, atau adopsi. anggota keluarga hidup dan menetap secara bersama-sama disuatu tempat atau bangunan dibawah satu atap dalam sususan satu rumah tangga. setiap anggota keluarga saling berinteraksi, berkomunikasi , dan menciptakan peran sosial bagi setiap anggota seperti. suami dan isteri, ayah dan ibu, putra dan putri, saudara perempuan dan saudara laki-laki dan sebagainya. hubungan antar anggota keluarga merupakan representasi upaya pemeliharaan pola-pola kebudayaan bersama yang diperoleh dari kebudayaan umum di komunitas. Menurut Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 21 tahun 1994 keluarga mempunyai 8 fungsi yang mencakup fungsi pemenuhan kebutuhan fisik dan nonfisik yaitu . fungsi sosial dan budaya. fungsi cinta kasih. fungsi perlindungan. sosialisasi dan pendidikan. fungsi ekonomi. fungsi pembinanaan lingkungan. Ada remaja yang melakukan hal yang positif atau negatif. Untuk hal yang postif misalnya aktif menjadi remaja masjid, mengikuti kegiatan OSIS atau Pramuka. Rohis sekolah maupun kegiatan positif lainnya. Adapun hal negatif yang dapat dilakukan remaja seperti merokok, tawuran, mencuri, pergaulan bebas . ree se. , minum-minuman keras, narkoba, pornografi dan pornoaksi. Masa remaja ditinjau dari rentang kehidupan ,manusia merupakan masa peralihan dari masa kanak-kanak ke masa dewasa yang mengalami perkembangan semua aspek/fungsi untuk memasuki masa remaja (Rumini 2004:. Kelompok BKR merupakan wahana yang tepat untuk melaksanakan bimbingan, pembinaan, dan memberikan pengetahuan kepada keluarga yang mempunyai remaja. Selain itu BKR dapat menjadi tempat komunikasi, interaksi, dan tukar pengalaman serta pemikiran antara keluarga yang sedang atau menghadapi permasalahan remaja. Bina Keluarga Remaja (BKR) juga dapat membantu orang tua untuk berkomunikasi dengan remaja, memahami remaja, permasalahan remaja. Dengan ada kegiatan ini memberikan pendidikan, pengetahuan, dan pelatihan untuk menciptakan ketahanan dalam keluarga. Ketahanan keluarga merupakan kemampuan keluarga untuk mengelola sumberdaya dan masalah yang dihadapi keluarga agar keluarga sejahtera yaitu terpernuhinya kebutuhan seluruh anggota keluarga (Sunarti, 2002 : . Termaktub dalam UU No. 10 tahun 1992 ketahanan kelurga merupakan kondisi dinamik suatu keluarga yang memiliki keuletan dan ketangguhan kemampuan fisik materil dan psikis mental spiritual guna hidup mandiri dan mengembangkan diri dan keluarga untuk hidup harmonis dan meningkatkan kesejahteraan lahir dan kebahagian batin. Peneliti memilih Kampung KB Candisari Kecamatan Banyuurip Kabupaten Purworejo untuk dilakukan penelitian, dikarenakan Kampung KB Candisari menjadi Kampung KB Percontohan yang ditetapkan oleh BKKBN. Desa Candisari terdiri dari 3 RW dan 10 RT. Keunikan dari penelitian ini adalah orang tua sebagai mediator dalam kegiatan pembinaan remaja. Melalui informasi terkait remajadicanangkan menjadi Kampung KB oleh Camat Bnyuurip pada tanggal 10 Mei 2017 yang awalnya berada di wilayah RW 1 dengan 3 RT, dimana penduduknya lebih padat dibandingkan dengan wilayah RW lainnya. Dengan di launchingnya kampung KB menjadi Center of Excellence (COE) pada tanggal 13 Juni 2019, maka Kampung KB Kencana Sari beruebah menjadi lingkup desa. Kampung KB Candisari AuKencana SariAy melakukan sebuah inovasi yang diberi naka AuTERMINAL KBAy dimana semua kegiatan mulai dari rumah data kependudukan, kegiatan posyandu. BKB. BKL. Page 18 of 7 Implementasi Program Bina Keluarga Remaja Dalam Mewujudkan Ketahanan Keluarga Di Kampung KB Candisari Kabupaten Purworejo Evada Fitri Hardiyanti1A. Ilyas2. UPPKS. KWT. Gapoktan. Pertemuan Remaja PIK R, pengajian dan lainnya ynag dipusatkan di Terminal KB ini. Kampung KB Candisari menjadi nominator lomba Kampung KB tingkat Provinsi. Berdasarkan latar belakang tersebut penulis akan melakukan penelitian yang berjudul AuImplementasi Program Bina Keluarga Remaja dalam Mewujudkan Ketahanan Keluarga di Kampung KB Candisari Kabupaten PurworejoAy. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang dilakukan untuk mengungkapkan Implementasi Bina Keluarga Remaja dalam Mewujudkan Ketahanan Keluarga dengan unsur-unsur pokok yang harus ditemukan sesuai dengan butiran-butiran rumusan masalah, tujuan dan manfaat penelitian, maka digunakan metode penelitian kualitatif. Menurut Sugiono . metode penelitian kualitatif adalah metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat pospositivisme digunakan atau interpretif, digunakan untuk meneliti pada kondisi objek yang alamiah , dimana peneliti adalah sebagai instrument kunci, teknik pengumpulan data dilakukan secara triangulasi, data yang diperoleh cenderung data kualitatif , analisis data bersifat induktif/kualitatif dan hasil penelitian kualitatif bersifat untuk memahami makna, memahami keunikan, mengkontruksi fenomena, dan menentukan hipotesis. Bogdan dan Taylor dalam (Mamik, 2. mengemukakan metodotologi kualitatif sebagai prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang diamati. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif untuk menggambarkan situasi dan kondisi yang sebenarnya terjadi sesuai dengan fakta-fakta yang ada di lapangan. Data yang sudah terkumpul kemudian diolah, dianalisis dan di proses lebih lanjut. Metode penelitian kualitatif deskriptif sangat cocok digunakan dalam penelitian ini, karena untuk menegtahui imlementasi program Bina Keluarga Remaja dalam mempertahankan ketahan HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Implementasi Program BKR Implementasi merupakan sebuah program yang dirancang untuk tercapainya sebuah Proses implementasi baru akan dimulai apabila tujuan dan sasaran telah ditetapkan, program kegiatan telah tersusun dan dana yang telag disiapkan untuk mencapai tujuan. Kegiatan implementasi merupakan suatu tindakan administasi dalam mencapai sasaran-sasaran yang telah Proses implementasi menurut Charles O. Jones dalam (Agustino, n. ) menjelaskan bahwa tahap impmenetasi terdapat tiga macam aktivitas sebagai berikut: Tahap Interpretation Sebelum melaksanakan program, masyarakat terlebih dahulu dikenalakan program dan tujuan Bina Keluarga Remaja. Pada tahap ini merupakan tahap sosialisasi kepada masayakat agar mereka paham tentang program Bina Keluarga Remaja agar masyarakat dapat dilibatkan dengan baik secara langsung atau tidak langsung. Program Bina Keluarga Remaja Bina Keluarga Remaja merupakan kegiatan yang dilakukan oleh keluarga dalam bentuk kelompok kegiatan, dimana orang tua mendapatkan informasi dalam meningkatkan bimbingan dan pembinaan tumbuh kembang anak dan remaja secara baik dan terarah dengan dibantu oleh fasilitator dan kader yang bertujuan untuk menambah wawasan orang tua yang memiliki anak remaja yang ada di Kampung KB Candisari. Program ini bertujuan untuk membentuk keluarga yang harmonis dalam mendidik anak, memberikan bekal kepada orang tua dalam mendidik anak agar memiliki masa depan yang baik. Program ini juga bertujuan untuk melengkapi pendidikan dalam keluarga. Menurut Abdullah . dalam (Jailani, 2. pedidikan keluarga adalah segala usaha yang dilakukan oleh orang tua berupa pembiasaan dan improvisasi untuk membantu perkembangan pribadi anak. Pendidikan keluarga sangat penting dalam memberikan pendidikan pada pertumbuhan dan perkembangan anak terutama anak remaja. Pada fase remaja seseorang pada masa pencarian jati Pada masa ini remaja akan labil secara emosional. Sehingga seorang remaja akan membuyuhkan perhatian lebih. Orang tua berperan sebagai pemberi conton, teladan, dan guru bagi anaknya. 19 | P a g e Lifelong Education Journal https://journal. id/index. php/lej Vol. 3 No. Bulan APRIL Tahun 2023 ISSN e 2776-785X Desa Candisari memiliki anak remaja yang cukup banyak, sehinnga dikhawatirkan dapat terjadi permasalahan pada remaja yang dapat berpengaruh pada masa depannya. Maka dari itu, adanya program BKR diharapkan dapat membantu para orang tua dalam mengatasi permasalahan anak remaja yang dialami. Selain itu program ini dapat menambah wawasan orang tua, menambah pengetahuan dan keterampilan orang tua, membantu orang tua dalam menanamkan nilai dan moral dalam kehidupan bermasyarakat. Sasaran Program Bina Keluarga Remaja Sasaran program BKR adalah keluarga yang memiliki anak remaja, selain orang tua yang memiliki anak remaja sasaran BKR juga mengacu pada tokoh masyarakat, guru, pemerintah desa, pemuka agama, organisasi masyarakat. Tahap Pengorganisasian (To Organizatio. Pelaksanaan BKR Pelaksanakan program BKR di Desa Candisari dilakukan bersamaan dengan kegiatan PKK. Selain di adakan pada pertemuan PKK pelaksanaan BKR juga dilangsungkan pada kegiatan PKB RT yang dilakukan setiap tanggal 19 setiap bulannya. Pada pelaksaan BKR kader memberikan penyuluhan materi, program BKR pada anggotanya. Pelaksanaan merupakan sebuah kegiatan penyampaian kegiatan-kegiatan yang ada di dalam program. Menurut Tjokroadmudjoyo . dalam (Hertanti et al. , 2. mengemukakan pelaksanaan adalah keseluruhan proses pemberian motivasi bekerja kepada para bawahan sedemikian rupa, pada mereka mau bekerja secara iklas agar tercapai organisasi dengan efisiensi dan ekonomis. Pengurus Pembentukan pengurus kader BKR berjumlah 6 kader. Perekturan kader tidsk membutuhkan syarat dan ketentuan. Yang dibutuhkan hanya warga yang aktif dan mau melaksanakan tugas dengan Pengurus BKR merupakan kader yang yang di tunjuk dan ikhlas dalam melaksanakan tugas sebagai kader. Pengurus BKR Harapan Bangsa terdiri atas satu ketua, satu bendahara, satu sekertaris, satu sie kesehatan, satu sie penyuluhan, san satu sie humas. Tugas-tugas BKR Tugas-tugas BKR adalah sebagai penyalur informasi. Kader BKR memiliki tugas sebagai berikut: . melakukan pendataan terhadap keluarga yang mempunyai anak remaja, . melakukan penyuluhan kepada keluarga yang mempunyai anak remaja, . menyusun jadwal kegiatan peyuluhan BKR, . melakukan pertemuan rutin dengan orang tua remaja, . menjadi fasilitator dalam pertemuan, . melakukan kunjungan rumah apabila diperlukan, . menjadi penghubung apabila terdapat remaja yang mengalami masalah, dan tugas yang terakhir . kader BKR melakukan pencatatan dan pelaporan. Tahap Aplikasi (Applicatio. Penyuluhan Penyuluhan dilaksnakan oleh kader BKR sesuai dengan kebutuhan masyarakat terutama keluarga remaja. Penyuluhan dilaksanakan ssetiap bulan secara rutin. Penyuluhan BKR dilaksanakan pada kegiatan PKK, selain itu juga pada kegitaan PKB RT. Penyuluhan dilaksanakan untuk memberikan informasi kepada orang tua yang memiliki anak remaja. Penyuluhan tersebut berupa materi dan bahan ajar. Materi disampaikan langsung oleh kader maupun dari narasumber ain secara langsung melalui pertemuan. Materi yang didapat dari PLKB maupun dari kecamatan. Materi yang diberikan oleh kader pada saat penyuluhan adalah sebagai berikut: kesehatan reproduksi, program kependudukan dan KB, penanaman 8 fungsi keluarga. Napza, sex bebas, pergaulan bebas, kenakalan remaja, keefektifakn konumikasi antara orang tua dengan anak remaja, dan program BKR. Dalam pelaksanaan program BKR Harapan Bangsa sudah cukup baik, tetapi waktu yang terbatas menjadi penghambat dalam proses kegiatan. Kunjungan Rumah Kunjungan rumah dilakukan apabila terdapat remaja yang mengalami masalah yang serius sehingga menyebabkan keluarga remaja mengalami kesulitan dalam meyelesaikannya. Kunjungan rumah merupakan upaya untuk mendeteksi kondisi didalam keluarga yang berkaitan dengan permaslahan anak atau remaja. Pencatatan dan Pelaporan Pencatatan dan pelaporan merupakan sebuah kegiatan Pencatatan dan pelaporan dilaksanakan untuk mencatat kebutuhan dan permasalahan yang di hadapi oleh kader. Pencatatan dan pelaporan dilakukan oleh kader dan dilaporkan kepada PLKB mengenaik program apa saja yang sudah teraksana dan permasalahan yang sedang dihadapi kader. Page 20 of 7 Implementasi Program Bina Keluarga Remaja Dalam Mewujudkan Ketahanan Keluarga Di Kampung KB Candisari Kabupaten Purworejo Evada Fitri Hardiyanti1A. Ilyas2. Kemitraan Kelompok Dalam pelaksananan perogram. BKR Harapan Bangsa melakukan kerja sama dengan beberapa pihak diantaranya: Dinas Kesehatan. Polres Purworejo. PT Unggulrejo Wasono. Kemitaran kelompok dilaksanakan untuk menjunjang proses penyuluhan. Peran Remaja dalam Mepertahankan ketahanan keluarga Melalui 8 fungsi keluarga Keluarga memiliki beberapa fungsi yang harus dilaksanakaan oleh anggotanya diantaranya : Fungsi agama Seorang anak akan memeperoleh pendidikan pertama didalam keluarganya. Fungsi agama adalah fungsi keluarga dalam menanmkan nilai-nilai agama didalam anggotanya, sehinga memahami kewajiban dan mejalakan kehidupan beragama. Bina Keluarga Remaja selalu menekankan nilai-nilai agama kepada anggotanya, karena agama merupakan pondasi dalam membangun sebuah keluarga yang harmonis. Keluarga mengajarkan akhlak yanng baik kepada manusia dan lingkungan, orang tua juga menerapkan upaya penananman agama dalam kehidupan bermasayarakat. Fungsi Sosial Budaya Fungsi sosial budaya adalah keluarga berfungsi sebagai tempat pertama kali remaja Anggota Bina Keluarga Remaja menganggap fungsi ini sebagai tempat penanaman sikap berinteraksi dengan lingkungan dan mengajarkan kepada remaja untuk menjadi mahkuk sosial yang saling membutuhkan. Fungsi Cinta dan Kasih Dalam keluarga remaja mendapat cinta dan kasih. Bentuk cinta dan kasih yang remaja dapatkan seperti perhatian dan perlindungan dari keluarga. Dalam terbentuknya keluarga harus dilandasi oleh cinta dan kasih antara anggota keluarganya. Saling mencintai antar angota keluarga merupakan keharusan seperti ayah yang mencintai ibu dan anak-nanknya, dan ibu yang mencintai anak-anaknya. Fungsi Perlindungan Fungsi perlindungan sangat dipelukan dalam keluarga perrtama keluarga yang memiliki anak remaja untuk selalu memberikan rasa nyaman, aman, mendukung keputusan remaja, dan selalu memberikan perhatian terhadap anak remaja. Fungsi Reproduksi Fungsi reproduksi keluarga memiliki fungsi dalam menjaga keturuanan secara sehat dan berencana sehingga menghasilkan anak-anak untuk menjadi generasi penerus yang berkualitas. Proses pengenalan anak remaja dengan lawan jenis supaya remaja dapat memiliki pengalaman sebelum menjalin hubungan pernikahan. Sehingga remaja mampu mempertimbangkan masa depan keluarganya secara kesehatan, perilaku, dan sikap. Fungsi Sosialisais dan Pendidikan Remaja selalu mendapatkan sosisalisasi dan pedidikan dari keluarganya untuk selalu patuh dengan norma agama dan sosial yang berlaku di dalam keluarga atau masyarakat. Fungsi sosial dalam keluarga merupakan sebuah kewajiban bagi keluarga memberikan sosialisasi dan pendidikan kepada anak remaja untuk menajdi bekal dalam kehidupannya di Keluarga juga menanamkan nilai moral agama dan budaya di dalam mengasuh dan membina anak remaja. Fungsi Ekonomi Keluaga memiliki peran dalam merencanakan dan mengatur perekonomian. Bertujuan untuk pemenhan kebutuhan keluarga. Semua kebutuhan anggota merupakan tanggung jawab keluarga. Kebutuhan sandang, pangan dan papan merupakan kewajiban bagi kelaurga. Agar tidak terjadi permasalahan ekonomi, sebuah keluarga harus memiliki perencanaan dalam menagutr ekonomi. Perencanaan keuangan juga harus diajarkan kepada anggota keluarga terutama anak remaja agar suatu saat mereka mampu merencanakan penggunaan dan pendapat keuangannya sendiri. Fungsi Lingkungan Keluarga menanankan sikap peduli terhadap lingkungan. Remaja dibekali perilaku yang positif dari keluarga seperti sopan santun, menghormati orang lain, mengohmati pendapat orang lain, bergotong royong. Hal ini bertujuan untuk mempesiapkan remaja dalam menjalani kehidupan bermasyarakat yang leibh luas. Komusikasi efektif antara orang tua dan anak 21 | P a g e Lifelong Education Journal https://journal. id/index. php/lej Vol. 3 No. Bulan APRIL Tahun 2023 ISSN e 2776-785X Antusias orang tua remaja terhadap program BKR Harapan Bangsa cukup tinggi, karena dengan adanya program BKR orang tua dapat menambah wawasan tentang permaslahan remaja dan Sehinga dapat membangunkomukasi yag efektir antara remaja dengan orang tua. Faktor Pendukung dan Penghambat Faktor penghambat dapat menjadi oengahamdat dalam kegiatan program BKR ini. Kegiatan tidak dapat berjalan dengan lacar. Dari implementasi program BKR adalah kurangnya pendanaan, tidak tersedianya sarana prasarana, dan sumber daya manusia yang terbatas. Sedangkan faktor pendukungnya adalah kader yang aktif, sasaran yang aktif, dan dukungan dari pemerintah desa. SIMPULAN Implementasi dari progam Bina Keluarga Remaja melalui proses empat proses yaitu interpretasi, pengorganisasian, dan aplikasi. Tahap interprestasi merupakan tahap mensosialisasikan program kepada masyarakat agar paham arah dan tujuan program. Tahap interprteasi pelaksankaan program, penyuluhan dan sasaran BKR. Sosialisasi dilakukan melalui pertemuan secara langsung seperti kegiatan PKK sehingga masyarakat dapat mengetahuai sasaran dan tujuan dari program BKR. Tahap pengorganisasian terdiri dari pelaksanaan BKR yaitu penetapan kader BKR dan tugas BKR. Tahap aplikasi kader melaksanakan kegiatan yang telah direncanakan sebelumnya, seperti kegiatan penyuluhan, kunjungan rumah, pencatatan dan pelaporan, dan kemitraan kelompok. Peran ramaja dapat dilalkukan melalui penanmaman 8 moral fungsi keluarga dan komunikasi efektif terhadap orang tua. Faktor penghambat dari implementasi program BKR adalah kurangnya pendanaan, tidak tersedianya sarana prasarana, dan sumber daya manusia yang terbatas. Sedangkan faktor pendukungnya adalah kader yang aktif, sasaran yang aktif, dan dukungan dari pemerintah desa REFERENSI