Optimalisasi Peran Guru dalam Motivasi Belajar Membaca untuk Siswa Kelas I SDN Logung Khilyatussaadah Universitas Islam Negeri Sunan Kudus. Indonesia Email: khilyatussaadah57@gmail. Abstract Reading motivation is an essential factor influencing the success of elementary school students in developing literacy skills. However, there are still lower-grade students who demonstrate low motivation and limited reading ability, requiring special attention from teachers. This study aimed to describe the roles of teachers, the efforts they undertake, and the challenges they face in improving studentsAo motivation to learn reading in Indonesian language lessons among firstgrade students at SDN Logung during the 2022/2023 academic year. This research employed a qualitative approach using a field research Data were collected through interviews, observations, and documentation involving the principal, first-grade teacher, and students as research participants. The findings revealed that teachers play multiple roles as instructors, educators, mentors, classroom managers, motivators, and facilitators in enhancing studentsAo reading motivation. The strategies implemented included coordinating with parents, incorporating ice-breaking activities and word-guessing games, placing students with limited reading skills near the teacher, providing a classroom reading corner, and utilising visual learning media such as educational posters and pictures. The study also identified several challenges, including low interest and enthusiasm among some students toward reading activities and insufficient parental involvement in supporting childrenAos learning at home. These findings imply the importance of strong collaboration among teachers, parents, and a supportive learning environment to sustainably improve studentsAo reading motivation and literacy skills at the elementary school level. Keywords: Motivation. Primary School. Reading, and Teacher Abstrak Motivasi belajar membaca merupakan faktor penting yang memengaruhi keberhasilan siswa sekolah dasar dalam menguasai keterampilan literasi. Namun, masih ditemukan siswa kelas rendah yang memiliki motivasi dan kemampuan membaca yang rendah sehingga memerlukan perhatian khusus dari guru. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran guru, upaya yang dilakukan guru, serta kendala yang dihadapi dalam meningkatkan motivasi belajar membaca pada mata pelajaran Bahasa Indonesia siswa kelas I di SDN Logung Tahun Ajaran 2022/2023. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif Optimalisasi Peran Guru dalam Motivasi Belajar Membaca untuk Siswa Kelas I SDN Logung Khilyatussaadah dengan jenis penelitian lapangan . ield researc. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi yang melibatkan kepala sekolah, guru kelas I, dan siswa sebagai informan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru berperan sebagai pengajar, pendidik, pembimbing, pengelola kelas, motivator, dan fasilitator dalam meningkatkan motivasi belajar membaca siswa. Upaya yang dilakukan meliputi koordinasi dengan orang tua, penggunaan ice breaking dan permainan tebak kata, penempatan siswa yang belum lancar membaca di dekat guru, penyediaan pojok baca, serta pemanfaatan media visual berupa gambar-gambar edukatif di kelas. Adapun kendala yang dihadapi meliputi rendahnya minat dan antusiasme sebagian siswa terhadap kegiatan membaca serta kurang optimalnya perhatian orang tua dalam mendampingi anak belajar di rumah. Temuan penelitian ini mengimplikasikan pentingnya sinergi antara guru, orang tua, dan lingkungan belajar yang kondusif untuk meningkatkan motivasi serta kemampuan membaca siswa sekolah dasar secara berkelanjutan. Kata kunci: Peran, motivasi, membaca Pendahuluan Motivasi Motivasi menggerakkan seseorang untuk melakukan suatu tindakan guna mencapai tujuan tertentu. Dalam konteks pendidikan, motivasi belajar berperan sebagai faktor psikologis yang memengaruhi semangat. Tingkat kecerdasan yang tinggi tidak selalu menjamin keberhasilan belajar apabila tidak disertai dengan motivasi yang Oleh karena itu, pemahaman guru terhadap motivasi belajar siswa, khususnya dalam pembelajaran membaca, menjadi sangat antusiasme belajar peserta didik (Sardiman, 2018. Uno, 2. Realitas di lapangan menunjukkan bahwa motivasi belajar membaca pada sebagian siswa sekolah dasar masih tergolong rendah. Kondisi ini tercermin dari masih ditemukannya siswa yang belum mampu membaca secara lancar meskipun telah menempuh pendidikan Dalam situasi tersebut, guru memegang peranan strategis Diksi: Jurnal Pendidikan dan Literasi Volume. 5 No. e-ISSN: 2829-0101 Doi: 10. 62719/diksi. sebagai agen yang bertanggung jawab membangun dan menguatkan motivasi belajar siswa. Hubungan yang erat antara guru dan siswa Oleh karena itu, seorang guru dituntut memiliki kompetensi, wawasan, dan kreativitas yang memadai agar mampu menciptakan pembelajaran yang menarik serta mendorong siswa untuk lebih termotivasi dalam mengembangkan kemampuan membaca mereka (Djamarah, 2011. Mulyasa, 2. Metode Penelitian ini menggunakan jenis penelitian lapangan . ield researc. , yaitu penelitian yang dilakukan secara langsung di lokasi penelitian untuk memperoleh data yang faktual mengenai fenomena yang diteliti. Penelitian lapangan memungkinkan peneliti mengkaji secara mendalam kondisi aktual, interaksi sosial, serta berbagai aktivitas yang melibatkan individu, kelompok, maupun lembaga dalam lingkungan alamiahnya. Melalui keterlibatan langsung di lapangan, peneliti dapat memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai permasalahan yang diteliti sehingga data yang dihasilkan memiliki tingkat keabsahan dan kredibilitas yang lebih tinggi (Moleong. Sugiyono, 2. Pendekatan pendekatan kualitatif. Pendekatan kualitatif bertujuan untuk memahami dan menginterpretasikan fenomena sosial berdasarkan perspektif subjek penelitian secara mendalam dan holistik. Data diperoleh melalui interaksi langsung dengan informan serta didukung oleh berbagai sumber yang relevan dan terpercaya. Dengan demikian, penelitian ini diharapkan mampu menggambarkan kondisi yang sebenarnya di lapangan sekaligus memberikan pemahaman yang mendalam serta alternatif solusi terhadap permasalahan yang diteliti (Creswell, 2014. Sugiyono, 2. Optimalisasi Peran Guru dalam Motivasi Belajar Membaca untuk Siswa Kelas I SDN Logung Khilyatussaadah Hasil dan Pembahasan Hasil Berdasarkan hasil penelitian, peran guru dalam meningkatkan SDN Logung diklasifikasikan ke dalam enam peran utama, yaitu pengajar, pendidik, pembimbing, pengelola kelas, motivator, dan fasilitator. Sebagai pengajar, guru melaksanakan proses pembelajaran membaca dengan sabar, sistematis, dan disiplin, mulai dari kegiatan pembukaan, penyampaian materi, hingga penutupan. Guru juga memberikan pendampingan individual kepada siswa yang mengalami kesulitan Meskipun demikian, penggunaan metode pembelajaran yang kurang bervariasi masih menyebabkan sebagian siswa merasa bosan dan kurang fokus selama pembelajaran berlangsung. Sebagai pendidik dan pembimbing, guru tidak hanya mengajarkan keterampilan membaca, tetapi juga menanamkan nilai-nilai karakter, seperti disiplin, tanggung jawab, menjaga kebersihan, menghormati orang tua, serta pentingnya belajar. Guru secara konsisten membimbing siswa baik di dalam maupun di luar kelas, terutama siswa yang belum mampu membaca dengan lancar. Pendekatan yang dilakukan secara sabar dan berulang membuat siswa merasa nyaman dan terbantu dalam proses belajar, meskipun masih terdapat beberapa siswa yang menunjukkan sikap kurang responsif terhadap arahan guru. Dalam menciptakan lingkungan belajar yang kondusif melalui pengaturan tempat duduk berbentuk huruf U, pembentukan struktur organisasi kelas, serta penggunaan ice breaking dan nyanyian untuk menjaga konsentrasi siswa. Strategi ini dinilai efektif dalam meningkatkan keterlibatan siswa selama pembelajaran. Selain itu, guru juga berperan sebagai motivator dengan memberikan dorongan, nasihat, dan katakata penyemangat agar siswa memiliki kemauan belajar membaca. Motivasi diberikan secara terus-menerus dengan menekankan manfaat membaca bagi kehidupan sehari-hari. Diksi: Jurnal Pendidikan dan Literasi Volume. 5 No. e-ISSN: 2829-0101 Doi: 10. 62719/diksi. Sebagai fasilitator, guru menyediakan berbagai sarana pendukung pembelajaran membaca, seperti pojok baca di kelas, bantuan membaca soal bagi siswa yang belum lancar membaca, jadwal piket kebersihan, serta grup WhatsApp sebagai media komunikasi dengan orang tua. Fasilitas tersebut membantu siswa memperoleh akses belajar yang lebih baik meskipun keterbatasan sarana sekolah, seperti perpustakaan yang belum dapat difungsikan secara optimal, masih menjadi kendala. Guru mendukung tumbuhnya minat membaca. Adapun membaca meliputi: . menjalin koordinasi dengan orang tua melalui grup WhatsApp untuk memantau perkembangan belajar siswa di . menyisipkan ice breaking dan permainan tebak kata agar pembelajaran lebih menarik. menempatkan siswa yang belum lancar menyediakan buku bacaan di pojok kelas sebagai sumber belajar serta . memasang gambar-gambar edukatif di dinding kelas untuk menarik perhatian siswa terhadap bacaan. Namun demikian, terdapat dua kendala utama yang dihadapi, yaitu rendahnya minat dan antusiasme sebagian siswa dalam belajar membaca serta kurangnya keterlibatan orang tua dalam mendampingi dan mengawasi kegiatan belajar anak di rumah. Kedua faktor tersebut menjadi kemampuan membaca siswa kelas I. Pembahasan Hasil meningkatkan motivasi belajar membaca siswa kelas I SDN Logung dapat diklasifikasikan ke dalam enam fungsi utama, yaitu sebagai pengajar, pendidik, pembimbing, pengelola kelas, motivator, dan Sebagai pengajar, guru melaksanakan proses pembelajaran membaca secara sabar, telaten, dan responsif terhadap kebutuhan Optimalisasi Peran Guru dalam Motivasi Belajar Membaca untuk Siswa Kelas I SDN Logung Khilyatussaadah Guru memberikan bimbingan individual kepada siswa yang pembelajaran dengan kemampuan masing-masing peserta didik. Peran ini sejalan dengan pandangan bahwa guru harus mampu menciptakan menggunakan metode yang mendukung perkembangan kemampuan siswa (Mulyasa, 2013. Uno, 2. Sebagai pendidik dan pembimbing, guru tidak hanya mentransfer pengetahuan, tetapi juga menanamkan nilai-nilai karakter seperti disiplin, tanggung jawab, sopan santun, dan kebiasaan belajar yang Guru membimbing siswa dalam aspek akademik maupun sosial melalui pemberian nasihat, pengawasan perilaku, serta pendampingan Temuan menunjukkan bahwa kesabaran dan ketelatenan guru berkontribusi terhadap perkembangan kemampuan membaca siswa, terutama bagi mereka yang masih berada pada tahap pengenalan huruf dan suku kata. Peran tersebut sesuai dengan konsep guru sebagai pembimbing yang mengarahkan peserta didik menuju perkembangan optimal berdasarkan kebutuhan dan potensinya (Nata, 2010. Sardiman, 2. Dalam kapasitasnya sebagai pengelola kelas dan motivator, guru menciptakan suasana pembelajaran yang kondusif melalui pengaturan tempat duduk berbentuk huruf U, penggunaan ice breaking, nyanyian. Strategi meningkatkan perhatian, partisipasi, dan antusiasme siswa selama pembelajaran membaca. Selain itu, guru secara konsisten memberikan dorongan verbal, nasihat, dan kata-kata penyemangat agar siswa memiliki motivasi internal untuk belajar membaca. Motivasi yang diberikan guru berfungsi sebagai pendorong munculnya energi belajar dan kemauan siswa untuk mencapai tujuan pembelajaran (Manizar. Djamarah, 2. Sebagai fasilitator, guru menyediakan berbagai sarana pendukung pembelajaran, seperti pojok baca, bahan bacaan tambahan, bantuan Diksi: Jurnal Pendidikan dan Literasi Volume. 5 No. e-ISSN: 2829-0101 Doi: 10. 62719/diksi. membaca soal bagi siswa yang belum lancar membaca, serta media komunikasi dengan orang tua melalui grup WhatsApp. Guru juga kebersihan kelas dan penyediaan sumber belajar yang mudah diakses Upaya lain yang dilakukan untuk meningkatkan motivasi membaca meliputi penempatan siswa yang belum lancar membaca di dekat guru, penyediaan buku bacaan di sudut kelas, serta pemasangan gambar-gambar edukatif di dinding kelas. Berbagai strategi tersebut terbukti membantu meningkatkan minat baca, memperkaya kosakata, serta memudahkan siswa memahami materi pembelajaran (Arsyad. Rahim, 2. Meskipun demikian, penelitian menemukan dua kendala utama dalam meningkatkan motivasi belajar membaca, yaitu rendahnya minat dan antusiasme sebagian siswa serta kurangnya keterlibatan orang tua dalam mendampingi kegiatan belajar di rumah. Siswa yang memperoleh pendampingan dan perhatian orang tua cenderung menunjukkan kemampuan membaca yang lebih baik dibandingkan siswa yang kurang mendapatkan dukungan keluarga. Temuan ini mengindikasikan bahwa keberhasilan peningkatan motivasi belajar membaca tidak hanya bergantung pada peran guru, tetapi juga memerlukan kolaborasi yang kuat antara sekolah dan keluarga. Dengan demikian, motivasi belajar membaca siswa dapat ditingkatkan melalui sinergi antara kompetensi guru, strategi pembelajaran yang menarik, serta dukungan orang tua yang berkelanjutan (Slameto, 2015. Arifin, 2. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian, guru memiliki peran yang sangat strategis dalam meningkatkan motivasi belajar membaca siswa kelas I SDN Logung. Peran tersebut mencakup fungsi sebagai pengajar, pendidik, pembimbing, pengelola kelas, motivator, dan fasilitator yang dijalankan secara terpadu dalam proses pembelajaran. Guru tidak hanya berfokus pada pengembangan kemampuan membaca siswa, tetapi juga Optimalisasi Peran Guru dalam Motivasi Belajar Membaca untuk Siswa Kelas I SDN Logung Khilyatussaadah bimbingan individual, menciptakan suasana belajar yang kondusif, serta menyediakan berbagai fasilitas pendukung pembelajaran. Melalui pendekatan yang sabar, telaten, dan berorientasi pada kebutuhan siswa, guru mampu membantu siswa yang mengalami kesulitan membaca sekaligus mempertahankan motivasi belajar siswa yang sudah memiliki kemampuan membaca lebih baik. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa peningkatan motivasi belajar membaca dilakukan melalui berbagai strategi, seperti koordinasi dengan orang tua, penggunaan ice breaking dan permainan tebak kata, pengaturan tempat duduk bagi siswa yang mengalami kesulitan membaca, penyediaan pojok baca, serta pemanfaatan media visual di lingkungan kelas. Meskipun demikian, efektivitas upaya tersebut masih menghadapi kendala berupa rendahnya minat belajar sebagian siswa dan kurang optimalnya keterlibatan orang tua dalam mendampingi anak belajar di rumah. Oleh karena itu, keberhasilan peningkatan motivasi belajar membaca tidak hanya bergantung pada kompetensi dan kreativitas guru, tetapi juga memerlukan dukungan aktif dari keluarga serta lingkungan belajar yang kondusif agar perkembangan kemampuan membaca siswa dapat berlangsung secara optimal dan berkelanjutan. Daftar Pustaka