JEBI Vol. No. 2 pp. Copyrigt A 2025 Fakultas Ekonomi dan Bisnis UTS Jurnal Ekonomi dan Bisnis Indonesia INKLUSI KEUANGAN : DAMPAK LITERASI KEUANGAN. LITERASI KEUANGAN DIGITAL DAN FINANCIAL TECHNOLOGY PADA MAHASISWA Financial Inclusion: The Impact of Financial Literacy. Digital Financial Literacy and Financial Technology in Students Sri Andriani1 Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Universitas Teknologi Sumbawa email : sri. andriani@uts. Abstract Public access to financial institutions has decreased compared to the previous period. This decline indicates that society has not been able to use convenience, knowledge and effective supporting facilities to provide access to financial institutions. The aim of this research is to determine the impact of financial literacy, digital financial literacy and financial technology on student financial The research method uses a purposive sampling method with data analysis using multiple linear regression. The research results show that financial literacy does not have a significant effect on financial inclusion. Meanwhile, digital financial literacy and dan financial technology have a significant influence on changes in financial inclusion for students. Keywords: financial literacy, digital financial literacy, financial technology, financial inclusion Abstrak Akses masyarakat terhadap lembaga keuangan mengalami penurunan jika dibandingkan pada pyriode sebelumnya. Penurunan ini mengindikasikan bahwa masyarakat belum mampu menggunakan kemudahan, pengetahuan serta sarana pendukung yang efektif untuk memberikan akses pada lembaga keuangan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dampak literasi keuangan, literasi keuangan digital dan financial technology terhadap inklusi keuangan mahasiswa. Metode penelitian menggunakan metode purposive sampling dengan analisis data menggunakan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi keuangan tidak berpengaruh signifikan terhadap inklusi keuangan. Sedangkan literasi keuangan digital dan financial technology memberikan pengaruh yang signifikan terhadap tingkat inklusi keuangan pada mahasiswa. Kata Kunci : literasi keuangan, literasi keuangan digital, financial technology, inklusi keuangan PENDAHULUAN Percepatan pertumbuhan ekonomi dan pengentasan kemiskinan menjadi salah satu komitmen semua negara termasuk Indonesia. Hal ini dilakukan melalui penerapan Sustainable Development Goals (SDG. Pengentasan kemiskinan salah satunya dapat dicapai melalui inklusi keuangan (ShaAoban et al. , 2. dan inklusi keuangan digital, khususnya di negara-negara Asia (Tay et al. , 2. Inklusi keuangan akan memberikan pemerataan akses keuangan serta memberikan keamanan keuangan bagi Digitalisasi keuangan mengalami perkembangan signifikan dalam beberapa dekade terakhir. Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi telah mengubah cara masyarakat berinteraksi dengan sistem keuangan, baik di tingkat individu maupun institusi. Apalagi setelah terjadinya covid 19, aksesibilitas layanan keuangan telah bergeser ke arah digitalisasi keuangan dengan memanfaatkan teknologi (Tay et al. , 2. Literasi keuangan digital merujuk pada kemampuan individu untuk memahami dan mengelola aspek keuangan dengan efektif dalam lingkungan digital yang terus berkembang pesat (Lusardi et al. , 2. Jurnal Ekonomi dan Bisnis Indonesia Menurut (Widowati, 2. , berdasarkan data INDEF tahun 2023, indeks literasi digital Indonesia baru mencapai 62%. Angka ini merupakan yang terendah di antara negara-negara ASEAN yang memiliki rata-rata indeks literasi digital 70%. Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) OJK pada 2024 juga menunjukkan indeks literasi dan inklusi keuangan Indonesia baru mencapai 65% dan 75%. Grafik 1. Indeks Literas Keuangan dan Inklusi Keuangan di Indonesia Inklusi Keuangan Literasi Keuangan Sumber : (OJK, 2. Inklusi keuangan pada tahun 2024 adalah 75,02% mengalami penurunan sebesar 11,08% jika dibandingkan pada tahun 2022 yang mencapai 86,1%. Indikator inklusi keuangan salah satunya adalah adanya aksesabilitas lembaga keuangan yang mudah dijangkau oleh masyarakat. Penurunan ini mencerminkan bahwa tingkat unbanked di Indonesia mengalami peningkatan (Solo, 2. Unbanked adalah kelompok orang yang memiliki akses yang terbatas pada lembaga keuangan, kelompok ini terdiri dari orang yang berpenghasilan rendah dan berpendidikan rendah. (Solo, 2. mengatakan bahwa masyarakat yang masuk dalam kategori unbanked sebagian besar berasal dari kelompok terbawah yaitu nelayan, petani, perempuan, pekerja sektor informal dan pendatang. Rendahnya literasi keuangan menjadi salah satu penyebab menurunnya tingkat inklusi keuangan (Kusumawati et al. , 2. Menurut Otoritas Jasa Keuangan (OJK) literasi keuangan adalah pengetahuan, keterampilan, dan keyakinan yang memengaruhi sikap dan perilaku untuk meningkatkan kualitas pengambilan keputusan dan pengelolaan keuangan untuk mencapai kesejahteraan keuangan masyarakat. Masyarakat yang tidak memiliki pemahaman tentang keuangan seperti menabung, asuransi maupun investasi cenderung tidak memiliki akses terhadap lembaga keuangan. Sebaliknya apabila seseorang memiliki kecerdasan finansial, akan memiliki kecenderungan menghasilkan keputusan keuangan yang lebih baik. Keuntungan lain, dengan literasi keuangan yang baik akan menghindari seseorang terhadap potensi kerugian finansial (Lusardi et al. , 2. Financial technology . merupakan salah satu upaya memudahkan masyarakat memiliki akses terhadap lembaga keuangan. Fintech salah satu bentuk pemanfaatan perkembangan teknologi informasi dalam JEBI Vol. No. 2, pp. meningkatkan layanan produk/jasa finansial (OJK, 2. Penerapan jaringan internet pada layanan keuangan digital atau fintech, dianggap sebagai salah satu cara yang efektif untuk meningkatkan literasi keuangan dan inklusi keuangan secara merata. Kemudahan ini didukung pada penggunaan smartphone yang dapat menjadi sarana penghubung dan solusi di kalangan masyarakat baik kota maupun pedesaan yang selama ini sulit dijangkau oleh lembaga keuangan formal sehingga layanan finansial dapat diakses dengan mudah (Marginingsih, 2. METODOLOGI Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang bertujuan untuk mengetahui dampak literasi keuangan, literasi keuangan digital serta finansial technology . terhadap inklusi keuangan mahasiswa. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa yang sedang mengambil mata kuliah perencanaan keuangan dan pernah menggunakan fintech. Sampel ditentukan dengan menggunakan purposive sampling dengan kriteria responden sebagai berikut. Mahasiswa yang tinggal di Sumbawa yang memiliki pemahaman dasar tentang literasi keuangan. Pernah menggunakan e wallet dalam melakukan transaksi keuangan. Penentuan jumlah sampel berdasarkan rumus slovin yang dapat diterapkan untuk populasi yang tidak diketahui (Lachenbruch et al. , 1. Jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 109 responden. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini adalah menggunakan kuesioner digital yaitu google form, yang dibagikan melalui sosial media dan ditujukan kepada Menurut (Sugiyono, 2. , kuesioner merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan Jurnal Ekonomi dan Bisnis Indonesia cara memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis secara terbuka atau tertutup yang ditujukan kepada responden untuk dijawab secara langsung atau melalui media internet. Analisis data menggunakan regresi linier berganda dengan variabel bebas terdiri dari Literasi Keuangan (X. Literasi Keuangan Digital (X. dan Financial Technology (X. Variabel terikat adalah Inklusi Keuangan (Y) Hasil dan Pembahasan Sebelum melakukan uji regresi linier berganda, perlu dilakukan uji validitas dan uji reliabilitas. Setia pernyataan dikatakan valid apabila nilai r hitung > r hitung yaitu sebesar Sedangkan setiap variabel dikatakan reliabel apabila nilai cronbach alpha > 0. Hasil uji validitas dan reliabilitas pada penelitian ini adalah sebagai berikut Tabel 1. Uji Validitas dan Reliabilitas Variabel Indikator Literasi Keuangan Nilai r Literasi Keuangan Digital Finansial Technology Inklusi Keuangan Keterangan Skala Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid 4 = Sangat Setuju 3 = Setuju 2 = Tidak Setuju 1 = Sangat Tidak Setuju Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Cronbach Alpha Reliabilitas Reliabel Reliabel Reliabel Reliabel Sumber : Data Diolah, 2024 Hasil uji validitas pada tabel 1 menunjukkan bahwa semua pernyataan dalam penelitian ini dinyatakan Uji reliabilitas yang telah dilakukan menyatakan bahwa setiap variabel dalam penelitian ini dinyakan reliabel sehingga semua pernyataan dalam penelitian ini dapat Tahap selanjutnya adalah melakukan uji asumsi Berdasarkan hasil uji asumsi klasik diperoleh hasil sebagai berikut. JEBI Vol. No. 2, pp. Jurnal Ekonomi dan Bisnis Indonesia Gambar 1. Hasil Uji Normalitas Berdasarkan gambar 1 di atas terlihat bahwa titik Ae titik yang terbentuk secara teratur seperti diatas, maka dengan visual dapat disimpulkan residual dari estimasi kita distribusi secara normal. Hasil uji Breusch-Pagan / Cook-Weisberg, dimana nilai prob > chi2 = 0. 3821, lebih besar dari . maka dapat disimpulkan bahwa estimasi terbebas dari masalah Tabel 2 . Hasil Uji Multikoliniaritas Variabel Mean VIF VIF 1/VIF 0,860434 Jika nilai VIF lebih besar dari 10 atau tolerance . /VIF) adalah . 01 atau kurang, mengindikasikan adanya Maka berdasarkan hasil diatas, data menunjukkan bahwa tidak ada variabel yang terjadi multikolinearitas yang kuat. Gambar 2. Hasil Uji Heteroskedastisitas Tabel 3. Hasil Analisis Regresi Coefficients Standard Error t Stat P-value Lower Upper 95% Lower Upper Intercept Sumber : Data Diolah, 2024 Dari hasil analisis regresi linier berganda pada tabel di atas diperoleh persamaan sebagai berikut. Y = 0,514-0,004b1 0,401b2 0,377b3 Koefisien determinasi pada penelitian ini menggambarkan seberapa besar variabel bebas . iterasi keuangan, literasi keuangan digital dan financial technolog. mempengaruhi variabel terikat . nklusi keuanga. Berdasarkan pada stabel 3 ditehaui bahwa nilai koefisien dalam penelitian ini adalah 0,586 atau 58,6%. Artinya variabel literasi keuangan, literasi keuangan digital dan financial technology mempengaruhi inklusi keuangan sebesar 58,6%. Sisanya sebesar 41,4% dipengaruhi oleh variabel lain di luar penelitian ini. Tabel 4. Koefisien Determinasi Regression Statistics Multiple R R Square Adjusted R Square Sumber : Data Diolah, 2024 JEBI Vol. No. 2, pp. PEMBAHASAN Inklusi keuangan menggambarkan seberapa besar pengetahuan dan keterampilan keuangan yang dimiliki oleh Semakin baik literasi keuangan seseorang maka akses terhadap lembaga keuangan juga semakin baik. Orang yang memiliki tabungan, ikut serta dalam asuransi serta melakukan investasi cenderung telah memiliki interaksi Literasi menggambarkan kemampuan dan keterampilan seseorang dalam mengelola uang yang dimiliki (Joseph et al. , 2. Namun hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa tingginya literasi keuangan tidak berdampak pada peningkatan inklusi Mahasiswa sebagai salah satu kategori masyarakat berpenghasilan rendah memiliki akses yang terbatas terhadap lembaga keuangan (Solo, 2. Menurut penelitian yang dilakukan oleh (Kusumawati et al. , 2. , literasi keuangan tidak berpengaruh signifikan terhadap inklusi keuangan. Responden dalam penelitian ini adalah ahasiswa yang ratarata memiliki pendapatan di bawah Rp 2. Artinya dengan rendahnya pendapatan yang dimiliki mengakibatkan akses terhadap lembaga keuangan menjadi sulit. Meskipun responden adalah kategori terpelajar yang mungkin memiliki pengetahuan tentang literasi keuangan namun keterbatasan pendapatan membuat mereka sulit untuk Jurnal Ekonomi dan Bisnis Indonesia melakukan aktivitas keuangan seperti investasi pada jenis investasi tertentu melalui lembaga keuangan. Faktor berikutnya adalah literasi keuangan digital, di dalam penelitian ini mengemukakan bahwa semakin baik tingkat literasi keuangan digital mahasiswa maka semakin baik juga akses mahasiswa terhadap penggunaan fasilitas (Sahay et al. , 2. mengatakan bahwa keberadaan literasi keuangan digital akan mendukung terciptanya inklusi keuangan yang merata dengan cara memberi kemudahan pada masyarakat untuk memiliki akses yang baik terhadap lembaga keuangan karena memiliki sarana dengan memanfaatkan teknologi. Bentuk kemudahan yang diberikan produk dan layanan keuangan digital, seperti pembayaran non-tunai, investasi, asuransi, dan transfer Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tinggi rendahnya pengetahuan dan keterampilan mahasiswa dalam memahami literasi keuangan digital mampu memberikan dampak pada tingkat inklusi keuangan. Mahasiswa memiliki tingkat pengetahuan tentang yang baik tentang cara menggunakan teknologi di sector keuangan terutama dalam penggunaan e wallet. Keberadaan e wallet memudahkan mahasiswa dalam melakukan transaksi keuangan. Sejalan dengan penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh (Bidasari et al. , 2. dan (Garzoni et al. , 2. yang mengungkapkan bahwa semakin baik tingkat literasi keuangan digital seseorang maka akan memudahkan aksesnya terhadap lembaga keuangan dengan memanfaatkan Financial technology/FinTech merupakan hasil gabungan antara jasa keuangan dengan teknologi yang akhirnya mengubah model bisnis dari konvensional menjadi moderat, yang awalnya dalam membayar harus bertatapmuka dan membawa sejumlah uang kas, kini dapat melakukan transaksi jarak jauh dengan melakukan pembayaran yang dapat dilakukan dalam hitungan detik saja (Bank Indonesia, 2. Fintech muncul dilatarbelakangi terjadinya pergeseran gaya hidup masyarakat dengan lebih memanfaatkan media teknologi dalam melakukan beberapa Kehadiran fintech memberikan kemudahan transaksi jual beli dan sistem pembayaran menjadi lebih efisien dan ekonomis namun tetap efektif. Hasil penelitian ini mengemukakan bahwa FinTech memberikan kontribusi dalam meningkatkan inklusi keuangan mahasiswa. Sejalan dengan penelitian yang dilakukan sebelumnya oleh (Kusumawati et al. , 2. dan (Shen et al. , 2. yang mengatakan bahwa produk teknologi turut serta memberikan dampak pada tinggi Perkembangan teknologi di sektor keuangan mampu meningkatkan akses masyarakat termasuk mahasiswa dalam melakukan transaksi keuangan. (Hutabarat, 2. mengatakan bahwa semakin banyak masyarakat yang menggunakan produk digital keuangan maka akan semakin memudahkan tujuan pemerintah dalam pemerataan akses masyarakat terhadap lembaga keuangan. KESIMPULAN JEBI Vol. No. 2, pp. Penelitian ini membuktikan bahwa secara empiris literasi keuangan digital dan financial technology mempunyai peran dan kontribusi untuk meningkatkan inklusi keuangan Namun literasi keuangan tidak mampu memberikan dampak terhadap perubahan inklusi keuangan. Mahasiswa sebagai responden mungkin memiliki pengetahuan dan keterampilan keuangan yang baik namun memiliki keterbatasan anggaran akan berakibat pada kesulitan untuk mengakses lembaga keuangan sehingga belum mampu membuat inklusi keuangannya mengalami Untuk prediksi yang lebih baik pada penelitian selanjutnya disarankan agar memperluas jumlah sampel dan jumlah variabel yang menjadi faktor yang mempengaruhi inklusi Sehingga hasil penelitian yang diperoleh semakin DAFTAR PUSTAKA